April 19, 2018

Kasus Tunggak Gaji Pemain Berujung Sanksi FIFA Untuk PSSI

Baca Artikel Lainnya

FIFA menjatuhkan hukuman denda sebesar CHF30 ribu atau setara Rp427,6 juta kepada PSSI karena dianggap lalai menjalankan perintah yang ditetapkan badan sepak bola dunia tersebut. Komite disiplin (Komdis) FIFA menganggap PSSI tidak mematuhi kewajiban mengurangi poin beberapa klub yang berafiliasi dengan asosiasi sepak bola Indonesia.


"PSSI telah dijatuhi sanksi denda sebesar CHF 30.000 karena gagal memangkas poin dari enam klub sebagaimana telah ditetapkan dalam beberapa keputusan Komite Disiplin FIFA yang disahkan sebagai akibat dari klub-klub yang melanggar pasal 64 dari Kode Disiplin FIFA (kegagalan menghormati keputusan yang disahkan oleh FIFA Dispute Resolution Chamber," demikian pernyataan FIFA dalam situs FIFA, Kamis (19/4).

Keterangan resmi FIFA menyebut perihal enam klub tanpa mendeskripsikan identitas masing-masing klub yang seharusnya mendapat pengurangan poin.

Hukuman dari FIFA bertepatan dengan hari ulang tahun ke-88 PSSI.


In addition, the Football Association of Indonesia has been sanctioned with a fine of CHF 30,000 for failing to deduct points from six of its affiliated clubs as established in several decisions of the FIFA Disciplinary Committee passed as a result of said clubs breaching art. 64 of the FIFA Disciplinary Code (failure to respect decisions passed by the FIFA Dispute Resolution Chamber). (SUMBER)


Beikur ini adalah Data-data klub yang pernah menunggak gaji para pemainnya , Data ini dikeluarkan oleh Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).

Data ini dikeluarkan oleh Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Masalah ini pula yang ikut dibahas Menpora Roy Suryo dalam pertemuannya dengan PSSI Djohar Arifn dan PSSI KLB Ancol La Nyalla Matalitti.

ISL:
Sriwijaya FC (2 bulan)
Persiba (5 bulan)
Persija (5 bulan, sebagian sudah dilunasi)
Arema (6 bulan)
Pelita Jaya (2,5 bulan + 25 persen signing fee)
Deltras (Ada pembayaran Rp11 juta bulan untuk pesepkabola yang masih di Deltras dari total 6 bulan)
Persela (4 bulan + 10 persen signing fee)
PSMS (8 bulan)
PSPS (ada pembayaran 1 bulan untuk pesepakbola yang masih berada di PSPS dan setengah bulan untuk yang sudah keluar, dari total 10 bulan)
Persiwa (5 bulan)
PSAP (8 bulan)

IPL:
Persebaya (80% Pesepakbola belum menerima 1-4 Bulan Gaji)
Persiba Bantul (Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%,dari total 5 bulan total tunggakan)
Persema (Beberapa Pesepakbola belum bersepakat terhadap terminasi)
Persija (Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 6 bulan total tunggakan)
PSM (Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + (+/-) 20%, dari total 4 bulan tunggakan)
Bontang (6-7 Bulan)
Persiraja (Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 bulan total tunggakan)
Persijap (Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 bulan total tunggakan)
Persibo (Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 bulan total tunggakan)
PPSM Magelang (7 Bulan – Terminasi Kontrak)
Perseman (4 bulan gaji)
Persewangi (7 Bulan – Terminasi Kontrak)
Persipro (5 bulan gaji)



Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 yang sudah selesai masih menyisakan masalah. Dan, masalah tersebut adalah masalah klasik yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menghinggapi klub-klub ISL setelah kompetisi selesai.

Berikut daftar kondisi terkini pembayaran upah klub ISL terhadap pemain hingga akhir November 2014:

Belum lunas:

1. Arema Cronus (satu bulan)
2. Persija Jakarta (empat bulan)
3. Pelita Bandung Raya (dua bulan)
4. Mitra Kukar (empat bulan)
5. Persepam Madura United (dua bulan)
6. Persebaya Surabaya (tiga bulan)
7. Persiba Balikpapan (dua bulan)
8. PSM Makassar (tiga bulan)

Lunas:

1. Gresik United
2. Semen Padang
3. Sriwijaya FC
4. Persik Kediri
5. Persijap Jepara
6. Persib Bandung
7. Barito Putera
8. Persipura Jayapura
9. Putra Samarinda
10.Persiram Raja Ampat
11.Persita Tangerang

Masih menunggu konfirmasi:

1. Perseru Serui
2. Persiba Bantul
3. Persela Lamongan



PSIM Didenda Rp 700 Juta dan Terancam Sanksi FIFA


PSIM sesungguhnya sudah mendapat peringatan dari PSSI agar menyelesaikan utang itu pada 2014.

Saat itu, PSSI mendapat surat dari FIFA agar PSIM, yang merupakan anggota federasi, menyelesaikan utang tersebut. (sumber)


PSMS Terancam Sanksi dari FIFA

Di tengah prestasinya yang menanjak kala berhasil tembus hingga babak Semifinal Piala Presiden 2018, ternyata klub PSMS Medan masih berkutik dengan tunggakan gaji pemain yang belum dibayar pada musim 2011/12.

Beberapa pemain yang kabarnya belum mendapatkan hak gajinya ialah Zainal Anwar, Wawan Widiantoro, Ledi Utomo, Denny Rumba, Eddy Kurniawan, Sasa Zecevic, Nastja Ceh, serta pemain asing asal Korea Selatan, Shin Hyun-Joon dan Oh Inkyun.

Menurut Zainal, selama tujuh bulan gaji pada musim 2011/12, PSMS Medan tak kunjung melunasinya. Ia menaksir, gajinya yang ditunggak mencapai 300 juta rupiah.

Selain itu, pemain asal Korea Selatan, Shin Hyun-Joon mengungkapkan bahwa gajinya selama tiga bulan yang mencapai 150 juta belum terbayarkan oleh manajemen klub PSMS Medan. (sumber)



PSSI Buka Suara


Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono buka suara terkait disanksinya PSSI oleh Komdis FIFA. Komite Disiplin (Komdis) FIFA resmi jatuhkan hukuman kepada induk sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut pada Kamis (19/4/2018). PSSI dijatuhi hukuman sebesar 427 juta rupiah karena dianggap gagal menjalankan perintah dari Komdis FIFA. Dalam rilis di laman resminya, federasi tertinggi di Dunia itu menyebut PSSI gagal jalankan hukuman pengurangan poin kepada enam klub yang bermasalah. 

Menurutnya, kasus tersebut merupakan akumulasi dari kasus-kasus terdahulu, khususnya klub. Saat disinggung mengenai nama-nama klub yang gagal dihukum PSSI, Jokdri enggan memberi tahu. "Saya belum bisa detail klub mana saja karena banyak sekali masalahnya dari sejak 2011 sampai 2013. Prinsipnya PSSI pasti taat terhadap semua keputusan FIFA," ujar Jokdri ketika dihubungi Bolalob, Kamis (19/4/2018)."Rata-rata itu semua adalah kasus yang disidangkan cukup lama. 


Detailnya seperti apa, PSSI akan membuat rilis komprehensif terhadap kasus yang ada hubungan dengan beberapa klub," lanjutnya.Jokdri menambahkan bahwa FIFA sudah menyebut nama-nama klub tersebut. Tapi PSSI, lanjut Jokdri ingin publik mendapat gambaran lengkap terkait sanksi itu dengan tidak menyebut nama klub."FIFA menyebut klubnya, tapi saya bicara secara general dan tidak hanya spesifik untuk klub. PSSI bersiap supaya publik mendapat gambaran secara untuk," tambahnya lagi."Prinsipnya bahwa sanksi turun ke PSSI dan kita harus terima. Tapi semangat PSSI mencoba menjelaskan kepada FIFA terhadap kasus lama kemarin," tuntasnya

Denda yang harus dibayarkan PSSI sebesar CHF 30.000, atau sekitar Rp427 juta. FIFA sendiri tidak secara merinci menjelaskan kapan denda tersebut harus dibayarkan PSSI, dan pihak PSSI belum mengetahui jelas hukuman tersebut.

"Saya belum bisa menjelaskan secara rinci karena masalahnya adalah akumulasi dari 2011 sampai 2013. Tapi prinsipnya, PSSI akan mematuhi keputusan dari FIFA," ucap pelaksana tugas ketua umum PSSI, Joko Driyono.




Saat dikonfirmasi pada Kamis malam, Plt Ketum PSSI Joko Driyono mengakui siap melaksanakan sanksi FIFA tersebut.

"Sebenarnya bukan enam tapi lima klub dengan enam masalah. Jadi ada satu klub dengan dua masalah," kata Joko saat dihubungi.

Klub-klub tersebut adalah, Madura United, Persegres Gresik, Persik Kediri, Persepam Madura Utama, dan Persiwa Wemena. Klub terakhir ini memiliki dua kasus.

PSSI sejatinya sudah berusaha melakukan pendampingan agar klub-klub ini menyelesaikan tunggakan gajinya. Tapi, lanjut Joko, mereka tak kunjung membayar.

"Hanya Madura United dan Persegres yang sudah menyelesaikan soal tunggakan gaji ini. Karena ini kan kasus lama," paparnya.



Persepakbolaan Indonesia kembali tercemar nama baiknya, terlebih baru beberapa hari ini berita rusuh supporter viral di berbagai media nasional dan luar negeri

PSSI belum mau membuka nama-nama klub yang seharusnya mendapatkan peringatan dari FIFA untuk pengurangan poin di klasmen







 
Like us on Facebook