MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label amd. Show all posts
Showing posts with label amd. Show all posts

February 19, 2023

Penjualan Processor AMD vs Intel 2022

Meski masih dikuasai oleh Intel, market share AMD di ranah prosesor x86 terus merangsek naik dan menggerogoti pasar dari kubu biru saat pasar PC melemah pada Q4 2022. Menurut data Mercury Research, pada kuartal tersebut Intel punya market share 68,7% di ranah prosesor x86, sementara market share AMD naik menjadi 31,3% dari 28,5% setahun sebelumnya.




Sebelumnya Presiden Mercury Research Dean McCarron menyebut penurunan pada Q4 2022 tersebut adalah penurunan terburuk di pasar chip PC sejak tahun 1980an, dan mungkin menjadi yang terburuk dalam sejarah industri.

Penurunan ini terlihat semakin parah karena sebelumnya bisnis PC mengalami lonjakan setelah bertahun-tahun stagnan. Pada awal pandemi, bisnis PC melesat karena banyak orang membutuhkan PC ataupun laptop untuk bekerja di rumah.

Meski pasar PC melemah, sebenarnya AMD masih bisa melewati perkiraan penjualan Wall Street. Di sisi lain Intel mengakui kalau mereka tersandung, kehilangan momentum, dan kehilangan pangsa pasar.

"Kami tersandung, kami kehilangan pangsa pasar, kami kehilangan momentum. Kami pikir hal itu akan stabil mulai tahun ini," ujar CEO Intel Pat Gelsinger.

Penurunan penjualan PC ini juga berdampak pada Apple lewat lini Mac-nya, yang merupakan sumber penjualan perangkat PC berbasis chip ARM. Menurut Mercury, chip ARM untuk PC yang dikuasai Apple saat ini punya market share sebesar 13,3%, turun dari 14,6% pada kuartal sebelumnya namun masih naik dari market share setahun sebelumnya yang hanya 10,3%.

Sebagai informasi, Arm yang dimiliki oleh Softbank itu adalah pemilik lisensi teknologi chip yang dipakai Apple dan Qualcomm untuk chip PC mereka. Mereka juga melakukan ekspansi ke pasar baru seperti PC sebagai bagian dari strategi pertumbuhan mereka.

 

Intel dan AMD membuat processor yang mempunyai kelas yang sama, kurang lebih seperti pabrikan mobil. AMD lebih murah dari Intel, walaupun Intel mempunyai pangsa pasar yang lebih besar. Hal yang tercepat untuk menilai processor adalah dari clock speednya. Ini dapat dijelaskan dengan sederhana dari operasi yang dapat dihandle per-detiknya (sebuah unit yang diketahui sebagai Hertz, ata Hz).

Untuk jelasnya 3.0 Ghz dapat menghandle 3 milliar operasi perdetik. Tentu saja, speed bukanlah satu-satunya spesifikasi. Cache onboard dan jenis socket adalah faktor definisi yang lain. Ukuran Cache onboard bervariasi antara 512KB dan 1 MB. 1 MB biasanya lebih mahal tetapi performancenya lebih baik.

 

Perbedaan Intel dan AMD, jika mendengar kata orang-orang, AMD itu lebih ditujukan untuk gaming, sedangkan Intel ditujukan ke aplikasi harian. Pandangan ini hampir benar, dikarenakan dalam hal gaming tidak dibutuhkan memori prosesor yang besar (sering disebut L2 Cache) tetapi transfer data yang cepat (sekarang sudah diambil alih oleh GPU).

Intel jauh lebih menyenangkan dipaksa bermain dengan banyak aplikasi karena memori internalnya yang besar dibanding prosesor sekelas AMD.

 Grafis onboard

Untuk poin ini, saya lebih suka untuk langsung memberikan juara kepada platform AMD. Karena, motherboard-motherboard dengan platform AMD banyak memakai chipset dengan grafis terintegrasi dari nVidia maupun ATi Radeon yang sudah sangat memadai dalam hal grafis nya, berbanding terbalik dengan Intel.

Waktu sebelum merger antara AMD dengan ATi dilakukan, beberapa produsen motherboard banyak menggunakan chipset nVidia pada motherboard AMD (selain chipset AMD itu sendiri), sedangkan pada motherboard Intel hal ini juga ada, tetapi sebagian besar hanya sebatas chipset berkemampuan SLI (nForce 590, nForce 680).

Hal ini dikarenakan persaingan tidak langsung antara Intel dengan nVidia. (ketika AMD dan ATi join….intel dan nvidia malah perang).

Onboard graphics intel?

Jangan diharapkan….masih sangat jauh lebih baik nVidia maupun ATi. Grafis onboard Intel dikhususkan untuk nonton Video /Fil Streaming saja agar tak cepat rusak


KEUNGGULAN DAN KEKURANGAN PROSESOR INTEL DAN PROSESOR AMD


  • Set instruksi pada Intel adalah MMX, SSE,SSE2, dan SSE3, tetapi pada AMD SSE2 dan 3DNow. Tetapi dari sekian banyak istruksi yang dipakai oleh intel sebetulnya telah ada dalam 3DNow-nya AMD yang tidak dimiliki oleh Intel.
  •  L1 pada Intel maksimal 32K, sedang pada AMD adalah 128K. Bedasarkan beberapa test AMD dengan L1 128K lebih unggul dibanding dengan Intel.
  • Banyak transistor pada Intel 100 milyar sedang AMD 105 milyar.
  • Banyaknya Decoder, Integer, FP pada intel lebih sedikit dibanding AMD yang secarasignifikan perbedaan tersebut meningkatan kinerja dari AMD.
  • Temperatur pada Intel dapat diatur oleh processornya sendiri (processor akan mengurangi kecepatan jika processor terlalu panas), pada AMD64 temperatur maksimum adalah 900C. Teknologi Intel lebih unggul dibanding AMD.
  • AMD lebih unggul dalam pengolahan komunikasi aplikasi, seperti transfer data pada modem, ADSL, MP3, dan Doubly Digital Suround Sound.
  • Pipeline pada intel lebih panjang dibanding dengan AMD, tetapi pipeline Intel bermasalah pada pertukaran tugas, sehingga pipeline intel kecepatannya melambat berada dibawah AMD.
  •  Intel menang di brand image dan marketnya, sedangkan AMD harganya yang lebih murah.
  • Pada prosesor Intel Pentium harga standard, kinerjanya lumanyan cepat. Memang sih, untuk urusan grafis masshi kalah dibanding dengan AMD, tapi paling tidak prosesor Intel tidak cepat panas.
  • Pada prosesor AMD Athlon harga agak murah dibanding Intel. Grafis bagus banget, kecepatannya lumayan, tapi cepet banget panas dibandingkan Intel.


PERBANDINGAN KECEPATAN PROSESOR INTEL DAN AMD


Perbedaan Intel dan AMD, dari segi penggunaanya, perangkat keras yaitu prosesor ini bagian penting dari komputer yang berfungsi sebagai inti dari kinerja komputer ini sendiri dimana semakin besar memori dan semakin banyak prosesornya semakin cepat juga kinerja yang di hasilkan oleh prosesor itu sendiri.

Prosesor yang cepat dapat kita lihat dari core (inti prosesor) semakin banyak core yang digunkan pada prosesor semakin cepat juga kinerja komputer yang kita gunakan. Mengapa demikian, karena prosesor bekerja didalam aplikasi-aplikasi program atau game yang kita pakai semakin banyak aplikasi yang kita jalankan semakin banyak juga prosesor kita gunakan.



reference by detik, pcplus

June 12, 2019

Tak Ingin Kalah NVidia Ray Tracing, AMD Ikut Buat Ray Tracing

Teknologi Ray Tracing saat ini menjadi buah bibir para gamer di seluruh dunia. Tren ini dimulai pada saat Nvidia memperkenalkan jajaran GPU RTX mereka, yang memiliki menawarkan teknologi tersebut di dalam GPU mereka. Namun ternyata, saat ini tidak hanya Nvidia saja yang akan memiliki teknologi tersebut. Hal ini dikarenakan AMD belakangan ini sudah mulai membicarakan memasukkan teknologi tersebut di dalam GPU mereka.


Dan benar saja, pada saat meluncurkan dua GPU terbaru mereka, yakni Radeon RX 5700 dan RX 5700 XT, AMD membicarakan sedikit mengenai Ray Tracing. Kabarnya, mereka sudah mengembangkan suite mereka sendiri untuk mendukung Ray Tracing.

Menurut visi mereka, arsitektur GCN dan RDNA saat ini akan sudah dapat mendukung menjalankan teknologi Ray Tracing. Mereka dapat melakukannya di level shader melalui teknologi ProRender.

Saat ini, modul ProRender sebagian besar sudah diselesaikan dan akan segera didistribusikan kepada para pengembang gim. Sayang, masih belum diketahui kapan kita akan dapat merasakan Ray Tracing di GPU AMD.

Wccftech (11/6/2019) melaporkan, dalam RDNA generasi berikutnya yang seharusnya diluncurkan pada 2020 yang menggunakan teknologi fabrikasi 7nm +, AMD akan membawa Ray Tracing yang didukung perangkat keras dengan efek pencahayaan tertentu untuk gaming real time.

AMD juga akan memungkinkan Ray Tracing adegan penuh yang akan dimanfaatkan melalui komputasi awan.




Ray tracing itu sendiri merupakan teknik rendering untuk menghasilkan gambar dengan menelusuri jalur cahaya sebagai piksel dalam bidang gambar dan mensimulasikan efek dari pertemuannya dengan objek virtual. Teknik ini mampu menghasilkan tingkat realisme visual yang sangat tinggi, biasanya lebih tinggi daripada metode rujukan scanline biasa, tetapi juga akan membutuhkan biaya komputasi yang lebih besar.

Teknologi Ray tracing menurut banyak kalangan sebenarnya paling cocok untuk aplikasi di mana gambar dapat ditampilkan secara perlahan, seperti pada gambar diam dan efek visual film dan televisi, dan lebih kurang cocok untuk aplikasi real-time seperti video game di mana kecepatan sangat penting. Namun, Nvidia ingin mendobrak semua hal tersebut, dimana upaya terbaru mereka justru ingin memberikan sesuatu yang jauh lebih luar biasa dalam hal gaming, dan salah satunya dihadirkan dalam GPU terbaru RTX Series.

February 25, 2019

AMD Akan Rilis Ryzen Seri 3 dan Radeon Navi

AMD belakangan ini sedang mempersiapkan senjata pamungkas untuk melawan kedigdayaan Intel dan Nvidia. Mereka sudah mempersiapkan chipset baru, baik chipset CPU dan chipset GPU berteknologi 7nm yang akan meluncur secepatnya.


Orang-orang pun penasaran. Mereka mencari informasi mengenai kapan pastinya AMD akan meluncurkan kedua jagoan terbarunya. Hasilnya pun nihil. Tapi, belakangan ini, Wccftech (20/2) melaporkan bahwa ada bocoran terbaru mengenai hal tersebut.


RedGamingTech menyatakan, perusahaan semikonduktor asal Amerika tersebut sudah menentukan 7 Juli sebagai waktu yang tepat untuk meluncurkan jagoan terbaru mereka.

Tanggal ini sangat cocok dengan teknologi 7nm yang ada di kedua chipset tersebut. Kami merasa, ini bisa jadi teknik marketing yang cukup pintar.

Meski demikian, banyak pihak yang menyebut bahwa AMD tidak akan diam saja pada acara Computek 2019 ini. Mengingat pada ajang CES 2019, AMD mengumumkan Mattise yang dikenal sebagai keluarga Generasi Desktop Ryzen Generasi ke-3, mereka mungkin akan membawa informasi penting pada ajang tersebut.

Sayang, hingga saat ini pihak AMD masih bungkam mengenai rumor tersebut.

Satu hal lagi. Pada tanggal yang sama, AMD juga kabarnya akan memperkenalkan platform terbaru dari chipset tersebut, yakni X570. Platform ini kabarnya akan membawa banyak pembaruan, termasuk menggunakan teknologi PCIe generasi terbaru.


references by tekid

September 16, 2018

AMD Akan Gelar Kompetisi Overcloking DI Indonesia, Tertarik ?

Produsen hardware dan komputasi AMD siap menghelat turnamen e-Sport dan Overclocking di Indonesia. Turnamen tingkat nasional tersebut diumumkan AMD Indonesia saat media gathering di Jakarta, Kamis (13/9) malam.


Technical Marketing AMD Indonesia Ridwan Fariz mengatakan, kompetisi e-Sportsdan Overclocking ini sebagai bentuk apresiasi AMD atas antusiasme konsumen di tanah air. "Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna antusias dan overclocker terbesar di dunia berdasarkan database

 HWBOT.org, tentunya banyak tersebar bibit unggul overclocker di lndonesia," ujarnya demikian.
Beberapa di antara para overclocker Indonesia bahkan sudah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menyabet gelar juara di berbagai kompetisi overclocking kelas dunia. Namun, menurut Ridwan, jumlah overclocker yang berprestasi terbilang masih kecil dibanding potensi dari para antusias PC di Indonesia.

"Maka dari itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada para pengguna PC dan overclocker di Indonesia, AMD bekerja sama dengan mitra resmi motherboard ASRock, ASUS, Gigabyte, dan MSI kembali menghadirkan turnamen overclocking online tingkat nasional untuk mencari dan mengasah kemampuan para overclocker di Indonesia agar dapat lebih berprestasi di kancah internasional," terangnya.

Adapun kompetisi overclocking ini merujuk pada suksesnya uji coba terhadap 108 peserta overclocker di Indonesia melalui AMD Rock Tour 2017. Dengan tajuk yang sama, AMD Rock Tour Vol 2, kini AMD Indonesia benar-benar kembali menantang para antusias hardware di tanah air melalui turnamen overclocking prosesor.

Berbeda dengan turnamen sebelumnya, AMD Rock Tour Vol 2 memiliki kelas pertandingan lebih banyak. Selain itu, tidak hanya terbuka bagi prosesor Ryzen generasi terbaru (2000 series), namun tetap terbuka bagi prosesor Ryzen generasi sebelumnya. Kemudian kategori baru overclocking kartu grafis seri Radeon RX 500 dan RX Vega juga akan dibuka pada turnamen ini.
Turnamen overclocking tingkat nasional yang berlangsung online ini dibuka pendaftarannya pada 24 September dan ditutup 3 Oktober 2018. Turnamen akan berlangsung mulai 8 Oktober hingga 3 November 2018 dengan tawaran hadiah yang menggiurkan.

Selain turnamen overclocking tingkat nasional ini, AMDlndonesia juga akan menggelar turnamen game fighting bertajuk AMD e-Sports Fight Championship 2018. Pada kompetisi tersebut, AMD akan melombakan dua game PC bergenre fighting, yaitu Tekken 7 dan Street Fighter V: Arcade Edition. Ini akan diadakan 22-23 September 2018 di The Hook Resto & Bar, Jakarta.
Adapun kedua kategori turnamen ini tidak dipungut biaya alias gratis dan terbuka bagi semua pengguna prosesor AMD Ryzen bergaransi resmi.


refrences by jawapos

August 29, 2018

AMD Resmi Perkenalkan Processor Ryzen Threadripper 2

AMD meluncurkan prosesor teranyarnya, yaitu Ryzen Threadripper generasi dua 2990WX, yang diklaim sebagai prosesor desktop terkuat di dunia.

Prosesor ini mempunyai 32 core dan 64 thread, yang dirancang untuk menjadi otak untuk komputasi tingkat tinggi. Threadripper sendiri dibuat menggunakan arsitektur x86 12nm 'Zen+' yang mereka sebut mempunyai thread paling banyak dibanding prosesor desktop lainnya, dengan peningkatan performa hingga 53% dibanding prosesor pesaingnya.

Threadripper generasi kedua mendukung sebagian besar I/O, dan kompatibel dengan motherboard-motherboard dengan chipset AMD X399 yang telah tersedia dengan sebuah update BIOS sederhana, menawarkan para perakit sebuah pilihan luas untuk merancang PC desktop kelas atas maupun PC workstation. 

"Kami menciptakan prosesor Ryzen Threadripper karena kami melihat sebuah kesempatan untuk memberikan komputasi multithread yang belum pernah ada sebelumnya bagi kebutuhan menuntut para kreator, gamer, dan antusias PC di pasar HEDT," kata Jim Anderson, senior vice president and general manager, Computing and Graphics Business Group, AMD, dalam keterangan pers yang diterima detikINET, Senin (20/8/2018).

Performa yang Lebih Besar dan Kuat
Prosesor AMD seri WX menawarkan jumlah core terbanyak di kelasnya, menghadirkan Ryzen Threadripper 2990WX dengan 32-core/64-threads dan Ryzen Threadripper 2970WX dengan 24-core/48-threads. 

Hal tersebut adalah perwujudan dari pemrosesan multi-core murni, yang dibangun untuk para prosumer yang mendambakan tenaga komputasi perhitungan baku untuk menjalankan beban kerja terberat.

Threadripper generasi kedua 2990WX memberikan performa multithread yang hingga 53% lebih cepat daripada Core i9-7980XE1. Prosesor ini juga menawarkan performa rendering hingga 47% lebih cepat dibanding Core i9-7980XE.

Clock base dan boost pada prosesor ini juga ditingkatkan oleh AMD, yang membuatnya bisa menghasilkan pengalaman gaming yang lebih baik. Sebagai perbandingan, Threadripper 2950X generasi kedua dengan 16-core/32-thread memberikan performa multi-thread hingga 41% lebih tinggi daripada Core i9-7900X.

Kompatibilitas Platform Berkelanjutan
Seluruh CPU AMD AMD Ryzen Threadripper generasi kedua didukung oleh seluruh ekosistem dari platform X399, baik motherboard-motherboard baru dan menarik maupun seluruh motherboard yang sudah ada sebelumnya dengan sebuah update BIOS sederhana, dengan desain yang tersedia dari fabrikan motherboard papan atas termasuk ASRock, ASUS, Gigabyte, dan MSI.

AMD Ryzen Threadripper 2990WX dengan 32-core, 64-thread mulai 13 Agustus 2018, dengan harga Rp 27,4 juta. Sementara Threadripper 2950X dengan 16-core, 32-thread diharapkan untuk meluncur pada 31 Agustus 2018 dengan harga Rp 13,6 juta, dan AMD Ryzen Threadripper model 2970WX dan 2920X dijadwalkan untuk diluncurkan pada bulan Oktober 2018.



June 8, 2018

Processor AMD Ryzen Threadripper 2 Hadir Untuk Saingin Intel

AMD Pekan ini menjanjikan untuk mengapalkan prosesor Ryzen Threadripper 2 di kuartal ketiga 2018. Ryzen Threadripper 2 bersaing dengan Intel yang mengusung kekuatan 28 core.

Dilansir Theregister, Kamis (7/6/2018), pada Senin, Intel, produsen prosesor desktop dan sistem server mengungkap chip 28-core Core X-series yang ditujukan untuk workstations, gamer dan desktop high-end lainnya.



Diperkenalkan pada event Computex di Taiwan, prosesor itu memiliki kekuatan 5GHz dengan sistem pendingin cair yang agak besar dan dinilai kurang praktis. Prosesor tersebut kabarnya mulai dijual pada tahun ini.

Pada Selasa, di Computex, AMD mengumumkan Ryzen Threadripper generasi kedua 12nm yang berbasis arsitektur x64 Zen+ yang menawarkan keunggulan 32 core dan 64 hardware threads.


Sebelum keluarga chip Ryzen masuk ke pasar pada 2017, Intel merilis prosesor dengan enam, delapan atau 10 core untuk komputer high-end. Kemudian, AMD meluncurkan generasi pertama Threadripper dengan kekuatan 16 core untuk PC berperforma tinggi dan Intel menaikkan kembali core mereka menjadi 18, kini 28 core untuk desktop.

AMD tidak mau kalah, sehingga perusahaan merilis prosesor dengan kemampuan performa 32 core. Threadripper 2 memiliki empat silikon aktif Zen+ yang terhubung melalui AMD Infinity Fabric.

Komponen ini merupakan bagian dari generasi kedua Ryzen, yang dibangun dengan kecepatan clock yang lebih cepat, pengurangan latensi memori, dan sebagainya.

Chip ini kompatibel dengan soket Threadripper 1 , tetapi Anda mungkin ingin mendapatkan motherboard X399 yang diperbarui untuk menghasilkan performa yang lebih baik lagi.

AMD memperkenalkan prosesor Threadripper 2 atau disebut juga sebagai Threadripper 2000-series, dengan sejumlah fitur unggulan baru. Salah satunya varian yang jumlah core-nya mencapai 32 unit. Bila pada Threadripper orisinil terdapat 8 core (inti) pemrosesan, maka dengan 2 inti aktif dan 2 inti non-aktif menghasilkan hitungan 16 core dan 24 threads. 


Pada Threadripper 2, keempat inti tersebut akan dinyalakan, sehingga meningkatkan hitungan core menjadi 32 unit dan 64 threads. Dengan otak sebesar itu, Threadripper 2 bakal bisa dipakai untuk menangani 64 pemrosesan dalam satu waktu yg sama. Kemampuan ini dua kali lipat lebih tinggi ketimbang Threadripper orisinil yang dirilis pada 2017 lalu.


Teknologi pemrosesan tersebut membuat konsumsi daya prosesor baru ini tidak serakus prosesor Zen yang memakai proses manufaktur 14 nanometer. Namun tetap perlu dicatat bahwa peningkatan kinerja hingga 2 kali lipat di Threadripper 2 juga memiliki risiko. Thermal design power (TDP) Threadripper 2 saat ini adalah 250 watt, sedikit lebih tinggi dibandingkan generasi pertamanya yang hanya menuntut 180 watt. 

Hal ini berarti akan ada beberapa motherboard X399 (untuk Threadripper orisinil) yang tidak bisa dipasangkan dengannya. Pabrikan motherboard pun berjanji akan mengeluarkan sejumlah pilihan baru yang mendukung konfigurasi ini. 

AMD sendiri belum merilis spesifikasi final untuk Threadripper 2. Pada saat pengumuman di Computex 2018, perusahaan silikon asal Amerika Serikat itu memamerkan dua unit contoh Threadripper 2 yang memiliki clock 3 GHz. Satu berupa prosesor 32 core/64 threadds; kedua berupa prosesor 24 core/48 threads. Rencananya, AMD akan mulai mengapalkan prosesor Threadripper 2 pada kuartal ketiga 2018 ini.





references by okezone, kompas

May 18, 2018

AMD Yakin Processor Ryzen Akan Kuasai Pasar Gaming Indonesia

Ryzen generasi kedua telah melenggang di Indonesia sejak bulan lalu. AMD pun optimistis prosesor terbarunya ini dapat menjadi penguasa pasar komputer gaming di Tanah Air.


"Pada generasi pertamanya, AMD Ryzen berhasil menyamai kedudukan pasar prosesor gaming dengan kompetitor kami. Kali ini, dengan clockspeed yang lebih tinggi, dengan delapan inti dan harga yang lebih terjangkau, kami yakin Ryzen dapat mengungguli kompetitor kami," ujar Stevenus Soeyanto, National Sales Manager AMD Indonesia di Hong Kong Cafe, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

AMD menjelaskan, melalui Ryzen generasi kedua mereka akan mengejar segmen all-rounder. Ini berarti target pasarnya tak hanya di segmen gaming saja. tetapi kalangan aktifitas kantoran dan juga mahasiswa



"Karena banyak sekali gamer sekaligus content creator, maka kami menargetkan produk kami ke segala segmen. Mulai dari gaming, content creating dan office," tuturnya.

Selain itu, Stevenus menambahkan prosesor terbarunya pun overclockable. Itu artinya, AMD Ryzen generasi kedua mampu menembus batas clockspeed standar. Namun jelas bukan untuk penggunaan sehari-hari.

AMD Ryzen generasi kedua memiliki empat seri. Di antaranya adalah Ryzen 7 2700X untuk seri tertinggi, Ryzen 7 2700, Ryzen 5 2600X dan Ryzen 5 2600 untuk seri terendah.


references by detik


May 5, 2018

Tahun 2019, AMD Yakin Kalahkan Intel

Intel baru saja menginformasikan kepada para investor bahwa prosesor 10nm “Cannon lake” baru akan hadir tahun 2019, tetapi pada tahun tersebut, kemungkinan ada pesaing yang memiliki teknologi yang selangkah lebih jauh. Dilansir dari Engadget (30/4), AMD berkata kepada para investor bahwa prosesor Zen 2 akan menggunakan arsitektur 7nm sedang dalam persiapan untuk meluncur pada tahun 2019.


AMD juga menguji kartu grafis Radeon Instinct yang menggunakan teknologi berbasis Vega 7nm dan diklaim memiliki kemampuan untuk menyokong teknologi machine learning. CEO AMD, Dr Lisa Su mengatakan bahwa GPU tersebut akan diproduksi oleh TSMC, tetapi kemungkinan mereka juga masih akan menggandeng Global Foundries untuk produksi produk lainnya.

AMD baru-baru ini meluncurkan chip Zen generasi kedua yang menggunakan teknologi 12nm. Secara teknis, prosesor tersebut lebih baik dari chip Zen generasi pertama yang masih menggunakan arsitektur 14nm. Sementara itu Zen 2 akan menggunakan arsitektur 7nm sehingga performanya dipastikan akan lebih kencang. Dilaporkan bahwa TSMC memimpin perakitan teknologi tersebut, yang menggunakan teknologi litografi ultraviolet mutakhir. Memang agak sedikit mengejutkan bahwa AMD akan menggunakan jasa TSMC untuk teknologi grafis ketimbang GlobalFoundries.

Jika AMD mampu mencapai target, berarti mereka akan mendahului Intel yang hanya akan memperkenalkan teknologi 10 nanometer pada tahun 2019. Meski demikian, Intel masih bersikukuh mengatakan teknologi prosesor 10nm-nya lebih unggul dari pabrikan lain. Namun banyak pengamat mengatakan prosesor 10nm Intel masih akan kalah oleh prosesor 7nm yang akan dibuat oleh AMD nantinya.


references by tekid

April 27, 2018

Persaingan Processor, Intel Bajak Petinggi AMD

Belakangan, kompetisi pasar prosesor untuk komputasi mungkin tidak sepanas kompetisi di komponen kartu grafis tapi tampaknya hal ini akan berubah dalam waktu dekat sebab Intel kini telah membajak dua sosok penting dari AMD.


Lewat informasi di situs resmi Intel, mereka mengumumkan bahwa Jim Keller telah bergabung dengan mereka. Keller merupakan sosok kunci di balik kesuksesan AMD menciptakan prosesor berarsitektur Zen atau yang lebih dikenal Ryzen dan prosesor seri EPYC yang telah berhasil melambungkan nama AMD.

Latar belakang dibahas oleh Intel dalam situs resminya dan disebutkan bahwa Keller akan mengisi posisis sebagai Senior Vice President di Intel. Meksipun begitu, bukan berarti Intel membajak Keller langsung dari AMD. Sebelum bergabung dengan Intel, Keller mengisi posisi sebagai Vice President of Autopilot and Low Voltage Hardware Tesla.

"Saya sangat senang bisa bergabung dengan tim Intel untuk mengembangkan masa depan dari CPU, GPU, akselerator dan produk lainnya yang dibuat dalam era komputerisasi yang berpusat pada data," ungkap Keller dalam pernyataan resmi yang dimuat Intel.

Dalam pernyataan resmi, Chief Engineering Officer and Group President of the Technology, Systems Architecture & Client Group Intel Dr. Murthy Renduchintala mengakui bahwa Keller adalah sosok yang sangat dihormati dalam pengembangan mikroarsitektur di industri prosesor.

Sebelum ini, ada sosok penting AMD yang telah bergabung dengan Intel. Orang penting dalam pengembangan teknologi kartu grafis AMD Radeon Technologies Group yaitu Raja Koduri telah lebih dulu bergabung dengan Intel paa awal bulan November tahun lalu. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa Intel menyiapkan strategi dan produk baru untuk bisa bersaing dengan AMD


references  by medcom

April 18, 2018

AMD Akan Luncurkan Processor Ryzen Generasi Kedua

AMD merencanakan untuk meluncurkan generasi kedua dari jajaran prosesor Ryzen mereka pada 19 April mendatang. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan Intel dengan jajaran prosesor Coffe Lake terbaru mereka.


Mengutip dari laman Engadget, Minggu (15/4/2018), AMD akan meluncurkan Ryzen 7 2700X dan Ryzen 7 2700 yang memiliki delapan inti. Prosesor ini akan menggantikan seri 1800X dan 1700X yang diluncurkan pada tahun lalu.


Ryzen 7 2700X dikabarkan akan memiliki clock dasar sebesar 3,7GHz dengan kecepatan boost hingga 4,3GHz. Sedangkan untuk Ryzen 7 2700 akan memiliki clock dasar 3,1GHz dan boost hingga 4,1GHz.

Lalu ada juga seri lanjutan dari Ryzen 5, yakni 2600X dan 2600 yang memiliki enam inti. Ryzen 5 2600 akan memiliki clock dasar 3,4GHz dan boost hingga 3,9GHz. Sedangkan untuk Ryzen 5 2600X akan memiliki clock dasar 3,6GHz dan boost hingga 4,2GHz..

Keempat prosesor ini dikabarkan akan berjalan di platform X470 AM4 yang baru. Kabarnya, platform ini akan mendukung teknologi StoreMI, yang dapat mempercepat kinerja disk dengan menghubungkan bersama SSD, hard disk tradisional dan RAM.


Sedangkan untuk harga jual di Indonesia, Ryzen 7 2700X akan dihargai Rp4,899 juta dan Ryzen 7 2700 dihargai Rp4,599 juta. Kedua prosesor ini akan bertarung langsung dengan Intel Core i7-8700K yang dijual seharga Rp5,8 juta.

Di sisi lain, Ryzen 5 2600X akan dijual Rp3,399 juta dan Ryzen 5 2600 seharga Rp2,99 juta. Kedua prosesor ini juga akan menantang langsung prosesor Intel i5 8500 yang memiliki harga Rp3,2 juta.

Kabar baiknya, perangkat ini dikabarkan sudah bisa dipesan mulai 13 April secara global. Namun para pengguna baru akan bisa mendapatkan prosesor tersebut pada 19 April mendatang, atau setelah prosesor tersebut resmi diperkenalkan.


references by okezone

December 21, 2017

Download Driver AMD Radeon Crimson ReLive Edition 17.12.2

AMD today released an update to their Radeon Software Adrenalin Drivers and software suite. Under the Beta label, the new version brings many resolved issues to the table, whilst listing some unresolved - but recognized as existent - issues behind it still. Some problems with AMD XConnect for hot-swapping external GPUs should be fixed, some areas of Star Wars: Battlefront II that were displaying graphics corruption should no longer do so, and your Netflix playback should finally let you chill without any kind of AMD-caused stuttering, among other quality of life improvements.


Look for the full patch notes after the break, and keep in mind you can download the latest AMD drivers right here on TPU. Just follow the link below.


Resolved Issues
  • Radeon Settings Video tab may disappear on some hybrid graphics system configurations after a reboot
  • AMD XConnect Technology enabled system configurations may experience an intermittent system hang on hot plug.
  • GPU Display scaling may fail to enable when desktop resolution is set very low.
  • Region recording in Radeon ReLive will continue to record when the region window is closed.
  • 3x1 display configurations may experience instability during Eyefinity creation or during gaming.
  • Ark Survival Evolved may experience heavy flickering or corruption when enabling the performance metrics overlay in Windows7.
  • A black screen may be experienced when running full screen games on the Samsung CF791 Radeon FreeSync enabled display.
  • Netflix playback in a browser or via UWP application may experience stutter.
  • Radeon Overlay performance metrics may appear and disappear intermittently during updates.
  • Color Temperature controls may change colors on the incorrect display when using the reset option.
  • Star Wars: Battlefront II may experience graphical corruption in some areas of the game.
Known Issues
  • Radeon Settings may experience a hang when enabling AMD CrossFire with three or more graphics products.
  • Trimming videos may fail to create a thumbnail if the video contains non-English characters.
  • Flickering may be observed on the performance metrics overlay when Enhanced Sync is enabled on some Radeon FreeSync connected displays.
  • Performance Metrics Overlay may hang if enabled when cycling display power off and on.
  • The "Reset" function in Radeon Settings for Display, ReLive, and Video may not work as intended when using Radeon Settings in certain regional languages.
  • Radeon WattMan may intermittently fail to load profiles for Radeon RX Vega on the global Radeon Wattman page.
  • Rise of the Tomb Raider may experience an intermittent application hang during gameplay.
  • A random system hang may be experienced after extended periods of use on system configurations using 12 GPUs for compute workloads.
  • The GPU Workload feature may cause a system hang when switching to Compute while AMD CrossFire is enabled. A workaround is to disable AMD CrossFire before switching the toggle to Compute workloads.

Package Contents
The Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 installation package contains the following:
    • Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 Driver Version 17.50.07.01 (Windows Driver Store Version 23.20.15007.1005)
The Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 installation package can be downloaded from the following links:
By clicking the Download button, you are confirming that you have read and agreed to be bound by the terms and conditions of the End User License Agreement ("EULA").  If you do not agree to the terms and conditions of these licenses, you do not have a license to any of the AMD software provided by this download.
DOWNLOAD LINK
after click the linkwait 5 secondsthen click on "SKIP ADin the upper right corner 
(setelah di klik Tunggu 5 detik, lalu klik tulisan "SKIP AD" di pojok kanan atas)

Installing Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2
For detailed instructions on how to correctly uninstall or install Radeon Software Adrenalin Edition, please refer to the following support resources:
NOTE: 
This driver is not intended for use on AMD Radeon products running in Apple Boot Camp platforms. Users of these platforms should contact their system manufacturer for driver support.
When installing Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 for the Windows® operating system, the user must be logged on as Administrator, or have Administrator rights to complete the installation of Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2.
Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 requires Windows 7 Service Pack 1 to be installed.
Radeon Product Compatibility
Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 is compatible with the following AMD Radeon products.
Note: AMD Radeon™ R9 Fury, Radeon™ Pro Duo, Radeon™ RX 400 Series, Radeon™ RX 500 Series and Radeon™ RX Vega Series graphics are only supported by Radeon Software Adrenalin Edition on Windows 7/10 64-bit.
Radeon Desktop Product Family Compatibility
Radeon™ RX Vega Series GraphicsRadeon™ RX 500 Series Graphics
Radeon™ RX 400 Series GraphicsAMD Radeon™ Pro Duo
AMD Radeon™ R7 300 Series GraphicsAMD Radeon™ R7 200 Series Graphics
AMD Radeon™ R9 Fury Series GraphicsAMD Radeon™ R5 300 Series Graphics
AMD Radeon™ R9 Nano Series GraphicsAMD Radeon™ R5 200 Series Graphics
AMD Radeon™ R9 300 Series GraphicsAMD Radeon™ HD 8500 - HD 8900 Series Graphics
AMD Radeon™ R9 200 Series GraphicsAMD Radeon™ HD 7700 - HD 7900 Series Graphics

Mobility Radeon™ Family Compatibility
Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 is a notebook reference graphics driver with limited support for system vendor specific features.
Radeon Mobility Product Family Compatibility
AMD Radeon™ R9 M300 Series GraphicsAMD Radeon™ R7 M200 Series Graphics
AMD Radeon™ R7 M300 Series GraphicsAMD Radeon™ R5 M200 Series Graphics
AMD Radeon™ R5 M300 Series GraphicsAMD Radeon™ HD 8500M - HD 8900M Series Graphics
AMD Radeon™ R9 M200 Series GraphicsAMD Radeon™ HD 7700M - HD 7900M Series Graphics

Compatible Operating Systems

Radeon Software Adrenalin Edition 17.12.2 is designed to support the following Microsoft® Windows® platforms. Operating System support may vary depending on your specific AMD Radeon product.
    • Windows® 10 (32 & 64-bit version)
    • Windows 7 (32 & 64-bit version with SP1 or higher)
AMD Issue Reporting Form
This driver release incorporates suggestions received through the AMD Issue Reporting Form. To provide us with your feedback, visit the AMD Issue Reporting Form.  

© 2017 Advanced Micro Devices, Inc.  All Rights Reserved.
DISCLAIMER
The information contained herein is for informational purposes only and is subject to change without notice. While every precaution has been taken in the preparation of this document, it may contain technical inaccuracies, omissions and typographical errors, and AMD is under no obligation to update or otherwise correct this information. Advanced Micro Devices, Inc. makes no representations or warranties with respect to the accuracy or completeness of the contents of this document and assumes no liability of any kind, including the implied warranties of non-infringement, merchantability or fitness for particular purposes, with respect to the operation or use of AMD hardware, software or other products described herein. No license, including implied or arising by estoppel, to any intellectual property rights is granted by this document. This notice does not change the terms and limitations applicable to the purchase or use of AMD's products that may be set forth in a separate signed agreement between you and AMD.
OVERCLOCKING WARNING:  AMD processors are intended to be operated only within their associated specifications and factory settings.  Operating your AMD processor outside of official AMD specifications or outside of factory settings, including but not limited to the conducting of overclocking (including use of this overclocking software, even if such software has been directly or indirectly provided by AMD or otherwise affiliated in any way with AMD), may damage your processor and/or lead to other problems, including but not limited to, damage to your system components (including your motherboard and components thereon (e.g. memory)), system instabilities (e.g. data loss and corrupted images), reduction in system performance, shortened processor, system component and/or system life and in extreme cases, total system failure.  AMD does not provide support or service for issues or damages related to use of an AMD processor outside of official AMD specifications or outside of factory settings.  You may also not receive support or service from your board or system manufacturer. Please make sure you have saved all important data before using this overclocking software.  DAMAGES CAUSED BY USE OF YOUR AMD PROCESSOR OUTSIDE OF OFFICIAL AMD SPECIFICATIONS OR OUTSIDE OF FACTORY SETTINGS ARE NOT COVERED UNDER ANY AMD PRODUCT WARRANTY AND MAY NOT BE COVERED BY YOUR BOARD OR SYSTEM MANUFACTURER'S WARRANTY.
The software that has been directly or indirectly provided by AMD or an entity otherwise affiliated with AMD may disable or alter: (1) software including features and functions in the operating system, drivers and applications, and other system settings; and (2) system services.  WHEN THE SOFTEWARE IS USED TO DISABLE OR ALTER THESE ITEMS IN WHOLE OR PART, YOU MAY EXPERIENCE (A) INCREASED RISKS THAT CERTAIN SECURITY FUNCTIONS DO NOT FUNCTION THEREBY EXPOSING YOUR COMPUTER SYSTEM TO POTENTIAL SECURITY THREATS INCLUDING, WITHOUT LIMITATION, HARM FROM VIRUSES, WORMS AND OTHER HARMFUL SOFTWARE; (B) PERFORMANCE AND INTEROPERABILITY ISSUES THAT MAY ADVERSELY AFFECT YOUR EXPERIENCE AND THE STABILITY OF YOUR COMPUTING SYSTEM; AND (C) OTHER EXPERIENCES RESULTING IN ADVERSE EFFECTS, INCLUDING, BUT NOT LIMITED, TO DATA CORRUPTION OR LOSS.
AMD, the AMD Arrow logo, AMD Radeon, AMD Freesync and combinations thereof are trademarks of Advanced Micro Devices, Inc.
Windows and DirectX are registered trademarks of Microsoft Corporation.
Vulkan and the Vulkan logo are registered trademarks of the Khronos Group Inc.
Other names used herein are for identification purposes only and may be trademarks of their respective companies.



June 7, 2017

Processor Intel Core i9 Rilis Untuk Hadapi AMD Ryzen

Intel baru menginformasikan hadirnya keluarga baru, yaitu Core X dalam lini processor besutannya. Tawarkan performa yang lebih bertenaga, Intel mengenalkan tiga jenis sekalian, yaitu Core i5, Core i7, termasuk juga jenis anyar Core i9. Diambil dari The Verge, Rabu (31/5/2017), basis Core X diperuntukkan untuk pemakai berat seperti gamer atau kreator content. Intel menyebutkan processor ini bisa sangat mungkin pemakai menggerakkan gim paling baru dengan resolusi paling baik sekalian menyiarkannya dalam satu saat.

saat lini Core i7 X ada dalam dua jenis yaitu, versus 4-core/8-thread yang di bandrol US$ 339 atau sekitaran Rp 4, 4 juta. Lantas, ada juga jenis 8-core/16-thread dihargai US$ 599 atau sekitaran Rp 7, 8 juta.

Untuk Core i9, Intel tawarkan beberapa pilihan dengan harga dari mulai US$ 999 atau sekitaran Rp 13 juta untuk 10-core/20-thread serta US$ 1. 699 atau sekitaran Rp 22 juta untuk 16-core/32-thread.

Mengenai jenis paling tinggi yaitu Core i9 Extreme dengan banderol harga US$ 1. 999 atau setara dengan Rp 26 juta serta jadi processor desktop pertama yang mempunyai 18-core/36-thread.

Semua processor desktop dengan type Core X ini di desain untuk bekerja pada motherboard paling baru Intel, yaitu X299. Sebatas di ketahui, motherboard itu bakal launching lewat beberapa relasi pada sebagian minggu ke depan.

Masalah arsitektur, nyaris semuanya lini Core X di bangun pada basis versus pembaruan Intel generasi ke enam Skylake. Tetapi spesial jenis i5-7640X serta i7-7740X di bangun pada arsitektur Kaby Lake X.

Sebagai penambahan, Intel juga lakukan penambahan kekuatan tehnologi Turbo Boost pada beberapa jenis high-end di lini Core X. Mengusung nama Turbo Boost Max 3. 0, jenis ini bisa tingkatkan performa multitasking.

AMD Ryzen hadir dan mengguncang dunia hardware pada awal Maret lalu. Bagaimana tidak, Prosesor AMD Ryzen yang dihargai lebih murah bisa menyaingi prosesor Intel yang dijual jauh lebih mahal dalam hal content creation. Untuk itu, Intel akan kembali merilis flagship mereka untuk bersaing kembali dengan AMD.

Memiliki arsitektur yang disebut dengan Skylake-X dan Kabylake-X. Beberapa varian baru diantaranya adalah Core i7-7640K, Core i7-7740K, Core i9-7800X, Core i9-7820X, Core i9-7900X and Core i9-7920X. Prosesor ini dirilis bertujuan untuk kembali mengambil alih pasar High-End Desktop.

Varian termurah Intel Core i7-7640k akan memiliki inti 4 core tanpa dukungan Hyper Threading. Memiliki 6MB L3 cache, 16 PCIe Lanes, serta clock 4.0Ghz dengan dukungan turbo-boost sampai dengan 4.2Ghz. Sementara varian termahal Intel Core i9-7920X memiliki 12 CPU core dengan 24 threads. Memiliki 16.5MB L3 cache dan juga 44 PCIe Lanes.

Intel akan memulai merilis Core i9-7920X pada bulan Juni mendatang. Sementara untuk pemasarannya akan dimulai pada bulan Agustus mendatang. Rumornya varian termahal Core i9 tersebut akan dijual dengan harga diatas IDR 20 juta. Apakah para sultan/orang kaya sudah siap meminang prosesor tersebut?



references by breakingnews, 

February 14, 2017

Kisaran Harga Processor AMD Ryzen

 AMD bersiap menantang Intel dengan menghadirkan prosesor terbarunya. Prosesor itu diberi julukan Ryzen. Sama seperti Intel, AMD pun menghadirkan berbagai pilihan prosesor untuk berbagai segmen pasar yang berbeda. Namun menariknya, ternyata harga Ryzen jauh lebih terjangkau ketimbang Intel.

Ryzen, prosesor ini akan tersedia untuk segmen pemula, mainstream, dan enthusiast. Seluruhnya akan bersaing dengan masing-masing dari prosesor Intel seri Kaby Lake. Varian Ryzen 3 ada 2, Ryzen 5 ada empat, dan Ryzen 7 ada tiga. Rinciannya bisa kamu lihat pada gambar dibawah.

Apapun variannya, AMD mengklaim prosesor mereka merupakan prosesor paling efisien yang pernah dibuat oleh AMD, termasuk konsumsi dayanya. AMD mengklaim, prosesor dengan konsumsi daya terbesar bahkan hanya memakan daya sebesar 95W saja.

Mengenai harganya, juga sudah diungkap. Untuk AMD Ryzen 7 1700 misalnya, prosesor ini dibanderol dengan harga USD 320 (sekitar Rp 4,2 juta). Jika disandingkan dengan prosesor Intel bisa disejajarkan dengan Intel Core i7-6900K, yang dijual lebih dari tiga kali lipatnya, yaitu Rp 14.600.000.

Mengenai kehadirannya, Amerika Serikat jelas masuk lebih dulu yang dikatakan bakal tersedia pada akhir Februari, dengan versi desktop hadir lebih dulu. Kapan rilisnya di Indonesia? Masih belum diketahui.

Dalam waktu dekat, prosesor ini akan segera menyapa Indonesia.

Informasi tersebut diungkap Armawati Chen, Business Development Manager AMD Indonesia saat ditemui usai peluncuran notebook Asus XX550IU di XXI Lounge, Jakarta, Selasa (17/1/2016).

Dikatakanya, bila tidak ada halangan AMD akan mulai melempar Ryzen ke pasaran sekitaran Februari di Amerika Serikat. Hanya saja kapan persisnya ia belum bisa memastikan. Setelah itu, barulah akan menyambagi negara lain, termasuk Indonesia.

"Bila jadi dirilis Februari, AMD Ryzen akan tersedia di Indonesia sekitar Maret atau April," kata wanita yang kerap disapa Linx-linx ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, AMD Ryzen akan lebih dulu tersedia di dekstop. Sebab, prosesor ini memang dirancang untuk PC. Sementara untuk notebook sendiri baru tersedia APU yang memiliki arsitektur yang sama dengan Ryzen.

"Akan ready sekitar semester kedua 2017," katanya.

Untuk diketahui Ryzen mengusung spesifikasi yang tak main-main. Prosesor ini mengusung teknologi octa core dengan kecepatan clock dasar yang sudah berada di angka 3,4 GHz. Artinya kecepatan tersebut masih bisa ditingkatkan lagi sesuai kebutuhan.


AMD tengah bersiap-siap untuk menghadirkan Ryzen CPU baru, yang menjanjikan secara signifikan dengan meningkatkan kinerja melewati prosesor AMD sebelumnya. Serta menjadi yang terbaik dari Intel saat ini. AMD akan merilis sejumlah CPU baru mulai dari versi quad-core dengan empat thread, hingga versi octa-core dengan 16 thread.

Dilansir dari laman Digital Trends, Intel meluncurkan generasi ketujuh atau Kaby Lake, yang lebih difokuskan pada efisiensi dari kinerja langsung. Hexus melaporkan, Intel tidak tinggal diam dalam menghadapi rilis Ryzen ini.

Menurut Canard PC, penerbitan Perancis, Intel berencana untuk menyesuaikan Kaby Lake dengan harga, dan mendorong beberapa versi baru langsung dalam menanggapi Ryzen. CPU baru bisa dibuka versi Core i7 dan Core i5 Kaby Lake, seperti:

-Intel Core i7-7740K, 4.3GHz with Turbo Boost up to 4.6GHz, a thermal design power rating of 100W, and with 8MB of L3 cache.

-Intel Core i5-7640K, 4.0GHz, TDP of 100W or more, 6MB of L3 cache, and support for Hyperthreading. Ini akan menjadi yang pertama bagi chip Core i5 terbaru, yang biasanya tidak memiliki Hyperthreading diaktifkan.

AMD belum mengumumkan harga untuk yang Ryzen CPU. Intel akan merilis arsitektur Cannonlake generasi baru sendiri, yang akan difokuskan pada peralihan ke proses fabrikasi 10nm baru dan tidak selalu pada peningkatan kinerja besar. Sementara itu, tampak bahwa Intel akan agak terbatas dalam kemampuannya untuk menanggapi Ryzen.


Harga 2 Kali Lebih Murah, AMD Ryzen 5 1600X Mampu Kalahkan Intel Core i7 6850K



Di pasar prosesor, Intel benar-benar mendapatkan pukulan telak dari pesaingnya yakni AMD. Di tahun ini, AMD berhasil menggarap sebuah prosesor dengan harga murah bernama AMD Ryzen. Untuk soal peforma, tentu saja prosesor ini mampu bersaing ketat dengan Intel.

Nah, fokus yang akan dibahas di artikel kali ini adalah mengenai salah satu prosesor flagshipnya yakni AMD Ryzen 5 1600X. Belum lama ini, hasil benchmarks dari prosesor tersebut sudah mulai beredar di internet. Menurut data hasil benchmarks tersebut, AMD Ryzen 5 1600X berhasil membuat Intel 17 6850K keok. Padahal, perbedaan harga antara kedua prosesor tersebut sangat jauh hampir 2 kali lipat.
Seperti yang dilansir Indogamers dari laman Forbes (22/2/2017), kedua prosesor tersebut memiliki spesifikasi yang hampir sama mulai dari frekuensi, jumlah core dan juga threads. Selain harga yang ditawarkan jauh lebih murah, prosesor AMD Ryzen 5 1600X lebih irit daya dimana prosesor tersebut hanya membutuhkan konsumsi listrik 95W saja. Sedangkan Intel Core i7 6850K membutuhkan konsumsi listrik hingga 140W. 
AMD Ryzen 5 1600X mampu mendapatkan skor yang lebih tinggi dibandingkan Intel Core i7 6850K. Skor yang paling fantastis dapat terlihat di bagian multithread dimana AMD Ryzen 5 1600X dapat menyentuh angka 12544 sedangkan Intel Core i7 6850K hanya mendapatkan angka 11147.

Untuk harganya sendiri, AMD Ryzen 5 1600X dibandrol jauh lebih murah yakni USD 259 atau sekitar Rp. 3,2 juta. Sedangkan Intel Core i7 6850K dibandrol dengan harga USD 610 atau sekitar Rp. 8 juta yang tentunya hanya mampu dibeli oleh para kaum sultan.



PRE-ORDER PROSESSOR AMD RYZEN™ INDONESIA TELAH DIBUKA!


Anda sudah bisa melakukan pre-order ke toko langganan terdekat di kota Anda. Namun, untuk Anda yang ingin membeli secara online, berikut daftar website e-commerce rekomendasi kami yang sudah menyediakan pre-order AMD Ryzen™ 7:
ASCGX Comp
BALI KOMPUTERJD.id
BERLIAN COMPUTERKIOS KOMPUTER
Blibli.comNano Komputer
BLOSSOM MULTIMEDIAQuadra
Dizz ComputerQuantum
Enter KomputerSentra
GALAXY SOLUSINDOSilicon One Computer

*Semua kegiatan pre-order merupakan tanggung jawab toko dengan syarat dan ketentuan sesuai kebijakan masing-masing. Pada kasus tertentu, terdapat kemungkinan pre-order tidak dapat terpenuhi dan toko tidak dapat melakukan pengiriman tepat waktu. AMD tidak bertanggung jawab atas penjualan produk yang dilakukan oleh toko. Rekomendasi toko pada link di atas hanya disediakan untuk membantu toko memfasilitasi kegiatan pre-order. 
Catatan :
  1. Pengujian performa dilakukan tanggal 10 Februari 2017. Konfigurasi komponen PC dari produsen berbeda mungkin dapat menyebabkan perbedaan hasil pengujian. Cinebench R15 nT digunakan untuk simulasi performa multi-threaded pada CPU; AMD Ryzen™ 7 1800X mencetak skor 1601.43, sementara Intel Core i7-6900K Extreme mencetak skor 1473.79 dengan hasil skor perbandingan benchmark 1601.43/1473.79 = 1.09× atau 9% lebih tinggi dibanding kompetitor. Konfigurasi sistem: AMD Ryzen™ 7 1800X: Myrtle AM4, Ryzen™ 7 1800X processor, dengan NVIDIA TITAN X (Pascal) 12GB graphics adapter, 16GB (2 x 8GB) DDR4-2400 RAM, Windows 10 RS2 operating system, Graphics driver 21.21.13.7633 :: 12/11/2016. Core i7-6900K Extreme: STRIX X99 GAMING, Core i7-6900K Extreme processor, dengan NVIDIA TITAN X (Pascal) 12GB graphics adapter, 16GB (2 x 8GB) DDR4-2400 RAM, Windows 10 RS2 operating system, Graphics driver 21.21.13.7633 :: 12/11/2016. RZN-9
  2. Efisiensi daya prosessor desktop 8-core berbasis pada pembagian hasil skor Cinebench R15 nT dengan daya wall power selama pengujian. Skor: 1410 (AMD Ryzen 7 1700) vs. 1473 (Core i7-6900K). Konfigurasi sistem: AMD Reference Motherboard (1800X) dan ASUS STRIX X99 Gaming (6900K), 16GB DDR4-2400, NVIDIA Titan X (Pascal), graphics driver 21.21.13.7633, Windows 10 x64 RS1. Wall power sistem yang sudah diukur selama pengujian: 115W (1700) vs. 142W (6900K). Efisiensi Daya: 1410/115=12.26 points per watt (1700) vs. 1473/142W=10.37 points per watt (6900K). Hasil: AMD Ryzen 7 1700 menawarkan 18.22% performa per watt lebih banyak. RZN-10



referenes by kolomgadget, detik, republika, indogamers

 
Like us on Facebook