Cukup banyak orang yang malas menggosok gigi, khususnya di malam hari sebelum tidur. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers, and Prevention mungkin akan membuat anda berpikir ulang untuk menyepelekan kebiasan menyikat gigi.
Dalam penelitian yang melibatkan 66 ribu wanita dengan rentang usia 54 hingga 86 tahun di Amerika Serikat ini, disebutkan bahwa wanita yang malas menggosok giginya dan memeriksakan kondisi giginya cenderung lebih sering mengalami radang gusi.
Baca Artikel Lainnya
- Apa Efek Pakai Laher Bearing Roda Murah KW?
- Penyebab Korsleting Listrik
- Kelemahan dan Kekurangan Motor Matic Metik Yamaha
- Kelemahan Ban Tubeless Motor
- Penyebab Reflektor Lampu Motor Meleleh Rusak
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
- Velg Mutakin Buatan Mana?
- Terlalu Banyak Aturan, Penjual Seller Memilih Tak Berjualan Di Tokopedia
- Kenapa Shopee Tidak Bisa Ubah atau Ganti Jasa Kurir Ekspedisi?
- Apa Dampak Efek Meniup Makanan & Minuman Panas Bagi Kesehatan?
- Apa Efek Jarang Minum Air Putih Bagi Darah?
- Kenapa El Nino Membuat Nyamuk Agresif & Sering Menggigit?
- Dampak Efek Tubuh Yang Terlalu Banyak Makan Daging
- Alasan Pria Selingkuh
Menjadi masalah adalah, mereka yang kerap mengalami radang gusi justru meningkatkan resiko terkena kanker 14 persen lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki gigi dan gusi yang sehat. Beberapa jenis kanker yang berkaitan erat dengan masalah radang gusi ini adalah kanker paru-paru, kanker kulit, dan kanker payudara.
Malas menyikat gigi akan membuat plak menempel pada gigi. Adanya plak ini membuat perkembangan bakteri pada mulut meningkat. Adanya bakteri ini bisa menyebabkan peradangan pada gusi atau yang disebut sebagai gingivitis, kondisi yang biasanya disertai dengan pendarahan pada gigi saat kita menggosok gigi atau bahkan gigi yang tanggal.
Memang, belum jelas bagaimana kaitan antara radang gusi ini dengan munculnya kanker pada tubuh. Namun, Jean Wactawski-Wende yang berasal dari State University of New York menduga jika bakteri patogen yang berkembang di dalam mulut ini akan masuk ke dalam tubuh melalui air liur dan pada akhirnya memicu kanker di dalam tubuh.
Selain itu, radang gusi bisa memicu infeksi yang akhirnya membuat bakteri patogen memasuki jaringan dan menyebar melalui aliran darah. Bakteri-bakteri inilah yang akhirnya berperan dalam pengembangan kanker dan berbagai masalah peradangan lainnya di dalam tubuh.
references by rakyatku
Malas menyikat gigi akan membuat plak menempel pada gigi. Adanya plak ini membuat perkembangan bakteri pada mulut meningkat. Adanya bakteri ini bisa menyebabkan peradangan pada gusi atau yang disebut sebagai gingivitis, kondisi yang biasanya disertai dengan pendarahan pada gigi saat kita menggosok gigi atau bahkan gigi yang tanggal.
Memang, belum jelas bagaimana kaitan antara radang gusi ini dengan munculnya kanker pada tubuh. Namun, Jean Wactawski-Wende yang berasal dari State University of New York menduga jika bakteri patogen yang berkembang di dalam mulut ini akan masuk ke dalam tubuh melalui air liur dan pada akhirnya memicu kanker di dalam tubuh.
Selain itu, radang gusi bisa memicu infeksi yang akhirnya membuat bakteri patogen memasuki jaringan dan menyebar melalui aliran darah. Bakteri-bakteri inilah yang akhirnya berperan dalam pengembangan kanker dan berbagai masalah peradangan lainnya di dalam tubuh.
references by rakyatku
