Banyak negara yang sangat peduli pada makanan yang mengandung gula
tinggi. Pemerintah Amerika, di New York dan California, misalnya
mengenakan pajak pada minuman ringan bergula untuk membiayai ongkos
pengobatan penyakit yang berkaitan dengan obesitas bagi warganya.
Baca Artikel Lainnya
- Kenapa El Nino Membuat Nyamuk Agresif & Sering Menggigit?
- Dampak Efek Tubuh Yang Terlalu Banyak Makan Daging
- Alasan Pria Selingkuh
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
- Velg Mutakin Buatan Mana?
- Terlalu Banyak Aturan, Penjual Seller Memilih Tak Berjualan Di Tokopedia
- Kenapa Shopee Tidak Bisa Ubah atau Ganti Jasa Kurir Ekspedisi?
- Apa Dampak Efek Meniup Makanan & Minuman Panas Bagi Kesehatan?
- Apa Efek Jarang Minum Air Putih Bagi Darah?
Menurut ahli nutrisi dari Amerika, Nancy Appleon, PhD, ada banyak alasan kita harus mengurangi gula, berikut di antaranya:
- Meningkatkan kadar glukosa dan reaksi insulin berlebih, yang berpotensi memicu penyakit diabetes melitus. Indonesia berada di posisi empat negara teratas yang penduduknya banyak menderita penyakit ini menurut WHO setelah India, China, Amerika Serikat.
- Melemahkan tubuh untuk bertahan terhadap infeksi bakteri.
- Membuat penyerapan mineral dalam tubuh menjadi kacau, termasuk kalsium dan magnesium.
- Memperlemah daya penglihatan.
- Menyebabkan tekanan darah rendah
- Menurunkan kadar vitamin E dalam darah.
- Meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
- Membuat kulit mudah keriput karena mengubah struktur kolagen.
- Gula merupakan musuh nomor satu bagi aktivitas buang air besar.
- Bisa membuat otot mudah rusak.
Saya tau kalian semua udah Manis kok..
jadi jangan kebanyakan makan atau minuman yg mengandung gula yaaa :D
references by kompas
images by forbes
