Toko aplikasi Android, Google Play, kembali menghadapi isu keamanan.
Terkini, peneliti keamanan dari Webroot menemukan dua aplikasi huruf
Android berbahaya di Google Play.
Baca Artikel Lainnya
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Ilmuwan Ramal Bumi Akan Jadi Planet Plastik
- Smartphone Buatan China Kompak Tinggalkan Android. Ada Apa?
- Android KitKat Dihentikan Oleh Google, Beberapa Aplikasi Tak Bisa Dipakai Lagi
- Download FIREFOX 101 OFFLINE INSTALLER 2022 WINDOWS, LINUX, macOS
- Download FIREFOX 64 OFFLINE INSTALLER 2019 WINDOWS, LINUX, macOS
- Fitur & Kelebihan Android PIE
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
Dilansir dari Softpedia, Minggu (12/5/2013), kedua aplikasi itu ternyata tidak hanya memasang huruf tambahan, tapi juga software
mata-mata. Aplikasi itu ialah Free Galaxy Classic Font dan Galaxy Font,
yang memungkinkan pengguna mamasang huruf tambahan pada smartphone Android.
Selain memasang huruf, ternyata kedua aplikasi juga memasang aplikasi mata-mata Android yang disebut iKno. Aplikasi ini memantau SMS, panggilan telefon, dan lokasi perangkat, lalu mengirimkan informasi itu ke sebuah website.
Beruntung Google segera bertindak cepat begitu mengetahui ada aplikasi berbahaya yang mengancam data pengguna. Kedua aplikasi dan akun developer aplikasi itu telah dihapus dari Google Play.
Mengingat software mata-mata kerap dibundel dengan aplikasi lain, para ahli keamanan merekomendasikan pengguna Android untuk memasang solusi keamanan mobile pada perangkat mereka. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk tidak memasang aplikasi yang meminta izin berlebihan dan tidak seharusnya.
references by http://adf.ly/Ou31X
Selain memasang huruf, ternyata kedua aplikasi juga memasang aplikasi mata-mata Android yang disebut iKno. Aplikasi ini memantau SMS, panggilan telefon, dan lokasi perangkat, lalu mengirimkan informasi itu ke sebuah website.
Beruntung Google segera bertindak cepat begitu mengetahui ada aplikasi berbahaya yang mengancam data pengguna. Kedua aplikasi dan akun developer aplikasi itu telah dihapus dari Google Play.
Mengingat software mata-mata kerap dibundel dengan aplikasi lain, para ahli keamanan merekomendasikan pengguna Android untuk memasang solusi keamanan mobile pada perangkat mereka. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk tidak memasang aplikasi yang meminta izin berlebihan dan tidak seharusnya.
references by http://adf.ly/Ou31X
