April 8, 2014

Blackberry Mulai Tertarik Bangun Pabrik Di Indonesia


http://img.okeinfo.net/dynamic/content/2014/04/07/320/966549/61o6qGqM67.jpg?w=400

Produsen telepon seluler atau ponsel, BlackBerry menilai Indonesia mempunyai pasar yang besar untuk memproduksi ponsel.


Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyebutkan produsen Blackberry temui menggandeng produsen komponen ponsel asal Taiwan, Foxconn untuk membangunan pabrik di Jakarta.

"Blackberry datang ke saya kira-kira 10 hari lalu, mereka mengatakan bahwa telah berbicara serius dan detail foxconn untuk membuka fasilitasnya di indonesia," ujar Mendag Lutfi di Kalibaru, Senin (7/4/2014).

Ia juga menjelaskan tujuan produsen Blackberry untuk memperluas bisnis. "Blackeberry datang ke Indonesia itu adalah bagian dari survival mereka, bertahannya mereka menjadi industri telepon karena pangsa pasarnya besar sekali," jelasnya.

Kemendag akan membicarakan lebih lanjut dengan Kemenperin jika nantinya BlackBerry sudah membangun pabrik. Tujannya agar Indonesia bisa juga menjadi eksportir ponsel.

"Saya langsung Kemenperin untuk telepon dan masalah lainnya supaya industri kita maju. Indonesia harus menjadi ekpsortir ke depan," tuturnya




Blackberry Dipastikan Tetap Produksi di Indonesia
 Blackberry Dipastikan Tetap Produksi di Indonesia

 Pabrikan ponsel pintar Blackberry dipastikan tetap akan memproduksi ponselnya di Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

"Ini bagian survival atau bertahan mereka, mereka bertahan dari telepon yang sudah banyak di pasar dan pasar mereka di dunia besar sekali, termasuk di Indonesia juga," ujar Lutfi di sela-sela peninjauan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (7/4/2014).

Dia menjelaskan, dalam produksi ponsel pintar ini, Blackberry akan menggandeng Foxconn yang akan membuat pabriknya di Indonesia. "Mereka sudah berbicara serius dengan Foxconn di Indonesia," lanjutnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Lutfi akan bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantor Kementerian Perindustrian pada hari ini. Selain membahas soal Blackberry, Lutfi juga akan membicarakan rencana pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM)  sebesar 20% untuk ponsel dengan harga di atas Rp 5 juta.

"Berbicara dengan Pak Hidayat. Indonesia punya 220 juta pelanggan telepon seluler. Kami musti juga memberdayakan industri dalam negeri agar jalan, dengan PPnBM 20% kami musti membiarkan tumbuhnya lebih besar," jelasnya.

Selain itu, Lutfi mengatakan meskipun muncul anggapan bahwa dengan pengenaan PPnBM ini akan dikhawatirkan memicu masuknya impor ponsel ilegal, namun hal tersebut tidak akan menghalangi pemerintah untuk tetap melakukan pengenaan PPnBM tersebut.

"Kalau telepon ilegal itu kecurangan. Jangan sampai kecurangan mengorbankan industri nasional. Kalau memang itu ilegal kami harus tindak," tandasnya. - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2033510/blackberry-dipastikan-tetap-produksi-di-indonesia#sthash.ADHjiQyZ.dpuf















references by inilah , liputan6,

 
Like us on Facebook