PT PLN (Persero) menjamin tak akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga akhir tahun ini. Perusahaan listrik milik BUMN tersebut memilih fokus melakukan efisiensi untuk menjaga pendapatan agar tak tergerus.
"Kenaikan TDL belum ada rencana untuk Juli sampai akhir tahun. Dampak keuangan efisiensi tekan biaya operasional, masih banyak lubang untuk mampu ditutup dengan efisiensi," kata DIrektur Utama PLN, Sofyan Basir di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (6/6).
Menurut Sofyan, keputusan menahan tarif listrik sudah dikomunikasikan dengan pemerintah. Sementara efek pencabutan subsidi 900 volt ampere (VA) juga dinilai tidak memengaruhi keuangan PLN.
"Sudah koordinasi dengan pemerintah, tidak ada sampai akhir tahun. Dampak pencabutan subsidi 900 VA enggak ada ke keuangan, ke pemerintah uangnya, ke negara," paparnya.
Sementara terkait harga minyak yang naik karena konflik Qatar dengan negara-negara Timur Tengah, menurut Sofyan, itu tidak terlalu berpengaruh terhadap tarif dasar listrik. Karena penggunaan BBM untuk pembangkit PLN masih sedikit.
"BBM itu hanya 4,5 (persen), jadi enggak ada masalah," ujarnya.
Menurut Sofyan, keputusan menahan tarif listrik sudah dikomunikasikan dengan pemerintah. Sementara efek pencabutan subsidi 900 volt ampere (VA) juga dinilai tidak memengaruhi keuangan PLN.
"Sudah koordinasi dengan pemerintah, tidak ada sampai akhir tahun. Dampak pencabutan subsidi 900 VA enggak ada ke keuangan, ke pemerintah uangnya, ke negara," paparnya.
Sementara terkait harga minyak yang naik karena konflik Qatar dengan negara-negara Timur Tengah, menurut Sofyan, itu tidak terlalu berpengaruh terhadap tarif dasar listrik. Karena penggunaan BBM untuk pembangkit PLN masih sedikit.
"BBM itu hanya 4,5 (persen), jadi enggak ada masalah," ujarnya.
Jika tidak berubah sampai akhir tahun, maka tarif listrik untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) Rp 1.467,28 per kilo Watt hour (kWh), tarif listrik Tegangan Menengah (TM) Rp 1.114,74 per kWh, tarif listrik Tegangan Tinggi (TT) Rp 996,74 per kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus Rp 1.644,52 per kWh.
Baca Artikel Lainnya
- Kronologi TNI Tembaki Polisi Lampung
- Jadwal Libur Panjang Idul Fitri 2025
- Sejak Kapan Gas Elpiji LPG 3KG Diberi Label Hanya Untuk Masyarakat Miskin?
- Data Angka Bunuh Diri Indonesia Terus Meningkat
- Tak Ada Di Database Pemerintah, Tak Bisa Beli Gas Elpiji LPG 3KG
- Laptop Ringan & Awet Baterai Jadi Incaran Konsumen Indonesia
- Penyederhanaan Golongan Listrik Ditunda
- Tips Generasi Muda Agar Bisa Wujudkan Mimpinya
- Ciri Perusahaan Atau Kantor Akan Bangkrut
- Kronologi Pertamax Dioplos PERTAMINA
- Asal Usul Pagar Laut Yang Buat Rakyat Indonesia Marah
- Ridwan Kamil Difitnah Lisa Mariana Jadi Selingkuhannya
12 Golongan Pelanggan yang tarif-nya tidak naik tersebut adalah:
1. R1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 1300 VA.
2. R1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 2200 VA.
3. R1 Rumah Tangga menengah di tegangan rendah, daya 3500 hingga 5500 VA.
4. R3 Rumah Tangga besar di tegangan rendah, daya 6600 VA ke atas.
5. B2 Bisnis menengah di tegangan rendah, daya 6600 VA hingga 200 kVA.
6. B3 Bisnis besar di tegangan rendah, daya di atas 200 kVA.
7. P1 Kantor Pemerintah di tegangan rendah, daya 6600 VA hingga 200 kVA.
8. I3 Industri menengah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA.
9. I4 Industri besar di tegangan tinggi, daya 30 MVA ke atas.
10. P2 Kantor Pemerintah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA.
11. P3 Penerangan Jalan Umum di tegangan rendah.
12. L Layanan Khusus.
Sebelumnya PLN menyesuaikan tarif dasar listrik untuk kategori rumah tangga 900 Volt Ampere (VA) karena dianggap sudah mampu dibandingkan pelanggan 450 VA. Penyesuaian dilakukan karena melalui 4 fase yakni 1 Januari, Maret, dan Mei, Juli 2017
references by kumparan
