August 26, 2017

Penjelasan BMKG Soal Angin Kencang Bulan Agustus 2017

Embusan angin siang ini begitu kencang. Sangat terasa ke tubuh terlebih cuaca juga sangat terik. Kondisi ini ternyata diakibatkan musim kemarau sedang berada di puncaknya.



Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko mengatakan, kondisi seperti ini terbilang normal. Menurutnya, hal ini terjadi karena Juli-Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga embusan di atas rata-rata.

"Biasanya puncaknya ditandai aliran masa udara dari Australia menuju ke Asia, relatif cukup kuat. Ini diindikasikan, ditandai embusan anginnya," ungkap Hary kepada merdeka.com, Jumat (25/8).

Menurutnya, ketika kemarau masa udara ketarik dari Australia, sedangkan dimusim penghujan nanti sebaliknya, dari Asia ke Australia. "Indonesia tengah-tengah. Sekarang di bagian selatan (kencang) dibanding utara," tuturnya.

Sampai kapan ini berlangsung? "Temporary saja sifatnya, hanya skala waktunya enggak akan lebih dari seminggu," tandasnya.

Normalnya, pola tekanan udara di wilayah Australia lebih tinggi dibandingkan di wilayah Asia. Kondisi saat ini di wilayah Australia berkisar 1.026 mb sedangkan di wilayah Asia berkisar 1.002 mb.

Selisih tekanan udara yang cukup besar itu meningkatkan dan menguatkan tarikan massa udara dan kecepatan angin di sekitar Indonesia. Terutama di sebelah Selatan Khatulistiwa Indonesia yakni wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Sifat massa udara bergerak dari daerah yang memiliki tekanan udara tinggi menuju daerah yang memiliki tekanan lebih rendah. Semakin tinggi selisih tekanan udara antara dua daerah, maka kecepatan gerak massa udara juga akan semakin tinggi.

Angin di wilayah Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara mengalami kenaikan. Bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 15-30 knots (30-55 km/jam). Fenomena ini akan berlangsung hingga dua-tiga hari ke depan.

Adanya Siklon Tropis PAKHAR yang berada di Laut China, sebelah Barat Filipina, memperkuat aliran angin dari Selatan yang menyeberang ke Indonesia. Khususnya Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Karena itu masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti papan reklame, baliho, pohon rindang yang berpotensi roboh atau tumbang dan pengguna jalan saat berkendara serta pengguna jasa transportasi penyeberangan laut diharapkan waspada terhadap potensi gelombang tinggi tersebut


Waspada Potensi Angin Kencang Siang Hari di Kupang dan Beberapa Tempat Ini


BMKG El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini tentang potensi angin kencang siang hingga sore hari pada Sabtu (26/8/2017).

Kecepatan angin yang bergerak dari Timur Laut- Barat Daya mencapai 40 km/jam membuat beberapa tempat seperti Kupang, Oelamasi, Rote, Sabu, Alor dan Sumba juga terkena dampaknya dengan akan adanya potensi angin kencang pada siang hingga sore hari nanti.
Suhu udara hari ini juga mencapai 33 derajat Celcius tetapi bagi yang berada di wilayah Bajawa dan Ruteng suhu udaranya berkisar 11-27 derajat Celcius.

Selain potensi angin.kencang potensi gelombang tinggi juga dikeluarkan oleh BMKG dengan tinggi gelombang lebih dari 2 meter di perairan NTT bagian selatan hingga barat.
Nah, semoga bermanfaat untuk kita semua dalam menjalani aktivitas hari ini.







Cara Aman Naik Motor Ketika Angin Kencang

Belakangan ini cuaca di beberapa daerah di DKI Jakarta dan sekitarnya cukup panas. Bahkan, diiringi dengan hembusan angin cukup kencang, yang bisa membahayakan buat pengguna sepeda motor.

Angin kencang bisa mempengaruhi laju motor, dan berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Jika menghadapi kondisi seperti itu, menurut Jusri Pulubuhu, Chief Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), sebaiknya berhenti atau mengurangi kecepatan.

"Terus kurangi kecepatan sampai benar-benar kondisi motor stabil. Karena kalau menambah kecepatan potensi terjatuh cukup besar," ujar Jusri saat dihubungi Otomania.com, Jumat (25/8/2017).

Lain halnya jika angin kencang ditambah hujan yang cukup deras, tidak ada toleransi buat pemotor untuk tetap berjalan, karena sangat berbahaya.

"Jadi kalau angin dan hujan, pemotor harus benar-benar berhenti dan melanjutkan perjalanan lagi jika cuaca sudah benar-benar normal lagi," kata Jusri.

Bahaya lain, lanjut Jusri pemotor juga bisa tertimpa papan reklame atau pohon yang ada di sekitar jalan. Bukan hanya itu, cari tempat berhenti yang sekiranya aman dan nyaman untuk sementara.

"Langkah lebih baiknya lagi, berhenti ketika ada angin kencang, dan melanjutkan perjalanan lagi setelah sudah tidak ada angin. Langkah itu lebih baik dan potensi terjadinya kecelakaan cukup kecil," ucap Jusri.


references by merdeka, otomania, tribunnews, bmkg

 
Like us on Facebook