January 12, 2018

Baterai iPhone Bermasalah dan Meledak

Baca Artikel Lainnya

Baterai iPhone diduga meledak saat dalam perbaikan di Apple Store Valencia, Spanyol, Rabu (10/1/2018) waktu setempat. Ini adalah kejadian yang kedua kalinya dalam dua hari terakhir.

Laman Phone Arena melaporkan, akibat ledakan ini ruangan Apple Store tersebut dipenuhi asap. Para pekerja berhasil memadamkan api dan membuka jendela untuk mengeluarkan asap yang memenuhi ruangan. 

Tidak ada korban dalam kejadian yang terjadi pukul 13.30 waktu setempat itu. Namun sejumlah petugas pemadam kebakaran dan polisi tiba di tempat kejadian perkara. 

Pada hari sebelumnya, karyawan Apple Store di Zurich, Swiss, mengalami luka bakar ringan saat memperbaiki iPhone. Luka bakar itu diduga dipicu baterai yang terbakar di iPhone yang rusak. 

Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak Apple. SINDOnews juga belum menemukan indikasi mengarah pada seri iPhone mana yang diduga baterainya meledak saat dalam perbaikan.

Apple baru-baru ini mengakui bahwa perusahaan "mencekik" kecepatan CPU pada model iPhone 6 dan seri di atasnya. Mereka berdalih harus melakukan regulasi tersebut guna mencegah masa pakai baterai habis. 

Akibat gelombang protes, Apple telah mengurangi harga penggantian baterai pada model yang "diakali" dari USD79 menjadi USD29 sampai akhir tahun 2018.


Apple mengawali tahun 2018 dengan beragam masalah. Permintaan maaf dan pemangkasan harga baterai baru tak cukup membendung persoalan Apple yang dengan sengaja memperlambat kinerja iPhone terdahulu milik konsumennya. 

Dua hari lalu kelompok konsumen pemerhati kecurangan produk di Prancis mengadakan penyelidikan atas Apple terkait penanganan masalah baterai di iPhone. Hari ini, Apple menghadapi investigasi dari Senat Amerika Serikat sehubungan masalah yang sama. 

The Wall Street Journal, seperti yang dikutip oleh laman Mac Rumors, Rabu (10/1/2018), menuliskan, Senator John Thune, Ketua Komite Perdagangan, telah mengirim sebuah surat kepada CEO Apple Tim Cook. Dia mengajukan serangkaian pertanyaan tentang bagaimana perusahaan tersebut memutuskan untuk "mencekik" kinerja pemrosesan daya di iPhone seri 6 ke atas dengan alasan baterai lama. 

The Wall Street Journal yang mengklaim melihat salinan surat tersebut melaporkan, Thune menanyakan bagaimana Apple melacak keluhan pelanggan tentang kinerja pemrosesan? Pertanyaan selanjutnya, apakah Apple mencari pelanggannya yang telah membeli baterai baru sebelum kebijakan diskon harga? 

Lebih lanjut dia mengatakan, keputusan Apple menawarkan penggantian baterai dengan harga rendah justru mendorong kritik lebih lanjut dari pelanggan. Pengguna iPhone lebih percaya seharusnya Apple menawarkan penggantian baterai secara gratis.

Selain surat senator, harian ini juga telah mendapat konfirmasi resmi dari Kantor Jaksa Paris. Mereka mengakui tengah mengawasi penyelidikan atas dugaan penipuan Apple. Penyelidikan sedang dilakukan oleh kelompok kecurangan konsumen Prancis, DGCCRF, yang merupakan bagian dari kementerian ekonomi negara tersebut.

Penyelidikan yang bisa berujung sanksi itu dilakukan pascapengakuan Apple yang memperlambat beberapa seri iPhone dengan baterai terdegradasi. Apple sendiri memperkenalkan fitur manajemen daya di IOS 10.2.1 setelah keluhan tentang matinya perangkat secara tidak terduga di iPhone 6.

Sayangnya raksasa teknologi asal AS itu tidak menjelaskan kepada konsumen bahwa hal itu disebabkan oleh kerusakan baterai. Apple juga tidak menginformasikan kepada pelanggan bahwa masalahnya dapat menyebabkan sesekali iPhone mati. 

Selain penyelidikan di Prancis, Apple sekarang menghadapi lebih dari 24 tuntutan hukum yang menuduhnya sengaja memperlambat iPhone yang lebih lama. Mereka juga dianggap gagal untuk mengungkapkan perubahan yang diperkenalkannya di iOS 10.2.1. 

Salah satu tuntutan hukum tersebut juga berasal dari Prancis. Tuntutan diajukan oleh kelompok konsumen Prancis "HOP". 




references by sindonews

 
Like us on Facebook