June 26, 2016

Ceramah Kajian Tentang Riba

Riba, Dosa yang masuk kedalam dosa besar yang kini dianggap remeh oleh orang yang mengaku beragama Islam. Dalam kehidupan sekarang ini, banyak kita dapatkan di sekeliling kita, kaum muslimin yang bermudah-mudah mencari jalan pintas mendapatkan harta, seperti barang berharga, kendaraan, mobil dan rumah, dengan cara melakukan transaksi riba.





Selain terkena dosa berzina dengan ibu sendiri sebanyak dan selama akad berlangsung. Para pelaku riba mendapatkan juga mendapat ancaman lain dari Allah Ta’ala. Berikut ini kami sampaikan dua ayat dalam Al Qur’an tentang ancaman bagi pelaku riba, sebagai peringatan untuk kita semuanya.

Dibangkitkan dari Kubur dalam Keadaan Gila

Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah [2]: 275)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat di atas,Maksudnya, tidaklah mereka berdiri (dibangkitkan) dari kubur mereka pada hari kiamat kecuali seperti berdirinya orang yang kerasukan dan dikuasai setan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/708)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan,”Para ulama berbeda pendapat tentang ayat ini. Apakah maksud ayat ini adalah mereka tidaklah bangkit dari kubur mereka pada hari kiamat kecuali dalam kondisi semacam ini, yakni bangkit dari kubur seperti orang gila atau kerasukan setan. Atau maksudnya adalah mereka tidaklah berdiri untuk bertransaksi riba (di dunia), (yaitu) mereka memakan harta riba seperti orang gila karena sangat rakus, tamak, dan tidak peduli. Maka ini adalah kondisi (sifat) mereka (pelaku riba) di dunia. Yang benar, jika sebuah ayat mengandung dua kemungkinan makna, maka ditafsirkan kepada dua makna tersebut semuanya.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 1/1907)

Allah SWT Berjanji akan Menghancurkan Harta Riba

Allah Ta’ala berfirman,
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al Baqarah [2]: 276)
Ini adalah hukuman di dunia bagi pelaku riba, yaitu Allah akan memusnahkan atau menghancurkan hartanya. “Menghancurkan” ini ada dua jenis:
Pertama, menghancurkan yang bersifat konkret. Misalnya pelakunya ditimpa bencana atau musibah, seperti jatuh sakit dan membutuhkan pengobatan (yang tidak sedikit). Atau ada keluarganya yang jatuh sakit serupa dan membutuhkan biaya pengobatan yang banyak. Atau hartanya terbakar, atau dicuri orang. atau terkena musibah lainnya. Akhirnya, harta yang dia dapatkan/miliki habis dengan sangat cepatnya. Aatau Allah SWT tidak buat tenang hati dan kehidupannya.
Ke-dua, menghancurkan yang bersifat abstrak, yaitu menghilangkan (menghancurkan) berkahnya. Dia memiliki harta yang sangat berlimpah, akan tetapi dia seperti orang fakir miskin yang tidak bisa memanfaatkan hartanya. Dia simpan untuk ahli warisnya, namun dia sendiri tidak bisa memanfaatkan hartanya. (Lihat penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin di Syarh Riyadhus Shalihin, 1/580 dan 1/1907).


BOLEHKAH MEMBELI RUMAH MELALUI PINJAMAN KREDIT BANK RIBAWI ?


Pertanyaan :

Apakah diperbolehkan bagi saya mengambil pinjaman dari bank ribawi untuk membeli rumah ? Berilah kami faedah semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.


Dijawab oleh Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullahu ta’ala : 

Jikalau engkau sangat butuh dengan sepotong roti untuk dimakan dan menyelamatkan jiwamu dari kematian, maka janganlah engkau mengambil pinjaman dari bank sepeser pun, apalagi untuk membangun rumah atau membeli mobil (tentunya lebih tidak diperbolehkan). Allah menghalalkan bagimu bangkai, daging babi, hewan yg mati dipukul, dan hewan yg mati karena jatuh. Allah menghalalkan itu semuanya untukmu ketika dalam kondisi darurat. Dan tidak menghalalkan riba untukmu. 

Sesungguhnya riba sangat berbahaya, sesungguhnya riba sangatlah berbahaya. Maka janganlah engkau bermuamalah dengan riba. Dan bersabarlah, karena Allah azza wa jalla berfirman yang artinya : “Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan memberi jalan keluar baginya dan memberi rizki dari arah yg tidak disangka-sangka” Maka riba itu dosanya sangatlah besar dan urusannya sangatlah berbahaya, dan orang yang menghalalkan riba dihukumi kafir. 

Jika engkau butuh rumah,maka bersabarlah sampai Allah memberi rizki kepadamu, dan bersandarlah hanya kepada Allah serta lakukanlah sebab-sebabnya hingga Allah menyediakan rumah untukmu. Dan jika tidak terwujud (apa yang kau inginkan untuk memiliki rumah), maka engkau selamat dari perbuatan memerangi Allah. 

Karena pelaku riba itu memerangi Allah – wal ‘iyaadzubillah – sebagaimana firman Allah yg artinya : “Dan jika kalian tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika kalian bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagi kalian pokok harta kalian, kalian tidak menzhalimi dan tidak pula dizhalimi” Allah mengumumkan perang atas pelaku riba. 

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi riba, pencatat dan kedua saksinya. Apa yang kau inginkan setelah adanya laknat? Apakah sebuah rumah memberikan manfaat kepadamu, dalam keadaan jahannam ada di hadapanmu? Maka hendaknya seorang mukmin bertakwa kepada Allah dan bersabar atas kefaqirannya dan kebutuhannya. Karena Allah berfirman yang artinya : “Dan sungguh akan Kami beri cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. 

Bersabarlah, dan Allah akan memberimu pahala yang sangat besar sebagai ganti dari perbuatanmu berhadapan dengan laknat, kemarahan, kemurkaan dan hukuman Allah. Memikul kesusahan di dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemurkaan Allah dan hukuman-Nya. Kita memohon kepada Allah untuk mencukupi kita dengan keutamaan dan karunia-Nya dari segala sesuatu yang menimbulkan kemarahan dan kemurkaan-Nya. 

Sesungguhnya Rabb kita maha mendengarkan doa. Dan semoga shalawat Allah dan salam-Nya tercurahkan kepada nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para shahabatnya. Sumber : Mausu’ah Muallafat Wa Rasail Wa Fatawa Asy Syaikh Rabii’ Al Madkhali. Jilid I hal. 134-135 Alih bahasa : Al Ustadz Abu Umair

3 jawaban hati manusia ketika diperintahkan taat kepada Allah SWT & RasulNya:
  • 1) Jawaban org ‪#‎Mukmin‬: Sami'na wa atho'na (kami dengar, kami taat)
  • 2) Jawaban Bani Israil/Yahudi/nashoro: sami'na wa ashoina (kami mendengar, tapi tdk menaati)
  • 3) Jawaban org MUNAFIQ: sami'na wa hum laa yasma'uun (mereka berkata: "kami dengar" padahal mereka tidak mendengarkan)

Masuk kategori manakah kita? 






HADITS-HADITS SHAHIH DARI KITAB SILSILAH AL-AHADITS ASH-SHAHIHAH

HADITS KE-1028: ANJURAN UNTUK BERSEGERA DALAM BERINFAK

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما يسرني أن لي أحدا ذهبا تأتي علي ثالثة وعندي منه دينار إلا دينار أرصده لدين علي
“Aku tidak suka apabila kau memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu lewat kepadaku tiga hari ternyata masih tersisi satu Dinar. Kecuali Dinar yang aku pakai untuk membayar hutang.”

HADITS KE-1029: PERTOLONGAN ALLAH KEPADA ORANG YANG BERNIAT MEMBAYAR HUTANG

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من أخذ دينا وهو يريد أن يؤديه أعانه الله عز وجل
“Barangsiapa yang berhutang kepada orang lain dan ia memang berkeinginan untuk membayarnya, maka Allah akan bantu untuk membayarnya.”

HADITS KE-1033: BAHAYA RIBA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
درهم ربا يأكله الرجل -و هو يعلم- أشد عند الله من ستة وثلاثين زنية
“Satu Dirhamnya riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan ia tahu bahwa itu riba, maka dosanya lebih berat di sisi Allah dari 36 kali berzina.”

DOWNLOAD MP3 CERAMAH AGAMA ISLAM: KITAB SILSILAH HADITS SHAHIH, HADITS KE-1028 DAN KE-1033


Meluruskan Jual Beli Sesuai Syariat


MP3 Harta Haram Muamalat Kontemporer: Hutang Akibat Terjadi Hiper-inflasi (Ustadz DR Erwandi Tarmizi, M.A.)



KAJIAN FIQIH MUAMALAH – USTADZ DR. ERWANDI TARMIZI: TANYA-JAWAB SEPUTAR MUAMALAH EDISI 15 SYAWAL 1436


KAJIAN FIQIH MUAMALAH – USTADZ DR. ERWANDI TARMIZI: TANYA-JAWAB SEPUTAR MUAMALAH EDISI 8 SYAWAL 1436



KAJIAN HARTA HARAM MUAMALAT KONTEMPORER: KARTU PRABAYAR


Download MP3 Kajian Kitab Matan Abu Syuja’ (Kitabul Buyu’) – Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi: Riba Jual Beli (Bagian ke-1)


ALLAH & PARA RASULNYA AKAN MEMEMERANGI PARA PELAKU RIBA BAIK DI DUNIA & AKHIRAT JIKA MERAKA TAK MAU BERHENTI TIDAK MENGULANGI SERTA BERTAUBAT DI DUNIA..

MINTALAH PADA ALLAH SWT AGAR SELALU DIBERIKAN HATI YANG QANA'AH + TUBUH YANG SEHAT + REZEKI YANG CUKUP


Klik Play, Jika menggunakan IDM (INTERNET DOWNLOAD MANAGER)
Klik tombol play > Pilih Download 3GP



 
Like us on Facebook