Xiaomi mengonfirmasi bahwa sistem operasi terbaru MIUI 10 akan segera mereka luncurkan, bahkan untuk smartphone lawas Mi 4c yang usianya sudah tiga tahun Saat ini, sistem operasi tersebut masih berada di tahapan uji coba versi beta dan akan berakhir pada 24 Juli mendatang.
Mengutip GSM Arena, beberapa smartphone kelas flagship, seperti Mi 8 dan Mi Mix 2S, dilaporkan sudah memperoleh pemberitahuan dari Xiaomi untuk versi pembaruan tersebut.
Xiaomi dikenal tidak melupakan smartphone lama mereka ketika merilis OS baru, misalnya Redmi 1s masih mendapatkan MIUI 9 meskipun diluncurkan sekitar 3,5 tahun yang lalu.
Berikut daftar smartphone Xiaomi yang akan mendapatkan pembaruan MIUI 10:
1. Mi 8 2. Mi 8 SE 3. Mi Mix 2S 4. Mi Mix 2 5. Mi Mix 6. Mi 6X 7. Mi 5 8. Mi Note 2 9. Redmi Note 5 10. Redmi S2/Y2 11. Redmi Note 4X 12. Redmi 5A 13. Redmi 5s 14. Mi 5S Plus 15. Mi Note 3 16. Mi Max 17. Mi Max 2 18. Mi 5X 19. Mi Max Prime 20. Mi 5c 21. Mi 4s 22. Mi 4c 23. Redmi 4X 24. Redmi Note 5A 25. Redmi Note 5A Prime 26. Redmi 5 27. Redmi 5 Plus 28. Mi 6
Fitur & Keunggulan dari MIUI 10
Berikut kami berikan sederet fitur unggulan yang ditawarkan oleh costum OS berbasis Android ini!
1. Optimasi UI yang Lengkap untuk Layar Penuh
Xiaomi menyesuaikan kemampuan MIUI 10 dengan tren hp kekinian yang
banyak dirilis dengan desain layar penuh rasio 18:9. Pada MIUI 10,
tampilan UI-nya sudah dioptimasikan sehingga kinerjanya menjadi lebih
maksimal saat dipakai pada layar full screen.
Xiaomi mengenalkan fitur gerakan navigasi untuk menggantikan
ketersediaan tombol navigasi yang ada di smartphone lawas. Selain
itu, ada juga perubahan pada menu aplikasi sehingga terlihat
lebih baru.Nantinya menu di MIUI 10 dapat dikustomisasi sehingga
penggunanya dapat menggunakan menu-menu yang terdapat pada smartphone
Xiaomi dengan mudah dan cepat.
Untuk notifikasi pesan, MIUI 10 memungkinkan penggunanya agar bisa
mengetahui pesan atau nofitikasi yang belum dilihat. Nantinya akan
muncul lingkaran kecil yang terletak di sebelah ikon aplikasi yang pesan
atau notifikasinya belum dibaca.
Dengan begitu, MIUI 10 akan memuat lebih banyak informasi, serta tambahan gestur di recent apps dengan fungsi swipe untuk menutup aplikasi dan long press untuk melihat lebih banyak opsi.
2. Sudah Punya Teknologi Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2018 ini bisa dibilang sebagai era teknologi Artificial Intelligence (AI)
yang berlaku untuk hampir semua smartphone terbaru. Di mana ada banyak
vendor smartphone di seluruh dunia yang menyematkan fitur ini dalam hal
kamera, pengelolaan sistem, manajemen konsumsi baterai, pengalaman
pengguna, pendeteksi benda, dan masih banyak lagi penyematan fungsi AI
yang dilakukan saat ini.
Xiaomi pun tak mau ketinggalan dengan menggarap fitur kecerdasan
buatan melalui MIUI 10. Berkat fitur ini, sistem yang ada di smartphone
bisa mempelajari kebiasaan kamu dalam menggunakan hp sehari-hari. Tak
lupa Xiaomi juga menyematkan fitur AI di kamera-nya untuk menghasilkan
foto yang lebih realistis.
3. Manajemen RAM yang Lebih Ringan
Sudah lumrah diketahui kalau salah satu masalah utama sistem operasi
Android adalah manajemen RAM yang bisa dibilang buruk. Salah satu
buktinya, bila dibandingkan dengan OS iOS, ketika OS buatan Apple ini
hanya membutuhkan RAM 3GB pada iPhone, tapi smartphone Android malah sudah sampai menggunakan RAM 8GB untuk manajemen aplikasinya.
Untuk mengatasi masalah ini, Xiaomi berusaha menghadirkan sejumlah
perbaikan pada manajemen RAM dengan menggunakan MIUI 10. Dengan OS ini,
kinerja smartphone akan berjalan lebih stabil, lancar, dan lebih hemat
baterai.
4. Lebih Hemat Baterai
Seperti yang sudah disebutkan, MIUI 10 sudah didukung kemampuan AI.
DI mana salah satu fungsi AI milik MIUI 10 adalah untuk membantu hp Xiaomi mampu memanajemen penggunaan baterai agar dapat memiliki daya tahan yang lebih baik lagi.
5. Memiliki Dukungan Fitur Stylus
Belakangan, smartphone yang bisa menggunakan perangkat Stylus atau
pena digital cukup laku karena dianggap bisa sangat mendukung berbagai
aktivitas sehari-hari. Penggunaan stylus sendiri tidak hanya terbatas
pada tablet dan phablet saja, tapi juga untuk smartphone.
Untuk itu, Xiaomi ikut memasukkan fitur dukungan stylus pada MIUI 10.
Hal ini ditujuak agar berbagai smartphone Xiaomi yang mendapatkan
update ROM bisa dapat menggunakan stylus dengan lebih lancar dan
memiliki shorcut yang lebih banyak.
6. Kinerja Sistem yang Lebih Cepat
Xiaomi disebutkan juga sampai menghilangkan 50 buah fungsi pada MIUI
10. Semua fungsi itu dianggap tidak penting sehingga bila dihilangkan
akan membuat kinerja sistemnya menjadi lebih baik. Untuk informasi, MIUI
generasi lama memang banyak dikeluhkan memiliki kinerja yang kurang
cepat.
Dengan kinerja sistem yang lebih cepat dan ringan, tentu akan membuat
hp lebih hemat baterai, dan penggunaan hp Xiaomi pada saat multitasking
menjadi lebih nyaman.
7. Fitur Car Mode
MIUI 10 juga memiliki fitur Car Mode generasi baru yang berfungsi
untuk membantu kamu melakukan navigasi saat dalam perjalanan. Di MIUI
10, tata letak dari fitur ini sudah dioptimalkan sehingga lebih mudah
untuk navigasi, meminimalisir gangguan, serta tambahan fitur asisten
suara terbaru untuk membantu kamu saat ingin mengubah rute, membalas
pesan atau menjawab telepon masuk.
8. Ringtone Bernuansa Alam
MIUI 10 juga menambahkan nada dering baru yang terinspirasi dari suara alam. Ringtone ini
bisa kamu gunakan pada notifikasi, alarm ataupun nada panggilan. Ide
ini tercetus untuk membuat kamu lebih rileks, terlebih saat menerima
banyak notifikasi di smartphone.
Microsoft baru saja memastikan diri untuk menjalin kerja sama dengan Xiaomi. Hal itu ditunjukkan dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dua perusahaan di bidang komputasi awan, kecerdasan buatan, serta perangkat keras.
Kerja sama dua perusahaan ini terbilang tak biasa, mengingat kolaborasi antara perusahaan Amerika Serikat dan Tiongkok dalam hal kecerdasan buatan cukup jarang. Namun, berhubung dua perusahaan memiliki pasar besar, kerja sama ini pun wajar dilakukan.
Dikutip dari The Verge, Sabtu (24/2/2018), Microsoft memungkinkan Xiaomi untuk memanfaatkan produk komputasi awan miliknya, termasuk Azure. Dengan cara ini, proses update yang digulirkan perusahaan dapat dilakukan lebih tertata.
Di sisi lain, kerja sama ini memungkinkan Microsoft untuk meraih pasar yang lebih besar terutama akses ke wilayah Tiongkok. Kedua perusahaan juga berencana mengintegrasikan Microsoft Cortana dengan speaker Mi AI dari Xiaomi.
Microsoft dan Xioami juga dilaporkan tengah dalam pembicaraan untuk proyek yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Namun, dalam proyek kali ini, keduanya berencana memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan Microsoft yang berbeda.
Beberapa teknologi yang mungkin dimanfaatkan oleh perusahaan tersebut adalah kecerdasan buatan untuk percakapan, termasuk beberapa layanan Microsoft, seperti Bing, Edge, serta Skype.
Mengingat kedua perusahaan sudah menandatangani nota kesepahaman, kolaborasi ini tak mengikat secara hukum. Sayangnya, belum dapat dipastikan apakah ada urusan finansial terkait kerja sama ini.
Kerja sama ini juga bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Xioami sudah bekerja sama dengan Microsoft untuk menghadirkan aplikasi Office masuk dalam perangkat besutannya.
Lewat kerja sama ini, aplikasi Microsoft akan hadir pre-installed di perangkat Xiaomi ke depannya. Tak hanya itu, Xiaomi juga menyetujui pembelian sekitar 1.500 daftar paten dari Microsoft.
Berdasarkan perjanjian tersebut, aplikasi besutan Microsoft seperti Microsoft Office dan Skype dipastikan akan menjadi aplikasi bawaan perangkat Xiaomi terbaru.
Di samping itu, kerja sama ini ternyata tak sekadar memperkuat lini ponsel Xiaomi yang memakai aplikasi Microsoft. Menurut SVP Xiaomi Wang Xiang, pembelian beberapa daftar paten tersebut memungkinkan Xiaomi untuk memperluas pemasaran produknya.
Terkait Office versi terbaru, Microsoft juga telah mengumumkan jadwal peluncuran dari Office 2019. Aplikasi ini akan hadir dengan deretan layanan "langganan" seperti biasanya.
Aplikasi meliputi Microsoft Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Exhange, SharePoint, dan Skype for Business. Paket aplikasi ini akan tiba di perangkat PC dan laptop Windows pada pertengahan 2018.
Berbeda dengan Microsoft Office 365 yang mengandalkan sistem penyimpanan berbasis cloud, pengguna Microsoft Office 2019 diberikan opsi untuk tidak menyimpan data dan aplikasinya di dalam cloud.
Microsoft menjelaskan, Office 2019 akan hadir dengan lebih banyak fitur baru dan pembaruan server untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan keamanan. Sayang, Microsoft tidak mengungkap banderol harga untuk paket Office 2019.
Adapun fitur lain yang hadir di Excel, seperti pembaruan formula dan chart, sedangkan PowerPoint akan menghadirkan sejumlah animasi terbaru.
Berdasarkan MoU itu, Microsoft mengizinkan Xiaomi menggunakan produk cloud-nya termasuk Azure untuk mengembangkan ponsel, laptop dan perangkat pintar yang selanjutnya dipasarkan di pasar internasional.
Keuntungan kemitraan itu bagi Microsoft yakni memberi jangkauan yang lebih luas bagi perusahaan serta akses ke pasar China. Kini keduanya tengah dalam diskusi terkait kemungkinan mengintegrasikan Microsoft Cortana dengan speaker Mi AI.
Microsoft juga telah mengembangkan speaker pintar Cortana – Harman Cardon Invoke yang menjadi pesaing asisten digital lainnya seperti Amazon dan Google.
Disisi lain, Microsoft dan Xiaomi berdiskusi terkait penggunaan teknologi AI yang berbeda termasuk pada percakapan AI dan pidato. Tak hanya itu, keduanya akan mengembangkan layanan seperti Bing, Edge, dan Skype.
Jika di Indonesia Xiaomi meluncurkan Redmi 5 dan Redmi 5 Plus, India justru mendapatkan smartphone baru Xiaomi , yakni Redmi Note 5 dan Redmi Note 5 Pro. Dilansir dari situs Firstpost, Kamis (15/2/2018), kedua smartphone teranyar Xiaomi itu bisa dibeli lewat situs resmi Xiaomi dan Flipkart pada 22 Februari 2018
Untuk Xiaomi Redmi Note 5 memiliki dua varian, yang pertama memiliki RAM 3GB dan memori internal 32GB akan dijual seharga 9.999 rupee (setara dengan Rp 2,1 juta).
Sementara untuk varian yang memiliki RAM 4GB dan memori internal 64GB ditaksir seharga 11.999 rupee (setara dengan Rp 2,4 juta).
Xiaomi Redmi Note 5 pro juga hadir dalam dua varian. Varian pertama dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB, harganya dimulai dari 13.999 rupee (setara dengan Rp 2,9 juta), sedangkan untuk varian dengan RAM 6GB dan memori internal 64 GB dijual seharga 16,999 rupee (setara dengan Rp 3,6 juta).
Kedua produk Xiaomi ini memiliki kemampuan dual SIM 4G VoLTE. Layarnya memiliki bentang 5,99 inci FHD+ dengan aspek rasio 18:9.
Untuk kamera, Redmi Note 5 dilengkapi kamera belakang 12MP dan kamera depan 5MP dengan LED selfie-light.
Adapun Redmi Note 5 Pro memiliki sistem dual kamera di belakang dengan sensor 12MP dan 5MP yang disusun secara vertiakal. Kemudian, kamera depannya dibekali dengan sensor Sony IMX376 20MP dan LED selfie-light.
Untuk dapur pacu, Redmi Note 5 didukung oleh Qualcomm Snapdragon 625 SoC serta Adreno 506 GPU.
Sementara, Xiaomi Redmi Note 5 Pro ditopang Qualcomm Snapdragon 636 SoC dengan Adreno 509 GPU.
Sebagai informasi, Redmi Note 5 Pro adalah smartphone Xiaomi yang pertama hadir dengan Qualcomm Snapdragon 636 yang disertakan dengan 8x Kryyo 260 processor core.
Xiaomi merilis Redmi 5 dan Redmi 5 Plus di Indonesia pada 14 Februari 2018. Dalam kesempatan itu, Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, dengan gamblang memperlihatkan keunggulan kedua smartphone tersebut, baik dari sisi harga serta spesifikasi, dan membandingkannya dengan kompetitor.
Steven dalam presentasinya memperlihatkan Samsung J2 Prime dan Oppo A37 sebagai kompetitor utama Redmi 5. Harga jual Redmi 5 memang lebih mahal berkisar Rp 100-200 ribu, tetapi lebih unggul dari segi spesifikasi.
Keunggulan Redmi 5 mencakup ukuran layar lebih besar, yaitu 5,7 inci dengan aspek rasio 18:9, baterai 3.300mAh, serta kapasitas RAM dan memori internal yang lebih tinggi.
Adapun Redmi 5 Plus menjadi penantang Vivo V7+ dan Oppo F5. Ketiganya memang memiliki aspek rasio layar yang sama 18:9, tetapi Steven mengklaim smartphone tersebut lebih unggul terutama dari segi kapasitas baterai.
Kendati demikian, perbedaan spesifikasi Redmi 5 Plus dengan keduanya tidak begitu banyak. Xiaomi bahkan menjualnya dengan harga lebih murah.
Vivo V7+ dijual berkisar Rp 4,3 juta (RAM 4GB dan memori internal 64GB) dan Oppo F5 Rp 4 juta (RAM 4GB dan memori 32GB), tetapi Redmi 5 Plus lebih murah.
Untuk diketahui, Xiaomi kerap merilis smartphone dengan harga lebih murah daripada kompetitor.
Kendati demikian, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini tidak setuju dengan anggapan strateginya itu "merusak" pasaran harga di industri smartphone.
Steven mengatakan Xiaomi sejak awal sudah berkomitmen merilis produk terbaik dengan harga menarik.
“Sejak awal, kami sudah berkomitmen untuk memberikan produk terbaik dengan harga yang luar biasa untuk konsumen. Kami akan terus melakukan hal tersebut dan kami tidak memikirkan hal yang lainnya,” ungkap Steven.
Xiaomi tidak akan menjadikan kompetitor sebagai prioritas utama. “Kami bekerja selaras untuk menepati janji ke konsumen dan ini filosofi Xiaomi. Kami tidak peduli dengan kompetisi, karena yang kami pedulikam adalah para pengguna yang kami punya,” jelasnya.
kapan keduanya masuk pasar Indonesia? Kalau Redmi Note 5 betul Redmi 5 Plus yang berganti nama, jelas varian ini sudah masuk Indonesia. Xiaomi sendiri masih bungkam soal kehadiran kedua produk ini ke pasar Tanah Air.
Saat ditanya soal Redmi Note 5, Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, memberikan seulas senyum. "Kami terus bekerja untuk Mi Fans di Indonesia, nantikan saja kejutan kami berikutnya," kata dia di sela-sela peluncuran Redmi 5 dan Redmi 5 Plus
Harga Xiaomi Redmi 5 dan 5 Plus
Pemimpin teknologi Global Xiaomi resmi meluncurkan Redmi 5 dan Redmi 5 Plus setelah diperkenalkan Desember lalu. Redmi 5, ponsel ini hadir dengan bentangan 5,7 inch dan resolusi HD+. Redmi 5 Plus. Layarnya lebih lapang, 5,99 inch dengan resolusi Full HD+.
Kendati beda ukuran, aspek rasionya sama, yakni 18:9. Alhasil layar Redmi 5 dan Redmi 5 Plus bisa dibilang kekinian.
"Kami sangat gembira bisa memulai tahun ini dengan peluncuran Redmi 5 dan Redmi 5 Plus. Kamu menuai banyak Respons positif dari teknologi full screen display yang kami populerkan tahun 2016 lalu " tutur Stephen Shi, Country Manager Xiaomi Indonesia di Jakarta, Rabu (14/2/2018).
Pemimpin teknologi Global Xiaomi resmi meluncurkan Redmi 5 dan Redmi 5 Plus setelah diperkenalkan Desember lalu.Redmi 5, ponsel ini hadir dengan bentangan 5,7 inch dan resolusi HD+. Redmi 5 Plus. Layarnya lebih lapang, 5,99 inch dengan resolusi Full HD+.
Kendati beda ukuran, aspek rasionya sama, yakni 18:9. Alhasil layar Redmi 5 dan Redmi 5 Plus bisa dibilang kekinian.
"Kami sangat gembira bisa memulai tahun ini dengan peluncuran Redmi 5 dan Redmi 5 Plus. Kamu menuai banyak Respons positif dari teknologi full screen display yang kami populerkan tahun 2016 lalu " tutur Stephen Shi, Country Manager Xiaomi Indonesia di Jakarta, Rabu (14/2/2018).
Urusan mesin ada perbedaan signifikan antara dua ponsel ini. Xiaomi memodali Redmi 5 dengan prosesor Snapdragon 450. Ada dua pilihan varian, RAM 2 GB/ROM 16 GB dan RAM 3 GB/ROM 32 GB. Baterainya berkapasitas 3.300 mAh.
"Dengan kapasitas baterai ini dapat digunakan untuk bermain game selama delapan jam," terang Stephen Shi.
Kamera Redmi 5 berukuran 12 MP. Punya aperture f/2.2 dan LED flash, jadi dapat diandalkan saat memotret di kondisi low light.
Xiaomi menyematkan kamera untuk selfie,berukuran 5 MP. Dilengkapi LED Light menjanjikan kualitas selfie terang meski kondisi cahaya kurang.
Sementara itu untuk Redmi 5 Plus, ponsel ini punya jeroan Snapdragon 625. Ada dua pilihan varian, RAM 3 GB/ROM 32 GB dan RAM 4 GB/ROM 64 GB. Baterainya berkapasitas 4.000 mAh.
"baterai Redmi 5 Plus bisa digunakan secara nonstop 22 jam," sesumbar Shi.
Kamera Redmi 5 Plus resolusi 12 MP dengan ukuran pixel 1,25 um. Ukuran pixel ini lebih baik ketimbang iPhone 8. Sementara kamera depan 5 MP dilengkapi LED Selfie-light dengan suhu cahaya 4.500k yang mendukung video selfie.
Dengan semua kemampuan tersebut, Redmi 5 dilepas seharga Rp 1,699 juta (RAM 2 GB) dan Rp 1,899 juta (RAM 3 GB). Sementara Redmi 5 Plus dibanderol Rp 2,199 juta (RAM 3GB) dan Rp 2,699 juta (RAM 4 GB). Kedua ponsel ini dijual mulai 22 Februari 2018.