MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label meta. Show all posts
Showing posts with label meta. Show all posts

December 20, 2024

Facebook Meta Ramai-Ramai Jadi "Lapangan Kerja Baru", Data Apa Yang Sebenarnya Mereka Kumpulkan?

Facebook Dulu dikenal dengan situs web pertemanan atau komunitas, namun kini mereka berevolusi menjadi tempat pusat hiburan dan informasi..


 

Saat ini, Facebook sudah memiliki layanan Facebook Profesional atau FB Pro yang memungkinkan pengguna untuk menjangkau audiens lebih besar dan mendapatkan penghasilan dari sana. Salah satunya dengan melakukan monetisasi konten reels Facebook agar menghasilkan keuntungan.Pengguna bisa membuat konten video tentang berbagai topik agar banyak ditonton para pengguna Facebook. Lantas, banyak yang penasaran, berapa penghasilan yang didapat sebagai kreator konten di Facebook?Untuk menjawabnya, simak penjelasan tentang gaji Facebook creator selengkapnya berikut ini. Cek di bawah ini, ya!


Jika dimonetisasi, setiap tayangan pada reels Facebook bisa memberikan pendapatan sekitar Rp157 hingga Rp1.262. Namun, jumlah tersebut tergantung berbagai faktor seperti kualitas interaksi audiens, lokasi audiens, dan jenis konten.Dilansir Hashtagstack dan Socialbu, Facebook creator mendapatkan sekitar 4-10 dolar AS atau Rp63 ribu hingga Rp157 ribu per video.Jika rutin mengunggah konten setiap hari selama sebulan, maka gaji seorang Facebook creator bisa sekitar Rp1,9 juta hingga Rp5 juta per bulan. Jumlah itu bisa lebih besar jika kontennya ditonton lebih banyak orang dan kreator lebih rajin mengunggah konten setiap harinya.


Monetisasi reels Facebook umumnya menggunakan mekanisme iklan yang muncul pada konten saat pengguna menonton sebuah video. Untuk melakukan monetisasi ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pengguna.Berikut syarat monetisasi reels Facebook Pro untuk menghasilkan uang:

Cara monetisasi reels Facebook melalui HP

  • Klik Profil, lalu pilih Menu
  • Buka menu Dasbor Profesional
  • Scroll ke bawah sampai menu Fitur, lalu klik Monetisasi
  • Di samping Iklan di Reels, klik Siapkan
  • Pilih akun pembayaran untuk monetisasi reels Facebook.

Cara monetisasi reels Facebook melalui laptop atau komputer

  • Buka halaman Meta Business Suite atau business.facebook.com dan login ke akunmu
  • Klik menu Monetisasi di sebelah kiri
  • Pilih Fitur untuk dicoba dan klik Iklan di Reels
  • Baca Syarat dan Ketentuan, lalu klik Setujui Ketentuan
  • Pilih akun pembayaran untuk monetisasi reels Facebook.


Facebook Meta sepertinya ingin menumpulkan data-data banyak hal seperti aktifitas harian seseorang, NIK, Ekspersi wajah, suara, hestur tubuh, hobi, minat, Foto /Video seseorang mulai dari keluarga, anak, rumah, kendaraan dan lainnya


Banyak orang kini melakukan aktifitas tersebut berharap mendapatkan uang dari facebook Meta..





March 16, 2023

Jumlah Pengguna Facebook Meta 2023

Hal ini disampaikan pada acara #MetaID2023 yang dilakukan oleh Meta di Jakarta 6 Desember 2023. Selama tahun 2022 generasi Z memang mendominasi konten-konten menarik di platform Meta, terutama di Instagram. Mereka yang rata-rata berusia masih di bawah 25 tahun sering mengisi platform Meta baik Facebook, Instagram, dan WhatsApp dengan berbagai konten menarik, termasuk untuk urusan bisnis, maupun layanan Customer Service untuk menanyakan layanan semisal e commerce, jasa kurir dan  lainnya. Bagi Meta sendiri, 


 

Meta di Indonesia telah meluncurkan beragam program dan inisiatif menarik agar orang-orang dapat mengambil manfaat dari kekuatan teknologi digital. Dan pada akhir tahun ini, Meta pun membagikan fokus #MetaID2023 untuk memberikan wawasan serta tren yang akan terjadi di tahun 2023 nanti. Ini tentunya sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis dan komunitas.

“Kami di Meta bekerja didasari misi dan fokus untuk memampukan orang-orang di Indonesia, untuk membangun masa depan dan maju dalam kehidupannya. Sepanjang tahun 2022, kami melihat inovasi teknologi telah berperan dalam membantu pelaku bisnis untuk terus tumbuh, serta membantu komunitas untuk terus terhubung dengan lebih banyak orang dan saling berbagi inspirasi. Di tahun 2023 mendatang, Meta akan terus berfokus untuk mendukung orang-orang di atas Facebook, Instagram dan WhatsApp, mengadopsi kekuatan teknologi digital untuk memberikan dampak yang lebih luas kepada komunitas,” ujar Pieter Lydian, Country Director, Meta di Indonesia

 

Dalam survei yang dilakukan Meta dan bekerjasama dengan Populix baru-baru ini terhadap responden 2000 Gen Z di usia 18-25 tahun di 22 kota di Indonesia, ditemukan berbagai kenyataan menarik, termasuk yang membanggakan Indonesia. Salah satunya adalah konten-konten aksi sosial yang banyak diikuti oleh Generasi Z ini. 

Kenyataan ini juga sejalan dengan Gen kondisi Gen Z di Asia pasifik dimana 46% Gen Z di Asia Pasifik lebih senang membeli produk dari brand yang menjunjung nilai tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu, berbagai akun konten kreator pun banyak yang mengajak untuk melakukan aktivitas sosial, seperti akun @pevpearce, @dikta, @yurayunita, @umayshahab, @kalis.mardiasih, hingga @marshanda99. Mereka ramai mengajak pengikutnya untuk melakukan aksi sosial, seperti donasi untuk penderita kanker, edukasi kesetaraan gender, dan mengajak perempuan untuk tampil apa adanya. 


“3,2 miliar atau 41% dari populasi dunia adalah Gen Z, menjadikan mereka generasi yang sangat penting bagi industri digital. Di Instagram, mereka memiliki kekuatan untuk menciptakan tren dan mengarahkan percakapan mengenai kultur-kultur yang tengah populer. Kami menjabarkan deretan fitur, musik, dan tagar yang paling banyak digunakan Gen Z di Instagram tahun ini, dan merangkum karakterisasi unik yang akan membedakan mereka dengan generasi sebelumnya. Kami berharap laporan ini dapat menjadi panduan bagi komunitas dan pelaku bisnis mengenai tren yang akan hadir di tahun mendatang, sehingga mereka bisa lebih terhubung dengan hal-hal yang bermakna dan inspiratif di Instagram, serta dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar,” ujar Revie Sylviana, Direktur Kemitraan Kreator Asia Tenggara, Meta.”


Melihat hasil yang ada di tahun 2022, Meta sepertinya akan terus memperhatikan Gen Z ini di tahun depan. Meta mencatat ada beberapa aktivitas yang tetap akan menjadi populer di tahun depan. Misalnya saja tagar kuliner dan traveling, yaitu #pesonaIndonesia. Tagar ini bahkan telah digunakan sebanyak 11 juta di tahun 2022. Dan, 37% Gen Z Indonesia menjadi kontributor dalam pertumbuhan tagar ini. Tagar #Kuliner juga digunakan Gen Z sebanyak 40% di tahun ini dengan penggunaan di lebih 6000 pengguna.

Dari sektor bisnis, Meta melihat di tahun 2023 aktivitas bisnis di ranah online akan semakin erat dengan penggunaan layanan perpesanan bisnis atau business messaging, terutama melalui layanan WhatsApp yang begitu populer di Indonesia. Studi yang diluncurkan oleh Kantar di tahun 2022 menunjukkan, 7 dari 10 orang di Indonesia lebih suka menggunakan layanan business messaging untuk terhubung dengan bisnis daripada melalui telepon atau email.

“Pertumbuhan penggunaan business messaging mengalami peningkatan sepanjang tahun ini. Artinya, bisnis dan konsumen sudah menempatkan hal tersebut sebagai cara yang signifikan untuk memperoleh barang atau jasa dari bisnis secara personal. Hal ini juga didorong dengan lebih banyaknya kelompok Milenial dan Gen-Z yang terus menciptakan tren dan inovasi di ranah digital, termasuk menentukan bagaimana perjalanan belanja online dengan metode perpesanan. Kami melihat kesempatan yang besar kedepannya mengingat Indonesia juga adalah salah satu negara dengan pengguna teknologi digital terbesar di dunia,” ujar Aldo Rambie, Kepala Industri, Meta di Indonesia.

Salah satu bisnis yang telah memaksimalkan penggunaan WhatsApp untuk tetap terhubung dengan konsumen adalah Tokopedia. Tokopedia menggunakan WhatsApp untuk memberikan berbagai informasi terkini yang memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menarik bagi konsumennya.

“Tokopedia selalu berkolaborasi dengan para mitra strategis, termasuk Meta, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Praktiknya misal, kami memanfaatkan platform business messaging WhatsApp untuk memberikan informasi terkait kampanye atau promosi yang relevan dengan pengguna agar membantu mereka berbelanja produk kebutuhan harian dengan lebih efisien. Selain itu, WhatsApp juga membantu kami untuk menjangkau para pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal, dan mengedukasi mereka terkait deretan fitur atau layanan terbaru di Tokopedia untuk mendorong penjualan hingga mengembangkan bisnis mereka lebih jauh.”kata Maisyalina Agustina, Growth Marketing Senior Lead Tokopedia

Selain pelaku bisnis, Meta juga akan berfokus untuk melanjutkan program-program yang ditujukan untuk berbagai komunitas yang tumbuh di atas platform. Tahun ini, Meta juga melihat bagaimana komunitas yang ada di Facebook dan Instagram telah mengadopsi pengalaman awal metaverse untuk dapat terhubung dengan lebih banyak orang dengan cara yang unik dan berbeda, salah satunya melalui pengalaman Augmented Reality (AR)


--

Facebook menembus angka 2 miliar pengguna harian (daily user) di tengah skeptisisme kalangan Gen Z.

Hal tersebut disampaikan Meta, induk perusahaannya, dalam laporan kuartal keempat tahun 2022. Asia Pasifik menjadi penyumbang terbanyak dengan 854 juta pengguna, berbanding terbalik dengan pengguna dari Amerika Serikat dan Kanada yang hanya berjumlah 199 juta pemakai.






references by mobitekno, cnnindonesia

February 20, 2023

Ingin Punya Centang Biru di Facebook? Bisa Bayar Rp.180 Bulanan

Pengumuman layanan Meta Verified dilakukan langsung oleh CEO Mark Zuckerberg. “Meta Verified adalah layanan berlangganan yang memungkinkan Anda melakukan verifikasi akun. 

 


Baik itu akun pemerintahan, mendapatkan centang biru, mendapat perlindungan terhadap akun yang meniru Anda, dan langsung mendapatkan dukungan Customer Service dari kami,” ungkap Zuck. ”Kami akan mulai mengaktifkan layanan ini untuk Australia dan New Zealand, disusul negara-negara lainnya secara bertahap,” tambahnya. Untuk biayanya sendiri adalah USD11.99 (Rp180 ribu) per bulan untuk web dan USD14.99 (Rp227 ribu) untuk iOS dan Android.


Meta ikut-ikutan bikin layanan “Verified” atau centang biru berbayar dengan biaya berlangganan USD11.99 atau Rp180 ribu per bulan. Kemungkinan, layanan ini akan bisa dipakai untuk akun Instagram dan Facebook. Sebelumnya, langkah membuat centang biru berbayar ini sudah dilakukan oleh Twitter . Bedanya, biaya berlangganan layanan verifikasi centang biru Twitter yang disebut Twitter Blue sedikit lebih murah. Yakni USD11 atau Rp167 ribu sebulan. Layanan Meta Verified baru akan diluncurkan di Australia dan Selandia Baru pekan ini, disusul negara-negara lainnya.


Zuck juga menyebut bahwa produk baru ini bertujuan untuk "memberdayakan kretor” dan membuat mereka jauh lebih produktif dan kreatif. Selain Twitter dan Meta, aplikasi media sosial lainnya seperti Snapchat dan aplikasi perpesanan Telegram juga sudah meluncurkan layanan langganan berbayar tahun lalu sebagai sumber pendapatan baru.




March 28, 2022

Jumlah Data Pengguna Facebook Aktif META 2022

Negara Indonesia memiliki 129,85 juta pengguna Facebook per Januari 2022 lalu, menurut laporan Statista. Jumlah ini menempatkan Indonesia menduduki peringkat ketiga pengguna aplikasi besutan Mark Zuckerberg terbanyak di dunia. India menempati peringkat teratas dengan total 329,65 juta pengguna Facebook. 




Amerika Serikat di peringkat kedua dengan jumlah pengguna Facebook sebanyak 179,65 juta pengguna. Di bawah Indonesia ada Brasil, yang tercatat memiliki 116 juta pengguna Facebook. Meksiko dan Filipina masing-masing memiliki sebanyak 89,7 juta pengguna dan 82,85 juta pengguna Facebook.

 Kemudian, sebanyak masing-masing 70,4 juta pengguna dan 50,05 juta pengguna Facebook berada di Vietnam dan Thailand. Lalu, Mesir dan Bangladesh masing-masing memiliki jumlah pengguna Facebook sebanyak 44,7 juta pengguna.  Facebook merupakan platform media sosial yang terpopuler di dunia. Tercatat, ada 2,9 miliar pengguna aktif bulanan aplikasi ini sepanjang 2021 lalu. 


Facebook dinobatkan sebagai platform media sosial terpopuler di seluruh dunia. Menurut laporan Statista, platform besutan Mark Zuckerberg ini memiliki jumlah pengguna aktif terbanyak di antara media sosial lainnya yakni sebanyak 2,89 miliar pengguna per Oktober 2021. 

YouTube menduduki peringkat kedua dengan jumlah pengguna aktif terbanyak yakni 2,29 miliar pengguna. Lalu, WhatsApp memiliki sebanyak 2 miliar pengguna aktif secara global. Sebanyak 1,39 miliar pengguna aktif terdapat di aplikasi Instagram. Lalu, Facebook Messenger menyusul dengan 1,3 miliar pengguna aktif. 

WeChat dan TikTok memiliki jumlah pengguna aktif masing-masing sebanyak 1,25 miliar pengguna dan 1 miliar pengguna. Douyin, QQ, dan Sina Weibo terdapat pengguna aktif masing-masing sebanyak 600 juta pengguna, 591 pengguna, dan 566 pengguna. 


Adapun Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar di dunia bagi Facebook. Menurut laporan Statista, hal ini terlihat dari jumlah pengguna aplikasi media sosial tersebut di Tanah Air yang mencapai 140 juta pengguna per Juli 2021 lalu.






 
Like us on Facebook