Salah satu media sosial yang biasanya digunakan untuk membangun jaringan profesional, LinkedIn, ternyata menjadi incaran dari para hacker.
Hal ini diketahui setelah beberapa akun LinkedIn palsu yang biasanya ingin menjalin koneksi, kini mengirimkan pesan sampah berupa iklan dan mengintai korban potensial pembajakan.
Hal ini diketahui setelah beberapa akun LinkedIn palsu yang biasanya ingin menjalin koneksi, kini mengirimkan pesan sampah berupa iklan dan mengintai korban potensial pembajakan.
Baca Artikel Lainnya
- Ransomware LockBit Akui Berhasil Meretas Data Perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC)
- Mengenal Phising dan Scamming Yang Bisa Buat Saldo Berkurang dan Hilang
- Data Pengguna Nasabah Bank BSI Dijual Di Darkweb
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Penyebab Akun Ini Tidak Dapat Lagi Menggunakan Whatsapp Karena Spam
- Facebook Meta Ramai-Ramai Jadi "Lapangan Kerja Baru", Data Apa Yang Sebenarnya Mereka Kumpulkan?
- Jual KALI LINUX 2025
- Jasa Hack MyBCA di Dark Web, Modal Nomor Rekening dan Nama Pemilik
- Kembali Lagi, Bjorka Jual Jutaan Paspor WNI di Dark Web
Seperti informasi yang dikutip dari laman Ubergizmo, Senin (12/10/2015), laporan mengenai hacker yang mengincar pengguna LinkedIn pertama kali dirilis oleh Dell SecureWorks, yang menemukan sejumlah akun LinkedIn palsu. Bahkan, hasil temuan Dell SecureWorks menyebutkan bahwa akun-akun palsu ini dikelola dengan sangat baik, termasuk latar belakang serta koneksinya sehingga membuat target percaya bahwa akun ini adalah akun asli.
"Tingkat kedetilan dari profil palsu tersebut mengindikasikan bahwa para pelaku di balik ini menginvestasikan banyak waktu serta usaha untuk menciptakan dan memelihara persona ini," ungkap tim Dell SecureWorks.
Pun demikian, belum diketahui secara pasti rencana dan incaran para hacker tersebut dari target-targetnya, namun diperkirakan hal tersebut sangat berbahaya mengingat usaha yang dilakukan para pelaku untuk menciptakan akun palsu tersebut.
LinkedIn menyambut cepat permasalahan ini dan dengan sigap menghapus akun-akun yang memiliki profil palsu tersebut. Namun, pengguna LinkedIn disarankan untuk tetap waspada dan tidak menerima begitu saja permintaan serta mengikuti dari orang yang tidak dikenal.
"Tingkat kedetilan dari profil palsu tersebut mengindikasikan bahwa para pelaku di balik ini menginvestasikan banyak waktu serta usaha untuk menciptakan dan memelihara persona ini," ungkap tim Dell SecureWorks.
Pun demikian, belum diketahui secara pasti rencana dan incaran para hacker tersebut dari target-targetnya, namun diperkirakan hal tersebut sangat berbahaya mengingat usaha yang dilakukan para pelaku untuk menciptakan akun palsu tersebut.
LinkedIn menyambut cepat permasalahan ini dan dengan sigap menghapus akun-akun yang memiliki profil palsu tersebut. Namun, pengguna LinkedIn disarankan untuk tetap waspada dan tidak menerima begitu saja permintaan serta mengikuti dari orang yang tidak dikenal.
