Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Rabu (21/5), diterjang hujan es
sebesar batu kerikil disertai angin kencang. Akibatnya, puluhan rumah di
kecamatan itu mengalami rusak ringan hingga rusak parah.
Peristiwa tersebut sangat mengejutkan warga sekitar, apalagi kejadian serupa pernah terjadi sekitar 15 tahun lalu. Bahkan, kejadian kali ini terlihat lebih parah dari peristiwa sebelumnya. Saking dahsyatnya hujan es disertai terjangan angin kencang di Nagari Ladanglaweh, Kecamatan Banuhampu itu, hampir seluruh bangunan warga yang memiliki lantai dua ke atas menjadi korban.
Bahkan, atap seng rumah warga terlempar hingga seratus meter. Beberapa pohon beringin raksasa di Ladanglaweh, juga bertumbangan dan menimpa bangunan di sekitarnya. Selain itu, beberapa isi rumah warga juga ikut terlempar ke pematang sawah usai diterjang angin kencang tersebut. Salah satunyabangunan Panti Asuhan Nurul Haq di Nagari Ladanglaweh, dekat Pasar Padangluar.
Seluruh atap kamar perempuan di Panti Asuhan Nurul Haq itu, beterbangan hingga puluhan meter ke pematang sawah. Akibatnya, seluruh isi ruangan digenangi air. Bahkan, kasur hingga perlengkapan di dalamnya juga tampak basah.
Pimpinan Yayasan Nurul Haq, Nurul, mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menceritakan, waktu kejadian dirinya baru selesai Shalat Zuhur dan cuaca saat itu sedang hujan lebat. Beberapa saat kemudian, Nurul mendengar suara seperti bergemuruh. Nurul kaget ketika mendengar anak-anak panti asuhan yang dipimpinnya berteriak histeris. Ketika melihat apa yang terjadi, angin kencang ternyata telah menerbangkan atap seng panti asuhan itu.
"Karena takut anak-anak terluka dan jadi korban, saya kumpulkan anak-anak di tempat aman. Waktu itu anak-anak masih ketakutan dan berteriak histeris. Kejadian ini berlangsung cukup lama, lebih dari setengah jam," kata Nurul.
Di samping menerbangkan atap seng, angin kencang itu juga mematahkan plang nama panti asuhan. Padahal plang nama itu terbuat dari besi seukuran tangan orang dewasa. Meski begitu, Nurul mengaku belum menghitung berapa kerugian yang diderita.
Peristiwa tersebut sangat mengejutkan warga sekitar, apalagi kejadian serupa pernah terjadi sekitar 15 tahun lalu. Bahkan, kejadian kali ini terlihat lebih parah dari peristiwa sebelumnya. Saking dahsyatnya hujan es disertai terjangan angin kencang di Nagari Ladanglaweh, Kecamatan Banuhampu itu, hampir seluruh bangunan warga yang memiliki lantai dua ke atas menjadi korban.

Bahkan, atap seng rumah warga terlempar hingga seratus meter. Beberapa pohon beringin raksasa di Ladanglaweh, juga bertumbangan dan menimpa bangunan di sekitarnya. Selain itu, beberapa isi rumah warga juga ikut terlempar ke pematang sawah usai diterjang angin kencang tersebut. Salah satunyabangunan Panti Asuhan Nurul Haq di Nagari Ladanglaweh, dekat Pasar Padangluar.

Seluruh atap kamar perempuan di Panti Asuhan Nurul Haq itu, beterbangan hingga puluhan meter ke pematang sawah. Akibatnya, seluruh isi ruangan digenangi air. Bahkan, kasur hingga perlengkapan di dalamnya juga tampak basah.
Pimpinan Yayasan Nurul Haq, Nurul, mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menceritakan, waktu kejadian dirinya baru selesai Shalat Zuhur dan cuaca saat itu sedang hujan lebat. Beberapa saat kemudian, Nurul mendengar suara seperti bergemuruh. Nurul kaget ketika mendengar anak-anak panti asuhan yang dipimpinnya berteriak histeris. Ketika melihat apa yang terjadi, angin kencang ternyata telah menerbangkan atap seng panti asuhan itu.
"Karena takut anak-anak terluka dan jadi korban, saya kumpulkan anak-anak di tempat aman. Waktu itu anak-anak masih ketakutan dan berteriak histeris. Kejadian ini berlangsung cukup lama, lebih dari setengah jam," kata Nurul.
Di samping menerbangkan atap seng, angin kencang itu juga mematahkan plang nama panti asuhan. Padahal plang nama itu terbuat dari besi seukuran tangan orang dewasa. Meski begitu, Nurul mengaku belum menghitung berapa kerugian yang diderita.
Baca Artikel Lainnya
- Data Angka Bunuh Diri Indonesia Terus Meningkat
- Kronologi Pertamax Dioplos PERTAMINA
- Asal Usul Pagar Laut Yang Buat Rakyat Indonesia Marah
- Ridwan Kamil Difitnah Lisa Mariana Jadi Selingkuhannya
- Kronologi TNI Tembaki Polisi Lampung
- Jadwal Libur Panjang Idul Fitri 2025
- Sejak Kapan Gas Elpiji LPG 3KG Diberi Label Hanya Untuk Masyarakat Miskin?
Namun Nurul mengaku
bingung, karena anak-anak panti asuhan terpaksa tidur berdesak-desakan
di lantai satu. Padahal, ada sekitar 28 anak yang tidur di lantai dua
yang diungsikan ke lantai satu. Ini berarti, masing-masing kamar di
lantai satu yang berukuran sekitar tiga kali empat meter akan ditempati
sekitar 10 anak. "Ada dua anak kami yang mengalami luka-luka akibat
tergores seng. Masing-masingnya mengalami luka ringan pada bagian
kaki,"ujar Nurul.
Sekaitan peristiwa hujan es ini, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Budi Samiaji mengaku, belum menganalisa kejadian tersebut. Namun, ia berasumsi hujan es itu disebabkan oleh pembentukan awan cumulo nimbus dekat dengan permukaan bumi, sehingga menyebabkan gumpalan awan tersebut tidak lebur dengan baik. Akibatnya, turun ke bumi dalam keadaan masih berbentuk kondensasi (gumpalan).
Menurut Budi Samiaji, seluruh daerah di Sumbar sangat berpotensi terjadi hujan es. Bahkan, hujan es dalam beberapa tahun terakhir ini juga pernah terjadi di daerah Sijunjung, Solok dan lainnya. "Namun untuk memastikan penyebab hujan es di Banuhampu ini, kami akan menganalisanya besok,"jelas Budi.
Kepala BPBD Agam Bambang Warsito di Lubuk Basung, Kamis (22/5/2014), mengatakan, ke-77 unit bangunan ini tersebar di Nagari Cingkariang, Padang Lua, Ladang Laweh, dan Sungai Tanang.
"Pada umumnya bangunan ini rusak pada bagian atap yang diterbangkan angin kencang," katanya.
Hujan es disertai angin kencang, tambahnya, juga mengakibatkan lahan pertanian rusak sebanyak 13,25 hektar. Lahan pertanian ini telah ditanami padi, sawi, kol, dan lainnya.
Akibat kejadian ini satu orang warga luka bakar karena korsleting listrik. Korban dirawat di Rumah Sakit Ahmad Muchtar Kota Bukittinggi.
Terkait kerugian, katanya, pihaknya masih melakukan pendataan kerugian yang diakibatkan hujan es dan angin kencang pada Rabu (21/5/2014) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Agam Muhammad Khudri mengatakan, pihaknya telah mengirimkan bantuan berupa beras, terpal, dan lainnya sesuai kebutuhan korban.
"Kami langsung menyerahkan bantuan ini kepada korban," katanya.
Atas kejadian ini, Bupati Agam, Indra Catri mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara berlindung di dalam rumah apabila hujan dan angin kencang terjadi.
"Ini bertujuan agar tidak jatuh korban jiwa akibat kejadian ini," katanya.
Ia mengatakan, hujan es dan angin kencang ini merupakan yang ketiga kalinya di Agam.
references by padangexpres, kompas
Sekaitan peristiwa hujan es ini, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Budi Samiaji mengaku, belum menganalisa kejadian tersebut. Namun, ia berasumsi hujan es itu disebabkan oleh pembentukan awan cumulo nimbus dekat dengan permukaan bumi, sehingga menyebabkan gumpalan awan tersebut tidak lebur dengan baik. Akibatnya, turun ke bumi dalam keadaan masih berbentuk kondensasi (gumpalan).
Menurut Budi Samiaji, seluruh daerah di Sumbar sangat berpotensi terjadi hujan es. Bahkan, hujan es dalam beberapa tahun terakhir ini juga pernah terjadi di daerah Sijunjung, Solok dan lainnya. "Namun untuk memastikan penyebab hujan es di Banuhampu ini, kami akan menganalisanya besok,"jelas Budi.
Kepala BPBD Agam Bambang Warsito di Lubuk Basung, Kamis (22/5/2014), mengatakan, ke-77 unit bangunan ini tersebar di Nagari Cingkariang, Padang Lua, Ladang Laweh, dan Sungai Tanang.
"Pada umumnya bangunan ini rusak pada bagian atap yang diterbangkan angin kencang," katanya.
Hujan es disertai angin kencang, tambahnya, juga mengakibatkan lahan pertanian rusak sebanyak 13,25 hektar. Lahan pertanian ini telah ditanami padi, sawi, kol, dan lainnya.
Akibat kejadian ini satu orang warga luka bakar karena korsleting listrik. Korban dirawat di Rumah Sakit Ahmad Muchtar Kota Bukittinggi.
Terkait kerugian, katanya, pihaknya masih melakukan pendataan kerugian yang diakibatkan hujan es dan angin kencang pada Rabu (21/5/2014) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Agam Muhammad Khudri mengatakan, pihaknya telah mengirimkan bantuan berupa beras, terpal, dan lainnya sesuai kebutuhan korban.
"Kami langsung menyerahkan bantuan ini kepada korban," katanya.
Atas kejadian ini, Bupati Agam, Indra Catri mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara berlindung di dalam rumah apabila hujan dan angin kencang terjadi.
"Ini bertujuan agar tidak jatuh korban jiwa akibat kejadian ini," katanya.
Ia mengatakan, hujan es dan angin kencang ini merupakan yang ketiga kalinya di Agam.
references by padangexpres, kompas
