Tessa Kole yang berasal dari University Medical Center yang ada di Groningen, Belanda, menyebutkan bahwa orang dengan golongan darah selain O seperti A, B, dan AB memiliki kecenderungan untuk lebih beresiko terkena serangan jantung. Hanya saja, Kole menyebutkan bahwa alasan mengapa mereka cenderung lebih beresiko masih belum benar-benar kuat.
Dalam penelitian yang dilakukan dengan mengecek kondisi kesehatan 771.123 orang dengan golongan darah selain O dan 519.743 orang dengan golongan darah O, diketahui bahwa jumlah rasio kasus penderita penyakit jantung pada mereka yang memiliki golongan darah selain O memang cenderung lebih tinggi.
Kole dan peneliti lainnya menduga jika hal ini disebabkan oleh kecenderungan konsentrasi protein pembekuan darah yang lebih tinggi pada mereka yang memiliki golongan darah selain O yang ternyata terkait dengan stroke. Mereka juga cenderung memiliki molekul galectin-3 yang bisa memicu peradangan pada tubuh. Sementara itu, mereka dengan golongan darah A cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
Beruntung, meskipun resikonya lebih tinggi, mereka dengan golongan darah selain O masih bisa menurunkan resiko terkena penyakit jantung asalkan menjaga pola makan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga, tidak merokok, dan menerapkan gaya hidup sehat lainnya.
references by rakyatku
