MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

November 11, 2018

Data Tujuan Wisata Favorit Wisata Penduduk Indonesia

Generasi milenial mendominasi sekitar 40% penumpang Scoot, maskapai milik Singapore Airlines Group. Berdasarkan pemesanan tiket terbanyak sejak Januari hingga Oktober 2018, kota-kota di Asia menjadi favorit penumpang milenial Indonesia.


Bangkok menjadi destinasi liburan terfavorit untuk milenial, sedangkan Hong Kong dan Melbourne masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga. Destinasi 'baru' yang mulai populer di kalangan milenial Indonesia adalah Ho Chi Minh, terkenal akan biaya yang terjangkau, wisata kuliner, dan pemandangan alam yang menakjubkan.


"Kami terus mencari destinasi baru dan menarik untuk penumpang kami," kata Vinod Kannan, Chief Commercial Officer Scoot, dalam keterangan tertulis yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (9/11/2018)


Adapun 10 destinasi favorit di kalangan milenial Indonesia tahun 2018 yakni:


  1. Bangkok
  2. Hong Kong
  3. Melbourne
  4. Sydney
  5. Taipei
  6. Guangzhou
  7. Malé (Maldives)
  8. Jeddah
  9. Ho Chi Minh
  10. Phuket


Berdasarkan data Scoot, sekitar 85% traveler milenial Indonesia memilih tarif FLY fares tanpa tambahan bagasi. Artinya mereka cukup memanfaatkan kuota bagasi kabin cuma-cuma 10 kg Scoot.

Data Scoot juga menyebutkan, selama 10 bulan terakhir, lebih dari 50% milenial Indonesia telah melakukan traveling dua kali, masing-masing selama satu hingga empat hari. Ini menunjukkan bahwa milenial lebih suka traveling singkat namun sering.

Oleh karena itu, Scoot menggelar promosi pada 7 - 11 November 2018, untuk menginspirasi traveler Indonesia untuk memesan beberapa tiket penerbangan sekaligus di muka supaya mereka dapat menanti-nanti liburan berikutnya setiap hari selama setahun, atau "holiyear". 

Berdasarkan keterangan resmi Scoot, milenial terkenal akan jiwa petualang, spontanitas, dan cenderung memilih gaya traveling yang ramah di kantong.

"Milenial selalu terdepan dalam inovasi traveling, dan Scoot juga berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan dalam tren traveling untuk mengembangkan ide dan produk yang meningkatkan pengalaman konsumen," imbuh Vinod Kannan.

Asal tahu saja, Scoot saat ini melayani 57 penerbangan pulang pergi per minggu dari dan ke Indonesia.



refernces by cnbc


February 27, 2016

Tempat Wisata Belitung, Tanjung Kelayang Phuket-nya Indonesia

Sejak Andrea Hirata mempopulerkan novel Laskar Pelangi yang sukses di film layar lebar, pamor Belitung atau Belitong menanjak tajam.

Pantai jernih berbatu granit segede-gede gajah raksasa itu, menjadi bahan perbincangan public. Kini, Belitung sudah mulai dikenal di mancanegara. Mau kemana akan dibawa, masa depan Belitung?


Menpar Arief Yahya menjawab tegas dan pendek. Benchmark-nya: Phuket Thailand atau Langkawi Malaysia. Ya, kesanalah arah Belitung hendak dibangun. Kawasan wisata dengan jumlah kunjungan yang besar, destinasi yang tertata rapi berkelas internasional, terawat indah sustainable, dan masyarakat yang semakin sejahtera oleh pariwisata.

“Sudah dikasih contoh yang amat bagus, tidak usah jauh-jauh, yang di negara tetangga saja, Malaysia punya Langkawi, Thailand punya Phuket,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Dulu, siapa yang mengenal Phuket? Siapa yang familiar dengan Langkawi? Tetapi begitu penataan destinasinya bagus, dipromosikan besar-besaran ke luar negeri, dan menjadi viral sebagai objek wisata pantai dan laut yang amat dikenal.

“Kalau mau didetailkan kondisi alamnya? Kualitas pasir putih pantainya, sampai di terumbu karangnya, potensi Belitung berani diadu. Kita nggak akan kalah. Kita baru benar-benar KO ketika sudah mulai dipotret integrated, ya akses, amenitas, dan atraksi digabungkan? Itu baru poin kita di bawah,” lanjut Arief Yahya.
 Nah, itulah jawaban mengapa  Phuket bisa menghasilkan 8 juta wisman, lalu Langkawi 3,5 juta orang. Berbeda dengan Danau Toba Sumatera Utara yang selama ini ada problem dengan single destination, multi management, dan tinggal di switch menjadi single management.

Di Belitung, critical success factornya agak beda. Di Belitung karena hanya satu kabupaten, maka tidak ada keruwetan manajemen seperti yang terjadi di Toba.

Belitung justru belum ada pengelola khususnya. Seolah semua masih auto pilot. Kalau Phuket ditangani oleh Regency Government, dan Langkawi oleh badan yang dinamakan Langkawi Development Authority (LADA), Belitung masih alami. Hanya dalam pemantauan Dinas Pariwisata saja.


“Kami ingin ada KEK – Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Kelayang, yang nantinya bisa membangun atraksi di Belitung lebih keren dan berkelas dunia. KEK inilah yang akan melengkapi dan menata atraksi di kawasannya. Dia akan menjadi daya tarik yang sangat kuat,” kata dia. 
Lalu, Kemenpar juga sudah menjadikan Tanjung Kelayang Belitung sebagai satu diantara 10 Top Destinasi. Otomatis, akan ada share infrastructure, untuk membuat Belitung lebih layak dipromosikan secara internasional. 

Akses-nya yang akan diperkuat. “Selama ini belum bisa dipromosikan besar-besaran, karena bandaranya juga belum berstatus internasional. Harus diperpanjang landasannya, harus dinaikkan menjadi internasional, sehingga ada TPI Tempat Pemeriksaan Imigrasi sendiri, sehingga bisa dirintis direct flight ke sana,” ucap Menpar. 

Kemenpar dalam setiap promosi, selalu dilihat unsur 3 A itu, atraksi, akses, dan amenitas. Jika belum lengkap, pasti belum akan dipromosikan besar-besaran. Sebaliknya, kalau sudah siap, maka akan digeber agar orang tahu dan mau datang ke objek tersebut. 
Itulah mengapa ada istilah 3 Greaters, Bali-Jakarta-Batam, untuk menegaskan bahwa tiga titik inilah sebenarnya yang paling ready untuk dipromosikan. Kini ditambah 10 prioritas, yang persentasenya 60-70 persen sudah siap dipromosikan. 

Itu juga sekaligus menjawab pertanyaan, “Pengembangan destinasi dulu, atau promosi dulu yang harus didahulukan?” Jawabannya, kontekstual sekali. Mana-mana yang sudah ready, atmosfer pariwisata sudah terbentuk, langsung dipromosikan. Mana yang harus dibenahi destinasinya, ya disempurnakan dulu




references by jpnn

 
Like us on Facebook