Xiaomi baru-baru ini meluncurkan HyperOS yang menggantikan peran MiUI. Sistem operasi tersebut memang masih bergantung pada Android milik Google.
Baca Artikel Lainnya
- Smartphone Buatan China Kompak Tinggalkan Android. Ada Apa?
- Android KitKat Dihentikan Oleh Google, Beberapa Aplikasi Tak Bisa Dipakai Lagi
- Download FIREFOX 101 OFFLINE INSTALLER 2022 WINDOWS, LINUX, macOS
- Download FIREFOX 64 OFFLINE INSTALLER 2019 WINDOWS, LINUX, macOS
- Fitur & Kelebihan Android PIE
- Jual Driver Printer HP LASERJET 1010
- Daftar Smartphone Handphone RAM 10 GB
- Smartphone Merk HP Dengan OS Windows 10
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Penyebab Akun Ini Tidak Dapat Lagi Menggunakan Whatsapp Karena Spam
- Facebook Meta Ramai-Ramai Jadi "Lapangan Kerja Baru", Data Apa Yang Sebenarnya Mereka Kumpulkan?
Dengan HyperOS, pengguna bisa menikmati pengalaman yang lebih mulus dan menyatu saat menggunakan smartphone, smartwatch, dan smart TV. Inisiatif ini bertujuan menyederhanakan kehidupan pengguna saat menjajal berbagai produk Xiaomi.
HyperOS sejauh ini belum 'membangkang' ke Android, tetapi masih menjalin hubungan simbiotik, dikutip dari Gizmochina, Rabu (1/11/2023).
Namun, tak menutup kemungkinan ke depannya Xiaomi makin ambisius untuk menjadi mandiri, mengikuti langkah Huawei.
Apalagi, hubungan geopolitik China dan AS yang memanas berimbas besar pada industri teknologi. Pemerintahan Joe Biden baru-baru ini membuat aturan pemblokiran total untuk akses chip AS ke China.
HarmonyOS milik Huawei sudah benar-benar mandiri dan lepas dari ekosistem Google, setelah Huawei dikenai sanksi keras oleh Amerika Serikat (AS).
Meski mengalami jalan terjal untuk mempromosikan HarmonyOS tanpa dukungan Android, Huawei bangkit setelah merilis Mate 60 Pro yang laris manis di pasaran. Saat ini, lebih dari 700 juta perangkat sudah berjalan dengan HarmonyOS.
Tak mudah memang mengalahkan dominasi Android. Saat ini, pangsa pasar sistem operasi mobile masih dikuasai Android sebesar 70%. Bahkan, iOS milik Apple masih mengambil porsi yang sangat kecil.
Xiaomi pelan-pelan unjuk gigi dengan HyperOS, sembari masih mengoptimalkan dukungan Android. Sementara itu, Huawei punya fokus yang jelas untuk memperluas adopsi HarmonyOS.
