Seorang profesor dari Harvard Business School memandang mundurnya CEO
Twitter Dick Costollo sebagai pertanda nasib buruk yang menanti
perusahaan itu.
"Twitter dengan cepat berubah menjadi BlackBerry-nya media sosial," kata sang profesor, Bill George, sebagaimana dirangkum Kompas Tekno dari Business Insider, Senin (15/6/2015).
Tentu, George mengacu pada peruntungan BlackBerry
yang terbalik dari awalnya memimpin pasar hingga kini menjadi anak
bawang di ranah industri gadget.
Kalau tidak cepat bertindak, kata George, bukan tidak mungkin nasib Twitter bakal tak jauh berbeda dari BlackBerry.
"Twitter dengan cepat berubah menjadi BlackBerry-nya media sosial," kata sang profesor, Bill George, sebagaimana dirangkum Kompas Tekno dari Business Insider, Senin (15/6/2015).
Kalau tidak cepat bertindak, kata George, bukan tidak mungkin nasib Twitter bakal tak jauh berbeda dari BlackBerry.
Baca Artikel Lainnya
- Facebook Meta Ramai-Ramai Jadi "Lapangan Kerja Baru", Data Apa Yang Sebenarnya Mereka Kumpulkan?
- Arti Logo Baru Twitter Elon Musk
- Mark Zuckerberg Buat Threads Untuk Saingin Twitter Milik Elon Musk
- Jack Dorsey CEO Twitter Rapat Pakai Sendal Jepit
- Jumlah Pengguna Berkurang, Twitter Ujicoba Tweet 280 Karakter
- Kebijakan Privasi Twitter 2017
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Ilmuwan Ramal Bumi Akan Jadi Planet Plastik
- Penyebab Akun Ini Tidak Dapat Lagi Menggunakan Whatsapp Karena Spam
"Mereka
bahkan belum membentuk komite pencari (untuk menemukan pengganti
Costollo) hingga sekarang," kata George yang juga pernah menjadi CEP
Medtronics dan kini duduk di dewan direksi Goldman Sachs dan Exxon
Mobile. "Apa yang mereka lakukan? Seluruh dunia sedang bergerak melewati
mereka."
Lebih jauh, George menganjurkan agar Twitter melihat cara Google dan Facebook dalam mencari pimpinan inovatif dari luar lingkup perusahaan. Cara ini dipandangnya bisa mendorong perusahaan tumbuh ke arah baru.
Posisi yang ditinggalkan Costollo kini diisi oleh CEO sementara yang juga merupakan pendiri Twitter, Jack Dorsey. Beberapa pihak berpendapat bahwa Twitter memang tidak sedang mencari pengganti Costollo karena Dorsey berniat menjadi CEO permanen.
Kondisi perusaaan Twitter sendiri belum membaik semenjak harga sahamnya terjun bebas dari 50 dollar AS per lembar menjadi hanya 35 dollar AS, menyusul publikasi laporan keuangan yang mengecewakan pada Maret lalu.
Pada 2014, Twitter masih mencatat kerugian sebesar 578 juta dollar AS.
references by kompas
Lebih jauh, George menganjurkan agar Twitter melihat cara Google dan Facebook dalam mencari pimpinan inovatif dari luar lingkup perusahaan. Cara ini dipandangnya bisa mendorong perusahaan tumbuh ke arah baru.
Posisi yang ditinggalkan Costollo kini diisi oleh CEO sementara yang juga merupakan pendiri Twitter, Jack Dorsey. Beberapa pihak berpendapat bahwa Twitter memang tidak sedang mencari pengganti Costollo karena Dorsey berniat menjadi CEO permanen.
Kondisi perusaaan Twitter sendiri belum membaik semenjak harga sahamnya terjun bebas dari 50 dollar AS per lembar menjadi hanya 35 dollar AS, menyusul publikasi laporan keuangan yang mengecewakan pada Maret lalu.
Pada 2014, Twitter masih mencatat kerugian sebesar 578 juta dollar AS.
references by kompas
