Kalau bisa mendapat pasangan yang ganteng atau cantik, tentu siapa
yang akan menolak? Namun pada kenyataannya, banyak hal lain yang lebih
penting ketimbang sekadar penampilan fisik. Selain itu, kebanyakan pria
saat ini tidak lagi mengutamakan kecantikan saat mencari pendamping
hidup. Demikian hasil penelitian psikolog Dr Marcel Zentner dari York
University, Inggris.
Selain itu, kaum pria tidak lagi mengharuskan pasangan untuk bisa memasak. Yang lebih penting bagi mereka adalah kecerdasan dan kepribadian calon pasangannya.
"Kami mendapati pada masyarakat seperti Inggris, atau khususnya di Skandinavia, bahwa pria menempatkan nilai yang meningkat pada kualitas lain, seperti kecerdasan, daripada bentuk tubuh yang berlekuk atau kemampuan memasak," ujar Zentner.
Selain itu, kaum pria tidak lagi mengharuskan pasangan untuk bisa memasak. Yang lebih penting bagi mereka adalah kecerdasan dan kepribadian calon pasangannya.
"Kami mendapati pada masyarakat seperti Inggris, atau khususnya di Skandinavia, bahwa pria menempatkan nilai yang meningkat pada kualitas lain, seperti kecerdasan, daripada bentuk tubuh yang berlekuk atau kemampuan memasak," ujar Zentner.
Baca Artikel Lainnya
- Kelemahan Ban Tubeless Motor
- Penyebab Reflektor Lampu Motor Meleleh Rusak
- Inilah Kebiasaan Hidup Yang Bikin Kulit Tubuh Cepat Rusak
- Apa Dampak Negatif Asap Rokok Pada Kulit & Rambut?
- Berapa Lama Rambut Akan Panjang ?
- Apa Dampak Negatif Tidur Kurang dari 4 Jam Per Hari?
- Fobia Jatuh Cinta, Tanda Terkena Philophobia
- Apa Dampak Efek Meniup Makanan & Minuman Panas Bagi Kesehatan?
- Apa Efek Jarang Minum Air Putih Bagi Darah?
- Kenapa El Nino Membuat Nyamuk Agresif & Sering Menggigit?
- Dampak Efek Tubuh Yang Terlalu Banyak Makan Daging
- Alasan Pria Selingkuh
- Apa Efek Pakai Laher Bearing Roda Murah KW?
- Penyebab Korsleting Listrik
- Kelemahan dan Kekurangan Motor Matic Metik Yamaha
Di lain pihak, kaum perempuan
justru makin mementingkan kriteria fisik pada calon pasangannya. Namun,
mereka tidak lagi mengutamakan kekayaan karena sudah semakin mandiri
secara finansial. Menjadi ibu rumah tangga tidak menjadi prioritas
mereka lagi, dan mereka lebih memilih untuk bekerja. Sebelumnya,
perempuan cenderung mencari pria yang dapat menjamin kebutuhan hidup
keluarga.
"Secara tradisional, perempuan memilih pria yang kaya
yang memiliki kemampuan untuk membiayai hidup setiap anaknya kelak.
Namun kami menemukan bahwa karena perempuan semakin sejajar dengan
laki-laki, kecenderungan ini menurun. Adapun penampilan pria menjadi
jauh lebih penting," katanya lagi.
Sebanyak 12.000 orang terlibat
dalam penelitian yang diadakan di lebih dari 30 negara ini. Zentner
bersama timnya bekerja bersama World Economic Forum’s Global Gender Gap
Index, yang mencari peluang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan
politik. Dari survei tersebut, tim mampu menentukan bahwa negara-negara
dengan ketidaksetaraan jender yang tertinggi cenderung masih menerapkan
cara tradisional dalam mencari pasangan, seperti harus memiliki tubuh
yang berlekuk (yang mengindikasikan kesuburan), kemampuan memasak, dan
mampu membiayai hidup keluarga. Ini artinya, peningkatan persamaan
jender dalam masyarakat di sekitar kita juga mengubah cara kita berpikir
mengenai lawan jenis.
Peran pria dan wanita di Inggris saat ini tampaknya saling berbalikan. Data dari Office for National Statistics pada awal tahun ini mengungkapkan bahwa jumlah bapak rumah tangga telah meningkat tiga kali lipat dalam 15 tahun terakhir. Lebih dari 62.000 pria yang pasangannya menjadi pencari nafkah ini dikategorikan sebagai "tidak aktif secara ekonomi".
Dalam survei lain, terungkap bahwa 1,4 juta pria di Inggris kini memegang peran sebagai pengasuh anak mereka. Sebaliknya, kaum perempuan dilaporkan memiliki nilai tes IQ yang lebih tinggi daripada pria, dan 58 persennya memiliki gelar sarjana.
Peran pria dan wanita di Inggris saat ini tampaknya saling berbalikan. Data dari Office for National Statistics pada awal tahun ini mengungkapkan bahwa jumlah bapak rumah tangga telah meningkat tiga kali lipat dalam 15 tahun terakhir. Lebih dari 62.000 pria yang pasangannya menjadi pencari nafkah ini dikategorikan sebagai "tidak aktif secara ekonomi".
Dalam survei lain, terungkap bahwa 1,4 juta pria di Inggris kini memegang peran sebagai pengasuh anak mereka. Sebaliknya, kaum perempuan dilaporkan memiliki nilai tes IQ yang lebih tinggi daripada pria, dan 58 persennya memiliki gelar sarjana.
references by kompas
