MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

June 22, 2025

Amerika Serikat Akhirnya Ikut Campur Perang Iran Israel

Baca Artikel Lainnya

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, militer Amerika menyerang tiga lokasi di Iran. Hal ini sekaligus sebagai upaya dukungan Amerika terhadap Israel. Dalam pidatonya, Donald Trump mengatakan lokasi nuklir utama Iran telah dihancurkan sepenuhnya oleh serangan Amerika. Trump memperingatkan Iran agar tidak membalas serangan Amerika, dan mengatakan Iran punya pilihan antara perdamaian atau tragedi. 



Trump juga mengatakan bahwa ia tidak akan ragu untuk menyerang target lain di Iran, jika perdamaian tidak segera terwujud di Timur Tengah. 

Dari pihak Iran juga sudah memberikan respons terhadap serangan Amerika Serikat, yang mengartikan bahwa Amerika Serikat kini resmi bergabung dengan Israel untuk menyerang Iran. 

Dengan kondisi yang semakin complicated ini, ditanggapi oleh Iran bahwa pihak Iran mengatakan akan mulai menyerang Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Iran mengatakan, semua pangkalan Amerika Serikat yang berada dalam jangkauan Iran akan menjadi target berikutnya. 



Amerika Serikat menyerang Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi waktu Indonesia barat. AS telah bergabung dengan Israel dalam serangan yang diklaim dimaksudkan untuk melumpuhkan fasilitas nuklir Iran tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan AS tersebut, Sabtu (21/6) petang waktu Washington atau Minggu pagi WIB.

”Kami telah dengan sangat sukses menyerang tiga lokasi fasilitas nuklir Iran, termasuk Fordo, Natanz, dan Esfahan,” ujar Trump melalui unggahan di akun media sosialnya. ”Seluruh pesawat (penyerang) kini sudah berada di luar wilayah udara Iran. Bom dalam jumlah besar telah dijatuhkan di lokasi nuklir utama Fordow.”

Kantor Berita Iran, IRNA, mengutip Akbar Salehi, Deputi Gubernur Isfahan yang menangani urusan keamanan, membenarkan adanya serangan di sekitar lokasi fasilitas nuklir Iran, tetapi tidak menerangkan lebih detail. Pejabat lain mengonfirmasi serangan ditargetkan ke fasilitas nuklir bawah tanah Fordo.

Trump menyebutkan, serangan ke Iran itu sebagai momen historik bagi Amerika Serikat, Israel, dan bagi dunia. ”Iran sekarang pasti setuju untuk mengakhiri perang ini. Terima kasih!” tulisnya dalam pernyataan terpisah yang diunggah berikutnya.

Sebelumnya pada Sabtu pagi, dilaporkan bahwa pesawat pengebom B-2 yang mampu membawa bom penembus bunker terpantau terbang keluar dari AS, melintasi pasifik.

Amerika Serikat menyerang Iran dengan pesawat pengebom dan kapal selam. Setidaknya 30 rudal Tomahawk dan setidaknya 14 bom GBU-57 ditembakkan ke Iran.


Pesawat pengebom B-2 terbang di atas Monumen Washington pada peringatan Kemerdekaan AS, 4 Juli 2020, di Washington DC. Pesawat ini mampu mengangkut bom yang digadang-gadang dapat menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran.

Serangan AS ke Iran dilancarkan pada Minggu (22/6/2025) dini hari. Waktu serangan AS sama dengan waktu serangan Israel ke Iran pukul 03.00 waktu setempat.

AS menerbangkan enam pesawat pengebom B-2 dari pangkalan di Missouri, AS. Pesawat itu terbang 37 jam tanpa henti dan didampingi tanker udara untuk isi ulang bahan bakar sembari tetap terbang 

 

Namun, Gedung Putih dan Pentagon belum mengelaborasi lebih jauh apakah pesawat ini dan bom penembus bunker berbobot 13,6 ton yang dibawanya digunakan dalam serangan AS ke Iran ini.

Pada Kamis (19/6/2025) lalu, Gedung Putih mengumumkan, Trump akan menanti dua pekan lagi untuk memutuskan apakah AS akan bergabung dengan Israel menyerang Iran atau tidak. Alasannya, memberi waktu untuk mencari solusi diplomatik.

Bersamaan dengan itu, Iran kembali ke meja diplomasi dengan negara-negara Eropa di Geneva, Swiss, terkait dengan program nuklirnya. Trump sempat memberi respons positif atas perkembangan diplomasi tersebut. 

 Kepada reporter, Jumat, Trump mengatakan bahwa ia tidak berminat membawa pasukan darat AS untuk menyerbu Iran. ”Itu hal terakhir yang ingin dilakukan,” ujarnya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengingatkan, Rabu (18/6), keterlibatan langsung AS dalam serangan Israel ke Iran akan menimbulkan ”kerusakan yang tidak dapat diperbaiki” bagi AS ataupun Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei kemudian menambahkan, intervensi AS akan mengobarkan perang besar di kawasan.

Merespons hal itu, Sabtu (21/6), milter Israel menyatakan, mereka telah mempersiapkan kemungkinan perang dalam jangka waktu panjang.

Kemungkinan perang meluas juga diperkuat pernyataan kelompok Houthi di Yaman untuk menyerang kapal perang AS di Laut Merah jika pemerintahan Trump bergabung dengan Israel menyerang Iran. Sebelumnya, Houthi menghentikan serangan sejak Mei lalu karena kesepakatan dengan AS. (AP)

 


 

 

Konflik di Timur Tengah kini makin panas setelah keterlibatan langsung Amerika Serikat (AS) pada Juni 2025, yang telah mengubah dinamika perang Israel-Iran secara drastis 

 

 


Iran Tegaskan Seluruh Personel AS Sah Jadi Target Serangan

  Iran bersumpah akan melakukan pembalasan cepat pada Ahad dini hari 22 Juni 2025 menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap program nuklir Iran.

"Setiap warga negara Amerika atau personel militer di kawasan itu sekarang menjadi sasaran," kata seorang komentator di media pemerintah Iran.

 

"Perang dimulai sekarang juga", Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), cabang militer utama Teheran, mengatakan pada Ahad dini hari seperti dilansir Euronews. Hal ini diucapkan setelah pasukan AS menyerang tiga lokasi nuklir di Iran, menurut Presiden AS Donald Trump.

 Pada hari-hari dan pekan-pekan menjelang serangan itu, para pemimpin Iran telah berulang kali memperingatkan akan adanya pembalasan jika serangan itu terjadi.

"Semua pangkalan AS berada dalam jangkauan kami dan kami akan dengan berani menargetkan mereka," kata Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh pada 11 Juni.

 

Hal ini semakin meningkatkan apa yang telah menjadi pertukaran serangan rudal dan pesawat tak berawak oleh Iran dan Israel sejak Jumat lalu, sekarang meningkat melampaui konflik menjadi perang besar-besaran di Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pihaknya meningkatkan status siaga lebih jauh, membatalkan semua "kegiatan pendidikan, pertemuan, dan tempat kerja, kecuali untuk sektor-sektor penting."

Keputusan Trump untuk melibatkan AS secara langsung muncul setelah lebih dari seminggu serangan Israel terhadap Iran yang bertujuan untuk secara sistematis membasmi pertahanan udara dan kemampuan militer ofensif negara itu, sambil merusak fasilitas pengayaan nuklirnya.

Pada Sabtu, beberapa pesawat pembom B-2 AS tampak mengudara dan menuju ke barat dari AS.

Pembom B-2 adalah satu-satunya pesawat yang membawa bom penghancur bunker yang lebih besar.

Selain serangan darat atau bahkan serangan nuklir, fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Fordow milik Iran dianggap berada di luar jangkauan semua kecuali bom penghancur bunker Amerika.

Baik pejabat AS maupun Israel mengatakan bahwa pesawat pembom siluman Amerika dan bom penghancur bunker seberat 15.000 kilogram yang dapat mereka bawa sendiri menawarkan peluang terbaik untuk menghancurkan situs-situs yang dijaga ketat yang terhubung dengan program nuklir Iran yang terkubur jauh di bawah tanah.

Bom-bom penghancur bunker tersebut diyakini mampu menembus sekitar 60 meter di bawah permukaan sebelum meledak. Bom-bom tersebut dapat dijatuhkan satu demi satu, yang secara efektif akan mengebor semakin dalam dengan setiap ledakan berikutnya.

Namun, situs nuklir Fordow mungkin terkubur dalam, dengan beberapa bagiannya mencapai ratusan meter di bawah permukaan, menurut laporan. 

 

 

Amerika Serikat Ikut Bantu Israel Serang Iran, Putin Siap Turun Tangan

 

Presiden Rusia Vladimir Putin berupaya bakal membantu rakyat Iran di tengah agresi Israel dan campur tangan Amerika Serikat (AS), yang menyerang situs nuklir Negeri Para Mullah itu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, bahwa Presiden Putin dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mendiskusikan perkembangan di Timur Tengah secara rinci, dengan fokus khusus mengarahkan situasi regional menuju resolusi damai.

“Sedang melakukan upaya untuk memberikan bantuan kepada rakyat Iran,” kata Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dilansir dari Sky News, Senin (23/6/2025).

Ia juga menilai, serangan terhadap Iran tidak memiliki dasar dan pembenaran. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, orang nomor satu di Federasi Rusia itu menyesalkan tindakan militer Israel dan Amerika Serikat.

“Dalam pertemuan mereka hari ini, Putin mengutuk ‘agresi tak beralasan’ terhadap Iran,” ujar Dmitry Peskov.

Militer Israel melancarkan serangan ke wilayah Teheran sejak 13 Juni 2025. Iran kemudian membalas gempuran tersebut. Banyak korban jiwa berjatuhan dari kedua belah pihak.

Situasinya semakin memanas, setelah AS membombardir pusat nuklir Iran pada, Minggu (22/6/2025) waktu setempat. Ada tiga lokasi yang diserang yaitu Natanz, Fordow, dan Isfahan. Iran tengah mempertimbangkan membalas serangan tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, serangan terhadap Israel bakal terus dilakukan menyusul keterlibatan Amerika Serikat yang membantu negeri Zionis melawan Negeri Para Mullah.

“Hukuman terus berlanjut (terhadap Israel),” ucap Ayatollah Ali Khamenei terpisah dalam akun media sosial X pribadinya @khamenei_fa, Senin (23/6/2025). 

 

 Iran Siapkan Serangan Balasan

Sementara itu pihak Iran mengutuk serangan Amerika kepada mereka. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi. Ia menyebut, atas serangan ini, Iran berhak untuk mempertahankan kedaulatan mereka. Abbas menyebut, berdasarkan Piagam PBB Iran berhak dan sah untuk membela diri, Iran memiliki semua pilihan untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya.

Abbas juga menyebut jika Amerika adalah pihak yang menghianati diplolmasi. Seperti dikutip detikcom dari CNN, Abbas menyebut jika serangan itu merupakan pelanggaran piagam PBB dan hukum internasional, dan bahwa pemerintah Paman Sam "memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi serius dan dampak buruk dari kejahatan keji ini."

Antisipasi Balasan Iran, New York hingga Ibu Kota AS Siaga Tingkat Tinggi

Warga Amerika Serikat kini khawatir akan serangan dadakan dari Iran, Kota-kota besar di Amerika Serikat (AS) mulai dari New York City, Los Angeles, hingga ibu kota Washington DC berada dalam kondisi siaga tinggi setelah AS membombardir fasilitas nuklir Iran. Teheran telah bersumpah akan membalas serangan Washington tersebut.

Laporan media AS Fox News, seperti dilansir Economic Times dan Business Today, Senin (23/6/2025), menyebut keamanan ditingkatkan di tempat-tempat keagamaan dan kebudayaan yang ada di ketiga kota besar itu setelah serangan AS memicu kekhawatiran akan serangan balasan Iran di tanah Amerika.

 "Demi kewaspadaan yang tinggi, kami mengerahkan sumber daya tambahan ke lokasi keagamaan, budaya, dan diplomatik di seluruh NYC (Kota New York) dan berkoordinasi dengan mitra-mitra federal kami. Kami akan terus memantau potensi dampak apa pun terhadap NYC," imbuh NYPD dalam pernyataannya.

Tak lama setelah NYPD, Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD) di Washington DC merilis pernyataan serupa.

"Departemen Kepolisian Metropolitan memantau dengan saksama peristiwa di Iran," demikian bunyi pernyataan MPD.

"Kami secara aktif berkoordinasi dengan mitra penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal untuk berbagai informasi dan memantau intelijen guna membantu melindungi para penduduk, bisnis, dan pengunjung di Distrik Columbia," ujar MPD dalam pernyataannya.

MPD menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada ancaman yang diketahui terhadap Washington DC, namun akan menambah kehadiran personel di lembaga-lembaga keagamaan di seluruh kota tersebut.

 

Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, dalam pernyataan terpisah via media sosial X mengatakan bahwa setelah pengeboman di Iran, otoritas kota Los Angeles "memantau dengan saksama setiap ancaman terhadap keselamatan publik".

Bass meyakinkan kepada warganya bahwa tidak ada ancaman nyata, namun dia menekankan bahwa Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) meningkatkan patroli di "tempat ibadah, tempat berkumpul masyarakat, dan tempat tempat sensitif lainnya". 

 

PIALA DUNIA 2026 TERANCAM

 

Faktor keamanan usai Amerika Serikat bantu Israel dalam menyerang Iran bisa jadi akan ada aksi balasan pada gelaran FIFA tersebut.  

Sejak 1970-an, Iran membangun pengaruh di Timur Tengah melalui jaringan sekutu yang dikenal sebagai "Axis of Resistance" (Poros Perlawanan), dengan tujuan menandingi dominasi AS dan Israel. 

Selain itu, Iran juga merupakan bagian dari jaringan negara-negara global seperti China, Rusia, dan Korea Utara.

Dalam hal ini, Iran merupakan negara yang memiliki sekutu di level regional maupun global. Sekutu regional Iran

Jaringan sekutu yang dikenal sebagai "Axis of Resistance" ini mencakup Hizbullah, Houthi, kelompok milisi di Irak, serta Hamas di Gaza dan Tepi Barat. 

Mereka kerap memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran atau afiliasinya akan dibalas dengan keras. 

Namun, dalam dua tahun terakhir, kekuatan poros ini mulai melemah, seiring dengan bergesernya sejumlah sekutu Iran dari posisi strategis di kawasan.

Pakar keamanan dan dosen di King’s College London, Andreas Krieg menilai, hubungan antara Iran dan jaringan sekutunya kian rapuh. 

Ia menggambarkan bahwa aliansi yang dulu dikenal sebagai "poros" kini lebih menyerupai jaringan longgar, di mana masing-masing pihak sibuk mempertahankan eksistensinya sendiri.

 

Sekutu global Iran

Iran juga tergolong dalam kelompok informal yang dikenal sebagai "CRINK", akronim dari China, Rusia, Iran, dan Korea Utara. 

 

 UPDATE 2026

 

 

3 Serangan dan 3 Lokasi dalam 60 Detik di Iran 

 Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan serentak ke Iran. Presiden Trump menyebutnya sebagai “operasi tempur besar.” Pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah pejabat militer dilaporkan tewas. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke beberapa negara di Asia Barat yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

 


Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) dari udara ternyata tidak hanya menewaskan Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga puluhan pejabat militer di pemerintahan Iran. 

Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Panglima Angkatan Darat Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour, Kepala Biro Militer Mohammad Shirazi, dan penasihat Khamenei untuk urusan keamananan, Ali Shamkhani, juga dilaporkan tewas. Media pemerintah Iran menyebutkan, lebih dari 200 orang telah tewas, termasuk 165 siswi saat sekolah tersebut terkena rudal.

 

https://web.facebook.com/reel/932604112584050 

 

Ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran meningkat tajam setelah serangan udara dan rudal gabungan AS–Israel terhadap berbagai target di Iran diikuti oleh serangan balasan besar‑besaran oleh Iran. Konflik ini telah menyebabkan jumlah korban jiwa dan luka yang signifikan, dampak langsung terhadap sekolah, rumah sakit termasuk Gandhi Hospital di Tehran, bandara, dan infrastruktur sipil lainnya, serta memicu penutupan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.

Kronologi Konflik

Pada 28 Februari 2026, militer AS dan Israel melancarkan serangan udara dan rudal yang menarget pangkalan militer, fasilitas pertahanan, serta struktur kepemimpinan Iran dalam operasi militer bersama yang disebut Operation Lion’s Roar. Serangan ini memicu balasan dari Iran yang melancarkan gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, dan negara sekutu di kawasan Teluk sebagai respons atas agresi tersebut.

Jumlah Korban Terbaru

Berdasarkan data Palang Merah Iran, catatan korban akibat serangan AS dan Israel di Iran adalah sekitar 201 orang meninggal dan 747 lainnya luka‑luka di berbagai provinsi, termasuk efek serangan yang menghantam area pemukiman sipil.

Sebuah insiden tragis terjadi ketika serangan menghantam sekolah dasar putri di Minab, Iran, yang menyebabkan puluhan sampai ratusan korban meninggal dan luka‑luka di antara para siswa.

Dalam serangan balasan Iran, rudal Iran menghantam kawasan Tel Aviv di Israel yang menyebabkan korban meninggal dan puluhan luka‑luka di antara warga sipil, sementara serangan Iran juga menimbulkan korban di bandara dan fasilitas umum di negara Teluk seperti Uni Emirat Arab.

Laporan Meninggalnya Pemimpin Iran dan Mantan Presiden Iran

Media pemerintah Iran dan sejumlah laporan internasional telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal akibat serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya di Tehran. Khamenei, yang menjabat sejak 1989, dikabarkan meninggal bersama beberapa pejabat dan anggota keluarganya setelah serangan tersebut.

Beberapa laporan media lokal juga menyebutkan bahwa mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad turut meninggal dalam serangan di Tehran, namun informasi ini masih berkembang dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas internasional.

Kerusakan Fasilitas Umum

Sekolah:


 

Serangan menyebabkan kerusakan besar pada sekolah dasar putri di Minab, Iran, dengan bangunan hancur dan korban meninggal serta luka‑luka di antara anak-anak sekolah.

 


 

 

Rumah Sakit – Termasuk Gandhi Hospital Tehran:

Laporan dari media dan saksi mata menunjukkan kerusakan signifikan pada Gandhi Hospital di Tehran akibat dampak serangan udara. Bangunan rumah sakit rusak, pasien dievakuasi, dan operasi medis terganggu karena ledakan serta reruntuhan di area fasilitas kesehatan tersebut.

Bandara dan Transportasi:

Serangan juga berdampak pada fasilitas bandara sipil di kawasan Teluk, termasuk kerusakan pada terminal bandara di Abu Dhabi dan Dubai, dengan pembatalan penerbangan dan gangguan layanan akibat kondisi keamanan.

Infrastruktur Sipil Lainnya:

Ledakan rudal balasan Iran juga menghantam perumahan dan bangunan sipil di kawasan Israel, menyebabkan kerusakan dinding, kaca pecah, dan gangguan operasional fasilitas umum.

Penutupan Selat Hormuz dan Dampak Global

Sebagai respons terhadap serangan militer ini, Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa kondisi keamanan di Selat Hormuz membuat jalur pelayaran strategis ini ditutup, dengan peringatan kepada kapal-kapal agar tidak melewati selat. Penutupan ini berdampak besar terhadap perdagangan minyak dan gas global karena Selat Hormuz merupakan jalur transit penting bagi pasokan energi dunia.

Dampak dan Reaksi Internasional

Konflik ini mendorong reaksi luas dari negara-negara di dunia, termasuk seruan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara besar untuk menghentikan permusuhan dan mencari solusi diplomatik agar perang tidak berlanjut menjadi konflik regional yang lebih besar. Gangguan pada pasokan energi dan pasar global mempertegas dampak konflik pada ekonomi dunia.

 

 

SERANGAN BALASAN IRAN 

 


Humas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan, tengah menjalankan serangan balasan gelombang 3 dan 4 dengan mentargetkan 14 posisi militer Amerika.

Serangan dalam dua gelombang sekaligus itu sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026) kemarin dengan sandi "True Promise 4".

Serangan rudal dan drone Iran itu signifikan terhadap instalasi militer di seluruh Asia Barat dan target di Israel sepanjang hari Sabtu. 

Balasan itu dilakukan  tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap situs-situs di Iran.

Sumber-sumber di IRGC mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim, bahwa Operasi "True Promise 4" itu sejauh ini telah menargetkan 14 posisi militer Amerika di wilayah tersebut, termasuk pusat operasional utama di negara-negara Teluk Persia dan fasilitas angkatan laut utama. Angkatan Darat (Artesh) juga ikut serta dalam serangan tersebut. 

Respons terkoordinasi Iran, yang diumumkan kurang dari dua jam setelah serangan awal terhadap Iran, menunjukkan jangkauan operasional yang diperluas, menyerang aset Israel dan Amerika yang membentang dari Semenanjung Arab hingga Levant.

Meskipun konfirmasi resmi masih terbatas, gambar-gambar menunjukkan bahwa rudal dan drone Iran telah menyerang beberapa pos militer penting AS.

Pangkalan Amerika Serikat yang menjadi sasaran itu meliputi: 

- Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar: Digambarkan sebagai pangkalan AS terbesar di Asia Barat dan markas besar terdepan untuk Komando Pusat AS (CENTCOM). Iran pernah menyerang lokasi ini sebelumnya saat konflik Juni 2025. Kali ini, menurut pernyataan resmi IRGC, Iran berhasil menghancurkan sistem radar FP-132 yang canggih yang bermampuan melacak rudal balistik hingga lebih dari 5.000 kilometer jauhnya.

 

 

- Pangkalan Udara Al Dhafra, UEA: Pusat militer AS yang penting di dekat Abu Dhabi, terletak strategis dekat dengan Selat Hormuz. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Dubai.

- Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti, Yordania: Terletak di timur laut Amman, pangkalan ini baru-baru ini ditekankan oleh analis militer sebagai area pementasan utama untuk operasi AS di wilayah tersebut karena posisinya yang relatif terlindungi.

- Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait: Disebutkan terutama karena perannya sebagai pusat logistik dan transportasi utama bagi pasukan AS di Asia Barat.

- Naval Support Activity (NSA) Bahrain: Markas besar Armada Kelima AS di Manama juga terkena rudal Iran.

Selain itu, humas IRGC juga menyatakan, bahwa sebuah Kapal Pendukung Tempur (MST) AS mengalami kerusakan parah akibat tembakan rudal.

Operasi tersebut juga meluas ke wilayah pendudukan. Laporan dan gambar yang beredar di media sosial diduga menunjukkan dampak rudal Iran di Haifa, Tel Aviv, dan wilayah Galilea utara. 

Israel telah memberlakukan sensor ketat terhadap liputan perang, melarang media Israel dan internasional untuk merekam dampak serangan Iran tanpa izin.

Sumber media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa seorang jurnalis telah ditangkap karena merekam kerusakan akibat serangan rudal Iran di wilayah pendudukan.

Dalam sebuah pernyataan, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, mengatakan Operasi "True Promise 4" akan berlanjut tanpa batas.

 

IRGC: 650 Lebih Tentara AS Tewas dalam Serangan Balasan Iran

Militer Iran, Korps Garada Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim serangan perlawanan terhadap penjajah Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) menewaskan sebanyak 680 personel militer musuh. Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan, 650 di antaranya adalah personel militer AS.

IRGC memastikan akan terus melakukan perlawanan atas setiap agresi dan serangan oleh duet Zionis-AS terhadap Iran. “Dalam dua hari pertama perang, 650 tentara Amerika tewas, ataupun terluka,” kata Naeni seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (4/3/2026).

Perang Iran dimulai pada Sabtu (28/2/2026), ketika AS dan sekutu Zionisnya menyerang dengan sandi operasi ‘Epic Fury’ dan ‘Roaring Lion’. Iran bertahan dan melakukan perlawanan melalui operasi ‘al-Wa’d al-Sadiq-4’, atau ‘the True Promises-4’.

Menggunakan drone serbu dan berbagai jenis rudal, Iran menyerang wilayah penjajahan Israel di Tanah Palestina. Iran juga menggempur pangkalan militer AS yang tersebar di negara Teluk Arab. Termasuk membombardir aset-aset pemerintahan AS di Uni Emirate Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan juga Yordania.

Di Tel Aviv, serangan balasan Iran berhasil menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, markas angkatan darat zionis, dan kementerian perang di Hakirya, Petah Tikva, sampai ke Haifa. 

Sedangkan di Bahrain, Naeni menyampaikan, drone dan rudal Iran berulang kali menyerang markas armada kelima angkatan laut AS. “Dan dalam salah satu serangan itu, menewaskan atau melukai 160 personel Amerika,” kata Naeni.

Militer Iran juga sempat melancarkan serangan terhadap kapal induk AS Abraham Lincoln yang berada di jarak sekitar 250 Km dari lepas pantai Chabahar, Iran. Baru-baru ini, militer Iran, mengirimkan drone peledak dan rudal ke Kompleks Kedutaan AS di Riyad, Arab Saudi. Serangan itu menghancur leburkan markas Intelijen Luar Negeri AS (CIA).

Di Qatar, balasan Iran menyasar aset-aset AS, terutama terkait kilang bahan bakar minyak serta gas cair. Serangan Iran memaksa Qatar menyatakan keadaan darurat dan menghentikan eksplorasi dan gas yang menggangu pasokan ke belahan Eropa.

Militer Iran, juga menutup total Selat Hormuz, kawasan laut yang menjadi pintu gerang lalu lintas pasokan bahan bakal minyak dari kawasan Teluk Arab ke dunia. Penutupan selat itu pun mulai mengganggu pasokan bahan bakar dunia.

Sementara itu, dari catatan Bulan Sabit Merah Iran di Teheran, agresi serangan Zionis-AS ke negara itu telah membuat kematian di atas 1.000 jiwa. Kebanyakan dari kalangan sipil, termasuk kematian  anak sekolah yang kini viral di seluruh dunia.

 

Iran bebaskan kapal laut melintasi selat Hormuz dengan syarat mengusir duta besar Amerika dan Israel yg ada di negaranya

Pemerintah Iran memperingatkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz agar meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Peringatan itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Hal ini dikatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei. Ia meminta kapal tanker dan seluruh aktivitas pelayaran di wilayah tersebut harus berhati-hati selama situasi keamanan masih belum stabil.

"Selama situasinya tidak aman, saya pikir semua kapal tanker, semua navigasi maritim, harus sangat berhati-hati," ujarnya, seperti dikutip CNBC International, Selasa (10/3/2026).

Baghaei juga membela serangan Iran terhadap sejumlah target di kawasan Teluk, yang menurutnya merupakan bentuk pembelaan diri. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pangkalan militer AS di wilayah tersebut sah secara hukum internasional.

 

"Apa yang kami lakukan terhadap pangkalan dan aset militer milik para agresor terhadap Amerika Serikat di kawasan ini adalah sah menurut hukum internasional," kata Baghaei.

Ketegangan geopolitik tersebut turut mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah dilaporkan melonjak menembus US$100 (sekitar Rp1,69 juta) per barel. Lonjakan ini terjadi setelah jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia, terganggu oleh konflik.

Baghaei juga menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan AS dan Israel. Menurutnya, Teheran telah mempersiapkan berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk seperti invasi darat.

Di tengah situasi tersebut, Iran juga memasuki babak baru kepemimpinan nasional. Baghaei menyatakan rakyat dan institusi negara akan bersatu di bawah pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, yang baru saja ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama perang.

"Lembaga negara, rakyat, dan pemerintah semuanya telah menunjukkan bahwa mereka akan bersatu di sekitar kepemimpinan baru," ujarnya.

Ia juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan campur tangan dalam penentuan kepemimpinan Iran. Baghaei menolak keras gagasan tersebut dan menegaskan bahwa hanya rakyat Iran yang berhak menentukan pemimpin serta sistem pemerintahannya tanpa campur tangan pihak luar.

 Lebih dari 20 persen aktivitas ekspor minyak dan gas alam cair global berlangsung di Selat Hormuz. Selat ini berfungsi sebagai jalur utama untuk ekspor minyak bumi dari Iran, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Ekspor tersebut terfokus secara geografis, sekitar empat perlima dikirim ke negara-negara pengimpor di Asia, terutama China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Tetapi volume pasokan memiliki dampak yang besar pada harga di seluruh dunia karena elastisitas harga produk minyak bumi yang rendah.

Bersama dengan Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Hindia ke Samudra Pasifik, Selat Hormuz adalah salah satu titik minyak paling vital dalam perekonomian dunia. Penutupan Selat Hormuz akan mengganggu sekitar seperlima perdagangan minyak global dalam semalam dan harga tidak hanya akan melonjak, tetapi akan meroket tajam hanya karena ketakutan

 

 

Salah satu dampak paling serius dari konflik ini adalah terhentinya lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Selat strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional tersebut biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari, atau sekitar 20% dari total pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut.

Namun data dari perusahaan analisis energi Vortexa menunjukkan sekitar 16 juta barel minyak per hari kini tertahan di belakang selat tersebut dan tidak bisa masuk ke pasar global.

Strategis dari Macquarie, Vikas Dwivedi, memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz bisa berdampak besar terhadap pasar energi global.

Ia mengatakan,“Beberapa minggu penutupan Selat Hormuz akan memicu efek domino yang bisa mendorong harga minyak hingga USD150 per barel atau lebih.”

Konflik yang awalnya berfokus pada upaya menghancurkan fasilitas nuklir Iran kini telah meluas menjadi perang yang melibatkan banyak negara di Timur Tengah.

Bandara, gedung apartemen, pangkalan militer, serta berbagai infrastruktur di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan drone dari Iran.

Sementara itu, langit di atas Iran sempat dipenuhi asap setelah depot bahan bakar di dekat Teheran dan Karaj terkena serangan udara pada akhir pekan.

Kilang Minyak Diserang, Produksi Mulai Dipangkas

Konflik juga mulai menyasar infrastruktur energi penting di kawasan Timur Tengah, yang semakin memperparah gangguan rantai pasok energi global.

Beberapa fasilitas energi yang terdampak antara lain:

  • Kilang Bapco Energies di Bahrain dilaporkan diserang.
  • Kilang Ras Tanura di Arab Saudi terpaksa menghentikan operasional.
  • Kompleks Ras Laffan LNG di Qatar menyatakan kondisi force majeure.

Selain itu, kapal tanker minyak di Teluk Persia juga menjadi sasaran serangan rudal dan drone. Garda Revolusi Iran bahkan mengancam akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz, meskipun mereka secara resmi menyatakan jalur tersebut masih “terbuka”.

Akibat terbatasnya jalur distribusi, sejumlah negara produsen mulai mengurangi produksi minyak.

Menurut laporan Bloomberg, Irak telah memangkas sekitar 60% produksi minyaknya, sementara Kuwait juga mulai menutup sebagian produksi.

Dampak Sudah Mulai Dirasa

Analis dari JPMorgan memperkirakan jika Selat Hormuz tetap tidak bisa dilalui:

Pemangkasan produksi bisa mencapai 3,3 juta barel per hari pada hari ke-8

  • Naik menjadi 3,8 juta barel per hari pada hari ke-15
  • Hingga 4,7 juta barel per hari pada hari ke-18

Ketegangan juga merembet ke infrastruktur sipil. Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sebuah pabrik desalinasi besar rusak akibat serangan drone Iran. Fasilitas tersebut sangat penting karena menyediakan air minum bagi masyarakat di kawasan Timur Tengah.

Lonjakan harga minyak kini juga mulai dirasakan masyarakat Amerika Serikat. Rata-rata harga bensin nasional pada Minggu tercatat USD3,45 per galon, naik sekitar 15% dibandingkan USD2,98 per galon sepekan sebelumnya.

Ekonom Goldman Sachs memperingatkan jika harga minyak bertahan di sekitar USD100 per barel, inflasi global bisa meningkat sekitar 0,7 poin persentase, sementara pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi melambat sekitar 0,4 poin persentase.

 




 

Kesimpulan

Konflik militer antara AS, Israel, dan Iran telah bereskalasi menjadi konfrontasi besar yang menyebabkan jumlah korban jiwa signifikan, kerusakan luas pada fasilitas umum termasuk sekolah dan rumah sakit seperti Gandhi Hospital, serta gangguan besar pada infrastruktur sipil dan jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz. Perkembangan situasi ini masih dinamis dan potensi eskalasi lebih lanjut tetap menjadi fokus pemantauan oleh komunitas internasional.

Dunia kini menyaksikan, Amerika Serikat dan Israel  hobi melakukan perang terhadap Islam , Dimana Islam dilarang kuat secara ekonomi, sumber daya dan juga militer. Iran mencoba hal tersebut dan kini mereka memeranginya. HAL KONYOL ADALAH KETIKA PEMERINTAHAN PRABOWO UNTUK INDONESIA SAAT INI PERCAYA DENGAN BOARD OF PEACE YANG DIBENTUK AMERIKA DAN IKUT BERGABUNG. DIMANA DISANA ADA KERJASAMA YANG WAJIB DIPATUHI INDONESIA . SELAIN ITU UANG HASIL HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AS TERSEBUT TERSEBUT DIDUGA AKAN DIGUNAKAN AMERIKA DAN ISRAEL UNTUK MEMPERKUAT MILITERNYA MENGGEMPUR IRAN DAN NEGARA LAINNYA

 

 

 

 
Like us on Facebook