April 21, 2018

Meretas Database CIA, Kane Gamble Dipenjara 2 Tahun

Baca Artikel Lainnya

Anak remaja 18 tahun bernama Kane Gamble berhasil memperoleh data paling rahasia mengenai rencana operasi intelijen Amerika Serikat di Afghanistan dan Iran. Hebatnya lagi, Gamble mampu berpura-pura menjadi Direktur Badan Intelijen AS, CIA, untuk mendapatkan akses informasi sensitif secara ilegal ke komputer pribadinya.



Mengutip situs Telegraph, Rabu, 24 Januari 2018, Gamble bekerja dari kamar tidurnya di Leicestershire, Inggris, dengan menggunakan rekayasa sosial atau social engineering.

Artinya, seseorang membangun sebuah gambar informasi dan menggunakannya memanipulasi orang lain untuk menyerahkan lebih banyak dengan cara mengakses akun pribadi dan berperan sebagai bos mata-mata dari negara adidaya.

Gamble menirukan Direktur CIA John Brennan di mana dirinya melakukan aksi tersebut antara Juni 2015 dan Februari 2016. Saat melakukan aksinya, Gamble baru berusia 15 tahun.

Ia akhirnya ditangkap pada Februari 2016 di Dewan Konsulat di Coalville, Inggris, dan pada Oktober 2017, Gamble mengaku bersalah atas delapan tuduhan melakukan akses ilegal dan dua tuduhan modifikasi materi komputer yang ilegal.

Gamble mengaku bahwa dirinya menargetkan pemerintah Amerika Serikat karena merasa jengkel dengan aksi korupsi.

Selain Gamble, dua anggota kelompok peretas, Crackas with Attitude, Andrew Otto Boggs dan Justin Gray Liverman, juga ditangkap oleh FBI pada September 2016. Keduanya dijatuhi hukuman lima tahun di penjara federal.

Kelompok pro-Palestina yang terkenal berada di balik serangkaian peretasan yang mempermalukan pejabat intelijen Amerika Serikat (CIA) dengan membocorkan rincian data pribadi 20 ribu agen FBI, 9.000 pegawai Departemen Keamanan Dalam Negeri dan sejumlah staf Departemen Kehakiman pada tahun 2015.


Ternyata, pimpinan dari kelompok peretas ini baru berusia 15 tahun saat dia menggunakan rekayasa sosial untuk menirukan  direktur CIA dan secara ilegal mengakses informasi yang sangat sensitif dari rumahnya di Leicestershire, Inggris, sebagaimana diungkap dalam persidangan pada Selasa, 17 Januari 2018.


Anak tersebut juga mengejek keluarga targetnya dengan merilis data pribadi mereka, meneror dengan telepon dan pesan singkat, mengunduh dan memasang konten pornografi ke komputer mereka serta mengendalikan layar iPad dan TV mereka.

Selain itu, dia juga membuat seruan palsu ke rumah Brennan. Peretas cilik itu juga melakukan teror terhadap Menteri Keamanan Dalam Negeri Johnson dengan mengirim foto dan akan merayu putrinya, menelepon istrinya dengan meninggalkan pesan voicemail yang berbunyi “Hai, apakah saya menakutimu?.”

Gamble ditangkap pada bulan Februari 2016 di Dewan Konsulat di Coalville dan Oktober 2017 dia mengaku bersalah atas delapan tuduhan melakukan akses ilegal dan dua tuduhan modifikasi materi komputer yang ilegal.

Gamble mengatakan bahwa dia menargetkan pemerintah Amerika karena merasa jengkel dengan korupsinya. Gamble juga mengatakan bahwa dirinya secara teknis berbakat, tapi tidak dewasa secara emosional dan memiliki kelainan spektrum autistik. Pada saat menyinggung perasaannya, Gamble mengalami perkembangan mental seorang anak berusia 12 atau 13 tahun.

Dua anggota kelompok peretas Crackas with Attitude lainnya, Andrew Otto Boggs dan Justin Gray Liverman, telah ditangkap oleh FBI pada bulan September 2016 dan telah dijatuhi hukuman lima tahun di penjara federal.


He will serve two years at a youth detention centre, His defence said he was "naive" and never meant to "harm" any individuals.
But the judge, Mr Justice Haddon-Cave said Gamble ran a "campaign of cyber terrorism".
Gamble obtained "extremely sensitive" documents on military and intelligence operations in Iraq and Afghanistan, the court was told.





references by viva, tempo

 
Like us on Facebook