August 18, 2017

Tokopedia Terima Suntikan Dana 14,6 Triliun Dari Alibaba

Perusahaan e-commerce marketplace terbesar di Indonesia, Tokopedia, mengumumkan bahwa mereka telah mengumpulkan pendanaan babak baru dari sejumlah investor yang dipimpin oleh raksasa e-commerce Alibaba Group asal China.


Pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengumumkan pendanaan babak baru ini telah terkumpul sebesar 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp 14,6 triliun.
William berkata pendanaan ini diikuti oleh beberapa investor yang sebelumnya sudah memberi pendanaan, dan kali ini dipimpin oleh Alibaba. Namun, hal ini tidak serta merta membuat Alibaba jadi pemegang saham mayoritas di Tokopedia.

"Alibaba menjadi pemegang saham minoritas di Tokopedia," kata William, yang disambut tepuk tangan oleh para mitra bisnis yang hadir ke acara ulang tahun Tokopedia yang ke-8 di Jakarta, Kamis (17/8).
Alibaba sendiri telah memperluas sayap bisnis mereka di Asia Tenggara dan Indonesia dengan menjadi pemegang saham mayoritas di Lazada, yang merupakan salah satu pemain e-commerce besar di Indonesia. Alibaba saat ini memiliki saham sekitar 80 persen di Lazada.

Dana sebesar itu akan dipakai untuk meningkatkan teknologi dan sumber daya manusia di Tokopedia. Tidak lupa, William berjanji dana itu juga akan dipakai untuk membangun pusat riset di Indonesia yang tentu saja, akan membuka lapangan kerja baru di Indonesia.

Pusat riset itu nantinya juga diarahkan untuk mengakselerasi kemajuan mitra pedagang di Tokopedia yang saat ini jumlahnya mencapai 2 juta merchant. William berkata Tokopedia memiliki fokus bisnis untuk membuat semua orang dari Sabang sampai Merauke, agar bisa ikut berjualan online seperti yang dilakukan oleh warga di kota besar. Dia punya target agar warga bisa membangun bisnis dan daerahnya masing-masing secara online tanpa harus pindah ke kota besar.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengaharapkan semua pihak tidak sensitif dengan kehadiran asing di bisnis toko online atau marketplace.

“Saya berharap kita tidak boleh sensitif hanya gara gara asing masuk. Lebih penting founder-nya itu sangat iIdonesia. Founder-nya Merah Putih, itu lebih penting,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara usai peresmian BTS di Desa Tude, Kecamatan Pantar tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Kamis (17/8/2017).

Apalagi, aturan terkait investasi di sektor tersebut sudah membuka kehadiran investasi asing. Bukan malah karena adanya kekhawatiran, kemudian ada pihak yang mengharapkan peluang asing kembali ditutup.

“Kalau tutup lagi membuat kita justru jadi kerdil. Dulu sebelum DNI [Daftar Negatif Investasi] dibuka transaksi itu dilakukan di luar. Walau tidak boleh di dalam negeri, diam-diam mereka [transaksi] di luar. Akibatnya apa transaksi diluar.,pajak enggak masuk Indonesia. Dibuka [saja] yang penting founder betul-betul Merah Putih,” kata Menkominfo.

Namun, Rudiantara berharap keadiran asing dalam nilai besar di bisnis marketplace lebih kepada sokongan modal.

“Masuk lebih ke financial investor bukan strategic investor,”kata Rudiantara.

Seperti diketahui, pada hari ini, Kamis (17/8/2017), Tokopedia mengumumkan telah menyetujui babak investasi baru yang dipimpin oleh Alibaba Group bersama pemegang saham Tokopedia.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan Tokopedia memasuki babak investasi baru dengan menanamkan permodalan sebesae US$1,1 miliar atau setara dengan lebih dari Rp14 triliun. (Bisnis.com, 17 Agustus 2017).

"Alibaba Group akan menjadi pemegang saham minoritas di Tokopedia," ujarnya dalam acara Ulang Tahun ke-8 Tokopedia, di Jakarta, Kamis (17/8/2017).

William mengatakan ini menjadi milestone penting bagi Tokopedia karena sebagai salah satu marketplace terbaik di dunia, Alibaba Group bisa menjadi role model dan guru dalam membangun marketplace skala global.

"Kami yakin kerja sama ini mampu mengakselerasi misi kami dalam pemerataan ekonomi secara digital," katanya.

William sekaligus memastikan bahwa rumor terkait akuisisi Tokopedia yang belakangan ramai diberitakan tidak benar.

"Banyak tawaran tapi di setiap kesempatan tersebutlah tidak pernah sedikitpun bahwa visi kami bukan menjual perusahaan semua rumor dan berita tersebut tidak benar. Misi perusahaan Tokopedia pemerataan ekonomi secara digital baru dimulai," katanya.

Dia menjelaskan dana investasi baru ini akan digunakan dalam membangun pusat riset besar di Indonesia dan paling baik di Asia Tenggara, mendatangkan talenta terbaik dunia, termasuk memulangkan putra putri terbaik Indonesia ke Tanah Air.

Dana ini akan dipakai mengakselerasi pertumbuhan dua juta merchant serta membangun jutaan lapangan pekerjaan baru di seluruh pelosok Indonesia.

"Kami akan bekerja sama dengan seluruh mitra kami, perbankan, logistik, pemerintah daerah, pemerintah pusat untuk inovasi baru," katanya.

CEO Alibaba Group Daniel Zhang mengatakan Alibaba dan Tokopedia memiliki kesamaan misi dalam mendorong perkembangan usaha kecil dan menengah.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama bersama Tokopedia untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia," jelas Zhang.

Sementara itu, Alibaba juga sudah masuk ke Lazada Indonesia, setelah mengakuisis Lazada pusat yang berada di Singapura.

“Asing masuk ke marketplace di Indonesia kita enggak usah takut dan khawatir,” kata Menkominfo.

Tokopedia Ingin Hadirkan Pusat Riset di Indonesia

 PT Tokopedia, perusahaan marketplace di Indonesia menyatakan komitmennya untuk membangun Pusat Riset di Indonesia seiring dengan babak investasi baru yang telah diumumkan.

Tokopedia mengumumkan telah diperolehnya komitmen investasi senilai US$ 1.1 miliar yang akan dipimpin oleh Alibaba Group dengan partisipasi dari pemegang saham Tokopedia yang sekarang. Investasi ini akan menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan salah satu rencana yang akan dilakukan dengan dana investasi ini adalah membangun pusat riset di Indonesia. Namun, pihaknya belum memastikan secara detail terkait porsi investasi yang dialokasikan untuk pusat riset ini.

"Pastinya akan banyak yang kami lakukan, salah satunya pusat riset, yang berikutnya edukasi, pembangunan infrastruktur bersama mitra oerbankan, logistik," katanya di Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Menurutnya, pemerataan ekonomi di Indonesia amat bergantung pada infrastruktur. Untuk itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kota setempat.

Dia menegaskan Tokopedia tetap adalah perusahaan Indonesia, yang mendapat investor global.

"Jadi pengambilan keputusan independen," ujarnya.

Dia menambahkan Tokopedia juga memiliki keinginan agar Indonesia dapat memiliki lebih banyak aplikasi yang mampu bersaing di kancah global. Adapun saat ini aplikasi global masih mendominasi, di mana sembilan dari sepuluh aplikasi yang banyak digunakan di Indonesia berasal dari luar.

Selain itu, pihaknya juga ingin mereplikasi konsep untuk mendatangkan talenta terbaik dan putra-putri Indonesia yang masih berada di luar negeri agar bisa kembali dan berkarya untuk dunia dari Indonesia.


references by kumparan, bisnis

 
Like us on Facebook