MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label ilmu. Show all posts
Showing posts with label ilmu. Show all posts

September 3, 2026

Jenis Pohon Yang Bisa Simpan Air Jumlah Besar

Kini kita tahu kenapa para pendahulu kita dimasa lampau menanam pohon-pohon besar disekitar area sungai/hutan ! Fungsinya bisa menyimpan air sebagai cadangan berbulan-bulan saat musim kemarau ekstrem tiba dan mencegah kebakaran hutan. Mulailah menanam pohon-pohon tersebut dari sekarang.

 


Namun bodohnya, generasi sekarang menebangnya demi uang, lahan sawit, pertambangan dan industri.. Akibatnya adalah krisis air dan kerusakan ekosistem alam

 

Fungsi Akar Pohon Besar untuk Air dan Lingkungan
  • Penyerap Air: Akar pohon menyerap air dan zat hara dari dalam tanah untuk kebutuhan hidup tanaman.
  • Resapan Air Alami: Rongga atau lubang alami di sekitar perakaran besar membantu air hujan masuk dan meresap ke dalam lapisan tanah. MEMBUAT TEROWONGAN+LUBANG-LUBANG ALAMI AGAR AIR HUJAN/AIR BANJIR BISA MASUK KEDALAM TANAH BUMI SEBAGAI CADANGAN AIR SAAT KEMARAU PANJANG bagi lingkungan sekitar pohon tersebut
  • Pencegah Banjir: Sistem perakaran yang luas mampu menampung ribuan liter air, sehingga mengurangi risiko limpasan air permukaan dan banjir.
  • Penyaring Air (Filtrasi): Struktur tanah di sekitar akar menyaring air hujan secara alami sebelum menjadi air tanah yang bersih

Satu hal yang paling istimewa pada pohon adalah kemampuannya menyerap air. Selain ini, da banyak lagi hal mengejutkan dari pohon. Karennya, tidak pernah ada kerugian ketika menanam pohon. Pohon memberi banyak kepada makhluk hidup, baik sebagai peneduh maupun sebagai penyimpan air.

Ketiadaan pepohonan akan menyebabkan banyak masalah. Banjir hanyalah salah satunya. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan dengan menanam banyak pohon.

Dikarenakan pohon mampu menyerap air dan berfungsi sebagai penyimpan air—yang nantinya akan didistribusikan kepada manusia dan makhluk lainnya—termasuk pohon itu sendiri.

Ada beberapa jenis pohon yang sungguh andal dalam dan menyerap air dan menyimpan air. Pohon-pohon ini bisa jadi solusi untuk mencegah banjir di musim hujan dan mencegah kekeringan di musim kemarau.

 

Ada beberapa jenis pohon yang sungguh andal dalam dan menyerap air dan menyimpan air. Pohon-pohon ini bisa jadi solusi untuk mencegah banjir di musim hujan dan mencegah kekeringan di musim kemarau. 

 

Pohon bambu


Pohon bernama latin Bambuseae ini memiliki keunggulan dalam menjaga ekosistem air. Ia bisa berperan jadi sistem hidrologis sebagai pengikat tanah dan air.

Bambu memiliki kekuatan untuk  mengikat tanah, terutama pada daerah-daerah lereng. Kemampuannya itu dapat meminimalkan erosi, sedimentasi, dan longsor serta banjir.

Tanaman beruas ini juga bisa jadi gudang penyimpan air dan karbon. Fungsi lainnya adalah bisa menahan kebisingan dan memiliki nilai ekonomis yang baik bagi masyarakat.

Tanaman  ini telah dijadikan sebagai tanaman konservasi air dan tanah di beberapa negara, di antaranya India dan Tiongkok.

Keunggulan dalam menyerap air dan sebagai penyimpan air tanaman ini tidak perlu diragukan. Karena serumpun bambu mampu menahan air hingga 500 liter.

 

 Pohon aren






Arenga Pinnata merupakan nama latin dari aren. Tanaman bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 20 meter.

Pohon ini bisa jadi penyimpan cadangan air. Bukan hanya itu, aren atau enau juga mampu memproduksi air, yakni air nira atau tuak.

Dari air yang diproduksinya itulah—terciptalah gula merah (gula aren). Pohon aren dapat tumbuh pada ketinggian 500- 800 mdpl.

Akar serabut yang dimilikinya dapat  menahan erosi tanah dan mengikat air, khususnya air hujan sehingga bisa mencegah terjadinya banjir.

 

Dengan kemampuan tumbuh hingga 30 meter. Tanaman bernama latin Ficus benyaamia L ini biasa dijadikan sebagai tanaman peneduh di perkotaan.

Tidak hanya jadi peneduh, tanaman berdaun hijau mengkilat ini dapat pula menghilangkan racun di udara.

Fungsi lain dari beringin, bisa jadi pelindung mata air. Ia memiliki kemampuan mengendalikan penguapan dan menyimpan air dengan baik.

Pohon beringin dapat pula mencegah erosi, longsor, dan banjir karena akarnya cukup kuat untuk  mencengkeram tanah dan menyerap air.

 

Pohon trembesi



Trembesi adalah tanaman yang banyak di tanam di pinggir jalan. Ia merupakan tanaman yang dapat tumbuh besar. Tingginya bisa mencapai 20 meter lebih.

Karena sering meneteskan air dari cabangnya, maka pohon bernama latin Samanea saman biasa disebut Ki Hujan.

Air yang diteteskan dari cabang-cabangnya itu bukan karena kebetulan. Itu disebabkan oleh kemampuan pohon ini menyerap air yang baik.

Usianya yang bisa mencapai puluhan tahun, menjadikan pohon ini solusi bijak sebagai pencegah banjir dan penyimpan cadangan air alami. 

 

 

Pohon randu / Pohon Kapuk



Pohon randu dikenal pula dengan nama kapuk randu. Ia berasal dari daratan, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia.

Batangnya cukup besar dan bisa tumbuh hingga ketinggian 30 meter. Tanaman ini memiliki keunggulan dalam hal mencegah erosi, khususnya di daerah lereng gunung/pinggiran sungai.

Selain itu, juga mampu  menyimpan cadangan air. Pohon ini  cocok ditanam sebagai tanaman konservasi dan rehabilitasi. 

 https://www.facebook.com/watch/?v=1174868374523641

 

 

 Pohon Kepuh



Pohon kepuh adalah pohon sejuta manfaat, mulai dari kulit hingga bijinya. Pohonnya bernama latin Sterculia foetida L ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 30 hingga 40 meter.

Pohon ini  memiliki manfaat luar biasa sebagai penahan air. Bagian atas hingga akarnya yang berukuran  besar berfungsi mengatur siklus hidrologi.

Ia mampu menahan air tanah dalam kapasitas yang  terbilang besar, sehingga bisa dijadikan sebagai pohon pencegah banjir dan penyimpan air.

 

Pohon gayam



Pohon bernama latin Sterculia foetida L ini  bisa tumbuh hingga 20 meter. Ia bisa jadi peneduh pekerangan rumah karena berdaun lebat dan berbunga yang harum.

Gayam sendiri bisa jadi simbol rasa tenang dan tenteram. Apalagi pohon ini digunakan sebagai pohon penahan air.

Air terkesan jinak kepadanya, tidak heran jika dengan mudah air di sekitar pohon ini. Ia  dapat mendekatkan air ke permukaan, dan juga menyimpan cadangan air.

 

Pohon bendo



Tanaman bendo atau benda ini bernama latin Artocarpus elasticus. Pohon ini  masih berkerabat dengan pohon cempedak, nangka, dan  sukun.

Ia banyak tumbuh  di dataran rendah—bisa tumbuh tinggi menjulang mencapai 65 meter. Akarnya  dapat mencengkeram tanah dengan baik. Jadi, bisa diandalkan untuk dan longsoran.

Akarnya juga  mampu menyerap air dari  lapisan tanah yang terdalam. Karakteristiknya membuatnya bisa dijadikan tanaman konservasi air. Ia penting untuk alam. 

May 16, 2026

Data IQ Orang Indonesia Menurun

Rata-rata Intelligence Quotient (IQ) di Indonesia menjadi topik diskusi yang menarik perhatian, sering kali diwarnai oleh beragam data dan interpretasi. Beberapa studi menunjukkan angka yang relatif rendah di kancah global, sementara sumber lain mengindikasikan skor yang lebih mendekati rata-rata dunia. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan data tersebut, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi kognitif masyarakat Indonesia. Memahami dinamika ini penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat demi kemajuan bangsa.


 

Apa Itu IQ dan Bagaimana Mengukurnya?

IQ, atau Intelligence Quotient, adalah skor total yang berasal dari serangkaian tes standar yang dirancang untuk menilai kemampuan kognitif seseorang. Kemampuan ini meliputi penalaran verbal, penalaran kuantitatif, penalaran visual-spasial, dan memori kerja. Skor IQ memberikan gambaran tentang potensi intelektual individu dibandingkan dengan populasi rata-rata.

Secara umum, skor IQ antara 90 dan 109 dianggap sebagai rata-rata. Skor di bawah 70 sering dikategorikan sebagai defisit intelektual, sedangkan di atas 130 menunjukkan kemampuan intelektual yang sangat tinggi. Penting untuk diingat bahwa tes IQ hanya salah satu alat ukur kecerdasan dan tidak mencerminkan seluruh spektrum kemampuan manusia.

Perbedaan Data Rata-Rata IQ Indonesia: Mengapa Ada Kontroversi?

Data mengenai rata-rata IQ di Indonesia sering menunjukkan hasil yang bervariasi, memicu perdebatan di kalangan peneliti dan masyarakat umum. Studi “The Intelligence of Nations” (2019) oleh Richard Lynn dan David Becker mencatat rata-rata IQ Indonesia sebesar 78,49. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat bawah global, sekitar peringkat 126-130 dari 199 negara.

Namun, data dari platform tes online seperti International IQ Test (2023-2024) menyajikan angka yang lebih tinggi, berkisar antara 92,64 hingga 93,2. Skor ini masuk dalam kategori rata-rata global, meskipun cenderung menengah ke bawah. Perbedaan signifikan ini menimbulkan pertanyaan tentang validitas dan metodologi studi yang digunakan.

Studi Lynn dan Becker, yang sering dikutip, mendapat kritik luas karena metodologi sampel yang tidak memadai. Kritik ini menyoroti bahwa sampel yang digunakan mungkin tidak representatif untuk seluruh populasi Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk melihat data ini dengan kacamata kritis dan mempertimbangkan sumber serta cakupan penelitiannya.

Posisi Indonesia dalam Peringkat IQ Global dan Asia Tenggara

Terlepas dari perbedaan data, rata-rata IQ Indonesia cenderung ditempatkan pada kategori menengah ke bawah dalam perbandingan global. Data dari Wisevoter (2023) bahkan menempatkan rata-rata IQ Indonesia di posisi terendah di kawasan Asia Tenggara. Posisi ini mengindikasikan adanya ruang besar untuk peningkatan dalam aspek kognitif di tingkat populasi.

Peringkat ini perlu dipahami sebagai indikator umum yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosioekonomi dan sistematis. Bukan semata-mata cerminan individu. Dengan demikian, peringkat ini harus menjadi pemicu untuk mengidentifikasi area perbaikan, bukan sebagai label permanen terhadap potensi suatu bangsa.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Rata-Rata IQ di Indonesia

Berbagai elemen kompleks berkontribusi terhadap rata-rata skor IQ suatu populasi. Di Indonesia, beberapa faktor kunci yang diidentifikasi dapat menjelaskan kecenderungan skor yang ada.

  • Kualitas Pendidikan
    Akses terhadap pendidikan yang berkualitas tinggi, kurikulum yang relevan, dan metode pengajaran yang efektif sangat memengaruhi perkembangan kognitif. Kesenjangan dalam kualitas pendidikan antar daerah dapat menciptakan disparitas dalam kemampuan intelektual.
  • Faktor Sosial Ekonomi
    Lingkungan sosial ekonomi yang stabil dan mendukung dapat memberikan stimulasi kognitif yang lebih baik sejak usia dini. Kemiskinan, kurangnya akses terhadap sumber daya belajar, dan stres lingkungan dapat menghambat perkembangan otak anak.
  • Gizi dan Kesehatan
    Nutrisi yang adekuat, terutama selama masa kehamilan dan lima tahun pertama kehidupan, krusial bagi perkembangan otak. Kekurangan gizi mikro dan makro dapat berdampak permanen pada fungsi kognitif. Kesehatan ibu dan anak yang optimal adalah fondasi penting untuk kecerdasan.
  • Tingginya Angka Stunting
    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak dan kognitif. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah dan produktivitas yang kurang optimal di masa dewasa.
  • Terlalu Banyak Waktu Dihabiskan scrolling/bermain Smartphone atau Game setiap  harinya. Dampak negatif bermain HP adalah konten seksual yg bisa picu kejahatan/kriminal seksual, stress, kehilangan fokus dan malas belajar berpikir atau kerja 

Upaya Peningkatan Kualitas Kognitif Masyarakat Indonesia

Meskipun skor IQ rata-rata Indonesia sering disebut rendah dalam peringkat global tertentu, angka ini masih dalam kategori menengah ke bawah dan dapat ditingkatkan. Peningkatan kualitas kognitif memerlukan pendekatan holistik dan terkoordinasi dari berbagai sektor.

  • Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan
    Investasi dalam pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi, adalah fundamental. Peningkatan kualitas guru, pengembangan kurikulum yang merangsang pemikiran kritis, dan pemerataan akses pendidikan adalah langkah penting.
  • Intervensi Gizi dan Kesehatan
    Program penanggulangan stunting harus diperkuat dan diperluas. Ini mencakup edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, suplementasi gizi, serta memastikan akses terhadap makanan bergizi dan layanan kesehatan yang memadai untuk anak-anak.
  • Perbaikan Kondisi Sosial Ekonomi
    Peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, dan program bantuan sosial dapat mengurangi tekanan ekonomi. Hal ini memungkinkan keluarga untuk memberikan lingkungan yang lebih kaya stimulasi bagi anak-anak.
  • Stimulasi Kognitif Sejak Dini
    Pentingnya peran orang tua dan lingkungan keluarga dalam memberikan stimulasi kognitif sejak bayi lahir. Ini meliputi membaca buku, bermain, dan berinteraksi secara aktif yang mendukung perkembangan otak anak.

 

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, mengungkapkan bahwa rata-rata IQ anak-anak di Indonesia masih rendah.

Mengutip Youtube BGN, Senin (23/6/2025), Tigor mengatakan bahwa IQ anak-anak di Indonesia berada di angka 78. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

“Mungkin banyak yang tidak percaya, tapi data dari komunitas internasional menyebutkan bahwa rata-rata IQ kita sekarang di angka 78. Itu termasuk rendah di ASEAN,” ujar Tigor dalam keterangannya, Senin (24/6/2025).

 

Menurut Tigor, meski ada anak-anak Indonesia yang memiliki kecerdasan tinggi di atas angka 120, namun tidak sedikit pula yang berada di bawah angka 70.

“Rata-rata itu artinya dari sekitar 80 juta anak, jika dijumlahkan dan dibagi, maka hasilnya segitu,” katanya.

Sebagai perbandingan, Tigor menyebut rata-rata IQ di Jepang telah mencapai 115. Negara tersebut juga sudah menjalankan program makanan bergizi selama lebih dari satu abad.

“Negara-negara seperti Jepang, Inggris, dan Singapura sudah lebih dari 100 semua rata-rata IQ-nya,” tambahnya.

 

Hasil Survey IQ Orang Indonesia Turun dari 109,6 ke 78,4

 

Dokter spesialis bedah saraf dr. Ryu Hasan pernah melakukan survey mengenai pengukuran IQ pada siswa. 

Survey tersebut ia lakukan saat masih menjadi mahasiswa kedokteran. Ia melakukan pada siswa SD, SMP, dan SMA di tujuh kecamatan di Kediri. Hasilnya rata-rata IQ anak-anak Kabupaten Kediri pada tahun 1986 mencapai 109,6. 

Kemudian untukk meihat adanya perkembangan atau penurunan, ia membandingkan data dulu dengan yang saat ini.  Hasilnya, rata-rata IQ orang Indonesia berada di angka 78,4. Ia menyebut, jika rata-rata IQ masyarakat turun sekitar delapan poin. 

 

Melihat penurunan IQ orang Indonesia tersebut, ia juga dibandingkan levelnya dengan hewan, yaitu mendekati Gorila. Dalam berbagai perkiraan, IQ gorila diperkirakan berada di kisaran 70–90. Itu artinya, 8 lagi IQ orang Indonesia mendekta akan mendekati setara IQ Gorila.

Namun, berdasarkan laporan dari World Population Review (2025), rata-rata IQ masyarakat Indonesia tercatat sekitar 93,2 menurut hasil International IQ Test (IIT) 2024. Studi sebelumnya oleh Lynn dan Becker pada tahun 2019 menunjukkan rata-rata IQ Indonesia sebesar 78,5. Itu artinya adana penurunan dari taun ke tahun. 

Hasil tersebut menempatkan posisi Indonesia pada kategori menengah ke bawah dalam skala global dan masih tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

 Dikutip dari haibunda, IQ dapat berubah seiring dengan pertambahan usia. IQ seseorang biasanya meningkat di masa remaja hingga awal dewasa, kemudian cenderung stabil dan sedikit menurun di usia lanjut.

 

Berapa Skor IQ Rata-Rata Orang Indonesia? Simak Hasil Penelitiannya

 Jika Anda sering menggunakan di media sosial, Anda mungkin pernah melihat komentar sindiran mengenai "IQ rata-rata Indonesia 78".

Melansir EBSCO, Intelligence Quotient (IQ) adalah ukuran terstandarisasi yang digunakan untuk menilai kecerdasan manusia di berbagai domain, termasuk penalaran abstrak, memori, dan kemampuan pemecahan masalah. Secara umum, semakin tinggi skor IQ seseorang, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam bidang-bidang tersebut.

Berdasarkan klasifikasi dari psikolog David Wechsler dalam buku Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition tahun 1997, kategori IQ dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu Sangat Superior untuk skor 130 ke atas, Superior untuk rentang 120 - 129, dan Di Atas Rata-rata untuk 110 - 119.

Selanjutnya, kategori Rata-rata berada pada angka 90 - 109, Di Bawah Rata-rata pada 80 - 89, Ambang Batas pada 70 - 79, dan Sangat Rendah untuk skor 69 ke bawah.

Rumor terkait IQ rata-rata warga Indonesia sebesar 78 ini sudah menyebar luas di media sosial dan sering dijadikan bahan perdebatan. Namun, benarkah angka tersebut akurat? Berikut adalah penelusurannya. 

Dari Mana Angka IQ Rata-Rata Indonesia 78 Berasal?

Angka “IQ rata-rata Indonesia 78” berasal dari studi Richard Lynn dan David Becker dalam buku The Intelligence of Nations tahun 2019.

Penting untuk dicatat bahwa angka ini bukan berasal dari tes IQ nasional yang diikuti seluruh penduduk Indonesia, melainkan hasil kompilasi dari berbagai sampel penelitian kecil yang kemudian diolah, dikoreksi, dan dibobot oleh penulis.

  Dalam laporan tersebut, Lynn dan Becker mencatat bahwa Indonesia memperoleh skor IQ nasional murni (tanpa bobot) sebesar 79,60.

Namun, setelah diolah kembali oleh mereka, angka tersebut sedikit menurun menjadi 78,49. Skor berdasarkan pencapaian pendidikan (SAS-IQ) tercatat sebesar 78,51, sehingga skor IQ nasional akhir ditetapkan pada angka 78,49.

Sampel yang digunakan dalam studi ini sangat beragam dan tidak mewakili satu populasi yang seragam. Peneliti mengambil data dari studi defisiensi yodium tahun 1980 yang mencakup usia 5,5 sampai 20 tahun di desa Lonjong dan Ngampel.

Selain itu, mereka juga menggunakan data dari studi pada 1996 dan 1998 mengenai anak-anak usia 7 tahun yang sedang diteliti terkait pemberian obat cacing.

Skor yang diambil adalah hasil tes sebelum anak-anak tersebut mendapatkan pengobatan, yang kemudian masih dikoreksi lagi.

Peneliti juga hanya mengambil data anak-anak yang tidak mengalami tengkes (stunting) dari studi tahun 2013, serta hanya memasukkan kelompok anak "sehat" dari penyintas tsunami Banda Aceh tahun 2004, sementara kelompok yang mengalami trauma (PTSD) diabaikan.

Data pendukung lainnya diambil dari riset di Bali dengan rentang usia yang sangat lebar, mulai dari 7 hingga 49 tahun, serta sampel mahasiswa tahun 2017 yang sebenarnya menghasilkan skor lebih tinggi.

Metode pengolahannya pun sangat kompleks karena peneliti tidak sekadar merata-ratakan nilai mentah, melainkan menggabungkan berbagai jenis tes IQ seperti CPM, SPM, dan APM, lalu menyesuaikannya dengan data prestasi sekolah internasional seperti PISA dan TIMSS.

Karena itulah, klaim IQ 78 ini sebenarnya hanyalah sebuah estimasi gabungan dari berbagai riset dengan kondisi sosial serta kesehatan yang sangat beragam, bukan hasil dari pengukuran tunggal terhadap seluruh penduduk Indonesia.

Jika merujuk pada skor final dalam penelitian Lynn dan Becker, Indonesia berada di peringkat bersama ke-131 dari 201 negara.

Posisi ini menempatkan Indonesia pada peringkat yang sama dengan Papua Nugini dan Timor Leste.
 
Penelitian yang Berbeda

Penting untuk diketahui bahwa penelitian Lynn dan Becker bukan satu-satunya referensi yang mencoba mengukur tingkat kecerdasan antarnegara.

Salah satu sumber alternatif adalah International IQ Test, yang mengukur skor berdasarkan hasil pengerjaan tes daring oleh partisipan di seluruh dunia dalam satu tahun kalender. Untuk edisi 2026, mereka mencatat jumlah sampel yang sangat besar mencapai 1.212.714 orang yang mengikuti tes sepanjang tahun 2025.

Dalam peringkat yang mereka terbitkan untuk tahun 2026, skor IQ Indonesia tercatat sebesar 89,96 dengan total 299.304 peserta. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-126 dari 137 negara yang terdata. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 3,22 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 93,18.

Perbedaan signifikan ini muncul karena International IQ Test tidak menyusun data dari kumpulan studi akademik lama, melainkan langsung dari partisipan yang mengerjakan tes yang sama secara daring. Namun, perlu dicatat bahwa data ini berasal dari partisipan sukarela yang memiliki akses internet, bukan sampel survei nasional yang dipilih secara acak untuk mewakili seluruh populasi.

Pihak International IQ Test sendiri menerapkan sejumlah aturan teknis, seperti mengeluarkan negara dengan jumlah peserta kurang dari 100 orang demi menjaga stabilitas estimasi. Meski begitu, mereka juga mengakui adanya keterbatasan penting, terutama mengenai bias akses internet.

Mengingat seluruh peserta adalah pengguna internet, hasil ini mungkin belum sepenuhnya mencerminkan kondisi populasi di wilayah yang akses teknologinya masih terbatas. 

 


 

 

Dampak pornografi pada otak telah diteliti oleh pakar di dalam maupun luar negeri. Berikut beberapa pengaruh pornografi pada otak yang penting untuk diketahui:

1. Adegan Seksual yang Eksplisit Memicu Neuron di Otak Laki-Laki

Neuron ini, yang terlibat dengan proses bagaimana manusia dapat meniru perilaku, mengandung sistem motorik yang berkorelasi dengan fungsi luhur dan modern dari perilaku manusia.

Dalam kasus pornografi, sistem neuron ini memicu gairah, yang menyebabkan ketegangan seksual dan kebutuhan untuk disalurkan.

Nah, salah satu pengaruh pornografi pada otak adalah ketika pecandu pornografi sering melakukan masturbasi. Ini menyebabkan efek hormonal dan neurologis yang membuat pecandunya gagal untuk mengalihkan fokus dari pornografi.

2. Dopamin Meningkat

Pada pria, ada lima bahan kimia utama yang terlibat dalam gairah seksual. Salah satu yang mungkin memainkan peran paling penting dalam kecanduan pornografi adalah dopamin.

Dopamin memainkan peran utama dalam sistem otak yang bertanggung terhadap dorongan seksual.

 

Setiap jenis rangsangan yang dianggap memberikan kepuasan akan meningkatkan tingkat transmisi dopamin di otak. Hal ini serupa dengan efek berbagai obat adiktif, termasuk stimulan seperti kokain, amfetamin, dan methamphetamine.

Dopamin dapat meningkat secara tiba-tiba ketika seseorang mendapatkan stimulasi, misalnya stimulasi seksual. Pemikiran yang erotis akan memicu lebih banyak dopamin.

Pengaruh paparan pornografi pada otak dapat menyebabkan kecanduan serta dorongan seksual yang mereka fantasikan. Dengan demikian, orang tersebut bisa menjadi kurang puas terhadap pengalaman seksualnya di dunia nyata.

3. Otak Kecanduan Pornografi

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa banyak pecandu pornografi mencari berbagai gambar porno yang paling baru, daripada melakukan hubungan seks dengan orang yang sama.

Alasannya dikaitkan dengan efek Coolidge, sebuah fenomena yang terlihat pada pria. Mereka dianggap memiliki daya rangsang yang lebih kuat terhadap ‘pasangan baru’ sehingga menjadi kecanduan untuk mengeksplorasi pornografi.

Berikut beberapa alasan yang membuat pornografi menjadi hal yang unik dan menyebabkan candu:

  • Situs porno menawarkan hal yang ‘baru’. Hal ini memberikan stimulasi dopamin pada otak.
  • Tidak seperti makanan dan obat-obatan, hampir tidak ada keterbatasan fisik untuk ‘mengonsumsi’ situs porno.
  • Tidak seperti obat-obatan dan makanan pula, situs porno tidak akan mengaktifkan sistem keengganan alami otak (tidak pernah kenyang).

4. Otak Mengalami Penurunan Sensitivitas Dopamin

 

Salah satu pengaruh pornografi pada otak, yakni menurunkan sensitivitas dopamin. Stimulasi berlebihan dari dopamin pada akhirnya membuat otak mengalami penurunan kepekaan terhadap dopamin itu sendiri.

Ketika kepekaan dopamin turun setelah terlalu banyak distimulasi, otak tidak merespons dengan seharusnya dan para pecandu akan mengalami rasa ‘lapar’ dan selalu merasa kurang dari apa yang mereka dapatkan.

Hal tersebut menyebabkan mereka mencari lebih keras rangsangan seksual yang dianggap mampu memenuhi kepuasan mereka. Ini dapat berujung pada akses konten porno yang lebih lama lagi.

Akhirnya, aktivitas pencarian menjadi siklus tak berujung. Semakin terpuaskan, semakin adiksi, dan otak semakin 'kebal' dopamin.

5. Penurunan Volume Otak

Dampak pornografi pada otak, khususnya pada kasus kecanduan pornografi, dapat mengurangi volume otak di area tertentu. Area yang sering kali terkena dampak adalah bagian prefrontal cortex.

Area otak ini berkaitan dengan kemampuan kontrol diri. Jika terdapat penurunan volume otak di area prefrontal cortex, maka dapat mengurangi kemampuan untuk mengambil keputusan.

Konten pornografi bukan hanya sesuatu yang dilihat sambil lalu. Tanpa disadari, pengaruh pornografi pada otak Anda bisa sangat mengkhawatirkan, khususnya jika sudah kecanduan.

Apabila Anda merasa kesulitan mengontrol diri terkait kebiasaan menonton film porno, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli seperti psikolog atau psikiater.

 

 

EFEK TERLALU LAMA SCROLLING SMARTPHONE PADA OTAK

 

Berbagai konten membanjiri ponsel kita. Mulai dari foto teman di pantai, video anak kucing, meme, hingga berita-berita dari belahan dunia lain. Jika tertarik, kita akan berhenti menggulirkan layar. Jika tidak, kita bakal lanjut scrolling.

Kebiasaan menggeser jari di layar ponsel sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Terkadang, aktivitas ini hanya berlangsung beberapa detik saat kita di lift. Di lain waktu, ia bisa bertahan sampai berjam-jam sebelum kita tidur.

Apa yang sebenarnya terjadi di saraf saat kita menggulir layar ponsel? Mengapa hal ini begitu adiktif? Dan, bagaimana kita dapat mencegahnya menjadi masalah akut?

Éilish Duke, profesor psikologi di Universitas Leeds Beckett di Inggris, mengatakan hal pertama yang perlu kita pahami adalah bahwa dorongan untuk mengangkat ponsel dan menyentuh layar, yang memicu kita melakukan scrolling, bersifat otomatis.

Kita tidak menyadarinya karena kita telah membangun kebiasaan ini dari waktu ke waktu, sama seperti kebiasaan menutup pintu saat meninggalkan rumah, misalnya.

"Dalam penelitian yang kami lakukan beberapa tahun lalu, kami menemukan bahwa para peserta mengira mereka mengecek ponselnya setiap 18 menit sekali," kata Duke.

"Tetapi ketika kami menggunakan perekam layar, kami menemukan bahwa mereka sebenarnya mengecek ponselnya jauh lebih sering."

 

Menurut Profesor Ariane Ling dari departemen psikiatri di NYU Langone Health di AS, kebiasaan menggulir layar sebenarnya adalah perilaku alami manusia, tetapi ia diperburuk oleh sejumlah faktor lingkungan.

Ling menjelaskan bahwa manusia diprogram untuk ingin tahu apa yang sedang terjadi. Itulah sebabnya kita rutin membaca berita atau, misalnya, sekadar berhenti untuk melihat kecelakaan di jalan.

Itu adalah bagian dari perkembangan evolusi manusia yang memungkinkan kita untuk bertahan hidup.

Dan, ponsel dirancang untuk terus memasok informasi yang menarik bagi kita.

Bisa dikatakan, ini menciptakan perpaduan yang sempurna.

 

Pencarian kesenangan konstan

Secara alami, otak kita ingin terus mendapat kesenangan.

Ada pusat saraf tertentu yang merespons hal-hal menyenangkan, entah seks, obat-obatan, atau kemenangan besar di kasino, dan hal-hal semacam ini diharapkan terjadi lagi dan lagi.

"Mereka mencari hal baru, kenikmatan berikutnya, apa pun yang benar-benar dapat kita nikmati," kata Éilish Duke.

Ini dikenal sebagai sistem pengimbalan otak, dan ini adalah mekanisme yang sama persis dengan yang membuat seseorang tergantung pada zat seperti alkohol.

"Bagi banyak orang, hal baru itu datang dalam bentuk ponsel kita."

Media sosial, khususnya, selalu menawarkan sesuatu yang baru dan menyenangkan, entah dalam bentuk foto, video, berita, ataupun pesan.

 

Namun, ada bagian otak lain yang melawan dorongan untuk mencari kesenangan dan imbalan langsung semacam ini: korteks prefrontal.

Ini adalah wilayah otak yang bertanggung jawab membuat kita mengambil keputusan yang tidak terlalu impulsif dan lebih seimbang.

Karena itu, kita bisa berhenti menggulirkan layar ponsel, bangkit dari sofa, dan memutuskan untuk merapikan rumah atau berolahraga, misalnya.

Namun, kedua fungsi otak ini tidak selalu berjalan seimbang.

Yang kerap terjadi pada banyak orang, bagian logis otak tidak melakukan tugasnya dengan baik dan justru kewalahan menghadapi dorongan untuk mengejar kesenangan, kata Duke.

Di anak-anak muda, yang terjadi bahkan bisa lebih parah lagi.

"Apa yang kita lihat pada remaja adalah sistem pengimbalan otaknya berada dalam keadaan siaga tinggi, siap untuk bekerja sepanjang waktu," ujar Duke.

"Namun, korteks prefrontalnya belum selesai berkembang hingga usia 23 atau 24 tahun, sehingga ia tidak bisa benar-benar mengendalikan impuls tertentu, seperti untuk memainkan ponsel."

 

 

Distorsi waktu

Saat menggulirkan layar ponsel, menurut Éilish Duke, kita tengah berada di kondisi "mengalir".

Konsep mengalir dalam psikologi merujuk kondisi mental saat tingkat kesulitan tugas yang dilakukan seseorang sinkron dengan tingkat perhatian dan keterampilan mereka saat itu.

Aplikasi seperti TikTok, yang algoritmanya terus berubah dan menawarkan hal-hal baru yang secara khusus ditujukan kepada kita, secara langsung memicu kondisi mengalir ini.

"Aplikasi ini menyerap semua perhatian Anda, dan Anda memasuki fase distorsi waktu saat Anda tak sadar dua jam telah berlalu, dan Anda duduk di sana dengan tangan yang mati rasa, membuang-buang waktu menonton berbagai video anak anjing," kata Duke.

 

Ariane Ling menjelaskan dengan metafora bagaimana otak kita mulai memperoleh kebiasaan menggulir layar ponsel secara berlebihan.

"Jika Anda membayangkan jalan yang telah Anda lalui berkali-kali, jalan itu lama-kelamaan menjadi jauh lebih jelas, dan kita akan terus berjalan di sana. Itu terasa jauh lebih mudah," katanya.

"Jika Anda terus-menerus menggulir layar ponsel, itu menjadi pengalaman default. Dan, kemudian jadi sangat sulit untuk memfokuskan perhatian dan waktu Anda pada hal lain."

 

Kecanduan ponsel kini belum diakui sebagai gangguan klinis resmi di dunia psikiatri. Karena itu, belum ada kriteria khusus untuk membedakan penggunaan ponsel yang sehat dan bermasalah—yang bisa memicu adiksi.

"Kami mengandalkan kriteria klasik untuk mendiagnosis adiksi, seperti adanya dorongan yang tidak terkendali atau bahwa perilaku tersebut memiliki dampak fungsional yang negatif pada kehidupan orang tersebut," kata Duke.

 

 

Contoh dampak negatifnya, kata Duke, seseorang jadi tak mampu melakukan tugas-tugasnya dalam keseharian, atau ia menunjukkan gejala layaknya baru putus obat (biasa terjadi saat seseorang berhenti menggunakan obat secara mendadak).

Karena itu, penting untuk memperhatikan dan mencoba meninjau kembali kebiasaan kita sendiri.

"Jika Anda telah mencoba untuk berhenti, dan benar-benar mencoba untuk itu, tetapi belum berhasil, saya sarankan untuk mencari bantuan atau intervensi yang lebih signifikan," kata Ling.

1. Sisihkan waktu tanpa ponsel

"Memiliki ritual tertentu yang menjauhkan Anda dari ponsel akan sangat membantu," kata Ariane Ling.

Menurutnya, banyak penelitian menunjukkan bagaimana aktivitas sederhana seperti berjalan tanpa ponsel dapat memberikan dampak yang besar.

Éilish Duke sependapat. Ia bilang sisihkan waktu sebisa mungkin tanpa ponsel, misalnya saat berjalan-jalan atau pergi ke pusat kebugaran.

Itu tak hanya membuat kita berhenti bermain ponsel, tapi juga membantu kita lebih menaruh perhatian pada lingkungan sekitar, melatih fungsi otak lainnya, dan menyadari bagaimana perasaan kita saat tak memegang ponsel.

 

Membangun kebiasaan atau menerapkan peraturan untuk tidak bermain ponsel di meja makan saat bersama keluarga atau teman juga merupakan hal yang ideal.

Dengan begitu, orang lain bisa membantu mengingatkan kita untuk tidak menggunakan ponsel.

Kita bisa membuatnya lebih efektif, misalnya dengan menyiapkan keranjang untuk jadi tempat orang-orang meletakkan ponselnya sebelum mulai makan.

Secara umum, setiap upaya yang dilakukan dengan sadar untuk memisahkan waktu bermain ponsel dengan waktu tanpa ponsel dapat membantu kita menghindari kebiasaan scrolling secara otomatis.

"Jika Anda dapat menyisihkan waktu spesifik saat Anda tidak menggunakan ponsel dan fokus mengerjakan tugas atau sekadar berkumpul bersama teman, itu akan jadi ide yang bagus," kata Duke.

Ling punya saran lain: "Hal lain yang terkadang saya lakukan adalah mengubah ponsel saya jadi hitam putih, sehingga layarnya kurang menarik untuk dilihat."

2. Berinteraksi dengan dunia nyata

Kita bisa mengurangi kebiasaan scrolling dengan mengurangi ketergantungan kita pada ponsel untuk melakukan hal-hal tertentu, misalnya untuk mengecek waktu.

"Dalam salah satu penelitian yang kami lakukan beberapa tahun lalu, kami menemukan perbedaan besar antara orang-orang yang mengenakan jam tangan biasa dan mereka yang menggunakan ponselnya untuk mengecek waktu," kata Duke.

Tanpa disadari, orang-orang yang biasa melihat jam di ponsel kerap "terjebak" menggulir layar ponselnya.

 

Contoh lainnya, kata Duke, adalah kita bisa mengalihkan kebiasaan membaca daring ke luring.

"Saya mendorong orang-orang untuk membangun rasa penasaran dan mencari trik untuk mengurangi waktu penggunaan ponsel dan menghabiskan lebih banyak waktu di dunia tiga dimensi," ujar Ling.

"Kita adalah makhluk taktil [yang mencari sentuhan fisik]. Kita ingin berinteraksi dengan hal-hal di dunia nyata."

3. Mencoba mengendalikan dorongan scrolling

Saat kita merasakan dorongan untuk membuka sebuah aplikasi dan mulai menggulir layar ponsel, atau bila kita telah melakukannya berjam-jam, cobalah berhenti sejenak dan pikirkan mengapa kita melakukan itu atau kepuasan seperti apa yang sebenarnya kita dapatkan dari sana.

Berusaha untuk lebih menyadari keputusan kita, bagaimana perasaan kita, dan bagaimana pikiran kita bekerja pada saat-saat ini merupakan intervensi yang ampuh.

 

"Dorongan untuk mengambil ponsel itu seperti kita sedang mengidam sesuatu," kata Ling.

"Anda menyadari tubuh Anda mulai menginginkannya. Otak Anda seakan berkata, 'Hei, sudah lama tidak ada asupan dopamin, ayo kita cari itu.' Dan, ngidam ini bisa berkembang, seperti gelombang."

Namun, imbuhnya, kita bisa menahan dorongan itu. Kita bisa berkata, "Oke, saya menyadari hal ini. Saya benar-benar ingin melihat ponsel, membuka notifikasinya, tapi saya tidak bisa melakukannya."

Menurut Ling, kita perlu melatih diri dengan tekun untuk membiasakan hal ini. Dan, setelah terlatih, kita bisa mendapat manfaat jangka panjang.

"[Kita] bisa tetap fokus, merasa lebih baik, mendapat pengalaman tanpa ponsel yang membuat hidup lebih kaya dan bermakna," kata Ling.

 

 


 


 

 

 

references by

https://www.halodoc.com/artikel/average-iq-indonesia-fakta-dan-data-terbaru-2024

 kompas,

 https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20250715193711-284-1251048/iq-orang-indonesia-lebih-rendah-dari-negara-tetangga-ranking-berap

https://infogarut.id/hasil-survey-iq-orang-indonesia-turun-dari-1096-ke-784

 https://www.klikdokter.com/info-sehat/saraf/hal-hal-yang-terjadi-di-otak-ketika-melihat-pornografi

 https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8xjk7w80y4o

 

April 29, 2026

Kenapa Kereta Api Bisa Membuat Mesin Motor Mobil Jadi Mati Saat Melintasi Rel?

Medan magnet yang dihasilkan lokomotif kereta api bahai paling depan ataupun paling belakang kereta api, terutama saat mendekati rel (radius \(<1\) km), dapat menimbulkan arus listrik kuat (emisi elektromagnetik) yang mengganggu sistem kelistrikan kendaraan yang ada di sekitarnya, terutama yang terhubung arus  penghantar listrik seperti besi/rel dan sebagainya. 

 


 

Arus ini berpotensi mengacaukan Electronic Control Unit (ECU) atau sistem pengapian kendaraan, menyebabkan mesin motor atau mobil jadi mati mendadak, Alhasil sang pengendara jadi panik dimana kecepatan kereta api yang tinggi kian mendekat. 

Inilah pentingnya ilmu pengetahuan bagi yang hobi melintasi rel atau orang bodoh yang nekat menerobos saat palang kereta api sudah ditutup atau terlihat beberapa puluh/ratus meter kereta dari kejauhan akan melintas terutama kereta ekspress yang bisa datang dalam hitungan menit/detik dari beberapa puluh meter

 

  1. Penyebab dan Dampak Medan Magnet Kereta Api:Dinamo Lokomotif: Roda kereta (bogie) memiliki dinamo dengan medan magnet besar. 
  2. Saat kereta mendekat, magnet ini terhantar ke rel baja dan dapat mengganggu perangkat elektronik mobil.Gangguan ECU/Kelistrikan: 
  3. Medan magnet tinggi dapat membuat komputer mobil (ECU) "bingung" atau mati mendadak, menyebabkan mesin berhenti berputar.Faktor Teknis Kendaraan: Kendaraan dengan kondisi koil atau dinamo yang sudah lemah lebih rentan terhadap gangguan ini

 

Langkah Pencegahan saat Melintasi Rel:
  • Gunakan Gigi Rendah: Selalu gunakan gigi 1 atau 2 saat melintasi rel untuk menjaga putaran mesin tetap tinggi.
  • Jangan Berhenti di Tengah: Pastikan lajur aman sebelum menyeberang dan jangan mengerem mendadak di atas rel.
  • Jaga Jarak: Beri jarak dengan kendaraan di depan agar tidak perlu berhenti saat menyeberang.
  • Tenang dan Berusaha: Jika mesin mati, tetap tenang, coba nyalakan kembali atau segera dorong kendaraan dari rel
  •  

Meskipun medan magnet menjadi salah satu faktor, faktor teknis kendaraan, aki lemah, atau kepanikan pengemudi juga sering menjadi penyebab utama mobil mogok.

saat kereta api akan lewat, memantik munculnya medan magnet yang bersumber dari lokomotifnya. Akibatnya, listrik magnet terhantar sampai ke rel kereta api.

Pada waktu mobil melintas di rel saat kereta api sudah dekat, listrik di medan magnet itu bisa menyambar mesin mobil. Alhasil, mesin bisa terganggu bahkan mati mendadak.


 

September 21, 2023

Mengetahui Musim Di Indonesia Dengan Arah Angin

Aliran udara dalam jumlah yang besar diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya di sebut angin. Angin ada bermacam-macam dan bisa berbeda di tiap negara. Angin di bumi dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu angin yang bersifat umum/tetap, dangin periodik, dan angin lokal.



Angin bersifat lokal adalah angin yang terjadi pada daerah-daerah tertentu karena pengaruh kondisi setempat. Angin yang termasuk dalam angin lokal adalah angin laut dan darat, angin gunung dan lembah, angin jatuh/fohn, serta angin siklon dan antisiklon.

 

Proses terjadinya angin yaitu karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi.

Di suatu daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih rendah dengan yang menerima energi panas yang besar. Akibatnya akan terjadi aliran udara pada daerah tersebut yang menghasilkan angin.

Kondisi aliran angin dipengaruhi oleh permukaan bumi yang dilalui oleh aliran dan perbedaan temperatur permukaan bumi.

 

Masyarakat pesisir umumnya sangat paham dalam membaca tanda-tanda alam karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian mereka sehari-hari. Mereka mengetahui angin sesuai dengan arah mata angin yaitu utara, selatan, timur dan barat. Dan sebagian mereka menyebut angin tersebut dengan sebutan waktu/musim. 

 


Angin barat adalah angin yang berhembus dari arah barat, berlangsung dari bulan September s/d November. Angin barat berhembus sangat kencang (kuat), oleh karena itu biasanya para nelayan tidak turun ke laut lepas. Kalau sedang berada di tengah laut, tiba-tiba datang angin kuat, maka mereka akan berlindung di balik pulau sampai angina reda. 

Bagi kapal-kapal besar yang setiap harinya berlayar di lautan harus ekstra hati-hati agar jangan kandas diterpa angin kuat dan gelombang besar. Perubahan arah mata angin dari Barat ke Utara, Utara ke Selatan, Selatan ke Timur dan Timur ke Utara tidak menentu. Pada bulan-bulan bertiupnya angin Utara dan Barat, hujan turun terus menerus yang diiringi dengan angin yang sangat kuat dan cuaca yang tidak menentu. Hal ini mengakibatkan laut bergelombang besar sehingga nelayan susah hendak turun ke laut. Angin Utara adalah angin yang bertiup dari arah Utara, berlangsung dari bulan Desember s/d Februari. Disaat angina Utara berhembus biasanya diiringi oleh hujan. 

 

Angin Utara kadangkala hawanya sejuk (dingin). Di bulan-bulan saat berhembusnya angin Utara ini, para nelayan tetap turun ke laut karena angin tidak terlalu kuat. Cuma saja ikan tidak mau memakan umpan yang dilemparkan nelayan melalui pancing. Dengan demikian walaupun ikan banyak dan cuaca baik, nelayan tetap saja tidak memperoleh ikan karena ikan enggan makan hanya menonton pancing yang dilemparkan para nelayan. Menurut penuturan beberapa orang masyarakat, ikan enggan makan disebabkan hawa dingin yang bertiup kearah laut. Pada saat angin Utara ini, kebanyakan masyarakat memanfaatkan waktunya untuk mencari cumi-cumi (sotong) di lokasi yang berdekatan dengan pulau ataupun teluk. 

 

Angin Timur adalah angin yang berhembus dari arah Timur dan hawanya panas. Biasanya bertiup secara perlahan, hanya sesekali saja yang agak kencang. Angin Timur bertiup pada bulan Maret s/d Mei yaitu pada musim kemarau. Pada masa-masa ini laut tenang dan ikan banyak. Dengan demikian para nelayan turun ke laut baik pada siang hari maupun malam hari. Angin Selatan adalah angin yang bertiup dari arah Selatan, berlangsung dari bulan Juni s/d Agustus. Angin Selatan ini biasanya bertiup dengan kencang. Pada masa-masa angin Selatan ini, masyarakat tidak mencari ikan ke laut lepas tetapi hanya ke laut yang ada di pulau-pulau kecil saja. 

Adapun tanda-tanda angin kuat atau angina turun adalah: 

  • 1) Dapat dirasakan di badan atau di sampan angin bertiup kuat, 
  • 2) Terlihat ada ombak/gelombang di laut yang mula-mula kecil lama-lama menjadi besar. 
  • 3). Awan banyak dan mulai bergerak naik. 
  • 4) Awan agak gelap.

 

Pengetahuan tentang angin dan pasang surut air laut dapat dimanfaatkan untuk menetapkan kapan waktu yang terbaik turun ke laut dan kembali ke rumah, arah mana yang akan dituju ataupun tidak turun ke laut sama sekali. Arah dan kecepatan angin yang sesuai dengan perhitungan akan membantu dan mempercepat laju sampan yang mereka dayung dan memudahkan mengatur posisi waktu menangkap ikan. 

Dan sebalaiknya apabila salah perhitungan atau melawan arus, maka nelayan akan susah mengendalikan sampannya dan tidak tertutup kemungkinan bisa celaka. Berbeda dengan pengetahuan tentang musim dan angin, Menurut mereka, pasang surut air laut juga dipengaruhi oleh bulan. Apabila bulan sedang naik atau bulan mengambang menandakan air pasang/naik, dan jika bulan telah tergelincir atau turun menandakan air surut.

Sedangkan tentang bintang, mereka tidak mengetahui apa pengaruhnya terhadap laut ataupun tanda-tanda lainnya. Sedikit yang mereka ketahui tentang bintang hanyalah bintang timbul di malam hari waktu cuaca cerah. Orang-orang tua mereka dahulunya mempunyai pengetahuan tentang bintang seperti bintang tujuh, bintang lima serta pengaruhnya terhadap pasang surut air ataupun tanda-tanda peristiwa yang akan terjadi. Tetapi bagi mereka sekarang, keberadaan bintang tidak punya pertanda apa-apa karena mereka tidak punya pengetahuan tentang hal tersebut.


 

 

 
Like us on Facebook