Pada kuartal pertama 2016, dilaporkan terjadi peningkatan domain ransomware sebesar 35 kali dibandingkan dengan tahun 2015. Hasil tersebut berdasarkan dari laporan perusahaan kontrol jaringan, Infoblox, yang dilansir IT Pro Portal, Rabu (1/6/2016).
Saat ini, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan penyumbang domain ransomware terbesar. Negara Adidaya tersebut menyumbang domain sebesar 40 persen dari total domain ransomware di dunia. Sedangkan, negara Jerman mengalami penurunan sebesar 20 persen dan menjadikannya ke peringkat kedua.
Baca Artikel Lainnya
- Velg Mutakin Buatan Mana?
- Terlalu Banyak Aturan, Penjual Seller Memilih Tak Berjualan Di Tokopedia
- Kenapa Shopee Tidak Bisa Ubah atau Ganti Jasa Kurir Ekspedisi?
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Penyebab Akun Ini Tidak Dapat Lagi Menggunakan Whatsapp Karena Spam
- Facebook Meta Ramai-Ramai Jadi "Lapangan Kerja Baru", Data Apa Yang Sebenarnya Mereka Kumpulkan?
- Jasa Hack MyBCA di Dark Web, Modal Nomor Rekening dan Nama Pemilik
- Kembali Lagi, Bjorka Jual Jutaan Paspor WNI di Dark Web
- Ransomware LockBit Akui Berhasil Meretas Data Perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC)
- Mengenal Phising dan Scamming Yang Bisa Buat Saldo Berkurang dan Hilang
- Data Pengguna Nasabah Bank BSI Dijual Di Darkweb
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
Ransomware sendiri merupakan tipe serangan di mana peretas menempatkan malware (virus) pada komputer korban yang mengenkripsi semua file/data. Kemudian peretas tersebut akan meminta tebusan sejumlah uang kepada korbannya untuk bisa membuka enkripsi yang dipasang oleh peretas.
Pada awal serangannya, ransomware menyasar kepada pengguna komputer pribadi, namun mereka menyadari juga dapat meraih keuntungan lebih besar dari perusahaan-perusahaan bisnis. Saat ini serangan ransomware yang populer terjadi yakni dari CryptoWall yang merugikan perusahaan bisnis senilai USD325 juta.
references by okezone
