MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

May 16, 2026

Data IQ Orang Indonesia Menurun

Baca Artikel Lainnya

Rata-rata Intelligence Quotient (IQ) di Indonesia menjadi topik diskusi yang menarik perhatian, sering kali diwarnai oleh beragam data dan interpretasi. Beberapa studi menunjukkan angka yang relatif rendah di kancah global, sementara sumber lain mengindikasikan skor yang lebih mendekati rata-rata dunia. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan data tersebut, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi kognitif masyarakat Indonesia. Memahami dinamika ini penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat demi kemajuan bangsa.


 

Apa Itu IQ dan Bagaimana Mengukurnya?

IQ, atau Intelligence Quotient, adalah skor total yang berasal dari serangkaian tes standar yang dirancang untuk menilai kemampuan kognitif seseorang. Kemampuan ini meliputi penalaran verbal, penalaran kuantitatif, penalaran visual-spasial, dan memori kerja. Skor IQ memberikan gambaran tentang potensi intelektual individu dibandingkan dengan populasi rata-rata.

Secara umum, skor IQ antara 90 dan 109 dianggap sebagai rata-rata. Skor di bawah 70 sering dikategorikan sebagai defisit intelektual, sedangkan di atas 130 menunjukkan kemampuan intelektual yang sangat tinggi. Penting untuk diingat bahwa tes IQ hanya salah satu alat ukur kecerdasan dan tidak mencerminkan seluruh spektrum kemampuan manusia.

Perbedaan Data Rata-Rata IQ Indonesia: Mengapa Ada Kontroversi?

Data mengenai rata-rata IQ di Indonesia sering menunjukkan hasil yang bervariasi, memicu perdebatan di kalangan peneliti dan masyarakat umum. Studi “The Intelligence of Nations” (2019) oleh Richard Lynn dan David Becker mencatat rata-rata IQ Indonesia sebesar 78,49. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat bawah global, sekitar peringkat 126-130 dari 199 negara.

Namun, data dari platform tes online seperti International IQ Test (2023-2024) menyajikan angka yang lebih tinggi, berkisar antara 92,64 hingga 93,2. Skor ini masuk dalam kategori rata-rata global, meskipun cenderung menengah ke bawah. Perbedaan signifikan ini menimbulkan pertanyaan tentang validitas dan metodologi studi yang digunakan.

Studi Lynn dan Becker, yang sering dikutip, mendapat kritik luas karena metodologi sampel yang tidak memadai. Kritik ini menyoroti bahwa sampel yang digunakan mungkin tidak representatif untuk seluruh populasi Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk melihat data ini dengan kacamata kritis dan mempertimbangkan sumber serta cakupan penelitiannya.

Posisi Indonesia dalam Peringkat IQ Global dan Asia Tenggara

Terlepas dari perbedaan data, rata-rata IQ Indonesia cenderung ditempatkan pada kategori menengah ke bawah dalam perbandingan global. Data dari Wisevoter (2023) bahkan menempatkan rata-rata IQ Indonesia di posisi terendah di kawasan Asia Tenggara. Posisi ini mengindikasikan adanya ruang besar untuk peningkatan dalam aspek kognitif di tingkat populasi.

Peringkat ini perlu dipahami sebagai indikator umum yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosioekonomi dan sistematis. Bukan semata-mata cerminan individu. Dengan demikian, peringkat ini harus menjadi pemicu untuk mengidentifikasi area perbaikan, bukan sebagai label permanen terhadap potensi suatu bangsa.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Rata-Rata IQ di Indonesia

Berbagai elemen kompleks berkontribusi terhadap rata-rata skor IQ suatu populasi. Di Indonesia, beberapa faktor kunci yang diidentifikasi dapat menjelaskan kecenderungan skor yang ada.

  • Kualitas Pendidikan
    Akses terhadap pendidikan yang berkualitas tinggi, kurikulum yang relevan, dan metode pengajaran yang efektif sangat memengaruhi perkembangan kognitif. Kesenjangan dalam kualitas pendidikan antar daerah dapat menciptakan disparitas dalam kemampuan intelektual.
  • Faktor Sosial Ekonomi
    Lingkungan sosial ekonomi yang stabil dan mendukung dapat memberikan stimulasi kognitif yang lebih baik sejak usia dini. Kemiskinan, kurangnya akses terhadap sumber daya belajar, dan stres lingkungan dapat menghambat perkembangan otak anak.
  • Gizi dan Kesehatan
    Nutrisi yang adekuat, terutama selama masa kehamilan dan lima tahun pertama kehidupan, krusial bagi perkembangan otak. Kekurangan gizi mikro dan makro dapat berdampak permanen pada fungsi kognitif. Kesehatan ibu dan anak yang optimal adalah fondasi penting untuk kecerdasan.
  • Tingginya Angka Stunting
    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak dan kognitif. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah dan produktivitas yang kurang optimal di masa dewasa.
  • Terlalu Banyak Waktu Dihabiskan scrolling/bermain Smartphone atau Game setiap  harinya. Dampak negatif bermain HP adalah konten seksual yg bisa picu kejahatan/kriminal seksual, stress, kehilangan fokus dan malas belajar berpikir atau kerja 

Upaya Peningkatan Kualitas Kognitif Masyarakat Indonesia

Meskipun skor IQ rata-rata Indonesia sering disebut rendah dalam peringkat global tertentu, angka ini masih dalam kategori menengah ke bawah dan dapat ditingkatkan. Peningkatan kualitas kognitif memerlukan pendekatan holistik dan terkoordinasi dari berbagai sektor.

  • Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan
    Investasi dalam pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi, adalah fundamental. Peningkatan kualitas guru, pengembangan kurikulum yang merangsang pemikiran kritis, dan pemerataan akses pendidikan adalah langkah penting.
  • Intervensi Gizi dan Kesehatan
    Program penanggulangan stunting harus diperkuat dan diperluas. Ini mencakup edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, suplementasi gizi, serta memastikan akses terhadap makanan bergizi dan layanan kesehatan yang memadai untuk anak-anak.
  • Perbaikan Kondisi Sosial Ekonomi
    Peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, dan program bantuan sosial dapat mengurangi tekanan ekonomi. Hal ini memungkinkan keluarga untuk memberikan lingkungan yang lebih kaya stimulasi bagi anak-anak.
  • Stimulasi Kognitif Sejak Dini
    Pentingnya peran orang tua dan lingkungan keluarga dalam memberikan stimulasi kognitif sejak bayi lahir. Ini meliputi membaca buku, bermain, dan berinteraksi secara aktif yang mendukung perkembangan otak anak.

 

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, mengungkapkan bahwa rata-rata IQ anak-anak di Indonesia masih rendah.

Mengutip Youtube BGN, Senin (23/6/2025), Tigor mengatakan bahwa IQ anak-anak di Indonesia berada di angka 78. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

“Mungkin banyak yang tidak percaya, tapi data dari komunitas internasional menyebutkan bahwa rata-rata IQ kita sekarang di angka 78. Itu termasuk rendah di ASEAN,” ujar Tigor dalam keterangannya, Senin (24/6/2025).

 

Menurut Tigor, meski ada anak-anak Indonesia yang memiliki kecerdasan tinggi di atas angka 120, namun tidak sedikit pula yang berada di bawah angka 70.

“Rata-rata itu artinya dari sekitar 80 juta anak, jika dijumlahkan dan dibagi, maka hasilnya segitu,” katanya.

Sebagai perbandingan, Tigor menyebut rata-rata IQ di Jepang telah mencapai 115. Negara tersebut juga sudah menjalankan program makanan bergizi selama lebih dari satu abad.

“Negara-negara seperti Jepang, Inggris, dan Singapura sudah lebih dari 100 semua rata-rata IQ-nya,” tambahnya.

 

Hasil Survey IQ Orang Indonesia Turun dari 109,6 ke 78,4

 

Dokter spesialis bedah saraf dr. Ryu Hasan pernah melakukan survey mengenai pengukuran IQ pada siswa. 

Survey tersebut ia lakukan saat masih menjadi mahasiswa kedokteran. Ia melakukan pada siswa SD, SMP, dan SMA di tujuh kecamatan di Kediri. Hasilnya rata-rata IQ anak-anak Kabupaten Kediri pada tahun 1986 mencapai 109,6. 

Kemudian untukk meihat adanya perkembangan atau penurunan, ia membandingkan data dulu dengan yang saat ini.  Hasilnya, rata-rata IQ orang Indonesia berada di angka 78,4. Ia menyebut, jika rata-rata IQ masyarakat turun sekitar delapan poin. 

 

Melihat penurunan IQ orang Indonesia tersebut, ia juga dibandingkan levelnya dengan hewan, yaitu mendekati Gorila. Dalam berbagai perkiraan, IQ gorila diperkirakan berada di kisaran 70–90. Itu artinya, 8 lagi IQ orang Indonesia mendekta akan mendekati setara IQ Gorila.

Namun, berdasarkan laporan dari World Population Review (2025), rata-rata IQ masyarakat Indonesia tercatat sekitar 93,2 menurut hasil International IQ Test (IIT) 2024. Studi sebelumnya oleh Lynn dan Becker pada tahun 2019 menunjukkan rata-rata IQ Indonesia sebesar 78,5. Itu artinya adana penurunan dari taun ke tahun. 

Hasil tersebut menempatkan posisi Indonesia pada kategori menengah ke bawah dalam skala global dan masih tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

 Dikutip dari haibunda, IQ dapat berubah seiring dengan pertambahan usia. IQ seseorang biasanya meningkat di masa remaja hingga awal dewasa, kemudian cenderung stabil dan sedikit menurun di usia lanjut.

 

Berapa Skor IQ Rata-Rata Orang Indonesia? Simak Hasil Penelitiannya

 Jika Anda sering menggunakan di media sosial, Anda mungkin pernah melihat komentar sindiran mengenai "IQ rata-rata Indonesia 78".

Melansir EBSCO, Intelligence Quotient (IQ) adalah ukuran terstandarisasi yang digunakan untuk menilai kecerdasan manusia di berbagai domain, termasuk penalaran abstrak, memori, dan kemampuan pemecahan masalah. Secara umum, semakin tinggi skor IQ seseorang, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam bidang-bidang tersebut.

Berdasarkan klasifikasi dari psikolog David Wechsler dalam buku Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition tahun 1997, kategori IQ dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu Sangat Superior untuk skor 130 ke atas, Superior untuk rentang 120 - 129, dan Di Atas Rata-rata untuk 110 - 119.

Selanjutnya, kategori Rata-rata berada pada angka 90 - 109, Di Bawah Rata-rata pada 80 - 89, Ambang Batas pada 70 - 79, dan Sangat Rendah untuk skor 69 ke bawah.

Rumor terkait IQ rata-rata warga Indonesia sebesar 78 ini sudah menyebar luas di media sosial dan sering dijadikan bahan perdebatan. Namun, benarkah angka tersebut akurat? Berikut adalah penelusurannya. 

Dari Mana Angka IQ Rata-Rata Indonesia 78 Berasal?

Angka “IQ rata-rata Indonesia 78” berasal dari studi Richard Lynn dan David Becker dalam buku The Intelligence of Nations tahun 2019.

Penting untuk dicatat bahwa angka ini bukan berasal dari tes IQ nasional yang diikuti seluruh penduduk Indonesia, melainkan hasil kompilasi dari berbagai sampel penelitian kecil yang kemudian diolah, dikoreksi, dan dibobot oleh penulis.

  Dalam laporan tersebut, Lynn dan Becker mencatat bahwa Indonesia memperoleh skor IQ nasional murni (tanpa bobot) sebesar 79,60.

Namun, setelah diolah kembali oleh mereka, angka tersebut sedikit menurun menjadi 78,49. Skor berdasarkan pencapaian pendidikan (SAS-IQ) tercatat sebesar 78,51, sehingga skor IQ nasional akhir ditetapkan pada angka 78,49.

Sampel yang digunakan dalam studi ini sangat beragam dan tidak mewakili satu populasi yang seragam. Peneliti mengambil data dari studi defisiensi yodium tahun 1980 yang mencakup usia 5,5 sampai 20 tahun di desa Lonjong dan Ngampel.

Selain itu, mereka juga menggunakan data dari studi pada 1996 dan 1998 mengenai anak-anak usia 7 tahun yang sedang diteliti terkait pemberian obat cacing.

Skor yang diambil adalah hasil tes sebelum anak-anak tersebut mendapatkan pengobatan, yang kemudian masih dikoreksi lagi.

Peneliti juga hanya mengambil data anak-anak yang tidak mengalami tengkes (stunting) dari studi tahun 2013, serta hanya memasukkan kelompok anak "sehat" dari penyintas tsunami Banda Aceh tahun 2004, sementara kelompok yang mengalami trauma (PTSD) diabaikan.

Data pendukung lainnya diambil dari riset di Bali dengan rentang usia yang sangat lebar, mulai dari 7 hingga 49 tahun, serta sampel mahasiswa tahun 2017 yang sebenarnya menghasilkan skor lebih tinggi.

Metode pengolahannya pun sangat kompleks karena peneliti tidak sekadar merata-ratakan nilai mentah, melainkan menggabungkan berbagai jenis tes IQ seperti CPM, SPM, dan APM, lalu menyesuaikannya dengan data prestasi sekolah internasional seperti PISA dan TIMSS.

Karena itulah, klaim IQ 78 ini sebenarnya hanyalah sebuah estimasi gabungan dari berbagai riset dengan kondisi sosial serta kesehatan yang sangat beragam, bukan hasil dari pengukuran tunggal terhadap seluruh penduduk Indonesia.

Jika merujuk pada skor final dalam penelitian Lynn dan Becker, Indonesia berada di peringkat bersama ke-131 dari 201 negara.

Posisi ini menempatkan Indonesia pada peringkat yang sama dengan Papua Nugini dan Timor Leste.
 
Penelitian yang Berbeda

Penting untuk diketahui bahwa penelitian Lynn dan Becker bukan satu-satunya referensi yang mencoba mengukur tingkat kecerdasan antarnegara.

Salah satu sumber alternatif adalah International IQ Test, yang mengukur skor berdasarkan hasil pengerjaan tes daring oleh partisipan di seluruh dunia dalam satu tahun kalender. Untuk edisi 2026, mereka mencatat jumlah sampel yang sangat besar mencapai 1.212.714 orang yang mengikuti tes sepanjang tahun 2025.

Dalam peringkat yang mereka terbitkan untuk tahun 2026, skor IQ Indonesia tercatat sebesar 89,96 dengan total 299.304 peserta. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-126 dari 137 negara yang terdata. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 3,22 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 93,18.

Perbedaan signifikan ini muncul karena International IQ Test tidak menyusun data dari kumpulan studi akademik lama, melainkan langsung dari partisipan yang mengerjakan tes yang sama secara daring. Namun, perlu dicatat bahwa data ini berasal dari partisipan sukarela yang memiliki akses internet, bukan sampel survei nasional yang dipilih secara acak untuk mewakili seluruh populasi.

Pihak International IQ Test sendiri menerapkan sejumlah aturan teknis, seperti mengeluarkan negara dengan jumlah peserta kurang dari 100 orang demi menjaga stabilitas estimasi. Meski begitu, mereka juga mengakui adanya keterbatasan penting, terutama mengenai bias akses internet.

Mengingat seluruh peserta adalah pengguna internet, hasil ini mungkin belum sepenuhnya mencerminkan kondisi populasi di wilayah yang akses teknologinya masih terbatas. 

 


 

 

 

 

references by

https://www.halodoc.com/artikel/average-iq-indonesia-fakta-dan-data-terbaru-2024

 kompas,

 https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20250715193711-284-1251048/iq-orang-indonesia-lebih-rendah-dari-negara-tetangga-ranking-berap

https://infogarut.id/hasil-survey-iq-orang-indonesia-turun-dari-1096-ke-784

 

 

 

 
Like us on Facebook