MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

JUAL Berbagai Sistem Operasi dan Software PC/Laptop Murah

Jual murah OS/Software Terbaru atau Lama

Showing posts with label karir. Show all posts
Showing posts with label karir. Show all posts

January 9, 2019

Miliki Soft Skills? Kini Paling Banyak Dicari Perusahaan

Bagi yang ingin mendapat pekerjaan dan karier baik, sebaiknya terlebih dulu mengasah soft skills. Sebab pada tahun ini dan ke depan, penguasaan atas kemampuan tersebut akan sangat dibutuhkan perusahaan. Soft skills dimaksud antara lain kreativitas, persuasi, kolaborasi, adaptasi, dan manajemen waktu. Kendati demikian, bukan berarti hard skills tidak dibutuhkan. Hanya ke depan hard skills yang dibutuhkan mengarah pada penguasaan atau keahlian yang mencerminkan dampak pesatnya dunia digital.


Meningkatnya kebutuhan soft skills untuk lapangan ini diungkapkan LinkedIn Learning, jejaring sosial para profesional. Besarnya permintaan untuk skills ini diukur dengan mengidentifikasi berbagai skills yang paling dicari diprofil LinkedIn. Sebanyak 100.000 anggota LinkedIn dilibatkan dalam penyusunan data ini. Sebelumnya laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang berjudul The Future of Jobs juga menyebut pentingnya soft skills.

Sebelumnya Menristek Dikti Mohamad Nasir mengakui hard skills tidak lagi menjadi satu-satunya kemampuan yang harus dimiliki di era digital saat ini. Untuk itu dia mendorong lulusan perguruan tinggi memiliki soft skills yang menurut dia tidak bisa digantikan oleh robot. Editor LinkedIn Learning Paul Petrone mengungkapkan, kemampuan soft skills menjadi hal yang dibutuhkan perusahaan karena itu men jadi kemampuan kritis dalam bisnis bila dibandingkan dengan hard skills.

“Sekitar 57% pemimpin senior perusahaan menyatakan soft skills lebih kritis dalam bisnis mereka dari pada hard skills. Soft skills sangat sesuai dengan kebutuhan tempat kerja yang digital, kecerdasan buatan (artificial Intelligence/AI), dan cloud computing untuk menghadapi tuntut an baru,” ujar Petrone.

Dengan fakta tersebut, LinkedIn menyarankan calon tenaga kerja untuk mempelajari soft skills. Menurut Petrone, tidak semua soft skills harus dikuasai karena ada ribuan soft skills dari 50.000 skills profesional di dunia. Karena itu, jika seseorang hendak meluangkan waktu mempelajari beberapa skills bulan ini, dari puluhan ribu pilihan skills yang ada, LinkedIn memprioritaskan skills yang paling banyak dibutuhkan perusahaan.

“Untuk menemukannya, kami menggunakan data eksklusif LinkedIn dalam menentukan skills-skills yang paling dibutuhkan perusahaan pada 2019. Itulah skills yang bos Anda dan bosnya bos Anda paling bernilai, tapi sulit menemukannya dan skills itu paling membantu Anda melayani klien dan konsumen Anda lebih baik,” papar Petrone.

Dia mengungkapkan, sejum lah softs kill yang paling banyak dicari perusahaan pada tahun ini antara lain adalah kreativitas. “Mengapa ini penting? Dalam satu contoh, saat robotrobot mengoptimalkan ide-ide lama, organisasi paling membutuhkan pegawai kreatif yang dapat menemukan solusi-solusi masa depan,” papar Petrone.

Selanjutnya persuasi. Menurut Petrone, memiliki produk hebat, platform hebat atau konsep hebat adalah satu hal, tapi kuncinya adalah meyakinkan orang untuk membelinya. Kemudian kolaborasi. “Ini penting karena saat berbagai proyek semakin rumit dan global di era AI, kolaborasi efektif akan tumbuh semakin penting,” ungkap dia.

Soft skills lainnya adalah kemampuan beradaptasi. Menurut dia, pikiran yang dapat beradaptasi menjadi alat penting untuk navigasi dunia yang terus berubah hari ini karena solusi kemarin tidak akan dapat menyelesaikan masalah esok.
“Manajemen waktu juga menjadi skills yang paling di butuhkan. Skills ini terus dibutuhkan setiap saat. Menguasai manajemen waktu hari ini akan menguntungkan Anda di sisa karier Anda,” ungkap Petrone.

Sebelumnya Laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang berjudul The Future of Jobs juga menyebut pentingnya soft skills. “Perusahaan akan mencari kemampuan untuk mengatasi masalah baru di dunia nyata yang rumit untuk pekerjaan dengan gaji tinggi antara sekarang dan 2020,” papar laporan WEF.

Harvard Business Review (HBR) menyebut komunikasi sebagai salah satu soft skills yang penting karena tidak dapat diotomatiskan.

“Di dunia di mana total pengguna media AS hampir 12 jam per hari, rata-rata skills komunikasi penting untuk mendapat perhatian orang dan menggerakkan mereka bertindak. Bentuk paling dasar komunikasi ialah membentuk seluruh cerita,” ujar catatan HBR. Natalie Brett, Kepala London College of Communication dan wakil penasihat profesional di University of the Arts, London, membenarkan pentingnya soft skills lebih penting daripada hard skills. “Banyak bukti menunjukkan soft skills jauh lebih menguntungkan bagi para sarjana daripada yang diketahui sekarang,” ujar dia.

Brett menjelaskan, riset dari Universitas Harvard tentang pasar tenaga kerja global menunjukkan karier terkait hard skills tumbuh kuat antara 1989 dan 2000, tapi kemudian turun se jak saat itu. Sebaliknya lapangan kerja di industri kreatif, sektor yang disebut membutuh kan banyak soft skills, di Inggris naik hampir 20% menjadi 1,9 juta dalam lima tahun hingga Juni 2016. “Soft skills juga meningkat per mintaannya di lapangan kerja. Google menyebut kreativi tas, skills komunikasi, dan kepemimpinan sebagai syarat utama untuk pegawai sekarang,” tutur Brett. 


Sementara itu Menristek Dikti Mohamad Nasir pernah mengakui di tengah perkembangan yang pesat di berbagai bidang saat ini, hard skills bukan lagi satu-satunya kemampuan yang harus dimiliki. Sebab soft skills juga dibutuhkan untuk mengembangkan karier.

Selain itu soft skills juga dibutuhkan untuk dapat mengaplikasikan ke mampuan akademik di dunia kerja. Karena itu dia mendorong lulusan perguruan tinggi juga mesti memiliki kemampuan soft skills yang tidak bisa digantikan oleh robot. “Soft skills seperti kerja sama, komunikasi, etika dalam bekerja, penam pilan, empati, dan kecerdasan emosional itu penting untuk kesuksesan karier atau bisnis bila di bandingkan dengan hasil akademik,” ujar mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang itu.

Praktisi manajemen SDM Ardhi Lufti Siregar mengakui soft skills kini menjadi sebuah keharusan bagi para pekerja pro fesionalketimbang hard skills. “Hari ini teknologi milenial, revolusi teknologi industri memang membuat soft skills sangat berpengaruh dengan peningkatan kemampuan, terutama untuk produktivitas perusahaan,” ujar Ardhi saat dihubungi KORAN SINDO, Minggu (6/1/2019).

Head of Human Resources Manulife Global Resourcing Philippines, Malaysia, and Chengdu ini membeberkan, soft skills yang sangat dibutuhkan dan perlu ditingkatkan pada 2019 yakni kompetensi manajemen, komunikasi, hingga manajemen waktu.

Peningkatan kompetensi tersebut menjadi pijakan dan tolok ukur diferensiasi para pekerja profesional. Pakar sosiologi pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Elly Malihah mengakui Revolusi Industri 4.0 yang semua serba digital menyebabkan kemampuan soft skills lebih dibutuhkan. Dengan soft skill yang baik orang akan lebih mudah mengomunikasikan, berkolaborasi, pantang menyerah, dan lainnya.

“Termasuk di dalamnya kemam puan emosional dan mengendalikan diri. Orang-orang yang sangat pintar cenderung overconfidence. Akibatnya, dia sulit untuk bekerja sama dengan lain,” ujarnya.

Senada, psikolog Universitas Maranatha Bandung Efnie Indrianie menyatakan soft skills lebih dibutuhkan karena soft skills akan meningkatkan kualitas pribadi seseorang. Semakin berkualitas pribadi, seseorang akan mudah dan mampu untuk bersaing di dunia kerja dan bisnis serta beradaptasi dengan tan tangan era digital.

Dia menyebut, soft skills yang dapat meningkatkan kuali tas pribadi saat ini antara lain rasa bersyukur (gratitude), pola pikir positif (positive mindset), siap menghadapi perubahan yang sangat cepat di era digital (flexibility), dan kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai karakter orang lain dan berbagai situasi sosial (people skills).

“Soft skills perlu dididik sejak dini melalui pola asuh orang tua. Lalu saat beranjak remaja aktiflah mengikuti organisasi dan setelah dewasa aktif bergabung dengan komunitas yang positif dan tidak melupakan aspek spiritualitas hidup,” ujarnya.

Hard Skills yang Diperlukan
Walaupun soft skills kian dibutuhkan, bukan berarti hard skills tidak lagi diperlukan. LinkedIn pun menekankan sejumlah hard skills yang patut dikuasai, terutama keahlian yang mencerminkan dampak meningkatnya dunia digital. Dengan adanya tren tersebut, Petrone menyebut komputasi cloud, AI, dan keterampilan digital.

Dunia digital juga memberi penggunaan baru untuk sejumlah skills, misalnya meningkatnya permintaan untuk produksi audio. “Ini skills yang dulu diperlukan untuk produksi radio. Saat ini skills tersebut di gunakan untuk produksi pod cast dan iklan digital,” ujar dia.

Dia lantas menuturkan, hard skills pertama yang paling di butuhkan adalah komputasi cloud. Pasalnya saat dunia bergerak menuju cloud, perusahaan-perusahaan pun sangat mencari para insinyur yang memiliki skills mengakomodasi kebutuhan ini. Selanjutnya kecerdasan buatan atau AI. Kebutuhan atas kecerdasan buatan searah dengan kebutuhan kemampuan akan penalaran analitis.

Menurut Petrone, saat perusahaan mengumpulkan data lebih banyak bila dibandingkan dengan sebelumnya, perusahaan lapar pada para profesional yang dapat membuat keputusan cerdas berdasarkan data. Hard skills lain yang dibutuhkan adalah manajemen manusia.

Dunia telah berubah dari model komando dan kontrol me nuju para pemimpin yang da pat melatih dan memberdayakan. Kemudian desain UX. Petrone menyebut desain UX menjadi kunci untuk membuat dunia digital dapat bekerja bagi manusia. Keenam, pengembangan aplikasi mobile.

“Ini skills yang diperlukan selama beberapa tahun saat perusahaan terus mendesain platform mobile pertama,” ungkap LinkedIn. Produksi video juga merupakan skills yang paling diperlukan. Permintaan untuk produksi video meningkat saat video streaming mewakili 70% dari semua lalu lintas internet konsumen. Kemudian kepemimpinan sales. 




references  by sindonews

November 25, 2018

Angka & Data Pengangguran 2018

Jika ditinjau dari sisi Provinsi, Banten menjadi daerah dengan angka pengangguran tertinggi. Tingkat pengangguran di Banten mencapai 8,52%. Sementara Bali, menjadi daerah dengan angka pengangguran terendah, yakni 1,37%. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (5/11/2018).  "TPT [Tingkat Pengangguran Terbuka] tertinggi di Banten, 8,52%, sementara terendah di Bali 1,37%", ujar Suhariyanto.



Menurut data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditinjau dari provinsi pada Bulan Agustus 2018, yang dirilis oleh BPS, selain Banten, terdapat 9 provinsi lainnya yang termasuk 10 besar dengan angka pengangguran tertinggi.



Berikut daftar 10 provinsi dengan angka pengangguran 2018 terbanyak:
  • 1. Banten (8,52%)
  • 2. Jawa Barat (8,17%)
  • 3. Maluku (7,27%)
  • 4. Kepulauan Riau (7,12%)
  • 5. Sulawesi Utara (6,86%)
  • 6. Kalimantan Timur (6,60%)
  • 7. Aceh (6,36%)
  • 8. Papua Barat (6,30%)
  • 9. DKI Jakarta (6,24%)
  • 10. Riau (6,20%).

Jika dilihat, sebagai ibukota negara, DKI Jakarta menduduki posisi ke-9 dari 10 provinsi dengan angka pengangguran tertinggi. Namun, menurut data TPT BPS ini, jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, DKI Jakarta justru menunjukkan penurunan angka tingkat pengangguran tertinggi, yakni 0,9%.


Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2018 mencapai 7 juta orang. Pengangguran paling banyak merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Prosentasenya mencapai 11,24 persen. Angka ini naik dari data yang dihimpun BPS pada Februari 2018, sebesar 8,92 persen.

Menyikapi hal tersebut, Kemendikbud akan bertindak. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, menyampaikan tahun depan target siswa dan sekolah yang mendapatkan dukungan program SMK Pencetak Wirausaha akan ditambah.

Jika tahun ini sekitar dua ribu SMK, tahun depan diharapkan dapat meningkat dua kali lipat. Sekolah ditantang mengirimkan proposal dukungan, bukan lagi ditunjuk oleh pusat.

“Kriteria utamanya adalah orisinal, unik, dan usefulness atau kegunaan,” ujarnya melansir dari kemdikbud.go.id.

Program ini, juga merupakan salah satu upaya Kemendikbud menjawab kritik dan pandangan negatif mengenai lulusan SMK yang menjadi pengangguran. Pengembangan minat kewirausahaan untuk siswa SMK ini melatih siswa membuka atau menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kita ingin menjawab, bahwa SMK ini bukan menciptakan pengangguran, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Hamid.

Menurutnya kesesuaian antara bidang keahlian yang dipelajari di sekolah dengan usaha yang dijalankan tidak menjadi persoalan. “Ukurannya itu omzet. Pokoknya omzetnya sudah bisa lima juta ke atas. Kita apresiasi. Ini ‘kan baru tahap awal, kita tetapkan lima juta. Tapi sudah ada yang omzetnya mencapai lima puluh sampai seratusan juta. Itu ‘kan luar biasa untuk seusia mereka,” katanya.

Pengembangan pembelajaran kewirausahaan di dalam kurikulum SMK telah diakomodir ke dalam mata pelajaran kompetensi keahlian dan penambahan jam pelajaran yang signifikan. Program “Sekolah Pencetak Wirausaha” merupakan kerja sama Direktorat Pembinaan SMK dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Di sisi lain, Mendikbud Muhadjir Effendy menyerahkan hadiah berupa beasiswa modal wirausaha sebesar Rp 1 juta kepada 17 siswa perwakilan dari sekolah peserta SMK Pencetak Wirausaha.

M. Fajrul Falah, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Pekalongan, Jawa Tengah mampu meraih omzet sebesar Rp 143 juta dalam 3 bulan. Usaha yang dijalaninya adalah jasa pengelolaan pernikahan (wedding service organizer).

Selain jasa katering, Fajrul juga menyediakan jasa tata rias dan sewa baju pengantin. “Omzet paling banyak dari jasa kateringnya,” kata siswa yang menekuni Tata Boga di SMK tersebut.

Muhadjir  mengapresiasi penumbuhan minat kewirausahaan siswa SMK. Mendikbud berharap agar kegiatan “SMK Pencetak Wirausaha” yang dilaksanakan Ditjen Dikdasmen dapat diperkuat dan dikembangkan lagi.

“Pembelajaran kewirausahaan itu bukan sekadar mengajari teori-teori saja. Tetapi harus dicoba, dilakukan, dipraktikkan. Yang penting itu menciptakan iklim yang mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan,” tandasnya.

Menurut Muhadjir, modal utama seorang wirausahawan adalah keberanian mengambil risiko, cermat melihat dan menangkap peluang, serta kemampuan menghadirkan sesuatu yang berbeda. “Kalau berhasil, tidak mudah puas. Dan kalau gagal, tidak kapok,” katanya.

Setelah SMK, Lulusan SMA

Sementara itu melansir dari tirto.id, pengangguran yang mencapai 7 juta orang seperti disebut di atas, angka tersebut setara dengan 5,34 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia yang tercatat sebesar 131,01 juta orang. Artinya mereka yang bekerja ada sebanyak 124,01 juta orang.

Dari jumlah orang yang bekerja itu, 88,43 juta orang di antaranya merupakan pekerja penuh, 27,37 juta orang tergolong pekerja paruh waktu, dan 8,21 juta orang lagi merupakan setengah pengangguran. “Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ini adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan, atau tidak terserap oleh pasar kerja,” kata Kepala BPS Suhariyanto.


Di samping oleh lulus SMK, pengangguran juga terjadi pada lulusan SMA, dengan persentase sebesar 7,95 persen. “Ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap, terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA,” ucap Suhariyanto.

Sementara itu, masih menurut BPS, mereka yang berpendidikan di bawah SMK dan SMA lebih mau menerima pekerjaan apa saja. Analisis tersebut bisa dilihat dari jumlah pengangguran lulusan SD yang hanya 2,43 persen, sedangkan untuk lulusan SMP yang menganggur ada sebanyak 4,8 persen.

“Dibandingkan kondisi setahun lalu, peningkatan pengangguran hanya terjadi pada tingkat pendidikan universitas dari 5,18 persen menjadi 5,89 persen secara year-on-year. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka pada tingkat pendidikan lainnya menurun,” jelas Suhariyanto


Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mencatat sekitar 8,8% dari total 7 juta pengangguran di Indonesia adalah sarjana. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin ketat dengan datangnya Revolusi Industri 4.0.

Selain bersaingan dengan mesin berbasis teknologi canggih, sekitar 630.000 sarjana pengangguran tersebut juga harus beradu kompetensi dan keahlian tertentu dengan pekerja asing yang datang dari terbukanya pasar bebas. Perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia yang unggul diharapkan dapat memberi kontribusi besar terhadap upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sumber penguatan ekonomi nasional. Membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya yang terus diupayakan pemerintah harus didukung dengan kompetensi lulusan kampus yang berdaya saing global. Keahlian para sarjana harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ia menyatakan, Kemenristekdikti terus berupaya mendorong peningkatan daya saing bangsa, seperti merevitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Menurut dia, perguruan tinggi berperan strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan tinggi serta berwawasan global. "Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan sumberdaya yang mampu bersaing secara global," ujar Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin 26 Maret 2018.

Tantangan baru
Nasir menuturkan, perguruan tinggi dan para mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan disrupsi teknologi jika ingin bertahan dalam persaingan. Menurut dia, jumlah sarjana yang lulus setiap tahun tak sebanding dengan serapan tenaga kerja. Lapangan kerja yang terbatas membuat persaingan semakin ketat.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas merupakan agenda utama pemerintah kedepan dalam membuat kebijakan. Kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu era disrupsi teknologi, era berbasis cyber physical system. Ini merupakan tantangan baru yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN untuk mempersiapkan SDM-nya," ucapnya.

Kesulitannya sarjana menembus dunia kerja karena relevansi antara mutu perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri masih rendah. Kemenristekdikti mendata, tahun lalu, jumlah tenaga kerja lulusan perguruan tinggi hanya sebesar 17,5%. Persentase tersebut jauh lebih kecil ketimbang tenaga kerja lulusan SMK/SMA yang mencapai 82%, sedangkan lulusan SD mencapai 60%.

Pemetaan serapan tenaga kerja tersebut hampir tak akan berubah setidaknya dalam kurun 5 tahun ke depan. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, mengatakan bahwa saat ini lulusan perguruan tinggi turut menyumbang pengangguran yang menjadi beban negara. Ia menjelaskan, relevansi lulusan perguruan tinggi terhadap kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam upaya mencegah sarjana menganggur.

Peningkatan sarana
Rektor Universitas Gunadharma, Margianti, menyatakan bahwa peningkatan sarana teknologi menjadi fondasi dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Pasalnya, lapangan perkerjaan dan dunia usaha ke depan akan sangat mengandalkan inovasi yang bergerak sangat cepat dan dinamis.

"Universitas Gunadharma sudah menjadi universitas berbasis teknologi dengan akreditasi A di Kopertis Wilayah III. Kami unggul dalam jumlah sertifikasi dosen terbanyak dan jumlah dosen doktor terbanyak. Saat ini, kami sudah memiliki rumah sakit dan sudah terencana dibangun 18 lantai yang nantinya akan menjadi rumah sakit pendidikan. Kami juga tengah menyiapkan akreditasi internasional untuk program studi teknik," kata Margianti.







references by cnbc, siedoo, pikiran rakyat

October 3, 2018

Batas Waktu Akhir Pendaftaran CPNS 2018 Diperpanjang Hingga 15 Oktober

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 diperpanjang hingga 15 Oktober 2018.Semula pendaftaran CPNS 2018 ditetapkan mulai 26 September hingga 10 Oktober 2018.Pendaftaran CPNS 2018 tetap dilakukan lewat link sscn.bkn.go.id.


“#SobatBKN, Panitia Pelaksana Panselnas telah memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran penerimaan CPNS s.d. 15 Oktober 2018. #2019JadiASN #BKNSemangatUntukNegeri,” demikian pengumuman yang disampaikan Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Twitter BKN, Rabu (3/10/2018).

Berikut ini informasi tata cara mendaftar di portal sscn.bkn.go.id dilansir dari laman resmi web.kominfo.go.id:

I Membuat akun

Hal pertama yang harus dilakukan para pelamar adalah membuat akun.

Cara membuatnya mudah, cukup ikuti 8 langkah berikut:


  • 1) Buka portal sscn.bkn.go.id
  • 2) Pilih menu Registrasi
  • 3) Lalu isi Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • 4) Isi Nomor Kartu Keluarga (KK) atau NIK Kepala Keluarga
  • 5) Isi alamat e-mail aktif
  • 6) Password dan pertanyaan pengalaman. Pastikan Kamu ingat password yang Kamu buat. Karena akan digunakan saat Log In.
  • 7) Upload pas foto min. 120kb max. 200kb
  • 8) Cetak Kartu Informasi Akun


Langkah selanjutnya adalah log in (masuk) ke sscn.bkn.go.id.

Log in menggunakan NIK dan password yang sudah Kamu daftarkan.

II Upload foto selfie

Upload foto selfie dengan memperlihatkan KTP dan Kartu Informasi Akun untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

III Lengkapi biodata

Isi biodata secara lengkap.

IV Pilih instansi, jenis formasi, dan jabatan

Pilih sesuai dengan pendidikan pelamar. Anda hanya dapat memilih 1 instansi, 1 jenis formasi dan 1 jabatan.

V Upload dokumen

Langkah selanjutnya adalah meng-upload dokumen yang dipersyaratkan instansi yang dipilih.

Pastikan semua dokumen yang dipersyaratkan lengkap.

VI Cek resume

Sebelum kirim data, periksa ulang lagi.

Pastikan bahwa data telah terisi semua dengan benar.

Pastikan pilihan instansi, jenis formasi, dan jabatan sudah benar.

Pastikan juga semua dokumen benar dan lengkap.

VII Kirim data

Klik simpan data yang telah dicek di Resume dan pastikan data tersebut sudah terisi dengan lengkap dan benar.

Data yang telah dikirim tidak dapat diubah dengan alasan apapun.

VIII Cetak kartu pendaftaran SSCN 2018

Cetak dan simpan dengan baik kartu pendaftaran SSCN 2018.

Dokumen Yang Disiapkan

Sebelum mendaftar ke portal sscn.bkn.go.id, pastikan Anda telah mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran.

Hal ini agar memudahkan Kamu dalam proses pendaftaran.

Dokumen tesebut terdiri dari:

1. Kartu Keluarga

2. Kartu Tanda Penduduk

3. Ijazah

4. Transkrip nilai

5. Pas foto

6. Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar.


Untuk dokumen ini, kamu bisa cek di instansi yang kamu pilih.



references by jabarnews

March 21, 2018

Jenis Pekerjaan Yang Cocok Bagi Orang Pendiam

Kamu seorang pendiam? Bingung mencari pekerjaan yang sesuai dengan sifat kamu? Tidak perlu bingung. Sebenarnya ada banyak pekerjaan yang bisa kamu jalani, lho. Tidak percaya? Simak beberapa profesi yang cocok untuk orang pendiam berikut.



Tidak pandai dan jarang bicara bukan masalah besar untuk jadi seorang penulis handal. Asalkan kamu pandai merangkai kata dalam bentuk tulisan, kamu bisa menekuni profesi ini. Meski ada beberapa penulis merangkap sebagai pembicara, masih banyak penulis yang sukses tanpa berbicara di depan publik. Komunikasi penulis seperti ini biasanya hanya dengan pihak redaksi, terutama editor.

Translator

Pekerjaan sebagai seorang translator akan sangat sesuai untuk kamu yang pendiam dan menyukai bahasa. Beda dengan interpreter, translator umumnya lebih fokus dalam menerjemahkan kalimat mulai dari dokumen bisnis sampai naskah film. Sifat pendiam justru bisa membantumu untuk fokus menerjemahkan dokumen yang kamu dapatkan. Para penerjemah akan lebih banyak berinteraksi melalui email untuk menerima dan menyerahkan proyek terjemahannya.

Akuntan

Jika kamu ahli dalam soal hitung-menghitung, kamu bisa coba jadi akuntan. Meskipun tidak banyak berinteraksi, seorang akuntan justru berperan penting karena laporan keuangan yang kamu susun adalah gambaran kondisi finansial perusahaan yang bahkan bisa bantu jadi penentu alokasi keuangan selanjutnya.

Desain Grafis

Karena pekerjaan ini membutuhkan konsentrasi tinggi, kamu akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk tenang jika menjadi seorang desain grafis. Komunikasi verbal kamu relatif lebih sedikit daripada seorang public relation.

Pustakawan

Meski terkesan mudah, tidak semua orang bisa jadi pustakawan. Salah satu hal yang harus dimiliki pustakawan adalah kemampuan untuk tenang karena tugasmu tidak hanya mengatur buku-buku tapi juga menjaga ketenangan perpustakan. Cocok banget buat kamu yang memang pendiam.


Editor Film, Video atau Audio

Lebih suka mendengarkan daripada berbicara? Profesi editor video atau audio bisa jadi pilihanmu. Menjadi editor di bidang ini akan menuntut kamu untuk banyak mendengarkan dan mengamati audio atau video. Kamu tidak diharuskan untuk banyak berbicara dalam mengerjakan tugasmu.


Programmer Komputer

Pekerjaan untuk pendiam lain yang bisa kamu coba adalah programmer. Menggunakan bahasa program itu tidak mudah dan butuh konsentrasi serta ketelitian. Karena alasan inilah seorang programmer biasanya lebih tenang dalam mengerjakan tugasnya.


references by okezone

March 2, 2018

Angka Driver & Pengguna Gojek

Perusahaan ride-sharing Go-Jek kerap irit bicara saat ditanya seputar angka, khususnya jumlah pengguna dan mitra pengemudinya. Namun, data tersebut akhirnya pelan-pelan terungkap. Layanan yang dimiliki Go-Jek dipakai secara aktif oleh 15 juta orang setiap minggunya. Para weekly active user ini dilayani sekitar 900.000 mitra pengemudi Go-Jek. 



Setiap bulannya, lebih dari 100 juta transaksi terjadi di platform Go-Jek. Aneka data ini dibeberkan sendiri oleh Go-Jek sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (18/12/2017), dari Kompas.id. Ratusan juta transaksi tersebut tidak hanya dari transportasi online, Go-Jek juga melayani bisnis pengiriman makanan melalui fitur Go-Food. Selain Go-Food, solusi keruwetan sehari-hari dihadirkan melalui Go-Mart, Go-Send, Go-Box, Go-Med, Go-Life, dan lainnya.

 Lebih dari 125.000 merchant bekerja sama dengan Go-Jek untuk mempermudah kehidupan masyarakat modern. Go-Jek telah membuktikan kebolehannya sebagai layanan ride-sharing lokal yang bersaing dengan asing, semacam Grab dan Uber. Sembari memelihara posisinya saat ini, Go-Jek pun mulai menyiapkan strategi bisnis baru. Raksasa "ride-sharing" menuju raksasa "e-money" 

Menurut pendiri sekaligus CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, fokus perusahaan ke depan adalah layanan pembayaran digital atau kerap disebut e-money. Go-Jek ingin mengekspansi fungsi Go-Pay untuk menangani transaksi offline dan online. Go-Jek berencana menawarkan layanan pembayaran standar ke mayoritas populasi Indonesia yang belum memiliki akses ke bank tradisional.


Menurut pendiri sekaligus CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, fokus perusahaan ke depan adalah layanan pembayaran digital atau kerap disebut e-money. Go-Jek ingin mengekspansi fungsi Go-Pay untuk menangani transaksi offline dan online. Go-Jek berencana menawarkan layanan pembayaran standar ke mayoritas populasi Indonesia yang belum memiliki akses ke bank tradisional.


“Kami membawa Go-Jek ke level berikutnya,” Nadiem berujar. Baru-baru ini, Go-Jek pun mengakuisisi tiga startup lokal yang bergerak di sektor financial technology (fintech) untuk memperkuat dompet digital Go-Pay. Ketiganya adalah Kartuku, Midtrans, dan Mapan. ”

Akuisisi ini mengakselerasi penetrasi dan jangkauan Go-Pay ke ranah pembayaran offline melalui Kartuku, ranah pembayaran online melalui Midtrans, dan meningkatkan inklusi finansial bagi masyarakat unbanked melalui Mapan. Kolaborasi ini mendorong percepatan inklusi finansial untuk jutaan orang Indonesia dan meningkatkan produktivitas ekonomi di seluruh penjuru negeri,” ujar Andre Soelistyo, Go-Jek Group President. 

Andre mengatakan, tahun 2018 akan menjadi tahun ketika Go-Pay akan berkembang di luar ekosistem Go-Jek, menyediakan layanan pembayaran yang aman, nyaman, mudah, dan tepercaya, baik secara online maupun offline. Bersama-sama, trio startup tersebut dan Go-Pay memproses transaksi sekitar 5 miliar dollar AS atau setara Rp 67 triliun. Detail transaksi dari setiap layanan tak dirinci. “Dengan akuisisi ini, kami akan bekerja bahu-membahu dengan tiga perusahaan yang memiliki kecocokan visi dan etos. Ini menandai pengembangan yang signifikan atas posisi kami sebagai jantung dari industri fintech Indonesia,” Nadiem menuturkan.



references by kompas

February 21, 2018

Manfaat Ajari Anak Tinggalkan Jejak Positif Di Sosial Medianya

Ketimbang hanya mengajarkan anak-anak mengenai keamanan internet dan mengurangi jejak digital mereka, kita harusnya juga mendorong mereka untuk mengelola jejak digital positif yang akan menjadi aset bagi mereka di masa depan.

Anak-anak zaman sekarang adalah pengguna internet yang produktif. Orang-orang semakin mencemaskan dampak jejak digital di masa depan yang sedang mereka buat sekarang. Sementara banyak diskusi soal ini fokus pada menjaga anak-anak tetap aman, hanya sedikit yang diketahui tentang bagaimana anak-anak mengelola jejak digital mereka.

Meski jejak digital dianggap sebagai beban, bila dikelola dengan baik, bisa menjadi aset. Jejak digital bisa menunjukkan identitas, keterampilan, dan minat. Ini penting dalam era di mana perusahaan “meng-google” pelamar untuk memeriksa identitas mereka dan memverifikasi kesesuaian data mereka. Dalam konteks ini, tidak memiliki jejak digital bisa sama tidak menguntungkannya dengan jejak digital yang dikelola dengan buruk.

Proyek “Best Footprint Forward” menyelidiki apa yang anak-anak ketahui soal jejak digital. Dibuat grup fokus yang terdiri dari 33 anak berusia 10-12 tahun dari tiga sekolah di daerah NSW. Analisis pada grup fokus mengungkapkan, anak-anak memiliki strategi untuk tetap aman dalam jaringan, tapi mereka memerlukan pedoman lebih jauh tentang bagaimana membangun jejak digital yang positif.


Apa yang anak-anak ketahui dan lakukan soal jejak digital
Proyek ini menemukan, meski anak-anak menggunakan internet untuk berbagai tujuan (misalnya mengerjakan PR, bermain, menonton video), aktivitas daring yang paling populer adalah berkomunikasi dengan teman.

Anak-anak tahu bahwa jejak digital itu:

  • apa yang kamu taruh di jaringan akan tetap berada di sana
  • orang  bisa menemukanmu bila kamu meninggalkan informasi yang mengidentifikasi, seperti alamat atau nama lengkap
  • bos akan memeriksa media sosialmu.


Mereka membicarakan soal keamanan kata sandi, jangan menempatkan detail pribadi daring (seperti nama, alamat dan tanggal lahir mereka), memblok orang yang mengganggu mereka, mendapatkan saran dari orang tua, tidak mengklik sesuatu yang bodoh, tidak mengunggah foto wajah mereka. Mereka menunjukkan kesadaran akan kemungkinan konsekuensi dari tindakan mereka.

Implikasi dari kesadaran jejak digital membuat mereka mencoba meminimalkannya, mencoba tidak terlihat daring. Mereka utamanya berkomunikasi dengan satu sama lain melalui Instagram, menggunakannya sebagai layanan pesan. Semuanya kecuali satu anak, mengatur akun mereka privat, dan mengunggah foto yang sangat sedikit. Mereka menggunakannya hanya untuk berbicara.

Sementara anak-anak dalam studi memiliki tingkat kesadaran jejak digital yang tinggi, mereka hanya menyadarinya sebagai liabilitas. Respons mereka tidak meliputi diskusi apa pun tentang manfaat yang ditawarkan oleh jejak digital. Penggunaan ulang mereka pada Instagram sebagai layanan pesan menunjukkan pendekatan yang cerdas dan pragmatis terhadap masalah ini, seperti yang dikatakan oleh seorang anak perempuan dalam studi, “internet selalu menyimpannya”.

Bagaimana cara mengajarkan soal jejak digital yang positif
Anak-anak bisa diajarkan untuk mengkurasi kehadiran daring mereka. Mereka bisa diajarkan secara eksplisit bahwa tidak semua yang mereka lakukan daring perlu disembunyikan. Kurasi adalah soal mengetahui apa yang perlu ditampilkan di publik, dan apa yang harus tetap pribadi.

Sementara ini sudah banyak yang tahu tindakan yang tepat adalah menyimpan percakapan dengan teman dari publik. Tetapi anak-anak juga harus diajarkan bahwa artefak digital yang menunjukkan minat, pencapaian, dan keterampilan mereka bisa bersifat publik dan bisa dikenali. Proyek sekolah, penghargaan, potongan tulisan, dan karya seni digital adalah contoh hal yang baik untuk ditampilkan.

Mengajari anak-anak untuk mengkurasi pencapaian mereka, keterampilan dan beberapa aspek dari identitas digital mereka akan membantu mereka bersiap untuk kebebasan daring yang lebih luas, yang akan datang bersamaan dengan sekolah menengah.

Kapan edukasi jejak digital positif sebaiknya dimulai?
Ada empat alasan mengapa dua tahun terakhir sekolah dasar akan menjadi waktu yang ideal untuk mulai mengajari anak tentang jejak digital positif:

mereka kekurangan informasi mengenai hal ini dan tidak sadar bahwa jejak digital bisa menjadi aset positif untuk masa depan mereka.

anak-anak di usia ini sedang bertransisi dari yang tadinya dominan main game dan menonton video ke penggunaan internet dan media sosial yang lebih kreatif dan menghasilkan karya.

gaya pengasuhan yang berbeda berarti tidak semua anak akan mendapatkan informasi ini di rumah.

kekuatan dari [pesan keamanan siber] yang mereka dapatkan dari sekolah menunjukkan bahwa pengetahuan ini bisa dibangun sehingga anak-anak diberikan pilihan tentang aktivitas daring mana yang sebaiknya tetap tidak terlihat, dan mana yang akan menguntungkan bila ditampilkan.

Ketika ditanya apa yang ingin kamu ketahui tentang internet, seorang anak perempuan di studi ini bertanya:

Bagaimana internet bisa mengubah masa depan kamu?

Ini tepat kena ke jantung masalah. Jejak digital bisa menjadi aset atau beban untuk anak-anak. Membangun pengetahuan dengan memberi mereka pedoman untuk mengkurasi kehadiran daring yang positif bisa sangat membantu mereka membentuk masa depan mereka sendiri.

Rachel Buchanan, Senior Lecturer in Education, University of Newcastle



Sumber asli artikel ini dari The Conversation
frome vemale
photos by https://pixabay.com/en/nokia-lumina-phone-windows-mobile-926756/

December 26, 2017

Dua Pabrik Kabupaten Bandung Tutup Akhir 2017

Jelang akhir tahun, sebanyak dua perusahaan besar yang bergerak di bidang tekstil dan garmen di Kabupaten Bandung tutup beroperasi.


Akibatnya, kurang lebih 1.900 karyawan harus dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara jika ditambah dengan perusahaan kecil, maka total karyawan yang terkena dampak sebanyak 4.000 orang.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung Uben Yunara mengatakan hingga akhir tahun ini, dua perusahaan tutup beroperasi yaitu PT Panasia dan PT Mikitex.

"Mungkin karena penurunan daya beli (mereka tutup), perusahaan besar," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Dome Bale Rame, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (21/12).

Ia menuturkan, saat ini justru yang banyak bertahan adalah perusahaan yang memiliki karyawan di bawah 1.000 orang. Katanya, total perusahaan di Kabupaten Bandung sendiri mencapai kurang lebih 2.000 perusahaan.

Menurutnya, terkait dengan pelaksanaan upah minimun kabupaten/kota mulai berlaku pada awal 2018, sejauh ini belum ada perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK. "Tahun lalu (2016) di Kabupaten Bandung yang mengajukan penangguhan membayar UMK dua perusahaan. Kebanyakan itu dilakukan di bawah tangan," kata Uben.


references by republika

December 24, 2017

Ciri Perusahaan Atau Kantor Akan Bangkrut

Karyawan yang tidak mengalami kenaikan gaji akibat keuangan perusahaan yang buruk sebesar 78,9 persen. Alasan lainnya adalah 15,8 persen kondisi ekonomi, dan 5,3 persen karena efisiensi. 

Bank Dunia menyebutkan persoalan konsumsi rumah tangga di Indonesia lebih dikarenakan beberapa hal yang salah satunya adalah penyesuaian tarif dasar listrik yang terjadi di semester I-2017. Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Frederico Gil Sander mengatakan, penyesuaian tarif dasar listrik (TDL) sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.


"Karena naiknya substansial dan rumah tangga tidak selalu punya daya beli yang kuat ini berpengaruh ke daya beli," kata Frederico di Energy Building, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Hal-hal lain yang mempengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga di Indonesia membuat golongan ekonomi menengah dan ekonomi bawah memilih berhemat dibanding berbelanja yang tak diperlukan untuk bertahan hidup


Tahun 2017, Sudah 170 Perusahaan Tutup di BATAM 

Batam, Kepulauan Riau kembali dihadapkan pada persoalan perusahaan tutup dan pengangguran baru akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kali ini terjadi pada PT Sanmina yang berlokasi di kawasan Mukakuning, Batam.
Terhitung sejak 3 Oktober 2017, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur itu sudah tak beroperasi lagi.

Alasannya, sepi pesanan yang berujung tak ada pekerjaan, membuat perusahaan ini akhirnya memilih tutup.

Pemegang saham diketahui sudah melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS), beberapa waktu lalu. Termasuk juga sudah mengurus akta notaris untuk penutupan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) itu.

"Ya, per 3 Oktober lalu tutupnya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti, yang dikutip dari Tribun Batam, Jumat (6/10/2017).
Setelah PT Sanmina, tak memungkiri akan ada lagi perusahaan yang akan tutup.
Rata-rata perusahaan tutup itu memang karena sepi pesanan atau karena perusahaan induknya tutup.


Tiap Hari Ada 500 Pengendara Ojek Online Baru di Bekasi

Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, memproyeksikan penambahan pengendara ojek online di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi diperkirakan mencapai 500 orang per hari.

"Pada 2017 saja, jumlah ojek online yang kami data melalui pangkalan-pangkalan di Kota Bekasi sudah tembus sedikitnya 5.000 pengendara," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi Gunawan di Bekasi, Jumat (22/12).

Penambahan ojek online itu, kata Johan, diketahui saat ia melakukan koordinasi pengalihan arus angkutan umum dan ojek online di Stasiun Kereta Api Bekasi Jalan Ir H Djuanda Bekasi Timur baru-baru ini. "Penambahan ojek online pengakuan pimpinan paguyuban ojek online," katanya.




Menaker Sebut Perbankan Rentan PHK Pegawai Mulai Tahun Depan

Kementerian Ketenagakerjaan mengaku telah membuat kajian ihwal sektor mana saja yang rentan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Adapun sektor perbankan dianggap sebagai salah satu sektor yang rentan melakukan PHK pada tahun depan.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, gelombang PHK di sektor perbankan tahun depan merupakan imbas dari pergeseran pola bisnis konvensional ke arah digital atau digital disruption. Menurutnya, kondisi ini tak hanya melanda Indonesia. Di Benua Eropa misalnya, 48 ribu orang yang bekerja di sektor perbankan telah dirumahkan.

Selain perbankan, ia juga bilang bahwa sektor ritel pun masih akan melanjutkan PHK besar-besaran di tahun depan dengan alasan yang sama.

“Ini (sektor ritel dan perbankan) terdampak digitalisasi cepat atau lambat. Kalau tidak cepat, maka ini akan menimbulkan goncangan industrial. Kalau bisnis shock, akhirnya tutup. Kalau perusahaan survive, ada manpower shock, yang terjadi malah PHK masif,” jelas Hanif (13/12)

Maka dari itu, ia menuturkan, perbankan sudah harus menyusun skema transformasi bisnis sedari awal agar masa depan tenaga kerja di sektor tersebut tidak bersifat abu-abu. Langkah ini, lanjut Hanif, bukan hanya ditujukan bagi bank yang harus bertekuk lutut akan arus digitalisasi. Namun, ini pun berlaku untuk bank yang juga tengah mengalami sengketa manajemen.

“Oleh karena itu, skema transformasi sangat penting di perbankan. Misalnya, jika transformasi bisnis ada 10 tahap, konsekuensinya kepada tenaga kerja harus dilihat. Kalau ada tenaga kerja yang stay, itu akan diapakan. Kalau dirumahkan, itu akan diapakan. Jadi sudah jelas,” imbuhnya.

Meski demikian, ia yakin PHK akibat digital disruption di sektor ini bisa menciptakan jenis profesi baru. Oleh karenanya, pemerintah juga perlu mengembangkan keterampilan yang baru juga untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan memasuki angakatan kerja.

“Jenis pekerjaan pun harus transformasi ke arah yang baru. Di satu sisi, ini membunuh sebagian pekerjan dan menciptakan yang baru. Makanya harus ada peta profesi mengenai pekerjaan yang hilang dan akan datang di masa depan,” jelas Hanif.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun lalu, ribuan karyawan di sektor perbankan telah kehilangan pekerjaan, karena program pensiun dini.
Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan Nelson Tampubolon mengatakan, pemangkasan karyawan sektor perbankan tahun ini diperkirakan masih akan terjadi, 


Di Eropa, digitalisasi perbankan telah memakan korban ketika bank milik pemerintah Inggris, Royal Bank of Scotland, menutup 259 kantor cabang dan merumahkan 680 karyawannya. Efisiensi dan migrasi ke layanan perbankan digital diklaim sebagai biang keladi keputusan tersebut.

Peristiwa ini menambah panjang deretan lembaga perbankan di Uni Eropa yang menutup kantornya. Dikutip dari Reuters, sepanjang 2016 sejumlah lembaga perbankan di Uni Eropa telah menutup 9.100 kantor cabang dan merumahkan 50 ribu stafnya pada tahun lalu. Menurut Federasi Perbankan Eropa, jumlah kantor cabang yang masih berfungsi normal saat ini turun 4,6 persen.

Di Indonesia, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk telah melirik digitalisasi perbankan dengan meluncurkan aplikasi Jenius Co.Create. "Kami ingin Jenius terus berevolusi untuk menyesuaikan dengan gaya hidup para penyuka digital yang begitu dinamis," kata Digital Banking Head BTPN, Peterjan van Nieuwenhuizen, pekan lalu.

Akibat transformasi BTPN ke sektor digital, layanan kantor kas dan kantor cabang dipangkas. Sepanjang tahun ini, BTPN sudah menutup 51 kantor kas dan satu kantor cabang. Sejak September lalu, perusahaan juga telah membuka kesempatan pensiun dini untuk karyawan yang berminat. Sebagai gantinya, mereka akan merekrut karyawan di bidang teknologi informasi yang memiliki wawasan perbankan.



Isu PHK dan efisiensi , akan membuat iklim kerja disebuah perusahaan atau lingkungan kantor tidak menyenangkan. Sebelum perusahaan benar-benar melakukan PHK, manajemen biasanya mengirimkan sinyal tertentu. Disengaja atau tidak.

Mengutip Caroline Ilahi di ciputraentrepreneurship.com, jika semua ini terjadi di perusahaan tempat Anda bekerja, Anda harus mulai merevisi ulasan Anda.

Inilah tandanya:

1. Penurunan dalam industri
Pada waktu-waktu tertentu, bisnis tertentu akan menghadapi masalah. Pada akhir tahun 2000an, misalnya, industri majalah cetak menggantikan banyak media online. Atau krisis ekonomi akan lebih menekan industri perumahan dan otomotif. Harus waspada jika pihak manajemen berusaha meyakinkan agar krisis tidak menimpa perusahaan.

2. Perusahaan melakukan restrukturisasi besar
Tiba-tiba, departemen Anda berada di bawah yurisdiksi beberapa manajer baru yang belum pernah Anda temui. Lebih berbahaya jika restrukturisasi sudah dilakukan beberapa kali tanpa ada perubahan.

3. Perusahaan membawa konsultan
Entah konsultan manajemen atau ahli efisiensi, keduanya membantu perusahaan beroperasi lebih efisien dan menguntungkan. Mereka membantu perusahaan untuk melihat berapa biaya yang bisa dipotong. Jika konsultan mulai menanyakan apa yang Anda lakukan selama hari kerja, Anda harus mulai khawatir.

4. Perusahaan mulai mencari karyawan outsource
Menggunakan jasa outsourcing adalah jenis tabungan yang dipilih perusahaan. Biasanya PHK akan dilakukan pada karyawan yang bekerja di lokasi dengan biaya tinggi dan pegawai yang lebih senior karena karyawan ini memperoleh gaji lebih tinggi.

5. Perusahaan mengakuisisi perusahaan lain
Perusahaan besar yang membeli perusahaan yang sedang berkembang umumnya memiliki seperangkat perusahaan termasuk HRD, teknologi, administrasi. Pemilik baru akan selalu ingin mengurangi biaya untuk mengimbangi pembelian mereka.

6. Perusahaan mulai memangkas biaya
Perlengkapan kantor yang lebih murah, berhenti menyediakan kopi untuk istirahat, menolak membayar lembur, atau menggunakan pegawai outsource dan memotong anggaran perjalanan dan hiburan bisa menjadi tanda.

7. Keuangan perusahaan dalam masalah
Beberapa perusahaan secara terbuka akan mengungkapkan bahwa perusahaan bermasalah dan mengumumkan pemotongan gaji untuk memotong biaya.

Tapi tidak semua perusahaan yang melakukannya. Di perusahaan besar, laporan keuangan triwulanan pesimis, penurunan harga saham atau berita yang ditulis oleh media massa dapat menunjukkan tanda-tanda tidak langsung tertekan perusahaan.




references by berbagai sumber

April 26, 2017

Angka & Data Pengangguran 2017

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerha dan Transmigrasi (KUKM-Nakertrans) Kota Yogya mencatat sedikitnya terdapat 6.721 pengangguran di Kota Yogyakarta pada tahun 2017. Hingga kini, pihak pemerintah kota (Pemkot) setempat terus mencari terobosan agar bisa mengentaskan pengangguran dan mencetak wirausaha.


Berdasarkan data Dinas KUKM-Nakertrans setempat, saat ini terdapat sekitar 184.921 angkatan kerja yang ada di Kota Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, 6.721 di antaranya merupakan pengangguran. Hanya saja, pihak dinas terkait belum mengetahui data jumlah pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan.

“Saat ini kami belum memiliki data breakdown pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan,” ujar Kepala Dinas KUKM-Nakertrans setempat, Lucy Irawati, Minggu (9/4/2017) siang ini.

Lucy menyebutkan jika jumlah pengangguran di Kota Yogya dalam kondisi fluktuatif, artinya tren dari tahun ke tahunnya bisa naik dan turun. Namun, dia mengungkapkan jika di tahun 2015 hingga 2016 ada penurunan pengangguran.

“Namun, untuk angkanya saya tidak tahu persis,” ulasnya.

Meski belum ada pendataan penganggur berdasar pendidikan. Akan tetapi, pihak dinas terkait memiliki data pencari kerja pada tahun 2016 lalu. Dari data pencari kerja sebanyak 1.472 orang, 45,79 persen diantaranya berasal dari lulusan SMA.

Bahkan, 36,28 persen lainnya adalah pencari kerja dari lulusan sarjana. Adapun, untuk lulusan diploma 11,21 persen dan lain-lain 6,72 persen.

Sejauh ini, pihaknya pun berupaya untuk mengentaskan pengangguran dan pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan layak.

Menurutnya, selama ini, kesulitan pencari kerja itu terkait informasi serta lowongan kerja yang sangat terbatas.

Tetapi, di sisi lain pemberi kerja, tambahnya, kadang juga kesulitan mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan sesuai kebutuhan perusahaan.

Salah satu terobosan yang akan diterapkan adalah dengan rencana memasang informasi lowongan kerja secara online.

Pembuatan informasi secara online, kata dia, adalah salah satu sarana untuk memudahkan pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja.

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Batam Yoni Mulyo Widodo mengatakan, jumlah perusahaan yang masuk tahun ini masih jauh dari harapan. Menurut data yang dipaparkannya, setidaknya ada 100.000 tenaga kerja yang tidak diperpanjang kontrak atau di PHK sepanjang 2017 ini.
Rata-rata adalah korban dari lesunya industri galangan kapal di Batam. Sementara 32 perusahaan elektronik yang ada di Batam, menurutnya masih beroperasi tanpa pengurangan tenaga kerja. “Di Tanjunguncang hampir semua galangan kapal mati suri karena tak ada order sama sekali. Sekaran memang posisi bertahan banget,” kata Yoni.

Ribuan Usia Produktif di Kota Sukabumi Masih Menganggur


Ribuan warga Kota Sukabumi masih belum terserap dunia kerja atau pengangguran. Jumlah pengangguran tersebut akan makin naik seiring dengan momen kelulusan pelajar SMA maupun SMK.

‘’Angka pengangguran khususnya di usia produktif diperkirakan berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang,’’ ujar Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Kota Sukabumi Iyan Damayanti kepada wartawan Senin (3/4).

Data tersebut berdasarkan jumlah warga yang membuat kartu pencari kerja atau kartu kuning ke Disnaker pada rentang waktu Januari hingga awal April 2017. Menurut Iyan, angka pengangguran ini akan mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat pada Mei dan Juni mendatang.

Pasalnya, pada waktu tersebut merupakan momen kelulusan bagi pelajar SMA dan SMK.Untuk menekan angka pengangguran terang Iyan, pemkot menggelar bursa kerja yang mempertemukan antara pencari kerja dengan sejumlah perusahaan. Ia menerangkan bursa kerja yang digelar pada 2017 ini menyediakan lowongan kerja sebanyak 6.488 lowongan dari 30 perusahaan.

Iyan mengungkapkan, pada tahun ini pemkot belum menghitung jumlah target penyerapan tenaga kerja. Sementara pada 2016 lalu pemkot berhasil melakukan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.100 orang.

Ditambahkan Iyan, pemkot mengimbau agar para pencari kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan segera melaporkan diri ke Disnaker. Jangan sampai lanjut dia data penganggur cukup banyak padahal sebagian diantaranya sudah kerja atau terserap pasar kerja.

Di tempat terpisah, jumlah pengangguran di Kabupaten Sukabumi sedikit lebih banyak dibandingkan Kota Sukabumi yakni sekitar 6.000-an orang. Angka tersebut pun akan bertambah besar seiring dengan kelulusan pelajar tingkat SMK maupun SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

‘’Data yang kami himpun jumlah pengangguran masih tersisa sekitar 6.060 orang,’’ ujar Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Tatang Arifin. 

Angka pengangguran tersebut bersumber dari jumlah pencari kerja yang membuat kartu kuning atau kartu pencari kerja di Disnakertrans. Tatang menerangkan, jumlah pembuat kartu kuning tersebut dikurangi dengan angka penyerapan tenaga kerja di sepanjang 2016 lalu.

Pada tahun lalu jumlah pencari kerja yang terdaftar mencapai sebanyak 20.076 orang. Sementara angka penyerapan tenaga kerja hanya mencapai 14.016 orang yang ditempatkan di sejumlah perusahaan yang ada di Sukabumi maupun luar daerah.

Sehingga, lanjut dia, masih tersisa sebanyak 6.060 orang pencari kerja yang belum tersalurkan terdiri atas 9.891 orang laki-laki dan 10.185 orang perempuan. Jumlah itu, kata dia, belum ditambah dengan pencari kerja yang membuat kartu kuning pada Januari hingga Maret 2017 lalu.

Pengangguran di Jatim Kecil Tapi Kemiskinan Tinggi

Jumlah penduduk yang masuk kategori miskin di Indonesia mencapai 28 juta jiwa. Daerah yang angka kemiskinan masih cukup tinggi yakni di Jawa Timur, terutama penduduk miskin di pedesaan. Sedangkan penduduk miskin di perkotaan di Jatim cukup rendah.

"Penduduk miskin di perkotaan di Jawa Timur ini kecil. Tapi penduduk miskin di pedesaan di Jawa Timur ini cukup tinggi," kata Menteri PPN/Kepala Beppenas Bambang Brodjonegoro saat mengisi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 di Ballroom, Grand City, Surabaya, Rabu (12/4/2017).

Bambang menambahkan, jumlah pengangguran di Jawa Timur juga kecil. Namun, jumlah penduduk miskin cukup tinggi. Menurutnya, itu menunjukkan gaji atau pendapatan masyarakat masih rendah.

"Artinya orang kerja di Jawa Timur, upahnya rendah. Kenapa rendah, karena bekerja di sektor pertanian. Lahan garap pertanian rata-rata 0,5 hektar," ujarnya.

Dengan kondisi pengangguran rendah tapi penduduk miskin masih cukup tinggi, Bambang juga mengingatkan kepada kepala daerah kabupaten dan kota di Jatim, untuk lebih memperhatikan tentang kondisi kemiskinan warganya.

"Ini yang harus dipikirkan bapak ibu untuk masuk ke masing-masing SKPD baik di kabupaten dan kota. Bagaimana bisa memberdayakan di sektor pertanian, supaya ekonomi tumbuh dan kemiskinan berkurang," tandasnya.

Ia menambahkan, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Jawa Timur untuk bisa tumbuh cepat pertumbuhan ekonominya dan bisa mengurangi kemiskinan dengan jumlah besar.

"Ini respon data yang terus terang akan mengagetkan pak Gubernur. Memang ini tidak mudah mengurangi kemiskinan di wilayah yang penduduknya besar," jelasnya.

Hingga April, Data Disnaker Ada 23 Perusahaan Tutup.

Angka pengangguran di Kota Batam tampaknya kian bertambah pada 2017 ini. Menyusul semakin banyak perusahaan yang tutup.

Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mencatat, sejak Januari hingga pertengahan April 2017, setidaknya ada 23 perusahaan yang tutup. Dari jumlah itu, sebanyak 889 karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Semuanya (23 perusahaan) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Totalnya 248 karyawan laki-laki, selebihnya dari 889 itu perempuan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti kepada Tribun, Jumat (14/4) saat ditemui di Nagoya.

Ia mengatakan, ada beberapa penyebab ke-23 perusahaan itu tutup. Sebab utamanya lantaran tidak ada proyek. Disamping telah habis masa kontrak dengan perusahaan induk.

"Dia begini, kalau perusahaan induknya tutup yang di bawah-bawahnya itu otomatis ikut tutup," ujar dia.

Ke-23 perusahaan tutup itu bergerak di berbagai bidang jasa. Seperti konstruksi, pabrikan, perdagangan, industri percetakan dan lain sebagainya. Menurut Rudi, untuk hak-hak karyawan yang di-PHK telah dibayarkan pihak perusahaan.

"Sudah dibayarkan hak-hak karyawannya, baru dia melapor ke kita," kata Rudi.

Tutupnya ke-23 PMDN di Kota Batam itu, menambah daftar panjang perusahaan tutup di Kota Batam. Jika melihat angka perusahaan tutup selama tiga tahun terakhir, memang mengalami peningkatan. Tak ayal lagi, angka pengangguran di Batam juga kian meningkat. Sementara lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas.


Jumlah penganguran di Kabupaten Kepulauan Sangihe memprihatinkan. Dari data yang berhasil dihimpun pengangguran di Sangihe di tahun 2017 mencapai 2.618 orang.


2.618 Warga Kabupaten Sanggihe Pengangguran


Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Ternaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Serny Lalu SE. Menurut Lalu, jumlah 2.618 pengangguran terdiri, 1.821 pria dan 797 perempuan. “Dan hal ini sangat memprihatinkan, sehingga sebagai instansi terkait, kami masih berupaya untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Sangihe," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Sangihe Edwin Roring SE menuturkan, untuk menekan angka pengangguran, sebagai pemerintah harus menyediahkan lapangan pekerjaan baik itu dari sektor pemerintah maupun swasta. “Dan dari pemerintah sendiri banyak program yang akan diarahkan untuk penanggulangan pengangguran, mengingat Upah Minimun Provinsi (UMP) sudah sangat tinggi. Melalui pekerjaan pembangunan infrastruktur, bantuan perikanan, pertanian, perkebunan dan usaha kecil menengah,” ujarnya.

Saat ini kata Roring, Pemkab Sangihe juga berupaya  supaya ada Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Sangihe dan ini sementara diperjuangkan ke Kementerian Tenaga Kerja melalui Disnakertrans. “Sehingga masyarakat khususnya SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sarjana dituntut supaya memiliki jiwa interpreniur yang dapat menciptakan lapangan kerja dan nantinya akan difasilitasi oleh pemerintah,” tandasnya.

Jumlah Pengangguran Terbuka di Jabar 1,8 Juta Orang

Lebih dari 50% pengangguran terbuka di Jawa Barat (Jabar), khususnya yang berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP), memilih untuk bekerja secara mandiri. Saat ini jumlah pengangguran terbuka di Jabar mencapai 1,8 juta orang.

Pengangguran terbuka adalah angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan. Pengangguran ini terjadi karena angkatan kerja tersebut belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal atau dikarenakan faktor malas mencari pekerjaan atau malas bekerja.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Ferry Sofwan Arif. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Pelatihan Kerja Mandiri Minat Usaha Tata Boga yang diselenggarakan Balai Pelatihan Kerja Mandiri (BPKM) Jabar di Bandung, belum lama ini. Menurut dia, kerja mandiri juga sudah mulai menjadi pilihan sadar sejumlah lulusan pendidikan tinggi.

"Kami juga terus berupaya untuk mendorong semakin banyak pencari kerja memilih untuk menjalankan usaha mandiri dan tidak hanya berorientasi untuk mendapatkan pekerjaan sebagai profesional," katanya.

Dengan demikian, menurut dia, bukan hanya mendapatkan penghasilan, sebagai pemilik sebuah unit bisnis, mereka bisa berkontribusi dalam perluasan kesempatan kerja di Jabar. Lebih jauh, mereka bisa berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Jabar. "Banyak sektor yang potensial untuk dimasuki. Salah satu yang prospektif di Jabar adalah usaha di sektor kuliner," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, per Agustus 2016 jumlah pengangguran terbuka (TPT) Jabar tercatat sebanyak 1.873.861 orang. Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah TPT Jabar meningkat sebanyak 78.987 orang, dari 1.794.874 orang pada Agustus 2015.

Pada periode tersebut Jabar memiliki angkatan kerja sebanyak 21.075.899 orang, naik sebanyak 489.543 orang dibandingkan Agustus 2015 yang tercatat sebesar 20.586.356 orang. Tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 60,65%. Total penduduk Jabar mencapai 46,7 juta jiwa.

Salah satu upaya yang digelar Disnakertrans Jabar untuk mendorong semakin banyaknya pencari kerja yang menjalankan usaha mandiri, menurut Ferry, pihaknya mengelar pelatihan kerja mandiri dengan minat usaha tata boga. Pelatihan tersebut, menurut dia, digelar untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan, keterampilan dan jiwa wirausaha masyarakat Jabar dalam rangka membentuk kelompok rintisan kerja/usaha mandiri.

Kepala BPKM Jabar, Pupun Saefunudin, mengatakan bahwa pelatihan diikuti sebanyak 30 peserta. Mereka mendapatkan pelatihan untuk mengolah aneka makanan seperti roti, cheese stick, cookies, dan camilan. "Kenapa fokusnya tata boga? Karena sektor kuliner sangat prospektif untuk dikembangkan di Jabar. Pasarnya luas karena Jabar sudah terkenal akan kelezatana kulinernya," tutur Pupun.

Setelah mengikuti kegiatan pelatihan kerja mandiri, menurut dia, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pameran. Salah satunya diikutsertakan pada Gelar Produk Wirausaha Baru (WUB) Jabar pertengahan Maret lalu. Tujuannya, untuk memberikan gambaran sekaligus pengalaman nyata dalam melaksanakan aktivitas usaha yang akan dirintis.

Pengangguran Terbanyak Lulusan SMK dan Sarjana

Penggangguran terbuka di NTB terbanyak berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan lulusan strata satu (S1).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat, pada Februari 2017, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada penduduk dengan pendidikan SMK menempati posisi tertinggi, yaitu sebesar 11,12 persen, disusul oleh TPT universitas sebesar 6,99 persen.

Sementara TPT terendah terdapat pada penduduk dengan tingkat pendidikan SD kebawah sebesar 1,84 persen.

Kepala Seksi Statistik Kependuduan BPS Provinsi NTB, Indra Dewi menyebut jumlah angkatan kerja di Provinsi NTB pada Februari 2017 mencapai 2.520,067 orang bertambah sekitar 56.340 orang, jika dibandingkan dengan angkatan kerja Agustus 2016 ya

ng berjumlah 2.464.033 orang. Serta bertambah sekitar 138.005 orang, jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2016.

"Secara umum jumlah pengangguran pada Februari 2017 di NTB terjadi penurunan," kata Dewi, seperti diberitakan Radar Lombok (Jawa Pos Group).

Jika melihat jumlah penduduk yang menganggur untuk yang berpendidikan sarjana pada tahun 2016 sebesar 2,71 persen, maka pada Februari 2017 justru tingkat pengangguran terbuka untuk sarjana ini meningkat cukup drastis, yakni mencapai 6,99 persen.

Kenaikan tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi juga dialami lulusan SMK. Dimana pada tahun 2016 jumlah TPT lulusan SMK sebesar 5,19 persen meningkat tajam di Februari tahun 2017 menjadi sebesar 11,12 persen.


Justru untuk lulusan diploma kecenderungannya jumlah TPT mengalami penurunan. Dimana pada Februari 2016, jumlah TPT sebesar 4,61 persen maka pada Februari 2017 ini menurun menjadi 2,78 persen.

Begitu juga TPT dengan pendidikan SD dan SMP juga cukup rendah masing masing 3,17 persen untuk SMP dan 1,84 persen untuk SD.

Sementara itu jumlah penduduk yang bekerja di NTB pada Februari 2017 mencapai 2.423.045 orang, bertambah sekitar 56.140 orang jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016 yang berjumlah sekitar 2.367.031 orang.

Serta bertambah sekitar 128.001 orang, jika dibandi ngkan dengan keadaan Februari 2016.

Dijelaskan, TPT di NTB pada Februari 2017 mencapai 3,86 persen. Kondisi ini lebih rendah jika dibandingkan dengan TPT Agustus 2016 sebesar 3,94 persen.

Dikatakannya, pada Februari 2017, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di NTB adalah sektor pertanian yaitu sekitar 42,20 persen, diikuti oleh sektor perdagangan sekitar 21,79 persen, sektor jasa sosial kemasyarakatan dan jasa perorangan sekitar 16,05 persen, serta sektor industri sekitar 7,29 persen.

Berdasarkan jumlah jam kerja, pada Februari 2017, penduduk yang bekerja pada kelompok 35 jam keatas perminggu mencapai 1.477.052 orang atau 60,97 persen.

Sementara dalam setahun terakhir, pekerja tidak penuh atau jumlah jam kerja kurang dari 35 jam per minggu berkurang sekitar 7.120 orang.


Selanjutnya pada Februari 2017, penduduk bekerja masih didominasi oleh penduduk yang berpendidikan SD kebawah yaitu sekitar 1.177.060 orang ata 48,59 persen. Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sekitar 245.270 orang mencakup 49.150 orang atau 2,03 persen berpendidikan Diploma dan 196.120 orang atau 8,09 persen berpendidikan sarjana


Ini Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terendah di Indonesia

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) per Agustus 2017 mencapai 3,32% atau turun 0,62% dibanding posisi Agustus 2016 yang sebanyak 3,94%.

Angka pengangguran terbuka 3,32% tersebut menempatkan NTB ke posisi ke-6 sebagai provinsi dengan angka pengangguran terendah dari 33 provinsi di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan Gubernur NTB Zainul Majdi atau biasa disapa Tuan Guru Bajang yang berhasil menurunkan tingkat  pengangguran terbuka di provinsinya.

Sementara itu, provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi diraih Maluku dengan persentase 9,29%, adapun provinsi dengan tingkat pengangguran terendah adalah Bali dengan persentase sebesar 1,48%.

Menurut data BPS, rata-rata tingkat pengangguran secara nasional per Agustus 2017 berada pada angka 5,5%. Persentase secara nasional tersebut jauh lebih tinggi daripada angka pengangguran di Provinsi NTB yang hanya 3,32%.

Guru Besar Ekonomi Universitas Padjajaran Bandung Ina Primiana menilai provinsi-provinsi seperti NTB bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk menurunkan angka penganggurannya.

Menurut dia, keberhasilan daerah menurunkan tingkat pengangguran terbuka tentunya tidak terlepas dari peran para pemimpinnya, termasuk seorang gubernur.

"Seorang kepala daerah haruslah mampu melihat potensi lokal yang bisa dijadikan lokomotif kegiatan perekonomian di daerahnya untuk membuka lapangan kerja," katanya, Selasa (14/11/2017).


Pengangguran di RI Bertambah 10.000 Jadi 7,04 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan jumlah pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang dari 128,06 juta orang angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja ini bertambah 2,62 juta orang dibanding Agustus tahun lalu yang sebanyak 125,44 juta orang.

Adapun jika dihitung, angka pengangguran pada Agustus 2017 ini meningkat sekitar 10.000 orang jika dari total angkatan kerja pada Agustus 2016 yang mencapai 125,44 juta orang. Meski demikian, secara persentase angka tingkat pengangguran turun di mana pada Agustus tahun lalu 5,61%, dan pada Agustus 2017 menjadi 5,50%.

Jika dihitung lebih rinci lagi, pengangguran pada Agustus 2016 dari total angkatan kerja yang mencapai 125,44 juta orang, angka penganggurannya 5,61% atau 7,03 juta orang. Sedangkan pada Agustus 2017 jumlah angkatan kerja 128,06 juta dengan pengangguran 5,50% atau 7,04 juta orang.

Shuariyanto mengatakan, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 192,08 juta orang, di mana 128,06 juta orang merupakan angkatan kerja dan yang bekerja sebanyak 121,02 juta orang atau 7,04 juta orang pengangguran.

Angkatan kerja merupakan masyarakat yang tergolong di usia yang siap bekerja. Pada Agustus 2017 terdapat 192,08 juta orang yang masuk sebagai penduduk usia kerja. Dari total itu, terdapat 128,06 juta orang angkatan kerja dan 64,02 juta bukan angkatan kerja.

"TPT pada Agustus 2016 ke Agustus 2017 turun dari 5,61% ke 5,50%, tapi angka absolutnya naik sedikit 10 ribu, bisa dibayangkan dalam setahun itu jumlah angkatan kerja yang masuk adalah 3 juta, kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Pria yang diakrab disapa Kecuk ini menyebutkan, dari angkatan kerja yang jumlahnya 128,06 juta otang ini, sebanyak 121,02 juta merupakan pekerja, dan 7,04 juta orang merupakan pengangguran.

"Struktur tenaga kerjanya ini menunjukkan dari total berusia kerja 192,08 juta, 128,06 juta angkatan kerja, 64,02 juta bukan angkatan kerja, dari angkatan kerja 121,02 juta dan yang nganggur 7,04 juta orang," tambah dia.

Dia merinci, dari 121,02 juta orang yang bekerja pada Agustus 2017, sekitar 87,20 juta orang merupakan pekerja penuh, 24,68 juta orang pekerja paruh waktu, dan 9,14 juta orang setengah menganggur.

Tujuh Juta Sarjana Baru di Indonesia Nganggur

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, sekitar 8,8 persen dari total tujuh juta pengangguran di Indonesia merupakan sarjana yang menganggur pasca lulus kuliah. Melihat angka tersebut, Menteri Nasir menilai hal ini sangat mengkhawatirkan.

Nasir juga menyampaikan setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah sarjana, namun sedikit yang langsung diterima bekerja.

Untuk itu, Nasir mengatakan bahwa memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas merupakan agenda utama pemerintah kedepan dalam membuat kebijakan.

“Kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu era disrupsi teknologi, era berbasis Cyber Physical System. Ini merupakan tantangan baru yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya," ucap Nasir dalam keterangan resminya, Minggu (26/3/2018).

Lebih lanjut Menteri Nasir katakan bahwa perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia yang unggul diharapkan dapat berkontribusi pada upaya peningkatan daya saing bangsa. Pasalnya Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sumber penguatan ekonomi bagi bangsa Indonesia.

Menteri Nasir juga klaim, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan daya saing bangsa. Di bidang pendidikan tinggi, Ia menyampaikan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan tinggi serta berwawasan global.

"Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan sumberdaya yang mampu bersaing secara global," ujar Menristekdikti.

Sementara, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengatakan, sistem Samsat Digital dan Pembayaran Non Tunai itu salah satu bentuk kreasi dan inovasi dari Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Idham yakin, sistem itu akan mempermudah dan mempercepat pelayanan yang selama ini masih terkesan lama.


"Pada era informasi dan globalisasi setiap institusi pemerintah berupaya untuk merebut public trust, kepercayaan masyarakat selaku pemegang kekuasaan tertinggi, hal tersebut bertujuan agar institusi pemerintah agar tetap surveve dalam memegang amanah dan tanggung jawab," tuturnya.



630.000 Orang Sarjana Masih Menganggur

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mencatat sekitar 8,8% dari total 7 juta pengangguran di Indonesia adalah sarjana. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin ketat dengan datangnya Revolusi Industri 4.0.

Selain bersaingan dengan mesin berbasis teknologi canggih, sekitar 630.000 sarjana pengangguran tersebut juga harus beradu kompetensi dan keahlian tertentu dengan pekerja asing yang datang dari terbukanya pasar bebas. Perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia yang unggul diharapkan dapat memberi kontribusi besar terhadap upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sumber penguatan ekonomi nasional. Membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya yang terus diupayakan pemerintah harus didukung dengan kompetensi lulusan kampus yang berdaya saing global. Keahlian para sarjana harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ia menyatakan, Kemenristekdikti terus berupaya mendorong peningkatan daya saing bangsa, seperti merevitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Menurut dia, perguruan tinggi berperan strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan tinggi serta berwawasan global. "Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan sumberdaya yang mampu bersaing secara global," ujar Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin 26 Maret 2018.

Tantangan baru
Nasir menuturkan, perguruan tinggi dan para mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan disrupsi teknologi jika ingin bertahan dalam persaingan. Menurut dia, jumlah sarjana yang lulus setiap tahun tak sebanding dengan serapan tenaga kerja. Lapangan kerja yang terbatas membuat persaingan semakin ketat.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas merupakan agenda utama pemerintah kedepan dalam membuat kebijakan. Kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu era disrupsi teknologi, era berbasis cyber physical system. Ini merupakan tantangan baru yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN untuk mempersiapkan SDM-nya," ucapnya.

Kesulitannya sarjana menembus dunia kerja karena relevansi antara mutu perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri masih rendah. Kemenristekdikti mendata, tahun lalu, jumlah tenaga kerja lulusan perguruan tinggi hanya sebesar 17,5%. Persentase tersebut jauh lebih kecil ketimbang tenaga kerja lulusan SMK/SMA yang mencapai 82%, sedangkan lulusan SD mencapai 60%.

Pemetaan serapan tenaga kerja tersebut hampir tak akan berubah setidaknya dalam kurun 5 tahun ke depan. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, mengatakan bahwa saat ini lulusan perguruan tinggi turut menyumbang pengangguran yang menjadi beban negara. Ia menjelaskan, relevansi lulusan perguruan tinggi terhadap kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam upaya mencegah sarjana menganggur.






DATA AKAN TERUS DIUPADATE 
JIKA ADA DATA TERBARU




references by
http://jogja.tribunnews.com/2017/04/09/jumlah-pengangguran-di-yogyakarta-tercatat-sebanyak-6721?page=2

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/04/03/ontqwc284-ribuan-usia-produktif-di-kota-sukabumi-masih-menganggur

 https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3472893/menteri-ppn-pengangguran-di-jatim-kecil-tapi-kemiskinan-tinggi

 http://batam.tribunnews.com/2017/04/14/hingga-april-data-disnaker-ada-23-perusahaan-tutup-disnaker-cari-peluang-ke-johor

 http://manadopostonline.com/read/2017/04/13/2618-Warga-Pengangguran/22242

http://www.jpnn.com/news/wouw-pengangguran-terbanyak-lulusan-smk-dan-sarjana

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3715236/pengangguran-di-ri-bertambah-10000-jadi-704-juta-orang

 
Like us on Facebook