July 23, 2014

Korban Tewas dan Luka-Luka Di Gaza

Berita Gaza Terbaru : Jumlah Korban Tewas Warga Palestina Lebih dari 558 Orang lebih dari 3.550


Genosida terselubung sedang terjadi di #Gaza oleh Israel.
Sama seperti dulu Amerika melakukannya pada suku Indian.
#FreePalestine #FreeGaza #PrayforGaza

Gaza terkini, jumlah korban tewas warga Palestina di Gaza meningkat. Melansir Kantor Berita Antara Selasa (22/7), jumlah korban tewas menjadi 588 orang. Ini jumlah korban paling parah setelah hari “berdarah” di kantong Palestina sejak 2009.
http://media.winnipegfreepress.com/images/AXLP131-721_2014_115947_high.jpg

Berita Palestina terbaru menyebut jika ada korban pula dari tentara Israel. Seorang tentara dan tujuh serdadu lainnya tewas dalam pertumpuran di Gaza. Jika ditotal, dari kubu Israel jumlah korban jadi 27 orang termasuk 25 tentara.

AFP melaporkan bila pengumuman itu dipublikasikan setelah 13 tentara Israel terbunuh dalam satu hari. Ini adalah jumlah korban terburuk di pihak Israel sejak Perang Lebanon yang terjadi tahun 2006 silam.

Pada Senin (21/7) kemarin, Ashraf al-Qudra, Juru Bicara Dinas Penanganan Darurat Gaza berujar jika serangan-serangan udara dan tembakan-tembakan arteleri menewaskan total 41 orang warga Palestina. Terdapat 68 jenazah yang ditarik dari reruntuhan di wilayah yang terjadi pertempuran sengit.

Tentara Israel juga menyebut telah membuh lebih dari 10 militan yang mencoba menyusup melalui dua terowongan ke Israel. Daftar korban itu diluar mereka yang tewas di Gaza. Korban tewas termasuk enam orang terbunuh dalam serangan arteleri di selatan Rafat dan di Deir al-Balah di Gaza pusat.

Yang lebih mencengangkan kemudian, Qudra menyebut jika sepertiga dari 41 nyawa melayang adalah anak-anak. Tujuh bocah dari sembilang orang meregang nyawa dalam serangan udara dini hari.
Tank-tank Israel terus menggempur di satu Rumah Sakit di Deir al-Balah yang menewaskan empat orang termasuk dokter. Setidaknya ada 70 orang terluka. Selanjutnya, sebanyak 30 orang lainnya tewas saat serangan udara dan tank dilakukan di Jalur Gaza.

Hingga hari ini, berita Daza terbaru dari data-data yang dirilis pihak Palestina menyebut jika ada 558 orang tewas dan lebih dari 3.550 terluka sejak Israel lakukan serangan operasi pada 8 Juli 2014. (aktualpost)


PBB: Setiap Jam, Israel Bunuh Satu Bocah Tak Berdosa Palestina ~



Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan sedikitnya satu bocah Palestina di Jalur Gaza terbunuh setiap satu jam, dalam dua hari terakhir serangan Israel.

Laporan PBB ini muncul saat Israel melanjutkan pemboman dan penembakan artileri ke rumah-rumah penduduk di sekujur Jalur Gaza.

"Sedikitnya satu anak tewas setiap jam dalam dua hari terakhir," tulis petugas PBB dalam laporannya.

Laporan juga menyebutkan 74 persen korban kebrutalan Israel adalah warga sipil, dan dua pertiga dari seluruh korban adalah anak-anak.

Dalam serangan Rabu (23/7) Israel sukses menewaskan 30 warga sipil. Israel juga memblokade Jalur Gaza, untuk menciptakan situasi tidak aman di seluruh kawasan sempit itu.

Yang lebih brutal, Israel menyerang rumah sakit. Di Shifa, misalnya, Israel memerintahkan seluruh pasien dipindahkan karena rumah sakit akan dihancurkan.



3 rumah sakit di Gaza utara, Shifa Hospital sekarang menerima serangan. puluhan orang mati sebagai syuhada dan lainnya terluka oleh pemboman roket/rudal, gas beracun militer Israel di sekolah UNRWA di Beit Hanoun.
 


 INFO GAZA 24 JULI 2014 ~

Gaza City,24/7.Pembantaian israel terhadap pengungsi Gaza.
Kebiadaban israel tak cukup dengan rumah warga Gaza di rata tanahkan, masjid di rata tanahkan dan yang menjadi korban adalah warga sipil anak2 dan wanita. Ratusan warga Gaza kehilangan tempat tinggal, dengan terpaksa mereka mengungsi di fasilitas pemerintah dan fasilitas sekolah UNWRA dan United Nation,

detik ini israel melontarkan roket secara membabi buta ke salah satu sekolah dimana terdapat ratusan ribu pengungsi warga Gaza di Bait hanoun Gaza utara, detik ini puluhan pengungsi tewas,ratusan luka2 mayoritas dari mereka wanita dan anak2. Saat ini para korban di evakuasi ke rumah sakit kamal udwan Gaza utara, bahkan rs kamal udwan tidak mampu menampung para korban, dg tepaksa para korban di evakuasi ke rs.syifa Gaza city. Allahu akbar.

Dimana amerika? Allahu akbar alaikum ya amerika.
Dimana negara Arab? Allahu akbar alaikum ya negara arab.

Himbauan bagi LsM asal Indonesia,mengingat korban kian berjatuhan,jangan menahan amanah bg Gaza Palestina yg telah kalian himpun.

Kalian kirimkan donasi tsb ke LsM lokal di Gaza yg kalian percaya agar lsm lokal di Gaza yg belanja bahan makanan dan obat2an utk di salurkan ke Rumah-Rumah Sakit dan bahan serta air minum ke para pengungsi serta warga Gaza,skali lagi jangan tahan donasi u/Gaza palestina, dan jangan menunggu hingga kalian masuk Gaza krn pintu perbatasan pun sudah di bom.
Detik ini israel sgt brutal.

Sebarkan..!

Abdillah Onim
Jurnalis Indonesia dan ketua DAQU di Gaza palestina





Sekolah PBB di Gaza Terkena Roket Israel, Korban Jadi 750 Orang Ribuan lainnya luka-luka

Israel masih terus membombardir Gaza. Kali ini tembakan Israel menghancurkan salah satu sekolah yang dikelola PBB di Palestina.

Setidaknya ada 15 korban akibat tembakan tersebut. Sehingga kini total korban kurang lebih mencapai 750 orang.

"Banyak yang terbunuh. Diantaranya anak-anak dan wanita yang merupakan staf PBB," kata Sekjen PBB Ban Ki Moon seperti dikutip Reuters, Jumat (25/7/2014).

Ban Ki Moon mengatakan, saat ini kondisi Palestina masih belum stabil dan semakin mencekam. Ia menyerukan Israel agar menghentikan serangan kejinya tersebut.

"Saya mengutuk keras tindakan ini," katanya.

Serangan Israel ke Gaza dimulai sejak tanggal 8 Juli lalu. Israel berdalih serangannya tersebut ditujukan ke tentara Hamas yang menyerangnya. Namun mayoritas korban yang berjatuhan adalah warga sipil yang didominasi wanita dan anak-anak.



Brigade Al-Qassam Tewaskan 8 Serdadu Zionis

Brigade Al-Qassam mengaku bertanggung jawab atas serangan dua roket M75 ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, ibu kota Israel. Sayap militer Hamas ini juga mengklaim telah menewaskan delapan serdadu Israel di Tuffah, dekat Gaza City.

Serangan ke Bandara Ben Gurion bertujuan mengisolasi Tel Aviv dari penerbangan internasional. Tujuan ini relatif berhasil ketika AS dan negara-negara Eropa menginstruksikan maskapainya untuk tidak terbang ke Tel Aviv. Belakangan, AS -- atas desakan Israel -- mencabut larangan terbang ke Tel Aviv.

Di Tuffah, Brigade Al Qassam terlibat pertempuran di puing-puing bangunan. Sumber di Al-Qassam mengatakan pejuang Palestina menghancurkan sebuah troopship dengan RPG-29.

Di Khan Younis, Brigade Al-Qassam menghadapi tank-tank Israel. Mereka menghancurkan sebuah tank dengan bom. Sedangkan di Beit Hanoun, Al-Qassam terlibat pertempuran sengit. Tidak ada saling klaim dalam pertempuran ini.

Sementara itu agresi brutal Israel menewaskan 740 warga sipil Palestina. Dalam sebuah serangan di sekolah PBB, Israel menewaskan tiga relawan kemanusiaan yang menjadi guru di sekolah itu.

Israel sejauh ini mengaku hanya kehilangan 32 tentaranya dan 250 cedera.



Bom Israel Jatuh di Sekolah PBB di Gaza, 9 Tewas

Setidaknya sembilan orang tewas, termasuk seorang bayi, saat sebuah rudal Israel menghantam sebuah sekolah yang dikelola PBB di Jalur Gaza, Kamis (24/7/2014).

Juru bicara badan bantuan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra memberikan jumlah korban yang berbeda yaitu 15 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Serangan ini adalah yang terbaru dari serangkaian serangan Israel terhadap sekolah dan rumah sakit di wilayah Palestina itu. Hingga hari ke-17 operasi Protective Edge, sebanyak 770 warga Gaza tewas.

Seorang juru bicara Badan Urusan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) membenarkan insiden yang menewaskan sejumlah orang di sebuah sekolah di Beit Hanun, yang digunakan sebagai tempat pengungsian ratusan warga Gaza yang lari dari operasi militer Israel.

"Kami sudah memberikan kordinat tempat pengungsian UNRWA di Beit Hanun kepada militer Israel," kata juru bicara UNRWA Chris Gunnes lewat akun Twitter-nya.

Seorang pejabat PBB lain mengatakan kepada AFP bahwa sekitar pukul 14.50 waktu setempat sebuah bom mendarat "di dalam atau di dekat" sekolah itu.

Jumlah korban meninggal di Gaza naik jadi 832 orang

Usaha-usaha internasional untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza masih belum berjalan mulus, sementara ketegangan pecah di Tepi Barat tempat empat orang Palestina meninggal dunia akibat serangan Israel.

Amerika Serikat telah bekerja dengan Mesir mengenai satu rencana yang para diplomat katakan akan menciptakan gencatan senjata karena alasan kemanusiaan dalam konflik Israel-Hamas yang mematikan menjelang pembahasan isu-isu kunci.

Rencana itu ditekankan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang bersama Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Kairo untuk mengadakan pembicaraan guna mengakhiri kekerasan yang merenggut jiwa 832 warga Palestina dan juga 36 orang di pihak Israel.

Kabinet Israel yang mengurusi keamanan bersidang membahas proposal gencatan senjata yang diserahkan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu oleh Kerry, lapor media Israel seperti dikutip AFP.

Sementara itu Hamas mengaku telah menembakkan tiga roket ke bandar udara Ben Gurion di Tel Aviv. Seorang juru bicara membenarkan "dua roket berhasil ditembak jatuh di atas metropolitan Tel Aviv".

Klaim itu menimbulkan ketakutan baru setelah banyak maskapai penerbangan Eropa dan Amerika memulai kembali penerbangan ke bandara itu setelah penangguhan dua hari menyusul serangan roket dekat fasilitas tersebut.

Dalam satu pernyataan yang disiarkan kantornya, Ban menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan segera tanpa syarat dalam pertempuran di Gaza dan Israel."

Di Gaza, jumlah korban meninggal naik menjadi 832 orang pada hari ke-18 konflik itu, dengan seorang anak berusia lima tahun termasuk di antara para korban meninggal yang diumumkan, bersama seorang juru bicara Jihad Islam, dan dua wanita, salah satu di antaranya sedang hamil.

Brigade al-Quds Bunuh 4 Tentara Israel di Gaza

http://cdn.ar.com/images/stories/2014/07/perang-darat.jpg

Kelompok sayap militer di Gaza, Brigade al-Quds mengatakan, bahwa anggota mereka telah membunuh empat tentara Israel dan melukai satu tentara lain saat bertempur di Gaza, kemarin.

”Pejuang kami telah menewaskan empat tentara (Israel) dalam sebuah perangkap yang terencana di Shajaiyyeh, Gaza,” bunyi pernyataan Brigade al-Quds, Jumat (25/7/2014). Kelompok itu juga melaporkan, baku tembak masih terjadi di Shajaiyyeh.

 
http://www2.pictures.gi.zimbio.com/Islamic+Jihad+Rallies+Remembrance+Founder+7vouSSOGrFkl.jpg
(brigade Al-Quds)

Sementara itu, pihak militer Israel atau IDF, seperti dilaporkan kantor berita Palestina, Ma’an, menyatakan bahwa mereka akan menyelidiki klaim tewasnya empat tentara Israel di tangan sayap militer Gaza tersebut.

Sebelumnya, sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam telah menewaskan delapan tentara Israel dalam perang di Gaza.

IDF sejauh ini baru mengkonfirmasi bahwa 31 tentara Israel tewas di tangan para pejuang Palestina.

Sementara itu, dari pihak Palestina dilaporkan korban tewas selama invasi Israel di Gaza hingga saat ini mendekati angka 800 jiwa. Korban terbaru muncul dari invasi Israel terhadap sekolah PBB di Gaza, kemarin.

Setidaknya 15 orang, termasuk anggota staf PBB, tewas dalam serangan udara militer Israel tersebut. Juru bicara pelayanan darurat di Gaza, Ashraf al-Qudra, mengatakan selain menewaskan 15 orang, serangan udara Israel itu juga melukai 200 orang lainnya. Sekolah itu dibangun badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Kota Beit Hanun utara, Gaza.

Jumlah korban jiwa lebih dari 1.000 di Jalur Gaza

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, Sabtu, mengkonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi 19-hari militer Yahudi ke wilayah kantung Palestina itu telah mencapai 1.030, sementara lebih dari 6.000 orang lagi cedera.

Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, memberitahu wartawan bahwa selama gencatan senjata kemanusiaan pada Sabtu, petugas medis sibuk mencari mayat lain dan orang yang mungkin selamat dari bawah reruntuhan bangunan.

Sebanyak 130 mayat ditemukan sejauh ini di bagian timur dan utara Jalur Gaza, kata juru bicara itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Gencatan senjata kemanusiaan selama 12 jam berlaku di Jalur Gaza pada Sabtu, setelah HAMAS dan Israel menerima satu usul PBB pada Jumat larut malam. Gencatan senjata sementara tersebut berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat.

Sementara itu, para pejabat dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Qatar dan Turki, serta PBB berkumpul di Paris dalam upaya menyusun kesepakatan gencatan senjata jangka panjang.

Korban Tewas Sudah 1.060 Jiwa, Israel Ingin Perang Panjang

 http://en.prothom-alo.com/contents/cache/images/650x0x1/uploads/media/2014/07/27/53d5097ba8cb5-isr_netanyahu_reuters_09112012-584_539_330_c1.jpeg

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan perang di Gaza akan berkepanjangan.

Padahal, otoritas media Gaza, mencatat hingga Selasa (29/7/2014) sudah lebih dari 1.060 warga Palestia di Gaza tewas akibat invasi Israel.

Peringatan Netanyahu itu menyusul tewasnya lima tentara Israel dalam perang di Gaza kemarin. Militer Israel mengatakan lima tentaranya tewas dalam dua insiden terpisah, termasuk dalam empat serangan mortir.

”Ini telah menjadi sulit, hari yang menyakitkan,” kata Netanyahu, seperti dikutip Reuters. ”Kita perlu mempersiapkan kampanye (perang) yang berlarut-larut. Kami akan terus bertindak dengan kekuatan sampai misi kami tercapai,” lanjut dia.

Netanyahu bersumpah, bahwa pasukan Israel tidak akan meninggalkan Gaza, sampai mereka menghancurkan terowongan tempat militan Hamas beroperasi.

Di kubu Israel, sudah 48 tentaranya tewas selama perang di Gaza. Selain itu, tiga warga sipil Israel juga tewas.

Semalam, di saat langit Gaza dipenuhi tembakan militer Israel, ribuan warga Palestina di sekitar Gaza ramai-ramai meninggalkan rumahnya. Mereka menyadari hal itu menjadi pertanda dimulainya serangan besar-besaran militer Israel.

http://www.veteransnewsnow.com/wp-content/uploads/2012/11/Netanyahu-kills40.jpg


JUMLAH Korban Tewas di Gaza Tembus Angka 1.200 Orang, Dimanakah PBB dan golongan yg sering berteriak-teriak HAM ? ~

Korban tewas di Gaza akibat kebiadaban Israel telah menembus angka 1.200 orang. Ratusan di antara mereka adalah anak-anak. Penyerangan akan terus terjadi seiring penolakan kedua kubu untuk melakukan gencatan senjata.

Menurut data Badan Koordinasi Kemanusiaan PBB, dikutip Al-Arabiya, Selasa 29 Juli 2014, 200 di antara korban tewas adalah anak-anak sejak penyerangan ke Gaza dimulai 8 Juli lalu. Dalam penyerangan di hari Idul Fitri, setidaknya 100 orang tewas, termasuk 10 anak-anak dan enam wanita.

Menurut data Israel yang dikutip CNN, 300 dari korban tewas adalah militan di Gaza, sisanya warga sipil yang tidak berdosa. Menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, ada 9.000 militan Hamas di kota itu. Sementara itu Israel telah menyiagakan 176.000 militer aktif mereka untuk menghadapi pejuang Hamas. Dari kubu Israel, 53 tentara dan tiga warga sipil tewas.

Menurut tim medis, serangan Zionis ke Gaza semakin gencar setelah tewasnya 10 tentara Israel pada pertempuran di perbatasan Senin lalu. Tangki berisi tiga juta kubik bahan bakar untuk pembangkit listrik diesel Gaza hancur diroket Israel. Akibat hal ini, Gaza diprediksi akan kekurangan listrik selama setahun.

Rumah mantan perdana menteri Palestina dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh juga menjadi sasaran serangan Israel. Rumah Haniyeh hancur, namun tidak ada korban tewas. Selain itu, lembaga penyiaran Al-Aqsa TV dan Al-Aqsa Radio juga dihantam serangan. Layanan televisi masih beroperasi, namun radio mati.

Selasa kemarin, delegasi dari Palestina telah berangkat ke Kairo, Mesir, untuk membicarakan rencana gencatan senjata. Delegasi kali ini juga terdiri dari perwakilan Hamas, Islamic Jihad dan Fatah. Upaya gencatan senjata sebelumnya batal setelah kedua kubu kembali baku tembak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan mereka siap untuk pertempuran jangka panjang. Menurut dia, mereka akan melakukan apapun sampai rakyat Israel merasa aman dari Hamas.

"Target ini bisa dicapai secara diplomatis atau militer, atau kombinasi keduanya. Tapi kami akan tetap melanjutkan serangan sampai target itu tercapai," kata Netanyahu.

Pihak Hamas juga mengaku tidak gentar atas ancaman Israel. "Jika musuh tidak cukup dengan serangan kami, maka tentara-tentara kami punya banyak kejutan bagi para pemimpin dan pasukan khusus mereka," kata para pejuang kemerdekaan Palestina Hamas dalam sebuah posting online.


UPDATE GAZA 30 JULI 2014
Suara Palestina,

Gaza City,30/7. Pesawat jet f16 menjatuhkan kertas selebaran ke seluruh wilayah Gaza.
Detik ini, kertas israel bertebaran di seluruh kota Gaza, kertas selebaran atas nama pertahanan sipil israel, yang berisi : Wahai rakyat Gaza, demi keselamatan kalian, maka kami menghimbau agar warga Gaza mengabarkan kepada pihak israel tentang keberadaan terowongan, keberadaan pejuang, keberadaan tempat pejuang palestina melontarkan roket. Kabarkan kepada kami, krn ini demi keselamatan kalian. Karena saat ini kalian sedang berada di tengah teroris jd, kami ingin membantu kalian agar dapat selamat, karena keberadaan merekalah telah membuat kalian kesusahan. Di selebaran tsb tertera nomor hp dan email : helpGaza.
Selebaran tsb di terima oleh warga Gaza mengatakan, betapa idiotnya kalian israel, betapa pengecutnya kalian, betapa penakutnya kalian. Disini tidak ada teroris, justru israel kalian lah yg nyata2 teroris. Kalian yg membunuh warga sipil, anak-anak dan wanita serta lansia. Kalian menghancurkan masjid dan sekolah serta rumah sakit.

Gaza butuh doa!

Abdillah Onim
Jurnalis Indonesia di Gaza

Lihatlah betapa kejinya Zionis Israel,
bahkan hewan pun mereka bunuh dengan sadis..
(Lokasi Sekolah PBB di Gaza yg dibombardir)

Photo







"Children of my big family in Gaza"
They could be targeted at any time.
‪#‎GazaResist‬
‪#‎FreePalestine‬.


 photo by  Baha Alnajar













Israel Serang Gaza, 1.654 Nyawa Melayang, Hampir Mendekati 2.000 Jiwa ~


Serangan Israel ke Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir, telah menewaskan 1.654 rakyat Palestina. Serangan dimulai sejak 8 Juli 2014.

Seperti dikutip dari kantor berita Assiciated Pers, pada hari ini, Sabtu 2 Agustus 2014, Israel kembali memborbardir Jalur Gaza. Peristiwa itu menyebabkan 35 nyawa warga Palestina melayang.

Menurut pejabat kesehatan Palestina Ashraf al-Kidra, 35 warga Palestina itu tewas dalam pemboman dan penembakan di sekitar kota Rafah, di wilayah selatan Gaza pada Sabtu pagi. Rumah sakit utama di daerah itu pun terpaksa dievakuasi. Sehari sebelumnya, Israel juga menyerang wilayah ini dan menyebabkan puluhan rakyat Palestina meregang nyawa.

Sejak 8 Juli 2014 lalu, kata al-Kidra, lebih dari 1.650 warga Palestina tewas karena serangan Israel. Kebanyakan di antaranya merupakan warga sipil. Adapun korban luka-luka mencapai 8.000 orang.

Serangan oleh Israel ke Gaza juga tak berhenti saat perayaan hari lebaran. Jumat lalu, pemerintah Palestina merilis sebanyak 318 warga Gaza tewas terbunuh dalam serangan oleh militer Israel.

The Euro-Mid Observer for Human Rights melansir sekitar sembilan masjid hancur. Sebanyak 13 masjid lainnya rusak berat selama libur lebaran.


http://static1.businessinsider.com/image/53d77b8e69bedd451e507911-960/bts5eificaaoqmr.png


11 Wartawan Dibantai Israel

Hala Hamad menerima kabar pertama tentang kematian suaminya, Khaled Hamad dari televisi. Namun keluarganya langsung membantah kabar tersebut. “Tapi aku tahu itu dia. Kamera dan rompinya tertulis Pers," kata Hala sambil tak henti meneteskan air mata, Rabu (6/8) seperti dikutip aljazeera.
http://www.imemc.org/attachments/jul2014/photographer_killed.jpg

Khaled bekerja untuk sebuah perusahaan media lokal di Kota Gaza bernama 'Continue' Dua puluh empat tahun. Dia dibunuh bersama sopir ambulans Fouad Jaber (28). Tank Israel menyerang ambulans yang ditumpangi  mereka berdua di Shujayea, tepi timur Kota Gaza.

Awalnya, keduanya datang ke Shujayea untuk mengevakuasi korban terluka dan mengumpulkan mayat-mayat warga Paletina. Namun justeru, mereka berdua menjadi korban militer Israel selanjutnya. Ayah Khaled, Abu Fouad memiliki firasat buruk sebelum kepergian puteranya.

"Ada perasaan yang tidak biasa, sesuatu di dalam hati saya," kata Abu Fouad.
Sejak serangan militer Israel di Jalur Gaza yang dimulai hampir satu bulan lalu, setidaknya 1.865 warga Palestina tewas, dan 9.563 lainnya terluka. Disamping itu, enam puluh empat tentara Israel juga tewas, bersama dengan dua warga sipil Israel dan seorang pekerja berasal dari Thailand.
Sejak perang dimulai, setidaknya 11 orang yang bekerja untuk media asal Palestina menjadi korban peperangan. Tiga orang meninggal di lingkungan Shujayea dalam waktu yang berbeda, seorang sopir untuk kantor berita Media Gaza meninggal saat serangan udara Israel di Kota Gaza, dan lima lainnya saat tidak sedang bertugas.

Komite bermarkas di New York Komite Perlindungan Wartawan atau Committee to Protect Journalists (CPJ) masih menyelidiki tiga kasus kematian lainnya yang diduga merupakan wartawan. "Ketika Fouad terbunuh, aku dan seluruh anggota semua keluarga telah kehilangan orang yang sangat kami cintai. Anda tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang tua ketika mengubur anak-anak mereka dan kembali ke rumah dengan hati yang kosong," kata Abu Fouad.

Di Tepi Barat, warga Palestina berbaris melewati Ramallah pada Selasa sambil membawa peti mati secara simbolis untuk mengenang 11 wartawan dan pekerja media yang tewas di Gaza sejak perang dimulai. Juru kamera, presenter TV, dan fotografer menuju ke gedung PBB membawa spanduk yang menyerukan hak keamanan awak media selama perang sembari memegang gambar rekan-rekan mereka yang telah tewas.

Beberapa orang lainnya membawa spanduk besar bertuliskan nama-nama staf medis yang juga tewas di Gaza. Afiliasi lokal dari International Federation of Journalists, Palestina Jurnalis Syndicate (PJS), telah mendorong sebuah komisi independen untuk menyelidiki kematian para pekerja media.

"Kami menunggu persetujuan Mesir untuk mengizinkan Sembilan anggota komite untu ke Gaza melalui perbatasan Rafah," kata Abdel Nasser al-Najjar, kepala PJS. Ia menerangkan, dari Sembilan anggota komite khusus ini, tiga berasal dari media internasional dan enam dari media lokal Arab.

http://occupiedpalestine.files.wordpress.com/2014/07/journlist-ezzat-duhair.jpg?w=588&h=391





Saya tidak tega memposting foto-foto warga palestina di gaza akibat serangan roket, serangan tank, pesawat, dan jga bom..
 Foto-Foto Kekejaman Serangan Militer Israel bisa dilihat di facebook Abdilah Onim, Reporter dan Relawan Indonesia di Gaza












 
Like us on Facebook