Hacker di Jepang semakin
menunjukkan kebuasannya, untuk melakukan serangan dengan cara mengambil
alih komputer pihak-pihak tak bersalah serta membuat ancaman kekerasan.
Korbannya pun bermacam-macam, mulai dari sutradara hingga maskapai
penerbangan.
Dilansir dari Telegraph, Kamis (18/10/2012), beberapa contoh kasus antara lain penangkapan sutradara animasi, Masaki Kitamura, oleh polisi Jepang. Kitamura ditangkap karena mempublikasikan pesan di internet yang mengancam akan melakukan pembunuhan masal di Osaka.
Dilansir dari Telegraph, Kamis (18/10/2012), beberapa contoh kasus antara lain penangkapan sutradara animasi, Masaki Kitamura, oleh polisi Jepang. Kitamura ditangkap karena mempublikasikan pesan di internet yang mengancam akan melakukan pembunuhan masal di Osaka.
Namun Kitamura membantah bahwa dia yang melakukannya dan menyatakan tidak bersalah. Beberapa pekan kemudian, menurut The Times, detektif menyadari bahwa sutradara tersebut merupakan salah satu dari semakin banyaknya orang yang menjadi korban hacker yang mengambil alih komputer mereka.
Baca Artikel Lainnya
- Ransomware LockBit Akui Berhasil Meretas Data Perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC)
- Mengenal Phising dan Scamming Yang Bisa Buat Saldo Berkurang dan Hilang
- Data Pengguna Nasabah Bank BSI Dijual Di Darkweb
- Bukalapak TutupLapak Karena Kalah Saing, Akankah Tokopedia Menyusul?
- ARTI CONSIGNEE REFUSE TO PAY COD SHIPMENT/SHIPMENT FEE JNE
- Windows 10 Pensiun 2025, Bersiap Beli PC/Laptop Baru Untuk Windows 11
- Penyebab Jumlah Penonton Live Shopee Menurun?
- Ilmuwan Ramal Bumi Akan Jadi Planet Plastik
- Jasa Hack MyBCA di Dark Web, Modal Nomor Rekening dan Nama Pemilik
- Kembali Lagi, Bjorka Jual Jutaan Paspor WNI di Dark Web
Para hacker tersebut ternyata menggunakan nama pemilik komputer untuk membuat ancaman kekerasan. Selain itu, hacker
diketahui juga melakukan serangan serupa ke maskapai penerbangan,
Jepang Airlines, dengan memberikan peringatan palsu bahwa ada bom dalam
penerbangan dari Tokyo ke New York.
Selain itu, kejadian serupa juga dilakukan hacker terhadap para pekerja di Nintendo dan Ise Grand Shrine, sebuah monumen yang didedikasikan untuk agama Shinto. Seperti dalam kasus ancaman sebelumnya, polisi akhirnya mengetahui bahwa komputer mereka telah terinfeksi oleh virus yang dikenal sebagai Trojan horse, jenis malware yang menyamar sebagai file asli.
Dari beberapa kejadian, dilaporkan bahwa hacker memang memutuskan untuk melakukan kontak dengan masyarakat Jepang. Bahkan beredar sebuah kutipan email dari rincian komputer yang diretas yakni, “Terimakasih telah bermain dengan saya. Mari kita bermain lagi.”
Selain itu, kejadian serupa juga dilakukan hacker terhadap para pekerja di Nintendo dan Ise Grand Shrine, sebuah monumen yang didedikasikan untuk agama Shinto. Seperti dalam kasus ancaman sebelumnya, polisi akhirnya mengetahui bahwa komputer mereka telah terinfeksi oleh virus yang dikenal sebagai Trojan horse, jenis malware yang menyamar sebagai file asli.
Dari beberapa kejadian, dilaporkan bahwa hacker memang memutuskan untuk melakukan kontak dengan masyarakat Jepang. Bahkan beredar sebuah kutipan email dari rincian komputer yang diretas yakni, “Terimakasih telah bermain dengan saya. Mari kita bermain lagi.”
