Periode lock-up melarang orang dalam perusahaan menjual sahamnya setelah IPO atau penawaran publik perdana. CEO Dick Costolo dan rekan pendirinya Jack Dorsey dan Evan Williams mengatakan mereka tidak berencana menjual saham mereka setelah periode lock-up berakhir, 180 hari setelah penawaran saham perdana Twitter pada publik.
Baca Artikel Lainnya
- Mark Zuckerberg Buat Threads Untuk Saingin Twitter Milik Elon Musk
- Jack Dorsey CEO Twitter Rapat Pakai Sendal Jepit
- Jumlah Pengguna Berkurang, Twitter Ujicoba Tweet 280 Karakter
- Kebijakan Privasi Twitter 2017
- Ridwan Kamil Difitnah Lisa Mariana Jadi Selingkuhannya
- Kronologi TNI Tembaki Polisi Lampung
- Jadwal Libur Panjang Idul Fitri 2025
- Sejak Kapan Gas Elpiji LPG 3KG Diberi Label Hanya Untuk Masyarakat Miskin?
- Data Angka Bunuh Diri Indonesia Terus Meningkat
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Ilmuwan Ramal Bumi Akan Jadi Planet Plastik
- Penyebab Akun Ini Tidak Dapat Lagi Menggunakan Whatsapp Karena Spam
- Facebook Meta Ramai-Ramai Jadi "Lapangan Kerja Baru", Data Apa Yang Sebenarnya Mereka Kumpulkan?
- Arti Logo Baru Twitter Elon Musk
Tapi nilai saham Twitter anjlok hampir 18 persen dan ditutup pada $31.85
pada hari Selasa. Sebelumnya, saham Twitter mencapai nilai terendah
pada angka 31.72 dolar AS. Volume perdagangan luar biasa besar.
Twitter Inc. yang berkantor pusat di San Francisco masuk bursa pada 7 November. Nilai saham tertinggi mencapai $74.73 pada bulan Desember tapi sejak itu turun drastis. Laporan keuangan perusahaan tersebut pada 29 April melampaui yang diharapkan, tapi kekhawatiran tentang pertumbuhan dan interaksi pengguna membayangi nilai saham Twitter
references by republika
Twitter Inc. yang berkantor pusat di San Francisco masuk bursa pada 7 November. Nilai saham tertinggi mencapai $74.73 pada bulan Desember tapi sejak itu turun drastis. Laporan keuangan perusahaan tersebut pada 29 April melampaui yang diharapkan, tapi kekhawatiran tentang pertumbuhan dan interaksi pengguna membayangi nilai saham Twitter
references by republika
