Baca Artikel Lainnya
Banyak yang salah ketika memposisikan lubang vakum diarahkan ke posisi intake, Alahasil Karet Vakum menjadi basah bensin dan mesin Beat menjadi boros bensin, Karet vakum cepat rusak. Dan Tak sedikit dari pabrik non ori sengaja membuat lubangnya mengarah ke intake. Alhasil bensin boros
Vakum pada karburator Honda Beat berfungsi mengatur aliran udara dan bahan bakar (campuran AFR) ke ruang bakar secara otomatis berdasarkan kevakuman mesin. Komponen ini, khususnya karet diafragma, mengangkat skep/jarum karburator untuk mengatur bukaan venturi agar konsumsi bahan bakar lebih irit dan responsif
fungsi vakum karburator:
- Mengatur Campuran Bahan Bakar & Udara: Memastikan komposisi bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar tetap ideal.
- Mengangkat Skep secara Otomatis: Saat mesin berakselerasi, kevakuman meningkat membuat karet vakum terangkat, sehingga skep ikut terangkat dan udara masuk lebih banyak.
- Meningkatkan Efisiensi dan Respon: Membuat tarikan mesin lebih halus dan irit bahan bakar dibandingkan karburator konvensional (skep langsung).
- Menjaga Stabilitas Mesin: Mengontrol aliran bahan bakar, terutama saat putaran mesin rendah atau macet
Jika karet vakum robek atau bocor, motor akan terasa brebet, susah langsam, dan tidak bertenaga
Karet vakum karburator yang basah atau sering terkena bensin akan mengalami
perubahan bentuk (melar/mengkerut) dan dimensi, yang mengakibatkan kerusakan seperti karet sobek, retak, atau kaku. Hal ini menyebabkan motor brebet, tidak bisa langsam/stasioner, susah dihidupkan, dan penurunan performa karburasi karena kevakuman tidak maksimal
efek jika karet vakum terkena bensin yang naik:
- Perubahan Bentuk dan Ukuran: Sifat karet akan berubah, melar, atau mengkerut jika terlalu sering terkena bensin, sehingga ukurannya tidak lagi pas dengan karburator.
- Kerusakan Karet (Sobek/Retak): Karet yang terkena bensin cenderung menjadi kaku, keras, retak, atau bahkan sobek.
- Masalah Performa Mesin:
- Brebet: Motor terasa brebet atau tersendat saat digas.
- Tidak Langsam: Mesin susah stationer/langsam.
- Mogok: Akibat kebocoran kevakuman, motor bisa mogok.
Salah posisi atau salah sambung lubang hisap (port) vakum pada karburator—terutama pada sistem karburator vakum motor atau mobil yang menggunakan keran bensin otomatis—dapat mengakibatkan malfungsi serius pada sistem bahan bakar dan performa mesin. Lubang vakum umumnya terbagi menjadi
Manifold Vacuum (hisapan kuat saat idle) dan Ported/Timed Vacuum (hisapan meningkat saat digas)
Berikut adalah efek yang ditimbulkan akibat salah posisi lubang hisap vakum karburator:
- Bensin Tidak Turun/Mesin Susah Hidup: Jika selang vakum dari keran bensin otomatis (fuel cock) tersambung ke port yang salah (atau tidak ada hisapan), bensin tidak akan turun ke mangkok karburator, menyebabkan mesin susah dihidupkan atau mati mendadak.
- Mesin Brebet dan "Nembak" (Backfire): Jika kevakuman tidak stabil, campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang (lean/kurang bensin), mengakibatkan tarikan motor berat, brebet saat digas, dan knalpot nembak.
- Busi cepat mati karena basah bensin akibat keborosan, setingan yg tidak idela antara udara + bensin
- Langsam/Idle Tidak Stabil (Loyo): Salah posisi vakum bisa menyebabkan kebocoran udara (vacuum leak), yang mengakibatkan putaran stasioner (idle) tidak stabil, naik-turun, atau mesin sering mati saat gas dilepas.
- Kebocoran Udara Liar: Lubang vakum yang terbuka atau salah sambung bisa menyebabkan udara "liar" masuk ke dalam ruang bakar tanpa melalui venturi, menyebabkan campuran bahan bakar terlalu miskin.
- Performa Mesin Tidak Optimal: Karburator vakum bergantung pada kevakuman untuk mengangkat skep/skep vakum. Jika kevakuman salah, skep tidak terangkat maksimal, membuat motor terasa tidak responsif/brebet.
1 liter konsumsi bensin beat, Rata-rata antara 40-50 kilometer. Hal tersebut tergantung dari settingan karbu, daya bearing/laher dari roda ban depa/belakangan apakah lancar atau seret san juga gaya berkendara dalam menarik/melepas gas






