Temuan terbaru pakar saraf ini bisa jadi temuan yang bagus untuk Anda
yang meragukan perasaan dan cinta pasangan. Sejumlah ilmuwan menemukan
cara untuk menguji apakah seseorang itu benar-benar jatuh cinta atau
tidak.
Para pakar neurologi dari Universitas Sains dan Teknologi
China mengklaim telah menemukan rahasia yang membedakan pengaruh
berbagai emosi kepada otak. Ini disebut-sebut sebagai petunjuk pertama
seperti apa cinta sejati itu, demikian dilansir dari laman Dailymail, 16 Maret 2015.
Para peneliti saraf itu menggunakan alat semacam scan yang mampu melihat perbedaan otak manusia dalam berbagai tahapan asmara manusia. Hasilnya, ada belasan perbedaan di areal otak yang dipengaruhi berbagai emosi, termasuk cinta.
Profesor Xiaochu Zhang yang memimpin penelitian ini mengatakan, "Studi kami memberikan petunjuk pertama adanya hubungan antara perasaan cinta dengan arsitektur otak. Dan, ini memberikan pencerahan bagaimana mekanisme cinta yang romantis itu."
Tim ini meneliti 100 perempuan dan laki-laki untuk keperluan studi ini. Responden ini terbagi dalam tiga kelompok, yakni mereka yang tengah jatuh cinta, baru saja putus cinta, dan sebagian lainnya belum pernah jatuh cinta.
(Foto: penampakan otak manusia yang sedang jatuh cinta/Dailymail)
Para peneliti saraf itu menggunakan alat semacam scan yang mampu melihat perbedaan otak manusia dalam berbagai tahapan asmara manusia. Hasilnya, ada belasan perbedaan di areal otak yang dipengaruhi berbagai emosi, termasuk cinta.
Profesor Xiaochu Zhang yang memimpin penelitian ini mengatakan, "Studi kami memberikan petunjuk pertama adanya hubungan antara perasaan cinta dengan arsitektur otak. Dan, ini memberikan pencerahan bagaimana mekanisme cinta yang romantis itu."
Tim ini meneliti 100 perempuan dan laki-laki untuk keperluan studi ini. Responden ini terbagi dalam tiga kelompok, yakni mereka yang tengah jatuh cinta, baru saja putus cinta, dan sebagian lainnya belum pernah jatuh cinta.
Baca Artikel Lainnya
- Ciri & Tanda Cowok Yang Belum Pantas Dijadikan Suami?
- Apa Dampak Efek Meniup Makanan & Minuman Panas Bagi Kesehatan?
- Apa Efek Jarang Minum Air Putih Bagi Darah?
- Kenapa El Nino Membuat Nyamuk Agresif & Sering Menggigit?
- Dampak Efek Tubuh Yang Terlalu Banyak Makan Daging
- Alasan Pria Selingkuh
- Apa Dampak Negatif Asap Rokok Pada Kulit & Rambut?
- Berapa Lama Rambut Akan Panjang ?
- Apa Dampak Negatif Tidur Kurang dari 4 Jam Per Hari?
- Kenapa Pipi Jadi Tembem?
- Inilah Kebiasaan Hidup Yang Bikin Kulit Tubuh Cepat Rusak
- Apa Bedanya Jatuh Cinta Pria Saat Remaja dan Dewasa?
- Uang, Faktor Penyebab Perceraian & Selingkuh Terbanyak Di Indonesia
- Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Jomblo ?
- Fobia Jatuh Cinta, Tanda Terkena Philophobia
Para peneliti menduga kuat bahwa cinta mampu mempengaruhi jaringan
dispersi otak, termasuk pengaturan emosi, motivasi, dan jaringan otak
yang mengontrol kognisi sosial. "Artinya, ketika seseorang jatuh cinta,
otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda dalam aktivitas keseharian
mereka," jelas Zhang.
Kesimpulan sementara yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Human Neuroscience itu juga mengungkap bahwa tim ini yakin bahwa bagian otak manusia--caudate nucleus--bereaksi sangat aktif ketika cinta berakhir.
(Foto: penampakan otak manusia yang tidak sedang jatuh cinta atau tidak pernah jatuh cinta/Dailymail)
Cinta di mesin scan
Jika peneliti bisa menemukan potongan puzzle lainnya, tak mustahil suatu hari nanti cinta manusia akan bisa dilihat dan diteliti melalui scan singkat. Temuan ini juga membuka peluang penggunaan teknologi dalam sengketa hukum, proses perceraian, atau bahkan kasus kriminal yang melibatkan 'cinta'.
Dalam proses scan itu, otak manusia memancarkan warna-warna terang di alat scanner, khususnya pada bagian otak yang mengandung hormon kunci seperti dopamine, oxytocin, dan vasopressin.
Penelitian ini masih membutuhkan penelitian lanjutan yang secara konprehensif untuk memetakan otak ketika dilanda berbagai emosi, termasuk perasaan jatuh cinta.
references by http://adf.ly/1Asx14
Kesimpulan sementara yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Human Neuroscience itu juga mengungkap bahwa tim ini yakin bahwa bagian otak manusia--caudate nucleus--bereaksi sangat aktif ketika cinta berakhir.
Cinta di mesin scan
Jika peneliti bisa menemukan potongan puzzle lainnya, tak mustahil suatu hari nanti cinta manusia akan bisa dilihat dan diteliti melalui scan singkat. Temuan ini juga membuka peluang penggunaan teknologi dalam sengketa hukum, proses perceraian, atau bahkan kasus kriminal yang melibatkan 'cinta'.
Dalam proses scan itu, otak manusia memancarkan warna-warna terang di alat scanner, khususnya pada bagian otak yang mengandung hormon kunci seperti dopamine, oxytocin, dan vasopressin.
Penelitian ini masih membutuhkan penelitian lanjutan yang secara konprehensif untuk memetakan otak ketika dilanda berbagai emosi, termasuk perasaan jatuh cinta.
references by http://adf.ly/1Asx14
