May 29, 2017

Banjir Air Mata Iringi Pensiun Legenda AS ROMA

Francesco Totti resmi pensiun. Pertandingan AS Roma melawan Genoa di Stadion Olimpico, Minggu, 28 Mei 2017, menjadi momentum perpisahan. Pada laga tersebut Giallorossi menang 3-2 dan memastikan diri lolos langsung ke putaran final Liga Champions musim depan karena berhasil finish sebagai runner up di Serie A.


Totti sendiri tidak tampil penuh. Dia baru masuk di menit 59, menggantikan Mohamed Salah. Yang paling menarik tentu adalah di akhir laga. Totti menyampaikan salam perpisahan dengan berputar mengelilingi lapangan. Aksi tersebut kemudian disambut dengan air mata haru dari fans.
Di Curva Sud, Totti sempat menghentikan langkah. Dia menandatangani sebuah bola dan menuliskan kalimat, "Saya akan merindukanmu". Kemudian ia menendangnya ke arah fans di tribun, seperti diberitakan Football Italia.

Rekan-rekan setim pun memberikan salam terakhir kepada Totti dengan mata berkaca-kaca. Sedangkan Presiden Klub, Jim Pallotta memberikan kaos dengan nomor punggung 10 yang telah dibingkai kepada pemain yang menghabiskan 25 tahun kariernya bersama tim berjuluk 'Serigala Ibu Kota' itu.



Serie A - kasta teratas Liga Italia - musim 2016-2017 rampung pada Minggu (28/5) atau Senin dini hari WIB. Laga pamungkas Francesco Totti dan kejutan Crotone mewarnai pertandingan pekan ke-38.

Sebelum pekan ke-38 dimulai, Crotone masih berada di peringkat ke-18 atau posisi teratas zona merah. Namun, tim promosi itu berhasil menang sehingga bertukar tempat dengan Empoli.
Crotone selamat dari degradasi setelah menang 3-1 atas klub peringkat kelima klasemen, Lazio. Dengan koleksi 34 poin, mereka menggeser Empoli yang kalah 1-2 dari Palermo.
Bagi Lazio, kekalahan dari Crotone itu membuat posisi mereka tertahan di peringkat ke-5. Pasukan Simone Inzaghi itu gagal menggeser Atalanta yang pada Sabtu (27/5) menang tipis 1-0 atas Chievo Verona.

Atalanta finis di posisi ke-4 degan 72 poin, unggul dua angka atas Lazio. Kendati demikian, kedua tim itu memastikan diri langsung lolos ke fase grup Liga Europa.
Juventus mengakhir musim dengan 91 poin, disusul AS Roma (87) dan Napoli (86). Dua tim teratas langsung lolos ke fase grup Liga Champions, sedangkan Napoli harus melalui kualifikasi.
AC Milan yang kalah 1-2 dari Cagliari finis di posisi keenam sehingga harus berlaga di fase kualikasi Liga Europa terlebih dahulu. Mereka "kebagian" tiket karena dua finalis Coppa Italia adalah tim yang peringkatnya di atas mereka.

Namun, momen paling mengharukan pada pertandingan pekan ke-38 adalah perpisahan Sang Pangeran Roma, Francesco Totti. Dia mengakhiri 24 musim kiprahnya di sepak bola profesional saat bertanding melawan Genoa.
"Saya senang dan bangga telah mengabdi 28 tahun dengan segala kecintaan ini ke Roma. Saya cinta kalian semua," kata Totti kepada suporter di Stadion Olimpico.


Laga terakhir Francesco Totti bersama AS Roma berakhir dramatis dan manis. Di laga terakhir Serie A Liga Italia musim ini Serigala Ibukota itu mampu menekuk Genoa 3-2 dan ganjarannya, mereka berada di posisi kedua klasemen dan berhak secara otomatis ikut Liga Champion musim depan.

Roma akhirnya mengantongi 87 angka dan berada di posisi kedua klasemen hanya berselisih satu poin dari Napoli di bawahnya. Dan berjarak empat poin dari Juventus sang juara Serie A.

Pada laga yang dihelat di Stadion Olimpico, Minggu tengah malam tadi, tuan rumah AS Roma
unggul lewat gol Eden Džeko menit ke-10, gol De Rossi menit ke-74 dan Perotti pada masa injuru time babak babak kedua. Adapun gol bapasan Genoa dicetak oleh Pellegri menit ketiga dan gol Lazović menit ke-79.

Laga ini memang seru dan dramatis. Seandainya Genoa berhasil mencuri angka dari kandang Roma tentu, yang berhak ke posisi kedua adalah Napoli. Sebab dalam waktu yang bersamaan Napoli mampu melibas tuan rumah Sampdoria 4-2.

Genoa memang memberikan perlawanan penuh meski mereka sudah lolos dari ancaman degradasi.
Genoa sempat unggul pada menit ketiga lalu disamakan oleh Dzeko . Namun di babak kedua Roma sempat unggul namun disamakan lagi oleh Genoa lewat gol Lazovic.Beruntung Diego Perotti muncul mencetak gol penentu untuk I Lupi di menit terakhir waktu normal.


Penonton di Olimpico bersorak ketika Totti masuk pada menit ke-54 memperkuat Roma untuk kali terakhir pada duel Giornata 38 ini. Sebelum pertandingan dimulai, sang legenda hidup yang mengabdi di tim senior selama seperempat abad menyaluti suporter di Curva Sud yang membentangkan spanduk bertuliskan “Totti Adalah Roma”.
Namun, publik Olimpico mendadak terbungkam saat Genoa memecahkan kebuntuan hanya tiga menit pascasepak mula. Pietro Pellegri, remaja kelahiran 2001 memberikan keunggulan untuk kubu tamu setelah melakukan sepakan akurat ke arah tiang dekat gawang Wojciech Szczesny.

Roma cepat membalas. Cuma butuh waktu tujuh menit, kedudukan menjadi imbang berkat gol Edin Dzeko memanfaatkan umpan Kevin Strootman. Dengan torehan penyeimbang ini, eks striker Manchester City tersebut menggondol trofi Capocanonniere lewat perolehan total 29 gol.

Hasil seri tidak cukup untuk Roma menyegel peringkat kedua, apa lagi di tempat lain Napoli mengantongi keunggulan atas Sampdoria.

Totti turun di menit ke-54 menggantikan Mohamed Salah guna melakoni penampilan pamungkasnya dan membantu Tim Serigala menggondol kemenangan. Main lebih ke dalam, legenda 40 tahun tersebut memberikan sejumlah umpan terukur yang sayangnya gagal dimaksimalkan rekan-rekannya.

Gempuran Roma akhirnya membuahkan hasil seperempat jam jelang bubaran saat umpan tarik Dzeko dari kanan dihajar Daniele De Rossi dengan keras ke dalam gawang Genoa kawalan Eugenio Lamanna.

Keunggulan Roma hanya bertahan sesaat. Tandukan Darko Lazovic menyambut umpan silang Diego Laxalt membawa Genoa menyamakan skor. Suporter tuan rumah pun mulai gelisah menyikapi kemungkinan disalip Napoli.

Luapan sukacita dan kelegaan toh pada akhirnya memenuhi Olimpico setelah Diego Perotti mengeksekusi assist sundulan Dzeko dengan tembakan setengah voli dari jarak dekat dan memastikan Roma berpesta di akhir era Totti.


28 Tahun Bela AS Roma, Francesco Totti Cetak 250 Gol 



Kapten AS Roma, Francesco Totti, akan melakukan pertandingan terakhirnya malam ini melawan Genoa. Totti memutuskan untuk berpisah dengan klub yang telah ia bela selama 25 tahun ini. Selama bermain di AS Roma, Totti membukukan 250 gol.

Banyak penggemar yang menyangkan keputusan Totti yang sudah dianggap sebagai legenda klub. Mereka bahkan mengharapkan Totti tetap bermain di Roma meski usianya sudah 40 tahun.


Rupanya dorongan untuk Totti agar tetap di Roma datang pula dari penggemar di Indonesia. Akun Twitter resmi AS Roma @OfficialASRoma me-retweet sebuah foto dari akun @ASRomaEN. Foto itu menggambarkan sebuah banner yang dipasang di jembatan di Margonda, Depok, Jawa Barat. “We’LL MISS TOTTI GOAL. PLEASE STAY LONGER,” bunyi spanduk itu.

“Luar biasa: Spanduk #Totti malam ini terpasang di Jembatan Margonda di Depok, Jawa Barat, Indonesia – 10 ribu kilometer dari Roma. Semangat,” cuit @ASRomaEN, Ahad, 28 Mei 2017. Hingga berita ini ditulis,unggahan foto tersebut telah di re-tweet sebanyak 3.608 dan disukai 2.079 tweeps.


Totti telah membela Roma sejak 1992. Capaian terbaiknya adalah meraih gelar Liga Italia di musim 2000-2001. Bersama Roma, Totti mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa Liga Italia dengan torehan 250 gol. Ia cuma kalah dari Silvio Piola 274 gol.

Totti dipastikan tidak akan memperkuat AS Roma di musim depan. Namun ia tidak sepenuhnya pergi meninggalkan Roma. Direktur Sepak Bola Roma, Monchi, sebelumnya menuturkan Roma akan memberikan jabatan direktur klub terhadap Totti.


Lewat laman Facebooknya, Totti menuturkan pertandingan melawan Genoa malam ini adalah terakhir kalinya ia memakai jersey Roma.

“Saya tidak bisa menjelaskan seberapa besar arti warna ini bagi saya. Saya hanya merasa kecintaan terhadap sepakbola tidak pernah pudar. Ini adalah hasrat dan gairahku. Ini begitu dalam sehingga saya tidak dapat membayangkan tidak dapat mendorongnya lagi. Tidak pernah. Senin aku siap untuk pergi lagi, saya siap menghadapi tantangan baru,” kata Francesco Totti, Kamis.



Sebagai perayaan, seusai pertandingan, Totti melakukan victory lap mengeliling stadion. Setelahnya, ia mengucapkan salam perpisahan lanjut menyampaikan pesan panjang didampingi istrinya, Ilary Blasi.

"Kita semua berada di sini. Momen itu akhirnya tiba. Ini momen yang sebenarnya saya harapkan tidak pernah terjadi," kata Totti kepada publik Olimpico, seperti dilansir dalam situs resmi klub.

Dalam beberapa hari terakhir, ada banyak hal dikatakan soal saya, hal-hal indah. Kalian semua berada di belakang saya, mendukung saya dalam periode sulit. Karena itulah, saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua.
Saya menangis karena kebersamaan selama 25 tahun ini tak mungkin dilupakan. Terima kasih semuanya, meski ini tak mudah bagi saya. Saya telah berbicara dengan istri saya tentang tahun-tahun tersebut.

Saya mengucapkan terima kasih kepada ayah, ibu, saudara, dan teman-teman. Terima kasih kepada istri dan ketiga anak saya. Saya memulainya dari mereka karena tak yakin bisa mengakhirinya.
Sulit melukiskan perjalanan 28 tahun dalam beberapa frasa. Saya sebenarnya ingin melakukannya dengan nyanyian atau puisi. Namun, saya tak jago dalam keduanya.

Saya hanya mencoba menunjukkan dengan kaki-kaki saya. Sebab, segalanya terlihat mudah dengan cara itu.

Apakah kalian tahu mainan favorit saya ketika kecil? Bola sepak dan masih hingga saat ini. Namun, dalam titik tertentu, Anda harus bertambah dewasa. Itulah yang orang lain katakan bahwa waktu telah membuat keputusan.
Waktu berjalan begitu cepat, sama seperti pada 17 Juni 2001 (ketika AS Roma menjalani laga penentuan juara). Saya tak sabar mendengar wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Hal itu masih membuat saya merinding.

Kini, waktu memberi tahu bahwa saya harus tumbuh. Dia mengatakan, mulai besok, saya akan menjadi orang dewasa. Melepas kostum dan sepatu sepak bola.

Mulai sekarang, saya adalah laki-laki yang tak bakal lagi mencium bau rumput, merasakan terpaan cahaya matahari di wajah, adrenalin, dan kepuasan ketika merayakan.

Dalam tiga bulan terakhir, saya selalu bertanya kenapa harus bangun dari mimpi ini. Ini seperti ketika sedang mimpi pada masa kecil dan ibumu membangunkan karena harus sekolah. Kamu mencoba tidur dan bermimpi, tetapi tidak dapat mimpi serupa.
Kali ini bukanlah mimpi. Ini realitas. Saya ingin mendedikasikan surat ini kepada seluruh anak kecil yang mendukung saya dan berharap tumbuh seperti saya.

Perjalanan karier saya mungkin seperti dongeng, dan bagian terburuk adalah sudah akan tamat. Saya akan melepas kostum untuk terakhir kali. Namun, saya takkan siap untuk mengatakan bahwa ini telah berakhir.

Saya minta maaf apabila selama periode tersebut tidak memberi wawancara untuk mengklarifikasi apa yang ada di pikiran saya. Tak mudah untuk mematikan lampu."
Kini, saya takut. Ketakutan ini berbeda dengan ketika berada di depan gawang dan harus mencetak gol melalui penalti. Saat ini, saya tak bisa melihat melalui lubang di jaring gawang dan apa yang berada di baliknya.

Maka, izinkanlah saya sedikit takut. Saat ini, saya adalah orang yang membutuhkan kalian dan kehangatan kalian. Seperti kalian tunjukkan selama ini, dengan afeksi. Dengan begitu, saya akan bisa membuka lembaran baru dan petualangan baru.
Pada momen ini, saya ingin berterima kasih kepada rekan-rekan setim, pelatih, direktur, presiden, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan saya. Terutama suporter di Curva Sud, rujukan bagi pemain dan warga Kota Roma.

Sebagai pemain dan warga Roma merupakan keistimewaan bagi saya. Menjadi kapten tim ini juga sebuah kebanggaan. Saya mungkin tak bisa bermain-main lagi dengan kaki saya, tetapi hati saya selalu bersama kalian semua."


Kini, saya akan berjalan menuruni tangga, menuju kamar ganti yang menyambut saya ketika kecil, lalu meninggalkannya sebagai pria dewasa.
Saya senang dan bangga atas 28 tahun bersama Roma yang saya cinta. Saya cinta kalian semua..."


references by viva, tempo, tribun

 
Like us on Facebook