Baca Artikel Lainnya
Kebanyakan orang saat masih muda, orang cenderung lebih mudah dalam urusan menurunkan atau mempertahankan berat badan ideal. Tapi saat sudah tua, individu jadi lebih sulit mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, bahkan cenderung mudah mengalami penambahan berat badan.
Memang, tidak semua orang akan mengalami kelebihan berat badan seiring bertambahnya usia karena berat badan sangat dipengaruhi oleh genetik dan pola hidup. Tapi nyatanya, banyak yang merasa jadi lebih mudah gemuk saat sudah memasuki usia tua.
Nah, ternyata ada alasan ilmiah di balik hal ini. Penasaran apa sajakah itu? Yuk, baca penjelasan berikut ini.
1. Mengalami perubahan hormon
Baik laki-laki maupun perempuan akan mengalami perubahan kadar hormon seiring dengan terjadinya penuaan. Menurut laman CDC, hal ini pula yang menjadi alasan mengapa usia paruh baya berkaitan dengan bertambahnya berat badan.
Bagi perempuan, menopause menyebabkan penurunan estrogen yang signifikan yang mendorong kelebihan lemak di sekitar perut. Pergeseran penyimpanan lemak ini dapat membuat penambahan berat badan lebih terlihat dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Selain itu, fluktuasi kadar estrogen selama perimenopause, dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang membuat seseorang lebih sulit untuk konsisten dengan diet sehat dan olahraga.
Sedangkan laki-laki, mengalami penurunan testosteron yang signifikan seiring bertambahnya usia, sekitar 1 hingga 2 persen per tahun, menurut Harvard Health. Testosteron sendiri berperan dalam mengatur distribusi lemak dan kekuatan serta massa otot. Jadi, penurunan testosteron bisa membuat tubuh kurang efektif dalam membakar kalori.
2. Lebih rentan mengalami stres
Seiring bertambahnya usia, kamu perlu mengemban lebih banyak tanggung jawab, yang menyebabkan stres meningkat. Stres memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengoptimalkan pemrosesan nutrisi. Stres juga menyebabkan orang cenderung makan berlebihan.
Dilansir dari laman Psychology Today, stres dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan selain penambahan berat badan, seperti kesulitan belajar, defisit memori, menurunnya fungsi kekebalan, meningkatknya tekanan darah tinggi dan kolesterol, serta risiko penyakit jantung. Sehingga, stres perlu dikendalikan.3. Gaya hidup yang tidak aktif
Ingatkah kamu, saat masih anak-anak, kamu sangat aktif bahkan cenderung tidak bisa diam, tapi saat ini kamu justru lebih banyak diam dan malas bergerak? Nah, karena banyak bergerak, anak-anak cenderung memiliki tubuh yang lebih kurus. Bahkan remaja yang aktif berolah dan aktivitas lain juga memiliki tubuh yang ramping.
Tapi, begitu kamu menyelesaikan bangku sekolah dan melanjutkan karier, kamu menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk. Menurut laman Medical Daily, karena tubuh kurang aktif, maka lebih banyak kalori disimpan sebagai lemak daripada diubah menjadi energi.
3. Kehilangan massa otot
Selain itu, dilansir dari laman WebMD, individu yang tidak aktif secara fisik dapat mengalami kehilangan sebanyak 3 hingga 5 persen massa otot setiap dekade setelah usia 30, kondisi ini dikenal sebagai sarcopenia terkait usia. Bahkan, meskipun kamu aktif bergerak, kamu masih akan mengalami penurunan massa otot.
4. FAKTOR KEUANGAN
Saat masih muda, arena tidak punya uang kita cenderung menahan rasa lapar dengan tidak jajan dan tidak makan karena masih belum bekerja / berpenghasilan.
Namun saat sudah bekerja dan menghasilkan uang, kita cenderung lebih suka makan, jajan, ngemil setiap jam, anpa disadari membuat tubuh dan muka kita jadi gemuk
5. FAKTOR OLAHRAGA
Saat masih kecil kita lebih suka bermain/beraktifitas diluar rumah, hal tersebut mengeluarkan keringat dan membakar kalori. sementar saat dewasa kita cendrung olahraga seminggu sekali, atau bahkan tak pernah dan hanya berdiam saja dirumah yang artinya menumpuk lemak setiap harinya
references by
https://www.idntimes.com/health/medical/perhatikan-ini-5-alasan-orang-jadi-lebih-mudah-gemuk-saat-semakin-tua-01-q17w8-px0ctm






