July 13, 2015

Kisah Mati Suri

Mati suri (NDE – Near Death Experience / Pengalaman Mendekati Ajal) terjadi semakin sering karena meningkatnya kemampuan sains untuk menyelamatkan hidup manusia bahkan di saat kritis. Isi dari NDE dan efek pada pasien tampaknya sama di dunia ini, tidak peduli budaya dan masanya.


Definisi mati yang diterima komite Ad Hoc Harvard Medical School di tahun 1968 adalah lenyapnya seluruh fungsi otak. Walau begitu, kemudian ditemukan adanya pasien yang seluruh otaknya telah mati, namun jantungnya masih berdetak. Detak lemah ini disebabkan oleh fungsi paru-paru. Bila paru-paru tetap dipaksa bernapas, orang ini masih mungkin untuk mencerna makanan, melakukan ekskresi dan bahkan bereproduksi. Karenanya definisi ini dipandang tidak sesuai lagi.

Untuk itu dipakai definisi baru yaitu kematian sel otak. Kematian terjadi bila kerusakan sel otak permanen karena tidak adanya oksigen. Dengan definisi ini, maka pasien yang paru-parunya masih memompa oksigen ke otak lewat jantung  walaupun otak tidak dapat berfungsi lagi (mati dalam definisi Harvard) masih dapat dipandang masih hidup.Jadi definisi mati merupakan sebuah proses yang melibatkan tiga organ utama: jantung, paru-paru dan otak. Walau ketiga organ ini saling kait dan kematian salah satunya akan membawa pada kematian dua lainnya, seseorang baru boleh dikatakan meninggal bila ketiganya telah sepenuhnya berhenti berfungsi.

Istilah Near Death Experience diberikan pertama kali tahun 1975 dalam buku Life After Life karya Dr. Raymond Moody. Dari sinilah perhatian publik pada masalah ini mulai berkembang. Walau begitu, cerita tentang mati suri telah beredar sejak lama sepanjang sejarah.  
 Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa saat sekarat, otak akan mensekresi hormone endorphin, hormone ini bekerja pada sistem saraf pusat untuk menekan rasa sakit. Tapi endorfin bukanlah halusinogen dan tidak dapat menjelaskan terjadinya NDE, sehingga meskipun endorphin sebagai obat penghilang rasa sakit, tetapi tidak menjelaskan terjadinya NDE. 
Penelitian mengenai reseptor neurotransmitter sangat kompleks dan dalam hal pemahaman mengenai fungsi otak pada masa pertumbuhan. Hal ini diketahui bahwa ketamin, obat bius kuat dapat menghasilkan banyak komponen NDE, terutama elemen luar tubuh, dan teorinya adalah bahwa zat seperti ketamin dapat dilepaskan oleh tubuh pada saat NDE yang mungkin berperan sebagai reseptor neurotransmitter tertentu dan bertanggung jawab untuk memproduksi seluruh komponen NDE dengan memblokir reseptor lain.

Tidak ada satupun pengalaman yang sama dirasakan oleh semua orang yang selamat dari mati suri. Akibatnya sulit untuk melihat adanya nilai objektif dari laporan penderita mati suri. Walau begitu, dapat saja mati suri sebenarnya beberapa jenis pengalaman berbeda yang faktornya belum ditemukan, bukannya satu jenis pengalaman saja yang kita namakan NDE. Sebagian pengalaman, seperti pengalaman mistik, melihat cahaya di ujung terowongan, peninjauan ulang masa hidup dan keluar dari jasad, merupakan pengalaman yang paling menarik minat parapsikolog. Yang paling sering dipakai adalah pengalaman keluar dari jasad, yang dipakai sebagai bukti adanya roh dan kelangsungan hidup setelah mati. Sebuah hari pertanggung jawaban setiap individu di dunia.

Berikut ini adalah  Video-Video / Kisah Orang-Orang Yang Pernah Mengalami Mati Suri
Jika koneksi kalian lemot, Pastikan PC/Laptop terinstal Internet Download Manager
klik play > pause > klik loho/tulisan "download with IDM"










Kick Andy:Mati Suri 11/16






‘Mukmin manakah yang paling cerdas?’, tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:

Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.”
(HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Ad-Daqqaq berkata, ‘

Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan giat/semangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?” (At-Tadzkirah, hal. 9)

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata, Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat mati melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya.


Adalah ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu bila mengingat mati ia gemetar seperti gemetarnya seekor burung. Ia mengumpulkan para ulama, maka mereka saling mengingatkan akan kematian, hari kiamat dan akhirat. Kemudian mereka menangis hingga seakan-akan di hadapan mereka ada jenazah.
(At-Tadzkirah, hal. 9)

Tentunya tangis mereka diikuti oleh amal shalih setelahnya, dan bersegera kepada kebaikan.

Beda halnya dengan keadaan kebanyakan manusia pada hari ini.
Mereka yakin adanya surga tapi tidak mau beramal untuk meraihnya.
Mereka juga yakin adanya neraka tapi mereka tidak takut. Mereka tahu bahwa mereka akan mati,
tapi mereka tidak mempersiapkan bekal.

Ibarat ungkapan penyair:
Aku tahu aku kan mati namun aku tak takut
Hatiku keras bak sebongkah batu
Aku mencari dunia seakan-akan hidupku kekal
Seakan lupa kematian mengintai di belakang


Imam Ghozali berpendapat :
“Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”. 


Pergunakanlah Akal, Hatimu untuk berfikir..
Tidak adak berguna menangis ketika malaikat maut mendatangimu dengan cara kasar atau halus
sesuai izin ALLAH SWT.
Sebelum semuanya terlambat..


Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar.
Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
(Q.S. Al-fusshilat ayat 53)










 references by faktailmiah.com

 
Like us on Facebook