May 18, 2014

Sinopsis dan Review Film Kingdom of Heaven

Film Kingdom of Heaven, film ini bercerita tentang Perang Salib dalam sudut pandang yg sangat berbeda dari kebanyakan film hollywood. Di sini tentara muslim yg dipimpin Salahudin Al Ayubi / Muhammad Al Fatih merupakan pribadi yg memegang penuh etika perang, Toleransi beragama dan hak azasi manusia, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.


https://i.ytimg.com/vi/S3lfWxEcaxM/hqdefault.jpg


 http://suciptoardi.files.wordpress.com/2008/10/kingdom_of_heaven.jpg

di lain pihak, tentara Salib berdasarkan fakta sejarah dan bukti ilmiah, digambarkan sebagai tentara yg haus darah, doyan perang, dan tidak mengenal belas kasihan meskipun kepada wanita dan anak-anak.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Salib
http://en.wikipedia.org/wiki/Crusades

Video from Discovery Channel

http://www.youtube.com/watch?v=DvwCkZwNCvc
(How Islam expanded and brought great knowledge and peacefullness to the humanity)


http://2.bp.blogspot.com/-lRydSY9AEyE/UG3L_sszKzI/AAAAAAAAC8Q/1KmP2MkcdXA/s1600/Ur5oi.jpg


http://1.bp.blogspot.com/-il6B9AyR1ME/UTB258nsddI/AAAAAAAAAfg/UOtc4TxXq-Y/s1600/185860_516661418354892_954876474_n.jpg
Pasukan melakukan shalat berjamaah secara khusyuk sebelum melakukan perang untuk membela Agama ALLAH SWT



Orang-orang yg benci, apriori dan selalu meyudutkan agama Islam dengan pemberitaan-pemberitaan dan konsiprasinya di berbagai media dan dunia nyata boleh saja bilang bahwa itu hanyalah sebuah film. Namun seandainya mereka mau membaca kembali catatan sejarah secara fakta, obyektif dan dengan hati yg jernih, tentulah mereka akan menemukan pesan-pesan yg sama seperti di film KINGDOM OF HEAVEN.



Ketika Tentara Salib merebut Jerusalem pada Perang Salib I tahun 1099, mereka membantai habis penduduk Jerusalem, tidak hanya muslim tetapi juga penduduk yahudi serta penganut nasrani ortodox, termasuk kaum Arian, dan sekte-sekte lain yg dicap sesat oleh Paus.

Tak terhitung masjid, sinagog, gereja ortodox dan perpustakaan habis dijarah, dirusak bahkan dibakar. Sebelumnya, di sepanjang jalan menuju Jerusalem Tentara Salib juga melakukan pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan penganiayaan serupa. Selama Perang Salib I, ratusan ribu wanita, anak dan orang tua menjadi korban. Ribuan rumah penduduk, masjid, sinagog, gereja ortodox, dan perpustakaan dirusak dan dibakar.

Namun ketika Salahuddin merebut kembali Jerusalem pada tahun 1187, boleh dikatakan tidak ada pembunuhan terhadap warga nasrani yg tertinggal di kota itu, mereka boleh menganut agama kepercayaan yang diyakininya, dan tidak ada pengrusakan dan perampokan terhadap gereja, dan juga para pemuka agama nasrani sedikitpun tidak disentuh
(www.bbc.co.uk/religion/ethics/war/islam.shtml).


Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih (bahasa Turki Ottoman: Meḥmed-i sānī, bahasa Turki: II. Mehmet, juga dikenal sebagai el-Fatih, "sang Penakluk", dalam bahasa Turki Usmani, atau, Fatih Sultan Mehmet dalam bahasa Turki, lahir pada 30 Maret 1432 dan wafat pada 3 Mei 1481, merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Dari sudut pandang Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu' setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di 'Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.

Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan salat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan salat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan salat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.

Muhammad Al-Fatih: The Conqueror
Kota Istanbul memang unik, penuh dengan sejarah yang besar dan menentukan arah peradaban. Tokohnya adalah Muhammad II atau lebih dikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih.
Menerima Jabatan Khalifah Sejak Belia

Usia beliau masih sangat muda, boleh dibilang masih kanak-kanak tatkala ayahandanya, Sultan Murad II, pensiun dini dari mengurus khilafah. Sang Ayah berniat untuk beruzlah di tempat yang sepi dari keramaian politik. Roda kepemimpinan diserahkan kepada puteranya, Muhammad, yang sebenarnya saat itu masih belum cukup umur.

Namun kebeliaannya tidak membuat prestasinya berkurang. Justru sejarah mencatat bahwa di masa kepemimpinan beliau, silsilah khilafah Bani Utsmani mencapai kejayaan terbesarnya, yaitu menaklukkan benua Eropa sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya oleh Rasulullah SAW.
Kecakapan Muhammad cukup masuk akal, mengingat sejak kecil beliau telah mendapatkan berbagai macam pembinaan diri dan pendalaman ilmu-ilmu agama. Sang Ayah memang secara khusus meminta kepada para ulama untuk mendidiknya, karena nantinya akan menjadi khalifah tertinggi. Mulai dari bahasa Arab, tafsir, hadits, fiqih sampai ke ilmu sistem pengaturan negara, telah beliau lahap sejak usia diri. Bahkan termasuk ilmu strategi perang dan militer adalah makanan sehari-hari.

Siapa Yang Jadi Khalifah?
Sultan Murad II berhenti dari jabatannya di tengah begitu banyak problem, baik internal maupun eksternal. Sementara khilafah sedang menghadapi serangan bertubi-tubi dari tentara kerajaan Romawi Timur.
Sebagai khalifah yang masih sangat belia, Muhammad Al-Fatih kemudian berinisiatif untuk mengirim utusan kepada ayahandanya dengan membawa pesan. Isinya cukup unik untuk mengajak sang ayahanda tidak berdiam diri menghadapi masalah negara.
“Siapakah yang saat ini menjadi khalifah: saya atau ayah? Kalau saya yang menjadi khalifah, maka sebagai khalifah, saya perintahkan ayahanda untuk datang kemari ikut membela negara. Tapi kalau ayahanda yang menjadi khalifah, maka seharusnya seorang khalifah berada di tengah rakyatnya dalam situasi seperti ini”

Menembus Eropa
Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud Rasulullah SAW dalam haditsnya sebagai panglima yang terbaik dan tentaranya tentara yang terbaik dan membebaskan Konstantinopel agar terbebas dari kekuasaan Romawi.
Sudah sejak Rasulullah SAW masih hidup, beliau sudah berupaya menjadikan penguasa di Konstatinopel menjadi muslim. Selembar surat ajakan masuk Islam dari nabi SAW telah diterima Kaisar Heraklius di kota ini.

Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius raja Romawi.
Bismillahirrahmanirrahim, salamun ‘ala manittaba’al-huda, Amma ba’du,
Sesungguhnya Aku mengajak anda untuk memeluk agama Islam. Masuk Islam lah Anda akan selamat dan Allah akan memberikan Anda dua pahala. Tapi kalau Anda menolak, Anda harus menanggung dosa orang-orang Aritsiyyin.”

Dikabarkan bahwa saat menerima surat ajakan masuk Islam itu, Kaisar Heraklius cukup menghormati dan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan. Namun dia mengakui bahwa dirinya belum siap untuk memeluk Islam.

Di masa shahabat, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu, Khalid bin Walid dikirim sebagai panglima perang menghadapi pasukan Romawi. Khalid memang mampu membebaskan sebagian wilayah Romawi dan menguasai Damaskus serta Palestina (Al-Quds). Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur saat itu, Konstantinopel, masih belum tersentuh.

Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan yang merebut Al-Quds sekalipun, ternyata masih belum mampu membebaskan Konstantinopel. Padahal beliau pernah mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropa pimpinan Richard The Lion Heart dalam perang Salib. Ternyata membebaskan kota warisan Kaisar Heraklius bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kecerdasan, keuletan dan tentunya, kekuatan yang mumpuni untuk pekerjaan sebesar itu.

Dan ternyata Sultan Muhammad Al-Fatih orangnya. Beliau adalah sosok yang telah ditunggu umat Islam sepanjang sejarah menunggu-nunggu realisasi hadits syarif Muhammad SAW.
Tidak mudah memang untuk membebaskan Istanbul yang sebelumnya bernama Konstantinopel ini. Kotanya cukup unik, karena berada di dua benua, Asia dan Eropa. Di tengah kota ada selat Bosporus yang membentang, ditambah benteng-benteng yang cukup merata.

Tetapi Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah menyerah. Sejarah mencatat beliau telah memerintahkan para ahli dan insinyurnya untuk membuat sebuah senjata terdahsyat, yaitu sebuah meriam raksasa. Suaranya saja mampu menggetarkan nyali lawan dan berpeluru logam baja. Meriam ini mampu menembak dari jarak jauh serta meluluh-lantakkan benteng Bosporus.

Inilah barangkali meriam terbesar yang pernah dibuat manusia. Sebelumnya dari sejarah para penakluk, belum pernah ada tentara manapun yang punya meriam raksasa sebesar ini.
Dalam bahasa Turki, Muhammad sering disebut dengan Fatih Sultan Mehmet. Beliau lahir 30 Maret 1432 dan wafat 3 Mei 1481.

Pribadi Shalih
Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saat wafat. Dan kedekatannya kepada Allah SWT ditularkan kepada tentaranya. Tentara Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh. Dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajud sejak baligh.

Itulah barangkali kunci utama keberhasilan beliau dan tentaranya dalam menaklukkan kota yang dijanjikan nabi SAW. Rupanya kekuatan beliau bukan terletak pada kekuatan pisik, tapi dari sisi kedekatan kepada Allah, nyata bahwa beliau dan tentaranya sangat menjaga hubungan kedekatan, lewat shalat wajib, tahajjud dan sunnah rawatib lainnya.

Sang Penakluk atau Sang Pembebas?
Karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapat gelar “Al-Fatih”. Artinya sang pembebas. Barangkali karena para pelaku sejarah sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi SAW.

Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, Sang Penakluk. Ada kesan bila menggunakan kata “Sang Penakluk” bahwa beliau seolah-olah penguasa yang keras dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih. Berasal dari kata: fataha – yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau lakukan bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan Islam.

Beliau merupakan seseorang yang sangat ahli dalam berperang dan pandai berkuda. Ada yang mengatakan bahwa sebagian hidupnya dihabiskan di atas kudanya.

Yang lebih menarik, meski beliau punya kedudukan tertinggi dalam struktur pemerintahan, namun karena keahlian beliau dalam ilmu strategi perang, hampir seluruh perjalanan jihad tentaranya ia pimpin secara langsung. Bahkan ia tetap berangkat berjihad kendati sedang menderita suatu penyakit.

Tata Negara dan Administrasi
Selain sebagai ahli perang dan punya peran besar dalam hal perluasan wilayah Islam, beliau juga ahli di bidang penataan negara, baik secara fisik maupun dalam birokrasi dan hukum. Kehebatan beliau dalam menata negerinya menjadi negeri yang sangat maju diakui oleh banyak ilmuwan. Bahkan secara serius belaiu banyak melakukan perbaikan dalam hal perekonomian, pendidikan dan lain-lain.

Dalam kepemimpinannya, Istambul dalam waktu singkat sudah menjadi pusat pemerintahan yang sangat indah dan maju di samping sebagai bandar ekonomi yang sukses.
Beliau juga dikenal sebagai pakar dalam bidang ketentaraan, sains, matematika. Beliau memenguasai 6 bahasa sejak berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat namun tawadhu’.

http://1.bp.blogspot.com/-GBpuUhMQDyY/UigZ-JlvdlI/AAAAAAAAAZM/l40qgNlWjfc/s1600/sultan-mehmed-al-fatih.jpg


Mentarbiyah Tentara Satu hal yang jarang diingat orang adalah proses pembentukan pasukan yang sangat profesional. Pembibitan dilakukan sejak calon prajurit masih kecil. Ada team khusus yang disebarkan ke seluruh wilayah Turki dan sekitarnya seperti Balkan dan Eropa Timur untuk mencari anak-anak yang paling pandai IQ-nya, paling rajin ibadahnya dan paling kuat pisiknya. Lalu ditawarka kepada kedua orang tuanya sebuah kontrak jangka panjang untuk ikut dalam tarbiyah (pembinaan) sejak dini.

Bila kontrak ini ditandatangani dan anaknya memang berminat, maka seluruh kebutuhan hidupnya langsung ditanggung negara. Anak itu kemudian mulai mendapat bimbingan agama, ilmu pengetahuan dan militer sejak kecil. Mereka sejak awal sudah dipilih dan diseleksi serta dipersiapkan.

Maka tidak heran kalau tentara Muhammad Al-FAtih adalah tentara yang paling rajin shalat, bukan hanya 5 waktu, tetapi juga shalat-shalat sunnah. Sementara dari sisi kecerdasan, mereka memang sudah memilikinya sejak lahir, sehingga penambahan ilmu dan sains menjadi perkara mudah.

Konstantinopel Menjadi Istambul
Setelah ditaklukan nama Konstatinopel diubah menjadi Islambul yang berarti “Kota Islam”, tapi kemudian penyebutan ini bergeser menjadi Istambul seperti yang biasa kita dengar sekarang.
Sejak saat itu ibu kota khilafah Bani Utstmani beralih ke kota ini dan menjadi pusat peradaban Islam dan dunia selama beberapa abad. Sebab kota ini kemudian dibangun dengan segala bentuk keindahannya, percampuran antara seni Eropa Timur dan Arab.

Gereja dan tempat ibadah non muslim dibiarkan tetap berdiri, tidak dirusak/dibakar, maupun dirobohkan sedikit pun. Sementara khalifah membangun gedung dengan arsitektur yang tidak kalah cantiknya dengan gedung-gedung sebelumnya. Sepintas kalau kita lihat gedung peninggalan peradaban masehi sama saja dengan bangunan masjid. Tetapi ternyata tetap ada perbedaan mendasar. Selain masalah salib yang menjadi ciri gereja, bangunan dari peradaban Islam punya dominasi lingkaran dan setengah lingkaran.
http://alexzimmer.zenfolio.com/img/s3/v38/p1064355423-3.jpg



Seorang rekan dari Maghrib (Maroko) bercerita bahwa ada nilai falsafah di balik bentuk-bentuk lingkaran atau kubah yang kita lihat dari bentuk masjid, yaitu bahwa Islam itu masuk ke semua dimensi.
Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik strategi peperangannya yang dikatakan mendahului zamannya.

Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al-Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.



Mengapa Salahuddin Al Ayubi bertindak seperti itu?
Jawabannya adalah, 

karena beliau memegang teguh etika perang dalam Islam sebagaimana yang telah diajarkan oleh AL-Quran dan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, yang di antaranya adalah:
  1. Muslim hanya boleh berperang ketika diserang atau bila ada warga muslim di wilayah non muslim yg ditindas atau dibantai (Al Baqarah:190)
  2. Dalam berperang muslim tidak boleh melampaui batas (Al Baqarah 190), di antaranya tidak boleh membunuh musuh yg sudah tidak berdaya, merusak mayat, mengganggu apalagi merampok dan membunuh penduduk sipil, merusak atau merampok tempat ibadah atau fasilitas umum, membakar rumah penduduk kecuali yg dianggap bisa menjadi tempat persembunyian musuh, membunuh ternak kecuali yg untuk dimakan, serta merusak tanaman kecuali untuk diambil buahnya (Al Hadist).
  3. Bila telah terjadi kesepakatan untuk menghentikan peperangan dan musuh telah mengembalikan wilayah muslim yg dikuasainya dan membebaskan tentara atau penduduk muslim yg ditawannya, maka muslim diperintahkan utk berhenti berperang (al Baqarah 193).
  4. Harus mengajak manusia kepada Islam sebelum memeranginya. Contohnya pada zaman Abu Bakar As-Siddiq, sewaktu menggempur wilayah Hirah, baginda telah memberikan 3 pilihan kepada musuh-musuh Islam yaitu menganut Islam, berdamai atau berperang.
  5. Islam hanya membenarkan umatnya berperang seandainya mereka diperangi terlebih dahulu. Contohnya, dalam Perang Badar.
  6. Dalam ekspedisi peperangan tentera Islam tidak boleh memerangi orang kafir yang tidak memiliki kekuatan dan daya usaha seperti anak-anak, kaum wanita, orang cacat, lumpuh, paderi atau pendeta.
  7. Tentera Islam dilarang merusak harta benda, memotong dan membakar rumah kecuali dalam keadaa darurat. Ini membuktikan Islam mementingkan keamanan dan kesejahteraan.
  8. Islam menetapkan etika peperangan tidak boleh memerangi orang yang sudah menyerah atau kafir dhimmi atau mereka yang sudah mengikat perjanjian damai serta mengaku taat setia kepada pemerintah Islam.
  9. Selama perjanjian damai, peraturan wajib ditaati. Contohnya, ketika Perjanjian Hudaibiyah meskipun fasa-fasa dalam perjanjian itu seolah-olah memberikan kelebihan kepada musuh Islam namun Rasulullah mempunyai misi tersendiri.
  10. Etika terakhir ialah tawanan perang akan dilayani dengan baik. Ia merupakan salah satu kaedah berdakwah yang diajar oleh Rasulullah. Dalam Perang Badar, Baginda menggunakan kaedah diplomasi, yaitu tawanan perang harus menebus diri dengan ilmu pengetahuan serta sejumlah uang tertentu.
  11. Cara pengagihan harta rampasan perang. Harta-harta yang diperolehi bukan diambil oleh Rasulullah sebaliknya dibagikan secara sama rata di kalangan para pejuang. Selepas kewujudan Baitulmal, harta-harta tersebut dipergunakan untuk pembangunan negara dan kemakmuran masyarakat khususnya pada zaman pemerintahan khalifah Umar al-Khattab.
ps: mohon diralat/ditambahkan poin-poin diatas jika ada kekurangan

Hidayah sendiri adalah datangnya dari Allah Azza Wa Jalla, sebagaimanapun kita memaksa,
jika Allah SWT tidak mengizinkannya.. maka tidak akan terjadi,
karena Ia hanya memilih orang-orang yg Ia kehendaki,,



إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
(Q.S Surat Al-Qasas [28:56] )

3:20
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam),
maka katakanlah:
"Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi:
"Apakah kamu (mau) masuk Islam".
Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk,
dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah)
.
Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
(Q.S. Ali Imran [3:20)



Silahkan kalian yg masih ragu bahwa Al-Quran bukan kalam Allah membandingkannya dengan kitab-kitab lainnya, semoga suatu hati kalian diberikan Hidayah ole Allah Azza Wa Jalla..
Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin selama jantung kalian masih berdetak, jangan menyesal ketika nyawa sudah diambil dan menghadapi siksa dalam kubur yang kekal.
Siksa sederhana di dunia?
pernah merasakan sakit gigi? sakitnya itu bisa kerasa ke otak & hati,
Membuat kita tidak tenang setiap harinya..

Lalu, Bagaimana dengan para teroris, pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama  Islam yg melakukan pemboman, perusakan sehingga menewaskan penduduk sipil dan warga tidak berdosa?

Tentulah perbuatan mereka itu tidak sesuai dengan ketentuan Allah SWT sebagaimana dijelaskan di atas. Karena tidak sesuai dengan ketentuan Allah SWT, maka tidak heran perbuatan mereka tidak mendatangkan kemenangan atas apa yg mereka perjuangkan bahkan tempat kembali mereka kelak adalah neraka Jahanam, karena mereka membunuh dan melukai orang-orang yang tidak berdosa.

Seorang muslim yang baik, soleh, solehah akan tercermin dari akhlak, amalan perbuatannya,,
Bagi non-Muslim: jangan membaca terjemahan Al-Quran secara sekilas, bacalah tafsirnya secara lengkap dan jelas dari sumber yang kredibel, sehingga tidak menjudge akibat fitnah-fitnah negara barat terhadap Islam. Tafsir Al-Quran itu sangat tebal, ditulis oleh para ulama-ulama & ilmuawan muslim.
Janganlah menebar fitnah atas Kallam Allah dan juga Nabi Kami..
Rasulullah SAW. bersabda:

Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku,
karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.
(HR. Muslim)
http://4.bp.blogspot.com/-TJN6CnNHWQk/UrsZBGssn7I/AAAAAAAAAL8/RTZJDp2pzNI/s1600/BcNwq-3CcAAGD_6.jpg


Jadi..
Berhati-hatilah terhadap konspirasi mereka diberbagai media-media dan dunia nyata dengan skenario buatan yang hanya ingin menyudutkan dan memojokan agama Islam dan memutarbalikan fakta, seolah-olah ingin menunjukan dan mengecap kepada masyarakat seluruh dunia bahwa ketika mendengar Agama Islam adalah agama yang identik dengan kekerasan, bom, teror, dan perilaku buruk lainnya..

Sepertinya ada misi terselubung dibalik konspirasi tersebut, entah untuk mengambil kekayaan alam suatu daerah/negara, memicu perang saudara, memecah keutuhan umat muslim dan hal lainnya
padahal mereka sendirilah yang membunuh manusia , anak-anak kecil tidak berdosa lainnya , memperkosa wanita secara keji, merusak pemerintahan & kehidupan suatu daerah..
lihatlah berapa banyak umat muslim dan non muslim lainnya yang terbunuh..
baik yang terdata maupun yang tidak terdata..

Bagaimana nasib Saudara-saudari muslim kami di Afrika, Bosnia, Palestina, Rohingya dan lainnya?
Bagaimana saudara-saudari minoritas kami diperlakukan tidak adil, dilecehkan dan tidak diberika kebebasan ?

Jadi siapa yang sebenarnya TERORIS yg sering mereka gembar-gemborkan?
Apa masyarakat dunia peduli?

Seolah-oleh mereka buta dan tidak melihat..

Kami umat muslim tidak memuja bangsa Arab/Saudi arabia..
Karena tidak semua orang arab memiliki akhlak dan perilaku yg baik sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW
Coba baca kembali fakta sejarah zaman jahiliyah dahulu


Love islam  jika mereka mau mempelajari lebih dalam seerta mengamalkan Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan Al-Quran dan tuntunan Nabi Muhammad SAW
mereka akan mengerti Ajaran Islam yang penuh kedamaian baik untuk kehidupan dunia dan akhirat kelak...
Setiap perbuatan yang baik dan buruk akan mendapat balasannya diakhirat..

Jagalah kerukunan umat beragama, Tidak perlu mencela dengan perkataan kasar dan kotor..
Semua kitab-kitab suci terdahulu turunnya juga dari Allah SWT dan Al-Quran menjadi penutupnya..
Hidayah mutlak  hanya milik Allah Azza Wa Jalla..
Kita sebagai umat muslim hanya diperintahkan untuk menyampaikannya saja..
Selebihnya hanya Kuasa Penuh ALLAH SWT..

[025] Al Furqaan - Murottal Dan Terjemahan Al Quran 13.3 MB[032] As Sajdah - Murottal Dan Terjemahan Al Quran 8.2 MB

http://english.al-akhbar.com/sites/default/files/imagecache/5cols/leading_images/148760-01-08.jpg 
http://english.al-akhbar.com/sites/default/files/imagecache/5cols/leading_images/Oct5-Aqsa1.jpg

http://www.imemc.org/attachments/feb2013/soldiersaqsa.jpg
http://www.imemc.org/attachments/sep2013/soldiers_aqsa.jpg
http://www.imemc.org/attachments/mar2012/alaqsa.jpg

Pasukan Israel menyerang masjid Al-Aqsa







http://i.ytimg.com/vi/DJp39ohzH78/0.jpg



http://3.bp.blogspot.com/-Hcjku_3gBk8/UjD2bFNs53I/AAAAAAAAAsM/KdMQR4Xvo-s/s1600/muhammad-al-fatih-sosok-pemuda-tangguh.jpg









regards:



+Agung YuLy Diyantoro 











tags; fitnah mengenai islam mengajarkan kekerasan fitnah islam agama kekerasan, fitnah mengapa islam mengajarkan kekerasan, benarkah islam terori?, menjawab fitnah islam mengajarkan terorisme


credit to zilzaal blogspot

 
Like us on Facebook