Aktivitas tidur siang sangat baik bagi kesehatan jika dilakukan
dengan durasi waktu yang tepat. Beberapa manfaatnya adalah menjaga
kesehatan kardiovaskular dan membuat pikiran lebih aktif kembali dalam
berkonsentrasi. Namun, pemenuhan kebutuhan tidur siang yang berlebihan
justru menimbulkan masalah kemungkinan terjadinya diabetes.
Hal ini terungkap dari studi yang dilakukan peneliti Belanda terhadap 27 ribu orang pensiunan di China. Mereka yang tidur siang dengan durasi lebih dari 60 menit memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes dibanding orang yang tidak tidur siang sama sekali.
Hal ini terungkap dari studi yang dilakukan peneliti Belanda terhadap 27 ribu orang pensiunan di China. Mereka yang tidur siang dengan durasi lebih dari 60 menit memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes dibanding orang yang tidak tidur siang sama sekali.
Baca Artikel Lainnya
- Dampak Efek Tubuh Yang Terlalu Banyak Makan Daging
- Alasan Pria Selingkuh
- Bagaimana Mata Air Terbentuk?
- Dampak Negatif Sumur Bor Bagi Lingkungan
- Apa Dampak Negatif Sering Stress ?
- Apa Bahaya Balita Sering Ngupil ?
- Apa Dampak Negatif Tidur Kurang dari 4 Jam Per Hari?
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
- Velg Mutakin Buatan Mana?
- Terlalu Banyak Aturan, Penjual Seller Memilih Tak Berjualan Di Tokopedia
- Kenapa Shopee Tidak Bisa Ubah atau Ganti Jasa Kurir Ekspedisi?
- Apa Dampak Efek Meniup Makanan & Minuman Panas Bagi Kesehatan?
- Apa Efek Jarang Minum Air Putih Bagi Darah?
- Kenapa El Nino Membuat Nyamuk Agresif & Sering Menggigit?
Tapi hasil ini berbeda dengan orang yang cukup singkat dalam
mengambil waktu untuk tidur siang. Mereka yang tidur siang hanya dalam
waktu maksimal 30 menit akan mendapatkan berbagai manfaat yang berarti
dari aktivitas ini. Terkait diabetes, tidur siang yang singkat justru
mampu menurunkan adar gula dalam darah sekaligus mengendalikan laju
tekanan darah menjadi lebih normal.
Padahal, kekurangan waktu tidur malam berimpilkasi terhadap gangguan tubuh untuk bermetabolisme. Metabolisme gula darah tidak berjalan sempurna yang akhirnya menciptakan kondisi risiko diabetes.
references by sidomi
“Temuan ini mungkin punya implikasi sangat penting bagi yang terbiasa tidur siang,” kata peneliti dari Leiden University di Belanda, Eliane Lucassen, seperti dikutip JPNN dari Foxnews.Peneliti menjelaskan risiko diabetes ini berkaitan dengan kemungkinan adanya pola tidur tidak teratur pada orang-orang yang kelebihan tidur siang. Mereka menjadi lebih segar pada malam hari dan akhirnya mengambil waktu tidur saat sudah tengah malam.
Padahal, kekurangan waktu tidur malam berimpilkasi terhadap gangguan tubuh untuk bermetabolisme. Metabolisme gula darah tidak berjalan sempurna yang akhirnya menciptakan kondisi risiko diabetes.
references by sidomi
