Intovert cenderung memendam rasa, meski bibir mengucap iya namun sebenarnya dalam hati tidak. Dan ia akan menyayangi benda atau apapun hasil kerja kerasnya sendiri. Meski dibelikan barang baru, tidak akan sama. introvert lebih menyukai hasil dari jerih payahnya sendiri. Karena memiliki nilai historis dan kebahagiaan tersendri Dikhianati orang yang ia percaya bisa menimbulkan kekecewaan sangat sangat mendalam bagi orang-orang introvert
Kisah bocah di Cirebon, Jawa Barat mengalami depresi akibat handphone dan sepeda dari hasil tabungannya dijual oleh orang tua menjadi viral di media sosial.
Kisah itu menjadi sorotan setelah diunggah oleh YouTuber Pratiwi Noviyanthi di kanal pribadinya pada Rabu (8/5/2024). Bocah bernama Arya Randi Pratama (13) itu diduga depresi karena kecewa terhadap orang tuanya.
Sebab, ibunya menjual handphone milik Arya yang dibelinya sendiri dari hasil menabung karena terpaksa oleh keadaan ekonomi.
Arya mengalami depresi dengan gejala mudah marah hingga mengamuk dan merusak barang-barang di dalam rumah.
Kejadian ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.
Saat itu, Arya baru dua bulan duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua RT di Kampung Gunungsari Bedeng RT 4 RW 7, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Ajat Supriadi.
"Arya itu sebenarnya normal, tapi peristiwa itu terjadi ketika Arya memasuki kelas VI, waktu itu baru dua bulan-lah tiba-tiba kehilangan HP dari jerih payahnya sendiri," ujar Ajat.
Kata Ajat, Arya mengumpulkan uang dari kotak amal di masjid setiap hari Jumat dan setelah beberapa bulan, ia berhasil membeli handphone sendiri.
"Namun, kebahagiaan Arya tidak berlangsung lama. HP yang sudah ia
beli itu dijual oleh orang tuanya, membuat Arya mulai terganggu pola
pikirnya dan malas bersekolah," ucapnya.
Saat itu, keluarga Arya kebingungan dengan kondisi yang dialami Arya.
Ajat menyampaikan, saat itu keluarga Arya kemudian meminta solusi kepada RT dan RW setempat agar Arya bisa sehat lagi.
Dengan antusias, RT, RW dan masyarakat sekitar berusaha membantu Arya dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan.
Kondisi memilukan menimpa seorang anak lelaki berusia 13 tahun di Cirebon Jawa Barat yang mengalami depresi sampai putus sekolah. Banyak yang mengira kalau anak tersebut depresi karena ponsel miliknya dijual sang ibu untuk kebutuhan sehari-hari.
Ternyata masalahnya lebih besar dari sekadar kehilangan ponsel. Kondisi ekonomi keluarga anak tersebut serba kekurangan. Sebagai seorang anak yang emosi dan psikologisnya belum sepenuhnya matang dan masih dalam tahap pertumbuhan, masalah ekonomi yang dihadapi terlalu besar baginya.
Pemerintah setempat mencoba membantu dengan memberi pendampingan. Kasus ini membuat banyak orang ibu, bahkan sampai ke telinga Presiden Joko Widodo. Depresi pada anak seringkali tak disadari orangtua.
Sampai muncul gejala yang ekstrem seperti pada bocah di Cirebon yang mengamuk di sekolah. Sebenarnya, seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami depresi.
depresi pada anak dapat membatasi kemampuannya untuk beraktivitas secara normal. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari masalah keluarga, bullying, kekerasan, pelecehan, perceraian orang tua, kematian orang terdekat, hingga gangguan mental. Gejala Depresi Pada Anak yang Tak Boleh Disepelekan
Saat terjadi perubahan besar pada kehidupan anak, seperti ketika pindah sekolah/ rumah, ditinggalkan orang terdekat, perceraian orangtua atau masalah keluarga yang berat dan anak mengalami perubahan sikap, penting untuk terus mendampinginya. Bagi banyak anak, masalah berat kadang sulit diterima dan mereka hanya diam saja karena sangat kebingungan.
Diamnya anak bukan berarti dia baik-baik saja. Justru bisa jadi tanda kalau anak sebenarnya dalam kondisi stres berat yang jika dibiarkan bisa berujung pada depresi berat. Untuk gejala depresi pada anak bisa berupa psikis dan fisik.
Gejala psikis yang bisa terlihat ketika anak mulai depresi antara lain anak jadi lebih mudah marah, terutama ketika ditegur. Tampak sangat murung sedih dan lebih suka menyendiri.
Pada kasus yang berat, anak juga punya kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Sementara gejala depresi fisik pada anak bisa ditandai dengan anak yang kerap mengeluh kelelahan, sakit perut, sakit kepala, tak mau makan, dan berat badannya turun drastis tanpa alasan yang jelas.
Melihat dari raut wajah dan gejala depresinya yang selalu mencari ibu, ingin mati dan marah-marah mengamuk, ia kehilangan sosok seorang Ibu yang ia percayai, namun berkhianat.. malah tega menjual benda kesayangan + hasil kerja kerasnya sendiri
Dengan era teknologi yang masif seperti sekarang ini, akses menuju sosial media seseorang maupun video sangat mudah, bagi sebagian pria bisa dijadikan sebagai area untuk melakukan selingkuh. Perselingkuhan merupakan masalah yang kerap muncul di tengah hubungan antara pria dan wanita. Bahkan, banyak kasus perceraian rumah tangga atau kandasnya hubungan asmara sering dikarenakan persoalan orang ketiga.
Tak hanya kalangan artis, kalangan biasapun kian banyak didapati orang-orang yang selingkuh dan hampir tiap hari diberita online banyak berita tentang kasus perselingkuhan. Yang lebih nekat adalah mereka yang sudah memliki anak tapi nekat dan tak peduli akan hubungan terlarang. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa pria sejatinya dapat memilih untuk tidak berselingkuh. Meski demikian, ada saja pria yang tetap berselingkuh dari pasangannya. Weiss mengutarakan, segala macam dinamika dapat berperan dalam keputusan pria untuk terlibat dalam perselingkuhan. Namun, pada umumnya, pilihannya untuk berselingkuh atau menipu pasangan didorong oleh satu atau lebih faktor berikut:
Cinta tidak hanya melibatkan emosi, begitu kata antropolog biologis, Helen Fisher, dikutip dari konferensi TED tahun 2006. Menurut Fisher, cinta juga melibatkan sistem kerja otak yang terkait dengan seks dan reproduksi. Kedua sistem ini yang bisa menjelaskan mengapa manusia mampu melakukan perselingkuhan, bahkan di saat kita begitu menghargai cinta.
Cinta, menurut Fisher, adalah dorongan. Cinta berasal dari motor otak, bagian otak yang menggerakkan kebutuhan dan hasrat, bagian otak yang memainkan perasaan ngidam. Jenis bagian dari pikiran ketika Anda meraih sepotong cokelat, ketika Anda ingin memenangkan promosi di tempat kerja. Penggerak otak.
Dalam konferensi tersebut, Fisher menjelaskan cinta seperti ketergantungan, bagaimana frase “cinta itu buta” (sedikit) ada benarnya. Saat Anda jatuh cinta, tidak hanya orang ini memiliki makna khusus untuk diri Anda, Anda memfokuskan seluruh jiwa dan raga, serta perhatian Anda pada mereka. Anda bisa dengan fasih mengurutkan apa saja yang Anda tidak sukai dari dirinya, tapi kemudian Anda tidak mengacuhkan itu semua, selain terpaku pada setiap gerakannya.
Anda memuja dirinya, namun Anda juga memiliki energi yang besar dalam diri Anda. Sehingga, setiap kali sesuatu yang berkaitan dengan orang yang Anda cinta berjalan mulus, Anda akan merasa seperti di langit ketujuh. Sebaliknya, jika tidak ada yang berjalan sesuai rencana, Anda merasa hancur. Sebuah kecanduan nyata pada orang tersebut. Hal ini mungkin diakibatkan karena peningkatan aktivitas dopamin dalam otak.
Anda juga menjadi sangat posesif secara seksual dengan dirinya. Tetapi, karakteristik utama dari cinta romantis adalah kebutuhan: suatu keinginan yang kuat untuk terlibat dalam satu hubungan dengan orang ini, bukan hanya secara seksual, tetapi juga emosional. Seks adalah nilai tambah, di samping itu Anda ingin dia untuk menghubungi Anda, mengajak Anda berkencan, dan seterusnya, untuk memberi tahu Anda bahwa ia mencintai Anda. Ciri utama lainnya adalah motivasi. Motor di otak mulai bekerja, dan Anda menginginkan orang ini. Terakhir, cinta adalah obsesi.
Untuk membuktikan teorinya, Fisher beserta tim penelitinya melakukan pemindaian otak 32 partisipan di dua situasi: saat mereka melihat foto orang yang mereka cintai secara romantis (bukan hubungan keluarga langsung) dan aktivitas lain yang berusaha melepas pikiran mereka dari orang-orang tersebut. Hal ini dilakukan untuk bisa melihat otak yang sama dalam keadaan rangsangan tinggi dan beristirahat. Hasilnya, foto orang yang dicintai bisa mengaktifkan kerja otak secara serentak, khususnya membangkitkan wilayah otak yang sama saat Anda mencandu kokain.
Manusia memiliki tiga sistem otak primer yang berhubungan dengan cinta. Pertama, dorongan seks, yang berevolusi untuk memotivasi seseorang untuk memenuhi kepuasan seks dengan berbagai partner. Kedua, cinta romantis yang memotivasi seseorang untuk memfokuskan energi kawin mereka pada pasangan spesifik, sehingga menghemat waktu dan energi. Ketiga, keterkaitan. Keterkaitan berevolusi untuk mendorong Anda dan pasangan Anda untuk bersama setidaknya cukup lama untuk membangun sebuah keluarga sebagai sebuah tim.
Ketiga sistem saraf dasar ini berinteraksi satu sama lain dan dengan sistem otak lainnya untuk memberikan Anda berbagai motivasi, emosi, dan perilaku yang diperlukan untuk mengatur strategi reproduksi manusia yang rumit.
Namun, akan selalu ada komplikasi dalam kerja sistem ini. Tiga sistem ini tidak akan selalu berjalan bersamaan. Itu sebabnya mengapa seks bisa tidak semudah itu. Saat orgasme, otak melepaskan lonjakan dopamin. Dopamin terkait dengan cinta romantis. Maka dari itu, Anda bisa saja jatuh cinta dengan partner seks Anda. Selain itu, orgasme juga melepaskan oksitosin dan vassopressin, dua hormon yang terkait dengan perasaan keterikatan. Ini mengapa sebabnya Anda bisa merasa memiliki persamaan dan berhubungan erat dengan partner seks Anda.
Tiga sistem ini juga tidak selalu berhubungan satu sama lain. Anda bisa merasakan keterikatan mendalam untuk pasangan jangka panjang Anda, namun di saat yang sama juga memiliki cinta romantis yang intens untuk seseorang selain dirinya, dan ketertarikan seks yang kuat terhadap orang lain yang bukan dari kedua orang ini.
Apa yang membuat seseorang bisa berselingkuh?
Perselingkuhan telah menjadi fenomena nyata di seluruh budaya dunia. Perselingkuhan umum terjadi bahkan pada orang-orang zaman Yunani dan Romawi kuno, Eropa pra-industri, Jepang kuno, Cina, dan banyak masyarakat lainnya.
Mengutip Psych Central, dalam jajak pendapat terbesar yang paling komprehensi di tahun 1994, Edward Laumann dan tim menemukan bahwa 20% wanita dan lebih dari 31% pria berusia 40-50 tahun melaporkan pernah terlibat dalam hubungan seksual dengan orang lain selain pasangan menikah mereka. Selain itu, Young dan Alexander dalam buku The Chemistry Between Us: Love, Sex and the Science of Attraction melaporkan bahwa sekitar 30-40% kasus perselingkuhan terjadi dalam pernikahan, untuk wanita dan pria.
Kini kita tahu, beberapa orang bisa berselingkuh dari pasangan mereka, tetapi pertanyaannya, mengapa mereka nekad untuk mengambil risiko emosional dan praktis untuk berselingkuh? Dilansir dari Psychology Today, ada 5 alasan mengapa seseorang berselingkuh, berdasarkan survei yang dilakukan Julia Omarzu, psikolog dari Loras College, bersama tim penelitinya.
1. Kurangnya kepuasan seksual dalam pernikahan, dan hasrat untuk hubungan seksual tambahan
Nafsu seksual seringnya berumur pendek, dan gairah bisa merosot turun cukup cepat saat gairah perlahan mati atau masalah emosional kembali muncul ke permukaan. Hal ini juga dapat memudar jika kedua pasangan dalam hubungan perselingkuhan tidak menemukan banyak kesamaan lain di luar seks.
2. Kurangnya kepuasan emosional dalam pernikahan
Mencari keintiman emosional bisa sama menariknya dengan mencari keintiman fisik sebagai alasan untuk memiliki perselingkuhan. Sebagian besar orang yang berselingkuh atas alasan ini melaporkan mereka merasa kurang terpenuhi kebutuhan emosionalnya dari pasangan menikah mereka. Jenis perselingkuhan ini biasanya tidak melibatkan seks dan cenderung memilih untuk tetap dalam hubungan platonis.
3. Hasrat untuk mendapatkan rasa penghargaan dari orang lain
Saling menghargai adalah faktor kunci dalam aspek emosional dalam suatu hubungan romantis. Kedua orang ini bisa saja bertumbuh semakin terpisah secara emosional dn gagal untuk mengakui kebutuhan yang mereka miliki dalam hubungan tersebut. Dalam penelitian Susan Berkowitz pada pria yang berhenti berhubungan seks dengan pasangannnya, 44% mengatakan mereka merasa marah, dikritik, dan tidak penting dalam pernikahan mereka. M.Gary Neuman menemukan bahwa 48% pria melaporkan ketidakpuasan emosional sebagai alasan utama untuk berselingkuh. Mereka merasa tidak dihargai dan berharap bahwa pasangan mereka bisa mengakui ketika mereka bekerja keras untuk mempertahankan pernikahan tersebut.
4. Tidak lagi cinta dengan pasangannya dan menemukan cinta yang baru.
Keintiman emosional dan fisik/wajah tampaknya menjadi faktor utama yang mengarah pada perselingkuhan. Sering bertemu dengan lawan jenis di tempat kerja atau tempat tertentu bisa memicu bibit bibit selingkuh
5. Balas dendam
Dalam sebuah hubungan yang sudah terlanjur ‘sekarat’, keinginan untuk menyakiti pasangan yang (atau dicurigai) berselingkuh tampaknya mengalahkan hasrat pemenuhan keintiman fisik dan batin semata.
Perselingkuhan melambangkan hasrat, penderitaan, dan kebutuhan akan sebuah hubungan. Perselingkuhan jarang hadir tanpa adanya konflik atau bahkan tekanan. Selain itu, perselingkuhan mungkin adalah akibat, atau penyebab, dari pernikahan.
Terkadang, Anda tidak sadar bahwa pasangan sedang menaruh perhatian kepada orang lain melalui akun media sosial maupun akses komunikasi internet lainnya. Kenali tanda-tanda pasangan kamu selingkuh melalui HP atau ponselnya:
1. Online Setiap Waktu Tanda pasangan selingkuh lewat HP adalah dia bisa lupa makan dan minum hanya demi berhubungan dengan teman-temannya melalui chatting online atau membalas mention di Twitter, Instagram maupun Path. Di mana pun dia berada, Whatsapp, LINE atau seluruh sosial medianya selalu online. Mungkin Anda bertanya-tanya apa yang membuat si dia begitu ketagihan untuk online? Segera selidiki penyebabnya, sebelum terlambat.
2. Percakapan Intens dengan Satu Orang Jika si dia sering mengirim dan membalas komentar dengan satu wanita, tidak ada salahnya menaruh curiga kalau pasangan kamu selingkuh lewat HP. Tapi sebelum menuduhnya, cari tahu dulu siapa orang yang sering bercakap-cakap dengan pasangan melalui ponsel. Mungkin saja hanya teman lamanya.
"Kalau kita lihat page Facebook-nya saja agak susah, tapi kita bisa lihat dari intensitas mereka berinteraksi sebenarnya, misalnya setiap ada status selalu dikomentari, balas-balasan wall, mention-mention-an," ujar psikolog klinis dewasa Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi.
3. Gadget Selalu Disembunyikan Tanda pasangan selingkuh lewat HP berikutnya adalah dia selalu menyembunyikan ponselnya. Sikapnya tersebut bisa menjadi tanda bahwa dia telah menyembunyikan sesuatu. Seperti yang sudah diungkapkan, jika ada sesuatu yang disembunyikan bisa menjadi tanda perselingkuhan. Bisa jadi si dia tengah menyembunyikan percakapan yang terjadi melalui pesan singkat atau message yang ada di Whatsapp, Facebook atau Twitter. atau ada aplikasi Video Call yang terinstal atau ada folder yang dikunci/disembunyikan
4. Perubahan Sikap Jika biasanya dia tidak ragu mengumbar kemesraan dengan Anda di akun sosial medianya, kini hal tersebut tidak pernah dilakukannya lagi. Mungkin itu ada kaitannya dengan orang lain. Hal ini bisa merupakan tanda dia selingkuh melalui HP. Ada seseorang di sosial media yang tidak ingin dia sakiti perasaannya.
"Kita lihat semua dari pola, ada sesuatu dari pola itu yang berubah berarti ada sesuatu yang sedang terjadi," ujar Wulan.
5. Menyembunyikan Password Semua Akun Sosial Media Setiap hubungan memang membutuhkan privasi, namun Anda perlu waspada jika si dia merahasiakan segala password sosial medianya apalagi password HP atau ponselnya. Ini bisa menjadi tanda dia selingkuh dan sedang menyembunyikan sesuatu.
6. Menghapus History Chat Selesai chatting, perhatikan gerak-geriknya. Apakah dia langsung rutin menghapus semua history yang ada dan menghapus semua percakapan? Ketika Anda tahu dia selesai chatting dan Anda mengecek akunnya, namun tidak meninggalkan informasi apapun, Anda perlu mewaspadai si dia karena ini bisa jadi tanda dia selingkuh lewat HP. Ketika seseorang tidak memiliki rahasia, maka dia tidak perlu repot-repot menghapus percakapannya.
7. Panggilan Sayang Salah satu tanda pasangan mulai selingkuh lewat HP, sosial media maupun internet adalah adanya panggilan tertentu terhadap seseorang. Panggilan tersebut tidak harus 'cinta', 'sayang', dan sebagainya, tapi bisa juga sebutan 'aku-kamu'. atau panggilan laninnya yang ak diketahui orang lain
Fenomena perselingkuhan di tempat kerja Dikutip dari Live Career, sebuah penelitian SHRM 2022 menunjukkan bahwa adanya jalinan hubungan asmara berpotensi terjadi di tempat kerja. Hasil penelitian menyebutkan
77 persen responden mengaku pernah menjalin asmara di tempat kerja. Statistik lain juga menunjukkan terkait dengan hubungan asmara di tempat kerja:
75 persen peserta penelitian menyatakan mereka memiliki hubungan romantis dengan seseorang dari tempat kerja mereka.
70 persen pernah main mata dengan rekan kerja.
59 persen pernah berhubungan seks dengan rekan kerja.
67 persen mengenal seseorang yang telah berselingkuh dengan rekannya.
73 persen mengenal seseorang yang pernah bertemu dengan pasangannya di tempat kerja. Sementara itu,
76 persen peserta yang disurvei menyatakan bahwa mereka merasa nyaman dengan rekan kerja mereka yang terlibat asmara.
Selain Faktor Pria Yang Genit dan Hobi Menggoda Wanita, Faktor Wanita Pelakor Juga Berpengaruh
Seringnya bertemu, menghabiskan waktu bersama ditempat / lingkungan kerja membuat mereka saling jatuh hati dan sang pria jadi tak peduli meski sudah miliki istri ataupun anak.
Seorang istri bisa introspeksi ke diri sendiri saat tahu ada pelakor yang siap menerkam sang suami. Istri terkadang tidak menyadari bahwa sedang ada kesenjangan di antara mereka, yang mungkin tidak terbahas atau terlewatkan begitu saja.
80 persen perselingkuhan bisa terjadi karena hubungan suami dan istri yang berjarak. Sisa 20 persen disumbangkan oleh pria itu sendiri.
Kenapa pelakor bisa sampai hati kencan dengan suami orang?
1. Narcissistic personality disorder
Narcissistic personality disorder atau lebih dikenal dengan sebutan narsisistik adalah orang yang memiliki gangguan, menganggap dirinya jauh lebih penting dari orang lain, baginya dipuji atau dibanggakan merupakan sebuah kebutuhan penting.
Sayangnya, orang dengan narcissistic personality disorder memiliki empati yang rendah pada orang lain. Mereka memiliki rasa percaya diri tinggi, bahkan super tinggi.
Akan tetapi dibalik rasa percaya diri yang begitu tinggi sebenarnya ia memiliki rasa percaya diri yang rapuh dan gampang runtuh. Mendengar sedikit kritikan, bisa membuat orang narsis langsung panik dan merasa minder.
Untuk memenuhi keinginannya, orang dengan narcissistic personality disorder cenderung merasa terdorong menjadi pelakor. Dipuji dan dimanja dengan suami orang, sambil dibanding-bandingkan dengan istrinya membuat perempuan narsis yang menjadi pelakor meninggi dan merasa senang.
2. Dendam pribadi
Orang yang pernah disakiti dan memiliki sifat pendendam cenderung ingin membuat orang lain merasakan apa yang pernah ia rasakan.
Sayangnya, cara yang dilakukan seringkali salah. Salah satunya adalah dengan menjadi pelakor.
Ini yang jadi penyebab pelakor tega merebut suami orang tanpa ada rasa kasihan sama sekali pada korbannya.
Mereka malah mungkin bisa merasa senang dan puas saat melihat korbannya hancur dan tersakiti. Penyebab yang ini ngeri banget ya pastinya.
3. Meniru orang lain di pergaulan sekitarnya
Saat seseorang melihat sesuatu secara terus-menerus, kemudian dia melihat ada kenikmatan dari apa yang diperhatikannya tersebut maka ia akan merekam dan bisa jadi ikut menginginkannya.
Jadi, jika kita berteman dengan seorang perempuan yang lebih dulu menjadi pelakor, maka tidak menutup kemungkinan kita ingin melakukan hal yang sama. Biasanya pertimbangan awalnya karena mereka ini berpikir, "kok sepertinya enak ya teman ku itu bisa ini dan itu karena pasangannya," sementara pasangannya itu adalah suami orang.
4. Pola asuh yang salah
Perilaku orangtua adalah sesuatu yang diperhatikan oleh anaknya. Jika orangtua menjadi pelakor dan itu dianggap menjadi hal yang biasa saja maka tidak menutup kemungkinan saat anak perempuan dewasa ia berani untuk jadi pelakor.
Sepertinya merebut suami orang dianggap boleh-boleh saja.
Nah, makanya Ma penting sekali untuk menjadi contoh positif sejak si Kecil masih di bawah umur. Supaya mereka benar-benar tahu mana yang boleh dan tidak.
5. Dijanjikan sebuah komitmen
Banyak perempuan yang jatuh ke dalam perangkap cinta, saat mereka dijanjikan sebuah komitmen. Mereka diberikan sebuah janji akan dibawa ke pelaminan, dan sang laki-laki akan menjadikannya sebagai nomor satu.
Tanpa pikir dua kali si perempuan menuruti saja, maka ia jadi pelakor juga ujungnya.
Ingat, bagi para suami kalau kalian memiliki keluarga yang berhak mendapatkan kebahagiaan dari sebuah keluarga yang utuh.
Kalau pelakor berusia muda, mungkin kematangan pikirannya belum stabil. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia yang berada di posisi korban.
Kalau pelakor berusia cukup umur, mungkin ia sudah terpentok umur dan sudah cukup bersyukur ada laki-laki yang datang dengan sebuah janji tentang pernikahan.
Itulah 5 penyebab pelakor tega merebut suami orang. Supaya keluarga Mama tetap harmonis dan terhindar dari pelakor, rajin-rajin komunikasi ya Ma dengan si Papa. Semoga dengan komunikasi yang baik bisa menjaga hubungan suami istri tetap bertahan.
5. Inginkan Hidup Kaya / Berkecukupan
Para wanita pelakot tak segan-segan dekati pria meskipun ia tahu bahwa sang pria sudah miliki pasangan / istri karena ia mengincar hidup mewah dan rela dijadikan simpanan atau istri kedua.
6. Menikah Terpaksa
Ada beberapa alasan wanita menikah terpaksa dan tidak didasari dengan cinta atau menikah dengan orang yang disukai/dicintainya, bisa karena faktor harta/uang/materi. Seseorang wanita tak pedulikan wajah/perilaku sang suami asal kehidupannya berkecukupan/mewah sehingga kehidupan sehari-hari yang dijalani penuh dengan sandiwara dan terlihat baik-baik saja
Selain itu, faktor paksaaan dari orang tua untuk menjodohkannya dengan pria yang tak pernah dicintainya
Alhasil tidak puasnya faktor mental membuatnya rawan untuk berselingkuh dengan seseorang yang lebih disukai dicintainya
Orang-orang Indonesia sepertinya sudah sangat tergantung dengan HP. Menurut laporan terbaru dari firma riset data.ai, masyarakat Indonesia menempati posisi pertama di dunia sebagai pengguna HP dengan durasi harian terlama. Laporan tersebut mengungkap Indonesia menjadi pengguna tertinggi yang menghabiskan lebih dari 5 jam setiap hari untuk menjajal perangkat mobile (HP dan tablet).
Masyarakat RI menghabiskan waktu rata-rata 5,7 jam setiap harinya di jaringan seluler sepanjang 2022. Angka ini meningkat tajam dari durasi main HP rata-rata 5,4 jam per hari di 2021.
Para Ibu pun sudah mengenalkan Smartphone sejak bayi agar sang anak anteng, Tak heran generasi muda Indonesia kini banyak melakukan hal-hal negatif seperti pelecehan seksual, kerusakan mata, dan hal negatif lainnya karena tak bisa membatasi waktu untuk hal Produktif bahkan untuk belajar
Kecanduan HP orang Indonesia meningkat tajam sejak periode pandemi pada 2020 lalu. Laporan data.ai menunjukkan penjajalan HP orang Indonesia tembus 5 jam sehari untuk pertama kalinya.
Dibandingkan tahun 2019, angkanya hanya 3,9 jam sehari atau 1,1 jam lebih singkat, dirangkum CNBC Indonesia, Jumat (20/1/2023).
Tak hanya Indonesia, Brasil, Arab Saudi, Singapura, dan Korea Selatan melampaui 5 jam per hari di perangkat seluler sepanjang tahun 2022.
Tahun lalu, sebuah penelitian di McGill University Kanada merilis lebih dari 20 negara yang penduduknya kecanduan smartphone. Di antara negara tersebut, Indonesia tak masuk dalam daftar.
Penelitian itu mengenai penggunaan smartphone pada hampir 35 ribu orang di 24 negara seluruh dunia dari tahun 2014 hingga 2020. Hasilnya penduduk China menempati urutan pertama untuk kecanduan ponsel, dikutip dari GizChina, Rabu (16/2/2022).
Pada urutan kedua ada Arab Saudi dengan sekitar 21 pengguna smartphone. Merek yang populer di negara tersebut adalah Apple, Huawei, dan Samsung.
Sementara itu, di Asia Tenggara hanya ada satu negara yang masuk dalam daftar yaitu Malaysia dalam urutan ketiga. Negara ini memiliki penambahan smartphone yang tinggi, dengan sebagian besar pengguna memilih ponsel Android khususnya Samsung dan Huawei. Apple juga punya basis pengguna yang baik di wilayah tersebut.
DAMPAK NEGATIF BERMAIN SMARTPHONE BAGI KESEHATAN.
Dibandingkan dengan 10 tahun lalu, handphone kini mengalami banyak kemajuan. Tak hanya digunakan sekadar untuk menelepon atau sms, fungsinya semakin beragam dan menunjang kehidupan sehari-hari manusia. Gak heran, dalam sehari, kita bisa berjam-jam menatap layar handphone.
Namun, tahukah kamu bahwa menatap layar gadget terlalu lama bisa berefek negatif bagi kesehatan? Efeknya bukan hanya pada mata, tetapi organ tubuh lain ikut terpengaruh
1. ketegangan pada mata
Terbiasa berjam-jam menatap layar smartphone atau laptop? Hati-hati, karena ini bisa menyebabkan ketegangan pada mata! Faktanya, diprediksi 2 dari 3 orang akan mengalami ketegangan mata yang disebabkan oleh menatap layar gadget berlebihan, tutur laman Eye Center of Texas.
Studi menunjukkan bahwa rata-rata orang melihat smartphone lebih dari 150 kali dalam sehari. Padahal, ini menyebabkan banyak efek negatif bagi mata. Namun, kamu bisa menyembuhkan mata tegang dengan berbagai cara, misalnya sering-sering berkedip, kurangi pencahayaan pada layar gadget dan berikan jeda setiap 20 menit sekali. Memakai night mode atau dark mode di smartphone juga sangat membantu, lho!
2. Menyebabkan mata kering
Laporan yang diterbitkan dalam BMC Opthalmology menyebut bahwa anak-anak yang banyak menghabiskan waktu dengan smartphone memiliki gejala mata kering. Namun, ketika penggunaannya dibatasi dalam waktu satu bulan, gejala mata kering tersebut akan berkurang, terang laman Independent.
Kondisi mata kering ini ditandai ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata dan menyebabkan mata jadi merah, bengkak dan iritasi. Ketika kita menatap layar, kita kurang berkedip, membuat mata kurang lembap dan akhirnya menjadi kering.
3. Membuat penglihatan jadi kabur / Berbayang dan Tidak jelas
Terus-menerus menatap layar laptop atau smartphone menyebabkan penglihatan kabur dan sakit kepala. Kondisi ini disebut dengan computer vision syndrome (CVS). CVS dapat merusak penglihatan, gejalanya ditandai dari penglihatan kabur, mata lelah, sakit kepala, sakit leher dan mata kering, ungkap laman Hindustan Times.
Penyebabnya adalah terlalu sering menatap layar gadget, bekerja dalam pencahayaan yang buruk, memiliki postur duduk yang buruk dan telah memiliki masalah penglihatan sebelumnya, sehingga membuat kondisi semakin parah. Solusinya, batasi pemakaian gadget dan jangan memakainya di tempat yang gelap, sering-sering berkedip dan kurangi pencahayaan dari layar
4. Menyebabkan pusing
menatap layar gadget terlalu lama tidak hanya mengakibatkan masalah penglihatan, tetapi juga menyebabkan pusing! Biasanya, pusing ini juga disertai dengan masalah lain, yakni mata tegang, leher kaku dan sakit kepala, terang laman Cosmopolitan.
Ketika rasa pusing datang, letakkan gadget dan mulai cari cara untuk menyembuhkan. Cobalah untuk berbaring dan pejamkan mata, lalu duduk kembali dan teguk air perlahan-lahan untuk membuat kita tetap terhidrasi. Jika pusing itu tetap bertahan, jangan ragu untuk meminum obat dan beristirahat yang cukup.
5. Leher menjadi kaku
ketika kita melakukannya dengan posisi yang salah, seperti menunduk ke bawah. Menundukkan kepala memberikan banyak tekanan ekstra pada tulang belakang leher, ungkap laman CBI Health Group.
Faktanya, menundukkan kepala dapat memberi tekanan hingga 60 pon (27 kg) pada tulang belakang. Bahkan, beban akan bertambah 27 pon ketika kemiringan kepala mencapai 15 derajat. Akumulasi beban ini dapat menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan jaringan lunak di sekitarnya.
6. Mengakibatkan sakit punggung
Beberapa laporan menunjukkan bahwa tulang belakang berada di bawah tekanan saat menggunakan smartphone, tutur laman CBI Health Group.
Apalagi, jika kita menatap gadget terlalu dekat dengan mata, punggung kita jadi tertekuk, lalu mengakibatkan otot nyeri. Kondisi ini juga bisa memicu osteoartritis dini pada tulang belakang leher dan punggung menjadi kaku.
EFEK PSIKOLOGIS SERING BERMAIN HP /SMARTPHONE
Kecanduan
teknologi dan internet pada remaja bisa berdampak jauh baik pada diri
mereka sendiri atau pada keluarganya. Remaja dengan kecanduan teknologi
dapat mengalami masalah kesehatan fisik dan psikologis. Nah, beberapa
dampak psikologisnya antara lain:
Tidak dapat mengendalikan dorongan untuk menggunakan Internet / teknologi.
Sementara secara fisik, efeknya antara lain:
Kebiasaan makan yang buruk, sehingga bisa menyebabkan kurang gizi atau obesitas;
Kualitas tidur yang buruk sehingga bisa mengganggu prestasi akademik;
Gangguan pertumbuhan.
Ada juga beberapa potensi risiko yang bisa dialami remaja akibat penggunaan gadget berlebihan, antara lain:
Cyberbullying. Ini
adalah situasi saat orang menggunakan teknologi untuk mempermalukan,
melecehkan, atau menggertak seseorang. Cyberbullying mencakup memposting
pernyataan tidak benar atau salah, membuat profil online palsu yang
dimaksudkan untuk mempermalukan orang, berbagi foto yang memalukan, dan
banyak lagi.
Trolling. Ini
merupakan situasi ketika orang-orang dengan sengaja mencoba memulai
pertengkaran atau membuat marah orang di internet, yang sering
menyebabkan kesusahan yang cukup besar.
Isolasi. Akibat
terlalu banyak waktu yang dihabiskan secara online dan penggunaan
teknologi adalah waktu yang tidak dihabiskan secara langsung dengan
keluarga dan teman-teman, yang dapat menciptakan hambatan dan
berkontribusi pada rasa isolasi.
Materi yang Tidak Seharusnya.
Remaja juga bisa memposting gambar atau konten yang tidak pantas, atau
berbagi materi tersebut dengan teman-teman, sehingga bisa mempermalukan
diri sendiri atau orang lain.
Hubungan yang Tidak Seharusnya.
Penggunaan media sosial yang berlebihan juga bisa memungkinkan orang
asing untuk menjalin hubungan yang tidak pantas dengan kaum muda.
Mencegah Kecanduan Gadget pada Remaja
Jika
anak remaja kecanduan gadget, kamu dapat mengambil beberapa langkah
untuk membantu anak terhindar dari masalah ini, misalnya:
Tetapkan batas waktu yang ketat untuk penggunaan internet di rumah.
Batasi penggunaan video game, televisi, dan gadget lainnya.
Awasi waktu yang dihabiskan anak-anak di internet.
Luangkan
waktu bersama anak untuk memahami sumber kecanduannya. Penting bagi
orangtua untuk mengetahui apa yang membuat anak-anak merasa senang
berlama-lama menggunakan gadget,
Bicaralah dengan guru anak untuk memahami masalah yang mungkin terjadi di sekolah.
Ciptakan
lingkungan positif di rumah. Anak remaja mungkin menghabiskan waktu
terlalu banyak di Internet untuk menghindari masalah di rumah.
Tidur merupakan hal yang paling penting karena Anda bisa beristirahat untuk memulihkan energi yang telah terkuras pada siang hari. Banyak dari kita yang berjuang untuk mendapatkan cukup tidur. Tetapi terlalu banyak tidur juga tidak baik untuk Anda. Dilansir dari Reader’s Digest, ini 9 Hal yang bisa terjadi ketika terlalu banyak tidur:
Berisiko lebih besar terkena penyakit jantung dan stroke
Rata-rata orang dewasa tidur dalam waktu 7 hingga 9 jam saja. Tetapi bagaimana jika tubuh Anda menginginkan lebih banyak tidur? Salah satu yang berkaitan dengan tidur panjang adalah penyakit kardiovaskular. Peneliti dari Chicago School Of Medicine menemukan bahwa orang yang tidur lebih dari 8 jam per malam adalah dua kali lebih memungkinkan untuk mengalami angina (nyeri dada) dan 10% lebih mungkin untuk memiliki penyakit jantung koroner.
Studi Nurse's Health menemukan risiko penyakit jantung bahkan lebih besar, dengan 38% peluang lebih besar pada orang yang tidur panjang. Risiko stroke juga meningkat,satu studi dari inggris menunjukkan 46% kemungkinan lebih besar untuk stroke pada orang yang tidur panjang.
Gangguan pernapasan
Satu teori tentang mengapa terlalu banyak tidur dikaitkan dengan masalah kesehatan lain, seperti apnea tidur. Apnea adalah gangguan serius pada pernapasan saat tidur.
Lebih cenderung menjadi gemuk
Penambahan berat badan adalah faktor terbesar dalam tidur terlalu lama. Jika Anda tidur panjang akan lebih mungkin menjadi gemuk. Bila Anda lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur, dan tidak berolahraga itu bisa menjadi penyebab berat badan Anda bertambah. Dalam sebuah studi dari Kanada, orang yang tidur panjang 25% lebih mungkin untuk mendapatkan 5kg.
Ketika Anda bangun dari tidur yang panjang sensasi yang mungkin Anda dapatkan adalah sakit kepala. "Mekanisme di balik ini tidak dipahami dengan baik, dan satu hipotesis adalah fluktuasi neurotransmitter saat tidur dapat menjadi pemicu kepala Anda sakit," kata Dr McDevitt.
Cenderung depresi
Salah satu gejala depresi adalah tidur berlebih, jadi masalah kesehatan mental yang tidak diobati bisa menjadi salah satu alasan mengapa Anda sulit bangkit. Penelitian telah menunjukkan tidur panjang secara signifikan sangat terkait dengan tekanan mental yang sering terjadi. Di sisi lain orang yang depresi mungkin menggunakan tidur sebagai mekanisme pelarian dari masalah yang ada.
Memiliki lebih banyak rasa sakit
Pengurangan aktivitas dari menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat tidur dapat menyebabkan Anda menjadi lebih pegal, terutama jika Anda memiliki masalah punggung. Anda juga mungkin menderita kurang tidur karena rasa sakit Anda, yang sekali lagi membuat Anda ingin tidur lebih lama.
Otak tidak berfungsi baik
Salah satu studi dari Harvad menunjukkan bahwa wanita yang lebih tua yang tidurnya lebih dari 9 jam memiliki kognisi yang lebih buruk, setara dengan penuaan hampir 2 tahun.
Anda akan menjadi jet lag
Tidur terlalu lama dapat membuat ritme seolah-olah Anda telah melakukan perjalanan panjang. Gangguan tidur seperti jet lag atau hal lainnya membuat Anda bertentangan dengan ritme harian atau ritme normal. Selain membuat merasa tidak aktif gangguan ini dapat memengaruhi fungsi fisiologis lainnya.
Dalam laporan yang diterbitkan di Journal of Social and Clinical Psychology bulan Desember lalu, ilmuwan menemukan bahwa ada jangka waktu akses media sosial yang dapat memperbaiki kesehatan mental seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Pennsylvania menyebutkan bahwa membatasi penggunaan media sosial hingga maksimal 30 menit tiap harinya dapat mengurangi rasa kesepian dan depresi.
Dilansir Telset.id dari The Huffington Post, para ilmuwan mengobservasi penggunaan media sosial di antara 143 mahasiswa pada dua percobaan yang berbeda. Percobaan pertama dilakukan di musim semi, sementara percobaan kedua dilaksanakan beberapa bulan setelahnya, yaitu di musim gugur.
Tim kemudian mengawasi penggunaan media sosial oleh partisipan selama satu minggu pada tiga platform yang berbeda, yaitu Facebook, Instagram, dan Snapchat, untuk mendapatkan tolak ukur. Selanjutnya, para ilmuwan mengukur kesehatan mental partisipan berdasarkan tujuh faktor: dukungan sosial, rasa takut akan kehilangan, kesepian, penerimaan diri, kepercayaan diri, kegelisahan, dan depresi.
Setelah itu, tim memisahkan partisipan menjadi beberapa grup dan melakukan eksperimen selama tiga minggu. Satu grup diminta untuk tetap menggunakan media sosial seperti biasa; grup lain diberi batasan untuk hanya menggunakan media sosial 10 menit untuk tiap platform per harinya. Kemudian, peneliti meninjau ulang kesehatan mental partisipan lewat tujuh kategori sebelumnya setelah eksperimen.
Ilmuwan menemukan bahwa ketika partisipan mengurangi penggunaan media sosial hingga 30 menit per harinya, mereka mengalami peningkatan kesejahteraan hidup yang signifikan dengan tingkat kesepian dan depresi yang berkurang.
“Rasanya sedikit ironis bahwa mengurangi penggunaan media sosial justru membuat Anda merasa tidak kesepian,” ujar pimpinan penelitian Melissa Hunt. “Beberapa literatur mengenai media sosial menyebutkan bahwa terdapat banyak perbandingan sosial yang terjadi. Ketika Anda melihat kehidupan orang lain, terutama di Instagram, mudah untuk menyimpulkan bahwa kehidupan orang lain lebih keren atau lebih baik dibanding Anda.”
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada studi ini. Partisipan hanya menggunakan iPhone selama eksperimen karena perangkat tersebut dapat melacak dan menyediakan data penggunaan aplikasi media sosial secara objektif.
Penelitian ini juga hanya mengawasi mahasiswa yang menggunakan Instagram, Facebook, dan Snapchat, sehingga tidak mencerminkan pengalaman dengan platform media sosial lainnya. Tim peneliti juga tidak mengetahui jika temuan tersebut berlaku untuk orang-orang di kelompok usia yang berbeda.
Membatasi penggunaan media sosial merupakan pilihan yang realistis karena hampir tidak mungkin Anda melepaskan media sosial sama sekali. Penelitian sebelumnya pernah menemukan bahwa pengunaan Facebook yang berlebihan berkontribusi pada peningkatan depresi dan rasa kesepian, sementara studi tahun 2014 menunjukkan media sosial dapat menimbulkan perbandingan sosial yang berakibat pada penurunan kepercayaan diri.
Uang selalu menjadi kebutuhan setiap orang, bahkan tak sedikit yang berpikir bahwa uang adalah segalanya. Sifat terlalu mencintai uang atau yang sering kita sebut dengan materialistis ini bisa berakibat buruk pada kehidupan. Bagi Anda yang sangat mencintai uang dan sudah menikah, sebaiknya Anda berhati-hati, karena pernikahan Anda mungkin bisa saja kandas di tengah jalan.
Jason Carroll, salah satu profesor di Universitas Brigham Young telah melakukan penelitian tentang masalah ini. Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan dengan sifat materialistis ternyata memiliki hubungan yang tidak harmonis dibandingkan dengan mereka yang tidak terlalu peduli dengan harta. Terlebih bila seorang materialis menikah dengan seseorang yang biasa-biasa saja dan tidak selalu memikirkan tentang uang.
“Akan sangat bermasalah ketika seorang materialis yang cenderung boros menikah dengan seseorang yang terbiasa berhemat,” kata Carroll sebagaimana dikutip Sidomi News dari LiveScience. Carroll juga menambahkan bahwa sifat materialis tidaklah bagus bagi siapapun. Seseorang yang memiliki sifat ini cenderung sangat mudah merasa cemas dan stres bila dibandingkan dengan mereka yang tidak materialistis.
Penelitian dilakukan terhadap 1.734 pasangan yang sudah menikah dengan cara memberi sebuah kuisioner. Dalam kuisioner tersebut terdapat beberapa pertanyaan tentang bagaimana kehidupan rumah tangga mereka, termasuk konflik, kepuasan, atau komunikasi dalam pernikahan. Dalam kuisioner tersebut juga disertakan pernyataan ‘memiliki uang dan banyak materi adalah hal yang tidak penting bagi saya’. Responden yang menjawab setuju dikategorikan sebagai non-materialistis. Sedangkan bagi mereka yang menjawab tidak setuju, mereka dianggap memiliki sifat materialistis.
Dari penelitian tersebut bisa diketahui pasangan mana saja yang memiliki sifat materialistis, pasangan mana yang hanya salah satunya yang memiliki sifat tersebut, dan pasangan mana yang dua-duanya non-materialistis. Dari tes yang sudah dilakukan, Carroll bisa mengetahui bahwa pasangan non-materialistis ternyata memiliki hubungan pernikahan yang lebih langgeng, harmonis, dan minim akan konflik daripada pasangan yang sangat mementingkan harta.
“Materialisme bisa berbahaya bagi pernikahan,” Carroll menambahkan.
Pernikahan pasangan materialistis (baik hanya salah satu saja maupun dua-duanya yang memiliki sifat ini), tampaknya akan selalu terjadi konflik dalam kehidupan rumah tangga mereka. Lalu mengapa materialisme bisa merusak hubungan pernikahan? Carroll dan timnya pun memberikan beberapa teori.
Yang pertama adalah materialisme bisa membuat seseorang mengambil keputusan atau langkah yang salah dalam hal keuangan, misalnya selalu boros, berbelanja di luar kemampuan hingga akhirnya memiliki hutang yang menumpuk. Masalah keuangan yang berujung pada hutang inipun bisa membuat konflik tersendiri dalam rumah tangga
Teori yang kedua adalah orang materialistis cenderung tidak bisa meluangkan waktu mereka untuk berkumpul dengan pasangan atau keluarga. Berbeda dengan pasangan non-materialis, mereka yang selalu mengejar harta kurang bisa memprioritaskan keluarga atau hubungan mereka dengan pasangan. Padahal berinteraksi dengan pasangan bisa membuat hubungan pernikahan bisa berumur panjang.
Jumlah Perceraian 2016-2017
Data dari Dirjen Badan Peradilan Agama, Mahkamah Agung pada periode 2014-2016 perceraian di Indonesia trennya meningkat. Dari 344.237 perceraian pada tahun 2014, naik menjadi 365.633 perceraian di tahun 2016. Rata-rata angka perceraian naik 3 persen per tahunnya.
Jumlah perkara perceraian merupakan komulatif dari cerai gugat dan cerai talak yang dikabulkan oleh Pengadilan Agama.
Merujuk data perceraian periode 2015-2017, persebaran data angka perceraian di Pengadilan Tinggi Agama se-Indonesia itu berbeda-beda. Namun, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir itu, Pengadilan Agama di tiga kota besar ini selalu menempati angka tertinggi putusan perkara cerai talak dan cerai gugat yakni Surabaya, Bandung, dan Semarang. Sementara angka terendah putusan perkara cerai talak dan cerai gugat ditempati Kota Ambon dan Kupang.
Misalnya tahun 2015, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya tertinggi pertama memutus perkara cerai talak sebanyak 28.631 perkara, sedangkan cerai gugat 58.844 perkara. Urutan kedua ditempati Pengadilan Tinggi Agama Semarang tercatat memutus pengajuan cerai talak sebanyak 20.990 perkara dan cerai gugat 50.911 perkara. Diikuti Pengadilan Tingga Agama Bandung di urutan ketiga tercatat memutus perkara cerai talak sebanyak 19.485 perkara dan cerai gugat 50.808 perkara. Sedangkan, Pengadilan Tinggi Agama Ambon terendah memutus perkara cerai talak sebanyak 134 perkara dan cerai gugat 369 perkara.
Pada 2017, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mencatat angka tertinggi pertama memutus perkara cerai talak sebanyak 26.342 perkara dan cerai gugat 58.497 perkara. Diikuti Pengadilan Tinggi Agama Bandung di posisi kedua dengan angka putusan perkara cerai talak sebanyak 20.580 perkara dan cerai gugat 58.467 perkara. Di urutan ketiga ditempati Pengadilan Tinggi Agama Semarang dengan putusan perkara cerai talak sebanyak 19.368 perkara dan cerai gugat 50.489 perkara.
Sementara Pengadilan Tinggi Agama Kupang tercatat angka terendah memutus perkara cerai talak sebanyak 141 perkara dan cerai gugat 265 perkara. Diikuti Pengadilan Tinggi Agama Ambon terendah kedua, dengan angka putusan perkara cerai talak sebanyak 157 perkara dan cerai gugat 328 perkara.
Penyebab perceraian
Dalam sebuah proses pengajuan perceraian mesti ada alasan-alasan yang kuat menurut hukum setelah pengadilan negeri atau pengadilan agama berupaya mendamaikan pasangan suami istri, tetapi tidak berhasil. Alasan-alasan ini diatur Pasal 39-41 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 74.
Pasal 19 PP Pelaksanaan UU Perkawinan
Perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan:
Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain;
Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri;
Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.
Khusus bagi yang pasangan suami istri yang beragama Islam terdapat dua alasan tambahan. Yakni suami melanggar taklik-talak (ikrar/perjanjian talak yang digantungkan keadaan tertentu setelah pernikahan) dan peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan dalam berumah tangga.
Sumber: Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Mahkamah Agung (Statistik Indonesia 2017, BPS) SUMBER Dirjen Badan Peradilan Agama, Mahkamah Agung
Memilih pasangtan hidup bukanlah seperti memilih barang, kita harus benar-benar memikirkan calon pasangan dengan cermat, bukan dari harta, karena suatu saat harta bisa habis, melainkan dari sifat dan karakter calon pasangan hidup.
faktanya, tidak semua kehidupan rumah tangga berjalan langgeng, mulus, atau berakhir bahagia. Akhirnya, keputusan untuk bercerai pun menjadi jalan terakhir yang harus ditempuh bagi pasangan suami istri melalui putusan pengadilan baik di Pengadilan Negeri (pasangan non-Islam) maupun Pengadilan Agama (pasangan yang beragama Islam).
Sress dan depresi bisa timbul karena berbagai hal. Stres atau depresi merupakan gangguan kesehatan mental seseorang yang tidak bisa disepelekan. Banyak sekali pengaruh negatif pada tubuh jika terlalu banyak stres.
Studi dari Harvard Medical School yang dilansir dari Dailymail, Senin (29/10/2018) dalam jurnal Neurology, para ilmuwan mengatakan bahwa penting untuk menemukan cara mengurangi stres. Hal yang paling mencengangkan adalah ternyata stres bisa membuat ingatan Anda memburuk terlebih pada usia middle age atau kelompok usia pertengahan yaitu usia 45-59 tahun.
Pada usia tersebut, jika terlalu banyak stres dapat memicu ingatan yang memburuk. Stres pada usia tersebut dapat memengaruhi kortisol. Kekurangan atau kelebihan kortisol dalam tubuh dapat membuat seseorang mengalami mood swing yang menyebabkan rasa gelisah, cemas dan depresi.
Menurut penelitian tersebut, tingginya kadar hormon stres dapat menjadi tanda peringatan dini seseorang akan mengalami demensia. Dalam jurnal Neurology yang dibuat oleh Harverd Medical School, stres dapat memengaruhi daya ingat seseorang.
Dalam penelitian tersebut, dr Justin Echouffo-Tcheugui melakukan penelitian terhadap 2.231 relawan dengan usia rata-rata 49 dan belum mengalami demensia. Menurut dr Justin penting untuk menemukan cara apapun untuk mengurangi stres. Misalnya adalah dengan cukup tidur, melakukan olahraga ringan, melakukan relaksasi atau meminta resep penurun kortisol, karena stres dapat memicu produksi hormon kortisol meningkat.
“Penting bagi dokter untuk memberikan konseling kepada semua orang yang memiliki tingkat kortisol tinggi,” ucapnya
Kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal dan membantu tubuh merespons stres. Kortisol juga dapat membantu mengurangi peradangan, mengontrol gula darah dan tekanan darah, mengatur metabolisme dan membantu dengan respon imun. Tingkat kortisol yang tinggi dapat disebabkan oleh stres, kondisi medis atau obat-obatan.
Pada awal penelitian, relawan menjali tes pada memori dan keterampilan mereka. Delapan tahun kemudian mereka mengulangi tes tersebut. Dalam sebuah grup yang terdiri dari 2.018 orang, mereka melakukan pemindaian otak MRI untuk mengukur volume otak mereka.
Setelah itu, hasil disesuaikan dengan jenis kelamin serta kebiasaan relawan seperti merokok dan juga massa tubuh. Para peneliti menemukan hasil lebih rendah dalam memori dan berpikir pada orang dengan tingkat kortisol lebih tinggi daripada mereka dengan tingkat kortisol rata-rata. Selain itu, orang-orang dengan kadar kortisol yang lebih tinggi memiliki volume otak yang lebih kecil yaitu 88,5 persen dari total volume kranial.
Semakin banyaknya tuntutan di era modern yang semakin kompleks, manusia menjadi rentan stres dan depresi. Sayangnya, banyak orang memilih mengabaikan depresi yang dialami.
Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Stres bisa mendorong Anda untuk semakin bersemangat menghadapi tantangan, tapi juga bisa mematahkan semangat Anda. Ini karena setiap orang memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam menghadapi stres.
Ketika Anda dilanda stres, tubuh Anda membaca adanya serangan atau ancaman. Sebagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan zat-zat kimia seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Akibatnya, Anda akan merasakan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya Anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif. Tubuh juga akan secara otomatis mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, misalnya pencernaan. Namun, apabila stres muncul pada saat-saat yang tidak diinginkan, darah akan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Inilah sebabnya banyak orang yang justru sulit berpikir jernih saat diserang stres.
Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah. Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit menjalani kegiatan sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara secara normal. Siapa pun bisa terserang depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga terdekat Anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terserang depresi daripada pria.
Dilansir istus lifestyle dan kesehatan, Boldsky.com, Kamis (16/8/2018), dijelaskan dari sudut pandang medis, depresi bisa disebut sebagai gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih. Setidaknya ada 10 ciri seseorang mengalami depresi ringan:
Merasa putus asa, tidak berharga
Sedih, hampa, dan cemas yang terus-menerus
Perasaan bersalah dan tidak berdaya
Turunnya energi dan kesulitan berkonsentrasi dan mengingat
Kehilangan minat dalam menyalurkan hobi
Insomnia atau tidur berlebihan
Pikiran untuk bunuh diri
Penurunan berat badan
Sakit kepala dan gangguan makan
Sering gelisah
Jika Anda termasuk dalam 10 tanda tersebut, jangan takut atau malu menceritakan masalah yang ke orang terdekat dan yang tentunya bisa Anda percaya. Jika memang belum bisa teratasi, Anda bisa mengonsultasikannya ke psikiater.
Stres disebabkan oleh tekanan tidak menyenangkan berasal dari luar atau lingkungan, dan juga ekspektasi diri yang terlalu tinggi juga bisa membuat stres yang berasal dari dalam diri. Stres bersifat reversible, bisa dihilangkan atau diperbaiki. Manusia secara alami memiliki yang namanya kemampuan koping. Koping merupakan respon manusia dalam menghadapi stres dan usaha untuk mengurangi stres.
Ketika kemampuan alami koping individu ini berkurang diakibatkan oleh stres yang terlalu banyak, maka individu bisa saja tidak mampu lagi membendung stres. Stres bisa menumpuk dan semakin terakumulasi. Dalam keadaan yang kronis, stres memicu munculnya kondisi depresi. Depresi akibat stres berlebih, dapat mempengaruhi fungsi mental, bahkan motorik seseorang. Maka dari itu penting sekali koping stres yang efektif pada setiap individu. Berikut ini hal hal yang perlu diperhatikan dalam menagatasi stres dan depresi.
Rileks Sejenak dan tarik nafas dalam
Ketika Anda sedang banyak masalah, marilah luangkan waktu untuk rileks sejenak. Duduklah di kursi yang nyaman, coba tarik nafas dalam berkali kali, sampai tubuh Anda menjadi lebih rileks. Hilangkan sejenak pikiran tentang masalah- masalah. Ketika sudah berada pasa titik yang rileks, coba telusuri masalah Anda satu per satu, apa yang menajdi penyebabnya, letak kesalahannya, pikirkan juga rencana- renca penyelesaiannya satu persatu. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan solusi yang lebih efektif jika dipikirkan dengan pikiran yang dingin.
Olahraga
Pikiran yang lelah akan berdampak pula pada tubuh kita. Tubuh menjadi lebih lemas, lebih mudah lelah, dan terasa berat. Nah, lakukan olahraga pada tubuh Anda agar pikiran menjadi lebih fresh, dan stamina tubuh tetap terjaga. Dengan tubuh yang segar kembali, pikiran juga akan lebih terbuka dan siap menghadapi stres dengan baik.
Pergi berlibur
Jika Anda mengalami stres akibat lingkungan, mungkin ada baiknya luangkan waktu weekend Anda untuk berlibur sedikit lebih jauh. Sempatkan untuk berlibur ke tempat tempat rekreasi, atau taman alami yang indah. Lihatlah lingkungan yang lebih luas dan area terbuka, dengan begitu Anda akan terdistraksi dari penatnya aktivitas harian penyebab stres. Setelah berlibur, stres akan lebih berkurang.
Membangun prinsip dan bersikap tegas
Anda butuh ketegasan dan prinsip hidup yang jelas dalam mengatur atau mengorganisasi stres pada diri. Anda harus bisa menentukan apa yang membuat diri Anda begitu tertekan dan mampu mengambil keputusan dengan tegas untuk menyelesaikan penyebab stres tersebut.
Bercerita pada orang lain
Salah satu cara untuk menghilangkan stres berlebihan dan mencegah depresi adalah dengan bercerita pada orang lain. Minimal berceritalah pada orang terdekat dan terpercaya tentang masalah yang membuat Anda stres. Dengan bercerita, Anda akan mendapatkan dukungan, masukan dan motivasi untuk bangkit kembali.
Jalan- jalan di pagi hari
Jalan jalan dipagi hari, menghirup udara segar pagi hari sangatlah menyenangkan. Udara pagi membantu membuat tubuh Anda lebih rileks dan tenang. Dengan begitu siap untuk menjalani hari- hari dengan semangat yang penuh.
Menonton video lucu
Ketika Anda sedang sangat stres banyak masalah, cobalah teknik distraksi seperti menonton video- video lucu, sebagai pengalihan perhatian. Pikiran yang sedang tertekan akan dibebaskan dan fokus berpindah pada hal lucu yang memicu tertawa. Seluruh saraf dan otot tubuh menjadi lebih rileks dan netral kembali.
Melakukan hobi/ aktivitas luar
Stres karena pekerjaan? Cobalah pergi keluar, dan lakukan aktivitas di ruang terbuka. Lakukan hobi yang Anda sukai, seperti berenang, menggambar, bernyanyi, atau lainnya. Luangkan waktu untuk menjalani hobi Anda sebagai pengalihan pikiran. Dengan begitu semua tekanan akan sedikit berkurang, dan tubuh bisa menghadapi masalah dengan lebih tegas.
Ikut bergabung dalam komunitas komunitas pecinta lingkungan
Lakukan kegiatan lain selain kegiatan dari pekerjaan utama Anda. Anda bisa bergabung dalam komunitas hobi, atau komunitas pecinta lingkungan. Berbagi cerita dengan orang- orang yang memiliki kesamaan ketertarikan maka akan membuat hidup lebih bermakna dan lebh seru. Maka pikiran Anda tidak akan melulu terfokus pada masalah pekerjaan.
Pergilah ke luar, lihat alam dan resapi
Carilah tempat terbuka dengan pemandangan yang bagus. Pemandangan alam yang indah lengkap dengan warna hijau rumputnya, langit birunya, dan alami, seperti di area persawahan, pegunungan, pantai, atau lainnya. Duduklah dengan tenang, pandangi dan resapi. Rasakan kedamaian alami merasuki tubuh Anda dan membuat diri Anda lebih rileks. Alam memiliki kekuatan tidak terlihat yang mampu membuat kita merasakan kedamaian dan menyatu menjadi bagian darinya.
Rutin Datangi Pengajian /Kajian Ceramah Ustad
Rutinkan mendatangi ceramah/kajian ustad/kia yang terkenal jika beliau ada di kotamu. ata jika waktumu terbatas, bisa lihat Video-videonya di Youtube atau Convert Video tersebut ke MP3
Pernah menyukai seseorang, namun sering disakiti, cinta bertepuk sebelah tangan? sehingga membuat hatimu belum siap jatuh cinta bahkan lebih selektif memberikan senyummu? atau punya teman yang masih hobi sendiri padahal ia cantik atau ganteng? mungkin kamu atau ia terkena Philophobia. Hanya karakter tertentu yang bisa menyembuhkannya
Jatuh cinta berjuta rasanya. Namun, tidak bagi orang-orang yang mengalami philophobia. Yup, seseorang yang mengalami philophobia, justru akan takut dengan segala hal yang berhubungan dengan cinta. Mereka bisa merasa ketakutan saat ada orang yang mengaku jatuh cinta padanya, bahkan mereka juga sulit untuk bisa mencintai orang lain.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami philophobia, di antaranya adalah rasa terluka yang mendalam dan trauma di masa lalu. Kebanyakan, philophobia sebenarnya merasa baik-baik saja, saat ada orang yang memberikan perhatian dan membuatnya nyaman.
Namun, ketika orang tersebut menyatakan perasaannya dan siap berkomitmen, philophobia akan langsung bersikap dingin dan ketakutan. Nah, untuk lebih jelasnya apa saja tanda-tanda dari seorang yang mengalami philophobia, berikut uraiannya.
Kebanyakan orang pasti akan menunggu-nunggu saat di mana orang yang dicintainya menyatakan keseriusannya. Namun, hal ini tidak berlaku pada orang dengan philophobia. Orang dengan philophobia pada awalnya bisa menikmati masa-masa pendekatan. Mereka senang memiliki teman dekat yang perhatian. Namun, ketika orang tersebut menunjukkan keseriusannya, orang dengan philophobia justru cenderung menjauh dan bisa secara tiba-tiba berubah menjadi orang asing.
Ciri, Gejala Atau Tanda Terkena Philophobia, Fobia Jatuh Cinta
Meskipun gejalanya dapat berbeda-beda dari satu orang ke orang lainnya, akan tetapi ciri yang biasa muncul adalah rasa takut atau panik ketika sedang memikirkan tentang kemungkinan jatuh cinta.
Selain rasa takut dan panik, orang dengan philophobia juga biasanya lebih suka menghindari pikiran tersebut jauh-jauh. Meskipun menyadari hal tersebut adalah ketakutan yang irasional, tapi kamu sulit untuk mengontrolnya.
Bukan cuma orang yang sedang jatuh cinta yang jadi punya detak jantung lebih kencang, orang dengan philophobia ternyata memiliki gejala yang sama kala memikirkan perasaan suka pada orang lain.
Tak hanya detak jantung yang berubah lebih cepat, mereka juga bisa berkucuran keringat hanya dengan memikirkan kemungkinan memendam rasa pada orang lain. Hmm kebayangkan bagaimana sulitnya hidup dengan fobia yang satu ini?
Dengan rasa takut atau panik yang menjadi, orang yang mengidap fobia jatuh cinta ini bisa mengalami gejala yang serius seperti kesulitan bernapas. Ia pun menjadi sulit untuk melakukan kegiatannya karena perasaan takut yang datang menghampiri. Tak jarang, mereka yang punya philophobia juga dilanda rasa mual yang disebabkan dari ketakutannya.
Meskipun bukan masalah kecemasan sosial, terkadang orang dengan philophobia juga punya mengalami masalah tersebut. Bedanya, masalah kecemasan sosial biasa menyebabkan timbulnya rasa takut yang ekstrem di situasi sosial, sedangkan orang philophobia hanya takut pada situasi-situasi tertentu.
Philophobia lebih memiliki beberapa kesamaan dengan disinhibited social engagement disorder (DSED) yaitu gangguan keterikatan pada anak di bawah usia 18 tahun. DSED membuat orang sulit membentuk koneksi yang dalam dan berarti bagi orang lain. Ini biasanya diakibatkan oleh trauma masa kecil.
Philophobia lebih sering terjadi pada orang-orang dengan trauma atau luka di masa lalu menurut Scott Dehorty, direktur eksekutif di Maryland House Detox, Delphi Behavioral Health Group.
"Ketakutannya adalah rasa sakit yang berulang dan risikonya tidak layak jika disandingkan dengan kesempatan (yang dimiliki). Jika seseorang terluka parah atau ditinggalkan saat kecil, mereka mungkin enggan untuk menjadi dekat dengan seseorang yang mungkin akan melakukan hal yang sama. Reaksi ketakutan itu ialah menghindari hubungan, dengan tujuan menghindari rasa sakit," ujarnya.
Mereka juga ingin untuk dicintai, namun di dalam batinnya selalu ada ketakutan berlebihan. Penderita penyakit ini biasanya melalui sendiri pengalaman tersebut ataupun mengetahuinya dari orang lain sehingga membuat dirinya merasa gelisah, takut, bahkan menunjukkan permusuhan. Selalu berprasangka buruk mengenai apapun yang berkaitan dengan cinta.
Penyebab
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari munculnya penyakit philophobia dalam diri seseorang, antara lain adalah:
Orang yang pernah merasa perlakuan tidak menyenangkan yang berkaitan dengan percintaan.
Orang yang melihat langsung mengenai orang lainnya yang tersiksa dikarenakan percintaan, sehingga nantinya dirinya tidak ingin hal tersebut juga terjadi pada dirinya.
Pergaulan yang salah ketika masa anak-anak.
Keluarga yang tidak harmonis serta lingkungan rumah yang kacau
Pernah optimis pada sebuah hal yang diimpikan dan diinginkan namun tidak tercapai
Tidak memiliki kepercayaan diri pada orang lain dan dirinya sendiri.
Pernah merasakan patah hati yang begitu mendalam ataupun dikhianati dengan orang lain yang dicintainya.
Mencoba menjalin sebuah hubungan namun tidak berhasil disebabkan faktor-faktor tertentu yang hanya bisa dijelaskan oleh si penderita.
Ada beberapa tanda-tanda ataupun gejala yang terlihat jelas dari penderita penyakit philophobia, antara lain adalah:
Merasa ketakutan untuk memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan cinta.
Menjauhkan diri dari hal-hal yang berpotensi cinta.
Jika berpapasan dengan segala sesuatu yang berpotensi sebagai cinta maka penderita akan mengalami gejala-gejala seperti resah, panik gugup, ketakutan, melarikan diri, berpeluh, pening, benci dan lainnya.
Pada kondisi tertentu, penderota merasa jika dirinya bisa mati jika merasakan jatuh cinta.
Penderita akan berusaha mengelakkan diri dari segala hal yang dipikirkannya akan berkaitan dengan cinta.
Penghindaran diri yang sangat mengganggu aktivitas sehari hari yang dimilikinya, misalnya karena takut merasakan jatuh cinta maka membuat dirinya mengurung diri di dalam kamar bahkan tidak ingin bertemu dengan orang lainnya.
Setelah membaca penyebab dan tanda-tanda seseorang mengalami penyakit philophobia, berikut ini adalah cara -cara yang mudah diikuti untuk mengatasinya, antara lain:
1. Belajar Dari Masa Lalu
Ketika anda mengalami hubungan percintaan yang gagal, maka ada saatnya jika anda belajar dari kegagalan yang ada. Coba ingat kembali apakah hal yang menjadi penyebab dari kegagalan yang terjadi tersebut. Pelajari kegagalan yang ada dan jadikan hal tersebut sebagai modal untuk memperbaiki hubungan di masa yang akan datang. Masa lalu yang lalu memang sudah dianggap berlalu. Meskipun anda melupakannya namun ingatlah untuk belajar dari masa lalu yang ada. Kegagalan bisa mungkin terjadi kedepannya dan tidak terhindarkan.
2. Membuang Pikiran-Pikiran Negatif
Di saat anda akan memulai sebuah hubungan lagi, biasanya akan muncul beberapa pikiran negatif. Misalnya saja, anda menganggap jika pasangan baru anda tersebut tidak benar benar menyayangi anda, akan pergi meninggalkan anda ataupun bahkan akan mengkhianati anda. Untuk mengatasi hal tersebut, anda harus membuat segala pikiran negatif yang ada. Buang jauh-jauh pikiran negatif tersebut. Jangan menutup pikiran anda karena tidak semua kenyataan sesuai dengan pikiran anda.
3. Beranggapan Jika Jatuh Cinta Akan Membuat Bahagia
Jangan menuruti rasa takut untuk jatuh cinta. Pada dasarnya, jatuh cinta akan membuat anda merasa bahagia. Mungkin ada kalanya jatuh cinta bisa membuat anda merasa sedih dan mengalami masalah. Namun setiap masalah yang ada selalu memiliki solusi yang ada. Yang terpenting adalah niat anda untuk bisa mendpatkan kebahagiaan. Sehingga jangan ragu untuk merasakan jatuh cinta lagi.
4. Berusaha Lebih Terbuka
Hindari diri untuk bisa menutup serta berlama-lama mengurung dengan penyakit philophobia. jangan ragu untuk mencoba membuka diir serta beraktivitas dengan orang orang baru. Dari hal tersebut nantinya anda bisa melihat jika dunia ini ramai serta semua orang di dunia pasti membutuhkan cinta. Ketika anda menemukan orang baru yang lebih menarik jangan ragu untuk membuka diri. Biarkan diri anda berkembang serta perasaan anda mengalir begitu saja.
Nah itu tadi penjelasan mengenai penyakit Philophobia, ciri cirinya, serta cara mengatasinya. Tentu saja hal ini jangan dibiarkan begitu saja yang dapat menyebabkan penyakit menjadi lebih kronis dan menganggu kehidupan sehari-hari.