August 18, 2017

FWD LIfe Silaturahim Ke Kediaman Ricko Andrean

Keluarga mendiang Ricko Andrean Maulana merasa bersyukur atas kunjungan silaturahmi dari FWD Life serta Manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) siang tadi, Rabu 16 Agustus 2017, ke kediamannya di kawasan Cicadas, Kota Bandung.

Ketua The JakMania Ferry Indra Syarif (kiri) dan Dirigen Bobotoh Persib Yana Umar (kanan) )

Pihak keluarga sangat mengapresiasi atas semua atensi yang diberikan oleh FWD Life dan manajemen PT. PBB.

Diwakili Susilawati, kakak kedua almarhum Rikco, mereka mengucapkan terimakasih kepada FWD Life beserta jajaran manajemen untuk segala bentuk perhatian yang diberikan terhadap sang adik yang menjadi korban kekerasan suporter.

"Alhamdullilah. Kepada FWD dan Manajemen PERSIB, saya mewakili keluarga mengucapkan banyak terimakasih untuk semua perhatian yang diberikan buat adik kami tercinta," ucap Susilawati.

Selain itu, kedatangan pihak manajemen serta FWD Life ke kediamannya membuat Susilawati merasa bahagia dan terharu.

"Semoga kebaikan dan perhatian yang bapak dan ibu berikan buat almarhum akan dibalas dengan ganjaran yang lebih besar lagi. Kita doakan semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," pungkas Susilawati dengan mimik wajah penuh keharuan

FWD Life beserta jajaran manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) bersilaturahmi ke kediaman almarhum Ricko Andrean Maulana, di kawasan Cicadas, Kota Bandung, pukul 11.00 WIB, siang tadi, Rabu, 16 Agustus 2017.

Dalam agenda tersebut FWD Life diwakili oleh Rudi Kamdani selaku Wakil Direktur Utama. Sedangkan manajemen PT. PBB diwakili oleh Manajer Umuh Muchtar, Komisaris Utama Zainuri Hasyim dan Komisaris Kuswara S Taryono. Tampak pula General Coordinator Panpel PERSIB, Budhi Bram Rachman.

Rudi Kamdani mengatakan, sebagai mitra resmi dari PERSIB sudah seharusnya memberikan atensi serta rasa simpatik kepada Bobotoh yang merupakan elemen tak terpisahkan dari tubuh Maung Bandung.

"Pertama, saya beserta FWD Life mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian mendiang Ricko Andrean. Kedatangan kami ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga almarhum," ujar Rudi dalam kunjungannya ke kediaman Ricko, kawasan Cicadas, Kota Bandung, Rabu, 16 Agustus 2017.

Rudi pun berharap agar kejadian yang menimpa Ricko tidak akan pernah terulang kembali di dunia sepak bola Indonesia.

"Saya, bersama seluruh manajemen FWD Life berharap semoga tidak akan ada lagi insinden seperti ini. Mari kita wujudkan dunia sepak bola yang indah dan juga damai," pungkasnya


Perusahaan asuransi FWD Life akan membayarkan klaim asuransi untuk Ricko Andrean Maulana.
Hal itu ditegaskan pihak FWD Life seperti yang dikutip SuperBall.id dari laman resmi Liga 1, Jumat (28/7/2017).

Pihak FWD menjelaskan komitmen yang dibuat pada pekan ke-11 Liga 1 harus dijalankan sesuai perjanjian.

Setiap penonton yang membeli tiket pertandingan untuk menyaksikan pertandingan langsung distadion akan mendapatkan perlindungan.

Tidak diketahui berapa besaran dana asuransi yang dicairkan FWD itu.
Ricko merupakan korban pengeroyokan di Tribun Utara GBLA setelah berusaha menyelamatkan seorang teman yang disinyalir pendukung Persija Jakarta, The Jakmania.
Pria 21 tahun itu akhirnya kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit santo Yusuf, Kota Bandung.  
Selama lima hari perawatan, Ricko menghembuskan napas terakhir pada Kamis (27/7/2017) di rumah sakit tersebut.

"Rivalitas Jakmania dan Bobotoh sudah salah arah. Rivalitas tersebut seharusnya hanya terjadi di tribune dan bukan dengan kekerasan seperti ini," ujar Ferry kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/7).

"Rivalitas yang ditampilkan pun harus sehat seperti beradu kreativitas mendukung timnya, bukan terus mencaci-maki sampai ada kekerasan."

Ferry sendiri berharap kasus kematian Ricko akibat pengeroyokan ini jadi pelajaran bagi Jakmania dan Bobotoh, dan suporter lain pada umumnya.


"Sudah saatnya kami sama-sama mengakhiri rentetan aksi kekerasan, bangun rivalitas yang sehat dan sportif," terang Ferry.

Untuk pertama kalinya pula, Ferry mengaku membangun hubungan intensif dengan Viking demi menyudahi rivalitas yang sudah di luar batas tersebut.

Ia bertemu dengan Ketua Viking, Heru Joko dan Dirigen Viking, Yana Umar, untuk mendiskusikan realisasi misi damai kedua suporter.

Ferry bahkan menyempatkan menjenguk Ricko di Rumah Sakit Santo Yusup pada Rabu (26/7) sebelum almarhum meninggal dunia.

"Ini jadi pelajaran buat kami semua. Tengok saja, yang meninggal adalah Bobotoh akibat pengeroyokan sesama Bobotoh," terang Ferry.

"Ia berusaha melindungi Jakmania yang dikeroyok didalam stadion hanya karena atas dasar rasa kasihan. Seharusnya ini bisa menyentuh hati kita semua."



references by persib, cnnindonesia,

 
Like us on Facebook