November 9, 2015

Minum Jamu Dulu atau Makan Dulu ?


Mengkonsumsi segala sesuatu mesti ada aturannya. Jangan karena panganan itu sehat lantas makan tidak ada aturannya. Tiap orang, berbeda kondisinya. Jadi, tak bisa menyamaratakan semua tips-tips kesehatan. Berkonsultasi dengan nutrisionis atau ahli gizi itu penting. Sebab, jangan sampai niat ingin sehat justru berakhir dengan penyakit. Terutama mereka yang memiliki penyakit tertentu, tak boleh asal makan.



Salah satu yang berisiko adalah mereka yang memiliki penyakit maag. Mereka yang sensitif dengan kenaikan asam lambung ini tak boleh sembarang mengonsumsi makanan yang memicu kenaikan asam lambung.

“Seperti meminum air perasan jeruk nipis pada pagi hari sebelum sarapan yang dipercaya bisa melunturkan lemak. Memang kaya vitamin C dan bersifat diuretik, tapi bagi penderita mag itu berisiko. Lebih baik makan dahulu, mengisi perutnya. Sebenarnya, selama tidak ada indikasi penyakit apapun, tidak masalah,” terang Saraheni, nutrisionis Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS), Samarinda.

Oleh karenanya, jangan heran jika mayoritas obat dikonsumsi setelah makan.  Hal ini bukan tidak berlaku untuk jamu. Semuanya sama. Meskipun ada embel-embel herbal dan tradisional, semua harus berdasarkan indikasi keperluan dan kondisi tubuh tiap orang.

“Memang, konsultasi terlebih dahulu itu sangat penting. Kan kondisi tiap orang berbeda,” imbuhnya.

Mengambil contoh orang yang menderita diabetes, meskipun buah-buahan adalah makanan sehat, namun para penderita diabetes tak bisa sembarangan mengonsumsi buah. Jika salah mengonsumsi buah seperti sawo atau durian, justru memperburuk keadaan.







references by

 
Like us on Facebook