Sekitar 500 orang, Senin, melakukan protes aksi diam di Tokyo untuk menentang pertumpahan darah di Gaza.
Protes diikuti jumlah terbesar dibanding sebelum ini sejak kekerasan mulai terjadi pada awal bulan, kata penyelenggara.
Ketika hari beranjak malam, para demonstran menyalakan lilin berjajar membentuk huruf "GAZA" yang besar di taman kota dan melakukan saat hening satu menit untuk berdoa bagi para korban kekerasan di wilayah Palestina.
Sebagian orang mengayunkan bendera Palestina sementara yang lain
membentangkan tulisan "Hentikan pembunuhan di Gaza. Jepang peduli".
Protes diikuti jumlah terbesar dibanding sebelum ini sejak kekerasan mulai terjadi pada awal bulan, kata penyelenggara.
Ketika hari beranjak malam, para demonstran menyalakan lilin berjajar membentuk huruf "GAZA" yang besar di taman kota dan melakukan saat hening satu menit untuk berdoa bagi para korban kekerasan di wilayah Palestina.
Baca Artikel Lainnya
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Ilmuwan Ramal Bumi Akan Jadi Planet Plastik
- Ridwan Kamil Difitnah Lisa Mariana Jadi Selingkuhannya
- Kronologi TNI Tembaki Polisi Lampung
- Jadwal Libur Panjang Idul Fitri 2025
- Sejak Kapan Gas Elpiji LPG 3KG Diberi Label Hanya Untuk Masyarakat Miskin?
- Data Angka Bunuh Diri Indonesia Terus Meningkat
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
"Kami ingin orang-orang di Gaza tahu bahwa mereka tidak terkucil dari dunia," kata Sonoko Kawakami, salah seorang penyelenggara, seperti dikutip AFP.
"Gaza letaknya jauh dari Jepang, tetapi kami akan terus melakukan apa yang dapat kami kerjakan di sini," ujarnya.
Pemuka Islam, Kristen, Buddha, dan Yahudi menyampaikan pesan-pesan singkat menyerukan agar kekerasan dihentikan.
Jumlah warga Palestina yang menjadi korban meninggal di Gaza terus meningkat melampaui lebih dari angka 500, kebanyakan adalah warga sipil.
Israel mengatakan 18 orang prajuritnya terbunuh, itu kehilangan paling berat dalam delapan tahun terakhir, ditambah dua warga sipil.
Unjuk rasa pro-Palestina telah dilakukan di kota-kota Eropa dan juga di Asia.
Di Prancis, unjuk rasa berkembang menjadi kekerasan setelah terjadi bentrok dengan polisi antihuru-hara, sehingga puluhan orang ditangkap.(antara)
(Photo: AFP - Kazuhiro Nogi)
