Bukan rahasia umum bahwa pria dan wanita memiliki
banyak perbedaan, baik perbedaan fisik maupun emosional. Selain
perbedaan yang dapat dilihat jelas dengan mata, ada juga perbedaan yang
tak terlihat terutama pada otak.
Studi yang didasarkan pada penelitian neuro-ilmiah telah mengungkapkan bahwa ada perbedaan utama antara pria dan wanita. Berikut beberapa perbedaan antara otak pria dan wanita.
Komunikasi
Ketika berbicara mengenai komunikasi, wanita terbilang lebih pandai dalam hal ini. Hal ini lantaran dalam otak wanita, lobus frontal (yang bertanggung jawab untuk pemecahan masalah) dan korteks limbik cenderung lebih besar ketimbang laki-laki. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa wanita memberikan keuntungan kepada pria dalam hal komunikasi dan emosional.
Logika
Anda mungkin sering mendengar bahwa pria lebih menggunakan logika ketika terlibat dalam sebuah percakapan. Meski belum ada bukti yang menjelaskan tentang hal ini, namun biasanya sejak kecil pria telah diajarkan untuk tidak terbuka dalam mengungkapkan emosi mereka. Alasannya, hal ini diartikan sebagai kelemahan.
Toleransi rasa sakit
Studi yang didasarkan pada penelitian neuro-ilmiah telah mengungkapkan bahwa ada perbedaan utama antara pria dan wanita. Berikut beberapa perbedaan antara otak pria dan wanita.
Komunikasi
Ketika berbicara mengenai komunikasi, wanita terbilang lebih pandai dalam hal ini. Hal ini lantaran dalam otak wanita, lobus frontal (yang bertanggung jawab untuk pemecahan masalah) dan korteks limbik cenderung lebih besar ketimbang laki-laki. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa wanita memberikan keuntungan kepada pria dalam hal komunikasi dan emosional.
Logika
Anda mungkin sering mendengar bahwa pria lebih menggunakan logika ketika terlibat dalam sebuah percakapan. Meski belum ada bukti yang menjelaskan tentang hal ini, namun biasanya sejak kecil pria telah diajarkan untuk tidak terbuka dalam mengungkapkan emosi mereka. Alasannya, hal ini diartikan sebagai kelemahan.
Toleransi rasa sakit
Baca Artikel Lainnya
- Berapa Lama Rambut Akan Panjang ?
- Apa Dampak Negatif Tidur Kurang dari 4 Jam Per Hari?
- Fobia Jatuh Cinta, Tanda Terkena Philophobia
- Kenapa Pipi Jadi Tembem?
- Kasus Anak Depresi Handphone Hasil Menabung Dijual Sang Ibu
- Indonesia Negara Paling Banyak Bermain Smartphone Hingga Kurang Produktif & Malas Belajar
- Apa Efek Yang Terjadi Terlalu Banyak Tidur?
- Kapan Waktu Yang Tepat BerMedia Sosial?
- Inilah Kebiasaan Hidup Yang Bikin Kulit Tubuh Cepat Rusak
- Apa Dampak Efek Meniup Makanan & Minuman Panas Bagi Kesehatan?
- Apa Efek Jarang Minum Air Putih Bagi Darah?
- Kenapa El Nino Membuat Nyamuk Agresif & Sering Menggigit?
- Dampak Efek Tubuh Yang Terlalu Banyak Makan Daging
- Alasan Pria Selingkuh
- Apa Dampak Negatif Asap Rokok Pada Kulit & Rambut?
Banyak orang yang percaya bahwa otak pria cenderung memiliki toleransi
yang lebih tinggi ketimbang wanita. Sebenarnya, otak wanita juga
memiliki toleransi yang tinggi dalam menahan rasa sakit selama proses
persalinan. Namun, sejauh ini belum ada bukti bahwa pria bisa
menoleransi tingkat rasa sakit yang tinggi.
Aliran darah dan kegiatan otak
Otak wanita terbilang lebih rumit dibanding pria. Hal ini lantaran sebagian besar aliran darah mereka lebih besar di seluruh otak pada waktu tertentu. Pria umumnya merefleksikan memori emosional, menganalisa dan kemudian pindah ke tugas berikutnya. Selama proses ini, mereka mulai memutuskan untuk mengubah arah atau memutuskan sesuatu yang aktif dan tidak berhubungan dengan emosi, bukan menganalisa perasaan mereka. Inilah sebabnya mengapa banyak orang sering menganggap bahwa pria menghindari perasaan mereka daripada wanita atau mereka bergerak terlalu cepat dalam memecahkan masalah.
Zat kimia
Zat kimia saraf sama-sama diproses baik pria maupun wanita. Hanya saja, ada perbedaan koneksi tubuh dengan otak saat memproses zat kimia saraf seperti serotonin, testosteron, estrogen, oksitosin dan zat kimia ikatan-hubungan. Karena perbedaan dalam memproses zat kimia saraf ini, pria cenderung lebih impulsif dan agresif secara fisik.
references by metrotvnews
Aliran darah dan kegiatan otak
Otak wanita terbilang lebih rumit dibanding pria. Hal ini lantaran sebagian besar aliran darah mereka lebih besar di seluruh otak pada waktu tertentu. Pria umumnya merefleksikan memori emosional, menganalisa dan kemudian pindah ke tugas berikutnya. Selama proses ini, mereka mulai memutuskan untuk mengubah arah atau memutuskan sesuatu yang aktif dan tidak berhubungan dengan emosi, bukan menganalisa perasaan mereka. Inilah sebabnya mengapa banyak orang sering menganggap bahwa pria menghindari perasaan mereka daripada wanita atau mereka bergerak terlalu cepat dalam memecahkan masalah.
Zat kimia
Zat kimia saraf sama-sama diproses baik pria maupun wanita. Hanya saja, ada perbedaan koneksi tubuh dengan otak saat memproses zat kimia saraf seperti serotonin, testosteron, estrogen, oksitosin dan zat kimia ikatan-hubungan. Karena perbedaan dalam memproses zat kimia saraf ini, pria cenderung lebih impulsif dan agresif secara fisik.
references by metrotvnews
