September 2, 2012

Apa Dampak Menahan Buang Air Besar (BAB) ? Ini Dia Jawabannya

Semua manusia pernah merasakan ingin Buang Air Besar (BAB). Namun, tahukah Anda, jika BAB  ditahan terlalu lama?
Susah BAB atau dikenal dengan istilah konstipasi, merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami siapa saja. Namun, sebaiknya tidak menganggap remeh gangguan itu. Apalagi jika masalah tersebut kerap terjadi.
http://1.bp.blogspot.com/-OvqX0Q2yWMA/Tc1rULAtWvI/AAAAAAAAASc/7-Ky9SvFSUc/s1600/susah%252Bbab.jpgKadang-kadang sebagian orang sengaja menahan BAB. Bisa jadi, karena situsi dan kondisi tidak memungkinkan, sehingga menahan BAB sangat lama. Kondisi ini berbeda dengan konstipasi.
Dokter Spesilais Penyakit Dalam Bagian Pencernaan, dr AM Lutfi Parewangi, Sp.,PD kepada FAJAR mengatakan, konstipasi dan menahan BAB secara sengaja adalah hal yang tidak sama. Namun, sama-sama menimbulkan dampak atau efek yang kurang baik bagi kesehatan.
Lutfi Parewangi menjelaskan, konstipasi sebenarnya adalah keadaan keika kesusahan BAB yang frekuensinya kurang dari 3 kali dalam seminggu. Penyebab konstipasi itu sangat banyak.
"Konstipasi merupakan keadaan susah buang air besar dalam frekuensi tiga kali dalam seminggu. Berbeda halnya dengan menahan BAB dengan sengaja. Akan tetapi keduanya memiliki efek yang kurang baik alias mengganggu kesehatan," kata Lutfi, Selasa 27 Maret.

Kendati demikian, menahan BAB tidaklah dianjurkan. Terlebih jika memang memiliki kondisi susah buang air besar. Masih kata Lutfi, salah satu penyebab terjadinya konstipasi adalah adanya penurunan pergerakan pada usus. Penyebab lainnya, bisa jadikarena buntu yang diakibatkan oleh adanya sumbatan atau tumor.

Doker Spesialis Penyakit Dalam lainnya, dr. Nu'man. AS Daud, dari rumah sakit Wahidin Sudirohusodo, mengatakan, konstipasi dapat diartikan sebagai gangguan pada pergerakan saluran cerna bawah. Itulah yang menimbulkan kesulitan dalam BAB atau frekuensi BAB berkurang.

"Penyebab konstipasi ini bisa jadi karena isi usus itu tidak cukup untuk merangsang gerakan usus, sehingga susah untuk dikeluarkan. Disarankan agar mengubah pola makan, atau mengonsumsi makanan berserat," kata dokter N'man. 






references by fajar.co.id

 
Like us on Facebook
Follow @A_BlogWeb
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS