MASUKAN KATA DI KOTAK BAWAH INI UNTUK MENCARI.. LALU KLIK TOMBOL "SEARCH"

April 16, 2026

Kenapa Atap Asbes Berbahaya Bagi Kesehatan?

Baca Artikel Lainnya

Sudah tahu bahayanya tapi tetangga sebelah atau sekitar rumah tetap pakai atap asbes? Serpihan kecilnya yang tak terlihat bisa terbawa udara/angin dan terhirup oleh hidung dan masuk ke tubuh ini resiko kesehatan yang akan ditanggng keluargamu terlebih jika punya anak bayi/balita. Atap asbes adalah material penutup atap ekonomis, ringan, dan tahan lama, terbuat dari campuran semen dan serat fiber. Umumnya berbentuk lembaran gelombang, populer untuk garasi, kanopi, atau bangunan semi permanen.

 


 

Atap Asbes Terbuat Dari Apa ?

Atap asbes umumnya terbuat dari campuran serat mineral alami (asbestos) dan semen, sering kali disebut sebagai semen asbes. Bahan ini berbentuk lembaran tipis bergelombang yang terkenal kuat, tahan panas, dan murah. Mineral silikat ini memiliki serat mikroskopis yang ringan namun berisiko kesehatan jika terhirup.

Komponen dan Karakteristik Utama:

  • Serat Mineral Alam: Asbes berasal dari mineral silikat alami, termasuk krisotil, amosit, dan lainnya, yang dikenal tahan panas serta korosi.
  • Campuran Semen: Serat-serat mineral tersebut diikat dengan semen untuk membentuk lembaran atap yang kaku namun ringan.
  • Struktur: Biasanya diproduksi dalam bentuk lembaran bergelombang dengan berbagai ukuran, serta sering digunakan untuk bangunan non-residensial

 

Kelebihan pertama yang membuat atap asbes banyak dipakai adalah harganya yang murah sehingga semua kalangan bisa membelinya dan banyak digunakan. Selain murah, atap asbes juga sangat mudah ditemukan di toko material bangunan terdekat kamu.

Karena berbentuk lembaran, bobotnya menjadi lebih ringan dan membuatnya mudah dipasang. Selain itu, kamu nggak perlu memakai banyak penyangga karena luasnya yang cukup lebar.

Atap asbes sangat mudah dibersihkan. Ditambah, atap asbes tahan terhadap segala cuaca apapun sehingga orang-orang yang berada di bawahnya akan aman. Rayap pun sulit untuk menembus dan merusaknya. 


Kelemahan atap asbes


Meski murah dan mudah dipasang, atap asbes punya beberapa kelemahan. Seperti yang dikatakan di awal, atap asbes menyerap panas. Jika kamu memiliki rumah dengan atap asbes, Anda akan merasa sangat panas berada di dalamnya. Dengan begitu, sebenarnya atap asbes nggak disarankan untuk digunakan di daerah yang panas.

Karena berbentuk lembaran panjang yang tipis, atap asbes sangat rapuh dan mudah sekali sobek. Saat memasangnya, kamu harus super hati-hati. Kalau atap asbes retak atau sobek, kamu harus menggantinya dengan atap asbes yang baru. Paling parah, atap asbes membawa dampak kesehatan yang membahayakan.

Awalnya, atap asbes ditemukan dan mulai dipakai pada abad 19. Masuk pada abad 20, muncullah keprihatinan bahwa banyak penambang asbes yang meninggal. Hal ini sebabkan karena zat asbes yang terhirup oleh para penambang. Maka dari itu, pada 1970an, penggunaan bahan asbes mulai dibatasi dan tidak dianjurkan, bahkan pemakaian bahan asbes sudah dilarang di Jepang.

Mengapa hal ini terjadi? Asbes terdiri dari partikel mikro yang tidak terlihat di udara sehingga bisa memicu kanker paru-paru. Tidak hanya kanker paru-paru, atap asbes bisa memicu penyakit lainnya. Hal yang sama juga bisa terjadi pada diri kita. Bila kita menggunakan atap asbes sebagai atap rumah, ada kemungkinan kita menghirup zat asbes yang sangat kecil. Mungkin kamu merasa biasa-biasa saja. Namun, efeknya akan muncul setelah berpuluh-puluh tahun kemudian.

 


Nah, untuk mencegah dampak di atas, ada baiknya bila kamu tidak menggunakan atap asbes. Gunakanlah atap berbahan lain, seperti bitumen dan semen fiber. Bitumen adalah bahan aspal dan serat selulosa yang terbuat dari kayu. Berat bitumen cukup ringan, tidak berisik, tahan lama, dan tidak panas.

Semen fiber terbuat dari campuran semen dengan bahan penguat dan serat mineral fiber. Bahan atap jenis ini dikenal dengan kekuatannya yang tidak mudah lapuk, lembab, dan bocor. Tentunya, kedua bahan ini ramah lingkungan alias bebas dari zat asbes.

Karena kelebihan yang dimilikinya, bahan asbes kerap dijadikan sebagai salah satu komposisi dalam bahan bangunan. Biasanya komposisinya sekitar 10% hingga 15%. Akan tetapi, ada baiknya bila kamu tidak menggunakannya karena bahaya yang ditimbulkannya. Jangan ragu untuk membeli atap yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi tubuh kamu. Meskipun kamu harus mengeluarkan uang yang cukup banyak, kamu akan terhindar dari penyakit-penyakit tertentu. 

 


 

Masalah Kesehatan Utama Akibat Asbes:
  • Asbestosis: Penyakit paru-paru kronis yang disebabkan oleh jaringan parut akibat serat asbes, mengakibatkan sesak napas permanen dan tidak dapat disembuhkan.
  • Kanker Paru-Paru: Asbes adalah karsinogen manusia yang diketahui, sering menyebabkan kanker paru-paru, terutama pada perokok.
  • Mesothelioma: Kanker langka dan ganas yang menyerang selaput tipis yang melapisi paru-paru atau perut, sangat terkait dengan paparan asbes.
  • Kanker Lainnya: Risiko kanker laring, ovarium, far, dan kolorektum juga meningkat.
  • Gejala Umum: Batuk kronis, sesak napas (dispnea), nyeri dada, batuk darah, dan kelelahan ekstrem.

 

 

Tingkat Risiko dan Pencegahan:
  • Tidak ada tingkat paparan yang aman: WHO menyatakan bahwa sekecil apa pun paparan asbes, risiko penyakit tetap ada.
  • Bahaya saat rusak/tua: Asbes aman selama utuh, namun menjadi berbahaya jika sudah lapuk, patah, atau rusak karena serat halus terhirup.
  • Pencegahan: Hindari memotong atau mengebor asbes, gunakan masker khusus jika harus berurusan dengan asbes, dan ganti dengan atap yang lebih aman (seperti spandek atau genteng)

 


 


 

 

 
Like us on Facebook