July 11, 2017

Profil Wasit Kusni dan Hakim Garis, Keyword Pencarian Di Google Yang Banyak Dicari Minggu Ini

Wasit Kusni dan Hakim Garis menjadi perbincangan dunia maya dan menjadi kata pencarian yang banyak dicari di Google usai keputusan kontroversial pada pertandingan Persib melawan Madura United dalam lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka 2017, Minggu (9/7/2017) kemarin. Pada pertandingan yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Madura United tersebut, Mereka membuat beberapa keputusan kontroversial.


Keputusan tersebut diantaranya adalah menganulir dua gol Persib yang dianggap berbau offside, serta memberikan satu tendangan penalti kontroversial untuk Madura United. Hadiah penalti itu sendiri behasil dikonversi menjadi gol oleh penyerang Madura United, Peter Odemwinge.

Dua gol teranulir Persib dihasilkan oleh Raphael Maitimo dan Michael Essien. Wasit Kusni menganulir gol Maitimo karena menganggap pemain naturalisasi Timnas Indonesia tersebut sudah berdiri dalam posisi offside usai menerima umpan sundulan Essien. Sementara itu, gol Essien dianulir wasit Kusni lantaran sebelumnya bola membentur Maitimo yang berada di posisi offside.

"Kita kalah, karena mental pemain down akibat kebijakan wasit pada pertandingan tadi," ujar Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman kepada pewarta pada wawancara seusai pertandingan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Atep. Menurutnya, kepemimpinan wasit pada pertandingan tersebut sempat membuat mental skuat Persib menurun.

"Kami, pemain sudah berjuang maksimal. Kami tampil terbuka untuk mengejar kemenangan. Andai gol Maitimo atau Essien disahkan, akan berbeda hasilnya, karena mental kami down setelah gol dianulir," ujar Atep seperti dilansir situs resmi Persib Bandung.

Bukan kali ini saja kepemimpinan Kusni menuai protes dari berbagai pihak. Pada laga antara Persib melawan Persegres Gresik United yang berlangsung 3 Mei 2017 lalu, keputusan-keputusan Kusni juga sempat menuai berbagai protes.

Kala itu, protes bukan datang dari pihak Persib, melainkan dari pihak Persegres Gresik United. Salah satunya adalah ketika wasit tidak meniup peluit saat Kushedya Yudo, pemain Persegres dilanggar di kotak penalti Persib Bandung.

"Sebetulnya kita mendapat pelanggaran yang terakhir si Yudo. Itu sebenarnya bagaimana tindakan wasit, kita sebagai tuan rumah, dan itu mutlak," ujar Hanafi pada sesi jumpa pers seusai pertandingan.

Pada momen yang sama, Hanafi menuturkan keputusan wasit yang demikian terkesan berat sebelah dan tidak imbang. Olehnya, Kusni dianggap gagal memimpin pertandingan.

Tidak dua kali itu saja Kusni terlibat kasus kontroversial dengan pertandingan Maung Bandung. Musim lalu, Kusni sempat dikritik pelatih Persib saat itu, Dejan Antonic. Kala itu, Dejan mengkritik kepemimpinan Kusni pada pertandingan Persib melawan Madura United yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada  Sabtu (28/5/2016).

“Sebagai pelatih saya suka main cepat. Hari ini terjadi banyak pelanggaran dan pemain kita ada yang terjatuh tapi wasit jelek banget. Dia kasih banyak kesempatan untuk Madura,” ujar pelatih asal Serbia tersebut pada sesi jumpa pers seusai pertandingan.

Kusni tercatat pernah mendapat sanksi dari PSSI. Pada Liga Indonesia (ISL) musim kompetisi 2014, Kusni sempat mendapat hukuman larangan memimpin pertandingan selama 2 minggu. Sanksi tersebut dijatuhkan lantaran Kusni dinilai membuat keputusan keliru pada pertandingan antara Persija melawan Pelita Bandung Ray (PBR) yang digelar pada 17 Februari 2014. Kusni menghukum PBR dengan penalti akibat tekel Wildansyah kepada Rachmat Affandi, padahal oleh PSSI tekel dari pemain PBR dinilai bersih.

Lewat surat bernomor 135/M.PERSIB/VII/2017 PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) resmi melayangkan Surat Permohonan Evaluasi Penugasan Perangkat Pertandingan Madura United melawan Persib, pada Minggu (9/7/2017), kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Persib Resmi Layangkan Surat Protes Soal Wasit Kusni Kepada PSSI & PT. LIB

Seperti dikutip halaman resmi official Persib, ada empat poin kesalahan fatal pengadil lapangan, Kusni. Pertama adalah keputusan penalti untuk Madura United pada menit ke-18, dimana Dedi Kusnandar dianggap melanggar Greg Nwokolo di kotak terlarang.

Kedua adalah dua kali dianulirnya gol Raphael Maitimo pada menit ke-45 yang dinyatakan offside. Ketiga gol Michael Essien pada menit ke-54 yang dinyatakan offside karena Achmad Jufriyanto dianggap melakukan pergerakan. Ketiga ketika pemain Madura United, Bayu Gatra, berdiri dalam posisi offside saat menerima bola dan sebelum meneruskannya kepada Greg Nwokolo menit 86.

Surat yang dikirimkan Senin (10/7/2017) kemarin, pihak Persib menyadari hasil laga tak bisa berubah. Namun, dengan protes tersebut Persib memohon supaya wasit Kusni dan para asisten wasit yang terdiri dari Asisten Wasit 1 Dedek Duha, Asisten Wasit 2 Sukri Sulaeman, Muslimin SH selaku Wasit Cadangan dan Pengawas Pertandingan Ronny Suhatril, untuk dievaluasi.

“Apabila pendapat kami adalah benar, kami mohon agar Perangkat Pertandingan tersebut tidak dipakai lagi di kompetisi sepakbola Indonesia,” tulis surat yang ditandatangani Manajer Persib, Umuh Muchtar kutip website resmi Persib.






BOBOTOH TAK ADA MASALAH DENGAN  K-CONK MANIA

LAGA Persib Bandung menghadapi Madura United di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Minggu 9 Juli 2017 tidak menyurutkan niat para Bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat dan daerah lainnya untuk datang menyaksikan serta menyemangati tim kesayangannya tersebut.

Sejak Minggu siang, para bobotoh mulai berdatangan dan memadati area di sekitar stadion. Mereka pun tampak akrab berbaur dengan suporter Madura United, K-Conk Mania. Tidak hanya itu, bonekmania pun ikut berkumpul untuk menyaksikan laga bergensi Liga 1 ini.

Umumnya para bobotoh datang berombongan menggunakan bus. Mereka berasal dari Viking berbagai distrik, mulai dari Kota Bandung, Karawang, Purwakarta, Sukabumi, Unpas, Unpad, dan lainnya.

Selain dari Viking, bobotoh dari Bomber dan perkumpulan lainnya pun turut larut menyaksikan Persib Bandung. "Pergi dari Karawang sejak kemarin (Sabtu) malam dan baru sampai Minggu siang. Selama di perjalanan lancar dan bahkan tadi sempat bertemu dengan Bonek dan K-Conk Mania," tutur Rudi, bobotoh asal Karawang.



Bobotoh perorangan

Warna biru ciri khas Persib berbaur dengan merah putih khas Madura United. Bahkan meskipun suhu udara di sekitar stadion cukup panas, tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyemangati Maung Bandung.

Selain rombongan, bobotoh perorangan pun rela datang ke Madura untuk melihat Persib berjuang menghadapi Madura United. Seperti yang dilakukan Asep Setiawan, warga asal Tarogong, Kabupaten Garut yang sudah empat tahun tinggal di Surabaya. Dia turut datang untuk menyaksikan Atep dan kawan-kawan beraksi.

"Dari Surabaya sekitar pukul 10.00. Saya datang bersama dua saudara menggunakan sepeda motor. Inginnya sih foto dulu dengan pemain, tahunya pas sampai stadion, saya telat. Mungkin di bandara bisa, saya akan menunggu," kata dia.

Hasil buruk harus diterima oleh Persib Bandung kala melakoni laga tandang melawan Madura United FC di Stadion Gelora Bangkalan dalam lanjutan pekan ke-13 Gojek Traveloka Liga 1 pada Minggu (09/07/17) kemarin.

Setelah berjuang selama 90 menit lebih pertandingan, mereka takluk dengan skor 1-3. Dua gol dari Peter Odemwingie dan satu gol Greg Nwokolo, tidak mampu dikejar Persib yang sempat berusaha mengejar ketertinggalan lewat gol Raphael Maitimo di menit ke-82.

dilansir dari Antara, sebanyak tiga orang Bobotoh bernama Fahmi, Rama, dan Sarif sempat terlantar di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, lantaran ketiganya tertinggal bus rombongan pendukung Persib yang hendak pulang ke Bandung.

Ketiganya Bobotoh yang masih remaja itu sempat terpaksa tidur di Terminal Bus Pamekasan, lantaran tidak memiliki dana untuk kembali ke Bandung.

Beruntung bagi ketiganya, saat hendak berjalan menunju Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan pada Senin (10/07/17) pagi, mereka bertemu dengan anggota suporter Madura United,  Taretan Dhibi'.

"Mereka ditemukan oleh teman-teman suporter Taraten Dhibi' tadi. Di Jalan Kabupaten sana, rombongan ini ditemukan oleh suporter Madura," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Komunitas Taretan Dhibi', Munadi di Terminal Bus Ronggosukowati Pamekasan, Senin (10/07/17).

Ketiga orang itu selanjutnya diantar kembali ke Terminal Bus Ceguk Pamekasan untuk dipulangkan ke Bandung, dengan bus cepat Karina jurusan Madura-Jakarta.

"Mereka juga kita kasih uang makan secukupnya hingga ke Bandung. Ini sebagai bentuk kepedulian kami sesama suporter," tambah Munadi.

Di loket pembelian tiket bus Karina di Terminal Ronggosukowati, Ceguk, Pamekasan ketiga suporter ini tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian suporter Madura United.

Sedikit informasi, dari hasil laga antara MU vs Persib itu, Laskar Sapeh Kerab kini tercatat menduduki peringkat dua klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 25 poin dari 13 laga. Sementara Persib berada di peringkat 11 dengan torehan 19 poin dari 13 pertandingan.






references by berbagai sumber

 
Like us on Facebook