Perusahaan bisa meraup untung besar atau mencapai bahkan melampaui
target kerja, karena kerjasama yang solid dari semua sumber dayanya.
Loyalitas karyawan yang mendorongnya untuk bekerja penuh dedikasi,
memberikan kontribusi penting terhadap keberhasilan ini. Loyalitas
karyawan akan terus meningkat dengan kepemimpinan yang tepat.
Career Coach Kristian Hardianto mengatakan sumber daya manusia yang maju dan berkembang bergantung kepada pimpinan dan kepemimpinan yang berjalan di perusahaan tersebut.
Career Coach Kristian Hardianto mengatakan sumber daya manusia yang maju dan berkembang bergantung kepada pimpinan dan kepemimpinan yang berjalan di perusahaan tersebut.

Baca Artikel Lainnya
- Alasan Pria Selingkuh
- Kasus Anak Depresi Handphone Hasil Menabung Dijual Sang Ibu
- Indonesia Negara Paling Banyak Bermain Smartphone Hingga Kurang Produktif & Malas Belajar
- Apa Efek Yang Terjadi Terlalu Banyak Tidur?
- Kapan Waktu Yang Tepat BerMedia Sosial?
- Miliki Soft Skills? Kini Paling Banyak Dicari Perusahaan
- Angka & Data Pengangguran 2018
- Batas Waktu Akhir Pendaftaran CPNS 2018 Diperpanjang Hingga 15 Oktober
- Jenis Pekerjaan Yang Cocok Bagi Orang Pendiam
- Angka Driver & Pengguna Gojek
- Apa Dampak Efek Meniup Makanan & Minuman Panas Bagi Kesehatan?
- Apa Efek Jarang Minum Air Putih Bagi Darah?
- Kenapa El Nino Membuat Nyamuk Agresif & Sering Menggigit?
- Dampak Efek Tubuh Yang Terlalu Banyak Makan Daging
Menurut
Kristian, perusahaan semestinya fokus pada peningkatan kualitas sumber
daya manusia, bukan hanya berpikir untung. "Untung hanyalah imbas.
Membuat orang maju itu lebih penting. Yang paling penting adalah
membangun sumber daya manusianya," jelasnya. Ia melanjutkan, perusahaan
(pimpinan) yang memberikan kesempatan kepada karyawannya berkembang,
justru mendapatkan karyawan yang loyal.
Pemilik Bank Perkreditan Rakyat Gunung Rizki di Semarang ini membuktikan bagaimana loyalitas karyawan justru memberikan kontribusi besar pada perusahaan, yang berimbas pada pencapaian profit. Loyalitas ini bentuknya pun bisa beragam.
Kristian mengungkapkan salah satu bentuk loyalitas karyawan, "Ada karyawan yang tidak mau dinaikkan gajinya, karena merasa belum maksimal berkontribusi pada posisinya saat ini. Ia menyadari bahwa kenaikan gaji artinya bertambah tanggung jawab dan peran. Sementara, saat ini ia belum merasa maksimal menjalankan tanggung jawabnya. Alih-alih menerima kenaikan gaji, ia lebih memilih memaksimalkan kontribusinya dengan peran yang dijalankannya saat ini."
Prinsipnya, karyawan yang loyal tidak muncul dengan sendirinya, tapi perlu diciptakan oleh pimpinan yang tahu bagaimana memperlakukan karyawan untuk terus maju dan berkembang.
Karyawan yang loyal memiliki dedikasi tinggi, juga sikap mental positif. Kuncinya ada pada pemimpinnya. Karyawan yang punya ide dahsyat, ini juga dipengaruhi oleh sikap pimpinan yang memberikan ruang. Sementara, jika karyawan yang punya banyak ide kreatif merasa tidak punya ruang penyaluran, ini karena pemimpinnya tidak peduli dengan ide-ide baru.
"Jangan memenjarakan mental karyawan," saran Kristian.
Saat karyawan melakukan kesalahan pun, berikan teguran dengan cara tepat bukan dengan menyalahkannya di depan umum.
Kristian mengatakan, pimpinan yang memahami cara mengelola sumber daya manusianya dengan baik dan benar, akan bertindak lebih tepat. Hasilnya, karyawan yang mendapatkan apresiasi dan perlakuan tepat akan memberikan imbalan berupa loyalitas, dengan profit perusahaan menjadi imbasnya.
Pemilik Bank Perkreditan Rakyat Gunung Rizki di Semarang ini membuktikan bagaimana loyalitas karyawan justru memberikan kontribusi besar pada perusahaan, yang berimbas pada pencapaian profit. Loyalitas ini bentuknya pun bisa beragam.
Kristian mengungkapkan salah satu bentuk loyalitas karyawan, "Ada karyawan yang tidak mau dinaikkan gajinya, karena merasa belum maksimal berkontribusi pada posisinya saat ini. Ia menyadari bahwa kenaikan gaji artinya bertambah tanggung jawab dan peran. Sementara, saat ini ia belum merasa maksimal menjalankan tanggung jawabnya. Alih-alih menerima kenaikan gaji, ia lebih memilih memaksimalkan kontribusinya dengan peran yang dijalankannya saat ini."
Prinsipnya, karyawan yang loyal tidak muncul dengan sendirinya, tapi perlu diciptakan oleh pimpinan yang tahu bagaimana memperlakukan karyawan untuk terus maju dan berkembang.
Karyawan yang loyal memiliki dedikasi tinggi, juga sikap mental positif. Kuncinya ada pada pemimpinnya. Karyawan yang punya ide dahsyat, ini juga dipengaruhi oleh sikap pimpinan yang memberikan ruang. Sementara, jika karyawan yang punya banyak ide kreatif merasa tidak punya ruang penyaluran, ini karena pemimpinnya tidak peduli dengan ide-ide baru.
"Jangan memenjarakan mental karyawan," saran Kristian.
Saat karyawan melakukan kesalahan pun, berikan teguran dengan cara tepat bukan dengan menyalahkannya di depan umum.
Kristian mengatakan, pimpinan yang memahami cara mengelola sumber daya manusianya dengan baik dan benar, akan bertindak lebih tepat. Hasilnya, karyawan yang mendapatkan apresiasi dan perlakuan tepat akan memberikan imbalan berupa loyalitas, dengan profit perusahaan menjadi imbasnya.
references by kompas
