MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

May 21, 2026

Penyebab Harga Oli dan Onderdil Naik

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang menembus angka Rp 17.650 turut berdampak pada meroketnya harga suku cadang kendaraan. Lonjakan harga ini memaksa para pemilik bengkel untuk menaikkan harga jual produk mereka terutama oli yang mengalami peningkatan harga paling besar.



Anto (48), seorang pemilik bengkel motor di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh melemahnya rupiah terhadap dolar saat persediaannya mayoritas merupakan barang impor.

 

 "Iya (naik karena dolar) soalnya kan mereka itu spare part rata-rata pada impor ya," ujar Anto saat ditemui Kompas.com di bengkelnya, Rabu (20/5/2026).

Anto menjelaskan, dalam beberapa minggu terakhir, harga berbagai kebutuhan pokok bengkel naik berkisar antara 20 hingga 30 persen.

Jenis barang yang paling terasa melonjak adalah oli mesin, yang menjadi kebutuhan paling rutin bagi pemilik kendaraan bermotor.

 "Terutama oli ya, yang banyak naik tuh oli. Banyak naiknya. Naiknya itu bisa 30 persen. Ada yang 20 persen, ada yang 30 persen, merk Shell itu dari Rp 55.000 sekarang Rp 75.000," kata Anto.

Bahkan, sejumlah merk oli juga sempat mengalami kelangkaan stok saat impor barang tengah dibatasi.

Selain oli, angka kenaikan harga juga terjadi pada berbagai komponen suku cadang lainnya, mulai dari ban hingga komponen kecil seperti baut.

 

"Untuk suku cadang lainnya juga naik. Ya ban luar, ban dalam juga, terus untuk baut-baut, tapi semuanya sih hampir semua ya, tapi nggak begitu banyak ya naiknya," ucap Anto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Anto dari para agen grosir, kenaikan harga yang terjadi sejak satu hingga dua bulan lalu ini bermula dari hambatan rantai pasok global dan melonjaknya biaya produksi bahan baku pembungkus, seperti plastik.

Hal ini kemudian diperparah oleh tekanan nilai tukar dolar AS yang makin melonjak seiring melemahnya rupiah.

 

"Katanya sih alasannya salah satunya juga plastik naik, gitu. Terus kalau yang barang-barang yang impor itu pengiriman agak terhambat, stok enggak ada, akhirnya kan barang dibagi-bagi, akhirnya ya mau enggak mau mereka naikkan. Dolar juga lagi naik juga gitu kayak sekarang, rata-rata pada impor. Dari sebelum dolar naik kayak sekarang, perlahan dia," ucap dia.

Sebelum lonjakan harga ini resmi diberlakukan, Anto sempat menghadapi situasi sulit akibat kelangkaan barang di tingkat grosir selama beberapa minggu.

Senada dengan Anto, Zuhri (50) pemilik bengkel lainnya juga membenarkan adanya kenaikan harga, salah satunya suku cadang vanbelt sebesar kurang lebih Rp 15.000. 

 Pembeli Berkurang

Kenaikan harga tersebut, kata Anto, mulai memengaruhi perilaku konsumen. 

Pelanggan yang biasanya rutin mengganti oli setiap bulan kini mulai menunda servis demi menghemat pengeluaran.

“Seharusnya dia ganti tuh agak ditahan gitu. Agak diundurin, misalnya sebulan sekali jadi sebulan setengah,” jelasnya.

Selain oli, sejumlah suku cadang lain seperti ban luar, ban dalam, hingga spare part juga mengalami kenaikan harga, meski tidak sebesar oli.

 


Ucapan Prabowo soal Dolar Dibantah Warga Desa karena Harga Onderdil & Kedelai Meroket

 

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah dan mulai berdampak hingga ke pelaku usaha di desa-desa.

Mengutip laman Bank Mandiri, per hari ini, Rabu (20/5/2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS mencapai Rp17.750.

Dampak naiknya rumah juga sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan kini mulai berdampak ke masyarakat.

Seorang pelaku usaha bengkel Cahaya Motor Blora, Andika Putra Wijaya mengatakan, anjloknya Rupiah ini berdampak pada kenaikan harga oli, ban, hingga onderdil sepeda motor.

Bahkan ia mengatakan, kenaikan tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir.

Kepada TribunJateng.com, ia menuturkan kenaikan tersebut karena barang dagangannya adalah barang impor.

"Semua barang besi-besi, barang cairan dari minyak semua naik. Bahan oli, logam-logam naik semua karena minyak bumi naik," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Kenaikannya beragam, mulai dari 10 hingga 30 persen.

Produk oli dan onderdil motor, lanjut Andika, menjadi barang dengan lonjakan tertinggi.

"Kenaikan sampai 20 persen, 25 persen bahkan ada yang 30 persen. Kalau ban itu naiknya 10 persen," katanya.

Ia menuturkan, bengkelnya menjual oli, ban motor, dan onderdil motor.

Hampir semua produk yang dijualnya tersebut mengalami kenaikan harga.

"Kalau ban mungkin sekitar 10 persen, tapi rata-rata barang lain naik 20 sampai 30 persen," terangnya.

Atas kenaikan harga tersebut berdampak pada turunnya daya beli masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, pelanggan yang datang ke tokonya turun drastis.

 

"Jauh lebih sepi. Penurunan konsumen bisa 30 sampai 40 persen setiap harinya," jelasnya.

Ia menilai, daya beli masyarakat melemah karena harga barang yang makin mahal.

Andhika berharap, situasi ini bisa segera berakhir dan harga-harga kembali normal.

"Daya beli lagi lemah. Kita sebagai masyarakat biasa ya cuma berharap harga bisa kembali normal," jelasnya.

Pengusaha Tempe Terdampak Kenaikan Harga Kedelai Impor

Efek dari melemahnya Rupiah terhadap Dollar AS juga berdampak terhadap usaha pembuatan tempe di Desa Pliken, Kembaran, Banyumas, Jateng.

 

Tempe sendiri dibuat dari bahan baku kedelai yang harus impor dari Amerika.

Isti, salah satu perajin tempe pun mengatakan bahwa usahanya bergantung terhadap nilai tukar dollar AS.

"Pak Prabowo apa tahu harga kedelai mahal?" kata Isti saat ditemui, Rabu (20/5/2026).

Ia menuturkan, harga kedelai terus mengalami kenaikan dalam beberapa minggu ini.

Semula, harga kedelai Rp10 ribu per kilogram, kini menjadi Rp10.600 per kilogram.

 

 


Selain merugikan konsumen, Kenaikan ini juga membuat bengkel sepi dan tunda melakukan pergantian sarepart atau oli karena kenaikan harga dirasa tak cocok dengan dompet pelanggan  

Pengguna motor yang dikenal vampir oli kini benar-benar pusing kepala,,,,

jIKA DIPAKSA MENUNDA OLI ATAU MENGGUNAKAN OLI KW ATAU OLI MURAH RESIKONYA ADALAH KELUAR JUTAAN KARENA HARUS TURUN MESIN 

 

 

references by

https://jakarta.tribunnews.com/jakarta/435545/harga-oli-dan-suku-cadang-motor-naik-imbas-dolar-bengkel-di-palmerah-akui-pembeli-berkurang

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/20/18325781/dollar-as-tembus-rp-17650-harga-oli-melonjak-30-persen 


 https://video.tribunnews.com/news/937113/realita-pahit-ucapan-prabowo-soal-dolar-dibantah-warga-desa-karena-harga-onderdil-kedelai-meroket

April 9, 2026

Kelas Menengah Indonesia Terus Menurun

Kebijakan yang salah diambil Pemerintah usai masa Jabatan SBY berakhir, Angka penurunan ini mulai tercipta. Kebijakan tersebut berupa berbagai macam pajak, berbagai potongan/iuran wajib yang harus dibayar kepada negara namun tak sebanding dengan yang negara berikan ada mereka . Terlebih Pemerintahan Prabowo terlihat fokus pada MBG, bukan memperbaiki ekonomi kelas menengah bawah 


 

Kelas menengah di Indonesia yang turun hampir 9,5 juta jiwa dalam lima tahun terakhir menjadi sorotan media asing. Para analis menyebut populasi kelas menengah yang menurun ini menjadi alarm peringatan bagi negara Indonesia.


 

 

Apalagi, penurunan ini terjadi di tengah pemerintah yang gencar melakukan serangkaian kebijakan yang bertujuan untuk mempertahankan kelompok menengah agar tidak terjun menjadi rentan.

Mengutip ChannelNewsAsia, melalui fenomena ini analis melihat pentingnya pemerintah untuk kembali memperkuat segmen populasi ini guna mencegah penurunan lebih lanjut.

Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang yang tergolong kelas menengah tercatat menurun hampir 9,5 juta jiwa dalam lima tahun terakhir.

Pasalnya, pada tahun 2019, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia mencapai 57,33 juta jiwa.

Sementara itu, pada 2023, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia tercatat 48,27 juta penduduk atau 17,44 persen.

Kemudian, BPS juga melaporkan penurunan kelas menengah pada 2024 menjadi 47,85 juta orang atau 17,13 persen dari total penduduk Indonesia.

Dengan begitu, selama lima tahun terakhir ada sebanyak 9,48 juta penduduk kelas menengah yang tercatat turun kelas.

"Jumlah dan persentase penduduk kelas menengah mulai menurun pasca-pandemi, sebaliknya jumlah dan persentase penduduk menuju kelas menengah meningkat," kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, pada akhir Agustus lalu.

Sejalan dengan penurunan jumlah orang yang tergolong kelas menengah, jumlah mereka yang tergolong calon kelas menengah meningkat dalam periode lima tahun yang sama.

Mereka yang tergolong sebagai bagian dari segmen kelas menengah yang bercita-cita tinggi meningkat dari 128,85 juta pada tahun 2019 menjadi 137,5 juta tahun ini. Mereka merupakan 49,22 persen dari populasi Indonesia.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pentingnya kelas menengah bagi perekonomian Indonesia karena merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Airlangga juga menekankan pentingnya penguatan daya beli masyarakat miskin dan kelas menengah, dan tak kalah penting lagi adalah calon kelas menengah.

Hal ini tak lain untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 yang merupakan rencana jangka panjang yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera menjelang ulang tahun kemerdekaannya yang ke-100.

Untuk mendukung kelas menengah, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah telah menerapkan berbagai inisiatif.

Antara lain program perlindungan sosial, insentif pajak, program prakerja, serta skema kredit usaha rakyat, dan lain-lain.

Salah satu insentif pajak yang perlu diperhatikan, katanya, adalah rencana pemerintah untuk mengembalikan keringanan pajak penuh atas pembelian properti senilai hingga Rp 5 miliar untuk paruh kedua tahun 2024.

"Kebijakan ini, yang mencakup biaya pajak pertambahan nilai hingga Rp 2 miliar dari harga properti yang memenuhi syarat, sebelumnya dikurangi menjadi potongan 50 persen setelah cakupan penuh berakhir pada bulan Juni," jelasnya.

Meski begitu, para analis menilai selain karena dampak Covid-19 yang masih ada, alasan lain yang berkontribusi terhadap penurunan populasi kelas menengah Indonesia meliputi fundamental ekonomi nasional yang lemah, kebijakan pemerintah yang memberatkan, serta tidak adanya jaring pengaman sosial yang kuat.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios) Bhima Yudhistria mengatakan bahwa lemahnya kinerja sektor manufaktur merupakan faktor signifikan dalam menyusutnya kelas menengah.

Ia mengatakan, kelesuan sektor manufaktur telah menyebabkan banyaknya PHK dan turunnya kontribusi sektor tersebut terhadap produk domestik bruto.

Bahkan, sejak awal tahun 2024, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Nusantara memperkirakan PHK di sektor manufaktur padat karya dapat berdampak hingga 100.000 orang.

Selain itu, Bhima juga menilai, salah satu kebijakan pemerintah yang semakin membebani daya beli masyarakat adalah kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) yang mulai berlaku pada 1 April 2022. "Kenaikan PPN berdampak pada kenaikan harga eceran," jelas Bhima.

Ia menambahkan, tingginya biaya hidup ini diperparah dengan minimnya jaring pengaman sosial bagi masyarakat menengah.

Pasalnya, sebagian besar fokus pemerintah adalah penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat miskin.

Sementara itu, ekonom Yusuf Rendy Manilet dari Pusat Reformasi Ekonomi (Core) mengatakan, penting bagi pemerintah untuk mulai memberikan bantuan keuangan kepada masyarakat kelas menengah dan calon kelas menengah di tengah masyarakat.

"Baik dalam bentuk bantuan tunai maupun subsidi, (bantuan ini) bisa diberikan kepada masyarakat kelas menengah dan calon kelas menengah, kalau tidak, tren penurunan di kelas menengah bisa terus berlanjut," papar Yusuf.

 

Minimnya Ketersediaan Lapangan Pekerjaan

 

Penurunan 1,2 juta orang kelas menengah dalam setahun mungkin dinilai kecil. Namun dibalik penurunan angka tersebut berjuta cerita getir hadir dari keluarga-keluarga. Mereka harus menunda banyak keinginan. Ada yang menunda membeli rumah, dan ada juga menjadikan orang tua ragu untuk menyekolahkan anaknya ke kampus-kampus impian. Laporan Mandiri Institute memperlihatkan jumlah kelas menengah Indonesia menyusut dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta orang pada 2025. Proporsinya terhadap total penduduk turun dari 17,1 persen menjadi 16,6 persen, dan di saat yang sama, kelompok aspiring middle class (AMC) melonjak 4,5 juta jiwa dan kini mencakup 50,4 persen populasi. Artinya, lebih dari separuh warga Indonesia hidup tepat di bawah ambang kelas menengah. Mereka dinilai cukup dekat untuk naik, namun rentan untuk jatuh kembali.

Ekonom UGM, Dr. Wisnu Setiadi Nugroho menyebut persoalan Ini bukan sekadar soal statistik namun soal rasa aman. Disebutnya kelas menengah adalah kelompok yang biasanya merasa cukup. Artinya dari penghasilannya cukup untuk menabung, cukup untuk merencanakan masa depan, cukup untuk bermimpi lebih besar dari orang tuanya. “Ketika jumlah mereka menyusut, yang sesungguhnya tergerus adalah rasa percaya bahwa kerja keras akan membawa kemajuan,” ujarnya di Kampus UGM, Rabu (18/2).

Wisnu menyebutkan kelompok kelas menengah Indonesia memang relatif tipis dan banyak berada di batas bawah (lower middle class). Artinya, fondasi kelas menengah ini rapuh, dan sedikit saja terkena guncangan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), biaya sekolah naik, cicilan naik, mendorong mereka turun kelas. “Membesarnya AMC hari ini mencerminkan betapa banyak keluarga yang kini berdiri di tepi jurang ketidakpastian,” ujarnya.

Menurunnya jumlah kelas menengah ini, diakui Wisnu disebabkan sejumlah pekerjaan yang tersedia semakin tidak menjanjikan mobilitas. Pasalnya, banyak lapangan kerja baru bersifat survival-based, hanya cukup untuk bertahan hidup, tetapi tidak cukup untuk naik kelas. “Ekonomi gig, kerja informal, dan pekerjaan berproduktivitas rendah memang menyerap tenaga kerja. Namun pekerjaan seperti ini jarang menyediakan stabilitas pendapatan, jaminan sosial, atau jalur karier yang jelas. Orang bekerja keras, tetapi tangga sosialnya tidak bertambah panjang,” terangnya.

Selain itu daya beli tergerus perlahan. Upah riil kelas menengah bawah relatif stagnan, sementara biaya perumahan, pendidikan, dan transportasi terus meningkat. Ini bukan kemerosotan dramatis, melainkan tekanan senyap income squeeze, yang menggerogoti kemampuan menabung dan merencanakan masa depan. Banyak keluarga masih terlihat “baik-baik saja”, tetapi ruang napas fiskal dan keuangannya semakin sempit.

Belum lagi soal meningkatnya pekerjaan rentan berbasis rumah tangga. Pekerjaan semacam ini tidak dilengkapi jaminan sosial. Ketika sakit datang atau permintaan melemah, tidak ada bantalan, dan satu guncangan kecil bisa menggugurkan stabilitas yang dibangun bertahun-tahun. “Kita belum memiliki shock absorber yang memadai bagi kelompok nyaris menengah. Kebijakan sosial masih berfokus pada kelompok miskin, yang tentu saja masih harus dilindungi. Namun AMC yang kini menjadi mayoritas populasi berada dalam wilayah abu-abu. Mereka tidak cukup miskin untuk menerima bantuan, tetapi belum cukup aman untuk mandiri sepenuhnya. Bisa dibilang mereka berdiri sendirian ketika risiko datang. Jika tren ini dibiarkan, dampaknya tidak hanya ekonomi, tetapi juga sosial,” tuturnya.

Wisnu menyebut risiko terbesar adalah aspiration without mobility. Artinya aspirasi masyarakat tinggi, anak ingin hidup lebih baik dari orang tuanya, tetapi tangga strukturalnya tidak tersedia. Jika AMC terus membesar tanpa jalur naik yang jelas, katanya, masyarakat berhadapan dengan jebakan mobilitas. Bahkan dalam jangka panjang bisa menjadikan fondasi konsumsi dan basis pajak melemah, dan menjadikan transformasi menuju negara maju kehilangan penopang utama. “Pertumbuhan ekonomi penting, namun pertumbuhan tanpa kualitas pekerjaan adalah pertumbuhan yang rapuh. Produk Domestik Bruto (PDB) bisa naik, tetapi jika mobilitas macet, harapan sosial ikut membeku,” imbuhnya.

Menjawab persoalan ini, Wisnu menandaskan diperlukan keberanian dengan menciptakan pekerjaan yang benar-benar membuka mobilitas, manufaktur bernilai tambah, jasa modern, dan sektor dengan produktivitas tinggi. Pendidikan vokasi harus benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri, bukan sekadar formalitas kurikulum. Upaya lainnya membangun bantalan risiko bagi aspiring middle class. “Jaminan kehilangan pekerjaan dan asuransi sosial perlu menjangkau pekerja non-formal, dan skema pembiayaan perumahan dan pendidikan harus dirancang agar kelompok near-middle tidak tergelincir hanya karena satu guncangan,” katanya.

Wisnu berpandangan pemerintah harus bisa memastikan kebijakan yang dirancang untuk membuka mobilitas, bukan sekadar redistribusi jangka pendek. Bantuan sosial perlu dievaluasi agar tidak menciptakan cliff effect, di mana sedikit kenaikan pendapatan justru membuat perlindungan hilang seluruhnya. Menurutnya, penyusutan kelas menengah hari ini bisa menjadi sinyal awal dari stagnasi struktural yang lebih dalam. “Kelas menengah bukan hanya kategori statistik. Ia adalah penyangga stabilitas, sumber konsumsi, pembayar pajak, dan yang paling penting, penjaga optimisme sosial. Jika mesin mobilitas sosial terus melambat, yang hilang bukan sekadar angka 1,2 juta,” paparnya.

 

 


Kelas Menengah Menyusut, Mesin Pajak Indonesia Ikut Melemah

 

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran signifikan struktur sosial ekonomi masyarakat yang berpotensi mempersempit basis pajak.

Ia menyebutkan, jumlah masyarakat kelas menengah tercatat menyusut hingga sekitar 10 juta orang dalam enam tahun terakhir.  

Sebagian besar bergeser ke kelompok aspiring middle class atau kelas menengah rentan yang lebih sensitif terhadap tekanan ekonomi, seperti kenaikan harga pangan dan energi.

"Ini statusnya kelas menengah, tapi kalau harga beras naik, rentanjatuh ke vulnerable," kata Asmo, nama sapaannya, dalam acara yang digelar Pusdiklat Pajak, Rabu (8/4/2026).

Kondisi ini berdampak langsung terhadap pola konsumsi masyarakat yang menjadi tulang punggung penerimaan pajak, khususnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ketika daya beli kelompok ini melemah, belanja rumah tangga ikut tertekan, sehingga potensi penerimaan pajak dari konsumsi juga menurun.

"Jadi ini yang kemudian kita lihat, ini terjadi keterbatasan dari sisi belanja dan transaksi, nanti akan berdampak juga kepada PPN," imbuh Asmo.

Di sisi lain, kontribusi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi terhadap basis pajak juga terbatas. Andry mencatat, populasi kelas menengah atas dan kelompok kaya di Indonesia jumlahnya kurang dari 5% dari total penduduk. 

Hal ini membuat ruang ekspansi penerimaan pajak dari sisi Pajak Penghasilan (PPh) menjadi relatif sempit. 

 


 


July 26, 2025

Jual Stat Ease 360 v25

Jual Beli MURAH kaset SOFTWARE CD/DVD/Flashdisk  Stat Ease 360 v25  untuk Win ,10 WIN 11 64 Bit  


KALAU BUTUH VERSI TAHUN LAINNYA, SILAHKAN CHAT.











( Jual Stat Ease 360 v25  )
 
 
 
 
 
 
 SPESIFIKASI MINIMUM


Operating System    Microsoft® Microsoft® Windows® 10, or higher.
Microsoft® Windows® 11

CPU    64-bit Intel® or AMD® multi-core processor with SSE4.2 instruction set
 
RAM 4GB
VGA: 1GB (2GB lebih direkomendasikan)
Disk Space    9 GB of free disk space for install
 
 
 
CD/DVD RW di PC/LAPTOP rusak 
 
atau sudah tidak bagus dalam membaca kaset CD/DVD ? 
kadang kebaca atau kadang tidak bisa membaca?
atau malah gak ada CD/DVD drive nya ?
bisa order dalam bentuk flashdisk..
 
 
ATAU KIRIM EMAIL 




METODE DAN CARA  TRANSAKSI Pembelian Flashdisk/ CD / DVD:

SEMUA CD / DVD / Flashdisk yang dijual adalah dalam kondisi dan berjalan dengan Baik (Sudah dicoba di Laptop dan Komputer milik saya.


1. Secepatnya (1x24 jam) Kami akan langsung merespon pesanan atau berbagai macam pertanyaan anda, kecuali kalau saya nya  lagi tidur yaaaa..
(jangan lupa selalu cek notice Facebook kalian).

2. Untuk Pembeli dari Bandung bisa COD (janjian) dengan saya Di ATM BNI CIJAMBE, Tapi 1 hari sebelum waktu COD. dan transfer dulu uang baru bisa COD. Waktu info lebih lanjut KIRIMKAN WALL DI FACEBOOK KAMI

KHUSUS UNTUK YANG DILUAR KOTA BANDUNG, TRANSAKSI PEMBAYARAN MELALUI TRANSFER REKENING ANTAR BANK 


CARA PEMESANAN:
  • Untuk Yang Diluar Kota (Yang Serius Beli):
    Silhkan Isi Format Pemesanannya, 
  • Kirim ke Message Facebook KAMI, silahkan isi data kalian:

Nama Lengap (Nama ASLI):
Alamat Lengkap :
 (isi selengkap-lengkapnya agar memudahkan kurir dan lebih cepat sampai lokasi) 
Kode Pos:
NO HP:
Kaset/flashdisk Yang Dibeli: _________


Cara Pembayaran:
  • Transfer Rekening Bank /Transfer Tunai
  • ATM
  • m-banking/ Mobile Banking
  • SMS Banking
  • Internet Banking
    DANA
Boleh pakai rekening temen, kakak/adik atau orangtua, yg penting nanti ada bukti transfernya...

JASA EKSPEDISI
  • POS INDONESIA
  • JNE
  • TIKI
    SICEPAT
     J&T
  • GO-JEK (untuk Kota Bandung, pembayaran via transfer. Silahkan kamu order Gojeknya dulu, Paket akan diambil/diantar Go-Jek ke alamat tujuan setelah uang masuk rekening). Minimum order pakai Gojek yaitu beli 2 kaset

UNTUK YANG DILUAR KOTA BANDUNG, PEMBAYARAN MELALUI TRANSFER BANK/ATM, DAN PAKET AKAN SEGERA DIKIRIM KALAU UANG SUDAH MASUK KE REKENING KAMI 


kalo ada yg mau ditanyain jangan tinggalin komentar dibawah postingan artikel ini, soalnya gak akan dibales,
kirim aja WALL ke FACEBOOK.com/agunkzscreamoBLOG

Kalo komen/message/inbox gak dibales berarti
  • Lagi tidur
  • Lagi main
  • Koneksi/Jaringan lagi gangguan
  • Lagi galau :P
  • Lagi mati listrik
  • Message kalian ada dipaling bawah
1 x 24 jam pasti dibales jangan kuatir, Uang masuk rekening, orderan akan segera diproses.

Keuntungan beli disini
  • TIDAK PERLU NUNGGU LAMA. Paket akan dikirim maksimal 1 hari setelah uang masuk ke rekening , tergantung uang kalian masuknya ke rekening kapan.
  • Nomer resi akan diberikan ke inbox facebook/email agar privasi data kalian terjamin
  • Petunjuk instalasi sudah disertakan didalam kaset, tidak bisa atau ada kendala nanti kami bantu
  • Paket pasti sampai, kami sudah berpengalaman kirim-kirim paket  ke seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bahkan ke pelosok desa, jangan kuatir paket hilang, rusak.
  • Ongkos kirim sudah termasuk biaya asuransi barang (biaya administrasi, pxking, bantuan bertanya, kesulitan instalasi, dll). Untuk lokasi diluar pulau lebih baik ambil minimal 2 kaset agar tidak teralu rugi di ongkos kirimnya.
  • Packing paket aman, rapih jadi gak perlu malu kalau lagi nerima paket. 
  • Kesulitan instalasi ? troubleshoot ?, ada masalah saat instal? bisa tanya ke facebook, nanti kami bantu. Kami bukan orang awam di sistem komputer Windows, Linux atau Apple Mac. Akan berguna bagi kalian yang awam dalam penggunaan komputer.
  • 1 Paket bisa muat untuk pembelian 20 kaset lainnya.
  • Paket gak sampai ?, Tidak seperti seller lainnya yg lepas tanggung jawab , kamu gk perlu ribet hubungin sana-sini, Apalagi malah debat sama admin jasa ekspedisnya yg buang-buang energi+pikiran. Kami yg akan tanggung jawab kalau paket kalian tidak sampai, kami bisa tau detail lokasi paket kamu sedang ada dimana.
  • Petunjuk instalasi sudah disertakan didalam kaset, jika kesulitan install bisa kami bantu..


NO TIPU MENIPU GAN/SIS 

DARI PADA KALIAN BELI DI ORANG LAIN YANG GAK JELAS, GAK NGERTI KOMPUTER DAN BISA BERAKIBAT KETIPU.. 
KAMI TIDAK JUALAN DI MARKETPLACE/SITUS  JUAL BELI ONLINE TERKENAL, 


SEHINGGA DATA PRIBADIMU AKAN AMAN, DAN REVIEW ATAS NAMA KAMU MU TIDAK AKAN MUNCUL DISANA SEBAGAI PRIVASI DATA & KEAMANAN DATA
ATAU DOWNLOAD SENDIRI DI INTERNET YANG BISA BERAKIBAT PC/LAPTOP KALIAN ERROR ATAU BAHKAN SEMUA FILE penting RUSAK/HILANG KENA VIRUS.. 
Apalagi virus varian Ransomware yang lagi terkenal

ANE CUMA CARI TAMBAHAN AJA BIAR INTERNET TETEP KENCENG & BIAR BISA TETEP  NGE-BLOG  

DAN AGAR BISA TERUS MENYAMPAIKAN SESUATU SERTA ILMU YG BERMANFAAT DI TIAP POSTINGAN BLOGNYA,. ANGGAP AJA KALIAN BERDONASI UNTUK BLOG INI  

Menerima pesanan dari seluruh Wilayah Indonesia, selama terjangkau kurir/jasa ekspedisi yang ada di Indonesia

MENERIMA PEMESANAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA

Sumatera Utara Meliputi :
Balige, Binjai, Dolok Sanggul, Gunung Sitoli, Gunung Tua,Kabanjahe, Kisaran, Limapuluh, Lubuk Pakam, Medan, Padang Didempuan, Pangururan, Panyambungan, Pematangsiantar, Rantau Prapat, Salak, Sei Rampah, Sibolga, Sibuhuan, Sidikalang, Sipirok, Stabat, Tanjung Balai Asahan, Tarutung, Tebing Tinggi, Teluk Dalam, Pangkalan Brandan, Laguboti, Belawan, Siborong Borong, Tanjung Morawa. Kaputaten Toba Samosir, Humbang Hasudutan, Nias, Padang Lawas Utara, Karo, Asahan, Batubara, Deli Serdang, Samosi, Mandailing Natal, Simalungun, Labuhan Batu, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Padang Lawas, Dairi, Tapanuli Selatan, Langkat, Tapanuli Utara, Nias Selatan

D.I Aceh Meliputi :
Banda Aceh, Bireuen, Biang Kejeren, Biangpidie, Idi Rayeuk, Jantho, Kuala Simpang, Kutacane, Krueng Sabee, Langsa, Lhokseumawe, Lhoksukon, Meulaboh, Meureudu, Sabang, Sigli, Simpang Tiga Redelon, Sinabang, Singkil, Subulussalam, Suka Makmue, Takengon, Tapak Tuan, Calang. Kabupaten Bireuen, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Timur, Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Selatan



Riau Meliputi :

Bagan Siapi-Api, Bangkinang, Bengkalis, Dumai, Pangkalan Kerinci, Pasir Pangaraian, Pekanbaru, Rengat, Siak Indrapura, Teluk Kuantan, Tembilahan, Minas, Rumbai, Marpoyan, Ujung Batu, Duri. Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir

Kepulauan Riau Meliputi :
Bandar Seri Bintan, Batam, Ranai, Tanjung Balai Karimun / Kundur, Tanjung Pinang, Nongsa, Kabil, Lingga / Daik, Dabo Singkep. Kabupaten Natuna, Karimun, Lingga

Sumatera Barat Meliputi 
:Arosuka, Batu Sangkar, Bukittinggi, Lubuk Basung, Lubuk Sikaping, Muara / Sijunjung, Padang, Padang Panjang, Painan, Pariaman, Padang Pariaman, Payakumbuh, Dharmasraya, Sawahlunto, Solok, Tuapejat, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Kep Pagai, Lubuk Alung. Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Pasaman, Sijunjung, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota

Jambi Meliputi :
Bangko, Jambi, KUala Tungkal, Muara Bulian, Muara Bungo, Buara Tebo, Muara Sabak, Sarolangun, Sengeti, Sungai Penuh, Ramba. Kabupaten Merangin, Tanjung Jabung Barat, Batang Hari, Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, Muaro Jambi, Kerinci

Sumatera Selatan Meliputi :
Baturaja, Indralaya, Kayu Agung, Lahat, Martapura, Muara Beliti Baru / Musi Rawas, Muara Enim / Tanjung Enim, Muaradua, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Palembang, Pangkalan Balai / Banyuasin, Prabumulih, Sekayu, Tebing Tinggi, Sungai Lilin, Sungai Gerong / Plaju. Kabupaten Ogan KOmering Ulu, Ogan Ilir, Ogan Kemering Ilir, Lahat, OKU Timur, Musi Rawas, Muara Enim, OKU Selatan, Banyuasin, Musi Banyuasin, Empat Lawang

Bangka Belitung Meliputi :
Koba, Manggar, Mentok, Pangkal Pinang, Sungailiat, Tanjung Pandan, Toboali, Belinyu, Jebus, Kelapa. Kabupaten Bangka Tengah, Belitung Timur, Bangka Barat, Bangka, Belitung, Bangka Selatan

Bengkulu Meliputi :
Arga Makmur, Bengkulu, Curup, Kaur, Kepahiang, Lebong, Manna, Muko-Muko, Tais. Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kaur, Kepahiang, Lebong, Bengkulu Selatan, Muko-Muko, Seluma

Lampung Meliputi :
Bandar Lampung, Blambangan Umpu, Gedong Tataan, Gunung Sugih, Kalianda, Kota Agung, Kotabumi, Liwa, Menggala, Metro, Sukadana, Bakauheuni, Krui / Pesisir Tengah, Sumber Jaya, Talang Padang, Pringsewu, Bukit Kemuning. Kabupaten Way Kanan, Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Barat, Tulang Bawang, Lampung Timur



Jakarta Meliputi :

Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara

Banten Meliputi :
Baros, Cilegon, Pandeglang, Rangkasbitung, Serang, Tangerang, Tigaraksa, Anyer, Merak, Balaraja, Serpong / BSD. Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang

Jawa Barat Meliputi :
Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cibinong, Cikarang, Cimahi, Cirebon, Depok, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Ngamprah / Cimareme, Purkawarka, Pelabuhan Ratu, Singaparna, Soreang, Subang, Sukabumi, Sumber, Sumedang, Tasikmalaya, Majalaya, Jatilangor, Lembang, Rancaekek, Jatibarang, Kadipaten, Losari, Palimanan, Jatiwangi. Kabupaten Ciamis, Cianjur, Bogor, Bekasi, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Purwakarta, Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Subang, Cirebon, Sumedang

Jawa Tengah Meliputi :
Banjarnegara, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Mungkid, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto / Banyumas, Purwodadi, Purworejo, Rembang, Salatiga, Semarang, Slawi, Sragen, Sukoharjo, Surakarta / Solo, Tegal, Temanggung, Ungaran, Wonogiri, Wonosobo, Ambarawa, Cepu, Bojonegoro, Majenang, Ajibarang, Kartosuro, Bumi Ayu. Kabupaten Banjarnegara, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Magelang, Kudus, Pati, Pemalang, Purbalingga, Banyumas, Grobogan, Purworejo, Rembang, Tegal, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Semarang, Wonogiri, WOnosobo

D.I Yogyakarta Meliputi :
Bantul, Sleman, Wates / Kulon Progo, Wonosari, Yogyakarta, Prambanan. Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul

Jawa Timur Meliputi :
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Caruban, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kepanjen, Trenggalek, Krasaan, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pandaan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Tuban, Tulungagung, Paiton, Wlingi. Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Madiun, Gresik, Jember, Jombang, Malang, Trenggalek, Probolinggo, Lamongan, Lumajang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Tuban, Tulungagung, Blitar

Bali Meliputi :
Amlapura / Karangasem, Bangli, Denpasar, Gianyar, Menguwi / Badung, Negara / Jembrana, Samarapura / Klungkung, Singaraja / Buleleng, Tabanan, Kuta, Nusa Dua, Sanur, Gilimanuk, Ngurahrai, Jimbaran. Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, Badung, Jembrana, Klungkung, Buleleng, Tabanan

Kalimatan Barat Meliputi :
Bengkayang, Ketapang, Mempawah, Nanga Pinoh / Melawi, Ngabang, Pontianak, Putussibau, Sambas, Sanggau, Sekadau Hilir, Singkawang, Sintang, Sungai Raya / Kubu Raya, Teluk Melano, Wajok. Kabupaten Bengkayang, Ketapang, Pontianak, Melawi, Landak, Kapuas Hulu, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Kayong Utara.

Kalimantan Selatan Meliputi :
Amuntai, Banjarbaru, Banjarmasin, Barabai, Batu Licin, Kandangan, Kotabaru, Marabahan, Martapura / Banjar, Paringin / Balangan, Pelaihari, Rantau, Tanjung, Sungai Danau. Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bambu, Hulu Sungai Selatan, Kota Baru, Barito Kuala, Banjar, Balangan, Tanah Laut, Tampir, Tabalong

Kalimantan Tengah Meliputi :
Buntuk, Tamiang Layang, Parukcahu, Muara Teweh, Kasongan, Kuala Kapuas, Kuala Pembuang, Palangkaraya, Pangkalan Bun, PUlang Pisau, Sampit, Sukamara, Lamandau / Nangebulik. Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, Barito Utara, Katingan, Kapuas, Gunung Mas, Seruyan, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Sukamara, Barito Timur

Kalimantan Timur Meliputi :
Balikpapan, Bontang, Malinau, Nunukan, Penajam, Samarinda, Sanggata, Sendawar, Tanah Grogot, Tanjung Redep / Berau, Tanjung Selor, Tarakan, Tenggarong, Teluk Pandan, Sebatik, Palaran, Sanga Sanga, Muara Badak, Loa Kulu. Kabupaten Malinau, Nunukan, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Kutai Barat, Paser, Berau, Bulungan, Kutai Kartanegara

Sulawesi Tengah Meliputi :
Ampana / Tojo Una Una, Banawa / Donggala, Banggai, Bungku / Kolonedale, Buol, Tolitoli, Luwuk, Palu, Parigi, Poso. Kabupaten Tojo Una-Una, Donggala, Banggai Kepulauan, Morowali, Buol, Toli-Toli, Banggai, Parigi Moutong, Poso

Sulawesi Selatan Meliputi :
Banteang, Barru, Belopa, Benteng, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Takalar, Makale, Makassar, Malili, Maros, Masamba, Palopo, Pangkajene, Sidenreng, Pare-Pare, Pinrang, Sengkang, Sinjai, Sungguminasa, Watampone, Watansoppeng, Soroako. Kabupaten Banteang, Bamu, Luwu Utara, Selayar, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Takalar, Tana Toraja, Luwu Timur, Maros, Luwu Utara, Pangkajene, Sidenreng Rappang, Pinrang, Wajo, Sinjai, Goa, Bone, Soppeng

Sulawesi Tenggara Meliputi :
Bau-Bau, Kendari, Kolaka, Lasusua, Pasar Wajo, Raha, Rumbia, Unaaha, Wanggodo / Andolo, Wangi-Wangi / Wakatobi. Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Buton Dan Buton Utara, Muna, Bombana, Konawe, Konewe Utara / Selatan, Wakatobi

Sulawesi Utara Meliputi :
Airmadidi, Amurang, Bitungg, Boroko, Kotamobagu, Manado, Ratahan, Tauna, Tomohon, Tondano. Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bitung, Bolaaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe, Minahasa

Sulawesi Barat Meliputi :
Majene, Mamasa, Mamuju, Pasangkayu, Polewali. Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara, Polewali Mandar

Gorontalo Meliputi :
Gorontalo, Kwandang, Limboto, Marisa, Suwawa, Tilamuta. Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Pahuwato, Bone Bolango, Boalemo

Maluku Meliputi :
Ambon, Dataran Hunimoa, Dobo, Masohi, Namlea, Piru, Saumlaki, Tual. Kabupatan Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara



Maluku Utara Meliputi :

Jailolo, Labuha, Maba, Sanana, Ternate, Tidore, Tobelo, Weda / Soasiu. Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Kepulauan SUla, Halmahera Utara, Halmahera Tengah

Nusa Tenggara Barat Meliputi :
Bima, Dompu, Gerung, Mataram, Praya, Selong, Sumbawa Besar, Taliwang, Woha / Ramba, Batu Hijau. Kabupaten Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima

Nusa Tenggara Timur Meliputi :
Atambua, Baa, Bajawa, Borong, Ende, Kafamenanu, Kalabahi, Kupang, Labuan Bajo, Larantuka, Lewoleba, Maumere, Mbay, Oelamasi, Ruteng, Soe, Tambolaka, Waibakul, Waikabubak, Waingapu. Kabupaten Belu, Rote Ndao, Ngada, Manggarai Timur, Ende, Timur Tengah Utara, Alor, Manggarai Barat, Flores Timur, Lembata, Sikka, Nagekoe, Kupang, Manggarai, Timur Tengah Selatan, Sumba Barat Daya,Sumba Tengah, Sumbat Barat, Sumbat Timur

Papua Barat Meliputi :
Bintuni, Fak-Fak, Kaimana, Monokwari, Rasei, Sorong, Waisai, Timika, Tembaga Pura, Teminabuan. Kabupaten Teluk Bintuni, Fak-Fak, Kaimana, Manokwari, Teluk Wondama, Sorong, Raja Ampat, Mimika, Sorong Selatan

Papua Meliputi :
Agats, Biak, Botawa, Jayapura, Mulia, Merauke, Nabire, Oksibil, Sarmi, Sorendiweri, SUmohai, Timika, Wamena, Waris, Maapi, Paniai / Enarotari, Yapen Waropen / Serui, Sentani, Mamberamo / Bursemo, Boven Digul / Tanah Merah. Kabupaten Asmat, Biak Numfor, Waropen, Puncak Jaya, Merauke, Nabire, Pegunungan Bintang, Sarmi, Supiori, Yahukimo, Mimika, Jayawijaya, Keerom, Maapi, Enarotari, Yapen Waropen, Jayapura, Mamberamo, Boven Digul.



Selama postingan ini masih ada
artinya flashdisk/ kasetnya masih ada..

Kalo pingin beli/order driver, cari atau request software lainnya
silahkan Tanya / tinggalkan WALL di 
 
FACEBOOK Messenger http://m.me/agunkzscreamoBLOG
 
 


WHATSAPP:  ( Pastikan Aplikasi WhatsApp Sudah terinstall )
 
https://api.whatsapp.com/send?phone=62895332273663










 
Like us on Facebook