MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

July 16, 2026

Kenapa Orang Yang Kerja Di Kantor Pajak Tidak Bisa Masuk Surga Dalam Islam?

Dalam Islam tidak ada pajak yang ditujukan kepada kaum Muslimin, karena pajak itu hanya dikenakan kepada non Muslim, sehingga pajak merupakan bentuk kedzaliman penguasa terhadap rakyat yang mengambil harta benda mereka secara batil, bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mengancam, bahwa yang memungut pajak itu tidak akan masuk ke dalam surga dalam sabdanya :

 


 

عن عقبة بن عامر عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( لا يدخل الجنة صاحب مكس ) رواه أحمد وأبو داود والحاكم وصححه .
Artinya : Dari Uqbah bin Amir dari Nabi Shalallahu alaihi wa sallam beliau bersabda : tidak akan masuk surga orang yang memungut pajak.

Maka sedari mungkin untuk bisa menghindari profesi sebagai pegawai pajak, namun memang ada sebagian ulama yang membolehkan bagi pemerintah untuk memungut pajak dari umat Islam dengan syarat uang tersebut digunakan dengan benar/tidak dikorupsi, negara terancam failit, atau angggaran negara devisit dan tidak didapatkan sumber pendapatan lain kecuali dari pajak itu, namun kita juga tidak bisa memudah-mudahkan di negeri kita ini, karena seandainya kekayaan alam dikelola dengan baik dan amanah, maka tidak perlu ditarik pajak.

 


Sama seperti bekerja di Bank Ribawi yang dilarang keras dalam Islam , Intinya, kalau belum terlanjur masuk pegawai perpajakan, maka hendaknya dihindari, tapi kalau sudah terlanjur masuk maka, ada dua alternatif, yang pertama mencari profesi lain yang lebih aman dari unsur keharaman atau syubhat, dan ini lebih selamat dan menentramkan atau yang kedua kalau belum dimudahkan untuk pilihan yang pertama dan masih tetap di situ maka hendaklah memperbanyak beristighfar dan bersedekah, semoga Allah mengampuni kita semua.

hal yang tidak diperbolehkan adalah apabila orang yang bekerja melakukan penyimpangan dan melanggar aturan agama maupun negara, seperti menerima suap, melakukan pungutan liar, dan lain sebagainya. Hal tersebut termasuk mukus sebagaimana pengertian yang diutarakan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim (juz 11 halaman 343 bab had zina, Darul Manar, 1998 M) yaitu, suatu tindakan berupa  pemungutan sebagian harta dari manusia tanpa hak (secara zhalim). Orang yang melakukan mukus diancam dengan azab yang keras sebagaimana dalam hadis:

عَرَضَ مَسْلَمَةُ بْنُ مُخَلَّدٍ وَكَانَ -أَمِيرًا عَلَى مِصْرَ -عَلَى رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ أَنْ يُوَلِّيَهُ الْعُشُورَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ صَاحِبَ الْمَكْسِ فِي النَّارِ [رواه أحمد].

“Maslamah bin Mukhalld -gubernur Mesir- menawarkan tugas kepada Ruwaifi’ bin Tsabit untuk menarik pajak. Kemudian ia berkata, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya pemungut mukus dimasukkan neraka” [HR. Ahmad nomor 16553].

 

dua jenis pajak yang dinamakan oleh sebagian ahli fikih dari kalangan Malikiyah dengan “al-wazha-if” atau “al-kharraj“; dan di kalangan ulama Hanafiyah dinamakan dengan “an-nawa-ib“, yaitu pengganti pajak perorangan dari Sulthan; sedangkan di sebagian ulama Hanabilah dinamakan dengan “al-kalf as-sulthaniyah“, kedua jenis pajak ini terbagi menjadi :

  1. Pajak yang diambil secara ‘adil dan memenuhi berbagai syaratnya.
  2. Pajak yang diambil secara zhalim dan melampaui batas.

Pajak yang diwajibkan oleh penguasa muslim karena keadaan darurat untuk memenuhi kebutuhan negara atau untuk mencegah kerugian yang menimpa, sedangkan perbendaharaan negara tidak cukup dan tidak dapat menutupi biaya kebutuhan tersebut, maka dalam kondisi demikian ulama telah memfatwakan bolehnya menetapkan pajak atas orang-orang kaya dalam rangka menerapkan mashalih al-mursalah dan berdasarkan kaidah “tafwit adnaa al-mashlahatain tahshilan li a’laahuma” (sengaja tidak mengambil mashlahat yang lebih kecil dalam rangka memperoleh mashalat yang lebih besar) dan “yatahammalu adl-dlarar al-khaas li daf’i dlararin ‘aam” (menanggung kerugian yang lebih ringan dalam rangka menolak kerugian yang lebih besar).

Pendapat ini juga didukung oleh Abu Hamid al-Ghazali dalam al-Mustashfa dan asy-Syatibhi dalam al-I’tisham ketika mengemukakan bahwa jika kas Bait al-Maal kosong sedangkan kebutuhan pasukan bertambah, maka imam boleh menetapkan retribusi yang sesuai atas orang-orang kaya. Sudah diketahui bahwa berjihad dengan harta diwajibkan kepada kaum muslimin dan merupakan kewajiban yang lain di samping kewajiban zakat. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (١٥)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar [Al Hujuraat: 15]

dan firman-Nya,

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ (٤١)

Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui [At Taubah: 41].

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ (١٩٥)

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan [Al Baqarah: 195].

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١١)

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui [Ash Shaff: 11].

Dengan demikian, salah satu hak penguasa kaum muslimin adalah menetapkan berapa besaran beban berjihad dengan harta kepada setiap orang yang mampu. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh pengarang Ghiyats al-Umam dan juga pendapat An Nawawi dan ulama Syafi’iyah yang lain, dimana mereka merajihkan pendapat bahwa kalangan kaya dari kaum muslimin berkewajiban membantu kaum muslimin dengan harta selain zakat.

Termasuk dari apa yang kami sebutkan, (pungutan dari) berbagai fasilitas umum yang bermanfaat bagi seluruh individu masyarakat, yaitu (yang memberikan) manfaat kepada seluruh masyarakat dan perlindungan mereka dari segi keamanan (militer) dan ekonomi yang tentunya membutuhkan biaya (harta) untuk merealisasikannya sementara hasil dari zakat tidak mencukupi. Bahkan, apabila dakwah kepada Allah dan penyampaian risalah-Nya membutuhkan dana, (maka kewajiban pajak dapat diterapkan untuk memenuhi keperluan itu), karena merealisasikan hal tersebut merupakan kewajiban bagi tokoh kaum muslimin dan biasanya seluruh hal itu tidak dapat terpenuhi dengan hanya mengandalkan zakat. Kewajiban tersebut hanya bisa terealisasi dengan penetapan pajak di luar kewajiban zakat. Oleh karena itu, kewajiban ini ditopang kaidah “maa laa yatimmu al-wajib illa bihi fa huwa wajib“, sesuatu dimana sebuah kewajiban tidak sempurna kecuali denganya, maka sesuatu itu bersifat wajib.

Kemudian, setiap individu yang memanfaatkan fasilitas umum yang telah disediakan oleh pemerintah Islam untuk dimanfaatkan dan untuk kemaslahatan individu, maka sebaliknya sudah menjadi kewajiban setiap individu untuk memberi kompensasi dalam rangka mengamalkan prinsip “al-ghurm bi al-ghunm”, tanggungan kewajiban seimbang dengan manfaat yang diambil. Namun, ketetapan ini terikat dengan sejumlah syarat, yaitu :

  1. Bait al-maal mengalami kekosongan dan kebutuhan negara untuk menarik pajak memang sangat dibutuhkan sementara sumber pemasukan negara yang lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidak ada.
  2. Pajak yang ditarik wajib dialokasikan untuk berbagai kepentingan umat dengan cara yang adil.
  3. Bermusyawarah dengan ahlu ar-ra’yi dan anggota syura dalam menentukan berbagai kebutuhan negara  yang membutuhkan dana tunai dan batas maksimal sumber keuangan negara dalam memenuhi kebutuhan tersebut disertai pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian dana tersebut dengan cara yang sejalan dengan syari’at.

Pajak jenis ini, yang dibagikan secara adil dan dengan cara yang benar telah disebutkan oleh para ahli fikih empat madzhab dengan penamaan yang berbeda-beda sebagaimana hal ini didukung oleh perbuatan ‘Umar in al-Khathab radliallahu ‘anhu di masa kekhalifahannya, dimana beliau mewajibkan pajak sebesar 10% kepada para pedagang ahlu al-harb, sedangkan untuk pedagang ahlu adz-dzimmah sebesar 5%, dan 2,5% bagi pedagang kaum muslimin.

Sedangkan pajak jenis kedua yang diambil secara tidak wajar dan zhalim, maka hal itu tidak lain merupakan bentuk penyitaan sejumlah harta yang diambil dari pemiliknya secara paksa tanpa ada kerelaan darinya. Hal ini menyelisihi prinsip umum syari’at Islam yang terkait dengan harta, yaitu hukum asal dalam permasalahan harta adalah haram diganggu karena berpedoman pada dalil-dalil yang banyak, diantaranya adalah sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لا يحلّ مال امرئ مسلم إلاّ بطيب نفس منه

Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dari jiwanya[1]

من قتل دون ماله فهو شهيد

Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka dia syahid[2].

ألا إنّ دماءكم وأموالكم وأعراضكم عليكم حرام

Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta dan kerhormatan-kehormatan kalian adalah haram atas sesama kalian (untuk dilanggar)[3].

Berdasarkan hal ini, maka berbagai hadits, baik yang shahih maupun yang tidak, yang mencela para pemungut pajak dan mengaitkannya dengan siksa yang berat, kesemuanya dibawa kepada makna pajak yang diberlakukan secara tidak wajar dan zhalim, yang diambil dan dialokasikan tanpa hak dan tanpa adanya pengarahan. Hal ini berarti pegawai yang dipekerjakan untuk memungut pajak dipergunakan oleh para raja dan penguasa serta pengikutnya untuk memenuhi kepentingan dan syahwat mereka dengan mengorbankan kaum fakir dan rakyat yang tertindas. Gambaran inilah yang dikatakan oleh adz-Dzahabi dalam al-Kabair dengan komentarnya,

المكاس من أكبر أعوان الظلمة، بل هو من الظلمة أنفسهم، فإنّه يأخذ ما لا يستحق ويعطيه لمن لا يستحق

Pemungut pajak adalah salah satu pendukung tindak kezhaliman, bahkan dia merupakan kezhaliman itu sendiri, karena dia mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memberikan kepada orang yang tidak berhak.

Inilah kondisi riil yang tersebar luas di pelosok dunia ketika Islam telah berkembang. Berbagai pajak yang tidak wajar diwajibkan oleh beberapa pemerintahan pada saat ini di tengah-tengah manusia dan atas kaum fakir, khususnya kaum muslimin. Kemudian, pajak tersebut disetorkan kepada para pemimpin, penguasa dan kalangan elit, yang pada umumnya digunakan untuk memenuhi syahwat dan kesenangan mereka dan hal itu tertuang dalam berbagai protokol resmi kenegaraan ketika menerima tamu dari kalangan para raja dan pemimpin. Demikian pula pajak tersebut dialokasikan untuk mendanai berbagai pesta dan festival yang di dalamnya terdapat kemaksiatan dan minuman keras, mempertontonkan aurat, pertunjukan musik dan tari serta kegiatan batil lainnya yang jelas-jelas membutuhkan biaya yang mahal.

Maka, pajak jenis ini seperti yang dinyatakan oleh sebagian ulama bahwa pajak tersebut justru dipungut dari kalangan miskin dan dikembalikan kepada kalangan elit. Hal ini sangat bertolak belakang dengan ruh zakat yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya,

تؤخذ من أغنيائهم و ترد على فقرائهم

Zakat itu diambil dari kalangan elit dan dikembalikan kepada kalangan fakir[4].

Berdasarkan penjelasan di atas, maka seorang muslim yang peduli akan agamanya berkewajiban menjauhi segala bentuk keharaman dan kemaksiatan serta menjauhkan diri dari setiap pekerjaan yang justru akan memperbanyak dosa dan mengotori harta yang dimilikinya. Sebagaimana dia berkewajiban untuk tidak menjadi alat dan perantara untuk memaksa dalam tindak kezhaliman yang digunakan oleh para pelakunya dalam  membebani manusia dengan berbagai pungutan harta.

Bahkan, bisa jadi dia termasuk pelaku kezhaliman itu sendiri, karena biasanya seorang yang berserikat dengan para pelaku kezhaliman dan berbagi harta yang haram dengan mereka, (maka hal itu juga merupakan tindak kezhaliman), karena syari’at apabila mengharamkan suatu aktivitas, maka uang yang diperoleh dari aktivitas tersebut juga haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قاتل الله اليهود لمّا حرّم عليهم شحومها جملوه ثمّ باعوه فأكلوا ثمنه

Semoga Allah membinasakan Yahudi, karena tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai atas mereka, mereka malah mencairkannya, kemudian menjual dan menggunakan uang hasil penjualannya[5].

Adapun penetapan pajak di samping zakat, apabila tidak ditemukan sumber keuangan untuk memenuhi suatu kebutuhan negara kecuali dengan adanya penetapan pajak, maka boleh memungut pajak bahkan hal itu menjadi wajib dengan syarat kas Bait al-Maal (kas negara) kosong, dialokasikan dan didistribusikan dengan benar dan ‘adil berdasarkan penjelasan di atas mengenai pajak yang ‘adil dan tindakan ‘Umar ibn al-Khaththab radliallahu ‘anhu yang mendukung hal tersebut.

Inilah yang nampak bagiku dalam permasalahan ini. Apabila benar, maka hal itu berasal dari Allah dan jika keliru, maka hal itu berasal dari diriku. Saya memohon kepada Allah untuk meneguhkan langkah kita, menjauhkan kita dari kesesatan, memberi taufik kepada kita untuk mengerjakan amalan yang mengandung kebaikan di dunia dan akhirat, serta menjadikan diri kita sebagai sarana dalam memperbaiki manusia dan negara. Sesungguhnya Dia-lah yang Mahamenguasai dan Mahaberupaya atas hal itu.

وآخر دعوانا أن الحمد لله ربّ العالمين؛ وصلّى الله على محمّد وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين وسلم تسليما

Aljazair 12 Jumadi al-Awwal 1417 H

http://www.ferkous.com/rep/Bi2.php

Penerjemah: Muhammad Nur Ichwan Muslim

 


 

 

 

 

 

Islam memperbolehkan bekerja di kantor pajak asal institusi tersebut bersih dan uangnya dipergunakan dengan benar, tak dikorupsi individu atau golongan, 

Tapi seyakin apa kamu bawha institusi ini bersih dari praktek-praktek tersebut?

 


 

 Wallahu A’lam.

 

 

June 13, 2025

Kasus Video Ajak Umroh Ke Borobudur

Sebuah video promosi pariwisata Candi Borobudur yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) menuai polemik usai menyebut istilah ‘umrah’ dalam konteks wisata ke candi. Video itu viral di media sosial dan memicu reaksi dari kalangan tokoh agama.

 

 


VIDEO AJAK UMROH KE BOROBUDUR. KLIK DISINI


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, angkat suara dan meminta agar konten semacam itu tidak dibuat sembarangan karena berpotensi menyinggung keyakinan umat beragama lain.

“AI itu buatan manusia, jadi manusianya harus bijak bikin kontennya. Yang kita tuntut adalah pembuatnya, agar ditegur dan tidak menyinggung keyakinan orang lain,” ujar Cholil, dikutip dari detikcom, Sabtu (7/6/2025).

Melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter), Cholil kembali menegaskan bahwa istilah yang bersifat sakral bagi agama tertentu tidak semestinya digunakan secara sembarangan di luar konteksnya.

“Ini kok istilahnya umrah ya, yang disuruh ngomong anak-anak. Mau wisata ke Borobudur atau ke sungai silakan suka-suka. Tapi jangan nyenggol agama lain yang puluhan juta umatnya melakukan umrah dan antre haji. Kita ini negara Pancasila, bebas beragama, tapi juga harus saling menghormati,” tulis Cholil.

Ia menilai, penggunaan istilah ‘umrah’ dalam konteks pariwisata ke candi adalah bentuk pelintiran narasi yang tidak etis, meski disampaikan dalam balutan teknologi canggih seperti AI.

Video yang kini viral itu menampilkan sosok anak perempuan dengan latar belakang megah Candi Borobudur. Di awal video, narasi menyebut soal Dupa, keris, kembang, dan kemenyan, yang kemudian diikuti dengan pembahasan mengenai warisan leluhur dan tanah suci.

Bagian paling kontroversial adalah saat video itu menyebutkan:

“Kalau ke tanah suci harus antre dan bayar puluhan juta. Ayo kita umrah ke candi-candi, termasuk Borobudur.”

Pernyataan tersebut dianggap mengaburkan makna umrah, yang secara teologis merupakan salah satu ibadah dalam Islam, bukan sekadar kunjungan wisata atau ziarah ke situs bersejarah.

Hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak pembuat video. Identitas kreator maupun instansi yang memproduksi konten AI tersebut masih simpang siur. Namun, sejumlah netizen menduga video itu merupakan bagian dari promosi pariwisata berbasis kearifan lokal yang “kebablasan” dalam narasi.

Sejumlah tokoh lintas agama juga turut angkat bicara. Mereka menekankan pentingnya sensitivitas narasi di ruang publik, terlebih di negara yang menjunjung tinggi pluralisme dan kebebasan beragama seperti Indonesia.

“Ini soal etika komunikasi publik. Jangan sampai promosi budaya justru menabrak nilai agama,” ujar salah satu akademisi komunikasi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Cholil Nafis mengingatkan bahwa meski teknologi seperti AI makin berkembang, prinsip etika dan toleransi tidak boleh ditinggalkan. Kreator konten, baik manusia maupun yang menggunakan kecerdasan buatan, harus tetap berpegang pada norma sosial dan keberagaman yang dianut bangsa ini.

“Kebebasan berekspresi itu penting, tapi jangan sampai kebablasan. Apalagi kalau menyangkut hal yang sakral dalam agama,” tegasnya.

Kasus video AI yang menyebut ‘umrah’ ke Candi Borobudur menjadi pengingat bahwa di era digital, literasi agama dan literasi teknologi harus berjalan beriringan. Tanpa pemahaman mendalam, inovasi justru bisa melukai perasaan publik dan menciptakan gesekan di tengah masyarakat majemuk.

Pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), juga diharapkan tidak lepas tangan. Jika video tersebut merupakan bagian dari kampanye wisata, maka perlu ada klarifikasi dan evaluasi agar narasi yang disampaikan tidak menimbulkan multitafsir.

 

Pembuat Ngaku Video AI 'Umrah ke Candi Borobudur' Beralibi Konten Hanya Iklan Kemenyan Bukan Paket Wisata

 


(fotos by detik)

Pria insisial YH, pembuat video AI yang berisi ajakan berkunjung ke Candi Borobudur dengan membawa-bawa soal umrah mendatangi kantor Disparpora Kabupaten Magelang hari ini. Dia mengaku video konten itu dibikin untuk iklan bisnis kemenyan miliknya.

"Ternyata beliau (YH) membuat konten itu adalah kepentingan pribadi. Karena beliau juga ternyata jualan menyan (kemenyan), kemudian turut mempromosikan itu produk lokal," kata Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Mulyanto, kepada wartawan, dilansir detikJateng, Kamis (12/6/2025).

Kedatangan YH bersama keluarganya untuk menyampaikan permohonan maaf. Dalam pertemuan itu turut dihadiri dari pihak Polresta Magelang, Kesbangpol dan perwakilan dari Taman Wisata Borobudur (TWB).

"Kami kedatangan tamu (YH) apapun kami terima dan prinsip kami ketika yang bersangkutan sudah dengan niat baik tentunya kami menjembatani. Intinya bahwa minta maaf dan sudah nge-drop terkait dengan kontennya," sambungnya.

"Kemudian membuat sanggahan (klarifikasi) terkait dengan kontennya itu sendiri. Sehingga beliau sudah merasa bahwa semuanya dalam keadaan sudah dinetralisir. Apalagi sudah datang ke sini karena niat baik. Sehingga beliau pun punya harapan semoga ini hasil ke depannya juga baik," ujar Mulyanto.

 Setelah menyampaikan permohonan, pihaknya langsung dibawa menuju Polresta Magelang guna menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan sebagai saksi.

 

 

 

April 2, 2025

Kenapa Banyak Orang Islam Di Tato?

Tato adalah gambar atau lukisan yang sengaja dibuat pada permukaan kulit tubuh. Caranya ialah menusuki kulit dengan jarum halus, kemudian memasukkan zat warna ke dalam bekas tusukan tersebut.  

 


Dalam sebuah hadis sahih, Nabi Muhammad SAW memperingatkan umatnya agar tidak menato tubuh mereka. Sebab, hal itu berarti mengubah ciptaan Allah SWT. “Allah melaknat wanita yang menato dan wanita yang meminta ditato, yang mencukur alir dan yang meminta dicukur alisnya, serta yang merenggangkan giginya untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah,” sabda Rasulullah SAW, yang diriwayatkan dari Imam Bukhari. 

Bagaimanapun, tak sedikit Muslimin yang bertato menyesali perbuatannya. Sesudah bertobat, mereka boleh jadi ingin menghilangkan tato pada tubuhnya. Menurut UAS, upaya tersebut boleh dilakukan selama tidak membahayakan diri mereka. 

Kata tato berasal dari bahasa Tahiti, tatu berarti menandakan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar atau lukisan pada anggota tubuh.

Budaya tato sudah sangat lama ada dan dapat dijumpai di seluruh sudut dunia. Menurut sejarah, ternyata menato tubuh sudah dilakukan sejak 3000 tahun SM (sebelum Masehi). Tato ditemukan untuk pertama kalinya pada sebuah mumi yang terdapat di Mesir. Dan konon hal itu dianggap yang menjadikan tato kemudian menyebar ke suku-suku di dunia, termasuk salah satunya suku Indian di Amerika Serikat dan Polinesia di Asia, lalu berkembang ke seluruh suku-suku dunia salah satunya suku Dayak di Kalimantan.

Tato dibuat sebagai suatu symbol atau penanda, dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi si empunya dan simbol keberanian dari si pemilik tato. Sejak masa pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri. 

 

Alasan Orang Men-tato Bagian Tubuhnya

Jika sejumlah orang nyaman memperlihatkan tato mereka, di Inggris, AS, dan beberapa negara lainnya, beberapa perusahaan masih melarang tato di kalangan pegawainya.  Di Indonesia pun demikian, memiliki tato maka akan mempersempit peluang ia bisa bekerja di Perusahaan/ Kantor

Penelitian yang dilakukan untuk Universitas Iowa Utara oleh Kristin Broussard dan Helen Harton mengungkapkan bahwa bahkan di AS, mengenakan tato sebagai pelapis lengan akan diganjar stigma sosial.

Dalam kajian mereka tahun 2017, Broussard dan Harton melibatkan dua kelompok. Grup pertama terdiri dari pelajar berusia rata-rata 19 tahun, sedangkan kelompok lain adalah penduduk AS dengan median umur 42 tahun.

Dua kelompok itu lalu ditunjukkan foto laki-laki dan perempuan yang memiliki tato di lengan mereka. Foto yang sama juga ditampilkan kepada responden, tapi setelah melalui proses penyuntingan yang menghapus tato.

Dua grup responden itu diminta menilai orang-orang bertato dalam foto tersebut. Penilaian diberikan dalam 13 karakter dan terhadap sifat personal seperti kejujuran, kesuksesan, kecerdasan, dan seberapa besar mereka dapat dipercaya.

Sebagian besar di kelompok pelajar berpendapat bahwa perempuan bertato lebih kuat dan mandiri. Namun secara umum dua kelompok lebih senang dengan foto orang-orang tak bertato.

 

Tato dilarang oleh hukum Jepang sampai tahun 1948. Lebih dari 70 tahun kemudian, orang-orang bertato secara umum masih belum dianggap diterima secara sosial. Faktanya, cukup banyak fasilitas yang melarang orang bertato masuk, seperti pantai, pemandian air panas, pemandian umum, dan kolam renang.

meski Jepang semakin maju, tato terlanjur memiliki stigma negatif dan mereka yang memilikinya banyak dilarang memasuki tempat umum.

 

Mau tidak mau dan harus diterima, Kebanyakan Orang yang di Tato adalah orang orang yang bermasalah seperti penjahat, geng motor, preman, wanita pelacur

 

Banyak orang Islam ditato karena salah dalam memilih pertemanan, mengikuti temannya yg ditato atau bahkan terinspirasi lewat Video Youtube atau idolanya. Ada juga yang menganggap dengan adanya tato ditubuh maka ia akan disegani/ditakuti orang sekitarnya. 

Bagi wanita, biasanya  kebanyakan lelaki akan menganggap wanita yang ditato bahwa ia bukan wanita baik-baik , bisa diajak berhubungan badan , entah dari cara berpakaian atau kehidupannya, karena kebanyakan memang demikian

 

Jalan terbaik buat orang Islam yang sudah terlanjur ditato adalah bertaubat kepada Allah SWT dan menutupi Tato tersebut dengan baju lengan panjang atau celana lengan panjang. Untuk mengindari hati yg akan kembali bangga bahwa ia ditato atau ada tato dibagian tubuhnya saat dilihat orang lain

Kalau masih mungkin dihilangkan gambar-gambar itu, upayakanlah sebisa mungkin. Tapi kalau mustahil, maka bersabarlah. Semoga Allah SWT menerima permohonan ampun dan taubat Anda. Yang penting hati anda telah kembali ke jalan Allah.

risiko negatif dalam memakai tato, salah satunya tersebarnya virus HIV melalui pori-pori kulit. Data penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penularan HIV melalui aktivitas bertato berkisar antara 2%-56%. Karenanya, Kementerian Kesehatan menyarankan untuk setiap orang yang baru saja memakai tato melakukan screening HIV.

Adapun dalil-dalil yang menunjukkan hukum memakai tato, di antaranya: pertama, hadis dalam sahih al-Bukhari disebutkan dari Alqamah (diriwayatkan), Abdullah mengatakan Allah melaknat orang yang menato dan orang yang meminta ditato (HR. Al-Bukhari).

Kedua, dalam hadis sahih al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, dan perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ketiga, dalam hadis Sunan at-Tirmidzi juga menyebutkan redaksi yang serupa bahwa Rasulullah Saw bersabda: Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan yang meminta disambung rambutnya, perempuan yang menato dan yang meminta ditato (HR. at Tirmidzi).

Menurut tim Divisi Fatwa Tarjih, kedua hadis di atas tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, tapi juga berlaku bagi laki-laki. Sehingga baik laki-laki maupun perempuan tidak diperkenankan membuat tato. Hal ini dipahami dari ungkapan “laana” yang artinya melaknat. Dalam kaidah disebutkan bahwa hukum asal dari larangan adalah haram.

 

 


February 12, 2025

Awal Mula Kenapa Ramadhan & Idul Fitri Kini Jadi Beban Bagi Sebagian Umat Islam

Ramadhan & Idul Fitri kini telah berubah makna dan salah diartikan sebagian umat Islam, Bagi muslim bulan Ramadahan adalah ajang memperbaiki diri atas perilaku dan kepribadian yang belum menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT yang dilarang di Al Quran ataupun menurut Hadis

 


Akibat terpengaruh budaya dan lingkungan , Sebagian umat Islam lainnya  mengartikan bahwa Ramadhan adalah ajang kuliner makanan dan menumpuk berbagai jenis makanan untuk berbuka puasa atau sahur. 

Padahal Nabi Muhammad menjelaskan bahwa saat Ramadhan  menahan lapar adalah agar kita tau rasanya jadi orang miskin dengan tak makan dan tak tau apa yang akan dimakan esok hari.

Beda dengan sebagian kelas ekonomi menengah ke atas sudah tau dan bisa beli makanan / minuman yang diinginkan saat berbuka puasa atau saat sahur

 

Ramadhan juga jadi pemborosan karena adanya acara-acara buka bersama dengan berbeda beda lingkungan

 

 Menahan pandangan dan hawa nafsu juga akan kian diuji diera smartphone dan teknologi

 

Idul Fitri juga jadi salah makna dan jadi tekanan sendiri bagi para orangtua karena harus membeli baju baru, sepatu baru, baju muslim baru, kendaraan baru dan lainnya hingga harus meminjam uang

 

Berikut ini adalah deretan Perilaku Yang seharusnya tak dilakukan Umat Muslim saat Ramadhan dan Idul Fitri

 

Ajang Belanja Pakaian, Sepatu

 

Perilaku Boros

 

Ajang Pamer Harta, Status Sosial

 

Ajang Bertanya Status Nikah, Anak dan Hal Lainnya Bersifat Pribadi

 

 


 

 

 

September 22, 2023

Ayat Suci Al Quran Yang Dibenci Syaitan & Jin

Doa dan ayat suci Al Quran yang paling ditakuti jin dan setan penting untuk diketahui setiap orang muslim. Selain mengamalkan bacaan dzikir, ada doa khusus yang dapat mengusir jin baik dari dalam tubuh maupun sihir yang dikirim orang lain.

Ayat suci Al Quran adalah pesan dari Allah SWT untuk Manusia dan bangsa Jin, ketika ayat tersebut dibacakan maka Jin & syaitan MAKA IA AKAN DIANGGAP SUDAH MENDAPAT PESAN , Jadi ia akan tahu kemana dirinya jika melanggar peraturan yang sudah ALLAH SWT tetapkan



Doa pengusir jin dan setan umumnya berasal dari ayat Al Quran. Selain itu, ada juga doa paling ampuh yang bahkan diajarkan langsung oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain doa yang telah diajarkan oleh malaikat Jibril, di Al-Quran juga terdapat beberapa ayat yang juga sangat ditakuti di kalangan jin. Ingin tahu bacaan doanya dan kisah di balik doa mustajab untuk membakar dan mengusir jin? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terkadang menemukan rumah, kantor, atau tempat yang diganggu oleh jin, setan, atau makhluk supranatural lainnya. Bahkan, ada pula jin yang mengganggu manusia, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri, baik secara kasat mata seperti kesurupan, maupun tidak, yang biasanya ditandai dengan munculnya gejala cemas, gelisah, malas ibadah, bicara tak karuan, sakit tidak jelas, dan gejala aneh lainnya.

Dalam kondisi demikian, kita dapat melakukan upaya pengusiran seperti membaca ayat-ayat Al-Quran dan sebagainya. Namun, ada kalanya bacaan ayat-ayat Al-Quran tidak mempan untuk mengusirnya, seperti yang pernah dialami Nabi saw sewaktu malam jin, malam di mana kaum jin mendengar Al-Quran.

Sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Mas‘ud, pada malam itu, Nabi SAW didatangi jin Ifrit yang membawa obor api di tangannya. Ada pula yang berpendapat bahwa Nabi saw. didatangi jin Ifrit pada malam isra-mi’raj. Kala itu, beliau  kemudian membaca ayat-ayat Al-Quran.

Namun, tidak ada reaksi apa-apa kecuali jin itu semakin mendekat. Jadi, malaikat Jibril menawarkan kepadanya, “Maukah jika aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang jika engkau membacanya, maka ia akan jatuh tersungkur dan obornya akan mati?” (HR. Malik, an-Nasa’i, ath-Thabrani, dan yang lain).

Dalam kehidupan manusia, Anda pasti pernah mendengar atau melihat adanya gangguan-gangguan jin terhadap umat manusia. Hal ini tak bisa disangkal keberadaannya.

Untuk itu, ada baiknya Anda membekali diri sebagai bentuk pertahanan guna menolong diri sendiri atau orang lain yang membutuhkan. Akan ada saja jin yang mengganggu manusia, baik secara kasat mata maupun lewat alam bawah sadar.

Bacaan doa pengusir jin dalam Islam, sebaiknya Anda hafalkan untuk berjaga-jaga jika suatu waktu Anda membutuhkannya. 



Malaikat Jibril kemudian mengajarkan beberapa kalimat yang setelah dibacakan oleh Rasulullah, jin Ifrit tersebut langsung tersungkur dan obor yang dibawanya seketika padam. Berikut ini adalah doa yang diajarkan malaikat Jibril kepada Rasulullah untuk mengusir jin yang paling ampuh tersebut.

Rasulullah lantas berkata, “Ajarkan aku wahai Jibril”. Kemudian, malaikat Jibril menjawab,

 أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ.

A‘udzu bi wajhillahil kariim wa bi kalimatillahit tammati lati la yujawizuhunna barrun wala faajirun min syarri maa yanzilu minas sama’i, wa min syarri ma ya‘ruju fiha, wa min syarri ma dzara’a fil ardhi, wa min syarri ma yakhruju minha, wa min fitanil laili wan nahari, wa min thoriqil laili wannahari, illa thariqan yanthiqu bi khairin, ya rahman.

Artinya: “Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Maha Mulia dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak ada orang yang baik dan tidak pula orang yang durhaka dapat melampauinya, dari kejahatan apa saja yang turun dari langit dan dari kejahatan apa saja yang naik ke langit; dari kejahatan apa saja yang masuk ke dalam bumi dan dari kejahatan apa saja yang keluar dari bumi; dari fitnah-fitnah di waktu malam hari dan di waktu siang hari; dari bencana-bencana dari malam hari dan siang hari, kecuali bencana yang datang dengan kebaikan, wahai Dzat yang maha penyayang.”

Setelah Rasulullah SAW membaca doa tersebut, jin Ifrit langsung tersungkur jatuh dan api yang dibawanya untuk menyerang Rasulullah seketika padam. Kemudian, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan agungnya kembali.


Ayat Kursi


Selain doa di atas, berikut ini ayat Al-Qur’an yang paling ditakuti Jin dan setan. Ayat ini sangat masyhur dan memiliki keutamaan yang agung yaitu Ayat Kursi. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ia (Ayat Kursi) adalah ayat yang sangat agung yang terdapat dalam Al-Qur’an.”

Ayat Kursi terdapat dalam Surat Al-Baqarah Ayat 255, yang berisi tentang keesaan Allah dan kekuasaan-Nya yang mutlak. Diriwayatkan dari Abdullah bin Ubay bin Ka’ab, ayahnya (Ka’ab) pernah bercerita kepadanya bahwa ia memiliki sebuah wadah besar berisi kurma.

Ayahnya biasa menjaga tong berisi kurma itu, tetapi ia menjumpai isinya berkurang. Pada suatu malam, saat ia menjaganya, tiba-tiba ia melihat seekor hewan yang bentuknya mirip dengan anak laki-laki berusia baligh.

Lalu Ka’ab mengucap salam kepadanya. Makhluk itu pun menjawab salam Ka’ab. “Siapa kamu, Jin atau manusia?” tanya Ka’ab. “Aku Jin,” jawabnya. “Kemarikanlah tanganmu di tanganku.” Makhluk itu menjulurkan tangannya ke Ka’ab, ternyata tangannya seperti kaki anjing begitu pula bulunya. “Apakah memang demikian bentuk Jin itu?” tanya Ka’ab lagi. “Kamu sekarang telah mengetahui Jin. Di kalangan mereka, tidak ada yang lebih kuat daripada aku.”

“Apa yang mendorong berbuat demikian?” “Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seorang manusia yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu.”

“Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan kalian?” Jin itu berkata: “Ayat ini, yakni Ayat Kursi.”

Esok harinya, Ka’ab berangkat menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi bersabda: “Benarlah apa yang dikatakan oleh si jahat itu.” (HR Hakim, dikutip Ibnu Katsir saat menafsirkan Ayat Kursi)

Dalam riwayat lain diceritakan kisah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang berhasil menangkap seorang pencuri di gudang zakat saat bulan Ramadhan. Ketika pencuri itu tertangkap, ia mengajarkan kalimat agung kepada Abu Hurairah agar ia tidak ditawan.

“Kalau kamu tidur, bacalah Ayat Kursi: Allahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyum… sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula: “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati setan hingga pagi hari.” Rasulullah SAW memberi tahu Abu Hurairah bahwa pencuri itu adalah setan yang menyamar.

Dikutip dari laman Fiqih Muslim, salah satu doa untuk mengusir jin dan setan yang paling ampuh adalah QS. Al-Baqarah ayat ke-255 atau sering dikenal sebagai Ayat Kursi. Dalam sebuah riwayat dari Ubay bin Ka’ab, ayat ini bahkan disebut sebagai ayat paling agung dalam Al Quran. Isinya tak lain adalah tentang keesaan dan kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu. Berikut ini adalah bacaan Arab, latin, dan artinya :

اَللهُ لآَإِلهَ إِلاَّهُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

“Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Wala yuhituna bi syai-in min ‘ilmihi illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.”

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

 

 SURAH AL Baqarah



 

Surah Al-Mu’minun Ayat 97-98

Doa selanjutnya adalah QS. Al-Mu’minun Ayat 97-98 yang intinya berisi tentang memohon perlindungan Allah SWT dari bisikan jin dan setan.

رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّیٰطِیْنِۙ وَ اَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ یَّحْضُرُوْنِ

“Robbi a’uudzubika min hamazaatisy-syayaathiin wa a’udzubika robbi ayyahdhuruun.”

Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan dan aku berlindung pula kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”
Mengucap Taawudz

Audzubillah himinas syaiton nirojim

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”



Surat Al-Falaq


Qul a’udzu birabbil-falaq. Min syarri ma khalaq. Wa min syarri gasiqin iza waqab. Wa min syarri-naffasati fil-‘uqad. Wa min syarri hasidin idza hasad.

Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Diciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”


Surat An-Nas

Surat An-Nas juga bisa sebagai amalan untuk mengusir setan. Selain itu, jika baca maknanya dari surat ini, sebenarnya titiknya ada di hati kita. Setan dan jin biasanya masuk lewat hati kita dan mempengaruhi manusia serta membuat takut.

Untuk itulah, mulai saat ini kita bisa menggunakannya sebagai zikir dan doa untuk mengusir setan dan jin dari rumah kita.

Qul a’udzu birabbinnas. Malikin-nas. Ilahan-nas. Min syarril-waswasil-khannas. Alladzi yuwaswisu fi sudurin-nas. Minal-jinnati wannas.

Artinya: “Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”


QS.Shaad ayat 41


رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ  | رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِوَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ | وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ

Rabbi Annii Massaniya as-SYaithoonu binusybin Wa Adaba, Rabbi A’udzu bika min Hamazaati-s-Saya Thiini, Wa A’udzubika Rabbi an Yahdhurun. Wa khifzhon min kulli Syaithoonin Maarid.

Artinya: “Sesungguhnya, aku diganggu setan dengan penuh ketidaknyamanan dan penderitaan”.


Al Mukminun ayat 97-98

رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّیٰطِیْنِۙ وَ اَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ یَّحْضُرُوْنِ

“Robbi a’uudzubika min hamazaatisy-syayaathiin wa a’udzubika robbi ayyahdhuruun.”

Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan dan aku berlindung pula kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”
 

QS. Ash-Shaffat


 

 LANTUNAN AZAN 



Dalam kitab Adzkar Imam Nawawi disebutkan azan bisa efektif untuk mengusir makhluk halus ini. Ini berasal dari hadis Nabi SAW.

Idaza taggolawat Lakumul ghollanu fanaaduu bil adzani

Artinya: “Jika makhluk halus mengganggu kalian, maka adzanlah.”
Basmalah

Selain Ayat Kursi, ayat yang paling ditakuti dan dibenci Jin dan setan adalah Ayat pertama pembuka Surat Al-Fatihah yaitu kalimat “Basmalah”.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Bismillahirrahmanirrahim

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Fatihah Ayat 1)

Ayat ini bisa memberikan perlindungan dari setan apabila dibaca, dengan izin Allah. Bacaan Bismillah bukan hanya berfaedah menghalangi masuknya setan, melainkan juga dapat mengusir setan itu sendiri.

Salah satu keutamaan Basmalah adalah setan mengecil jika kita membaca “Bismillah” dalam setiap melakukan sesuatu.


Doa Nabi Sulaiman

Doa Nabi Sulaiman ini terdapat dalam Surat An-Naml ayat 30-31 yang berbunyi sebagai berikut.

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ , اَلَّا تَعْلُوا عَلَىَّ وَاْتُونِى مُسْلِمِيْنَ

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu berlaku sombong kepadaku, dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
Cara Mengatasi Rasa Takut pada Jin dan Setan

Setan dan jin tidak akan pernah berhenti untuk mengganggu umat manusia. Bahkan, tidak jarang gangguan yang mereka lakukan justru malah berdampak buruk bagi manusia.

Oleh karena itu, agar kita terhindar dari gangguan setan, sebaiknya kita sering membaca ayat-ayat suci Al-Quran dengan niat untuk menjaga keamanan diri. Terdapat beberapa doa mengusir setan dari tubuh manusia yang bisa Anda coba baca.

Setan terdiri dari berbagai jenis serta ada yang baik dan ada yang jahat pula. Biasanya setan jahat inilah yang cenderung mengganggu manusia dan mempunyai tujuan yang menyesatkan. Namun,  sering kali kita tidak menyadari adanya gangguan dari setan ini.

Saat berada di rumah dan merasa bahwa kita sedang diganggu shirim jin atau setan yang menimbulkan rasa takut berlebih, awali dengan ketenangan dan berfikir secara jernih. Apabila diri kita yakin bahwa tidak ada hal-hal yang mengganggu atau meresahkan, maka tidak ada alasan untuk takut terganggu jin dan iblis.

Perbanyaklah berdoa dan jika kita selalu mengingat keberadaan Allah, jin dan setan tidak akan mengganggu kita berlebihan. Gangguan jin dan setan lebih berwujud dorongan untuk melakukan hal-hal negatif yang muncul dari dalam diri kita.

Namun, untuk orang-orang yang selalu cemas, tidak ada jaminan bahwa rasa takutnya akan hilang, kecuali dirinya benar-benar yakin bahwa akan selalu dalam lindungan Allah SWT kapanpun dan dimanapun berada.



Berikut ini daftar ayat-ayat Al Quran yang bisa dibaca untuk rukyah diri sendiri,

1. Surat Al-Fatihah
2. Surat Al-Baqarah ayat 1-5
3. Surat Al-Baqarah ayat 102-103
4. Surat Al-Baqarah ayat 163-173
5. Surat Al-Baqarah ayat 255-257
6. Surat Al-Baqarah ayat 285-286
7. Surat Al-Imran ayat 1-4
8. Surat Al-Imran ayat 18
9. Surat Al-A’raf ayat 54-56
10. Surat Al-Anfal ayat 50-51

11. Surat At-Taubah ayat 14
12. Surat At-Taubah ayat 128-129
13. Surat Ibrahim ayat 15-18
14. Surat Al-Hijr ayat 16-18
15. Surat Al-Isra ayat 80-81


16. Surat Al-Kahfi ayat 1-10
17. Surat Al-Kahfi ayat 29-31
18. Surat Al-Kahfi ayat 102-110
19. Surat Maryam ayat 68-72
20. Surat Thaha ayat 1-8
21. Surat Al-Mu’minun ayat 97-101
22. Surat Al-Mu’minun ayat 115-118
23. Surat Yasin ayat 58-61
24. Surat As-Saffat ayat 1-10
25. Surat As-Saffat ayat 158-159

26. Surat Az-Zumar ayat 22-23
27. Surat Fussilat ayat 19-36
28. Surat Ad-Dukhan ayat 43-49
29. Surat Ar-Rahman ayat 33-36
30. Surat Al-Hasyr ayat 21-24
31. Surat Al-Ahqaf ayat 29-32
32. Surat Al-Jin ayat 1-9
33. Surat Al-Ikhlas
34. Surat Al-Falaq
35. Surat An-Nas.



BACA JUGA:

Tutorial Cara Mengecek Sendiri Tubuh Ada Jin, Sihir, Santet, Guna-Guna

 

Ciri & Tanda Makhluk Halus Ada Disekitar Kita

 

July 19, 2023

Siapa Kakek Yang Ada di Iqro?

Berkat kakek ini jutaan manusia bisa membaca dan mengenal bacaan Al-Quran, Mencari  pahala mengalir dan bermanfaat bagi orang lain itulah tujuan hidup  seorang Muslim saat ia masih diberikan nafas hidup ole Allah SWT, bukan membuat dosa mengalir yang akan diikuti manusia lainnya  meski ia sudah meninggal dunia/kiamat.


 

KH As’ad Humam menciptakan buku belajar bacaan huruf hijaiah itu berkat pertemuannya dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. KH Zarkasyi terlebih dahulu menciptakan metode bacaan Qiroati pada tahun 1963.

Lalu As’ad Humam melakukan penyempurnaan agar pelajaran membaca Alquran bisa lebih mudah dipahami para santri.

Setelah melalui berbagai diskusi dan perundingan, masing-masing kiai tersebut akhirnya memiliki metode sendiri.

Kiai Zarkasyi dengan metode qiroati-nya dan Kiai As’ad dengan metode yang ia beri nama Iqra.

Metode yang semula diperkenalkan dari mulut ke mulut ini kemudian mulai diterima masyarakat.
Memperkenalkan Buku Iqra

Hingga kemudian pada tahun 1988 dan 1989, Kiai As’ad mendirikan TK Al Quran (TKA) AMM Yogyakarta dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) AMM Yogyakarta.


Di TKA dan TPA tersebut ia mulai memperkenalkan metode Iqra ini dengan lebih leluasa.

Metode belajar Alquran ini kemudian semakin dikenal luas, hingga mantan Menteri Agama, Munawir Sjadzali, menetapkan TKA dan TPA itu sebagai Balai Litbang LPTQ Nasional pada tahun 1991
Mengenal Sosok KH As’ad Humam


dibalik penemuan metode pembelajaran huruf hijaiah dan baca Alquran itu, ternyata sosok Kiai As’ad merupakan seorang muslim yang bahkan tidak menyelesaikan pendidikan madrasahnya.

Kiai As’ad hanya mengenyam bangku sekolah hingga kelas 2 Madrasah atau setara SMP di Muhammadiyah Yogyakarta.

Sementara itu, profesi sehari-harinya dulu adalah sebagai penjual perhiasan imitasi di kawasan Pasar Beringharjo Malioboro Yogyakarta.

Dalam foto yang terdapat di belakang sampul buku Iqra, Kiai As’ad tampak tak lepas dari tongkat untuk menyangga badannya.

Hal itu karena ia mengalami pengapuran tulang belakang yang membuatnya tak bisa bergerak dari remaja hingga akhir hayatnya.

Ia bahkan harus salat dalam posisi duduk lurus, tanpa rukuk dan sujud karena sakit yang dialaminya.

Kiai As’ad Humam wafat pada Februari 1996 di usianya yang ke 63 tahun. Ia meninggal bertepatan di hari Jumat bulan Ramadan waktu itu.





April 22, 2023

Lailatul Qadar Didapatkan Bagi Yang Perilakunya Hijrah Saat Ramadhan Usai

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan 2023, umat muslim tentu sudah menantikan datangnya Malam Lailatul Qadar. Keberadaan Malam Lailatul Qadar sendiri dirahasiakan Allah SWT. Artinya, tidak ada seorang pun yang tahu.



Namun, banyak ulama berpendapat bahwa Malam Lailatul Qadar ada di antara malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.

 

Lailatul Qadar memang seakan seperti kejutan yang datang pada seorang muslim. Namun, hal yang pasti diyakini soal waktu kedatangan Lailatul Qadar yakni, Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir pada malam-malam ganjil di bulan Ramadan sesuai sabda Rasulullah SAW.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR Bukhari)

Ketidakpastian waktu kedatangan Lailatul Qadar ini pun melahirkan sejumlah prediksi dari para ulama besar, seperti Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin maupun ulama Mazhab Syafi'i.

Menurut Imam Al Ghazali, waktu jatuhnya malam Lailatul Qadar ada kesesuaian dengan hari pertama dimulainya Ramadan.

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Mengutip buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah oleh Ruhyat Ahmad, terdapat beberapa dalil yang menjelaskan mengenai tanda-tanda Lailatul Qadar. Namun, Ruhyat Ahmad menjelaskan, tanda-tandanya baru dapat disadari biasanya setelah malam Lailatul Qadar itu berlalu. Hal ini didasarkan pada perkataan yang disampaikan Ibnu Hajar Al Asqolani yaitu,

وَقَدْ وَرَدَ لِلَّيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتُ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي

Artinya: "Ada beberapa dalil yang membahas mengenai tanda-tanda Lailatul Qadar, namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu." (Kitab Fathul Bari)

Beberapa tandanya adalah sebagai berikut.

1. Matahari Pagi Berwarna Putih

Melalui Ubay bin Ka'ab, ia menyampaikan,

هي اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعِ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya: "Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR Muslim)

2. Cuaca yang Nyaman

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda yaitu,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةُ سَمْحَةُ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَتُهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاء

Artinya: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan." (HR Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Dengan menilik tanda-tanda di atas maka tidak perlu mencari-cari tanda Lailatul Qadar, hal ini dikarenakan kebanyakan tanda yang ada muncul setelah malam itu terjadi. Hal yang harus kita persiapkan adalah untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, Insyaallah kita akan mendapati malam penuh kemuliaan tersebut.

Setelah mengetahui keterangan waktu dan tanda-tanda malam Lailatul Qadar, hendaknya kita mengetahui keterangan mengenai keutamaannya. berikut ini adalah beberapa keutamaan dari malam Lailatul Qadar.

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar


1. Malam Kemuliaan
Penjelasan mengenai hal ini banyak dibahas oleh Allah SWT melalui firman-Nya di Al-Qur'an. Berikut adalah beberapa firman-Nya yang menerangkan perihal tersebut. Allah SWT berfirman dalam surah Ad Dukhan ayat 3-4,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ , فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi (Lailatul Qadar). dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."

Diterangkan lagi oleh Allah SWT bahwa malam yang diberkahi pada ayat di atas merupakan malam Lailatul Qadar. Perihal ini diketahui melalui firman Allah SWT pada Al-Qur'an surah Al Qadar ayat 1 yaitu,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan."

Lalu diteruskan pada ayat-ayat selanjutnya yakni ayat 3-5 mengenai keberkahan dan kemuliaan pada malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ, سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

2. Ada Pengampunan Dosa

Dikutip melalui perkataan Abu Hurairah yang menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Bukhari)

3. Lebih Baik dari 1000 Bulan
An Nakho'i Menyampaikan bahwa, "Amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan." (Latho-if Al Ma'arif)

Diktuip dari Tafsir Zaadul Masiir bahwa Mujahidm Qotadah dan ulama lainnya sepakat berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan lebih baik di sini merujuk pada salat dan amalan yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar. Artinya salat dan puasa pada malam Lailatul Qadar lebih baik daripada salat dan puasa di seribu bulan lain yang tidak terdapat Lailatul Qadar.

 

 Malaikat Jibril turun dan hal ini dijelaskan dalam surah Al-Qadar ayat 4-5:

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."

Para malaikat tidak turun atas kehendak diri mereka sendiri, akan tetapi tetap mengikuti perintah dan izin dari Allah SWT.

Al-Qurthubi menafsirkan ayat mulia tersebut, bahwa para malaikat turun dari seluruh lapisan langit serta dari Sidratul Muntaha, sedangkan tempat malaikat Jibril AS adalah di tengah-tengahnya. Mereka turun ke permukaan bumi dan mengamini doa manusia hingga waktu terbit fajar.

Anas berkata, "Pada malam lailatul qadar malaikat Jibril turun dalam sekelompok besar para malaikat yang bersholawat dan memberi selamat kepada setiap hamba yang berdiri dan duduk sambil berzikir kepada Allah SWT."

Sementara itu Asy-Sya'bi berkata, "Malam itu adalah malam pemberian salam keselamatan para malaikat kepada para ahli masjid dari sejak matahari terbenam hingga terbit fajar. Mereka berjalan kepada setiap orang mukmin sambil mengatakan, 'Salam sejahtera bagimu, wahai orang mukmin.'"
Malaikat Turun ke Bumi Membawa Keberkahan

Dalam Kitab Alam al-Ghayb fi al-Aqidah al-Islamiyyah karya Muhammad Sayyid Ahmad al-Musayyar turut disebutkan, tujuan malaikat turun ke bumi pada malam lailatul qadar adalah untuk memberikan berkah, kabar gembira, dan kebaikan kepada para hamba Allah SWT yang beribadah.

Tujuan turunnya para malaikat ke bumi pada malam lailatul qadar juga disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surah Al Qadar ayat 4.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

Imam Ibnu Katsir menafsirkan, ayat tersebut menjelaskan bahwa banyak malaikat yang turun pada malam kemuliaan ini (lailatul qadar) karena berkahnya banyak. Ibnu Katsir menjelaskan lebih lanjut, para malaikat turun bersamaan dengan turunnya berkah dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika Al-Qur'an dibacakan.

Imam Baihaqi dalam Kitab Fadha 'Ilul Quqat, menjelaskan beberapa hadis yang berkaitan dengan hal ini.

Abu Abdullah al-Hafizh menuturkannya dari Abu Manshur al-Hamsyadzi dari Abu Sa'id ibn A'rabi bahwa Yahya ibn Abu Masarrah berkata, "Aku pernah thawaf di malam kedua puluh tujuh Ramadan dan pada siang harinya aku melihat para malaikat thawaf di Baitullah."

Riwayat yang sama dari Abu Sa'd Abdul Malik ibn Abu Utsman az-Zahid, Abu Muhammad al Mishri di Mekah berkata, "Aku beriktikaf di sebuah masjid di Mesir. Di dekatku ada Abu Ali al-La'ki kemudian aku tertidur dan bermimpi seakan-akan pintu langit terbuka dan para malaikat turun sembari bertahlik dan bertakbir. Aku pun terjaga dan aku berkata, 'Inilah malam lailatul qadar. Ketika itu adalah malam kedua puluh tujuh."

Adapun doa-doa yang disunnahkan untuk dibaca pada malam ini adalah sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut:

Aisyah RA berkata kepada Rasulullah SAW, "Apabila aku menjumpai malam lailatul qadar, apa yang harus aku baca?" Beliau menjawab,

اللَّهُمْ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Arab latin: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah engkau Maha Pengampun dan suka memberi ampun, maka ampunilah aku."

Baca artikel detikhikmah, "Malaikat Turun ke Bumi pada Malam Lailatul Qadar, Ini Tujuannya" selengkapnya https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6667110/malaikat-turun-ke-bumi-pada-malam-lailatul-qadar-ini-tujuannya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

 

Sejatinya seseorang yang perilakunya sudah hijrah usai bulan Ramadhan berakhir  dan tetap melakukan amal dan ibdah secara rutin ia sudah mendpatkan Lailatul Qadar. Taka hanya Ibadah kepada Allah SWT tetapi perilakunya terhadap orang-orang sekitar akan lebih baik lagi akhlaknya


April 19, 2023

Kenapa Orang Yahudi Membenci Kristen Nasrani?

Baik Yahudi, Kristen, maupun Islam, mengklaim sebagai pewaris eksklusif ajaran Ibrahim (Abraham). Kaum Muslim yakin, bahwa agama Nabi Ibrahim adalah agama Tauhid yaitu hanya menyembah Satu Tuhan yaitu Allah tidak beranak, diserupakan, dan diperanakan, dan hanya Islamlah yang konsisten melanjutkan ajaran Tauhid Nabi Ibrahim sampai saat ini hingga hari kiamat kelak

 


Orang-orang Yahudi merupakan satu golongan yang digambarkan sebagai ‘Ahli Kitab’. Ini adalah sebutan yang diberikan kepada dua golongan yaitu; Yahudi dan Nasrani, yang kedua kelompok tersebut diberi petunjuk langsung oleh Allah SWT sebagai utusannya yaitu  Nabi Musa (as) dan Nabi Isa Almasih (as).

Selain itu, Islam tidak mengecam setiap individu, karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama di mata Allah guna mendapatkan keridhaan-Nya. Jadi orang Yahudi juga memiliki kesempatan yang sama dan mendapatkan penghormatan dalam Islam.

Ketika Rasulullah (saw) hijrah ke Madinah dan diangkat menjadi Pemimpin Madinah, beliau membuat berbagai perjanjian salah satunya dengan orang-orang Yahudi, suatu perjanjian yang didasarkan pada keadilan dan kesempatan yang sama.


Dalam konferensi 1979 di New York, melalui makalahnya yang berjudul Islam and Christianity in the Perspective of Judaism, Michel Wyschogrod, profesor filsafat di Baruch College, City University, New York, memaparkan persoalan mendasar dalam pemahaman keagamaan antara Yahudi, Kristen, dan Islam.

Yahudi dan Kristen bersekutu dalam Bibel (Perjanjian Lama). Tetapi berbeda secara mendasar dalam konsep trinitas dan penafsirannya. Dengan Islam, Yahudi tidak bermasalah dalam soal pengakuan Tuhan yang satu (monotheism). Tetapi, Muslim memandang bahwa telah terjadi penyimpangan yang serius pada Kitab Yahudi (juga Kristen).  

Gambaran Prof Michel Wyschogrod tentang Islam tersebut tidak sepenuhnya benar. Monoteisme memang mengakui Tuhan yang satu. Tetapi, monoteisme tidak sama dengan tauhid. Dalam konsep Islam, tauhid adalah pengakuan Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan ada unsur ikhlas, rela diatur Allah SWT. Maka, syahadat Islam adalah 'tidak ada tuhan selain Allah', bukan 'tidak ada tuhan selain Tuhan', juga bukan 'tidak ada tuhan selain Yahweh'.

Karena itu, jika orang menyembah Tuhan yang satu, tetapi yang ‘yang satu’ itu adalah Fir’aun, maka dia tidak bisa disebut 'bertauhid'. Iblis pun tidak bertauhid dan kafir, karena menolak tunduk kepada Allah, meskipun dia mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan.  

Dalam perspektif Islam inilah, memasukkan agama Yahudi (Judaism), sebagai millah Ibrahim juga patut dipertanyakan. Kaum Yahudi memang menyembah Tuhan yang satu. Tetapi, hingga kini, mereka masih berselisih paham tentang siapa Tuhan yang satu itu? Sebagian menyebut-Nya sebagai Yahweh. Tetapi, dalam tradisi Yahudi, nama Tuhan tidak boleh diucapkan. Hingga kini, belum jelas, siapa nama Tuhan Yahudi.  

Karena menolak beriman kepada kenabian Muhammad SAW, maka kaum Yahudi kehilangan jejak kenabian dan tauhid. Mereka kehilangan data-data valid dalam kitab mereka. Th C Vriezen, dalam buku Agama Israel Kuno (Jakarta: BPK, 2001), menulis, "Ada beberapa kesulitan yang harus kita hadapi jika hendak membahas bahan sejarah Perjanjian Lama secara bertanggung jawab. Sebab yang utama ialah bahwa proses sejarah ada banyak sumber kuno yang diterbitkan ulang atau diredaksi (diolah kembali oleh penyadur)… Namun, ada kerugiannya yaitu adanya banyak penambahan dan perubahan yang secara bertahap dimasukkan dalam naskah, sehingga sekarang sulit sekali untuk menentukan bagian mana dalam naskah historis itu yang orisinal (asli) dan bagian mana yang merupakan sisipan.”




 Karena itu, jika orang menyembah Tuhan yang satu, tetapi yang ‘yang satu’ itu adalah Fir’aun, maka dia tidak bisa disebut 'bertauhid'. Iblis pun tidak bertauhid dan kafir, karena menolak tunduk kepada Allah, meskipun dia mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan.  

Dalam perspektif Islam inilah, memasukkan agama Yahudi (Judaism), sebagai millah Ibrahim juga patut dipertanyakan. Kaum Yahudi memang menyembah Tuhan yang satu. Tetapi, hingga kini, mereka masih berselisih paham tentang siapa Tuhan yang satu itu? Sebagian menyebut-Nya sebagai Yahweh. Tetapi, dalam tradisi Yahudi, nama Tuhan tidak boleh diucapkan. Hingga kini, belum jelas, siapa nama Tuhan Yahudi.  

Karena menolak beriman kepada kenabian Muhammad SAW, maka kaum Yahudi kehilangan jejak kenabian dan tauhid. Mereka kehilangan data-data valid dalam kitab mereka. Th C Vriezen, dalam buku Agama Israel Kuno (Jakarta: BPK, 2001), menulis, "Ada beberapa kesulitan yang harus kita hadapi jika hendak membahas bahan sejarah Perjanjian Lama secara bertanggung jawab. Sebab yang utama ialah bahwa proses sejarah ada banyak sumber kuno yang diterbitkan ulang atau diredaksi (diolah kembali oleh penyadur)… Namun, ada kerugiannya yaitu adanya banyak penambahan dan perubahan yang secara bertahap dimasukkan dalam naskah, sehingga sekarang sulit sekali untuk menentukan bagian mana dalam naskah historis itu yang orisinal (asli) dan bagian mana yang merupakan sisipan.”

Senada dengan Yahudi, Kristen juga menolak kenabian Muhammad SAW dan bahkan mengangkat status Nabi Isa AS sebagai Tuhan. Alquran memberikan kritik-kritik yang sangat mendasar terhadap konsep ketuhanan Kristen ini (QS 19:88-91, 5:72-75, dan sebagainya).

Secara tegas, Alquran menyebutkan bahwa Nabi Isa AS pernah menyeru Bani Israil agar mengakuinya sebagai rasul, utusan Allah, dan mengabarkan kedatangan Nabi Muhammad SAW. Karena itulah, Islam memandang, kaum Kristen telah melakukan penyimpangan akidah, karena mengangkat Nabi Isa AS sebagai Tuhan, bukan sebagai utusan Allah.   

Dengan konsep itu, mereka menolak untuk beriman kepada kenabian Muhammad SAW. Segaimana kaum Yahudi, kaum Kristen di Barat tidak mengenal nama Tuhan mereka. Mereka hanya menyebut Tuhannya sebagai God atau Lord. Soal nama Tuhan, masih diperselisihkan, dalam agama Kristen.  

Karena itu, dalam pandangan Islam, yang bisa dimasukkan ke dalam kategori sebagai millah Ibrahim saat ini, hanyalah agama Islam, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Kaum Muslim begitu dekat dengan Nabi Ibrahim AS. Setiap sholat, kaum Muslim membaca doa untuk Nabi Ibrahim. Begitu juga, salah satu hari raya umat Islam adalah Hari Raya Idul Adha yang terkait erat dengan kisah perjuangan dan perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS.  

Dari persektif Islam ini bisa disimpulkan, sebaiknya istilah Abrahamic faiths tidak digunakan untuk menunjuk kepada agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Tentu saja di antara agama-agama itu banyak unsur persamaan. Tetapi, unsur perbedaannya sangat mendasar, khususnya menyangkut konsep dan nama Tuhan, yang merupakan inti dari semua konsep dalam agama.

Jadi, inilah perspektif Islam. Yahudi dan Kristen tentu punya perspektif masing-masing. Biarlah perbedaan itu tetap dalam perspektifnya masing-masing, dan tidak perlu dipaksakan untuk sama. Dengan perbedaan itulah akan terjadi dialog. Dalam perbedaan itulah kerukunan bisa dibangun. Di akhirat nanti, akan terbukti, siapa yang benar.


Yahudi secara tradisional melihat Nabi Isa AlMasih / Yesus sebagai salah satu dari sejumlah mesias palsu yang telah muncul sepanjang sejarah. [1] Yesus dipandang sebagai telah yang paling berpengaruh, dan akibatnya yang paling merusak, dari semua mesias palsu.

Yudaisme tidak pernah menerima apapun dari pemenuhan nubuat menyatakan bahwa Kekristenan atribut kepada Yesus.


Yudaisme juga melarang penyembahan seseorang sebagai suatu bentuk penyembahan berhala

Bahkan keyakinan yang menyatakan bahwa yesus itu tuhan, atau trinitas tuhan atau apapun itu, benar-benar tidak dapat diterima sesuai dengan setiap tradisi hukum Yahudi, dan tidak sesuai dengan mainstream ajaran filsafat Yahudi.

Salah satu yang membuat orang-orang Yahudi mendapat kemurkaan Allah SWT adalah karena perkataan mereka yang mengeklaim, telah membunuh Nabi Isa alaihi salam dengan menyalibnya. Padahal yang mati ditiang salib itu adalah orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa.  

Dan orang-orang Yahudi itu pun sejatinya ragu dengan klaimnya sendiri, mereka tak yakin bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa putra Maryam. Mereka pun berselisih pendapat tentang siapa yang mati di tiang salib itu.  

 

mereka sebenarnya tidak berhasil membunuh Nabi Isa dan tidak juga menyalibnya. Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa dari upaya jahat orang-orang yahudi itu.

Sebab yang disalib dan yang dibunuh itu ialah orang yang diserupakan oleh Allah SWT dengan Isa Almasih, yakni orang yang bernama Yudas Iskariot /Judas. Dia adalah salah seorang dari 12 orang murid Nabi Isa yang berkhianat merubah ajarannya. Lalu ke mana Nabi Isa Almasih?    

بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا “Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS An Nisa ayat 158).

Tafsir tahlili LPMQ menjelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Isa itu diangkat atas perintah Allah SWT dengan badan dan rohnya dan akan diturunkan kembali di akhir zaman sebagai pembela umat Islam dan penerus syariat Nabi Muhammad SAW pada saat umat Islam berada dalam keadaan lemah setelah datangnya Dajjal.

Kejadian ini menunjukkan kekuasaan Allah SWT untuk menyelamatkan Nabi-Nya, sesuai dengan kebijaksanaanNya yang tercantum dalam firman Allah SWT:

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا

“ (Ingatlah), ketika Allah berfirman, ”Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir…” (QS Ali Imran ayat 55).  


Dalam Talmud yahudi pun kita dapat melihat .. betapa luar biasa besarnya kebencian yahudi terhadap kristen .... mengalahkan agama apapun,, Tapi anehnya umat Kristen anggap mereka sebagai teman/saudara


Kejadian penyaliban paling terkenal di dunia, menurut Alkitab, adalah ketika Nabi ISA Almasih  / Yesus dihukum mati oleh orang-orang Romawi atas provokasi orang-orang Yahudi. 

Tapi Yesus bukan satu-satunya yang menjadi korban kebrutalan hukuman salib.
Dahulu kala, hukuman salib adalah salah satu jenis hukuman paling brutal dan memalukan. Di Roma, ibu kota Kekaisaran Romawi, penyaliban punya proses lumayan panjang. Mulai dari korban dicambuk hingga akhirnya dipaku dan dibiarkan tergantung di salib.

Orang Romawi melihat hukuman salib sebagai cara yang sangat memalukan untuk mati. Jadi orang Romawi sangat jarang menyalib warganya. Hukuman ini biasa dijatuhkan pada para budak, tentara yang kehilangan kehormatannya, penganut Kristen, orang asing, dan aktivis politik.

Kematian tidak semudah itu menghampiri korban hukum salib. Retief dan Cilliers memaparkan bahwa kematian bisa terjadi antara tiga jam sampai empat hari setelah penyaliban. Tapi kematian bisa terjadi lebih cepat akibat serangan fisik yang dilakukan pasukan Romawi.
Setelah korban menghembuskan napas terakhirnya, keluarga si korban bisa mengambil dan menguburkan jasad si korban. Tapi sebelumnya, mereka harus mendapat izin dari hakim setempat.
Jika tidak mendapat izin, maka jasad akan dibiarkan di salib. Terkadang jasad ini jadi santapan hewan-hewan liar.

Yudaisme umumnya memandang Nabi ISA / Yesus sebagai salah satu dari sekian banyak mesias palsu yang muncul dalam sejarah. Yesus dipandang sebagai yang paling berpengaruh, dan akibatnya paling menimbulkan kerusakan, di antara semua mesias palsu. Namun, karena kebanyakan orang Yahudi percaya bahwa Mesias belum datang dan zaman Mesianik belum tiba, maka penolakan Yesus secara keseluruhan baik sebagai Mesias maupun sebagai Utusan Tuhan bukanlah masalah sentral dalam Yudasime. Inti Yudaisme adalah Taurat, semua Mitzvot atau perintah, Tanakh, dan monoteisme etika seperti Shema — semuanya lebih kuno daripada Yesus.

Mesias (bahasa Ibrani: מָשִׁיחַ, translit. māšîaḥ‎; bahasa Yunani: μεσσίας, messías) berarti "Yang Diurapi".Sebutan Mesias berakar dari pengertian Yahudi mengenai seorang tokoh pada masa depan yang akan datang sebagai "wakil TUHAN" untuk membawa keselamatan bagi umat Yahudi. Di dalam bahasa Yunani, kata Mesias diterjemahkan sebagai Kristos atau Kristus yang menjadi salah satu gelar Yesus.

Wakil Tuhan yang mereka salah artikan adalah membuat Nabi sebagai Tuhan, padahal Wakil Tuhan yang dimkasud sebenernya adalah penyampai Firman Allah , penyampai pesan dari sang penciptanya.


Yudaisme tidak pernah menerima klaim penggenapan apapun yang diberikan oleh orang Kristen kepada Yesus. Yudaisme juga melarang orang menyembah seseorang dalam bentuk penyembahan berhala, karena kepercayaan utama dalam Yudaisme adalah satu ELHYM yang mutlak Echad.[3]

Kepercayaan akan kenabian Nabi Isa / Yesus dianggap tidak kompatibel dengan Yudaisme, misalnya dari kutipan-kutipan berikut
 

  • "Poinnya adalah: seluruh Kristologi Gereja - seluruh doktrin kompleks tentang Anak Atas Kuasa Ilahi yang mati disalibkan untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian - tidak kompatiblel dengan Yudaisme, dan merupakan diskontinuitas dengan Hebrew yang mendahuluinya.
  •  "Selain dari kepercayaan bahwa Yesus adalah Mesias, Kekristenan telah mengubah banyak konsep paling fundamental dari Yudaisme."
  •   "...doktrin Kristus dulu dan sekarang tetap asing bagi pemikiran agamawi Yahudi."
  • "Bagi seorang Yahudi, bentuk shituf apapun dianggap penyembahan berhala dalam arti yang paling penuh. Tidak ada jalan bagi seorang Yahudi untuk menerima Yesus sebagai seseorang yang berasal dari Kebesaran Ilahi, perantara atau Juruselamat (Mesias), atau bahkan sebagai Nabi, tanpa mengkhianati Yudaisme."
  •   "Jika engkau percaya Yesus adalah Mesias, mati untuk dosa-dosa orang lain, Manusia Pilihan Ilahi, atau dogma lain dalam kepercayaan Kristen, engkau bukan orang Yahudi. Engkau adalah orang Kristen. Titik."
  •  "Selama dua ribu tahun, orang Yahudi menolak klaim bahwa Yesus menggenapi nubuatan mesianik dalam Alkitab Ibrani, maupun klaim dogmatik tentang dia yang dikarang oleh bapa-bapa gereja - bahwa ia dilahirkan oleh seorang perawan, Hamba Atas Kuasa Ilah, bagian dari suatu kekuasaan Ilahi, dan dibangkitkan dari kematian. ... Selama dua ribu tahun, harapan sentral Kekristenan adalah untuk menjadi objek yang diinginkan oleh orang Yahudi, di mana perpindahan kepercayaan mereka mendemonstrasikan penerimaan bahwa Yesus telah menggenapi nubuatan Alkitab mereka."
  •  "Tidak ada orang Yahudi yang menerima Yesus sebagai Mesias. Jika seseorang membuat suatu komitmen iman, mereka menjadi Kristen. Tidak mungkin seseorang menjadi Kristen dan Yahudi bersamaan."



tercatat dalam sebuah kitab suci bernama Tawarikh II, yang di dalamnya tertulis:

"Sekarang berat emas yang datang ke Salomo dalam satu tahun adalah enam ratus tiga puluh dan enam talenta emas.

Selain itu ia memiliki pedagang, dan dari pedagang perdagangan rempah-rempah, dan dari semua raja-raja Arab, dan dari para gubernur negara."


Selain itu tercatat pula bahwa:

"Raja Salomo membuat dua ratus sasaran emas yang dipatahkan: enam ratus syikal emas pergi ke satu sasaran.

Dan dia membuat tiga ratus tameng dari emas yang dipukuli; tiga pound emas pergi ke satu perisai: dan raja menempatkan mereka di rumah hutan Lebanon.

Selain itu, raja membuat takhta besar dari gading, dan melapisinya dengan emas terbaik.

Dan semua bejana minuman raja Salomo adalah emas, dan semua bejana rumah hutan Libanon adalah dari emas murni; tidak ada yang perak: itu tidak ada yang dicatat pada zaman Salomo.

Jadi Raja Salomo melebihi semua raja di bumi untuk kekayaan dan kebijaksanaan."

Dalam sebuah teks Ibrani yang disebut 'Risalah Vessel', yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sekitar dua tahun yang lalu, 'harta' Salomo meliputi Tabut Perjanjian, Tabernakel, alat musik emas, dan jubah imam besar.


Bangsa Yahudi salah mengartikan bahwa Kuil Suci yang dicari-cari di Yerusalem, Padahal Kuil dan harta Yang dimaksud sebenarnya bangunan Masjid. Masjid adalah harta yang sebenarnya karena terdapat ilmu / firman Allah di dalamnya


Nabi Sulaiman diketahui punya tempat tersendiri bagi pemeluk agama Islam, Nasrani, dan Yahudi.

Kitab suci ketiga agama tersebut sama-sama meyakini keberadaan Sulaiman di masa lalu sebagai Nabi dan raja yang konon disegani oleh semua makhluk hidup.

Tak hanya manusia, bahkan binatang, tumbuhan, dan angin pun tunduk kepadanya.


Berikut adalah rangkuman bagian-bagian Talmud yang mendukung fakta-fakta mengenai Nabi Isa Almasih / Yesus Sebagai Utusan Allah:
 

  • Nabi Isa/ Yesus dilahirkan dalam situasi yang tidak lazim, mendorong beberapa rabbi menyebutnya sebagai "ben Pandira" dan "seorang anak haram dari wanita pezinah."
  • Maria, ibu Yesus, adalah putri Heli atau Eli.
  • Nabi Isa/ Yesus dirajam (lalu "digantung", pada hari menjelang Paskah.[19]
  • Nabi Isa/ Yesus membuat dirinya sendiri hidup dengan nama ELHYM .
  • Nabi Isa/ Yesus adalah putra seorang perempuan. (bandingkan Galatia 4:4)
  • Nabi Isa/ Yesus mengklaim sebagai ELHYM, Anak ilah dan anak manusia.
  • Nabi Isa/ Yesus naik ke langit dan mengklaim akan datang kembali.
  • Nabi Isa/ Yesus dekat dengan kerajaan dan dengan jabatan raja.
  • Nabi Isa/ Yesus mempunyai sedikitnya lima murid.
  • Nabi Isa/ Yesus melakukan mujizat, yaitu "mempraktikkan ilmu sihir"
  • Nama Nabi Isa/ Yesus mempunyai kekuatan mukjizat untuk menyembuhkan
  •  Ajaran Yesus mengesankan bagi seorang rabbi.

Kesemua hal tersebut sebenarnya sudah tertulis didalam Firman Allah SWT yaitu Al-Quran melalui Nabi penyampai pesan terakhir yaitu nabi Muhammad SAW







April 3, 2023

Kenapa Kata Haram Jadi Kata Bahan Ledekan Non Muslim Pada Islam ?

Non Muslim atau orang yang belum mengenal Islam selalu memakai kata Haram  menjadi bahan ledekan ? Menganggap Islam terlalu banyak aturan di Dunia ini mulai dari bangun tidur, sosialisai, ekonomi, harta dan berbagai aspek kehidupan lainnya, 

 


Karena hanya dalam islam lah semua aktifitas keidupan sudah ada User Manual nya yang diberikan Tuhan kepada para nabi-Nabainya yaitu yang terakhir adalah pelengkap dan penyempurna dari kitab-kitab nabi sebelumnya yatu Al-Quran.

Karena sering digunakan oleh orang Islam, Halal-Haram jadi kata yang identik dengan Islam padahal kitab Agama lainpun memilik aturan hidup oleh Tuhannya. Seorang Muslim akan meyakini jika meninggalkan yang haram maka ia akan "Lulus" ketika nyawa sudah lepas dari badan alias meninggal dunia. Sama seperti pada sekolah maupun tempat kerja atau sebuah negara yang mempunyai aturannya tersendiri dimana jika melanggar ia akan terkena peringatan/hukuman/denda bahkan hukuman serius.



Dalam agama Islam, sebenarnya bukan agama Islam saja, saya kira agama Kristen agama Yahudi juga punya konsep halal/haram. Tetapi sejauh yang saya ketahui dari Al-Qur'an yang kemudian disimpulkan oleh ulama-ulama, bahwa halal dan haram itu ditentukan oleh Tuhan untuk manusia.

Pertama, untuk kemashalatan manusia. Jadi hal-hal atau benda-benda, makanan-makanan yang dilarang, atau perbuatan-perbuatan yang diharamkan itu memang pada dasarnya perbuatan itu kalau tetap dilakukan akan membahayakan manusia itu sendiri. Karena itu dilarang.

Yang kedua, untuk menguji. Dalam pandangan Islam menguji kesalehan, kepatuhan sang manusia terhadap perintah Tuhan. Apakah dengan Tuhan menurunkan perintah ini, larangan ini, manusia taat atau tidak. Nah, dari situ 'kan nanti terlihat siapa yang benar-benar beriman dan patuh pada perintah Tuhan. Dan siapa yang tidak beriman, siapa yang tidak patuh. Jadi itu konsep dasarnya.

Kemudian dari sisi lain, yang menghalalkan yang mengharamkan sesuatu itu sebetulnya semata-mata hanya Tuhan, hanya Allah dalam pandangan Islam. Jadi manusia tidak bisa, bahkan seorang nabi pun. Nabi Muhammad dalam hal ini nabi terakhir yang membawa ajaran Islam, itu pun Beliau tidak punya wewenang untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu, kecuali berdasarkan wahyu dari Allah. 


Setelah wafatnya rasul, nabi sudah wafat. Sekarang persoalan yang timbul di masyarakat 'kan banyak. Dulu zaman rasul mungkin tidak ada, zaman nabi tidak ada, sekarang ada. Nah itu ulama-ulama yang bertugas menyimpulkan untuk menentukan apakah barang baru ini atau perkembangan yang seperti ini halal atau haram. Semuanya itu harus merujuk pada apa yang sudah pernah ada contohnya pada zaman Rasul Sallallahu Alaihi wa Salam.



Masalah halal dan haram begitu sentral dalam pandangan kaum muslimin, hal ini
karena ia merupakan batas antara yang hak dan yang batil, atau lebih jauh antara surga dan
neraka. Halal dan haram akan selalu dihadapi oleh kaum muslimin detik-demi-detik dalam
rentang kehidupannya. Sehingga menandakan bepata pentingnya kita mengetahui secara rinci
batas antara apa yang halal dan apa yang haram. Mengetahui persoalan halal-haram ini
kelihatan mudah sepintas, tetapi kemudian menjadi sangat sukar ketika berhadapan dengan
kehidupan keseharian, yang kadang menjadi kabur, sulit membedakan mana yang halal dan
mana yang haram, atau bahkan menjadi syubhat, karena tidak termasuk keduanya, atau karena
percampuran keduanya. 

Hujjatul Islam Imam Abul Hamid al-Ghazali, sebagai pakar yang
menghidup-hidupkan ilmu agama Islam telah memberikan uraian yang jelas tentang persoalan
halal dan haram ini dengan seksama dalam magnum opusnya Ihya’ ‘ulum al-Din, yang telah
disarikan oleh beberapa pakar termasuk kitab Mau’idhah al-Mukminin min Ihya’ ‘Ulum al-Din
oleh Syekhul Islam Jalaluddin al-Qasimi. Uraian al-Ghazali tentang halal-haram ini sangat
berkaitan dengan Filsafat Hukum Islam, yakni ia terkait dengan persoalan dharuri (maqashid
al-khamsah)manusia dan al-husun wa al-qubh

Halal dan haram seperti itu dalam kehidupan kaum muslimin merupakan dua kutub
ekstrim yang saling berlawanan. Untuk itu, dalam rangka mempermudah pembahasan dalam
studi ini, kiranya perlu rumusan operasional sebagai titik simpul dari pengertian-pengertian di
atas. Rumusan itu ialah bahwa halal ialah sesuatu yang “dibolehkan”, sedangkan haram ialah
sesuatu yang “dilarang”. Sedangkan yang tidak jelas apakah sesuatu itu halal atau haram ia
disebut syubhat


Kehidupan manusia tidak pernah hening dari persoalan halal-haram. Al-Qur’an-Hadis
sebagai way of life kaum muslimin tentu menjelaskan persoalan ini, memang, Allah secara
normatif telah menjelaskannya


KENAPA ALLAH SWT MENGHARAMKAN SESUATU?



Berikut ini sedikit penjelasan mengapa Seuatu diharamkan

1. Membahayakan Tubuh

Seorang Muslim dilarang mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan atau mengganggu risiko kesehatan. Dalam kaitannya dengan ini, beberapa makanan yang dilarang misalnya racun, makanan basi, daging bangkai hingga tanah. Makanan-makanan yang berbahaya ini ditakutkan akan mengancam keselamatan jiwa umat Muslim.

Larangan ini juga dijelaskan dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."


2. Membahayakan Akal

Allah SWT sangat melarang orang Islam mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat menghilangkan akal atau menurunkan kesadaran. Baik berasal dari tumbuhan maupun berasal dari berbagai bahan lain yang mampu menurunkan kesadaran manusia. Makanan dan minuman yang tergolong dalam kategori ini seperti minuman keras, narkotika, hingga zat adiktif.

Larangan ini dicantumkan dalam firman Allah SWT pada surat Al Maidah ayat 90 yang berbunyi:

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panas adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

3. Bersifat Buas

Hewan-hewan yang diciptakan untuk berburu sepanjang hidupnya sangat dilarang oleh Allah SWT untuk dikonsumsi oleh umat Muslim. Ciri-cirinya berupa hewan yang bertaring, memiliki cakar, atau memburu hewan lainnya. Rasulullah SAW juga pernah menekankan hal ini.

Tercantum dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas yang berbunyi:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam telah melarang mengonsumsi semua binatang buas yang bertaring dan semua burung yang memiliki cakar."


4. Bersifat Najis

Jangankan untuk dikonsumsi, segala sesuatu yang tergolong ke dalam najis saja sudah tidak boleh untuk disentuh. Terlebih hewan-hewan yang dikategorikan bersifat najis 'ain seperti babi dan bangkai darat. Umumnya hewan yang bersifat najis itu menjadi haram itu disebabkan karena mati akibat penyakit menahun atau mati mendadak.

Sebagaimana dituliskan dalam surat Al Maidah ayat 3 yang bebrunyi:

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas kecuali sempat kami sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala..."


5. Bersifat Menjijikan

Makanan yang termasuk kategori menjijikan adalah semua yang tidak bisa diterima selera yang sehat, ditolak oleh jiwa yang suci, dianggap hina oleh cita rasa yang tinggi dan bertentangan dengan martabat manusia yang waras. Beberapa makanan yang dikategorikan dalam sifat menjijikan ini misalnya ulat, belatung, ingus atau bahkan air kencing.

Kembali lagi kepada pernyataan bahwa Allah SWT menginginkan umatnya untuk terus menjaga kesuciannya. Termasuk mengonsumsi bahan makanan yang suci dan bersih.


6. Tidak Diizinkan Syariat

Menjadi tonggak utama dalam suatu agama dan kepercayaan, syariat atau ajaran agama haruslah menjadi pertimbangan yang paling utama. Termasuk ketika berbicara tentang makanan dan segala hal yang akan masuk ke dalam tubuh manusia.

Dalam ajaran agama Islam, syariat untuk menyiapkan makanan terutama yang terbuat dari hewan adalah selalu mengucap nama Allah SWT dan bertujuan baik. Tidak hanya babi, ayam atau sapi yang jika disembelih tidak menyebut nama Allah SWT atau ditujukan untuk pemujaan selain Allah SWT, maka hukumnya haram dikonsumsi.


7. Adanya Faktor Penghalang

Dalam beberapa kondisi, makanan yang halal sekalipun dapat berubah menjadi haram apabila dikonsumsi pada waktu-waktu yang tidak diperbolehkan. Salah satunya adalah ketika seseorang sedang melaksanakan haji atau umrah dan mengenakan kain ihram dilarang baginya untuk mengonsumsi hewan buruan.

Jangankan untuk mengonsumsi, memburu hewan di tanah suci saja sudah sangat dilarang apalagi untuk memakannya. Orang-orang yang sedang melaksanakan haji atau umroh ini dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sudah disediakan saja dibandingkan untuk berburu.
 

8 . Merugikan Kehidupan / Kehormatan Orang Lain

Slah satu contoihnya Riba atau Bunga bisa membuat orang yang tak mempu membayarnya akan menjadikan sesorang yang tadinya baik menjadi jahat jika sudah terlilit hutang seperti mencuri, merampok, membegal, menipu ,  menjual kehormatan diri dan masih banyak lagi efek negatif yang ditimbulkan dari transaksi riba.


Kenapa Islam Menganjurkan untuk Makan Makanan yang Halal dan Mendapatkan Sesuatu Dari Yang Halal ?



Pertama, Islam melarang mengonsumsi makanan dan minuman yang haram zatnya seperti darah, nanah, daging babi, daging anjing, dan meminum khamr. Secara, zat yang dikandung dalam makanan dan minuman tersebut dapat merusak kesehatan tubuh.

Darah dilarang untuk dikonsumsi karena darah merupakan media yang baik bagi perkembangan bakteri, darah tidak mengandung gizi sedikitpun. Daging babi haram dikonsumsi karena jenis makanan dari hewan ini disebut-sebut kotor seperti bangkai. Penelitian menjelaskan bahwa DNA babi mirip sekali dengan DNA manusia sehingga penyakit atau virus dari babi sangat rentan menyerang kesehatan manusia. Begitu pula halnya dengan mengonsumsi daging anjing atau meminum khamr/ alkohol / minuman yang membuat mabuk / hilang kesadaran, tentu saja makanan dan minuman tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan bisa membuat perilaku seseorang menjadi buruk seperti memperkosa/berzina, berbuat onar/kerusuhan, membunuh dan lainnya

Kedua, Islam melarang mengonsumsi sesuatu yang diperoleh dengan jalan tidak halal. Makanan yang dikonsumsi tubuh akan diolah untuk menghasilkan energi. Apabila makanan diperoleh lewat cara yang tidak baik, maka energi yang dihasilkan akan berupa energi negatif sehingga orang yang mengonsumsinya akan cenderung melakukan perbuatan-perbuatan maksiat.

Anak yang diberi nafkah dari hasil tidak halal akan membuatnya menjadi nakal dan sulit dibimbing memiliki akhlak mulia. Makanan halal merupakan kunci membuka kesucian hati, kejernihan pikiran, dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Oleh karenanya Islam menganjurkan makan makanan yang halal.

Ketiga, makanan yang diolah dengan cara tidak halal. Bahwa hewan yang tidak disembelih dengan menyebut nama Allah menjadi haram dan dihukumi sebagai bangkai. Bangkai sudah jelas-jelas merupakan benda yang haram secara zatnya kecuali ikan dan belalang. 

Menyembelih hewan merupakan cara untuk mendapatkan makanan berupa daging yang baik. Menyembelihnya secara baik dan benar, otomatis kita menghilangkan darah dari tubuh hewan. Sehingga ketika dikonsumsi hewan sudah bebas dari segala macam penyakit atau virus yang terkandung dalam darah. Terlebih lagi manusia bisa bisa tertular sifat seperti hewan-hewan buas




 
Like us on Facebook