July 10, 2014

Foto-Foto Serangan Gaza 2014 [UPDATE]

37 Tewas , Ratusan Luka-Luka dalam Serangan Israel di Gaza

 
Jet-jet tempur Israel membombardir target-target Palestina di Gaza, sementara militan Hamas menembakkan roket-roket jauh ke jantung negara Yahudi itu.
Militer Israel meningkatkan serangan pada hari kedua "Operation Protective Edge," sebuah misi yang ditujukan untuk menghalangi Hamas menembakkan roket-roket ke Israel. Namun, serangan itu memicu pertempuran paling sengit antara Israel dan Hamas sejak perang delapan hari pada akhir 2012.
Para pejabat Palestina mengatakan, sedikitnya 37 orang tewas di Gaza pekan ini, tidak hanya militan tapi juga perempuan dan anak-anak.
Israel melaporkan tidak ada korban tewas dipihaknya, namun sirine serangan udara terdengar di pusat bisnis utama di Tel Aviv sementara Hamas menembakkan roket-roket lebih jauh ke dalam wilayah Israel dibanding sebelumnya. Media Israel melaporkan dua roket mendarat di Laut Tengah dekat kota pelabuhan Haifa, Israel Utara, 165 kilometer dari Gaza, dan pemerintah mengatakan Hamas memiliki puluhan roket jarak jauh.
http://www.montrealgazette.com/news/cms/binary/10016231.jpg
Menteri Keamanan Publik Israel Yitzhak Aharonovich bersumpah untuk melanjutkan serangan di Gaza.
http://assets.nydailynews.com/polopoly_fs/1.1860005.1404908649!/img/httpImage/image.jpg_gen/derivatives/article_970/531486078.jpg
Kepulan asap hitam tampak membumbung dari target-target pemboman di Gaza yang berpenduduk padat. Para petugas SAR dan medis Palestina menyusur reruntuhan di 430 lokasi yang menurut Israel diserang pesawat-pesawat tempurnya sejak operasi dimulai hari Selasa.

Ratusan orang yang berkabung mengusung jenazah-jenasah mereka yang tewas dalam prosesi pemakaman melalui jalan-jalan di Gaza.

https://d9hblenkye35w.cloudfront.net/media/thumbnail/ext/xl/http%253A%252F%252Fi.huffpost.com%252Fgen%252F1898036%252Fthumbs%252Fo-ISRAEL-PALESTINE-facebook.jpg
Presiden Amerika Barack Obama mengatakan dalam sebuah kolom di suratkabar Jerman Die Zeit, Rabu, siapapun yang terlibat harus bertindak masuk akal dan hati-hati, ketimbang mengusahakan pembalasan. Ia menegaskan kembali dukungan Amerika bagi solusi dua negara dan menambahkan bahwa kedua pihak harus siap menerima resiko perdamaian.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan sebuah pernyataan di televisi Selasa malam yang menyerukan agar badan-badan internasional seperti Kuartet Timur Tengah dan DK PBB untuk bertanggungjawab menjamin keamanan rakyat Palestina. Ia meminta rakyat Palestina untuk bersatu dan bersabar, serta menjanjikan bahwa pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka. 


Pimpinan pertahanan Israel, Moshe Ya’alon, mengatakan Selasa (8/7) negara Yahudi itu  bersedia melakukan serangan terhadap militan Hamas di Gaza, “yang tidak akan berakhir dalam beberapa hari.” 
Kabinet keamanan Israel  mengesahkan militer memanggil 40 ribu tentara cadangan di samping 1.500 yang sudah dikerahkan.

http://www.muslimnews.co.uk/assets/palestine-israel-bombs-gaza-killing-23-269x245.jpg
Tentara Israel mengatakan serangan udaranya, bagian dari serangan yang disebut “Operation Protective Edge,”  telah menyerang lebih dari 100 tempat, termasuk rumah-rumah dan tempat-tempat peluncuran roket.
Di Washington, juru bicara Gedung Putih John Earnest mengutuk serangan roket Selasa dan mengatakan Israel berhak membela dirinya.
Tank-tank dan kendaraan lapis baja lainnya Israel kelihatan berkumpul dekat perbatasan Gaza, dan seorang juru bicara militer mengatakan angkatan darat sedang menyiapkan pasukan cadangan untuk kemungkinan misi darat.
PEMERINTAH TURKI: Masyarakat Dunia Harus Halangi Israel Serang Gaza~

Pemerintah Turki meminta Israel menghentikan operasi militernya di Gaza. Operasi itu bagaikan hukuman massal terhadap rakyat Gaza.

Dalam pernyataan persnya, Selasa (8/7/2014), departemen luar negeri Turki mengajak masyarakat dunia untuk turut dalam upaya menghentikan serangan-serangan udara yang dilakukan Israel di Gaza.

“Sejak bertahun-tahun yang lalu Israel melakukan serangan udara ke Gaza. Padahal rakyat Gaza sedang berjuang demi hidup yang mulia. Berlanjutnya operasi militer di Gaza adalah hal yang tidak bisa diterima,” demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.

Sementara itu, menteri luar negeri Turki, Ahmet Dovutoglu, mengkritik pernyataan kandidat presiden dari partai-partai oposisi, Ekmeleddin İhsanoğlu, bahwa dirinya tetap berada dalam posisi netral dalam masalah konflik Palestina.

“Orang yang tetap dalam posisi netral dalam konflik Palestina berarti mendukung Israel. Tidak mengapa bersikap netral dalam perseteruan antara Hamas dan Fatah, tapi dalam konflik Palestina-Israel sikap tersebut tidak bisa diterima. Apalagi yang menyatakannya adalah Ihsanoglu, mantan sekjen OKI yang didirikan untuk memperjuangkan Palestina,” demikian Dovutoglu menjelaskan.
Hubungan Israel dan Palestina memanas sejak 3 remaja Negeri Zionis diculik. lalu Israel menuding dan memfitnah bahwa kelompok dari Palestina sebagai pelakunya.

Kemudian seorang pemuda Palestina diculik dan dibakar-bakar hidup-hidup dalam serangan yang diduga merupakan aksi balas dendam.


Israel Bebaskan Pembunuh Remaja Palestina

 Israel siap melepaskan tiga dari enam pelaku pembunuhan pemuda Palestina. Aksi pembunuhan tersebut merupakan pemicu pertempuran antara Israel dan Palestina.

Keterangan mengenai pembebasan tersebut disampaikan surat kabar terkemuka di Negeri Yahudi ini Haaretz.

"Tiga dari enam pelaku pembunuhan Mohammed Abu Khedair akan dilepaskan pada Kamis (waktu setempat)," tulis surat kabar Israel, Haaretz, seperti dikutip dari Brisbane Times, Kamis (10/7/2014).

Tidak hanya dari Haaretz, media lain di Israel turut memberitakan hal yang sama. Salah satu media yang menguatkan pernyataan dari Haaretz adalah portal media online, Nana.

"Bila tidak perubahan perkembangan maka tiga dari enam pelaku dibebaskan besok," tambah pernyataan dari Nana.

Israel menangkap enam pelaku pembunuhan Khedair pada Minggu, 6 Juli 2014. Namun, belum bisa dipastikan kenapa Israel membebaskan para terduga pelaku pembunuhan.

Seperti diketahui, pembunuhan Khedair merupakan salah satu pemicu ketegangan antara Israel dan Palestina. Setelah pembunuhan tersebut, aksi pelemparan roket Hamas dibalas serangan bertubi-tubi dari Israel.

 http://www.abc.net.au/news/image/5583104-3x2-700x467.jpg

43 WARGA PALESTINA TEWAS DALAM SERANGAN ISRAEL

Jumlah korban akibat serangan udara Israel di Gaza terus bertambah. Dua hari aksi membabi buta itu dilancarkan, sebanyak 43 nyawa melayang, 22 diantaranya perempuan dan anak.
Sejak serangan dilakukan dua hari lalu, jumlah korban terus meningkat. Sebanyak 370 orang mengalami luka akibat serangan keji tersebut.

 http://previous.presstv.ir/photo/20140709/370518_child-casualties-Palestine.jpg

Dari jumlah korban tewas, kata Juru Bicara Pelayanan Darurat Ashraf al-Qudra seperti dikutip AFP, tercatat sembilan orang anak-anak dan enam perempuan menjadi korban serangan militer Israel.
Namun, belum diketahui korban tewas lainnya adalah warga sipil atau gerilyawan.
Selama sore hari, rudal menghantam sebuah rumah di Al-Maghazi, sebuah kamp pengungsi di dekat pantai Deir al-Balah di Gaza tengah, menewaskan seorang ibu dan empat anaknya. Sebelumnya, dua perempuan dan empat anak-anak tewas dalam serangkaian serangan di utara dan timur Kota Gaza.
 http://www.japantoday.com/images/size/x420/2014/07/3562d6f37ce76ec0d3f2fd0eda7c3673e17de2e0.jpg


Mohammed Aarif (13) dan saudaranya Amir (12), tewas dalam serangan udara di Shejaiya, sebelah timur Kota Gaza, sementara serangan di distrik Zeitun membunuh Amina Malaka (27), dan anaknya Mohammed (18 bulan).
http://s.newsweek.com/sites/www.newsweek.com/files/styles/headline/public/2014/07/08/hamas.jpg

Rudal juga menghantam Beit Hanun menewaskan Sahar al-Masri (40) dan anaknya Ibrahim yang baru berusia 14 tahun.
Tengah malam, sebuah rumah di utara Beit Hanun rata dengan tanah setelah dibombardir Israel. Rumah tersebut adalah milik komandan senior jihad Hafez Hammad. Dia dan lima saudaranya termasuk perempuan dan seorang gaid 16 tahun tewas dalam serangan tersebut.
Di pusat kota Gaza, seorang paramedik mengevakuasi tubuh seorang nenek, Naifah Farajallah (80), dari puing-puing yang rusak akibat serangan udara. Di daerah yang sama, sebuah rudal Israel menewaskan dua orang di sebuah lapangan dekat Nusseirat kamp pengungsi.

http://images.scribblelive.com/2014/7/8/6e160f72-1817-40ed-b81c-532748f35ab2.png

http://palestinefrommyeyes.files.wordpress.com/2014/07/10462910_10201582144030479_6995205390805165251_n.jpg





http://wpmedia.news.nationalpost.com/2014/07/hamas.jpg?w=620


https://www.middleeastmonitor.com/images/image-gallery-slideshow/2014/20140710_GazaIsraeliStrikeFamilyof5YearOld/aa_picture_20140710_2755440_high.jpg

https://www.middleeastmonitor.com/images/image-gallery-slideshow/2014/20140710_GazaIsraeliStrikeFamilyof5YearOld/aa_picture_20140710_2755442_high.jpg

53 Orang Tewas dan 340 Terluka

Reuters melansir, dari 53 orang yang tewas itu, 45 di antaranya adalah warga sipil, termasuk 12 anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Sementara korban luka mencapai lebih dari 340 orang. Selain itu, sedikitnya 25 hancur atau rusak, dan tidak semua properti itu milik militan Hamas.

Seiring dengan langkah Israel memborbardir Gaza, Hamas membalas menembakkan roket ke jantung Israel. Di Tel Aviv, rudal dari sistem pertahanan Israel, Iron Dome, ditembakkan ke langit untuk mencegat roket yang diluncurkan Hamas dalam pertempuran hari kedua itu.

Di jalur Gaza, teriakan “Allahu Akbar” menggema tatkala roket yang ditembakkan Hamas melesat di atas kepala warga Palestina, lurus menuju Israel. Serangan udara Israel terhadap Gaza ini justru memicu naiknya popularitas Hamas.

Fasilitas Israel yang menjadi target roket Hamas adalah Dimona, reaktor nuklir di gurun yang diduga kuat berperan dalam persenjataan atom. Namun militer Israel mengatakan, roket-roket yang ditembakkan Hamas itu telah ditembak jatuh oleh Iron Dome sehingga tak menyebabkan kerusakan di pihak mereka. Tak jelas benar apakah roket-roket itu ditembakkan lebih dekat ke arah kota atau reaktor nuklir Dimona.

Masyarakat di dekat pesisir Tel Aviv dan selatan Gaza juga menjadi sasaran. Ketika Israel meningkatkan serangannya ke Gaza, sebuah roket menghantam daerah dekat Zichron Yaakov, sebuah kota berjarak 115 kilometer di utara Gaza.

Di pihak Israel, tak ada laporan adanya korban tewas atau terluka serius –berkat sistem pertahanan Iron Dome yang dibuat negara itu yang setengah dana pembangunannya dibiayai oleh Amerika Serikat. Militer Israel mengatakan, dari sekitar 48 roket yang menyasar Israel Rabu kemarin, 14 di antaranya berhasil dicegat oleh Iron Dome.

Militer Israel mengklaim telah memborbardir 550 fasilitas Hamas, termasuk 60 peluncur roket dan 11 rumah anggota senior Hamas. Dalam serangan terbarunya, Israel menyasar sebuah mobil media Gaza yang bertuliskan ‘TV’. Akibatnya, sopir mobil itu tewas. Selain itu, 4 lainnya terbunuh dalam pengeboman di sebuah kafe di Khan Yoounis di selatan jalur Gaza, dan seorang pria tewas di pusat Gaza.


http://vid.alarabiya.net/images/2014/07/10/49584b01-b55f-442c-8d77-e94737beb768/49584b01-b55f-442c-8d77-e94737beb768_4x3_296x222.jpg


http://en.shiapost.com/wp-content/uploads/2014/07/Israel-attack-on-Gaza-599x330.jpg


SUDAH 100 ORANG TAK BERDOSA TEWAS, RATUSAN LAINNYA TERMASUK ANAK-ANAK DAN WANITA LUKA-LUKA ~

Lagi, dua warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Gaza. Ini menambah korban tewas selama gempuran Israel yang sudah memasuki hari keempat, menjadi total 100 orang.

"Dua warga Palestina tewas dan seorang warga lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel yang menargetjan sebuah mobil milik otoritas Bureiji," terang juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra kepada AFP, Jumat (11/7/2014).

"Ini menjadikan jumlah martir sejak awak agresi Israel menjadi 100 orang," imbuhnya.

Pada Jumat (11/7) dini hari, serangan udara Israel ke Gaza merenggut 6 nyawa warga Palestina termasuk seorang wanita dan bocah berusia 7 tahun. Sekitar 15 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan udara Israel di Rafah, Gaza bagian selatan.

Israel meluncurkan operasi militer Gaza yang diberi nama Operation Protective Edge sejak Selasa (8/7). Operasi militer Israel tersebut diklaim bertujuan untuk menghentikan serangan roket Hamas yang menguasai wilayah Gaza.

Semakin hari jumlah korban tewas akibat operasi militer tersebut terus bertambah. Nahasnya, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil. Bahkan dilaporkan ada lebnih dari 20 anak yang nyawanya terenggut oleh serangan Israel tersebut.

Versi militer Israel, semenjak operasi dimulai hingga hari ini, militan Gaza telah menembakkan 426 roket dan mortir yang jatuh di wilayah Israel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 121 roket berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan rudal canggih milik Israel yang bernama Iron Dome. Hari ini, sebuah roket dari Gaza dilaporkan menghantam sebuah pom bensin di kota Ashdod, Israel dan melukai 3 orang.

Sedangkan Reuters mencatat, Israel meluncurkan serangan udara terhadap 860 target di Gaza semenjak operasi dimulai pada Selasa (8/7). Israel berdalih serangan tersebut ditujukan pada fasilitas dan persembunyian Hamas.

Gempuran Israel ini merupakan yang terparah semenjak konflik di Gaza pada November 2012 lalu. Meskipun militan Gaza berhasil menembakkan roket yang jatuh ke Yerusalem dan Tel Aviv, namun belum ada laporan korban jiwa dari pihak Israel.




ISRAEL MENOLAK MENGHENTIKAN SERANGAN DI GAZA

https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpa1/t1.0-9/p526x296/10494538_782111625144414_6130290870571385128_n.jpg

Israel akan mengabaikan tekanan asing yang meminta penghentian operasi militer di Jalur Gaza, Palestina. Demikian dikatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ia mengatakan Israel sudah menyerang lebih dari 1.000 sasaran di Gaza sejak Selasa lalu dan menggunakan kekuatan dengan skala 2 kali lebih besar dari operasi serupa yang dilancarkan pada 2012.

PM Netanyahu juga mengatakan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel berlangsung positif. Namun ia menegaskan tidak ada yang bisa mencegah Israel.

"Tidak akan ada tekanan internasional yang bisa mencegah Israel menggunakan kekuatan," ujarnya seperti dilansir BBC, Sabtu (12/7/2014).

Tapi, Komisioner PBB untuk masalah HAM, Navi Pillay mengatakan ada keraguan yang sangat besar apakah operasi militer Israel sesuai dengan hukum internasional yang melarang mereka menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

"Kami menerima berbagai laporan sudah jatuh banyak korban sipil, termasuk anak-anak, sebagai akibat dari serangan terhadap rumah-rumah warga," kata Pilay.

Israel berulang kali mengatakan bahwa mereka mencoba untuk menghindari korban di pihak warga sipil, namun kelompok-kelompok militan sering menyembunyikan aset militer di permukiman warga sipil.

Sumber-sumber Palestina mengatakan lebih dari 100 orang tewas di Gaza sejak Israel melancarkan serangan udara. Sementara itu kelompok-kelompok militan di Gaza melanjutkan penembakan roket ke Israel yang menyebabkan kerusakan dan sejumlah orang mengalami luka-luka.

http://33.media.tumblr.com/5b156d68312a9c5ee980c035ccd6a274/tumblr_n8gobbIqfl1qzprg5o1_1280.jpg




Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra mengatakan, akibat serangan terbaru militer Israel, sebanyak sembilan warga setempat tewas.

Dua di antara korban tersebut adalah wanita disabilitas atau cacat. Keduanya meregang nyawa usai tempat tinggal mereka, yayasan di Beit Lahiya, Gaza Utara diserang rudal Isral.

"Seorang pria lainnya tewas di Tufah," ujar al-Qudra, seperti dimuat Al-Arabiya, Sabtu (12/7/2014).

Dia menambahkan, nyawa tiga warga Palestina lainnya melayang akibat serangan negeri zionis di Gaza Barat.

"Delapan korban sebelumnya tewas, termasuk seorang yang sedang terluka akibat serangan sebelumnya dan lima orang yang terbunuh di Jebaliya, Gaza Selatan, serta dua orang lainnya di Deir el Balah.

Israel serukan warga Palestina tinggalkan Gaza utara

Militer Israel memperingatkan rakyat Palestina di Jalur Gaza utara meninggalkan rumah mereka demi keselamatan mereka sendiri, kata militer dalam satu pernyataan Sabtu malam.

"Malam ini kita akan mengirim pesan kepada warga Gaza utara mendesak mereka untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan mereka sendiri. Ini tidak aman untuk berada di dekat Hamas," kata pernyataan itu.

Ini bukan pertama kali Israel mendesak rakyat Palestina meninggalkan rumah mereka. Tetapi kali ini datang pada saat negara Yahudi itu sedang menggelar serangan udara di wilayah tersebut setelah rentetan roket ditembakkan ke Tel Aviv.

Setidaknya 16 orang tewas dalam serangan Sabtu malam, termasuk 15 orang di lingkungan Kota Gaza Tuffah, kata petugas medis.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB, Sabtu, mendesak Israel dan Hamas mengakhiri pertikaian mereka di Gaza dan meminta kedua pihak menghormati aturan-aturan hukum kemanusiaan internasional.


Serta menghentikan aksi-aksi yang bisa menghilangkan nyawa para korban.

Deklarasi tentang itu dicapai dengan suara bulat dari ke-15 negara anggota Dewan Keamanan PBB.


Bombardir Gaza, Israel Gunakan Senjata Terlarang

Kementerian Kesehatan Palestina menuduh Israel telah menggunakan senjata yang dilarang dalam menggempur Jalur Gaza. Ratusan warga Gaza tewas dalam gempuran roket-roket Israel.

"Rumah sakit Gaza meledak terkena mortir dan banyak yang terluka," kata wakil kesehatan Youssef Abul Resh yang dikutip dailysabah.com, Minggu (13/7/2014).

Ia menuduh Israel menggunakan senjata yang dilarang dunia Internasional saat menggempur rumah bagi 1,8 juta warga Jalur Gaza, Palestina.

"Tim medis telah menemukan luka pada tubuh mereka yang tewas dan terluka yang disebabkan oleh senjata DIME (Dense Inert Metal Explosive). Itu dilarang dunia internasional," kata pejabat Palestina

"Dokter asing di Gaza telah menegaskan bahwa rudal Israel yang merusak itu dilarang secara internasional," tegasnya.
Menurut Mads Gilbert, anggota tim medis Norwegia yang bekerja di Gaza, DIME merupakan senjata kolateral rendah (LCD) yang dikembangkan Angkatan Udara Amerika Serikat. Bom DIME melontarkan pecahan mikro superpanas campuran logam berat tungsten (HMTA).
Hasil studi yang dilakukan mengindikasikan bahwa HMTA melekat pada tubuh manusia, mengganggu proses biokimia dan dapat menyebabkan kanker dengan amat cepat. Seperti halnya limbah uranium (DU), efek HMTA merusak gen dan bisa menyebabkan mutasi genetik.

Dari sisi eksplosivitas, DIME diyakini memiliki efek biologis yang kuat meskipun senjatanya tidak mematikan seketika. Korban yang terkena tembakan senjata ini menjalani amputasi lengan karena otot dan tulangnya yang tercabik-cabik. Si korban juga sangat mungkin terkontraksi kanker dari pecahan peluru yang baru bisa dirasakan empat sampai enam bulan berikutnya.

Abul Resh menyebutkan bahwa sekitar 40 persen dari mereka yang tewas dalam serangan Israel di Gaza adalah perempuan dan anak-anak.

"Anak-anak dan kaum perempuan sekitar 62 persen dari mereka yang terluka dalam serangan," kata Abul Resh.
Dia meminta organisasi hak asasi manusia dan masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan agresi di Jalur Gaza.

Setidaknya 165 warga Palestina telah tewas dan ratusan orang terluka sejak Israel melancarkan serangan militer di Jalur Gaza pada Selasa 8 Juli 2014.

Faksi Hamas yang berbasis di Gaza, terus meluncurkan roket berkadar rendah di kota-kota Israel dalam menanggapi serangan yang tak henti-hentinya dari Israel.

Korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza jadi 170 orang


Empat lagi orang Palestina, termasuk seorang ayah dan putranya, meninggal dunia dalam tiga serangan udara terpisah di Jalur Gaza Selatan pada Minggu malam (13/7) sehingga jumlah korban tewas akibat serangan Israel menjadi 170 orang, kata sumber medis dan saksi mata.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan lebih dari 10 orang juga cedera dalam tiga serangan udara Israel terhadap Kota Kecil Rafah dan Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza.

"Sejak awal agresi dan serangan udara militer Israel terhadap rakyat kami di Jalur Gaza pada Selasa pagi (8/7), 170 orang Palestina telah tewas dan 1.154 orang lagi cedera. Lebih dari 80 korban tewas adalah warga sipil," katanya seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Ia menambahkan, di antara korban tewas ada 36 anak dan 32 perempuan, sementara 350 anak kecil dan 460 perempuan cedera.

Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, dan kelompok lain gerilyawan mengaku bertanggung jawab atas penembakan roket lain ke kota besar dan kecil di wilayah utara, tengah dan selatan Israel.

Kelompok gerilyawan Palestina tersebut menyatakan mereka menembakkan lebih dari 700 roket dari Jalur Gaza ke dalam wilayah Israel.

Sementara itu, jet tempur Israel melancarkan lebih dari 1.000 serangan artileri dan udara ke Jalur Gaza selama tujuh hari belakangan ini.

Kabinet Israel pada Minggu memutuskan untuk melanjutkan serangan udara terhadap Jalur Gaza sampai ketenangan terwujud, meskipun sejauh ini tak ada yang diputuskan mengenai operasi darat secara besar ke jalur itu.


Memasuki Hari Ketujuh, Korban Gaza Terus Bertambah

Serangan Israel ke jalur Gaza sudah memasuki hari ketujuh.  Melalui bom udara dan tembakan artileri, Israel masih belum mau menghentikan pertumpahan darah tersebut.
Melansir Al Jazeera, pada Senin pagi lalu, pesawat mereka telah menghantam tiga fasilitas pelatihan sayap militer Hamas, Brigade Qassam, yang terletak di sekitar wilayah pantai. Petugas medis, dan saksi mata menyebutkan, tak ada korban dalam kejadian tersebut.
Israel juga menyerang bangunan di Kota Gaza, Deir el-Balah, tepatnya di bagian selatan dari strip, dan di kota utara Jabaliya. Akibat serangan tersebut, sejumlah orang pun terluka.

Sebelumnya Israel memang sempat memperingtkan penduduk, kalau serangan akan datang.
Petugas darurat di sana mengungkapkan, serangan Israel dari udara, memakan korban tewas hingga 172 orang, dan 1.230 luka-luka. Kini 17.000 warga Palestina telah berlindung di lembaga UNRWA, yang sengaja didirikan oleh badan dunia PBB, untuk pengungsi Palestina.
Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) Palestina, yang berpusat di Gaza, mengatakan, korban tewas terus meningkat. Hal ini sangat mengenaskan, karena sebagian besar korban merupakan warga sipil. Bahkan dari 130 korban, 35 orang di antaranya adalah anak-anak, dan 26 wanita. Mereka menambah, Israel juga menghancurkan 147 rumah, serta merusak ratusan rumah.

Israel Tak Hiraukan Desakan Genjatan Senjata dari Sekjen PBB

http://revolution-news.com/wp-content/uploads/2014/07/tumblr_inline_n8ndtoXtBb1sifiyw.jpg
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyatakan bahwa "terlalu banyak" warga sipil Palestina yang tewas dan mendesak Israel membatalkan rencana serangan daratnya ke Gaza.

Dia mengulangi kembali desakan untuk gencatan senjata pada Minggu (13/7), mengatakan bahwa dia "merasa bertanggung jawab atas warga Palestina terutama di Jalur Gaza yang telah sejak lama tidak merasakan kebebasan dan martabat yang pantas mereka dapat."
Situasi di Gaza dengan setidaknya 170 warga Palestina terbunuh dan tidak ada korban dari Israel tampak terus memburuk, kata Ban serta menambahkan bahwa desakan dari Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata tidak dihormati oleh kedua pihak.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Stephane Dujarric, Sekretaris Jenderal PBB menekankan bahwa "terlalu banyak warga sipil Palestina yang tewas, dan invasi darat dari Israel tentu akan meningkatkan jumlah kematian dan menambah penderitaan warga sipil di Jalur Gaza."

"Adalah kepentingan kedua pihak bahwa langkah-langkah menuju eskalasi yang membahayakan diganti dengan kebijakan segera untuk mengakhiri pertempuran, dengan demikian dapat mencegah bertambahnya korban dan resiko lebih besar pada perdamaian dan keamanan regional," kata Ban.

"Meminta kedua pihak bergerak menuju arah ini sekarang," kata dia seperti dilansir kantor berita AFP.

Walau terus didesak untuk melakukan gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer telah menyerang Hamas "dengan kekuatan yang terus bertambah".


Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan akan meminta Sekretaris Jenderal PBB "menempatkan Negara Palestina di bawah sistem perlindungan internasional PBB" demi menyelesaikan kekerasan di Gaza.

PANGKALAN UDARA MILITER DI TEL AVIV JADI SASARAN HAMAS

Sayap udara militer Hamas, memperingatkan maskapai-maskapai penerbangan internasional agar tidak menerbangi ruang udara Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Hamas akan menyerang bandara itu dengan roket-roket mereka, menjadi sasaran berikut.

Portal aviationbrief.com, Senin dini hari, melaporkan, peringatan Hamas itu isinya sebagai berikut; "Di bawah langit Israel… serangan terhadap pemukiman sipil Gaza… Sayap militer Hamas telah menetapkan menanggapi serangan Israel itu dan kami memperingatkan kalian agar menghindari penerbangan ke Ben Gurion…"

"Bandara itu menjadi sasaran kami berikut karena di sana juga ada pangkalan udara militer Israel," kata pernyataan Hamas itu.

Sayap militer itu juga mengklaim telah meluncurkan roket walau luput dari sasaran di Bandara Internasional Ben Gurion karena tidak akurat. Sirene dari Tel Aviv berbunyi segera setelah roket itu meluncur, namun serangan roket itu tidak dianggap sebagai bahaya.

Juru bicara Bandar Udara Internasional Ben Gurion menyatakan, begitu sirene itu dibunyikan, semua aktivitas di sana dihentikan sekitar 10 menit.

Paling tidak 86 korban jiwa melayang setelah Israel melancarkan agresi militer dari udara, laut, dan darat selama empat hari terakhir ini. Sebelumnya, Israel mengklaim ratusan roket telah diluncurkan dengan sasaran Tel Aviv, ke titik-titik yang lebih dekat daripada serangan Hamas selama ini.


Kata “hamas” berarti “semangat” dalam bahasa Arab, dan juga merupakan singkatan dari Harakat al-Muqawama al-Islamiyyah atau “Gerakan Perlawanan Islam.”
Organisasi ini didirikan pada tahun 1987 sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi Muslim Sunni yang berbasis di Mesir.

Pada tahun 2008, Hamas memiliki setidaknya 1.000 anggota aktif bersama dengan sejumlah besar pendukungnya, termasuk ekspatriat Palestina di seluruh dunia.
Dalam Wilayah Pendudukan, Hamas menjalankan sejumlah program sosial yang dirancang untuk mengambil hati penduduk Palestina seperti pendirian rumah sakit, panti asuhan, dan sekolah. Namun entah mengapa, media internasional lebih sering menamai mereka teroris
Pendanaan untuk operasi Hamas terutama berasal dari ekspatriat Palestina di negara-negara kaya minyak Timur Tengah seperti Arab Saudi.

Serangan Militer Israel Sudah Membunuh 203 Orang Tak Berdosa ~

http://www.finalcall.com/artman/uploads/3/protest_israel_07-22-2014a.jpg

Serangan Israel ke Jalur Gaza kembali telan korban jiwa. Sampai Rabu, 16 Juli 2014, korban serangan Israel ke Gaza mencapai 203 jiwa.

Keterangan tersebut disampaikan Juru Bicara Badan Pelayanan Darurat, Ashraf Al Qudra. Dalam serangan terbarunya Israel kembali menewaskan beberapa warga sipil termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak.

Dilansir dari AFP, Selasa (16/7/2014), selain korban dari pihak Palestina, terdapat pula satu orang korban jiwa warga sipil dari pihak Israel.

Tidak hanya, korban tewas, empat orang militer Israel turut menjadi korban luka. Tentara Israel tersebut terluka akibat serangan roket dari Hamas.



Bentrokan dengan Tentara Israel Terjadi di Masjid Al Aqsa ~

Bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel kembali terjadi. Kali ini, bentrokan terjadi di dalam komplek masjid Al Aqsa, Selasa (15/7). Bentrokan terjadi di antara jamaah yang hendak memasuki masjid Al Aqsa.

Di saat yang bersamaan, rombongan yang mengawal wakil juru bicara partai sayap kanan Israel, Moshe Feiglin tiba di komplek tersebut. Namun, mereka langsung menuju ke samping Dome of the Rock. Feiglin kemudian mulai menyampaikan pidato di hadapan para wartawan dan reporter dari stasiun TV yang meliputnya.

Dalam pidatonya, Feiglin menyatakan dukungan penuh terhadap serangan militer Israel di Jalur Gaza. Seketika rombongan jamaah masjid Al Aqsa terganggu. Mereka memprotes pernyataan Feiglin dan menuju ke arah tempat ia berpidato.

Pasukan khusus Israel langsung memasuki komplek dan menyerang jamaah. Tidak hanya jamaah, beberapa karyawan dari kementrian Palestina yang juga berada disana, turut menjadi korban serangan pasukan Israel.

Sebelumnya, bentrokan juga telah terjadi di beberapa wilayah di Palestina. Banyak warga yang memprotes tindakan Israel yang terus mengintensifkan serangan ke Jalur Gaza. Telah banyak dari para pengunjuk rasa yang diserang dan ditangkap oleh pasukan keamanan Israel.










http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2014/07/16/article-2694011-1FAD1CE400000578-937_964x643.jpg





Jumlah Korban Gaza Capai 220 Pada Hari Kesembilan Serangan Israel

 Tujuh orang tewas dalam tiga serangan udara Israel di Gaza Rabu malam, meningkatkan jumlah korban pada hari ke-sembilan kekerasan menjadi 220, kata layanan darurat.



Kematian ini terjadi setelah empat anak tewas di pantai di Gaza City, dalam serangan yang disaksikan oleh wartawan AFP.

Juru bicara pelayanan darurat Ashraf al-Qudra mengatakan tujuh warga Palestina tewas Rabu malam, termasuk empat anggota satu keluarga di Khan Yunis, di antara mereka dua anak, berusia enam dan empat tahun.

Serangan lain di selatan Khan Yunis membunuh dua orang pada usia tiga puluhan, dan serangan ketiga di Kota Gaza menewaskan seorang bocah enam tahun.

Kematian orang-orang itu kemudian diikuti empat anak di pantai Gaza, semua dari Keluarga Bakar.

Kekerasan terbaru meningkatkan jumlah keseluruhan tewas di Gaza setelah hari ke-sembilan menjadi 220, kata Juru Bicara Pelayanan Darurat Ashraf al-Qudra.

Lebih dari 1.570 telah terluka.

Sebelumnya, seorang pria 37 tahun tewas dalam serangan udara di lingkungan Zeitun, sebelah timur Kota Gaza, yang berlangsung beberapa jam setelah tentara memperingatkan 100.000 warga untuk meninggalkan daerah dan distrik tetangga Shejaiya.

Sebagian besar kematian Rabu terjadi di selatan, dengan enam orang sebelumnya tewas dalam serangan di Khan Yunis dan lima tewas di Rafah, yang melintasi Perbatasan Mesir.

Di Khan Yunis, empat orang dari keluarga Al-Daqqa tewas dalam dua serangan terpisah, salah satunya menewaskan seorang wanita 65 tahun dan anak laki-laki 10 tahun.

Salah satu korban di Khan Yunis tewas oleh tembakan tank.

Di Rafah, lima orang tewas dalam empat serangan terpisah, salah satunya menghantam rumah di kota, kata Qudra.

Menurut data yang diberikan oleh Pusat Palestina untuk Hak Asasi Manusia (PCHR) yang berbasis di Gaza, lebih dari 80 persen dari korban adalah warga sipil.

Sejauh ini, satu orang telah tewas di Israel - seorang warga sipil yang meninggal pada Selasa malam dalam serangan roket di dekat persimpangan Erez, kata petugas medis. Empat orang Israel lainnya terluka parah.

Sejak kekerasan terbaru dimulai sebelum fajar pada 8 Juli, 1.021 roket ditembakkan dari Gaza telah menyerang Israel, dan 256 lainnya telah ditembak jatuh oleh system pertahanan udara Iron Dome, tokoh-tokoh militer Negara Yahudi itu menunjukkan.

Empat puluh tiga serangan roket melanda Israel pada Rabu dan 24 berhasil dicegat.

Selama operasi, Israel telah menyerang lebih dari 1.750 "target teror" di Jalur Gaza, kata militer.
http://i.imgur.com/h2NGU4P.jpg


Serangan membabibuta Israel dikecam masyarakat internasional sebagai kekejaman kemanusiaan dan merupakan pelanggaran hukum internasional.

http://www.hirunews.lk/Data/News_Images/1405475267_835892_hirunews_Israel-to-intensify-Gaza-air-strikes-as-truce-falters..jpg



Jordania peringatkan Israel jangan serang jamaah Masjid al Aqsa

Jordania, Minggu, memperingatkan Israel bahwa menghalangi umat muslim memasuki Masjid Al Aqsa akan memicu kebencian dan kerusuhan, demikian laporan kantor berita resmi Jordania, Petra.

Jordania mengatakan, pasukan Israel mengincar jamaah di dekat Masjid Al Aqsa pada Minggu, dan melukai 20 di antara mereka. Amman juga menyatakan, pasukan Israel mendukung pemukim ekstrem Yahudi yang masuk secara paksa ke halaman Masjid Al Aqsha.

Jordania mengawasi tempat suci Islam dan Kristen di Jerusalem Timur, yang oleh orang Palestina diingini sebagai ibukota negara masa depan mereka. Jerusalem merupakan kota suci tiga agama besar dunia, yaitu Kristen, Yahudi, dan Islam.

Menteri Negara Jordania Urusan Media, Mohammad Momani, mengatakan, pasukan Israel melakukan berbagai tindakan guna memfasilitasi pemukim Yahudi dalam memancing keributan dengan umat muslim dengan menerobos masuk ke dalam Masjid Al Aqsa,.

Momani menambahkan, Jordania secara rutin telah memperingatkan Israel agar tidak menyerang Masjid Al Aqsa, karena itu akan melahirkan suasana yang bisa mengakibatkan kerusuhan lebih jauh di Timur Tengah.

Dia telah menyerukan masyarakat internasional agar melakukan tindakan guna mengakhiri pelanggaran Israel terhadap tempat suci ketiga



Arab Saudi Tagih Tanggung Jawab PBB


Arab Saudi mengecam keras agresi yang dilakukan Israel di bumi Palestina. Sementara dunia internasional dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) diam tidak menghentikan serangan Israel yang telah menewaskan lebih dari 180 warga Palestina di Gaza.

"Pasukan internasional dan negara-negara yang cinta damai harus segera bergerak dan meningkatkan upaya mereka untuk melindungi rakyat Palestina di Gaza," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdul Aziz bin Abdullah seperti dikutip dari arabnews.com, Rabu (16/7/2014).

Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM untuk mewujudkan tanggung jawab mereka dan menerapkan Konvensi Jenewa Keempat terhadap Israel untuk menghentikan kejahatan dan kekejamannya terhadap rakyat Palestina.

Menurut Abdul Aziz, penderitaan di Gaza hari ini adalah bentuk 'malu terhadap nilai-nilai kemanusiaan'. Dia menegaskan, sangat memalukan bahwa kekuatan internasional telah gagal melindungi rakyat Palestina dari serangan Israel.

"Di Arab Saudi, kami sangat merasakan ukuran dan dimensi tragedi ini. Raja Abdullah sangat menyadari tanggung jawab ditempatkan pada bahunya terhadap saudara-saudara kita di Palestina," sambungnya.

Dia menegaskan kembali komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan semua bantuan yang memungkinkan untuk mendukung rakyat Palestina melalui Liga Arab dan mengakhiri agresi Israel.

Raja Abdullah telah menyumbangkan sekitar SR 200 juta atau sekitar Rp 629 miliar untuk pengadaan obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan warga Gaza.


Empat anak meninggal akibat gempuran tank Israel

Sebanyak empat anak dan seorang pria meninggal akibat gempuran tank Israel atas bagian timur Jalur Gaza pada Jumat malam, kata seorang juru medis.

Anak-anak tersebut yang berusia antara dua tahun hingga 13 tahun, tewas dalam tiga insiden terpisah akibat gempuran tank Israel, kata juru bicara layanan darurat Ashraf al-Qudra, lapor AFP.

Pria tersebut terbunuh akibat serangan tank di Rafah, di bagian selatan Gaza.

Seorang pria lain yang bernama Yusef Astal juga diberitakan meninggal karena luka-lukanya setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Nasser di bagian selatan Khan Yunis.

Dengan kematian tersebut jumlah korban meninggal pada hari ke-11 pertempuran Israel dan kelompok Hamas Palestina bertambah jadi 280 orang di Gaza.

Dua warga Israel, satu orang sipil dan seorang tentara, meninggal akibat serangan roket Hamas.

Jalur Gaza merupakan kawasan yang berpenduduk padat di dunia.

Sejak 8 Juli, Israel telah menghujani wilayah di tepi pantai yang miskin itu dengan serangan-serangan udara sebelum mengerahkan pasukan darat Kamis untuk menghancurkan jejaring terowongan yang digunakan para militan Hamas melancarkan serangan-serangan lintas-batas.

Lebih 280 orang Palestina telah meninggal selama ofensif yang saat ini masih berlangsung dan lebih 2.000 orang menderita luka-luka.

Gaza sudah mengalami kerusakan masif akibat serangan 22 hari untuk memadamkan serangan roket ketika mulai terjadi Desember 2008 dan merenggut 1.400 nyawa warga Palestina.

Kendati tampak tenang dari kekerasan, langit di atas Gaza jarang tenang karena para militan menembakkan ribuan roket ke wilayah Israel dan angkatan udara membalas dengan serangan-serangan udara yang mematikan.


Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Bertambah Jadi 274 Orang


Korban jiwa akibat serangan Israel di wilayah Gaza terus bertambah. Sejak dimulainya serangan darat Israel pada Jumat (18/7/2014) korban tewas selama 11 hari operasi militer Israel di wilayah Palestina menjadi 274 orang.

Juru bicara dinas urusan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, tiga warga Palestina yang tewas hari ini terjadi di kota Khan Yunis, satu orang tewas di di Nusseirat, Gaza Tengah dan kematian lainnya di bagian Utara jalur Gaza. Salah satu korban tewas dalam insiden tersebut berumur 17 tahun.

Sebelumnya pada kamis, (17/7/2014), delapan orang Palestina juga tewas akibat serangan Israel. Qudra menjelaskan, delapan orang tewas di bagian utara Beit Hanun dan diantaranya tiga remaja. Serta enam orang juga tewas di bagian Selatan Khan Yunis, dan tiga orang tewas ditembak menggunakan tank.

Qudra mengatakan sebanyak 1.920 warga Palestina mengalami luka-luka dalam konflik inil. Berdasarkan data dari organisasi HAM Palestina lebih dari 80 persen korban serangan Israel adalah warga sipil.

Dari serangan hari ini, seorang tentara Israel juga tewas saat pasukan mulai melancarkan serangan di pinggiran Gaza guna menghancurkan jaringan hamas di terowongan lintas perbatasan.



Tank Israel Bantai Satu Keluarga di Gaza

Setidaknya lima orang dari satu keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas karena tembakan tank Israel di Gaza utara, Jumat (18/7/2014) malam, berdasarkan keterangan petugas medis setempat. Korban tewas terus berjatuhan di Gaza.

Lima orang itu adalah anggota keluarga Abu Jurad, yang terdiri atas dua laki-laki, dua perempuan, dan satu anak-anak. Satu keluarga ini tewas di rumah mereka di Beit Hanun, menurut keterangan Juru Bicara Layanan Darurat Palestina, Ashraf al-Qudra, seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, serangan darat Israel di Gaza pada Jumat telah menewaskan 39 orang. Dengan tambahan 44 orang ini, korban tewas dalam 11 hari operasi Protective Edge Israel di Gaza telah mencapai 285 orang.

Ashraf mengatakan, jumlah kematian ini sudah mencakup empat anak-anak yang tewas di Gaza City. Dua di antara anak-anak ini adalah Emad Alwan (7) dan Qasem Alwan (4).

Di selatan Rafah, seorang pria juga tewas karena tembakan tank Israel. Sementara di Khan Yunis, perempuan berumur 23 tahun yang terluka karena serangan Israel pada awal pekan ini akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Serangan darat Israel diumumkan pada Kamis (17/7/2014) malam oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sebelumnya, Ashraf juga menyampaikan kematian satu orang Palestina di Nusseirat di Gaza tengah dan satu kematian lain di utara Jalur Gaza.

Dua kematian juga dilaporkan sebelumnya dari Rafah dan dua kematian lain di Khan Yunis, dengan salah satu korban adalah remaja berumur 17 tahun.

Dari Beit Hanun, pada Jumat juga dilaporkan kematian 8 orang, dengan 3 di antaranya adalah remaja. Lalu, di Khan Yunis juga sudah dilaporkan kematian 6 orang dari 2 keluarga dan 3 kematian lain, yang semuanya karena tembakan tank Israel.

Serangan di perbatasan Palestina dengan Mesir, Rafah, juga menewaskan 5 orang dalam beberapa serangan terpisah, Jumat, dengan bayi berumur 5 bulan menjadi salah satu korban tewas.

Di timur Gaza, korban tewas dilaporkan dari Shejaiya. Satu kematian seorang pria juga dilaporkan dari selatan Gaza.


Selain korban tewas yang terus bertambah, dilaporkan tak kurang dari 1.920 warga Palestina juga terluka karena serangan militer Israel dalam operasi Protective Edge tersebut.

Di Israel, satu warga sipil dilaporkan tewas pada awal pekan ini dan satu tentara tewas pada pertempuran Kamis malam. Selain itu, 4 warga Israel terluka akibat lontaran roket balasan dari Gaza.

Organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Gaza, beberapa waktu lalu, menyatakan, 80 persen kematian akibat serangan militer Israel ke Gaza sejak 8 Juli 2014 ini merupakan warga sipil Palestina.


Anggota parlemen cantik Israel serukan bunuh ibu-ibu Palestina

http://3.bp.blogspot.com/-Ax0Uuz4tMQM/U8h8qDxd62I/AAAAAAAAsXs/7UF5ULAe6tk/s1600/Ayelet+Shaked.jpg

Politikus Israel ini mungkin memang cantik namun ucapannya tak semanis wajahnya. Dia mengatakan ibu-ibu Palestina harus dibunuh.

Stasiun televisi Press TV melaporkan, Jumat (18/7), Ayelet Shaked telah memberi cap teroris pada Palestina dan mengatakan warga di sana memang harus tewas dalam invasi Israel telah mengepung Jalur Gaza.

"Ibu-ibu Palestina itu melahirkan ular-ular kecil. Mereka harus mati sebab dari rahim mereka lahir teroris terus menerus," ujarnya dalam laman Facebook pribadinya.

Ucapannya yang keji dan tak beradab itu mengundang kecaman internasional. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk perkataan Shaked dan menyebutnya justru Israel yang meneror warga Palestina. Erdogan juga menayakan keheningan dunia pada kekejaman ini. "Ucapan mereka dan kebijakan Zionis tidak berbeda dengan mental pemimpin Nazi Adolf Hitler. Apa bedanya Hitler yang membantai ribuan Yahudi dengan ucapan mereka yang bilang para ibu harus dihabisi," ujar Erdogan.
Pantas saja dari jumlah total korban serangan Israel ke Gaza yakni 257, setengah lebih perempuan dan anak-anak.



Tank Israel Tembaki RS Gaza

 https://fbexternal-a.akamaihd.net/safe_image.php?d=AQAHAS1voyzPJoL-&w=484&h=253&url=http%3A%2F%2Felectronicintifada.net%2Fsites%2Felectronicintifada.net%2Ffiles%2F140717-al-wafa-patients.jpg&cfs=1&sx=0&sy=0&sw=4000&sh=2091

 

Tank Israel menembaki Rumah Sakit Al-Wafa Gaza dan melukai 14 pasien termasuk beberapa pasien yang lumpuh atau dalam keadaan koma serta beberapa orang yang lain, kata direktur rumah sakit itu.

"Tank Israel menembaki rumah sakit, tembakan itu telah menghantam beberapa lantai, dan beberapa perawat telah terluka," kata Direktur rumah sakit itu, Basman Alashi.

Rumah sakit di distrik Shejaiya, Gaza, itu sebelumnya juga telah diserang Israel beberapa kali, dan militer Israel telah menyeru Alashi dan sejumlah dokter lain untuk melakukan evakuasi.

Alashi, Rabu, mengatakan bahwa hampir mustahil untuk memindahkan pasien, kebanyakan dari mereka tidak bisa bergerak, dan dia bertanya ke mana mereka dapat pergi. "Tidak ada tempat aman di Gaza! Jika sebuah rumah sakit saja tidak aman, di mana?" dia berkata.


Pada Kamis malam, dia mengatakan telah menghubungi rumah sakit lain di Gaza untuk mencoba mengatur ambulans untuk memindahkan 14 pasien ke tempat lain setelah Al-Wafa kembali diserang oleh Israel. "Tetapi semua ambulans sedang digunakan, ada pemboman berat di banyak tempat," katanya.

"Dan masing-masing pasien harus dipindahkan secara individual dan dibawa karena mereka tidak dapat bergerak." "Mereka meruntuhkan rumah sakit, sedikit demi sedikit."


Bayi Lima Bulan Ini Tewas Ditembak Tank Israel

Tank Israel menembak tewas lima orang di Jalur Gaza, termasuk bayi lima bulan, Jumat pagi, kata petugas medis.

Juru bicara pelayanan darurat, Ashraf al-Qudra, mengumumkan kematian itu pada Israel mengatakan pihaknya meluncurkan operasi darat setelah 10 hari konflik berdarah dengan kelompok Hamas Palestina.

Kematian termasuk bayi baru berumur lima bulan dan seorang 22 tahun tewas dalam insiden terpisah akibat tembakan tank di Rafah selatan.

Qudra juga melaporkan dua orang tewas dalam penembakan tank di bagian utara Beit Hanun, dan kemudian juga tewas di Rafah.


Satu warga Israel tewas dalam serangan roket dari Gaza.

Al Qassam Ledakkan Lokasi Tempat Pasukan Israel Berkumpul


Setelah memberitakan bahwa sejumlah pasukan khusus Al Qassam berhasil menyusup di Sufa, wilayah yang diduki oleh Israel, selanjutnya Al Qassam melalaui situs resminya alqassam.ps (18/7) merilis video hasil operasi peledakan di wilayah tersebut.

Dalam video itu ditayangkan lokasi peledakan, di mana sejumlah tentara Zionis berkumpul dengan sejumlah alat berat. Selanjutnya Al Qassam pun meledakkan lokasi tersebut, dengan peledak yang diletakkan dalam terowongan yang berada di lokasi.

Menurut pihak Hamas, dari hasil operasi tersebut, 8 lebih tentara Israel menderita luka-luka dan dirawat di RS Soroka wilayah Bi’r Sabi’, menurut sumber khusus pihak Hamas yang berada di rumah sakit tersebut.

100 warga Gaza dan 13 tentara Israel tewas dalam sehari

 

http://www.khaama.com/wp-content/uploads/2014/07/Gaza-death-toll-reaches-to-350.jpg

Ahad menjadi hari paling mematikan di Gaza dalam lima tahun terakhir setelah 100 warga Palestina dan 13 tentara tewas setelah Israel meningkatkan serangan militer di wilayah itu.

Lebih dari separuh korban tersebut tewas di daerah Shejaiya, lapor AFP.

Dengan demikian jumlah total korban tewas di Gaza sejak dimulainya operasi militer Israel telah menjadi 438 jiwa (lebih dari dua pertiganya merupakan perempuan dan anak-anak), demikian keterangan dari juru bicara layanan darurat Gaza.


http://www.thenational.ae/storyimage/AB/20140720/ARTICLE/140729997/AR/0/&MaxW=640&imageVersion=default&AR-140729997.jpg


Sementara pihak militer Israel membenarkan bahwa 13 tentaranya tewas di Gaza pada hari ketiga operasi serangan darat. Sampai saat ini telah 18 anggota pasukan pertahanan Israel (IDF) tewas dan merupakan jumlah terbesar sejak perang Lebanon 2006.

Dalam kondisi semakin memburuknya situasi tersebut, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas tiba di Qatar untuk merundingkan gencatan senjata dengan pemimpin Hamas Khaled Meshaal dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

"Saya mendesak digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada malam ini," kata Abbas dalam pidato yang disiarkan stasiun Palestinian TV.


http://s3.reutersmedia.net/resources/r/?m=02&d=20140720&t=2&i=939685254&w=&fh=&fw=&ll=580&pl=378&r=LYNXMPEA6J09O


"Apa yang dilakukan oleh pasukan Israel pada hari ini di Shejaiya adalah kejahatan kemanusiaan. Mereka yang melakukannya tidak akan lolos dari hukuman," kata Abbas.

Sementara itu Ban juga mengecam "tindakan kejam" di Shejaiya dan mendesak Israel untuk "menahan diri."

Sampai saat ini, sejumlah upaya gencatan senjata ditolak oleh Hamas.

Menyusul memburuknya situasi, badan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) telah menggunakan 61 sekolah untuk menampung lebih dari 81.000 orang yang ingin mencari perlindungan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan tingginya korban sipil kepada Hamas karena menggunakan "manusia sebagai tameng". Selain itu dia juga mengklaim telah mendapatkan dukungan internasional bagi operasi militer di Gaza yang ditujukan untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang digunakan Hamas untuk melakukan serangan lintas perbatasan.

"Kami tengah melakukan aktivitas yang kompeks dan intensif di Jalur Gaza dan dunia mendukung hal ini--dukungan yang sangat kuat dari masyarakat internasional terhadap tindakan pasukan pertahanan Israel (IDF)," kata dia dalam konferensi pers di kantor kementerian pertahanan, Tel Aviv.

Pernyataan Netanyahu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyalahkan Hamas yang dinilai memperpanjang konflik mematikan di Gaza karena menolak semupa upaya gencatan senjata.

Sementara Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon meminta masyarakat internasional untuk "mendemiliterisasi Gaza", sebuah wilayah sempit seluas 350 km persegi dengan populasi 1,7 juta dan merupakan salah satu daerah paling padat di dunia.



http://i.cbc.ca/1.2712437.1405825537!/fileImage/httpImage/image.jpg_gen/derivatives/16x9_620/gaza-conflict-israeli-tank.jpg


Bentrokan di Gaza Tewaskan 60 Warga Palestina

http://images.wjla.com/communities/gaza_kids_father_flee_072014_ap_crop_606.jpg

Bentrokan yang terjadi antara tentara Israel dan militan Hamas yang terjadi di Gaza, Palestina, akhir pekan lalu hingga awal pekan ini, menjadi pertempuran terbesar sejak 13 hari serangan Israel di kawasan itu. Bentrokan yang terjadi Sabtu (19/7/2014) malam hingga Minggu (20/7/2014) pagi, menewaskan setidaknya 60 warga Palestina.

 Palestinian medics carry a wounded woman to an emergency room at Shifa hospital in Gaza City, Sunday, July 20, 2014. In the heart of Gaza City, as its citizen again find themselves under fire from Israeli airstrikes and artillery, the wounded and their wailing families stream into Shifa Hospital without end. Photo: Khalil Hamra, AP / AP

Tak hanya warga Palestina yang menjadi korban, 13 tentara Israel dilaporkan tewas akibat bentrokan tersebut. Dalam serangan yang terjadi di bagian timur Gaza tersebut, tentara Israel mengepung warga Palestina hingga mengakibatkan banyak korban jatuh dari pihak Palestina.
Palestinians escort a wounded woman to the emergency room of Shifa hospital in Gaza City, northern Gaza Strip, Sunday, July 20, 2014. A new wave of casualties arrives after daybreak Sunday, following a night of heavy Israeli tank fire on Gaza City’s Shijaiyah neighborhood. Hospital guards shout at drivers to move to make room for the next vehicles, pushing back journalists and onlookers. Photo: Khalil Hamra, AP / AP

Washington Post, Minggu (20/7/2014), melaporkan ribuan warga Palestina panik dan keluar dari lokasi tempat pertempuran tersebut. Rumah sakit utama di Gaza, Shifa Medical Center bahkan tak lagi kuasa menampung korban luka akibat serangan itu. Sopir mobil ambulans bahkan dilaporkan mengalami kesulitan saat memasuki wilayah yang terus menerus mengalami serangan dari Israel tersebut.

 FILE - In this Friday, July 18, 2014, file photo, Palestinian medical personnel treat a wounded girl at the emergency room of the Shifa hospital in Gaza City, northern Gaza Strip. The wounded from Israeli strikes usually arrive in waves. More than 3,000 Palestinians already have been wounded in the past two weeks of fighting, health officials say. Many, including the most serious cases, end up at Shifa. Photo: Khalil Hamra, AP / AP

Setelah jeda dalam waktu singkat saat fajar menjelang, Israel rupanya tak berhenti melancarkan serangan ke Gaza. Minggu siang (20/7/2014), Israel justru kembali melanjutkan serangan, ledakankan dahyat pun kembali menghantam bumi Palestina dengan ditandai dengan semaraknya langit oleh rudal Israel.

 http://www.concordmonitor.com/csp/mediapool/sites/dt.common.streams.StreamServer.cls?STREAMOID=jIvsdWY3TyIEoElgs4y0Lc$daE2N3K4ZzOUsqbU5sYtLVJGTLE2mZJyO0ecmWEypWCsjLu883Ygn4B49Lvm9bPe2QeMKQdVeZmXF$9l$4uCZ8QDXhaHEp3rvzXRJFdy0KqPHLoMevcTLo3h8xh70Y6N_U_CryOsw6FTOdKL_jpQ-&CONTENTTYPE=image/jpeg

Menurut Departemen Kesehatan Gaza, serangan tersebut langsung menambah daftar korban di kubu Palestina menjadi  lebih dari 330 orang, termasuk 60 di antaranya adalah anak-anak. Sebanyak 2.200 orang harus menahan sakit akibat serangan yang dilancarkan bertubi-tubi oleh Israel selama 13 hari.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan 80% korban dalam serangan Israel ke Gaza itu merupakan warga sipil.
A Palestinian man carries the lifeless body of a child to an emergency room at Shifa hospital in Gaza City, Sunday, July 20, 2014. A new wave of casualties arrives after daybreak Sunday, following a night of heavy Israeli tank fire on Gaza City’s Shijaiyah neighborhood. Hospital guards shout at drivers to move to make room for the next vehicles, pushing back journalists and onlookers. Photo: Khalil Hamra, AP / AP


http://cdn.timesofisrael.com/uploads/2014/07/Mideast-Israel-Palest_Horo-54.jpg


PEJUANG KEMERDEKAAN PALESTINA HAMAS MENUMPAS 15 TENTARA KEJI ISRAEL
Tumpas 11 Tentara Israel dalam 24 Jam

http://previous.presstv.ir/photo/20140720/372023_Gaza%20parade.jpg
Kelompok Hamas Palestina terus menghadang agresi militer Israel di Gaza. Pertempuran darat di wilayah tersebut semakin sengit.

Pasukan sayap bersenjata Hamas, al-Qassam Brigades menyatakan pihaknya berhasil menumpas 11 tentara Israel lewat 4 "Operasi Khusus" selama 24 jam.

 http://www.islammagz.com/media/2014/01/177111-01-08.jpg

"Pasukan khusus kami berhasil menyusup melalui terowongan ke barisan musuh. Dan pejuang kami bertarung melawan mereka," demikian pernyataan al-Qassam Brigades, seperti dimuat Al-Arabiya, Sabtu 19 Juli 2014.

"Salah satu pejuang kami mengonfirmasi 5 tentara Israel tewas, 3 di antaranya ditembak pada bagian kepala, 2 lainnya ditembak pada bagian badan."

Dalam sebuah video yang disebar di internet terlihat pasukan Hamas menembaki tentara Israel menggunakan sniper.

Pihak Israel kemudian mengonfirmasi bahwa ada pejabat senior di antara tentara yang tewas, yakni mayor Amotz Greenberg dan tentara, Sersan  Adar Barsano.

Seperti dimuat Jerusalem Post, militer negeri zionis juga mengatakan ada 2 tentara mereka yang terluka dalam pertempuran dengan Hamas.

Jumlah korban tewas di kubu Israel tak sebanyak korban jiwa di Gaza. Sejauh ini, ada lebih dari 320 warga Gaza yang tewas akibat gempuran udara dan darat yang dilancarkan Israel.

Konflik terbaru ini dipicu oleh aksi penculikan dan pembunuhan terhadap 3 remaja Israel. Kemudian pemuda Palestina juga ditemukan tak bernyawa di hutan belantara setelah diculik dan dibakar hidup-hidup.

Israel mulai melancarkan agresi militer Operasi "Protective Edge sejak Selasa 8 Juli dini hari hingga sekarang. Dunia mengecam serangan Israel, namun negeri zionis tetap bersikeras bahwa langkahnya sudah tepat".
Kelompok Hamas Palestina terus menghadang agresi militer Israel di Gaza. Pertempuran darat di wilayah tersebut semakin sengit.

Pasukan sayap bersenjata Hamas, al-Qassam Brigades menyatakan pihaknya berhasil menumpas 11 tentara Israel lewat 4 "Operasi Khusus" selama 24 jam.

"Pasukan khusus kami berhasil menyusup melalui terowongan ke barisan musuh. Dan pejuang kami bertarung melawan mereka," demikian pernyataan al-Qassam Brigades, seperti dimuat Al-Arabiya, Sabtu 19 Juli 2014.

"Salah satu pejuang kami mengonfirmasi 5 tentara Israel tewas, 3 di antaranya ditembak pada bagian kepala, 2 lainnya ditembak pada bagian badan."

Dalam sebuah video yang disebar di internet terlihat pasukan Hamas menembaki tentara Israel menggunakan sniper.

Pihak Israel kemudian mengonfirmasi bahwa ada pejabat senior di antara tentara yang tewas, yakni mayor Amotz Greenberg dan tentara, Sersan  Adar Barsano.

Seperti dimuat Jerusalem Post, militer negeri zionis juga mengatakan ada 2 tentara mereka yang terluka dalam pertempuran dengan Hamas.

Jumlah korban tewas di kubu Israel tak sebanyak korban jiwa di Gaza. Sejauh ini, ada lebih dari 320 warga Gaza yang tewas akibat gempuran udara dan darat yang dilancarkan Israel.

Konflik terbaru ini dipicu oleh aksi penculikan dan pembunuhan terhadap 3 remaja Israel. Kemudian pemuda Palestina juga ditemukan tak bernyawa di hutan belantara setelah diculik dan dibakar hidup-hidup.

Israel mulai melancarkan agresi militer Operasi "Protective Edge sejak Selasa 8 Juli dini hari hingga sekarang. Dunia mengecam serangan Israel, namun negeri zionis tetap bersikeras bahwa langkahnya sudah tepat. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2080491/hamas-tumpas-11-tentara-israel-dalam-24-jam#sthash.reo4Vlg1.dpuf
Kelompok Hamas Palestina terus menghadang agresi militer Israel di Gaza. Pertempuran darat di wilayah tersebut semakin sengit.

Pasukan sayap bersenjata Hamas, al-Qassam Brigades menyatakan pihaknya berhasil menumpas 11 tentara Israel lewat 4 "Operasi Khusus" selama 24 jam.

"Pasukan khusus kami berhasil menyusup melalui terowongan ke barisan musuh. Dan pejuang kami bertarung melawan mereka," demikian pernyataan al-Qassam Brigades, seperti dimuat Al-Arabiya, Sabtu 19 Juli 2014.

"Salah satu pejuang kami mengonfirmasi 5 tentara Israel tewas, 3 di antaranya ditembak pada bagian kepala, 2 lainnya ditembak pada bagian badan."

Dalam sebuah video yang disebar di internet terlihat pasukan Hamas menembaki tentara Israel menggunakan sniper.

Pihak Israel kemudian mengonfirmasi bahwa ada pejabat senior di antara tentara yang tewas, yakni mayor Amotz Greenberg dan tentara, Sersan  Adar Barsano.

Seperti dimuat Jerusalem Post, militer negeri zionis juga mengatakan ada 2 tentara mereka yang terluka dalam pertempuran dengan Hamas.

Jumlah korban tewas di kubu Israel tak sebanyak korban jiwa di Gaza. Sejauh ini, ada lebih dari 320 warga Gaza yang tewas akibat gempuran udara dan darat yang dilancarkan Israel.

Konflik terbaru ini dipicu oleh aksi penculikan dan pembunuhan terhadap 3 remaja Israel. Kemudian pemuda Palestina juga ditemukan tak bernyawa di hutan belantara setelah diculik dan dibakar hidup-hidup.

Israel mulai melancarkan agresi militer Operasi "Protective Edge sejak Selasa 8 Juli dini hari hingga sekarang. Dunia mengecam serangan Israel, namun negeri zionis tetap bersikeras bahwa langkahnya sudah tepat. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2080491/hamas-tumpas-11-tentara-israel-dalam-24-jam#sthash.reo4Vlg1.dpuf
Brigade Al-Qassam Menumpas 30 Tentara Zionis ~

Brigade Al-Qassam mengamuk dan membunuh 30 tentara Israel dalam dua operasi di Jalur Gaza dan kawasan yang diduduki Israel.



Brigade Al-Qassam (Sayap Militer perjuang Palestina)



Sumber-sumber di kubu Al-Qassam mengatakan pertempuran terjadi saat pesawat-pesawat Israel melakukan pemboman membabi-buta terhadap penduduk sipil, dan membunuh 16 anak-anak dan wanita.

Semula, militer Israel mengklaim hanya kehilangan tujuh serdadunya. Belakangan mereka mengeluarkan pernyataan 14 tentaranya dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius.

Sebelumnya, pasukan Hamas dari kelompok lain meyerang tank-tank Israel dan membunuh lusinan. Tidak ada bantahan dari pihak Israel.

International Press melaporkan telah mendeteksi upaya Zionis untuk menyembunyikan jumlah korban di pihaknya, dengan lebih banyak menonjolkan hasil serangan udaranya terhadap penduduk sipil, terutama anak-anak

Israel Bantai Anak-anak dan Wanita, Hamas Bunuh Tentara Keji Israel

Siapa lebih terhormat dalam konflik Israel-Hamas dua pekan terakhir?

Israel, dengan persenjataan canggih pasokan AS, sejuh ini telah membunuh 357 anak-anak dan perempuan. Hamas membunuh sebelas tentara Israel dalam 24 jam terakhir.

Dua serdadu Israel terakhir ditembak saat terjadi pengepungan di salah satu kantong permukiman Palestina di Jalur Gaza. Sersan Bania Roval ditembak pejuang dari Brigade Al-Qassam, yang muncul dari terowongan.





Brigade Al-Qassam (Sayap Militer perjuang Palestina)

Serdadu kedua adalah Letnan Dua Bar Rahav dari Korp Zeni. Ia tewas akibat aktivasi sistem rudal yang berada di dekat tank.

Israel mengatakan tujuh prauritnya tewas. Hamas mengaklaim menewaskan sebelas tentara Israel dalam 24 jam.

#Gaza City,21/7. Rumah Sakit Syuhada di roket israel, 7 pasien tewas Di Tempat ~

Hari ini, israel melontarkan roket dari pesawat jet f16 tepat sasaran ke Rumah Sakit Syuhada Alaqsa di deir balah Gaza tengah. Akibat serangan roket israel ke RS Syuhada Alaqsa, menewaskan 7 pasien serta melukai lebih dari 70 orang.

Pada saat yang bersamaan, israel pun melontarkan roket ke pemukiman penduduk di Gaza tengah, pd saat roket israel jatuh ada sekelompok anak-anak kecil yang sedang bermain, roket israel menewaskan 4 anak2 yg sdg bermain,1 wanita tewas dan 1 lansia tewas.

Himbauan Abdillah Onim Jurnalis Indonesia di Gaza, mohon LSM, ulama Indonesia, aktivis Indonesia bersama dg pemerintah Indonesia khususnya KEMLU RI, tolong kalian desak pemerintah Mesir agar mereka bersedia membuka pintu perbatasan Gaza Mesir, agar bantuan kemanusiaa berupa bahan makanan dan obat2an serta tim medis dapat masuk Gaza,kalian harus himbau pemerintah Mesir. Jangan hanya orasi dan demontrasi.

Israel kian brutal, detik ke detik korban tewas dan korban luka2 kian bertambah.

Abdillah Onim
Jurnalis Indonesia saat ini di Gaza



https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpf1/v/t1.0-9/1912210_683175798428580_1029946935924885715_n.jpg?oh=56364ed4bca333a43a6873f9be127633&oe=54573C43&__gda__=1414463106_201b37d04cd13114f6d4a549d367e3c3

Al-Qassam never attacked children.

It is interesting to note that even with Gaza's limited technology, they're still able to make accurate attacks (only soldiers are targeted).

But with Israel's high tech gear, they can't seem to distinguish 4 children playing soccer on a beach?

Ridiculous.

Picture credit: Washington Post




UPDATE BERITA DILANJUTKAN DI POST DIBAWAH,
SILAHKAN KLIK LINK DIBAWAH INI








references by voa indonesia, detik, viva, okezone, antara, liputan 6, republika, suara merdeka,sriwijaya post, solo post
modified by @agunkzscreamo

 
Like us on Facebook