MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label internasional. Show all posts
Showing posts with label internasional. Show all posts

February 15, 2026

Israel Gunakan Senjata Thermal Yang Dipasok Amerika Untuk Hilangkan Jasad Rakyat Palestina

Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh media Al Jazeera Arabic mengungkap fakta mengerikan terkait agresi militer Israel di Jalur Gaza. Laporan tersebut menuding militer Zionis menggunakan senjata terlarang jenis termal (thermal weapons) dipasok oleh Amerika Serikat, yang menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa.

 


 

Temuan ini menunjukkan tingkat brutalitas yang ekstrem. Senjata tersebut dilaporkan mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celcius saat meledak. Suhu setinggi ini mengakibatkan tubuh manusia hancur seketika atau meleleh sepenuhnya, sehingga tidak meninggalkan jejak jenazah sama sekali untuk diidentifikasi maupun dimakamkan.

Bom Vakum dan Hilangnya 2.842 Warga

Para ahli militer dan saksi mata di lapangan mengaitkan fenomena hilangnya jasad korban dengan penggunaan sistematis senjata thermobaric, yang sering disebut sebagai bom vakum atau aerosol. Penggunaan senjata ini di kawasan padat penduduk sejatinya dilarang keras oleh hukum internasional.

Data dari Pertahanan Sipil di Gaza memperkuat temuan ini. Sejak agresi dimulai pada Oktober 2023, mereka telah mendokumentasikan sebanyak 2.842 warga Palestina yang lenyap tanpa jejak.

"Di lokasi pengeboman, sering kali tidak ditemukan sisa-sisa tubuh selain percikan darah atau serpihan kecil daging," tulis laporan tersebut.

Kisah Yasmin Mahani

Laporan Al Jazeera mengangkat kisah memilukan Yasmin Mahani sebagai salah satu bukti nyata. Pada 10 Agustus 2024, Yasmin dengan putus asa menyusuri puing-puing reruntuhan Sekolah Al-Tabin untuk mencari putranya, Saad, yang menjadi korban serangan.

Namun, pencarian Yasmin berakhir nihil. Ia tidak menemukan satu pun bagian tubuh putranya. Kenyataan pahit bahwa tidak ada jenazah yang bisa dimakamkan menjadi trauma psikologis terberat bagi Yasmin, sebuah penderitaan yang kini dialami oleh ribuan keluarga di Gaza. 

 

Lenyapnya ribuan warga Palestina itu dikaitkan dengan penggunaan senjata bersuhu tinggi oleh Israel, yang diduga mampu membuat jaringan tubuh manusia menguap tanpa meninggalkan jejak.

Penyelidikan ini, seperti dilaporkan Al Jazeera dan dilansir Anadolu Agency, Jumat (13/2/2026), tertuang dalam laporan investigasi khusus Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story" yang ditayangkan pada Senin (9/2) waktu setempat.

 

Dalam laporannya yang mengutip data yang dikumpulkan oleh tim pertahanan sipil Gaza sejak awal perang pada Oktober 2023, Al Jazeera menyebut bahwa investigasi khusus mereka mendokumentasikan sedikitnya 2.842 warga Palestina diklasifikasikan "evaporated" atau "menguap", tanpa meninggalkan sisa-sisa selain percikan darah atau fragmen kecil daging.

Menurut Al Jazeera bahwa angka tersebut didasarkan pada dokumentasi lapangan di Jalur Gaza, dan bukan angka perkiraan.

Juru bicara otoritas pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal mengatakan kepada Al Jazeera bahwa timnya menggunakan "metode eliminasi" di lokasi-lokasi serangan, yakni membandingkan jumlah penghuni yang diketahui di dalam bangunan yang dihantam serangan dengan jumlah jenazah yang ditemukan setelahnya.

"Jika sebuah keluarga memberi tahu kami bahwa ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga mayat utuh, kami menganggap dua sisanya sebagai 'menguap' hanya setelah pencarian menyeluruh tidak menghasilkan apa pun selain jejak biologis -- percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperi kulit kepala," jelasnya.

Keterangan salah satu warga Palestina, Yasmin Mahani, menyebutkan bahwa dirinya tidak dapat menemukan jenazah putranya, Saad, setelah dia melakukan pencarian intens di reruntuhan sekolah al-Tabin di area Gaza City yang hancur akibat gempuran Israel pada 10 Agustus 2024 lalu.

"Saya masuk ke dalam masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah," tutur Mahani kepada Al Jazzera Arabic.

Dia mencari di sejumlah rumah sakit dan kamar mayat selama berhari-hari. "Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian paling sulit," ucap Mahani, yang merupakan salah satu dari ribuan warga Palestina yang anggota keluarganya "lenyap" usai serangan Israel.

Para pakar dan saksi mata yang dikutip Al Jazeera menghubungkan fenomena ini dengan penggunaan secara sistematis amunisi termal dan termobarik, yang dipasok Amerika Serikat (AS) namun dilarang secara internasional, oleh militer Israel.

Amunisi itu sering disebut sebagai bom vakum atau bom aerosol, yang mampu menghasilkan suhu melebihi 3.500 derajat Celsius.

Beberapa tipe amunisi pasokan AS yang digunakan oleh Israel di Jalur Gaza, menurut laporan Al Jazeera, mencakup bom MK-84, bom penghancur bunker BLU-109, dan bom luncur presisi GBU-39.

Pakar militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa senjata termobarik tidak hanya membunuh, melainkan melenyapkan materi. Tidak seperti bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan awan bahan bakar yang menciptakan bola api yang sangat besar dan efek vakum.

Fatigarov menyebut bom MK-84 buatan AS yang berbobot 900 kilogram dan berisi tritonal, mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius.

Sedangkan BLU-109 penghancur bunker, mampu menciptakan bola api besar di dalam ruang tertutup, membakar habis segala sesuatu yang berada dalam jangkauannya. Laporan investigasi Al-Jazeera menyebut bom ini digunakan dalam serangan Israel di Al-Mawasi, Jalur Gaza, pada September 2024.

Bom GBU-39, menurut laporan Al Jazeera, digunakan dalam serangan di Sekolah Al-Tabin. Fatigarov menyebut GBU-39 mampu "membunuh melalui gelombang tekanan yang merusak paru-paru dan gelombang termal yang membakar jaringan lunak". Otoritas tim pertahanan sipil Gaza mengonfirmasi temuan serpihan GBU-39 di lokasi-lokasi tempat warga Palestina dinyatakan "lenyap".

Menanggapi laporan tersebut, pakar hukum menilai penggunaan senjata tanpa pandang bulu ini tidak hanya melibatkan Israel, tetapi juga negara Barat yang memasoknya. "Ini adalah genosida global, bukan hanya genosida oleh Israel," sebut pengacara dan dosen Georgetown University di Qatar, Diana Buttu. 

 

 


 

 

 



references by metrotvnews, detik

 

June 22, 2025

Amerika Serikat Akhirnya Ikut Campur Perang Iran Israel

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, militer Amerika menyerang tiga lokasi di Iran. Hal ini sekaligus sebagai upaya dukungan Amerika terhadap Israel. Dalam pidatonya, Donald Trump mengatakan lokasi nuklir utama Iran telah dihancurkan sepenuhnya oleh serangan Amerika. Trump memperingatkan Iran agar tidak membalas serangan Amerika, dan mengatakan Iran punya pilihan antara perdamaian atau tragedi. 



Trump juga mengatakan bahwa ia tidak akan ragu untuk menyerang target lain di Iran, jika perdamaian tidak segera terwujud di Timur Tengah. 

Dari pihak Iran juga sudah memberikan respons terhadap serangan Amerika Serikat, yang mengartikan bahwa Amerika Serikat kini resmi bergabung dengan Israel untuk menyerang Iran. 

Dengan kondisi yang semakin complicated ini, ditanggapi oleh Iran bahwa pihak Iran mengatakan akan mulai menyerang Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Iran mengatakan, semua pangkalan Amerika Serikat yang berada dalam jangkauan Iran akan menjadi target berikutnya. 



Amerika Serikat menyerang Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi waktu Indonesia barat. AS telah bergabung dengan Israel dalam serangan yang diklaim dimaksudkan untuk melumpuhkan fasilitas nuklir Iran tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan AS tersebut, Sabtu (21/6) petang waktu Washington atau Minggu pagi WIB.

”Kami telah dengan sangat sukses menyerang tiga lokasi fasilitas nuklir Iran, termasuk Fordo, Natanz, dan Esfahan,” ujar Trump melalui unggahan di akun media sosialnya. ”Seluruh pesawat (penyerang) kini sudah berada di luar wilayah udara Iran. Bom dalam jumlah besar telah dijatuhkan di lokasi nuklir utama Fordow.”

Kantor Berita Iran, IRNA, mengutip Akbar Salehi, Deputi Gubernur Isfahan yang menangani urusan keamanan, membenarkan adanya serangan di sekitar lokasi fasilitas nuklir Iran, tetapi tidak menerangkan lebih detail. Pejabat lain mengonfirmasi serangan ditargetkan ke fasilitas nuklir bawah tanah Fordo.

Trump menyebutkan, serangan ke Iran itu sebagai momen historik bagi Amerika Serikat, Israel, dan bagi dunia. ”Iran sekarang pasti setuju untuk mengakhiri perang ini. Terima kasih!” tulisnya dalam pernyataan terpisah yang diunggah berikutnya.

Sebelumnya pada Sabtu pagi, dilaporkan bahwa pesawat pengebom B-2 yang mampu membawa bom penembus bunker terpantau terbang keluar dari AS, melintasi pasifik.

Amerika Serikat menyerang Iran dengan pesawat pengebom dan kapal selam. Setidaknya 30 rudal Tomahawk dan setidaknya 14 bom GBU-57 ditembakkan ke Iran.


Pesawat pengebom B-2 terbang di atas Monumen Washington pada peringatan Kemerdekaan AS, 4 Juli 2020, di Washington DC. Pesawat ini mampu mengangkut bom yang digadang-gadang dapat menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran.

Serangan AS ke Iran dilancarkan pada Minggu (22/6/2025) dini hari. Waktu serangan AS sama dengan waktu serangan Israel ke Iran pukul 03.00 waktu setempat.

AS menerbangkan enam pesawat pengebom B-2 dari pangkalan di Missouri, AS. Pesawat itu terbang 37 jam tanpa henti dan didampingi tanker udara untuk isi ulang bahan bakar sembari tetap terbang 

 

Namun, Gedung Putih dan Pentagon belum mengelaborasi lebih jauh apakah pesawat ini dan bom penembus bunker berbobot 13,6 ton yang dibawanya digunakan dalam serangan AS ke Iran ini.

Pada Kamis (19/6/2025) lalu, Gedung Putih mengumumkan, Trump akan menanti dua pekan lagi untuk memutuskan apakah AS akan bergabung dengan Israel menyerang Iran atau tidak. Alasannya, memberi waktu untuk mencari solusi diplomatik.

Bersamaan dengan itu, Iran kembali ke meja diplomasi dengan negara-negara Eropa di Geneva, Swiss, terkait dengan program nuklirnya. Trump sempat memberi respons positif atas perkembangan diplomasi tersebut. 

 Kepada reporter, Jumat, Trump mengatakan bahwa ia tidak berminat membawa pasukan darat AS untuk menyerbu Iran. ”Itu hal terakhir yang ingin dilakukan,” ujarnya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengingatkan, Rabu (18/6), keterlibatan langsung AS dalam serangan Israel ke Iran akan menimbulkan ”kerusakan yang tidak dapat diperbaiki” bagi AS ataupun Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei kemudian menambahkan, intervensi AS akan mengobarkan perang besar di kawasan.

Merespons hal itu, Sabtu (21/6), milter Israel menyatakan, mereka telah mempersiapkan kemungkinan perang dalam jangka waktu panjang.

Kemungkinan perang meluas juga diperkuat pernyataan kelompok Houthi di Yaman untuk menyerang kapal perang AS di Laut Merah jika pemerintahan Trump bergabung dengan Israel menyerang Iran. Sebelumnya, Houthi menghentikan serangan sejak Mei lalu karena kesepakatan dengan AS. (AP)

 


 

 

Konflik di Timur Tengah kini makin panas setelah keterlibatan langsung Amerika Serikat (AS) pada Juni 2025, yang telah mengubah dinamika perang Israel-Iran secara drastis 

 

 


Iran Tegaskan Seluruh Personel AS Sah Jadi Target Serangan

  Iran bersumpah akan melakukan pembalasan cepat pada Ahad dini hari 22 Juni 2025 menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap program nuklir Iran.

"Setiap warga negara Amerika atau personel militer di kawasan itu sekarang menjadi sasaran," kata seorang komentator di media pemerintah Iran.

 

"Perang dimulai sekarang juga", Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), cabang militer utama Teheran, mengatakan pada Ahad dini hari seperti dilansir Euronews. Hal ini diucapkan setelah pasukan AS menyerang tiga lokasi nuklir di Iran, menurut Presiden AS Donald Trump.

 Pada hari-hari dan pekan-pekan menjelang serangan itu, para pemimpin Iran telah berulang kali memperingatkan akan adanya pembalasan jika serangan itu terjadi.

"Semua pangkalan AS berada dalam jangkauan kami dan kami akan dengan berani menargetkan mereka," kata Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh pada 11 Juni.

 

Hal ini semakin meningkatkan apa yang telah menjadi pertukaran serangan rudal dan pesawat tak berawak oleh Iran dan Israel sejak Jumat lalu, sekarang meningkat melampaui konflik menjadi perang besar-besaran di Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pihaknya meningkatkan status siaga lebih jauh, membatalkan semua "kegiatan pendidikan, pertemuan, dan tempat kerja, kecuali untuk sektor-sektor penting."

Keputusan Trump untuk melibatkan AS secara langsung muncul setelah lebih dari seminggu serangan Israel terhadap Iran yang bertujuan untuk secara sistematis membasmi pertahanan udara dan kemampuan militer ofensif negara itu, sambil merusak fasilitas pengayaan nuklirnya.

Pada Sabtu, beberapa pesawat pembom B-2 AS tampak mengudara dan menuju ke barat dari AS.

Pembom B-2 adalah satu-satunya pesawat yang membawa bom penghancur bunker yang lebih besar.

Selain serangan darat atau bahkan serangan nuklir, fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Fordow milik Iran dianggap berada di luar jangkauan semua kecuali bom penghancur bunker Amerika.

Baik pejabat AS maupun Israel mengatakan bahwa pesawat pembom siluman Amerika dan bom penghancur bunker seberat 15.000 kilogram yang dapat mereka bawa sendiri menawarkan peluang terbaik untuk menghancurkan situs-situs yang dijaga ketat yang terhubung dengan program nuklir Iran yang terkubur jauh di bawah tanah.

Bom-bom penghancur bunker tersebut diyakini mampu menembus sekitar 60 meter di bawah permukaan sebelum meledak. Bom-bom tersebut dapat dijatuhkan satu demi satu, yang secara efektif akan mengebor semakin dalam dengan setiap ledakan berikutnya.

Namun, situs nuklir Fordow mungkin terkubur dalam, dengan beberapa bagiannya mencapai ratusan meter di bawah permukaan, menurut laporan. 

 

 

Amerika Serikat Ikut Bantu Israel Serang Iran, Putin Siap Turun Tangan

 

Presiden Rusia Vladimir Putin berupaya bakal membantu rakyat Iran di tengah agresi Israel dan campur tangan Amerika Serikat (AS), yang menyerang situs nuklir Negeri Para Mullah itu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, bahwa Presiden Putin dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mendiskusikan perkembangan di Timur Tengah secara rinci, dengan fokus khusus mengarahkan situasi regional menuju resolusi damai.

“Sedang melakukan upaya untuk memberikan bantuan kepada rakyat Iran,” kata Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dilansir dari Sky News, Senin (23/6/2025).

Ia juga menilai, serangan terhadap Iran tidak memiliki dasar dan pembenaran. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, orang nomor satu di Federasi Rusia itu menyesalkan tindakan militer Israel dan Amerika Serikat.

“Dalam pertemuan mereka hari ini, Putin mengutuk ‘agresi tak beralasan’ terhadap Iran,” ujar Dmitry Peskov.

Militer Israel melancarkan serangan ke wilayah Teheran sejak 13 Juni 2025. Iran kemudian membalas gempuran tersebut. Banyak korban jiwa berjatuhan dari kedua belah pihak.

Situasinya semakin memanas, setelah AS membombardir pusat nuklir Iran pada, Minggu (22/6/2025) waktu setempat. Ada tiga lokasi yang diserang yaitu Natanz, Fordow, dan Isfahan. Iran tengah mempertimbangkan membalas serangan tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, serangan terhadap Israel bakal terus dilakukan menyusul keterlibatan Amerika Serikat yang membantu negeri Zionis melawan Negeri Para Mullah.

“Hukuman terus berlanjut (terhadap Israel),” ucap Ayatollah Ali Khamenei terpisah dalam akun media sosial X pribadinya @khamenei_fa, Senin (23/6/2025). 

 

 Iran Siapkan Serangan Balasan

Sementara itu pihak Iran mengutuk serangan Amerika kepada mereka. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi. Ia menyebut, atas serangan ini, Iran berhak untuk mempertahankan kedaulatan mereka. Abbas menyebut, berdasarkan Piagam PBB Iran berhak dan sah untuk membela diri, Iran memiliki semua pilihan untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya.

Abbas juga menyebut jika Amerika adalah pihak yang menghianati diplolmasi. Seperti dikutip detikcom dari CNN, Abbas menyebut jika serangan itu merupakan pelanggaran piagam PBB dan hukum internasional, dan bahwa pemerintah Paman Sam "memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi serius dan dampak buruk dari kejahatan keji ini."

Antisipasi Balasan Iran, New York hingga Ibu Kota AS Siaga Tingkat Tinggi

Warga Amerika Serikat kini khawatir akan serangan dadakan dari Iran, Kota-kota besar di Amerika Serikat (AS) mulai dari New York City, Los Angeles, hingga ibu kota Washington DC berada dalam kondisi siaga tinggi setelah AS membombardir fasilitas nuklir Iran. Teheran telah bersumpah akan membalas serangan Washington tersebut.

Laporan media AS Fox News, seperti dilansir Economic Times dan Business Today, Senin (23/6/2025), menyebut keamanan ditingkatkan di tempat-tempat keagamaan dan kebudayaan yang ada di ketiga kota besar itu setelah serangan AS memicu kekhawatiran akan serangan balasan Iran di tanah Amerika.

 "Demi kewaspadaan yang tinggi, kami mengerahkan sumber daya tambahan ke lokasi keagamaan, budaya, dan diplomatik di seluruh NYC (Kota New York) dan berkoordinasi dengan mitra-mitra federal kami. Kami akan terus memantau potensi dampak apa pun terhadap NYC," imbuh NYPD dalam pernyataannya.

Tak lama setelah NYPD, Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD) di Washington DC merilis pernyataan serupa.

"Departemen Kepolisian Metropolitan memantau dengan saksama peristiwa di Iran," demikian bunyi pernyataan MPD.

"Kami secara aktif berkoordinasi dengan mitra penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal untuk berbagai informasi dan memantau intelijen guna membantu melindungi para penduduk, bisnis, dan pengunjung di Distrik Columbia," ujar MPD dalam pernyataannya.

MPD menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada ancaman yang diketahui terhadap Washington DC, namun akan menambah kehadiran personel di lembaga-lembaga keagamaan di seluruh kota tersebut.

 

Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, dalam pernyataan terpisah via media sosial X mengatakan bahwa setelah pengeboman di Iran, otoritas kota Los Angeles "memantau dengan saksama setiap ancaman terhadap keselamatan publik".

Bass meyakinkan kepada warganya bahwa tidak ada ancaman nyata, namun dia menekankan bahwa Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) meningkatkan patroli di "tempat ibadah, tempat berkumpul masyarakat, dan tempat tempat sensitif lainnya". 

 

PIALA DUNIA 2026 TERANCAM

 

Faktor keamanan usai Amerika Serikat bantu Israel dalam menyerang Iran bisa jadi akan ada aksi balasan pada gelaran FIFA tersebut.  

Sejak 1970-an, Iran membangun pengaruh di Timur Tengah melalui jaringan sekutu yang dikenal sebagai "Axis of Resistance" (Poros Perlawanan), dengan tujuan menandingi dominasi AS dan Israel. 

Selain itu, Iran juga merupakan bagian dari jaringan negara-negara global seperti China, Rusia, dan Korea Utara.

Dalam hal ini, Iran merupakan negara yang memiliki sekutu di level regional maupun global. Sekutu regional Iran

Jaringan sekutu yang dikenal sebagai "Axis of Resistance" ini mencakup Hizbullah, Houthi, kelompok milisi di Irak, serta Hamas di Gaza dan Tepi Barat. 

Mereka kerap memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran atau afiliasinya akan dibalas dengan keras. 

Namun, dalam dua tahun terakhir, kekuatan poros ini mulai melemah, seiring dengan bergesernya sejumlah sekutu Iran dari posisi strategis di kawasan.

Pakar keamanan dan dosen di King’s College London, Andreas Krieg menilai, hubungan antara Iran dan jaringan sekutunya kian rapuh. 

Ia menggambarkan bahwa aliansi yang dulu dikenal sebagai "poros" kini lebih menyerupai jaringan longgar, di mana masing-masing pihak sibuk mempertahankan eksistensinya sendiri.

 

Sekutu global Iran

Iran juga tergolong dalam kelompok informal yang dikenal sebagai "CRINK", akronim dari China, Rusia, Iran, dan Korea Utara. 

 

 UPDATE 2026

 

 

3 Serangan dan 3 Lokasi dalam 60 Detik di Iran 

 Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan serentak ke Iran. Presiden Trump menyebutnya sebagai “operasi tempur besar.” Pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah pejabat militer dilaporkan tewas. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke beberapa negara di Asia Barat yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

 


Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) dari udara ternyata tidak hanya menewaskan Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga puluhan pejabat militer di pemerintahan Iran. 

Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Panglima Angkatan Darat Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour, Kepala Biro Militer Mohammad Shirazi, dan penasihat Khamenei untuk urusan keamananan, Ali Shamkhani, juga dilaporkan tewas. Media pemerintah Iran menyebutkan, lebih dari 200 orang telah tewas, termasuk 165 siswi saat sekolah tersebut terkena rudal.

 

https://web.facebook.com/reel/932604112584050 

 

Ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran meningkat tajam setelah serangan udara dan rudal gabungan AS–Israel terhadap berbagai target di Iran diikuti oleh serangan balasan besar‑besaran oleh Iran. Konflik ini telah menyebabkan jumlah korban jiwa dan luka yang signifikan, dampak langsung terhadap sekolah, rumah sakit termasuk Gandhi Hospital di Tehran, bandara, dan infrastruktur sipil lainnya, serta memicu penutupan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.

Kronologi Konflik

Pada 28 Februari 2026, militer AS dan Israel melancarkan serangan udara dan rudal yang menarget pangkalan militer, fasilitas pertahanan, serta struktur kepemimpinan Iran dalam operasi militer bersama yang disebut Operation Lion’s Roar. Serangan ini memicu balasan dari Iran yang melancarkan gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, dan negara sekutu di kawasan Teluk sebagai respons atas agresi tersebut.

Jumlah Korban Terbaru

Berdasarkan data Palang Merah Iran, catatan korban akibat serangan AS dan Israel di Iran adalah sekitar 201 orang meninggal dan 747 lainnya luka‑luka di berbagai provinsi, termasuk efek serangan yang menghantam area pemukiman sipil.

Sebuah insiden tragis terjadi ketika serangan menghantam sekolah dasar putri di Minab, Iran, yang menyebabkan puluhan sampai ratusan korban meninggal dan luka‑luka di antara para siswa.

Dalam serangan balasan Iran, rudal Iran menghantam kawasan Tel Aviv di Israel yang menyebabkan korban meninggal dan puluhan luka‑luka di antara warga sipil, sementara serangan Iran juga menimbulkan korban di bandara dan fasilitas umum di negara Teluk seperti Uni Emirat Arab.

Laporan Meninggalnya Pemimpin Iran dan Mantan Presiden Iran

Media pemerintah Iran dan sejumlah laporan internasional telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal akibat serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya di Tehran. Khamenei, yang menjabat sejak 1989, dikabarkan meninggal bersama beberapa pejabat dan anggota keluarganya setelah serangan tersebut.

Beberapa laporan media lokal juga menyebutkan bahwa mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad turut meninggal dalam serangan di Tehran, namun informasi ini masih berkembang dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas internasional.

Kerusakan Fasilitas Umum

Sekolah:


 

Serangan menyebabkan kerusakan besar pada sekolah dasar putri di Minab, Iran, dengan bangunan hancur dan korban meninggal serta luka‑luka di antara anak-anak sekolah.

 


 

 

Rumah Sakit – Termasuk Gandhi Hospital Tehran:

Laporan dari media dan saksi mata menunjukkan kerusakan signifikan pada Gandhi Hospital di Tehran akibat dampak serangan udara. Bangunan rumah sakit rusak, pasien dievakuasi, dan operasi medis terganggu karena ledakan serta reruntuhan di area fasilitas kesehatan tersebut.

Bandara dan Transportasi:

Serangan juga berdampak pada fasilitas bandara sipil di kawasan Teluk, termasuk kerusakan pada terminal bandara di Abu Dhabi dan Dubai, dengan pembatalan penerbangan dan gangguan layanan akibat kondisi keamanan.

Infrastruktur Sipil Lainnya:

Ledakan rudal balasan Iran juga menghantam perumahan dan bangunan sipil di kawasan Israel, menyebabkan kerusakan dinding, kaca pecah, dan gangguan operasional fasilitas umum.

Penutupan Selat Hormuz dan Dampak Global

Sebagai respons terhadap serangan militer ini, Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa kondisi keamanan di Selat Hormuz membuat jalur pelayaran strategis ini ditutup, dengan peringatan kepada kapal-kapal agar tidak melewati selat. Penutupan ini berdampak besar terhadap perdagangan minyak dan gas global karena Selat Hormuz merupakan jalur transit penting bagi pasokan energi dunia.

Dampak dan Reaksi Internasional

Konflik ini mendorong reaksi luas dari negara-negara di dunia, termasuk seruan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara besar untuk menghentikan permusuhan dan mencari solusi diplomatik agar perang tidak berlanjut menjadi konflik regional yang lebih besar. Gangguan pada pasokan energi dan pasar global mempertegas dampak konflik pada ekonomi dunia.

 

 

SERANGAN BALASAN IRAN 

 


Humas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan, tengah menjalankan serangan balasan gelombang 3 dan 4 dengan mentargetkan 14 posisi militer Amerika.

Serangan dalam dua gelombang sekaligus itu sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026) kemarin dengan sandi "True Promise 4".

Serangan rudal dan drone Iran itu signifikan terhadap instalasi militer di seluruh Asia Barat dan target di Israel sepanjang hari Sabtu. 

Balasan itu dilakukan  tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap situs-situs di Iran.

Sumber-sumber di IRGC mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim, bahwa Operasi "True Promise 4" itu sejauh ini telah menargetkan 14 posisi militer Amerika di wilayah tersebut, termasuk pusat operasional utama di negara-negara Teluk Persia dan fasilitas angkatan laut utama. Angkatan Darat (Artesh) juga ikut serta dalam serangan tersebut. 

Respons terkoordinasi Iran, yang diumumkan kurang dari dua jam setelah serangan awal terhadap Iran, menunjukkan jangkauan operasional yang diperluas, menyerang aset Israel dan Amerika yang membentang dari Semenanjung Arab hingga Levant.

Meskipun konfirmasi resmi masih terbatas, gambar-gambar menunjukkan bahwa rudal dan drone Iran telah menyerang beberapa pos militer penting AS.

Pangkalan Amerika Serikat yang menjadi sasaran itu meliputi: 

- Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar: Digambarkan sebagai pangkalan AS terbesar di Asia Barat dan markas besar terdepan untuk Komando Pusat AS (CENTCOM). Iran pernah menyerang lokasi ini sebelumnya saat konflik Juni 2025. Kali ini, menurut pernyataan resmi IRGC, Iran berhasil menghancurkan sistem radar FP-132 yang canggih yang bermampuan melacak rudal balistik hingga lebih dari 5.000 kilometer jauhnya.

 

 

- Pangkalan Udara Al Dhafra, UEA: Pusat militer AS yang penting di dekat Abu Dhabi, terletak strategis dekat dengan Selat Hormuz. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Dubai.

- Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti, Yordania: Terletak di timur laut Amman, pangkalan ini baru-baru ini ditekankan oleh analis militer sebagai area pementasan utama untuk operasi AS di wilayah tersebut karena posisinya yang relatif terlindungi.

- Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait: Disebutkan terutama karena perannya sebagai pusat logistik dan transportasi utama bagi pasukan AS di Asia Barat.

- Naval Support Activity (NSA) Bahrain: Markas besar Armada Kelima AS di Manama juga terkena rudal Iran.

Selain itu, humas IRGC juga menyatakan, bahwa sebuah Kapal Pendukung Tempur (MST) AS mengalami kerusakan parah akibat tembakan rudal.

Operasi tersebut juga meluas ke wilayah pendudukan. Laporan dan gambar yang beredar di media sosial diduga menunjukkan dampak rudal Iran di Haifa, Tel Aviv, dan wilayah Galilea utara. 

Israel telah memberlakukan sensor ketat terhadap liputan perang, melarang media Israel dan internasional untuk merekam dampak serangan Iran tanpa izin.

Sumber media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa seorang jurnalis telah ditangkap karena merekam kerusakan akibat serangan rudal Iran di wilayah pendudukan.

Dalam sebuah pernyataan, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, mengatakan Operasi "True Promise 4" akan berlanjut tanpa batas.

 

IRGC: 650 Lebih Tentara AS Tewas dalam Serangan Balasan Iran

Militer Iran, Korps Garada Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim serangan perlawanan terhadap penjajah Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) menewaskan sebanyak 680 personel militer musuh. Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan, 650 di antaranya adalah personel militer AS.

IRGC memastikan akan terus melakukan perlawanan atas setiap agresi dan serangan oleh duet Zionis-AS terhadap Iran. “Dalam dua hari pertama perang, 650 tentara Amerika tewas, ataupun terluka,” kata Naeni seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (4/3/2026).

Perang Iran dimulai pada Sabtu (28/2/2026), ketika AS dan sekutu Zionisnya menyerang dengan sandi operasi ‘Epic Fury’ dan ‘Roaring Lion’. Iran bertahan dan melakukan perlawanan melalui operasi ‘al-Wa’d al-Sadiq-4’, atau ‘the True Promises-4’.

Menggunakan drone serbu dan berbagai jenis rudal, Iran menyerang wilayah penjajahan Israel di Tanah Palestina. Iran juga menggempur pangkalan militer AS yang tersebar di negara Teluk Arab. Termasuk membombardir aset-aset pemerintahan AS di Uni Emirate Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan juga Yordania.

Di Tel Aviv, serangan balasan Iran berhasil menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, markas angkatan darat zionis, dan kementerian perang di Hakirya, Petah Tikva, sampai ke Haifa. 

Sedangkan di Bahrain, Naeni menyampaikan, drone dan rudal Iran berulang kali menyerang markas armada kelima angkatan laut AS. “Dan dalam salah satu serangan itu, menewaskan atau melukai 160 personel Amerika,” kata Naeni.

Militer Iran juga sempat melancarkan serangan terhadap kapal induk AS Abraham Lincoln yang berada di jarak sekitar 250 Km dari lepas pantai Chabahar, Iran. Baru-baru ini, militer Iran, mengirimkan drone peledak dan rudal ke Kompleks Kedutaan AS di Riyad, Arab Saudi. Serangan itu menghancur leburkan markas Intelijen Luar Negeri AS (CIA).

Di Qatar, balasan Iran menyasar aset-aset AS, terutama terkait kilang bahan bakar minyak serta gas cair. Serangan Iran memaksa Qatar menyatakan keadaan darurat dan menghentikan eksplorasi dan gas yang menggangu pasokan ke belahan Eropa.

Militer Iran, juga menutup total Selat Hormuz, kawasan laut yang menjadi pintu gerang lalu lintas pasokan bahan bakal minyak dari kawasan Teluk Arab ke dunia. Penutupan selat itu pun mulai mengganggu pasokan bahan bakar dunia.

Sementara itu, dari catatan Bulan Sabit Merah Iran di Teheran, agresi serangan Zionis-AS ke negara itu telah membuat kematian di atas 1.000 jiwa. Kebanyakan dari kalangan sipil, termasuk kematian  anak sekolah yang kini viral di seluruh dunia.

 

Iran bebaskan kapal laut melintasi selat Hormuz dengan syarat mengusir duta besar Amerika dan Israel yg ada di negaranya

Pemerintah Iran memperingatkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz agar meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Peringatan itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Hal ini dikatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei. Ia meminta kapal tanker dan seluruh aktivitas pelayaran di wilayah tersebut harus berhati-hati selama situasi keamanan masih belum stabil.

"Selama situasinya tidak aman, saya pikir semua kapal tanker, semua navigasi maritim, harus sangat berhati-hati," ujarnya, seperti dikutip CNBC International, Selasa (10/3/2026).

Baghaei juga membela serangan Iran terhadap sejumlah target di kawasan Teluk, yang menurutnya merupakan bentuk pembelaan diri. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pangkalan militer AS di wilayah tersebut sah secara hukum internasional.

 

"Apa yang kami lakukan terhadap pangkalan dan aset militer milik para agresor terhadap Amerika Serikat di kawasan ini adalah sah menurut hukum internasional," kata Baghaei.

Ketegangan geopolitik tersebut turut mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah dilaporkan melonjak menembus US$100 (sekitar Rp1,69 juta) per barel. Lonjakan ini terjadi setelah jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia, terganggu oleh konflik.

Baghaei juga menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan AS dan Israel. Menurutnya, Teheran telah mempersiapkan berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk seperti invasi darat.

Di tengah situasi tersebut, Iran juga memasuki babak baru kepemimpinan nasional. Baghaei menyatakan rakyat dan institusi negara akan bersatu di bawah pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, yang baru saja ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama perang.

"Lembaga negara, rakyat, dan pemerintah semuanya telah menunjukkan bahwa mereka akan bersatu di sekitar kepemimpinan baru," ujarnya.

Ia juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan campur tangan dalam penentuan kepemimpinan Iran. Baghaei menolak keras gagasan tersebut dan menegaskan bahwa hanya rakyat Iran yang berhak menentukan pemimpin serta sistem pemerintahannya tanpa campur tangan pihak luar.

 Lebih dari 20 persen aktivitas ekspor minyak dan gas alam cair global berlangsung di Selat Hormuz. Selat ini berfungsi sebagai jalur utama untuk ekspor minyak bumi dari Iran, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Ekspor tersebut terfokus secara geografis, sekitar empat perlima dikirim ke negara-negara pengimpor di Asia, terutama China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Tetapi volume pasokan memiliki dampak yang besar pada harga di seluruh dunia karena elastisitas harga produk minyak bumi yang rendah.

Bersama dengan Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Hindia ke Samudra Pasifik, Selat Hormuz adalah salah satu titik minyak paling vital dalam perekonomian dunia. Penutupan Selat Hormuz akan mengganggu sekitar seperlima perdagangan minyak global dalam semalam dan harga tidak hanya akan melonjak, tetapi akan meroket tajam hanya karena ketakutan

 

 

Salah satu dampak paling serius dari konflik ini adalah terhentinya lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Selat strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional tersebut biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari, atau sekitar 20% dari total pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut.

Namun data dari perusahaan analisis energi Vortexa menunjukkan sekitar 16 juta barel minyak per hari kini tertahan di belakang selat tersebut dan tidak bisa masuk ke pasar global.

Strategis dari Macquarie, Vikas Dwivedi, memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz bisa berdampak besar terhadap pasar energi global.

Ia mengatakan,“Beberapa minggu penutupan Selat Hormuz akan memicu efek domino yang bisa mendorong harga minyak hingga USD150 per barel atau lebih.”

Konflik yang awalnya berfokus pada upaya menghancurkan fasilitas nuklir Iran kini telah meluas menjadi perang yang melibatkan banyak negara di Timur Tengah.

Bandara, gedung apartemen, pangkalan militer, serta berbagai infrastruktur di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan drone dari Iran.

Sementara itu, langit di atas Iran sempat dipenuhi asap setelah depot bahan bakar di dekat Teheran dan Karaj terkena serangan udara pada akhir pekan.

Kilang Minyak Diserang, Produksi Mulai Dipangkas

Konflik juga mulai menyasar infrastruktur energi penting di kawasan Timur Tengah, yang semakin memperparah gangguan rantai pasok energi global.

Beberapa fasilitas energi yang terdampak antara lain:

  • Kilang Bapco Energies di Bahrain dilaporkan diserang.
  • Kilang Ras Tanura di Arab Saudi terpaksa menghentikan operasional.
  • Kompleks Ras Laffan LNG di Qatar menyatakan kondisi force majeure.

Selain itu, kapal tanker minyak di Teluk Persia juga menjadi sasaran serangan rudal dan drone. Garda Revolusi Iran bahkan mengancam akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz, meskipun mereka secara resmi menyatakan jalur tersebut masih “terbuka”.

Akibat terbatasnya jalur distribusi, sejumlah negara produsen mulai mengurangi produksi minyak.

Menurut laporan Bloomberg, Irak telah memangkas sekitar 60% produksi minyaknya, sementara Kuwait juga mulai menutup sebagian produksi.

Dampak Sudah Mulai Dirasa

Analis dari JPMorgan memperkirakan jika Selat Hormuz tetap tidak bisa dilalui:

Pemangkasan produksi bisa mencapai 3,3 juta barel per hari pada hari ke-8

  • Naik menjadi 3,8 juta barel per hari pada hari ke-15
  • Hingga 4,7 juta barel per hari pada hari ke-18

Ketegangan juga merembet ke infrastruktur sipil. Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sebuah pabrik desalinasi besar rusak akibat serangan drone Iran. Fasilitas tersebut sangat penting karena menyediakan air minum bagi masyarakat di kawasan Timur Tengah.

Lonjakan harga minyak kini juga mulai dirasakan masyarakat Amerika Serikat. Rata-rata harga bensin nasional pada Minggu tercatat USD3,45 per galon, naik sekitar 15% dibandingkan USD2,98 per galon sepekan sebelumnya.

Ekonom Goldman Sachs memperingatkan jika harga minyak bertahan di sekitar USD100 per barel, inflasi global bisa meningkat sekitar 0,7 poin persentase, sementara pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi melambat sekitar 0,4 poin persentase.

 




 

Pakistan Jadi Tuan Rumah Perundingan Gencatan Senjata AS-Iran 10 April


Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa negaranya akan menjadi tuan rumah bagi perundingan lebih lanjut antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membahas gencatan senjata yang disepakati pekan ini. Perundingan lanjutan itu akan digelar pada 10 April mendatang di Islamabad.

Sharif, yang menjadi mediator gencatan senjata, seperti dilansir AFP dan CNN, Rabu (8/4/2026), menyatakan menyambut baik pengumuman gencatan senjata yang disampaikan Presiden AS Donald Trump dan pernyataan serupa yang dirilis oleh otoritas Iran.

Dia mengundang delegasi Washington dan Teheran untuk hadir di Islamabad pada Jumat (10/4) mendatang guna "menyelesaikan semua perselisihan".

 "Saya menyambut dengan hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemimpin kedua negara, dan mengundang delegasi-delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan yang konklusif untuk menyelesaikan semua perselisihan," kata Sharif dalam pernyataan via media sosial X pada Rabu (8/4).

Pakistan, yang menjalin hubungan dekat dengan Trump dan sangat memperhatikan perkembangan situasi di Iran, negara tetangganya, muncul sebagai penengah perdamaian dan saluran penyampaian pesan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami sangat berharap, bahwa 'Perundingan Islamabad' berhasil mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan dan ingin berbagi lebih banyak kabar baik di hari-hari mendatang," ucap Sharif dalam pernyataannya.

Baik AS maupun Iran telah mengatakan mereka menyetujui gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump untuk serangan besar-besaran terhadap Teheran.

Trump, dalam pengumumannya via Truth Social pada Selasa (7/4) malam, memuji Pakistan yang berperan sebagai mediator. Namun dia memperingatkan bahwa gencatan senjata ini disertai dengan syarat, yaitu Iran harus membuka kembali Selat Hormuz dengan "SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN".

Dikatakan Trump bahwa dirinya "setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu".

Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut proposal 10 poin yang diajukan Iran, akan menjadi "dasar yang layak untuk negosiasi". Dia menyatakan perundingan lanjutan akan digelar selama dua minggu gencatan senjata berlangsung.

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, dalam pernyataan terpisah, mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai. Dia mengumumkan bahwa perlintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua minggu gencatan senjata berlangsung.

Araghchi juga berterima kasih kepada Pakistan atas permohonan menit terakhir agar AS menangguhkan pengeboman terhadap Iran.


Iran menyatakan "kekalahan bersejarah dan telak" Amerika Serikat dan rezim Israel setelah 40 hari perang. Iran mengumumkan bahwa Washington terpaksa menerima proposal 10 poin Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan semua sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut.

 

Ini 10 Poin Gencatan Senjata

 

Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada "bangsa Iran yang mulia, agung, dan heroik," Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengatakan musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan dan sekarang melihat "tidak ada jalan lain selain tunduk pada kehendak bangsa Iran yang agung dan Poros Perlawanan yang terhormat."

Pengumuman ini disampaikan pada hari ke-40 perang agresi AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai dengan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan para komandan berpangkat tinggi pada 28 Februari.

Menurut pernyataan tersebut, Amerika Serikat telah menyetujui proposal 10 poin yang pada dasarnya mewajibkan Washington untuk:

1. Komitmen AS untuk memastikan tidak ada lagi tindakan agresi;

2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz;

3. Penerimaan hak pengayaan nuklir Iran;

4. Pencabutan semua sanksi utama;

5. Pencabutan semua sanksi sekunder;

6. Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran;

7. Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran;

8. Pembayaran ganti rugi kepada Iran atas kerugian dalam perang;

9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut;

10. Penghentian permusuhan di semua front, termasuk Lebanon.

 

Gegara Israel, Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat Terancam Batal

 Israel menyatakan pihaknya mendukung gencatan senjata dari Iran dan Amerika Serikat. Namun mereka menolak gencatan senjata itu untuk terkait dengan Lebanon. Hal itu memberikan ketidakpastian di Timur Tengah.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap keputusan gencatan senjata yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun hal tersebut juga harus dibarengi dengan pembukaan dari Selat Hormuz.

 

"Israel mendukung keputusan untuk menangguhkan serangan selama dua minggu. Iran harus segera membuka selat dan menghentikan semua serangan," katanya.

Israel menegaskan dukungannya terhadap upaya denuklirisasi dari Iran. Teheran menurutnya tak boleh lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, maupun keamanan bagi kawasan. Washington juga disebut telah menjamin komitmen terhadap tujuan bersama tersebut dalam negosiasi mendatang.

Israel juga menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Hal ini berarti operasi militer mereka tetap akan berlanjut terhadap kelompok dari Hezbollah. Hal ini berpotensi mengguncang gencatan dari Iran dan Amerika Serikat.

"Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," katanya.

Pernyataan Israel ini berbeda dengan klaim dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia sebelumnya menyebut kesepakatan mencakup penghentian konflik di Lebanon. Perbedaan ini menambah ketidakjelasan terkait cakupan penuh dari gencatan senjata yang disepakati.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.

Sharif juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak. Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.

 

Serangan Israel di Lebanon diketahui telah menewaskan sedikitnya 1.500 orang dan menyebabkan lebih dari 1,2 juta orang mengungsi. Lebanon terseret dalam konflik akibat serangan dari Hezbollah ke Israel. Mereka melakukannya sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Hal tersebut kemudian memicu serangan balasan Israel. 

 

Kesimpulan

Konflik militer antara AS, Israel, dan Iran telah bereskalasi menjadi konfrontasi besar yang menyebabkan jumlah korban jiwa signifikan, kerusakan luas pada fasilitas umum termasuk sekolah dan rumah sakit seperti Gandhi Hospital, serta gangguan besar pada infrastruktur sipil dan jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz. Perkembangan situasi ini masih dinamis dan potensi eskalasi lebih lanjut tetap menjadi fokus pemantauan oleh komunitas internasional.

Dunia kini menyaksikan, Amerika Serikat dan Israel  hobi melakukan perang terhadap Islam , Dimana Islam dilarang kuat secara ekonomi, sumber daya dan juga militer. Iran mencoba hal tersebut dan kini mereka memeranginya. HAL KONYOL ADALAH KETIKA PEMERINTAHAN PRABOWO UNTUK INDONESIA SAAT INI PERCAYA DENGAN BOARD OF PEACE YANG DIBENTUK AMERIKA DAN IKUT BERGABUNG. DIMANA DISANA ADA KERJASAMA YANG WAJIB DIPATUHI INDONESIA . SELAIN ITU UANG HASIL HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AS TERSEBUT TERSEBUT DIDUGA AKAN DIGUNAKAN AMERIKA DAN ISRAEL UNTUK MEMPERKUAT MILITERNYA MENGGEMPUR IRAN DAN NEGARA LAINNYA

 

 

 

June 18, 2025

Iran Serang Israel 2025

Aksi ini juyga sebagi pembalasan dendam atas ditembak jatuhnya Presiden mereka Presiden Iran Ebrahim Raisi dinyatakan meninggal dunia pada Senin (20/5/2024). Israel disebut sebagai dalangnya. Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal ke Israel. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim serangan rudalnya di Israel mengenai pusat intelijen militer dan pusat perencanaan operasi Mossad. 

 


Awal Mula Perang Israel Iran


 

Pertikaian perang Israel dan Iran terus berlanjut sejak Israel menyerang fasilitas nuklir dan militer Iran, pada Jumat (13/06).Israel melancarkan serangan udara dan operasi-intelijen luas yang diberi sandi Operasi Rising Lion. Serangan ini menargetkan puluhan lokasi di Iran, termasuk fasilitas nuklir (Natanz, Isfahan, Fordow), kompleks rudal, markas militer, dan lapisan bawah tanah, dengan tujuan menghentikan perkembangan program nuklir Iran dan melumpuhkan kapabilitas pertahanan strategisnya.[22][23][24] Dipersiapkan selama bertahun–tahun oleh Mossad dan militer Israel, Operasi Rising Lion juga dibantu oleh drone berawak ringan dan perangkat AI untuk menentukan target kunci, termasuk ilmuwan nuklir dan komandan IRGC, yang sebagian besar tewas dalam serangan ini.[22][25]

 

 


Kabar itu diungkap dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Tasnim pada Selasa (17/6/2025).

Sebelumnya, laporan Israel menggambarkan dampak rudal di kota pesisir tengah Herzliya yang menargetkan lokasi sensitif, sering kali merupakan kode untuk target militer atau strategis.

Garda Revolusi Iran mengatakan gelombang rudal baru yang "lebih kuat" baru-baru ini telah diluncurkan ke Israel, menurut kantor berita resmi IRNA.

"Gelombang baru serangan ganas oleh angkatan bersenjata, terutama pasukan darat tentara, dengan senjata baru dan canggih telah dimulai dan akan meningkat dalam beberapa jam mendatang," ungkap pernyataan Kiomars Heidari, komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran. 

 


https://www.youtube.com/watch?v=pHGpUlXY5FQ


Sementara itu, pengadilan Iran mengatakan jaksa penuntut sedang bersiap untuk mengambil "tindakan tegas" terhadap dugaan "mata-mata dan tentara bayaran" yang bekerja untuk Israel.

"Mereka yang telah diidentifikasi dalam beberapa hari terakhir sebagai pihak yang terlibat dalam spionase telah segera diajukan kasusnya, dan mereka akan dihukum atas perbuatan keji mereka dalam waktu sesingkat mungkin," ungkap juru bicara pengadilan Asghar Jahangir dalam komentar yang dimuat Kantor Berita Mehr yang bersifat semi-resmi.

Seperti yang kami laporkan sebelumnya, Iran telah menangkap beberapa orang yang diduga memiliki hubungan dengan badan mata-mata Israel, Mossad.

Seorang pria digantung pada hari Senin karena diduga memberikan informasi rahasia dan sensitif "kepada musuh-musuh" Iran, menurut Mizan Online.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan satu proyektil Israel mengenai satu pos pemeriksaan di kota Kashan di provinsi Isfahan bagian tengah pagi ini, menewaskan tiga orang dan melukai empat orang lainnya.
 

 

 Kantor berita tersebut mengutip Akbar Salehi, wakil pejabat keamanan gubernur Isfahan.

Kantor berita Tasnim dan ISNA juga melaporkan kematian tersebut, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seperti yang telah kami laporkan, lebih dari 220 orang tewas dalam serangan Israel terhadap Iran, termasuk 70 wanita dan anak-anak. 

 Konflik Iran-Israel telah memasuki babak paling panas. Dunia dikejutkan oleh serangan udara besar-besaran Israel ke wilayah Iran—dengan target utama fasilitas nuklir dan tokoh militer.

Tak berselang lama, Iran membalas dengan serangan rudal balistik dan drone ke wilayah jantung Israel. Mengapa Iran menyerang balik dengan intensitas setinggi ini?

Usut punya usut, ini memiliki alasan yang tidak sederhana.

Dirangkum dari berbagai sumber media asing ternama, setidaknya ada lima alasan utama yang melatarbelakangi serangan habis-habisan Teheran.




Dan semuanya berkaitan erat dengan geopolitik, strategi pertahanan, dan reputasi nasional Iran di mata dunia.


1. Balas Dendam atas Serangan Israel ke Fasilitas Nuklir dan Elit Militer

Pada 13 Juni 2025, Israel meluncurkan Operation Rising Lion, serangan militer paling berani dalam dekade terakhir. Targetnya yakni fasilitas nuklir Iran seperti Natanz dan Fordow, serta tokoh-tokoh penting seperti Kepala Staf Gabungan Mohammad Bagheri dan Komandan IRGC Hossein Salami.

Bagi Iran, serangan ini adalah pelanggaran brutal terhadap kedaulatan negara dan sinyal bahwa Israel tak lagi bermain lewat proksi.

Membalas secara langsung bukan hanya reaksi emosional—tapi kebutuhan strategis untuk mempertahankan kredibilitas militernya.

 

 Serangan Israel pada April 2024 ke gedung konsulat Iran di Damaskus yang menewaskan tujuh anggota IRGC, termasuk dua jenderal, menjadi luka diplomatik yang belum sembuh.

Saat itu, Iran membalas dengan serangan drone ke Israel, tapi responnya masih terbatas.

Kini, ketika Israel kembali menyerang, Iran memutuskan tak hanya membalas, tapi melipatgandakan intensitasnya.

Pesan yang ingin disampaikan jelas setiap nyawa tokoh penting yang hilang akan dibayar dengan kekuatan penuh.]

 

2. Luka Lama: Serangan Israel ke Konsulat Iran di Suriah (2024)

Serangan Israel pada April 2024 ke gedung konsulat Iran di Damaskus yang menewaskan tujuh anggota IRGC, termasuk dua jenderal, menjadi luka diplomatik yang belum sembuh.

Saat itu, Iran membalas dengan serangan drone ke Israel, tapi responnya masih terbatas.

Kini, ketika Israel kembali menyerang, Iran memutuskan tak hanya membalas, tapi melipatgandakan intensitasnya.

Pesan yang ingin disampaikan jelas setiap nyawa tokoh penting yang hilang akan dibayar dengan kekuatan penuh.

 

3. Menegaskan Daya Cegah (Deterrence) Iran ke Dunia

Selama ini Iran dikenal agresif melalui proksi Hizbullah di Lebanon, milisi Syiah di Irak, atau Houthi di Yaman.

Tapi kali ini, Iran menyerang langsung ke Tel Aviv dan Haifa.

Ini adalah pernyataan militer bahwa Teheran memiliki kemampuan serang langsung yang presisi dan tak lagi ragu menggunakannya.

Secara strategis, ini semacam "uji coba terbuka" untuk menguji sistem pertahanan Israel dan menunjukkan ke negara lain bahwa menyerang Iran punya konsekuensi besar.


4. Kegagalan Diplomasi Nuklir dan Ancaman Eksistensial

Perundingan nuklir Iran dan negara-negara barat mengalami kebuntuan total sejak awal 2025.

Ketika Israel menyerang situs nuklir Iran dengan dalih pencegahan senjata pemusnah massal, Teheran menilai itu sebagai serangan terhadap hak pembangunan energi nasional.

Iran bahkan mengancam keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Serangan ke Israel menjadi bentuk penegasan bahwa Iran tak bisa ditekan secara sepihak tanpa membalas.


5. Konsolidasi Politik Domestik dan Pengaruh Regional

Iran sedang menghadapi tekanan internal: ekonomi tertekan, oposisi meningkat, dan sanksi belum dicabut.

Dalam situasi seperti ini, perang seberapa pahit pun bisa menjadi alat penyatu bangsa.

Selain itu, Iran juga ingin mempertegas dirinya sebagai pemimpin “Poros Perlawanan” terhadap Israel.

Dengan menggempur Israel secara terbuka, Iran memperkuat legitimasi di mata Hamas, Hizbullah, dan sekutu regionalnya.

Serangan Iran ke Israel kali ini bukan reaksi impulsif. Ini adalah puncak dari konflik laten yang telah mendidih sejak lama yang meledak karena serangan Israel, dan dibalas dalam skala penuh.

Di balik rudal dan drone, tersimpan pesan diplomatik, ancaman strategis, dan permainan kekuasaan yang melibatkan lebih dari dua negara.  




Israel Sangat Kewalahan, Akurasi Rudal Iran Meningkat 3 Kali Lipat


Sumber-sumber militer senior Israel mengakui peningkatan tajam dalam akurasi serangan rudal Iran. Menurut mereka, operasi-operasi terkini Iran mencapai tiga kali lipat tingkat keberhasilan dibandingkan dengan serangan-serangan sebelumnya.

 

Media rezim Israel, mengutip pejabat-pejabat militer berpangkat tinggi, melaporkan akurasi rudal-rudal Iran yang menargetkan posisi-posisi di wilayah-wilayah pendudukan telah meningkat secara signifikan dibandingkan dengan operasi-operasi sebelumnya yang dikenal sebagai "Janji Sejati I dan II."

Menurut sumber-sumber tersebut, hampir satu dari setiap dua rudal Iran kini mengenai sasaran yang dituju. Angka ini mereka akui menandai peningkatan yang substansial.

Pengakuan tersebut sangat kontras dengan klaim-klaim Israel sebelumnya bahwa 90% dari proyektil-proyektil Iran berhasil dicegat dan dinetralisir.

Namun, insiden Jumat pagi (20/6/2025) itu terbukti penting, karena pejabat-pejabat dan media Israel mengakui Iran meluncurkan satu rudal, yang berhasil menghindari sistem pertahanan udara dan menyerang pusat keamanan-militer Israel yang sensitif.

Meskipun menggunakan sistem pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang ekstensif, rezim Zionis gagal mencegah kemampuan manuver dan presisi tinggi rudal Iran.

Iran menunjukkan kemampuan pencegahan yang semakin efektif dan akurat, sementara kekuatan pertahanan Israel terus terkikis.

 Serangan terbaru Iran itu dilaporkan tidak hanya menyasar satu wilayah di Israel. "Iran kembali menembakkan rudal ke Israel utara, tengah, dan selatan pada hari Jumat," menurut militer Israel.

 

Militer Israel juga meminta warga untuk berlindung di tempat aman sampai pemberitahuan kondisi aman. Saat ini belum diketahui kerusakan dan korban yang ditimbulkan akibat serangan terbaru dari Iran.

Dilansir AFP, televisi pemerintah Israel juga mengkonfirmasi serangan rudal terbaru dari Iran. Ini merupakan serangan di hari kedelapan kedua negara itu terlibat konflik hebat.

Seorang pembawa berita menggambarkan "gambar di langit di atas wilayah pendudukan (Israel) yang memperlihatkan rudal Iran datang. Saat saluran tersebut menyiarkan rekaman tersebut dengan alunan musik militer di latar belakang.

"Beberapa saat yang lalu, sirene berbunyi di beberapa daerah di Israel setelah teridentifikasinya rudal yang diluncurkan dari Iran ke Negara Israel," kata militer dalam sebuah pernyataan.  

 

8 Kota di Iran yang Diserang Israel secara Brutal
 

Perang antara Iran dan Israel dimulai ketika rezim Zionis membombardir sejumlah wilayah dan membunuh para pemimpin berpengaruh di Iran. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan balasan ke Israel.

 

 Berikut ini berbagai kota di Iran yang menjadi sasaran serangan rudal Israel.


1. Teheran

Teheran, ibu kota Iran, menjadi salah satu target paling awal dan terberat dalam eskalasi serangan militer Israel pada Juni 2025.

Kota ini merupakan pusat pemerintahan, intelijen, dan militer Iran, sekaligus tempat tinggal jutaan warga sipil.

Serangan diarahkan ke berbagai fasilitas penting, termasuk depot bahan bakar di utara kota, pusat siaran IRIB (televisi negara), serta pangkalan militer yang berada di wilayah barat dan selatan kota.

Serangan udara menyebabkan kehancuran besar, termasuk runtuhnya gedung-gedung tinggi di kawasan Nobonyad Square dan distrik-distrik elite lainnya.

Akibatnya, ribuan warga sipil melarikan diri ke daerah pegunungan Alborz. Laporan dari organisasi HAM menyebutkan lebih dari 600 orang tewas dan ribuan lainnya terluka di seluruh Iran, sebagian besar di wilayah urban seperti Tehran.

Kota ini menjadi simbol dari skala luas konflik yang menyentuh pusat kekuasaan dan kehidupan rakyat biasa sekaligus.


2. Isfahan

Di wilayah tengah Iran, Isfahan menjadi target penting, mengingat kota ini merupakan pusat teknologi nuklir Iran dan rumah bagi fasilitas pengayaan uranium utama di Natanz.

Serangan Israel telah menargetkan Isfahan sejak 2024, namun pada eskalasi 2025, serangan meningkat secara signifikan.

Pangkalan udara Shekari dan fasilitas radar serta depot militer di pinggiran Isfahan mengalami kerusakan parah.

Meski pemerintah Iran awalnya menyatakan berhasil menembak jatuh sejumlah drone, citra satelit menunjukkan sistem pertahanan S-300 mereka mengalami gangguan serius.

Serangan terhadap Isfahan memiliki makna strategis karena bertujuan melumpuhkan kemampuan pengayaan uranium Iran dan menghambat potensi pengembangan senjata nuklir.

Warga sipil di wilayah ini mengalami ketakutan besar karena dekatnya lokasi permukiman dengan target-target militer yang dibombardir.


3. Arak dan Khondab

Arak dan Khondab, dua kota yang berlokasi di Provinsi Markazi, juga menjadi sorotan dalam serangan udara Israel karena di sinilah Iran mengembangkan reaktor air beratnya, salah satu elemen kunci dari program nuklirnya.

Serangan terhadap fasilitas ini bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu kekhawatiran global akan risiko kebocoran radioaktif.

Meskipun tidak ada laporan kebocoran radiasi besar, media Rusia memperingatkan potensi bencana yang bisa menyamai skala tragedi Chernobyl. 

 

Reaksi keras muncul dari berbagai negara yang menilai serangan terhadap fasilitas nuklir aktif dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang tak terduga terhadap keselamatan regional dan lingkungan.

4. Rasht

Kota Rasht, yang terletak di utara Iran dekat Laut Kaspia, juga tidak luput dari serangan. Meski bukan target nuklir utama, kota ini dilaporkan memiliki jaringan pertahanan dan fasilitas logistik yang mendukung operasi militer Iran.

Serangan Israel terhadap kota ini menunjukkan eskalasi tidak terbatas pada wilayah pusat dan selatan Iran saja, tetapi meluas ke wilayah utara yang sebelumnya dianggap relatif aman.

Dampak serangan termasuk gangguan pasokan logistik dan ketegangan psikologis terhadap penduduk sipil yang tidak terbiasa dengan kehadiran konflik bersenjata langsung di wilayah mereka.

5. Bushehr

Wilayah pesisir selatan Iran juga menjadi target, terutama di sekitar Bushehr yang dikenal sebagai lokasi reaktor nuklir sipil pertama Iran dan pusat industri gas dan minyak.

Fasilitas pengolahan gas seperti Fajr-e Jam dan kilang minyak South Pars mengalami kerusakan akibat serangan udara.

Serangan ini menyasar infrastruktur ekonomi vital Iran, dengan tujuan memperlemah kapasitas energi negara itu dan menimbulkan tekanan ekonomi tambahan.

Kebakaran besar terjadi di depot-depot energi ini, yang menambah ketakutan warga akan potensi krisis lingkungan dan pasokan bahan bakar dalam negeri.

Keterlibatan Bushehr dalam konflik ini memperluas medan tempur ke sektor ekonomi strategis.

6. Borujerd dan Qasr-e Shirin

Kota Borujerd dan Qasr-e Shirin, meski bukan kota besar atau pusat industri militer, juga mengalami serangan yang cukup signifikan.

Di Borujerd, pabrik otomotif Farda Motors menjadi sasaran dan mengalami kerusakan parah. Tidak jelas apakah pabrik tersebut memiliki koneksi langsung ke program militer Iran, namun Israel menganggap lokasi itu sebagai bagian dari jaringan produksi strategis yang mendukung kekuatan pertahanan negara tersebut.

Di Qasr-e Shirin, gedung Departemen Kesejahteraan Sosial ikut rusak. Serangan terhadap infrastruktur sipil seperti ini menimbulkan kecaman luas, karena memperlihatkan dampak konflik tidak hanya terbatas pada target militer, tetapi juga menyentuh kehidupan sipil secara langsung.

7. Tabriz, Ilam, dan Khuzestan

Serangan-serangan lainnya tercatat terjadi di Tabriz, Ilam, dan Khuzestan, terutama pada fase sebelumnya, yaitu Oktober 2024.

Serangan ini merupakan bagian dari Operasi "Days of Repentance" yang dilakukan Israel sebagai respons atas aktivitas militer Iran di kawasan.

Fasilitas radar, pangkalan rudal, dan pos logistik militer di wilayah-wilayah tersebut dilaporkan lumpuh atau mengalami kerusakan berat.

Sebanyak empat personel militer Iran dilaporkan tewas dalam fase ini. Serangan terhadap wilayah-wilayah di barat dan barat daya Iran ini menunjukkan betapa luasnya cakupan target Israel, yang mencakup hampir seluruh penjuru Iran dalam radius tempurnya.

8. Natanz

Salah satu target paling vital dalam konflik ini adalah fasilitas pengayaan uranium di Natanz, yang berlokasi di Provinsi Isfahan.

 

Perwakilan Irak untuk PBB mengatakan setidaknya ada 50 pesawat tempur Israel melanggar ruang udara mereka. Hal itu disampaikan sebelum pertemuan PBB terkait konflik Iran-Israel, Jumat (20/6).

 

Utusan khusus Irak untuk PBB, Abbas Khadom Obaid Al-Fatlawi, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa pesawat-pesawat militer Israel itu melintas dari perbatasan Yordania-Suriah.

"Mulanya ada dua puluh pesawat terbang [melewati ruang udaranya], diikuti oleh 30 pesawat terbang menuju selatan Irak. Dan mereka terbang di atas kota Basra, Najaf, dan Karbala," kata Al-Fatlawi seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (21/6) dini hari WIB.

"Pelanggaran ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB," tambahnya.

Dia juga mengatakan pelanggaran ruang udara itu terjadi di wilayah yang menjadi tempat suci, dan mengundang kemarahan warga Irak.

"Pelanggaran ini juga merupakan ancaman terhadap tempat-tempat dan wilayah suci yang dapat menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, mengingat pentingnya tempat-tempat suci ini bagi rakyat kita," katanya.

Sejauh ini belum ada penyataan dari otoritas Israel soal 50 pesawat tempur yang melanggar ruang udara Irak tersebut.

Perang antara Israel dan Iran sejak 13 Juni lalu terus membara dan belum menunjukkan tanda-tanda usai.

Menurut catatan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Washington, Human Rights Activists, sedikitnya 639 orang di Iran tewas dan 1.329 orang terluka imbas serangan Israel.

Iran hingga kini belum memberikan informasi terbaru mengenai korban tewas dalam serangan Israel. Laporan terbaru yakni pada Senin (16/6), dengan 224 orang meninggal dunia dan 1.277 orang terluka.




 

 

Bantu Israel Serang Iran, Amerika dan Jerman Kirim Peralatan Militer

 

Amerika dan Jerman mengirimkan bantuan peralatan militer ke Israel untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel dalam pernyataan, Kamis (19/6/2025), mengatakan, pengiriman peralatan militer itu bagian dari ”jembatan udara dan laut” yang telah beroperasi sejak awal serangan Israel pada Iran, Jumat (13/6/2025).

Melansir dari Antara, peralatan militer itu dikirim menggunakan 14 pesawat kargo. Bantuan itu, menambah daftar lebih dari 800 pesawat kargo militer yang mendarat di Israel sejak operasi genosida di Jalur Gaza Palestina, pada 7 Oktober 2023.

Disebutkan pula bahwa peralatan militer itu dikirimkan untuk mendukung ”kesiapan operasional” militer Israel.

Meski begitu, Kemhan Israel tak merinci jenis peralatan militer yang dikirimkan. Sementara, AS dan Jerman belum mengeluarkan komentar.

Iran memberikan peringatan jika Presiden Amerika Donald Trump memutuskan untuk membantu Israel. Trump akan mengambil keputusan dalam dua minggu.

“Keterlibatan Amerika dalam serangan Israel akan menyebabkan neraka bagi seluruh kawasan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dikutip dari BBC, Jumat (20/6).

“Ini bukan perang Amerika. Jika Presiden AS Donald Trump benar-benar terlibat, ia akan selalu dikenang sebagai presiden yang memasuki perang yang tidak seharusnya diikuti,” Saeed menambahkan.

Ia mengatakan keterlibatan Amerika akan mengubah konflik menjadi ‘rawa’, melanjutkan agresi, dan menunda berakhirnya ‘kekejaman brutal’.

“Diplomasi adalah pilihan pertama, tetapi selama pemboman terus berlanjut, kami tidak dapat memulai negosiasi apa pun,” kata dia.

Ia berulang kali menyebut serangan Iran terhadap Israel sebagai pembelaan diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. “Kami sedang diplomasi ketika Israel (pertama kali) menyerang situs nuklir Iran, menewaskan beberapa jenderal tinggi dan ilmuwan nuklir pada Jumat, 13 Juni,” ujar dia.

Hal itu ia sampaikan setelah Gedung Putih mengatakan Trump akan memutuskan apakah AS akan terlibat langsung dalam konflik Israel – Iran dalam dua minggu ke depan.

 

 "Berdasarkan fakta bahwa ada peluang besar terjadinya negosiasi dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan pergi atau tidak dalam dua minggu ke depan,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan pesan langsung dari Trump.

Ia menyampaikan bahwa prioritas utama Amerika yakni memastikan Iran tidak berhasil membangun senjata nuklir.

Sebelumnya Trump mengatakan dia belum memutuskan untuk bergabung dalam konflik Israel - Iran. “Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya," katanya kepada wartawan pada Rabu (18/6).

Ia bersikukuh meyakini Iran sedikit lagi berhasil membangun senjata nuklir, meskipun intelijen Amerika, termasuk beberapa Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard di Kongres awal tahun ini, menyampaikan Iran tidak berencana melakukan hal itu.

Mitra BBC di AS, CBS, melaporkan bahwa Trump telah menyetujui rencana untuk menyerang Iran, tetapi belum membuat keputusan akhir apakah akan meneruskannya. “Presiden AS menunda rencananya apabila Iran setuju menghentikan program nuklir,” kata sumber intelijen.

Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan serangan terhadap situs nuklir Iran Fordo, fasilitas pengayaan uranium bawah tanah. Iran bersikeras Fordo digunakan untuk kepentingan masyarakat. Lokasi situs tersebut, yang tersembunyi di lereng gunung, membuatnya jauh dari jangkauan persenjataan Israel.

Sementara itu, Amerika disebut-sebut memiliki bom yang mungkin cukup besar untuk menghancurkan Fordo milik Iran. 


  

Peringatkan Amerika Tidak Ikut Campur, , Iran Luncurkan Rudal Balistik Terbesar ke Israel

 

Militer Amerika Serikat menyerang tiga lokasi di Iran, Minggu (22/6/2025) dini hari, yang menandai AS melibatkan diri dalam upaya Israel untuk menghentikan program nuklir Iran. Serangan ini disebut menjadi langkah berisiko untuk melemahkan musuh lama di tengah ancaman pembalasan Teheran yang dapat memicu konflik regional yang lebih luas.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah melakukan ”serangan yang sangat berhasil” terhadap tiga situs nuklir Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Fordo. ”Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat berhasil terhadap tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan,” kata Trump dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya.

 

Pemerintah Iran menganggap serangan AS tersebut sebagai upaya mengkhianati proses diplomatik yang sedang berlangsung antara Iran dan Uni Eropa setelah Israel memicu konflik dengan menyerang Iran lebih dahulu. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, AS telah memicu perang berbahya dengan Iran. ”Iran memiliki hak untuk melawan dengan kekuatan penuh terhadap agresi militer AS dan kejahatan yang dilakukan oleh rezim jahat ini, dan untuk membela keamanan dan kepentingan nasional Iran,” demikian pernyataan yang dikutip Associated Press.

 

 

Sebagai reaksi atas serangan AS, Iran mengatakan telah menembakkan salah satu rudal balistik terbesarnya yang menyasar Israel setelah serangan AS. Saluran televisi Pemerintah Iran menayangkan apa yang tampak seperti rekaman uji coba rudal Khorramshahr-4 sebelumnya, dengan keterangan di layar yang mengatakan rudal itu digunakan pada hari Minggu dalam serangan beruntun ke Israel.

Khorramshahr-4 memiliki muatan terberat dari armada rudal balistik Iran, yang menurut para analis mungkin dirancang untuk menjaga senjata tersebut di bawah batas jangkauan 2.000 kilometer yang ditetapkan oleh pemimpin tertinggi negara itu. Rudal ini memiliki jangkauan 2.000 kilometer (1.240 mil) dengan hulu ledak 1.500 kilogram (3.300 pon).

Rudal tersebut dinamai berdasarkan kota Iran yang menjadi tempat pertempuran sengit selama Perang Iran-Irak pada 1980-an. Rudal tersebut juga disebut Kheibar, berdasarkan benteng Yahudi yang ditaklukkan oleh kaum Muslim pada abad ke-7, di tempat yang sekarang menjadi Arab Saudi.

 

Iran telah menembakkan ratusan rudal dan pesawat nirawak ke Israel sejak Israel melancarkan serangan mendadak terhadap fasilitas militer dan nuklirnya, minggu lalu. Pertahanan udara canggih Israel mampu menembak jatuh sebagian besar, tetapi tidak semua, rudal dan pesawat nirawak Iran masih ada yang lolos.

Serangan beruntun yang dilancarkan Iran telah membuat warga Israel kini harus selalu dalam kewaspadaan. Mereka kini lebih banyak menghabiskan waktu berada di bunker penyelamat bawah tanah. Sebagian lainnya harus dievakuasi setelah permukimannya rusak terkena rudal dari Iran.

 

Selat Hormuz Ditutup

Parlemen Iran pun pada Minggu (22/6/2025) resmi menyetujui langkah untuk menutup Selat Hormuz. Meski sudah disetujui parlemen Iran, keputusan akhir berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Sebagai informasi, dilansir dari Britannica, Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia di barat dengan Teluk Oman dan Laut Arab di tenggara.

Selat ini membentang selebar 35 hingga 60 mil (sekitar 55–95 kilometer), memisahkan wilayah Iran di utara dari Jazirah Arab di selatan.

 

 

Dengan kedalaman dan lebar yang memadai, Selat Hormuz mampu dilayari oleh kapal-kapal terbesar di dunia, menjadikannya titik chokepoint paling strategis bagi distribusi energi global.

Penutupan selat ini seidikitnya akan berdampak terhadap Amerika. Merujuk data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) tahun 2023, Amerika masih mengimpor minyak 0,5 juta barel per hari dari negara-negara Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Jumlah ini mencakup 8 persen dari total impor minyak dan kondensat AS, serta sekitar 2 persen dari konsumsi cairan minyak bumi nasional. Angka impor ini telah berkurang separuh sejak 2018 seiring meningkatnya produksi dalam negeri AS.

Tak hanya minyak, gas alam cair (LNG) juga mengalir deras melalui selat ini. Qatar, sebagai eksportir utama, mengirimkan sekitar 9,5 triliun kaki kubik LNG per hari melalui Selat Hormuz pada 2023.

Sementara itu, Uni Emirat Arab mengekspor sekitar 0,6 triliun kaki kubik per hari, dan Kuwait mengimpor LNG dalam jumlah kecil dari jalur yang sama. Namun, jalur ini sangat rentan terhadap gangguan geopolitik.

Negara yang Memiliki Rute Alternatif

Jika Selat Hormuz ditutup, hanya Arab Saudi dan UEA yang memiliki alternatif melalui jaringan pipa darat. Saudi Aramco mengoperasikan jaringan pipa Timur-Barat berkapasitas 5 juta barel per hari, yang sempat ditingkatkan menjadi 7 juta barel pada 2019 dengan memodifikasi sebagian jaringan pipa gas.

Di sisi lain, UEA memiliki jalur pipa dari ladang minyak darat menuju terminal ekspor di Fujairah di Teluk Oman dengan kapasitas 1,5 juta barel per hari.

Diperkirakan, sekitar 2,6 juta barel per hari kapasitas minyak cadangan dari jaringan pipa Saudi dan UEA dapat dialihkan melewati selat jika terjadi gangguan besar.

Iran sendiri meresmikan jaringan pipa Goreh-Jask pada Juli 2021, dengan kapasitas awal 0,3 juta barel per hari yang langsung tersambung ke terminal ekspor minyak Jask di Teluk Oman. Namun, sejak peluncuran kargo perdana, Iran belum kembali menggunakan jalur ini secara aktif.

Meski ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak November 2023 akibat serangan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah, hingga April 2024, aliran energi melalui Selat Hormuz tetap berjalan normal. Namun demikian, ketergantungan dunia terhadap selat ini tetap menimbulkan kekhawatiran global setiap kali muncul potensi konflik.

 

 

 

 

SEMUA WILAYAH ISRAEL KINI JADI TARGET DAN AKAN DIHUJANI RUDAL , 

Usai AMERIKA SERIKAT Serang Iran, Israel Hancur Lebur Dihujani Rudal Teheran

 

 Bangunan-bangunan di Tel Aviv, Israel mengalami kerusakan parah setelah dihantam rudal Iran. Informasi itu disampaikan oleh tim penyelamat darurat lokal.

"Ini adalah lokasi kehancuran skala besar. Beberapa bangunan tempat tinggal berlantai dua rusak parah, dan beberapa di antaranya runtuh," ujar badan layanan darurat Magen David Adom (MDA), seperti dilansir CNN, Minggu (22/6).

Video yang dirilis oleh layanan darurat menunjukkan sebagian bangunan hancur menjadi puing dan kerusakan signifikan pada bangunan lain di area sekitarnya. Sejumlah besar petugas penyelamat darurat Israel terlihat berada di lokasi.

 

Kepolisian Israel menyatakan petugas dan unit penjinak bom telah berada di lokasi jatuhnya amunisi di Israel tengah. Seorang pejabat kota di Haifa, kota di bagian utara, juga mengonfirmasi adanya dampak serangan rudal Iran di kota tersebut.

Tim penyelamat Israel sebelumnya mengatakan mereka menuju setidaknya 10 lokasi setelah gelombang terbaru serangan rudal Iran pada Minggu (22/6). 

 

 

 
Like us on Facebook