Hacker dari sejumlah negara Arab, yang menyebut mereka "Arab Electronic Army" menyerang sejumlah situs negara Barat. Serangan elektronik itu sebagai respon terhadap film "Innocence of Muslim" yang telah memfitnah islam dan mendorong kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.
Salah seorang hacker, yang mengaku sebagai Ridouan (hacker dari Maroko) menyatakan operasi hacking yang dilakukannya untuk membela Nabi Muhammad dan Allah SWT.
Baca Artikel Lainnya
- Ransomware LockBit Akui Berhasil Meretas Data Perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC)
- Mengenal Phising dan Scamming Yang Bisa Buat Saldo Berkurang dan Hilang
- Data Pengguna Nasabah Bank BSI Dijual Di Darkweb
- Ridwan Kamil Difitnah Lisa Mariana Jadi Selingkuhannya
- Kronologi TNI Tembaki Polisi Lampung
- Jadwal Libur Panjang Idul Fitri 2025
- Sejak Kapan Gas Elpiji LPG 3KG Diberi Label Hanya Untuk Masyarakat Miskin?
- Data Angka Bunuh Diri Indonesia Terus Meningkat
- Jasa Hack MyBCA di Dark Web, Modal Nomor Rekening dan Nama Pemilik
- Kembali Lagi, Bjorka Jual Jutaan Paspor WNI di Dark Web
"Operasi hacking tentu saja sebagai tanggapan terhadap pelanggaran pada Nabi dan perdamaian," kata Ridouan dalam surat elektroniknya seperti dilansir dari Al-Arabiya, Sabtu (22/9).
Ridouan mengatakan, idenya itu mendapat dukungan luas dari berbagai hackerMuslim Muda dari belahan dunia. Mereka diantaranya Abdel Haq dari Maroko (pro-PSD), Saudi Hacker (wesker Hacker), Alaa dari Suriah (Alaa Alsory), dan Khaled dari Suriah (Connect-r Suriah).
Para hacker menempatkan ayat Al-Quran dan video berjudul "Kebenaran mutlak tentang Muhammad" dalam tulisan berbahasa Arab di situs (www.handmet-military.net).
Sejumlah situs lainnya antara lain: www.paradaviva.com, www.vibeararuama.com.br, nioaquemaisnoticias.com.br, itamixfm.com.br, clickboahora.com, frizzera.com.br, leapresentes.com. br, mucuriverdade.com.br, mundiostur.com.br. (republika)
